48 research outputs found
PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP KENAMPAKAN PERMUKAAN BUMI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE (Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas III SD Negeri Tegalsari No. 60 Surakarta Tahun Ajaran 2017/2018)
ABSTRAK Tri Astuti Wulandari. PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP KENAMPAKAN PERMUKAAN BUMI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE (Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas III SD Negeri Tegalsari No. 60 Surakarta Tahun Ajaran 2017/2018). Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Juli 2018. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman konsep mata kenampakan permukaan bumi melalui model Picture and Picture dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam siswa kelas III SD Negeri Tegalsari No.60 Surakarta tahun ajaran 2017/2018. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri atas dua pertemuan dan empat tahapan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III SD Negeri Tegalsari No.60 Surakarta tahun ajaran 2017/2018 yang berjumlah 27 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan tes. Teknik uji validitas data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Model analisis data yang digunakan adalah model analisis data interaktif. Indikator kerja yang ditetapkan adalah sebanyak 80% dari jumlah siswa yaitu 27 dapat mencapai ≥70 maka penelitian dianggap berhasil. Hasil penelitian tindakan kelas diketahui bahwa ketuntasan klasikal pada kondisi awal 11,11% dengan nilai rata-rata 40,47. Pada siklus I ketuntasan klasikal sebanyak 62,96% dengan nilai rata-rata 67,41. Pada siklus II ketuntasan klasikal meningkat menjadi 92,59% dengan nilai rata-rata 80,20. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Picture and Picture dapat meningkatkan pemahaman konsep kenampakan permukaan bumi siswa kelas III SD Negerti Tegalsari tahun ajaran 2017/2018. Kata kunci: pemahaman konsep, kenampakan permukaan bumi, model Picture and Picture, ABSTRACT Tri Astuti Wulandari. IMPROVEMENT OF CONCEPTUAL UNDERSTANDING OF EARTH SURFACE APPEARANCE THROUGH PICTURE AND PICTURE METHOD (A Classroom Action Research to the Students In Grade III Of state Primary School Tegalsari 60 Inacademic Year 2017/2018).Skripsi, Surakarta: The Faculty of Teacher Training and Education, Sebelas Maret University, Surakarta. September, 2018. The objective of this research is to improve the conceptual understanding on earth surface appearance through Picture and Picture method in Natural Science subject matter of the students in Grade III of State Primary School Tegalsari 60 in Academic Year 2017/208. This research used the classroom action research (CAR) with two cycles. Each cycle consisted of two meetings, and each meeting had four stages. The subjects of the research were the students as many as 27 in Grade III of State Primary School Tegalsari 60 in Academic Year 2017/208. Its data were collected through observation, interview and examination. The validity of the data was checked with source triangulation and technique triangulation. They were analyzed by using the interactive model of analysis. The key performance indicator was set at the following target: when at least 80% of the 27 students succeeded in getting the score of more than or equal to 70, then the research could be considered successful. The result of the research show that prior to the treatment, the students who could attain the classical learning completeness was 11.11% with the average score of 40.47. Following the treatments, it became 62.96% with the average score of 67.41 and 92.59% with the average score of 80.20 respectively. Thus, the aplication of the Picture and Picture method can improve the conceptual understanding of earth surface appearance of the students in Grade III of State Primary School Tegalsari in Academic Year 2017/2018. Keywords: Conceptual understanding, earth surface appearance, Picture and Picture metho
THE EFFECTIVENESS OF USING ‘LEARN ENGLISH VOCABULARY TFLAT’ APPLICATION TOWARDS VOCABULARY MASTERY OF THE SEVENTH GRADE STUDENTS OF MTsN 5 TULUNGAGUNG
Wulandari, Riska Putri Mei Tri. Student Registered Number. 126203201018. 2024 The Effectiveness of Using ‘Learn English Vocabulary TFlat’ Application toward Vocabulary Mastery of the Seventh Grade Students of MTsN 5 Tulungagung. Thesis. English Education Department. Faculty of Education and Teacher Training. State Islamic University of Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Advisor: Dr. Dwi Astuti Wahyu Nurhayati, S.S., M.Pd.
Keywords: effectiveness, Learn English Vocabulary TFlat, vocabulary mastery
This thesis is written to effectiveness the students’ vocabulary mastery by using Learn English Vocabulary TFlat. The app was an Android application created by TFlat Học Tiếng Anh, with a device capacity of 18 MB. It offered a variety of English content in the form of several mini-games, making learning English vocabulary easy, fun, and interesting.
