Agrotekbis Jurnal Ilmu Pertanian
Not a member yet
1395 research outputs found
Sort by
ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHATANI NILAM (Pogostemon cablin) DI DESA GIRIMULYO KECAMATAN AMPANA TETE KABUPATEN TOJO UNA-UNA
Tujuan penelitian ini untuk : (i) mengetahui besar pendapatan usahatani nilam di Desa Girimulyo Kecamatan Ampana Tete Kabupaten Tojo Una-Una, (ii) mengetahui kelayakan usahatani nilam di Desa Girimulyo Kecamatan Ampana Tete Kabupaten Tojo Una-Una. Penentuan responden dilakukan dengan sengaja (purposive), jumlah petani responden (sampel) yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 38 petani nilam. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pendapatan dan kelayakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan usahatani nilam di Desa Girimulyo Kecamatan Ampana Tete Kabupaten Tojo Una-Una sebesar Rp.19.096.956,05/1,44 ha/tahun. Usahatani nilam di Desa Girimulyo Kecamatan Ampana Tete Kabupaten Tojo Una-Una layak diusahakan dengan nilai R/C 4,08 yang artinya setiap pengeluaran sebesar Rp.100,- akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp.408,
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG KAMBING DAN EKOENZIM TERHADAP BEBERAPA SIFAT FISIKA TANAH DAN PRODUKSI TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.)
Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan perbedaan dari pengaruh pemberian pupuk kandang kambing dan ekoenzim terhadap beberapa sifat fisika tanah dan produksi tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakakan di Green House belakang Laboratorium Suber Daya Lahan dan Baloratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Provinsi Sulawesi Tengah. menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola factorial yang terdiri dari dua faktor yaitu pemberian pupuk kandang kambing yang terdiri dari 4 taraf K0 = tanpa pupuk kandang, K1 = pupuk kandang kambing 1%, K2 = pupuk kandang kambing 2%, K3 = pupuk kandang kambing 4%., dan ekoenzim terdiri dari 2 taraf E1 = ekoenzim 50cc/L air dan E2 = 100cc/L air. Penelitian ini terdapat 8 percobaan yang masing-masing diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Apabila hasil analisis menunjukan pengaruh nyata dilanjut dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ5%). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk kandang kambing dan ekoenzim tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, jumlah umbi perumpun dan berat basah tanaman, tetapi memberikan pengaruh nyata terhadap berat kering tanaman pada perlakuan ekoenzim. Berdasarkan analisis laboratorium pemberian pupuk kandang kambing 400g/polybag dapat menurunkan bobot isi tanah dan meningkatkan porositas tanah
KEJADIAN PENYAKIT PURU AKAR OLEH NEMATODA PADA TANAMAN HORTIKULTURA DI SIGI BIROMARU
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nematoda parasit dan menghitung kejadian penyakit yang disebabkan oleh nematoda parasit pada tanaman hortikultura. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2023 sampai Februari 2024. Pengambilan sampel tanaman dilakukan di Desa Pombewe dan Desa Langaleso, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Serta pengamatan dilakukan di Laboratorium Penyakit, Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu. Penelitian ini dilakukan di perkebunan tomat, seledri, dan kacang tanah di kedua desa tersebut dengan masing-masing umur tanaman sekitar 35 hari setelah tanam untuk tanaman kacang tanah dan tanaman tomat, dan 3 bulan setelah tanam untuk tanaman seledri. Pada pengambilan sampel dilakukan di 3 titik lokasi berbeda. Pada setiap lokasi diambil sebanyak 3 bedeng sebagai petak sampel, dimana setiap petaknya dipilih secara acak sehingga diperoleh 3 titik sampel dengan ukuran 10x10 cm. Sebelum melakukan pengambilan sampel, terlebih dahulu dilakukan pengamatan di lapangan dengan metode survei dan wawancara secara langsung dengan petani. Ekstraksi nematoda dari sampel akar dilakukan dengan menggunakan metode Baermann funnel yang telah dimodifikasi menggunakan nampan. Hasil ekstraksi nematoda yang ingin diamati dapat disimpan dalam larutan fiksatif, yaitu larutan FA (formalin 4%; 20 ml + akuades 30 ml). Serta dilakukan pengamatan menggunakan mikroskop binokuler dengan perbesaran 40x. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nematoda yang telah ditemukan sebanyak lima genus yaitu Meloidogyne sp., Ditylenchus sp., Trichodorus sp., Pratylenchus sp., dan Xiphinema sp.. Jenis nematoda yang paling mendominasi dan memiliki daerah sebar 100% adalah Meloidogyne sp
ANALISIS PENDAPATAN USAHA GULA AREN DI DESA DOLAGO KECAMATAN PARIGI SELATAN KABABUPATEN PARIGI MOUTONG
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Dolago Kecamatan Parigi Selatan Kabupaten Parigi Motong, pada bulan September 2022. Penentuan lokasi dilakukan secara sengaja (Purposive) dengan pertimbangan bahwa Desa Dolago merupakan daerah gula aren terbesar di Kecamatan Parigi Selatan. Penentuan sampel menggunakan metode sensus yaitu sebanyak 37 populasi pengrajin gula aren dijadikan sebagai responden. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan wawancara langsung dengan menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan yaitu analisis pendapatan. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan maka diperoleh rata-rata hasil produksi yang diperoleh setiap bulan sebesar 222,24 Kg/bulan dengan harga jual Rp18.000/Kg sehingga diperoleh penerimaan rata-rata sebesar Rp 4.011.567,56 dan total biaya rata-rata yang dikeluarkan sebesar Rp 3.029.964,98/bulan maka diperoleh rata-rata pendapatan responden sebesar Rp 981.602,58/bulan
PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) PADA BERBAGAI KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR
Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu jenis tanaman dari famili Solanaceae yang banyak dibudidayakan masyarakat di Indonesia. Salah satu upaya untuk meningkatkan produktifitas cabai rawit ialah dengan penggunaan input bahan organik baik sebagai media tanam maupun pupuk. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit pada berbagai komposisi media tanam dan konsetrasi pupuk organik cair. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pangku, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong pada bulan Juni sampai Oktober 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah komposisi media tanam, yang terdiri atas empat taraf yaitu: 1.) media tanah (kontrol); 2.) tanah : kompos : pupuk kandang (3:1:1); 3.) tanah : kompos : pupuk kandang (3:2:1); dan 4.) tanah : kompos : pupuk kandang (3:1:2). Sedangkan faktor kedua adalah konsentrasi pupuk organik cair yaitu: 1.) tanpa POC (kontrol); 2.) POC 0,2%; 3.) POC 0,4%; 4.) POC 0,6%. Dengan demikian diperoleh 16 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak tiga kali sehingga terdapat 48 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara komposisi media tanam dan konsentrasi pupuk organik cair hanya terjadi pada parameter waktu berbunga. Perlakuan komposisi media tanam berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan. Pemberian komposisi media tanam tanah : kompos : pupuk kandang ayam (3:1:2) menunjukkan hasil yang lebih baik terhadap tinggi tanaman, lilit batang dan jumlah cabang. Komposisi media tanam tanah : kompos : pupuk kandang ayam (3:1:1) menunjukkan hasil yang lebih baik terhadap jumlah buah, diameter buah, panjang buah dan berat buah. Perlakuan pupuk organik cair konsentrasi 6 ml memperoleh hasil yang lebih baik dibanding konsentrasi lainnya dalam meningkatkan jumlah cabang, jumlah buah, diameter buah, panjang buah dan berat buah
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L) PADA BERBAGAI KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Dengan Percobaan satu faktor yakni Konsentrasi POC NASA yang terdiri dari 0 ml/liter (P0), 3 ml/liter (P1), 6 ml/liter (P2), 9 ml/liter (P3), 12 ml/liter (P4) masing masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali dan diujikan pada 3 tanaman, sehingga terdapat 60 unit sampel tanaman. Data yang diperoleh di analisi menggunakan Analisi Keragaman (anova) apabila hasil berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji BNJ 5%. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa pemberian berbagai konsentrasi POC Nasa berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah daun dan luas daun tanaman selada namun tidak berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, berat kering dan berat basah tanaman selada. Berdasarkan penelitian yang telah saya lakukan, disarankan dalam melakukan budidaya tanaman selada lebih baik menggunakan POC nasa dengan konsentrasi 3 ml/liter
EFEKTIVITAS BERBAGAI KONSENTRASI GMN Trichoderma sp. DENGAN PELARUT LIMBAH AIR CUCIAN BERAS UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT BUSUK DAUN PADA TANAMAN TOMAT
Penyakit busuk daun yang disebabkan oleh cendawan Phytophthora infestans termasuk salah satu jenis cendawan yang sulit untuk dikendalikan pada tanaman tomat, awalnya penyakit ini dikenal dengan nama Botrytis infestans mont. Berdasarkan klasifikasinya cendawan ini termasuk dalam kelas Oomycetes, bangsa Peronosporales dan suku Pythiaceae. Penyakit ini dapat menyebar ke batang, tangkai dan buah. Penyebarannya semakin cepat pada tingkat kelembaban diatas >95% disekitar kanopi dan suhu sekitar 20oC. Penyakit busuk daun dapat menyebabkan penurunan hasil panen secara signifikan dan bahkan mengakibatkan gagal panen apabila tidak ditangani dengan cepat dan efektif. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa dosis terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman dan menunda munculnya penyakit adalah 80g/10 liter air yang diaplikasikan dengan metode kocor dan semprot menggunakan Trichoderma spp. pada bedengan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi GMN Trichoderma sp. yang paling efektif jika dilarutkan dalam air cucian beras untuk mengendalikan P.infestans penyebab penyakit busuk daun pada tanaman tomat. Penelitian ini dilakukan di Labolatorium Penyakit Tanaman dan screen house, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Palu, selama kurang lebih delapan bulan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan enam perlakuan dan empat ulangan. Konsentrasi perlakuan GMN Trichoderma sp. yang digunakan sebagai berikut: (kontrol, 5g/1 liter air cucian beras, 10g/1 liter air cucian beras, 15g/ 1 liter air cucian beras, 20g/ 1 liter air cucian beras, 25g/ 1 liter air cucian beras). Parameter yang diamati meliputi tingkat keparahan penyakit, kejadian penyakit, jumlah buah tomat dan berat buah tomat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan GMN Trichoderma sp. dengan konsentrasi 20g/1 liter air cucian beras memberikan hasil terbaik dalam menurunkan tingkat keparahan penyakit di umur 57 HST, tetapi tidak berpengaruh terhadap kejadian penyakit, jumlah buah dan berat buah
PENGARUH KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.)
