Agrotekbis Jurnal Ilmu Pertanian
Not a member yet
1395 research outputs found
Sort by
TINGKAT SERAPAN DAN ARAS KRITIS HARA KALIUM PADA TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.)
Tanah merupakan media untuk pertumbuhan tanaman dan memasok unsur hara untuk tanaman. Salah satu unsur hara esensial yang diserap oleh tanaman dalam jumlah yang besar adalah unsur hara Kalium (K). Kadar dan dinamika unsur hara K tanah perlu diketahui guna untuk menentukan jumlah pupuk yang diberikan agar pemupukan efisien. Selanjutnya, untuk menentukan apakah suatu tanah perlu dipupuk (dengan dosis tertentu) atau tidak maka batas kritis (critical level) suatu hara untuk tanaman pada tanah tertentu perlu ditetapkan terlebih dahulu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat serapan dan aras kritis hara K dengan pemberian pupuk KCl pada tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.). Manfaat penelitian ini adalah dapat menentukan dosis pemupukan kalium yang tepat berdasarkan tingkat serapan dan aras kritis pada tanaman dan dapat digunakan sebagai dasar pengembangan rekomendasi pemupukan yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tujuh taraf perlakuan pupuk KCl, yaitu : K0 (kontrol), K1 (100 kg KCl/ha), K2 (200 kg KCl/ha), K3 (300 kg KCl/ha), K4 (400 kg KCl/ha), K5 (500 kg KCl/ha), dan K6 (600 kg KCl/ha) setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 21 pot percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk KCl tidak berpengaruh nyata terhadap pH tanah, tetapi berpengaruh sangat nyata terhadap K-tersedia, K-jaringan tanaman, berat basah tanaman, berat kering tanaman dan serapan K. Pemberian pupuk KCl dengan dosis yang semakin tinggi dapat meningkatkan K-tersedia tanah. Sedangkan untuk K-jaringan tanaman, berat basah tanaman, berat kering tanaman dan serapan K mencapai hasil tertinggi atau maksimum pada pemberian pupuk KCl dengan dosis 400 kg KCl/ha. Aras kritis pada tanaman kacang hijau diperoleh pada pemberian pupuk KCl dengan dosis 320 kg/ha
MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI GOGO GALUR PULU TAU LERU DENGAN PEMBERIAN DOSIS PUPUK NPK
Padi gogo adalah jenis padi yang dibudidayakan di lahan kering, padi ini memiliki kemampuan adaptasi tinggi terhadap kondisi lingkungan yang kurang air dan toleran terhadap stress kekeringan, sehingga cocok ditanam di daerah dengan curah hujan terbatas atau tidak stabil. Pemupukan dosis yang tepat sangat dianjurkan untuk budidaya tanaman padi gogo galur pulu tau leru karena penggunaan dengan dosis yang berlebihan dapat merusak sifat tanah dan menimbulkan keracunan bagi tanaman. Peneliti ini bertujuan untuk memberikan dosis terbaik untuk tanaman padi gogo galur Pulu Tau Leru. Penelitian ini dilaksanakan di lahan penelitian di Desa Ampera, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi dengan ketinggian tempat 600 mdpl dari permukaan laut. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan acak kelompok dengan pemberian berbagai dosis pupuk NPK yang terdiri dari 6 perlakuan Tanpa pupuk, NPK 200kg, NPK 200kg + N 200kg, NPK 200kg + 100kg, NPK 200 + K 50kg, NPK 200kg +P 100 + K 50kg/rumpun. Perlakuan diulang sebanyak empat kali sehingga di peroleh 24 unit percobaan. Hasil percobaan menunjukan bahwa pemberian dosis pupuk Pupuk NPK terbaik yaitu pada perlakuan N 200 kg + P 100 kg + K 50 kg ha-1memberikan hasil paling optimal pada sebagaian besar parameter. Pulu tau leru memiliki keunggulan dalam menghasilkan jumlah gabah yang tinggi dibandingkan galur lainnya
KANDUNGAN FOSFOR PADA JAMUR MERANG (Volvariella Volvacea) YANG DITANAM DI JERAMI PADI DENGAN PEMBERIAN PUPUK ORGANIK KANDANG SAPI
