Agrotekbis Jurnal Ilmu Pertanian
Not a member yet
    1395 research outputs found

    IDENTIFIKASI JAMUR ASAL RHIZOSFER PADI GOGO (Oryza sativa L.) DI DESA AMPERA KECAMATAN PALOLO KABUPATEN SIGI

    No full text
    Tanaman Padi (Oryza sativa L.) merupakan bahan pangan strategis di Indonesia diolah menjadi beras sebagai makanan pokok. Di dalam tanah, khusunya pada daerah rhizosfer suatu tanaman umumnya terdapat berbagai macam mikroorganisme yang hidup dan menguntungkan bagi pertumbuhan suatu tanaman.  Rhizosfer merupakan daerah perakaran yang menyediakan berbagai bahan organik yang dapat merangsang pertumbuhan mikroba sehingga rhizosfer adalah habitat yang sangat baik bagi pertumbuhan mikroba.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Beberapa karakteristik jamur rhizosfer tanah yang terdapat pada tanaman padi gogo di Desa Ampera Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif eksploratif dengan cara purposive sampling untuk pengambilan sampel tanah yaitu pengambilan sampel tanah yang lokasinya ditentukan berdasarkan pertimbangan peneliti.  Pelaksanaannya dilakukan dengan survei lapangan dengan mengambil 5 Sampel tanah. Penelitian ini dilakukan di dua tempat yang pertama pengambilan sampel tanah di Desa Ampera Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, lalu yang kedua adalah analisis tanah yang dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Tanah, dan Laboratorium Hama Penyakit Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Palu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2024 sampai Februari 2025. Hasil analisis pH tanah pada H2O pada jenis sampel PTL, Delima, PB, dan BU berada pada kisaran agak masam dan pada sampel  PPB pada kisaran masam, dan pada analisis pH tanah KCL yaitu pada jenis sampel PTL, Delima, BU berada pada kisaran masam, sedangkan PPB sangat masam dan PB agak masam. Hasil C-Organik tanah pada lima sampel tersebut memiliki kriteria sangat rendah hal ini disebabkan beberapa faktor yaitu pengolahan tanah yang tidak tepat. Hasil isolasi jamur rhizosfer tanah pada Padi Gogo terdapat 469 jumlah koloni dari sampel keseluruhan dan mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Berdasarkan pengamatan secara makroskopis dugaan sementara ada 2 genus yang terdapat pada 5 sampel tersebut yaitu Genus Penicillium, Aspergillus dan Trichoderma

    PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG PANJANG (vigna sinensis L.) PADA BERBAGAI PEMBERIAN KONSENTRASI POC NASA

    No full text
    Kacang  panjang  adalah  tanaman  semusim yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia dan merupakan tanaman hortikultura  yang  mudah  diolah  menjadi makanan  dan  kaya  nutrisi  seperti  vitamin,  protein,  lemak  nabati,  karbohidrat  dan mineral. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang akibat berbagai  pemberian konsentrasi POC Nasa. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 1 faktor perlakuan yaitu Faktor pemberian POC Nasa yang terdiri dari 5 taraf berbeda yaitu P0 = control (tanpa perlakuan), P1 = 5ml/liter/bedeng, P2 = 10ml/ liter/bedeng, P3 = 15ml/liter/bedeng, P4 = 20ml/liter/bedeng. percobaan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 15 unit percobaan. pada pengamatan tinggi tanaman 2-4 MST tanaman tertinggi terdapat pada konsentrasi 15ml/liter air dengan rata-rata 19,06cm, 65,81cm, 141cm sedangkan yang terendah terdapat pada perlakuan kontrol. Pada pengamatan 2-4 MST menunjukan bahwa jumlah daun yang paling banyak diperoleh terdapat pada konsentrasi 20ml/liter yaitu 5 helai, 8,50 helai, 17,81 helai sedangkan yang terendah terdapat pada perlakuan kontrol. Dari hasil uji BNJ 5% menunjukan berat polong pertanaman  yang paling berat terdapat pada konsentrasi 20ml/liter dengan rata-rata 102,49 gram dan yang terendah terdapat pada kontrol. Dari  hasil uji BNJ  5% menunjukkan bahwa polong terpanjang terdapat pada  konsentrasi 15ml/liter dengan rata-rata 46,26 cm, sedangkan yang terendah terdapat pada konsentrasi 10ml/liter air

    PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annum L.) PADA BERBAGAI KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR

    No full text
    Cabai besar termasuk komoditas sayuran penting di Indonesia yang banyak dimanfaatkan sebagai penyedap masakan.Masalah dalam pembudidayaan cabai adalah cara pembudidayaan yang kurang tepat. Penggunaan bahan kimia dan pemberian pupuk yang berlebihan akan menimbulkan masalah baru, seperti hama akan lebih tahan terhadap bahan kimia tersebut dan tanaman yang dibudidayakan memperoleh hasil yang kurang maksimal.Tujuan penelitian yaitu untuk mendapatkan konsentrasi pupuk organik cair yang meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tombi, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong pada bulan Juni sampai Desember 2021. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok satu faktor. Perlakuan yang dicobakan adalah konsentrasi pupuk organik cair yang terdiri dari lima taraf yaitu: Tanpa pupuk organik cair; 0,5 %; 1,0%; 1,5% dan 2,0% pupuk organik cair. Setiap perlakuan diulang lima kali sebagai kelompok sehingga diperoleh 25 unit percobaan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan maka dapat disimpulkan bahwa pemberian konsentrasi 0,5% pupuk organik cair Nasa telah nyata meningkatkan komponen pertumbuhan yang ditandai dengan tanaman lebih tinggi dan cabang lebih banyak. Pemberian konsentrasi 1,5% pupuk organik cair Nasa telah nyata meningkatkan komponen hasil yang ditandai dengan tanaman berbunga lebih cepat (67,20 hari), buah lebih banyak (35,25) serta produksi buah per hektar lebih banyak (3,16 ton ha-1) (tiga kali panen)

    ANALISIS PRODUKSI DAN PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH DI DESA KASIMBAR PALAPI KECAMATAN KASIMBAR KABUPATEN PARIGI MOUTONG

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untukmengetahui  besarnya pengaruh faktor luas lahan, benih, pupuk dan tenaga kerja terhadap produksi padi sawah di Desa Kasimbar Palapi dan mengetahui besarnya pendapatan usahatani padi sawah di Desa Kasimbar Palapi. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2021 sampai Januari 2022. Penentuan responden pada penelitian ini dilakukan dengan metode acak sederhana (simple random sampling), dengan jumlah sampel sebanyak 38 responden dari jumlah populasi sebanyak 307 orang. Analisis yang digunakan yaitu analisis produksi Cobb-Douglass dan analisis pendapatan. Hasil analisis secara simultan variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu luas lahan, benih, pupuk, dan tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap produksi padi sawah di Desa Kasimbar Palapi. Secara parsial luas lahan dan pupuk berpengaruh nyata terhadap produksi padi sawah, sedangkan benih dan tenaga kerja berpengaruh tidak nyata terhadap produksi padi sawah. Penerimaan responden yaitu sebesar Rp23.962.435,00/ha/MT dan total biaya yang dikeluarkan adalah sebesar Rp13.006.539,00/ha/MT, sehingga  pendapatan yang diperoleh responden petani padi sawah di Desa Kasimbar Palapi adalah sebesar Rp10.955.896,00/ha/MT

    KONTRIBUSI PRODUKSI KAKAO TERHADAP PEREKONOMIAN DI KABUPATEN SIGI

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah pertama untuk mengetahui produksi kakao merupakan sektor basis atau non basis di Kabupaten Sigi. Untuk mengetahui sejauh mana kontribusi produksi kakao terhadap Produk Domestik Regional Bruto di Kabupaten Sigi. Berdasarkan analisis LQ dapat diketahui bahwa nilai LQ komoditi kakao selama 11 (sebelas) Tahun terakhir ini dengan nilai rata-rata LQ sebesar 1,86 persen. Dari Tahun 2009-2019 nilai LQ>1. Artinya komoditi kakao merupakan komoditi basis atau menjadi sumber pertumbuhan. Komoditi kakao memiliki keunggulan yang hasilnya tidak saja dapat memenuhi kebutuhan diwilayah bersangkutan, akan tetapi juga dapat diekspor ke luar wilayah Kabupaten Sigi. Kegiatan ekspor tersebut akan memberikan kontribusi besar yanga kana mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan pendapatan daerah sehingga kegiatan petani ataupun kegiatan ekonomi lainnya akan berkembang. Komoditi kakao memiliki kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto di Kabupaten Sigi atas dasar harga konstan setiap Tahunnya. Kontribusi komoditi kakao tiap Tahunnya memberikan kontribusi rata-rata sebesar 12,07 persen dari tahun 2009 hingga tahun 2019. Kontribusi terbesar komoditi kakao dalam pembentukan PDRB terjadi pada Tahun 2011 komoditi kakao memberikan kontribusi terbesar terhadap PDRB atas dasar harga konstan yaitu sebesar 21,98 persen dan kontribusi terendah terhadap PDRB atas dasar konstan yaitu pada tahun 2013 sebesar 8,50 persen. Hal ini menunjukan produksi komoditi kakao di Kabupaten Sigi masih memberikan kontribusi dalam pembentukan Produk Domestik Regional Bruto setiap Tahunnya

    PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH VARIETAS LEMBAH PALU (Allium wakegi Araki.) PADA BERBAGAI JENIS PUPUK KANDANG DAN KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh interaksi antar berbagai jenis pupuk kandang dan konsentrasi zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah, untuk mengkaji pengaruh berbagai jenis pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah, untuk mengkaji pengaruh konsentrasi zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Akademik Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu Sulawesi Tengah, dimulai dari Bulan Juni sampai Agustus 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial. Dua faktor terdiri atas: faktor pertama jenis pupuk kandang terdiri atas tanpa pemakaian pupuk kandang, pupuk kandang ayam, pupuk kandang sapi, pupuk kandang kambing, masing-masing dengan dosis 20 ton ha-1. Faktor kedua adalah konsentrasi ZPT, terdiri dari 4 taraf yaitu tanpa penggunaan ZPT, 4 mL L air-1, 8 mL L air-1, 12 mL L air-1). Terdapat 16 kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 48 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara berbagai jenis pupuk kandang dan zat pengatur tumbuh tidak berpengaruh nyata pada semua parameter pengamatan. Pemberian pupuk kandang ayam memberikan yang terbaik pada jumlah umbi (14.25 umbi) dan berat segar umbi (46.14 g). Pemberian zat pengatur tumbuh secara tunggal dengan konsentrasi 8 mL L air-1 memberikan pengaruh terbaik pada tinggi tanaman berumur 21 HST

    KARAKTERISTIK KIMIA DAN SENSORIS COOKIES DARI BERBAGAI RASIO TEPUNG TERIGU DAN TEPUNG KULIT PISANG KEPOK ( Musa paradisiacal L. )

    No full text
    Cookies sangat disukai karena dapat dibuat menjadi berbagai rasa dan bentuk yang menarik bagi banyaknya manusia, memiliki umur simpan yang lama, dan memiliki nilai gizi. Bahan baku pembuatan cookies didominasi oleh tepung terigu karena gluten dapat menghasilkan produk bertekstur kokoh dan mengembang. Berdasarkan pertimbangan kesehatan dan tingginya impor gandum, maka diperlukan pengembangan produk bebas gluten dari bahan baku lokal, salah satunya dengan menggunakan tepung kulit pisang dalam pembuatan cookies dan diterima oleh panelis. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan rasio tepung kulit pisang kepok dan tepung terigu terhadap karakteristik kimia dan sensoris cookies yang terbaik dan disukai panelis. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Agroindustri, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah dan UPT. Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (PSMB). Waktu pelaksanaan penelitian dimulai bulan November 2024 sampai Januari 2025. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental, menggunakan   Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan Uji Organoleptik menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan formula produk terdiri dari 5 (lima) perlakuan 3 (tiga) kali pengulangan sehingga diperoleh 15 unit percobaan. Dengan rasio tepung terigu dan tepung pisang kepok 100:0, 85:15, 70:30, 55:45, 40:60. Variabel pengamatan yaitu analisis kimia berupa kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, kadar karbohidrat. Sedangkan uji sensori berupa warna, tekstur, aroma dan rasa. Data yang diperoleh diuji ANOVA dan uji lanjut BNJ, pada taraf 5% jika berpengaruh nyata dan 1% jika berpengaruh sangat nyata untuk mengetahui pengaruh perlakukan pada masing-masing rasio cookies. Hasil penelitian menunjukan bahwa cookies dari tepung terigu dan tepung kulit pisang kepok perlakuan terbaik yaitu rasio 55:45. Kadar air dan kadar protein menurun dikarenakan banyaknya penambahan tepung kulit pisang kepok sedangkan kadar abu, kadar lemak dan kadar karbohidrat meningkat seiring bertambahnya rasio tepung kulit pisang kepok. Pada uji Sensori warna, tekstur, aroma dan rasa, nilai terbanyak pada tingkat kesukaan terdapat pada rasio 55:45 tepung terigu dan tepung kulit pisang kepok

    STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA KACANG GOYANG PADA IKM “SAL-HAN” DI KOTA PALU

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi faktor  internal (Kekuatan-Kelemahan) dan faktor eksternal (Peluang-Ancaman) dalam mendukung perkembangan usaha Kacang Goyang pada IKM “Sal-Han”. Penentuan responden di tentukan secara sengaja (Purposive). Jumlah responden 7 yang terdiri dari 1 orang pimpinan, 2 orang karyawan, 2 orang konsumen, 1 orang dinas perdagangan dan perindustrian dan 1 orang pesain IKM sejenis di Kota Palu. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskripsi dan analisis SWOT maka dapat disimpulkan bahwa strategi pengembangan usaha yang di terapkan oleh IKM “Sal-Han” yaitu strategi S-T (menggunakan kekuatan untuk mengurangi dampak ancaman) dimana faktor Kekuatan = 2,27 dan Ancaman = 1,45 lebih besar dibandingkan faktor Kelemahan = 0,95 dan Peluang = 1,35 dengan perbandingan faktor internal = 1,32 (sumbu X) dan faktor eksternal = -0,1 (sumbu Y). Untuk menerapkan pengembangan usaha Kacang Goyang pada IKM “Sal-Han”berada pada strategi S-T yaitu kuadran II, dimana pada posisi ini mengatasi ancaman yang ada dengan cara menggunakan kekuatan yang dimiliki. Alternatif strategi yaitu (1) Memanfaatkan pelatihan wirausahawan agar produk kacang goyang lebih bisa dikenali masyarakat sehingga mampu besaing dengan IKM sejenis. (2) Mempertahankan tenaga kerja yang berpengalaman agar mampu menghadapi persaingan dengan IKM sejenis. (3) Memaksimalkan teknologi (mesin) yang digunakan agar mampu memproduksi kacang goyang yang berkualitas sehingga mampu menghadapi persaingan IKM-IKM yang ada di Kota Palu

    STRATEGI PEMASARAN TELUR AYAM RAS PADA USAHA PETERNAKAN AYAM RAS PETELUR JUMADIL DI KELURAHAN PENGAWU KECAMATAN TATANGA KOTA PALU

    Full text link
    Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui strategi pemasaran yang sesuai dan lebih mudah untuk diterapkan pada peternakan ayam ras petelur Jumadil. Penentuan responden ditentukan secara sengaja (purposive). Jumalah responden sebanyak 3 orang, yaitu Pemilik usaha peternakan, Pengepul dan konsumen. Penelitian setelah dilaksanakan di Peternakan Ayam Ras Petelur ”Jumadil” di Kelurahan Pengawu Kecematan Tatanga Kota Palu. Metode analisis yang digunakan adalah analisis SWOT, dengan menggunakan Matriks IFE, Matriks EFE dan Matriks SWOT. Hasil Analisis matriks IFAS menunjukkan bahwa nilai skor untuk faktor-faktor strategis internal adalah sebesar 2,8, dari faktor koefisien IFE kekuatan (Strenghts) dan kelemahan (Weanknesses) Hasil Analisis matriks EFAS menunjukkan bahwa total nilai skor untuk faktor-faktor strategis eksternal adalah 3,0, dari faktor koefisien EFE peluang (Opportunities) dan ancaman (Threats) Hasil analisis diagram SWOT menggambarkan posisi kuadrat 1(satu) dimana usaha Peternakan Ayam Ras Petelur “Jumadil” dengan menggunakan kekuatan dan memanfaatkan peluang yang ada. Adapun strategi pemasaran hasil dari analisis matriks SWOT yang dapat diterapkan pada usaha Peternakan Ayam Ras Petelur “Jumadil” yaitu strategi S-O melakukan Promosi melalui media sosial, Menyediakan tempat pemasaran dan Memenuhi kapasitas produksi secara maksimal

    RESPONS PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L. ) TERHADAP BERBAGAI DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH AIR TAHU

    Full text link
    Tujuan penelitian untuk mengetahui respons pertumbuhan dan hasil tanaman selada  pada berbagai Dosis limbah cair tahu, Penelitian dilaksanakan di Screen house kebun akademik dan lab Hortikultura Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Kota Palu. penelitian dimulai pada 11 Desember 2021 sampai 19 Januari 2022, Penelitian ini digunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu: T0 = Tanpa Limbah Cair Tahu  (kontrol), T1 = Limbah cair tahu dengan Dosis 100 ml/tanaman, T2 = Limbah Cair Tahu dengan Dosis 150 ml/tanaman, T3 = Limbah Cair Tahu dengan Dosis 200 ml/tanaman, T4 = Limbah Cair Tahu dengan Dosis 250 ml/tanaman. Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali sehingga terdapat 25 unit percobaan, setiap unit percobaan terdiri atas 3 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan pemberian berbagai limbah tahu cair berperngaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, barat basah dan volume akar. Dosis terbaik pada pemberian Limbah Cair Tahu 250ml/tanaman

    65

    full texts

    1,395

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Agrotekbis Jurnal Ilmu Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