Budidaya tanaman cabai rawit melakukan berbagai metode untuk dapat mencapai hasil panen yang tinggi, salah satunya adalah pemupukan. Pemupukan merupakan salah satu cara untuk memperbaiki tingkat kesuburan tanah dan meningkatkan produksi tanaman. Tujuanpenelitian untuk mengetahui pengaruh konsentrasi POC Herbafarm dan interaksi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai varietas Bara. Penelitian dilaksanakan dari bulanDesember 2020 sampai pada bulan Mei 2021 di Desa Sidera, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan konsentrasi POC Herbafarm. yaitu W0 (Kontrol), W1 (aplikasi 10 ml/l air), W2 (aplikasi 5 ml/l air), W3 (aplikasi 3,3 ml/l air), W4 (aplikasi 2,5 ml/l air),W5 (aplikasi 2 ml/l air). Hasil penelitian menunjukan bahwa Perlakuan konsentrasi POC Herbafarm 3,3ml/l (W3) memberikan hasil dan pertumbuhan terbaik yaitu rata-rata tinggi tanaman 47,7 cm, lingkaran batang tertinggi 3,0 cm, jumlah daun 100,3 helai, lebar tajuk 26,7 cm, umur mulai berbunga 47,6 hari, jumlah buah 5,91 buah, berat buah 4,92 g, berat buah perpetak 16,91 g, berat per10 buah 10,2 g, panjang buah 2,75 mm, dan diameter buah 2,83 mm.
 
ANALISIS PENDAPATAN USAHA KOPRA DI DESA LEMO KECAMATAN AMPIBABO KABUPATEN PARIGI MOUTONG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan usaha kopra di Desa Lemo Kecamatan Ampibabo Kabupaten Perigi Moutong. Penentuan responden dalam penelitian ini adalah petani kopra yang ada di Desa Lemo Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong. Penetapan responden dilakukan dengan metode acak sederhana (Simple random sampling), dimana populasi dijadikan sampel. Responden dalam penelitian yaitu petani dengan jumlah ada 31 orang, sampel yang digunakan dalam penelitian yaitu semua petani kopra di Desa Lemo. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pendapatan. Hasil analisis pendapatan menunjukan bahwa Pendapatan yang diterima usaha kopra di Desa Lemo Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong sebesar Rp.5.354.780,47/6 Bulan dengan penerimaan sebesar Rp.6.734.710/6 Bulan di kurangi dengan total biaya sebesar Rp.1.379.929,21/6 Bulan
ANALISIS KOMPARATIF PENDAPATAN NELAYAN SIDAT SEBELUM DAN SAAT PENGERUKAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DANAU POSO DI KECAMATAN PAMONA PUSELEMBA KABUPATEN POSO
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pendapatan nelayan sidat sebelum dan saat pengerukan Daerah Aliran Sungai Danau Poso di Kecamatan Pamona Puselemba Kabupaten Poso. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2022. Penentuan responden menggunakan metode sensus, dengan jumlah 35 orang responden, terdiri atas 20 orang responden sebelum pengerukan dan 15 orang saat pengerukan. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukan bahwa jumlah rata-rata dari pendapatan nelayan sidat sebelum pengerukan lebih besar yaitu Rp. 5.814.031,64 dari jumlah rata-rata pendapatan saat pengerukan yaitu Rp. 2.239.283,64. Hasil analisis perbandingan pendapatan diperoleh bahwa terdapat perbedaan pendapatan nelayan sidat sebelum dan saat pengerukan berlangsung, pendapatan nelayan sebelum pengerukan lebih besar dibanding pendapatan saat pengerukan Daerah Aliran Sungai Danau Poso