Jamur merang termasuk salah satu jenis jamur yang populer di masyarakat yang kerap digunakan sebagai bahan makanan. Kandungan gizi dalam jamur merang adalah karbohidrat 8,7%; protein 26,49%; lemak 0,67%; kalsium 0,75%; fosfor 30%; kalium 44,2% dan vitamin. Mineral yang terkandung dalam jamur merang lebih tinggi di bandingkan dengan mineral yang terkandung dalam daging sapi atau domba dan kandungan protein jamur merang lebih tinggi dibandingkan dengan kandungan protein dalam tumbuh-tumbuhan lain secara umum. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang sapi terhadap kandungan fosfor pada jamur merang yang ditanam pada media jerami padi. Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai bahan informasi agar dapat memanfaatkan limbah pertanian jerami padi dengan baik dan tepat dan dapat memberikan data pendukung bagi penelitian selanjutnya tentang kualitas nutrisi jamur merang.Penelitian ini akan dilaksanakan di Desa Malonas Kecamatan Dampelas Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah. Waktu penelitian di mulai dari bulan januari sampai febuari tahun 2025. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode analisis t-Test: Two-Sample Assuming Equal Variances (Uji T), dengan taraf 2 Perlakuan dan di ulang sebanyak 5 kali dari perlakuan diatas, sehingga total percobaan adalah 10 unit percobaan. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah analisis posfor pada media jerami, pupuk kandang sapi, diameter tudung, Panjang tudung, berat basah dan kandungan posfor pada jamur merang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang sapi tidak berpengaruh nyata terhadap kandungan fosfor jamur merang. Meskipun terdapat kecenderungan peningkatan rata-rata fosfor pada perlakuan K1 dibandingkan kontrol, perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik sehingga pupuk kandang sapi belum mampu meningkatkan kandungan fosfor jamur merang secara nyata. Hal ini menegaskan pentingnya pemilihan dan proporsi pupuk yang tepat dalam budidaya jamur merang
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK KOMPOS AMPAS TAHU
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis pupuk ampas tahu yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan di Desa Watunonju Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi, mulai dari bulan Juni sampai September 2021.Penelitian ini disusun menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan, yaitu : P0 : Tanpa perlakuan (Kontrol), P1 : dosis 120 gram/tanaman, P2 : dosis 170 gram/tanaman, P3 dosis 220 gram/tanaman, P4 : dosis 270 gram/tanaman. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga terdapat 20 unit percobaan dan setiap unit percobaan terdiri atas 3 tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan P4 (Pupuk Kompos Ampas Tahu 270 gram/tanaman) memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat yaitu tinggi tanaman 156,67 cm, jumlah daun 176.25 helai, jumlah cabang produktif 11.92 cabang, jumlah buah 13.75 buah dan berat buah 548.93 g
ANALISIS PRODUKSI USAHATANI PADI SAWAH SISTEM TABELA DI DESA KOTARAYA TIMUR KECAMATAN MEPANGA KABUPATEN PARIGI MOUTONG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh luas lahan, benih, pupuk urea, pupuk phonska, dan tenaga kerja terhadap produksi padi sawah sistem Tabela di Desa Kotaraya Timur Kecamatan Mepanga Kabupaten Parigi Moutong. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Februari 2021. Penentuan responden dilakukan dengan menggunakan metode sampel acak sederhana sedangkan penentuan jumlah responden menggunakan rumus slovin dimana julah sampel 38 responden. Analisis yang digunakan adalah analisis fungsi Cobb-Douglass. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor luas lahan, benih, pupuk urea, pupuk phonska dan tenaga kerja secara (simultan) berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani padi sawah sistem tabela. Secara (parsial) faktor luas lahan dan tenaga kerja memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap usahatani padi sawah sistem tabela. Sedangkan faktor benih, pupuk urea dan pupuk phonska berpengaruh tidak nyata terhadap produksi usahatani padi sawah sistem tabela di Desa Kotaraya Timur, Kecamatan Mepanga, Kabupaten Mepanga
PENGARUH BERBAGAI DOSIS BOKASHI DAN MULSA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum L.)
Tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan produk hortikultura yang memiliki potensi manfaat kesehatan dan prospek pasar yang menjanjikan. Tomat segar dan olahan cukup lengkap dan memiliki kandungan gizi yang baik. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh interaksi antara perlakuan berbagai dosis bokashi dan mulsa, pengaruh pupuk bokashi dan pengaruh mulsa plastik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat, Lokasi penelitian dilaksanakan di kebun akademik, Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Penelitian dirancang menurut rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial, Faktor I adalah penggunaan mulsa terdiri atas 2 taraf yaitu : M0 = Tanpa mulsa plastik, M1 = mulsa plastik dan Faktor II adalah penggunaan dosis bokashi, terdiri atas 4 taraf yaitu : B1= bokashi 10 ton/ha ( 3 kg/plot), B2 = bokashi 15 ton/ha (4,5 kg/plot) B3= bokashi 20 ton/ha ( 6 kg/plot) B4 = bokashi 25 ton/ha ( 7,5 kg/plot), Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh interaksi dari ke 2 faktor perlakuan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Perlakuan dosis bokashi berpengaruh nyata terhadap parameter pengamatan tinggi tanaman dengan dosis 10 ton/ha, jumlah daun dengan dosis 15 ton/ha, dan jumlah buah dengan dosis 25 ton/ha. Perlakuan mulsa berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada parameter jumlah daun, umur berbunga, bobot segar dan hasil per hekta
MANAJEMEN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA INDUSTRI 3 BINTANG KOPI KAILI DI DESA TINGGEDE KECAMATAN MARAWOLA KABUPATEN SIGI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah pemesanan yang ekonomis (EOQ), di Industri 3 bintang Kopi Kaili, mengetahui pemesanan kembali (ROP) bahan baku pada Industri 3 Bintang Kopi Kaili, untuk Mengetahui berapa besarnya Safety Stock pada Industri 3 Bintang Kopi Kaili, dan untuk Mengetahui total biaya persediaan bahan baku pada Industri 3 Bintang Kopi Kaili. Pemilihan lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa Industri 3 Bintang Kopi Kaili merupakan industri yang memproduksi kopi namun belum memiliki persediaan bahan baku yang tepat untuk menunjang produksinya, penelitian ini dilakukan selama 3 bulan ialah bulan januari-maret 2022. Penentuan responden ditentukan secara sengaja mengambil 3 orang, yaitu pemilik dan 2 orang karyawan. Analisis data yang digunakan adalah EOQ, Safety Stock, ROP, dan TIC. Hasil analisis persediaan bahan baku kopi pada periode produksi Januari – Desember 2021 rata-rata sebesar 898,2 total biaya persediaan bahan baku optimal pada periode produksi Januari – Desember 2021 rata-rata sebesar Rp. 154.916 Persediaan pengaman atau Safety Stock pada periode produksi Januari – Desember 2021 sebesar 9 Kg. Titik pemesanan kembali (Reorder Point) pada periode Januari – Desember 2021 sebesar 112,62 Kg
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA SELADA HIDROPONIK DI KOMUNITAS HIDROPONIK KOTA PALU
