Agrotekbis Jurnal Ilmu Pertanian
Not a member yet
1395 research outputs found
Sort by
STRATEGI PEMASARAN GULA SEMUT HASYIFAH PADA HOME INDUSTRI MATTUJU-TUJU DI DESA ONCONE RAYA KECAMATAN TINOMBO SELATAN KABUPATEN PARIGI MOUTONG
Tujuan penelitian yaitu untuk menentukan strategi pemasaran yang tepat dalam meningkatkan penjualan gula semut hasyifah pada home industri Mattuju-tuju di Desa Oncone Raya Kecamatan Tinombo Selatan Kabupaten Parigi Moutong. Metode penelitian yangdigunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis SWOT dengan mengidentifikasi Faktor internal (Strenght dan Weakness) dan Eksternal (Opportunities dan Threats). Populasi sampel pada penelitian ini berjumlah 6 orang yang terdiri dari pemilik usaha gula semut, karyawan, konsumen dan pesaing. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan Purposive sampling dengan menentukan kriteria-kriteria tertentu sehingga mengambil sampel yakni 6 orang. Berdasarkan hasil analisis data yaitu diketahui pada analisis SWOT di dapatkan total skor IFAS sebesar 1,25 dan total skor EFAS sebesar 1,14 hal ini menunjukkan bahwa home industri Mattuju-tuju berada pada posisi sumbu kekuatan (Strenght) dan peluang (Opportunities) yakni kuadran 1 artinya home industry Mattuju-tuju disarankan untuk melakukan strategi progresif yaitu memanfaatkan kekuatan (Strenght) internal perusahaan untuk mendapatkan keuntungan dan peluang (Opportunities) eksternal untuk mencapai pertumbuhan bisnis yang meningkat
PENGARUH KOMBINASI PUPUK KANDANG DENGAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG DAUN (Allium fistulosum L.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi Pupuk kandang dengan Pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober sampai Desember 2019. Penelitian bertempat di Desa Sidera Kecamatan Sigi biromaru Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Penelitian didesain menurut Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga didapatkan 18 unit percobaan.Kemudian setiap unit percobaan digunakan 4 tanaman sehingga jumlah keseluruhan sebanyak 72 t5anaman. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kombinasi pupuk kandang dengan NPK sebagai berikut: P1 : 10 ton/ha pupuk kandang+100 kg/ha NPK, P2 : 10 ton/ha pupuk kandang +200 kg/ha NPK,P3 : 15 ton/ha pupuk kandang +100 kg/ha NPK, P4 :15 ton/ha pupuk kandang +200 kg/haNPK,P5 : 20 ton/ha pupuk kandang +100 kg/ha NPK, P6 : 20 ton/ha pupuk kandang +200 kg/ha. Hasil penelitan menunjukkan bahwa kombinasi 15 ton/ha pupuk kandang +200 kg/ha NPK memberikan hasil terbaik pada semua variabel pengamatan (tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, dan berat segar per petak, berat segar per tanaman, berat kering per tanaman)
ANALISA TOPOGRAFI DAN PENGGUNAAN LAHAN DI DAS TAPPARAN KABUPATEN TANA TORAJA
Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah suatu wilayah daratan yang secara topografis dibatasi oleh punggung–punggung gunung yang menampung dan menyimpan air hujan kemudian menyalurkannya kelaut melalui sungai utama, DAS mempunyai karakteristik yang spesifik serta berkaitan erat dengan unsur utamanya seperti jenis tanah, tata guna lahan, topografi, kemiringan lereng dan panjang lereng. Kabupaten Tana Toraja merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan wilayah ini berada di daerah ketinggian dan merupakan daerah yang kondisi topografinya paling tinggi di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan, daerah ini tidak memiliki wilayah laut sebagaimana tipikal sebuah daerah ketinggian. Secara umum kondisi topografi Kabupaten Tana Toraja relatif bergelombang dan berbukit, sedangkan topografi datar relatif sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi topografi daerah Sub-Sub DAS Tapparan, serta untuk menghasilkan peta topografi daerah tersebut. Manfaat penelitian ini adalah sebagai sumber referensi penelitian mengenai topografi Sub-Sub DAS Tapparan, Kecamatan Rantetayo, Kabupaten Tana Toraja. Penelitian ini dilakukan di Desa Tapparan, Kecamatan Rantetayo, Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan. Secara geografis terletak pada koordinat 119°48\u270"BT - 119°48\u2740"BT dan 3°2\u2740"LS - 3°3\u2720"LS. Adapun waktu penelitian ini berlangsung pada bulan Oktober 2024 sampai bulan November. Alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu GPS, alat tulis, Citra Demnas, Software Arcgis, dan SAS Planet. Adapun bahan yang digunakan adalah peta dasar topografi, peta penggunaan lahan (tutupan lahan), dan peta DAS. