117,647 research outputs found

    RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAGUNG MANIS (Zea mays Saccharata L.) TERHADAP APLIKASI BIOSLURRY DAN KOTORAN WALET

    No full text
    Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh aplikasi bio-slurry dengan pupuk kotoran walet serta dosisnya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis (Zea mays L. saccharata Sturt ). Penelitian ini telah dilaksanakan dilahan kebun Desa Bulalo Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2023 sampai Mei 2023. Penelitian disusun menurut rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari satu faktor perlakuan yaitu kotoran walet dan bioslurry. Selanjutnya terdapat 5 taraf perlakuan antara lain : B0 = Tanpa perlakuan (kontrol); B1 = Kotoran Walet 5 kg per petak + Bioslurry 100 ml per tanaman; B2 = Kotoran Walet 5 kg per petak + Bioslurry 150 ml per tanaman; B3 = Kotoran Walet 7,5 kg per petak + Bioslurry 100 ml per tanaman; B4 = Kotoran Walet 7,5 kg per petak + Bioslurry 150 ml per tanaman. Penelitian ini diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 15 unit satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi kotoran walet dan bioslurry memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi jagung manis. Selanjutnya perlakuan kotoran walet 5 kg per petak dan 100 ml bio-slurry merupakan perlakuan yang terbaik untuk pertumbuhan dan produksi jagung manis

    PENGARUH NAA DAN KlNEnN TERHADAP INDUKSI DlFERENSIASI KALUS Vigna radiata (L) Wilczek var. Walet YANG TOLERAN TERHADAP KADAR GARAM

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh NAA dan kinetin terhadap induksi diferensiasi kalus Vigna radiala (L.) Wilczek var. Walet yang toleran terhadap kadar garam 1 % dan berusaha mendapatkan kombinasi konsentrasi NAA dan kinetin yang optimum untuk induksi diferensiasi kalus Vigna radiala (L.) Wilczek vaT. Walet yang toleran terhadap kadar garam 1 %

    Aplikasi Kompos Feses Walet dan Abu Sekam Padi terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.)

    No full text
    Salah satu cara untuk menambah unsur hara dalam dalam tanah yakni dengan penggunan pupuk organik. Feses walet, kompos feses walet, dan abu sekam padi memiliki potensi untuk menambah unsur hara pada lahan pertanian. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pemberian pupuk organik (feses walet, kompos feses walet, dan abu sekam padi) serta mengetahui kombinasi dosis kompos feses walet dan abu sekam padi yang terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah (Allium ascalonicum L.). Penelitian ini dilaksanakan di lahan peneliti petani yaitu di Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang pada bulan Juli 2019 sampai bulan November 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan non faktorial yang memiliki 7 taraf perlakuan dan diulangi sebanyak 3 kali yaitu A0: Kontrol tanpa pupuk. A1: feses walet. A2: abu sekam padi. A3: kompos feses walet. A4 : abu sekam padi + kompos feses walet (1:1). A5 : abu sekam padi + kompos feses walet (2:1). A6 : abu sekam padi + kompos feses walet (1:2). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian kompos feses walet, feses walet, dan abu sekam padi memiliki pengaruh yang nyata pada tinggi tanaman, berat kering umbi dan berat basah umbi di angin-anginkan. jumlah anakan per rumpun, Jumlah daun per rumpun, diameter umbi dan jumlah umbi tidak berpengaruh nyata. Pemberian kompos feses walet memberikan respon yang sangat positif terhadap pertumbuhan dan produksi

    PENGARUH PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK CAIR KOTORAN BURUNG WALET TERHADAP JUMLAH DAUN SAWI PAKCOY (Brassica rapa L)

    No full text
    Sawi pakcoy merupakan tanaman sayuran daun dan tumbuhan yang biasanya digunakan sebagai bahan masakan. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas dengan pemberian Pupuk Organik Cair (POC) dari kotoran burung walet yang diperolah dari hasil ternak burung walet masyarakat dan dapat membantu mengurangi pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh POC kotoran burung walet terhadap jumlah daun sawi pakcoy (Brassica rapa L). Penelitian ini menggunakan metode RAL 5 perlakuan dan 5 kali pengulangan. Tempat dan waktu penelitian dilaksanakan di Laboratorium pada tanggal 20 Desember sampai 23 Januari 2021. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan lembar observasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan dengan ANAVA dan lanjutkan dengan uji Duncan pada taraf α= 0,05. Parameter yang diukur yaitu tinggi batang dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kotoran burung walet berpengaruh nyata terhadap jumlah daun sawi pakcoy (Brassica rapaL) dan konsentrasi terbaik yaitu pada P1 dengan 500 ml POC</jats:p