Komunitas Hidroponik Kota Palu merupakan sebuah komunitas yang didalamnya terdiri dari orang-orang yang tertarik dengan bertani menggunakan sistem Hidroponik. Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mengkonsumsi manakan yang sehat menyebabkan meningkatnya akan permintaan sayuran hidroponik yang sehat pada Komunitas Hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal serta untuk mengetahui strategi pengembangan pada Komunitas Hidroponik Kota Palu di Jln. Kijang V Tatura selatan, Kecamatan Palu Selatan. Jumlah responden sebanyak 10 orang yakni dari pihak internal dan eksternal dan menggunakan kuisioner untuk memperoleh masing-masing faktor. Analisis data menggunakan analisis SWOT dan Matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pengembangan usaha pada Komunitas Hidroponik Kota Palu yaitu faktor internal dan eksternal. Untuk faktor internal memiliki total nilai sebesar 3,444 dengan skor kekuatan sebesar 2,448 dan kelemahan sebesar 0,996, Hal ini menunjukan faktor kekuatan yang dimiliki oleh Komunitas Hidroponik Kota Palu lebih besar dibandingkan dari faktor kelemahan yang ada. Faktor eksternal memiliki total nilai sebesar 3,428 dengan faktor peluang sebesar 2,416 dan faktor ancaman sebesar 1,012, Hal ini menunjukkan faktor peluang yang dimiliki oleh Komunitas Hidroponik Kota Palu lebih besar bila dibandingkan dengan faktor ancaman yang ada
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max) PADA KOMBINASI BERBAGAI KONSENTRASI DUA PUPUK ORGANIK CAIR
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi konsentrasi dua pupuk organik cair yang lebih baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Penelitian ini dilakukan dari Juli sampai September 2021. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). satu faktor yaitu kombinasi konsentrasi POC yang terdiri dari 10 jenis perlakuan yaitu Tanpa POC; Nasa 2,5% + Herbafarm 0,5%; Nasa 2,5% + Herbafarm 1%; Nasa 2,5% + Herbafarm 1,5%; Nasa 5% + Herbafarm 0,5%; Nasa 5% + Herbafarm 1%; Nasa 5% + Herbafarm 1,5%; Nasa 7,5% + Herbafarm 0,5%; Nasa 7,5% + Herbafarm 1%; Nasa 7,5% + Herbafarm 1,5%. Setiap perlakuan diulang tiga kali sehingga diperoleh 30 unit percobaan setiap unit percobaan terdapat dua polybag. Berdasarkan data yang telah diperoleh dalam penelitian ini maka disimpulkan bahwa kombinasi konsentrasi POC Nasa 7,5% dengan Herbafarm 1,5% menghasilkan pertumbuhan dan hasil kedelai lebih baik. Semakin tinggi konsentrasi POC, baik POC Nasa maupun POC Herbafarm semakin baik pertumbuhan dan hasil kedelai
PENGARUH FAKTOR SOSIAL DAN EKONOMI TERHADAP PENDAPATAN PETANI KAKAO DI DESA UENUNI KECAMATAN PALOLO KABUPATEN SIGI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor sosial ekonomi terhadap pendapatan petani kakao di Desa Uenuni Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi. Penentuan sampel menggunakan Simple Random Sampling. Analisis data yang digunakan adalah Analisis Pendapatan dan Analisis Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : nilai R2 adalah 0,979 atau 97,,9%, Dari Hasil uji F menunjukkan bahwa nilai signifikan Fhitung (224,688) > Ftabel (2,60) signifikansi (? 5% = 0,05) artinya secara bersama sama semua variabel berpengaruh nyata terhadap pendapatan petani kakao di Desa Uenuni.dari Hasil Uji T pada tabel coefficient menunjukkan variabel yang berpengaruh nyata terhadap pendapatan petani kakao di Desa Uenunu adalah Tenaga Kerja (X2), berdasarkan perbandingan signifikansi dengan tingkat kesalahan sebesar 5% dan 1%. maka dari kelima variabel tersebut nilainya tampak lebih kecil yang artinya variabel tersebut memberikan pengaruh kepada variabel terikatnya. Adapun variabel bebas yang berpengaruh tidak nyata terhadap pendapatan petani kakao adalah biaya produksi (X1), pengalaman (X3), pendidikan terakhir (X4), dan umur (X5), dimana nilai signifikan lebih besar dari 5%