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode survey dimana peneliti mengadakan pengamatan secara langsung dilapangan dengan menggunakan tahap pengumpulan data secara observasi dengan meninjau langsung kondisi fisik yang dimiliki wilayah tersebut dan mencatat informasi sebagaimana yang dilihat selama penelitian penentuan titik koordinat pada setiap titik pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi topografi diwilayah DAS Tapparan didominasi oleh kemiringan lereng 0-8% (datar) dengan luas 256 ha (29%) dari total luas DAS, kemiringan 8-15% (landai) dengan luas 247 ha (28%), kemiringan 15-25% (agak curam) dengan luas 223 ha (25%),`kemiringan 25-45% (curam) dengan luas 152 ha (17%), dan kemiringan >45% (sangat curam) dengan luas 5 ha (1%). Aliran sungai DAS Tapparan merupakan aliran sub dendritik dengan polah yang menyerupai pohon rindang, dengan tahapan geomorfik muda hingga dewasa. Penggunaan lahan/tutupan lahan di DAS Tapparan didominasi oleh hutan dengan luas 383 ha (43%) dari total luas DAS, kemudian sawah dengan luas 348 ha (40%), semak belukar dengan luas 80 ha (9%), ladang dengan luas 52 ha (6%), dan pemukiman dengan luas 20 ha (2%)
PENGARUH PEMBERIAN DOSIS FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT MANGGA (Mangifera indica L.) SAMBUNG PUCUK DAN BERBAGAI JENIS ENTRES
Mangga (Mangifera indica L.) adalah salah satu buah tropis yang paling populer di Indonesia. Tanaman ini termasuk salah satu yang memiliki prospek untuk menjadi komoditas unggulan, baik untuk kebutuhan dalam negri maupun untuk tujuan ekspor, meskipun produksinya belum sebesar di Pulau Jawa. Di wilayah Sulawesi Tengah memiliki tanah subur dan iklim tropis yang mendukung pertumbuhan mangga. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kembali produksi mangga yaitu dengan penanaman bibit unggul. Cara memperoleh bibit unggul tersebut dapat dilakukan dengan perbanyakan secara vegetatif seperti teknik penyambungan (Grafting) serta menambahkan agen hayati berupa fungi mikoriza arbuskula (FMA). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi jenis entres yang berbeda dan dosis mikoriza terhadap pertumbuhan sambung pucuk tanaman mangga, untuk mendapatkan dosis mikoriza terbaik terhadap pertumbuhan tanaman mangga sambung pucuk serta untuk mendapatkan jenis entres yang terbaik terhadap pertumbuhan tanaman mangga sambung pucuk. Penelitian ini dilaksanakan di lahan terbuka. Jl. Uegoyo, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu. Waktu penelitian dimulai dari bulan Febuari sampai Juni 2023. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 faktor, yaitu faktor pertama dosis FMA dengan 3 taraf perlakuan yaitu: M0: Kontrol (tanpa mikoriza), M1: 5 g/polybag, M2: 10 g/polybag. Dan faktor kedua jenis entres dengan 3 jenis entres yang berbeda yaitu EL: Entres Manalagi, EA: Entres Arumanis dan EM: Entres Madu. Masing-masing perlakuan di ulang sebanyak 3 kali sehingga memperoleh 27 unit percobaan, masing-masing unit terdapat 2 polybag sehingga terdapat 54. Hasil penelitian yang dilakukan menggunakan uji BNJ 5% diketahui bahwa dosis FMA terbaik terdapat pada 10 g/polybag. Kesimpulan dari hasil penelitian yaitu, tidak terdapat interaksi antar kedua perlakuan terhadap pertumbuhan tanaman mangga sambung pucuk, perlakuan dosis FMA 10 g/polybag berpengaruh terhadap parameter periode muncul tunas, tinggi tunas pada umur 2, 4, 8, 10 dan 12 MSSP (Minggu Setelah Sambung Pucuk), jumlah daun dan jumlah spora. Serta terdapat pengaruh perlakuan jenis entres yang berbeda terhadap pengamatan jumlah spora
PERUBAHAN C-ORGANIK, pH, DAN KTK TANAH SERTA PERTUMBUHAN TANAMAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium wakegi Araki) VARIETAS LEMBAH PALU AKIBAT PEMBERIAN BOKASHI DENGAN DOSIS YANG SEMAKIN MENINGKAT