The researcher focuses on one research problem formulation: Is the use of the ‘Learn English Vocabulary TFlat’ Application effective on the Vocabulary Mastery of the Seventh Grade Students of MTsN 5 Tulungagung? The purpose of this study was to measure the effectiveness of “Learn English Vocabulary TFlat” application and sets clear expectations for the Vocabulary Mastery of the Seventh Grade Students of MTsN 5 Tulungagung. The design of this research is an experimental design with a quantitative approach. The population of this research is the seventh-grade students of MTsN 5 Tulungagung. The sample is class VII F which consists of 26 students. The teaching technique used by the researcher is a drill technique. Pre-test and post-test are the tests used in this research. The data analysis of this research used the paired sample t-test.
The results of the research indicate that the use of ‘Learn English Vocabulary TFlat’ application media is effective for vocabulary mastery. It can be seen that the average score of the students' pre-test was 70.19, while the average of the post-test was 83.65. The result of Paired Sample Test shows that the sig. the 2-tailed was 0.000. The significant level was less than 0.05 (0.000<0.05). Thus, the alternative hypothesis (Ha) was accepted, and the null hypothesis (Ho) was rejected. Therefore, there was a significant difference in students’ vocabulary mastery before and after treatment with 'Learn English Vocabulary TFlat' application, which was included in the vocabulary mastery component. The components were covered Word-forms (Phonetic transcription & Structure of vocabulary) & Word Classes (Part of Speech) and Word-meaning (translation). In other words, it can be concluded that the use of the ‘Learn English Vocabulary TFlat’ application was effective in enhancing the vocabulary mastery of seventh-grade students at MTsN 5 Tulungagung. Furthermore, this application can be used as an alternative medium to improve vocabulary mastery for students at the junior high school level
Kajian Tekanan Ekonomi, Strategi Koping, dan Kesejahteraan Keluarga Petani di Daerah Rawan Banjir
Bencana alam khususnya banjir dapat menyebabkan tekanan ekonomi karena hilangnya harta benda, kerusakan, terganggunya aktivitas mata pencaharian, dan lain-lain yang menimbulkan kerugian baik fisik maupun non fisik yang dapat menimbulkan tekanan ekonomi. Apabila tekanan ekonomi yang ditimbulkan dari bencana banjir dapat dikelola dengan strategi koping yang baik dan sesuai, maka keluarga petani dapat mengatasi masalah-masalah ekonomi yang dihadapi dan pada akhirnya keluarga petani mampu menciptakan kesejahteraan keluarganya dan kondisi kehidupan yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tekanan ekonomi, strategi koping, dan kesejahteraan keluarga petani di daerah rawan banjir, serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya. Desain penelitian ini adalah cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga buruh tani yang bertempat tinggal di daerah rawan banjir. Lokasi penelitian ini dilakukan di dua lokasi yaitu Desa Kemujan dan Desa Tegalsari, Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Teknik pengambilan contoh dengan Multi Stage dengan cara mengumpulkan populasi keluarga buruh tani di dua lokasi Desa Kemujan dan Desa Tegalsari. Selanjutnya populasi di dua desa tersebut dipilih dengan cara simple random sampling dan jumlah contoh yang diambil sebanyak 100 keluarga. Uji analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji beda t, uji beda Mann Whitney, dan uji regresi linier berganda. Uji beda t digunakan untuk menganalisis perbedaan karakteristik keluarga, uji beda Mann Whitney digunakan untuk menganalisis perbedaan status kemiskinan keluarga (indikator BKKBN). Uji regresi linier berganda digunakan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi persepsi tekanan ekonomi, strategi koping, dan kesejahteraan keluarga petani di daerah rawan banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata usia suami 44,94 tahun, umur istri 40,61 tahun, lama pendidikan suami 7,92 tahun, lama pendidikan istri 7,27 tahun, jumlah tanggungan keluarga 3,84 orang. Aspek ekonomi yang dimiliki keluarga seperti pendapatan keluarga Rp 1.227.000, pendapatan per kapita Rp 349.200, pengeluaran per kapita Rp 332,600, luas rumah-pekarangan 29,45 ubin atau 414,14 m2. Banyaknya jenis bantuan yang pernah diterima 4,11 jenis dan tingkat keparahan kerugian akibat banjir mayoritas pada tingkat rendah, persepsi tekanan ekonomi mayoritas pada tingkat sedang (46%) dan strategi koping yang dilakukan keluarga juga mayoritas pada kategori sedang (61%). Status kemiskinan keluarga menurut indikator BKKBN mayoritas masuk ke dalam kelompok Pra-KS dan KSI atau miskin (83%), selain itu kesejahteraan keluarga menurut indikator Subjective Quality of Life /SQL mayoritas masuk ke dalam kelompok keluarga tidak sejahtera (75%). Terdapat perbedaan yang signifikan persepsi tekanan ekonomi di Desa Tegalsari desa yang letaknya jauh dari ibukota kecamatan dengan p-value α=0,05 strategi koping yang dilakukan keluarga contoh di Desa Kemujan dan Desa Tegalsari Hasil uji beda menunjukkan bahwa jumlah tanggungan keluarga, tingkat keparahan kerugian akibat banjir, indeks persepsi tekanan ekonomi, dan indeks kesejahteraan keluarga petani di Desa Kemujan dan Desa Tegalsari memiliki perbedaan yang signifikan dengan p-value < 0,05. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap persepsi tekanan ekonomi adalah usia suami (p<0,1), jumlah tanggungan keluarga (p<0,05), bantuan yang pernah diterima (p<0,1), pekerjaan sampingan kepala keluarga (p<0,1), dan status kemiskinan keluarga (p<0,01). Selanjutnya hasil analisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap banyaknya strategi koping ekonomi adalah usia suami (p<0,01), tingkat keparahan kerugian banjir (p<0,05), persepsi tekanan ekonomi (p<0,05), pekerjaan sampingan kepala keluarga (p<0,1), dan pekerjaan ibu (p<0,05). Faktor-faktor yang memengaruhi intensitas strategi koping adalah usia suami (p<0,01), tingkat keparahan kerugian banjir (p<0,05), persepsi tekanan ekonomi (p<0,05), dan pekerjaan ibu (p<0,05). Selain itu hasil analisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kesejahteraan adalah persepsi tekanan ekonomi (p<0,01), status kepemilikan rumah (p<0,1), dan status keluarga tidak miskin (p<0,1). Kurangnya keterampilan yang dimiliki oleh keluarga di daerah penelitian, sehingga keluarga dapat meningkatkan pendapatannya dengan melakukan pekerjaan-pekerjaan dengan upah yang besar. Saran untuk pemerintah daerah adalah meningkatkan program pemberdayaan keluarga dan program pelatihan-pelatihan terkait peningkatan sumber daya manusia yang diharapkan program-program tersebut dapat meningkatkan kerjasama antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk dapat menciptakan lapangan pekerjaan. Mempermudah akses pengiriman bantuan terkait bencana banjir di lokasi rawan banjir dan tidak hanya fokus pada daerah yang tingkat kerugiannya lebih tinggi, serta bekerja bersama masyarakat memperbaiki lingkungan agar dapat memperkecil resiko banjir. Penelitan selanjutnya sebaiknya juga mengukur strategi koping selain koping ekonomi, seperti strategi koping fokus pada penanganan banjir dan strategi koping terkait dengan mengatasi trauma atau psikologis pada keluarga petani dan bukan petani di daerah rawan banjir. Penelitian selanjutnya sebaiknya dilakukan tidak hanya pada satu kecamatan saja, melainkan dilakukan juga pada kecamatan yang berbeda di kabupaten yang berbeda daerah rawan banjir
Eksperimen komposisi fiksator campuran tawas, kapur, dan tunjung dengan uji tahan kelunturan warna alam pada kain katun
Proses pewarnaan batik warna alam sering kali terjadi penurunan kekuatan hasil warna. Kekuatan hasil warna yang dipengaruhi dari sifat alami zat ektrak warna dan proses fiksasi dengan penggunaan fiksator yang tepat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh komposisi fiksator campuran dari bahan tawas, kapur, dan tunjung dalam membangkitkan warna alam pada kain katun. Secara komparatif untuk mengetahui perbedaan pengaruh komposisi fiksator campuran terhadap warna alam pada kain katun. Komposisi bahan menggunakan perbandingan antara tawas, kapur, dan tunjung 1:1:1, 1:2:1, 1:3:1, - 2:1:1, 2:2:1, 2:3:1 - 3:1:1, 3:2:1, 3:3:1. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Teknik pengumpulan data menggunakan studi literatur dan pustaka. Metode pengujian dengan uji tahan luntur warna Grey Schale dan uji unsur ED-XRF Kualitatif. Teknik analisis data menggunakan hasil perbandingan hasil uji tahan luntur warna terhadap pencucian sabun. Hasil penelitian eksperimen ini berupa komposisi fiksator campuran berbahan tawas, kapur, dan tunjung yang berpengaruh terhadap kualitas warna alam yang baik. Formula fiksator campuran menjadi prototype fiksator campuran tepat guna dalam pewarnaan alam. Hasil Fiksator Campuran dari bahan Tawas : Kapur : Tunjung dengan perbandingan 1:3:1 yang disebut Fiksator Kode A3, sangat direkomendasikan sebagai zat fiksator dalam proses fiksasi warna alam. Tingkat Ketersiapan Teknologi hasil penelitian ini masuk tingkat 5 yaitu kelengkapan dan analisis data pada lingkungan simulasi/kegiatan litbang
Eksperimen Komposisi Fiksator Campuran Tawas, Kapur, Dan Tunjung Dengan Uji Tahan Kelunturan Warna Alam Pada Kain Katun
Proses pewarnaan batik warna alam sering kali terjadi penurunan kekuatan hasil warna.