    PENGARUH DOSIS KOTORAN WALET TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING

    No full text
    PENGARUH DOSIS KOTORAN WALET TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Azrul (11780213693) Di bawah bimbingan Ida Nur Istina dan Yusmar Mahmud INTISARI Jagung merupakan tanaman pangan penghasil karbohidrat kedua setelah beras. Produktivitas jagung di Provinsi Riau pada umumnya masih rendah yaitu 3,359 ton/ha pada tahun 2021, rendahnya hasil jagung disebabkan oleh kondisi lingkungan yang kurang menunjang untuk budidaya tanaman. Jagung pada umumnya dikembangkan di lahan Podsolik Merah Kuning (PMK) yang dicirikan seperti pH masam, rendahnya kandungan bahan organik dan unsur hara. Salah satu cara agar tanaman dapat tumbuh dengan optimal yaitu pemberian amelioran kotoran walet. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh dosis kotoran walet yang terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman jagung (Zea mays L.) pada tanah PMK. Penelitian telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Kubang Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Balitbangtan Riau dari bulan Desember 2021 sampai Maret 2022. Varietas jagung yang digunakan adalah Nasa 29. Menggunakan rancangan acak kelompok dengan 7 taraf perlakuan: (Kontrol; 0 g kotoran walet/tanaman + NPK rekomendasi; 100 - 500 g kotoran walet/tanaman + NPK rekomendasi) dan tiga kali ulangan. Hasil penelitian, bahwa perlakuan 500 g kotoran walet/tanaman + NPK rekomendasi memberikan keragaan pertumbuhan dan produksi tanaman jagung terbaik yaitu menghasilkan 9,72 ton/ha. Kata kunci : kotoran walet; jagung; podsolik merah kunin

    Respons pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (Allium cepa L.) varietas batu ijo terhadap pemberian pupuk kotoran burung walet dan pupuk silika

    No full text
    Bawang merah merupakan salah satu tanaman unggulan nasional yang bernilai ekonomi tinggi yang produksinya perlu ditingkatkan. Penurunan produksi akibat perubahan iklim dan penggunaan bahan kimia dapat dikurangi dengan pemberian pupuk kotoran burung walet dan pupuk silika. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui interaksi antara pupuk kotoran burung walet dengan pupuk silika serta dosis pupuk kotoran burung walet dan pupuk silika yang optimal terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah varietas batu ijo. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga Juni 2023 bertempat di lahan Kp Cirawa, Desa Nyalindung, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri atas dua faktor, faktor pertama yaitu dosis pupuk kotoran burung walet dengan 3 taraf: 0 t ha-1, 15 t ha-1, 30 t ha-1. Faktor kedua yaitu konsentrasi pupuk silika 3 taraf: 0 ml L-1, 20 ml L-1, 40 ml L-1. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara pengaplikasian pupuk kotoran burung walet dan pupuk silika pada semua parameter pengamatan. Sedangkan, pada parameter indeks panen pengaplikasian pupuk kotoran burung walet berpengaruh mandiri. Pengaplikasian pupuk kotoran burung walet dengan dosis 15 t ha-1 dan tanpa pupuk silika merupakan dosis optimum terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah

    PENGARUH APLIKASI BOKASHI KOTORAN WALET TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN OKRA (Abelmoschus esculentus L. Moench)

    No full text
    Okra (Abelmoschus esculentus L. Moench) merupakan salah satu komoditas sayur yang bergizi tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan. Salah satu upaya untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil okra dapat dilakukan dengan cara pemupukan yaitu dengan pemberian pupuk bokashi kotoran walet. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan dosis bokashi kotoran walet terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil okra. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 7 perlakuan (Kontrol,50g/polybag, 100g/polybag, 150g/polybag, 200g/polybag, 250g/polybag dan 300g/polybag) dengan 10 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokashi kotoran walet dosis 300 g/polybag memberikan hasil yang terbaik pada parameter tinggi tanaman yaitu 80,63 cm ,diameter batang yaitu 1,70 cm, jumlah buah pertanaman yaitu 7,80 buah, bobot buah pertanaman yaitu 144,00 g, bobot basah brangkasan yaitu 345,40 g dan bobot kering brangkasan yaitu 121,80 g. Kata Kunci : Hortikultura, Kompos, Unsur Har

    RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELEDRI (Apium graveolens L.) DENGAN BERBAGAI DOSIS PUPUK GUANO WALET