Bawang merah varietas Lembah Palu (Allium wakegi Araki) adalah salah satu komoditas unggulan Sulawesi Tengah dan merupakan bahan baku industri pengolahan bawang goreng serta telah menjadi brand lokal Palu. Upaya peningkatan poduktivitas bawang merah dapat dilakukan dengan meningkatkan kesuburan tanah melalui pemberian pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon Pupuk Bokashi terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah lembah palu (Allium wakegi Araki) dan perubahan sifat kimia C-organik, pH, dan KTK tanah terhadap pemberian berbagai dosis Pupuk Bokashi. Penelitian dilaksanakan selama empat bulan penelitian yaitu dimulai pada bulan Juli 2024 sampai dengan bulan Desember 2024 di Desa Vatunonju, Kecmatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi. Analisis tanah dan tanaman akan dilaksanakan di laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor yang terdiri atas 6 taraf perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali ulangan yaitu kontrol (K0), 4 kg/bedeng (K1), 8 kg/bedeng (K2), 12 kg/bedeng (K3), 16 kg/bedeng (K4), dan 20 kg/bedeng (K5). Data dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA), dilanjut uji BNJ taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan pemberian pupuk bokasi dengan dosis yang semakin meningkat berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun 43 HSTdan berat segar umbi, kandungan C-organik, pH, dan KTK tanah. Perlakuan terbaik pada K4 untuk tinggi tanaman, jumlah daun dan berat segar umbi (296,48 g). Untuk C-organik (1,63%), pH (6,60%), dan KTK (22,49)
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERMINTAAN BERAS MERAH DI PASAR BUMI NIKEL DESA ONE PUTEJAYA KECAMATAN BUNGKU TIMURKABUPATEN MOROWALI
Beras mrah merupakan jenis beras fungsional yang baik dengan kandungan gizi yang baik bagi kesehatan karena bebas dari bahan kimia berbahaya dibandingkan beras putih, beras merah baik untuk kesehatan terutama untuk penyakit penderita diabetes karena memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dari beras merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi permintaan beras merah diantaranya pengaruh dari harga beras merah itu sendiri, pendapatan konsumen, jumlah tanggungan keluarga dan umur.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November sampai Desember 2019 pasar bumi Desa Nikel One Pute Jaya Kecamatan Bungku Timur Kabupaten Morowali.Jumlah sampel sebanyak 30 responden yang di tentukn dengan metode Sampling Aksidental.Analisis data yang digunakan yakni Analisis Regresi Linier Berganda yang di Transformasikan dalam Bentuk Logaritma Natural. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor nilaiF-hitung = 250,870> Ftabel = 2,743 pada ? = 5% dengan nilai signifikan 0,000, artinya Harga Beras Merah, Pendapatan Konsumen, Jumlah Tanggungan Keluarga, Dan Umur, secara simultan (secara bersama-sama) berpengaruh nyata terhadap permintaan beras merah di Pasar Bumi Nikel Desa One Pute Jaya Kecamatan Bungku Timur Kabupaten Morowali. Secara parsial Harga Beras Merah, dan Pendapatan Konsumen berpengaruh nyata terhadap permintaan beras merah di Pasar Bumi Nikel, sedangkan Jumlah Tanggungan Keluarga dan Umur, berpengaruh tidak nyata terhadap permintaan beras merah di Pasar Bumi Nikel Desa One Pute Jaya
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO DI DESA SAUSU TAMBU KECAMATAN SAUSU KABUPATEN PARIGI MOUTONG
Sistem tanam jajar legowo merupakan cara tanam padi sawah dengan pola beberapa barisan tanaman yang diselingi satu barisan kosong. Adanya sistem tanam jajar legowo, produktifitas padi dapat meningkat dengan cara meningkatkan jumlah populasi tanaman dengan pengaturan jarak tanam. Selain itu sistem tanam jajar legowo mengatur tanaman dengan menempatkan semua baris tanaman berada di pinggir barisan, sehingga tanaman memperoleh cahaya matahari dan sirkulasi udara lebih baik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Pendapatan Usahatani Padi Sawah Sistem Tanam Jajar Legowo di Desa Sausu Tambu Kecamatan Sausu Kabupaten Parigi Moutong. Analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata penerimaan petani padi sawah di Desa Sausu Tambu sebesar Rp.36.989.500/1.74Ha atau Rp.21.258.333,33/Ha dan rata-rata total biaya sebesar Rp. 15.363.340,83/1,74Ha atau Rp.8.829.506,22/Ha. Setelah rata-rata total penerimaan dikurangi dengan rata-rata total biaya maka rata-rata pendapatan yang diperoleh responden petani padi sawah dalam satu kali musim tanam di Desa Sausu Tambu Kecamtan Sausu Kabupaten Parigi Moutong sebesar Rp.21.626.159,17/1,74Ha atau Rp.12.428.827,11/ Ha
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium cepa L. Kelompok aggregatum) VARIETAS LEMBAH PALU PADA BERBAGAI KONSENTRASI AIR KELAPA DAN LAMA PERENDAMAN BIBIT
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi air kelapa dan lama perendaman umbi terbaik pada pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah varietas Lembah Palu. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan yaitu: Faktor I Konsentrasi Air Kelapa (K) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: K1= 25%(250 ml air kelapa dalam 750 ml air); K2= 50%(500 ml air kelapa dalam 500 ml air); K3= 75%(750 ml air kelapa dalam 250 ml air). Faktor II Lama Perendaman Umbi (L) yang terdiri dari 3 taraf yaitu: L1= 30 menit; L2= 60 menit; L3= 90 menit. Setiap perlakuan di ulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 48 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara konsentrasi air kelapa 25% pada lama perendaman 90 menit memberikan pertumbuhan dan hasil umbi lebih baik ( yang ditunjukkan oleh tinggi tanaman lebih tinggi pada umur 5 MST, jumlah daun lebih banyak 3 dan 4 MST serta bobot basah dan bobot kering umbi lebih berat).
 
ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHA KOPRA PUTIH PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA ALAM DI KOTA PALU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan dan kelayakan dalam mengelola kelapa menjadi kopra putih. Penelitian ini telah dilaksanakan pada Industri Rumah Tangga Alam di Kota Palu. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (Porposive) dengan pertimbangan bahwa Industri Rumah Tangga Alam merupakan tempat yang memiliki produksi tertinggi di Kota Palu. Waktu pelaksanaan penelitian dimulai pada Bulan Oktober sampai Desember Tahun 2021. Analisis data yang digunakan adalah Analisis Pendapatan dan Kelayakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penerimaan yang diperoleh Industri Rumah Tangga Alam yaitu sebesar Rp.24.824.000,00/Bulan, Rata-Rata biaya variabel yang digunakan yaitu sebesar Rp.19.331.605,14/Bulan dan rata-rata biaya tetap yaitu sebesar Rp.944.076,16/Bulan. Sedangkan rata-rata pendapatan usaha kopra putih Industri Rumah Tangga Alam yaitu sebesar Rp.4.548.318,70/Bulan dan kelayakan usaha kopra putih menunjukan sebesar 1,22
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA STIK IKAN BANDENG PADA UKM PUENJIDI MANDIRI
Industri puenjidi mandiri merupakan salah satu UKM yang memiliki potensi usaha stik ikan bandeng untuk dikembangkan, karena permintaan produk yang terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan usaha yang tepat untuk usaha stik ikan bandeng pada UKM Puenjidi Mandiri. Data yang diperoleh menggunakan analisis SWOT (Strenghts, weaknesess, Opportunities, Treaths). Diperoleh hasil analisis faktor internal Kekuatan : Memiliki perizinan, Memiliki cita rasa yang khas, Harga produk terjangkau dan Memiliki produk yang sehat. Kelemahan : Promosi belum efektif dan Produksi masih rendah dan eksternal, Peluang : Dukugan pemerintah, Bahan baku mudah di peroleh dan Potensi pasar tersedia. Ancaman : Fluktuasi harga bahan baku, Fluktuasi harga bahan pelengkap, Tenaga kerja tidak tetap dan Selera konsumen beubah. Berdasarkan hasil analisis lingkungan internal dan eksternal pada strategi pengembangan usaha stik ikan bandeng pada UKM Puenjidi Mandiri dapat digunakan pendekatan melalui matriks SWOT untuk mengetahui hasil alternatif strategi yang tepat digunakan oleh usaha stik ikan bandeng pada UKM Puenjidi Mandiri. Berdasarkan diagram analisis SWOT maka penerapan strategi usaha stik ikan bandeng pada UKM Puenjidi Mandiri menggunakan strategi S-O, Yaitu menggunakan strategi agresif yang memanfaatkan seluruh kekuatan internal perusahaan untuk mendapatkan semua peluang eksternal yang ada