    No full text
    Penelitian bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tanaman seledri pada pemberian berbagai dosis pupuk guano walet. Penelitian bertempat di Screen House, Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu Sulawesi Tengah. Waktu penelitian dimulai pada bulan Februari sampai Mei 2022. Desain penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) satu faktor dengan perlakuan dosis pupuk guano walet yaitu W0 = Tanpa pupuk guano walet (kontrol), W1 = Pupuk guano walet 250 g/ polibag, W2 = Pupuk guano walet 500 g/ polybag, W3 = Pupuk guano walet 750 g/ polibag, W4 = Pupuk guano walet 1000 g/ polibag, W5 = Pupuk guano walet 1250 g/ polibag. Secara keseluruhan terdapat enam perlakuan dengan 3 ulangan sehingga diperoleh 54 unit percobaan. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, berat segar dan volume akar. Data pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisis ragam dan menggunakan uji lanjut BNJ (Beda Nyata Jujur) pada taraf ? = 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai dosis pupuk guano walet memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, berat segar dan volume akar tanaman seledri, dimana perlauan W1 dan W2 memberikan hasil terbaik

    POTENSI LIMBAH KOTORAN WALET SEBAGAI PENYEDIA UNSUR HARA MAKRO PADA BIBIT TANAMAN PERKEBUNAN

    No full text
    Budidaya walet di Kalimantan Timur berkembang semakin pesat, hal ini berdampak pada peningkatan jumlah limbah kotoran walet dalam jumlah yang cukup besar. Limbah kotoran walet yang tidak dikelola dengan baik berpotensi mencemari lingkungan. Di sisi lain, sektor pertanian khususnya budidaya kopi Arabika (Coffea arabica L) membutuhkan solusi pupuk organik yang berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi limbah kotoran walet sebagai pupuk organik dalam mendukung pertumbuhan bibit kopi Arabika (Coffea arabica L). Seiring dengan meningkatnya industri budidaya walet di Kalimantan Timur, limbah kotoran walet yang dihasilkan memerlukan pengelolaan yang tepat agar tidak mencemari lingkungan dan dapat memberikan manfaat ekonomi. Rancangan Acak Kelompok (RAK) digunakan dengan empat perlakuan dosis pupuk kotoran walet: K0 (kontrol), K1 (100 g/polybag), K2 (200 g/polybag), dan K3 (300 g/polybag). Hasil laboratorium menunjukkan bahwa kotoran walet mengandung nitrogen tinggi (7,78%), karbon organik (27,53%), dan rasio C/N sangat rendah (3,54), di bawah standar ideal. Bokashi hasil fermentasi menunjukkan peningkatan nitrogen (11,07%) namun rasio C/N menurun menjadi 2,79. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa dosis K3 memberikan pengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman kopi Arabika pada 60 dan 90 HST, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah daun dan diameter batang. Rendahnya rasio C/N diduga menjadi salah satu penyebab terbatasnya efektivitas pupuk terhadap parameter lainnya.  

    PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS (CAMPURAN TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN GUANO WALET) DAN BIOSAKA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.)

    No full text
    Tanah yang biasa digunakan pada pembibitan kakao adalah tanah yang ketersediaannya melimpah di Indonesia, yaitu Ultisol. Namun, kendala yang dihadapi pada Ultisol adalah pH rendah, serta minimnya ketersediaan unsur hara makro dan mikro. Oleh karena itu, penelitian tentang pengaruh pemberian kompos (campuran tandan kosong kelapa sawit dan guano walet) dan biosaka terhadap pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L.) telah dilakukan di lahan percobaan Kampus III UNAND Andalas Dharmasraya dari bulan Maret sampai Juli 2024, yang bertujuan untuk mengetahui apakah ada interaksi antara pemberian kompos (campuran TKKS dan guano walet) dan biosaka terhadap pertumbuhan bibit kakao, dan mengetaui dosis terbaik dari kedua bahan tersebut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor dengan 4 taraf pada masing-masing perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama yaitu kompos (campuran TKKS dan guano walet) dengan dosis 0, 100, 200, dan 300 g/polybag dan faktor kedua adalah biosaka dengan dosis 0, 1, 2, dan 3 ml/333 ml air. Variabel yang diamati yaitu tinggi bibit, diameter batang, jumlah daun, luas daun, panjang akar, volume akar, berat kering tajuk, berat kering akar, dan rasio tajuk akar. Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara pemberian perlakuan kompos (campuran TKKS dan guano walet) dan biosaka terhadap pertumbuhan bibit kakao. Dosis kompos campuran TKKS dan guano walet 300 g/polybag merupakan dosis terbaik yang dapat menunjang pertumbuhan bibit kakao, sedangkan tidak diperoleh dosis biosaka yang terbaik untuk menunjang pertumbuhan bibit kakao. Kata kunci: Dekomposer, Elisitor, Limbah kelapa sawit, Pertahanan tanaman
    corecore