Kekuatan hasil warna yang dipengaruhi dari sifat alami zat ektrak warna dan proses fiksasi
dengan penggunaan fiksator yang tepat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh
komposisi fiksator campuran dari bahan tawas, kapur, dan tunjung dalam membangkitkan
warna alam pada kain katun. Secara komparatif untuk mengetahui perbedaan pengaruh
komposisi fiksator campuran terhadap warna alam pada kain katun. Komposisi bahan
menggunakan perbandingan antara tawas, kapur, dan tunjung 1:1:1, 1:2:1, 1:3:1, - 2:1:1,
2:2:1, 2:3:1 - 3:1:1, 3:2:1, 3:3:1. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Teknik
pengumpulan data menggunakan studi literatur dan pustaka. Metode pengujian dengan uji
tahan luntur warna Grey Schale dan uji unsur ED-XRF Kualitatif. Teknik analisis data
menggunakan hasil perbandingan hasil uji tahan luntur warna terhadap pencucian sabun.
Hasil penelitian eksperimen ini berupa komposisi fiksator campuran berbahan tawas, kapur,
dan tunjung yang berpengaruh terhadap kualitas warna alam yang baik. Formula fiksator
campuran menjadi prototype fiksator campuran tepat guna dalam pewarnaan alam. Hasil
Fiksator Campuran dari bahan Tawas : Kapur : Tunjung dengan perbandingan 1:3:1 yang
disebut Fiksator Kode A3, sangat direkomendasikan sebagai zat fiksator dalam proses fiksasi
warna alam. Tingkat Ketersiapan Teknologi hasil penelitian ini masuk tingkat 5 yaitu
kelengkapan dan analisis data pada lingkungan simulasi/kegiatan litban
Dunia Perempuan dalam Kumpulan Cerita Pendek “Jeramba-Jeramba Malam†Karya Mimi La Rose, Dkk
This research aims to describe the world of women in a collection of short stories Jeramba-jeramba Malam by Mimi La Rose, et al. The research method used is a qualitative description method with content analysis techniques. Data collection is done through documentation techniques. The collected data were analyzed based on the concept of interactive techniques, including data reduction, data presentation, data analysis, and drawing conclusions. The results of the study, the world of women domestically, publicly, as well as a combination of domestic and public. The picture of the world of women publicly gives birth to the image of women who are independent, strong, decisive, brave, ignorant, and ignoring women\u27s honor; domestically, giving birth to the image of a woman who is gentle, patient, loyal, weak / helpless, resigned / accepts the provisions of destiny; while the combination of domestic and public breeds an image of women who are strong, decisive, independent, less responsible, ignorant, unfaithful. From the author\u27s perspective, the author generally describes the world of women domestically. The tendency of women writers to describe the domestic world of women because the authors are still influenced by the traditions and mindset of the community who think women are better at home, as the person in charge of the household, while male authors tend to see the world of women physically and psychologically.
Keywords: Analysis, Women\u27s World, Short Stories of Night Servant
PEMBUATAN SABUN PADAT DARI MINYAK KELAPA DENGAN PENAMBAHAN ALOE VERA SEBAGAI ANTISEPTIK MENGGUNAKAN METODE COLD PROCESS
Aloe vera memiliki kandungan saponin dan accemanan yang berperan untuk membersihkan dan bersifat antiseptik juga sebagai antivirus, anti bakteri dan anti jamur. Aloe vera dapat digunakan untuk pengganti triclosan sebagai zat antiseptik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui proses pembuatan sabun dengan metode cold process, mengetahui analisis pH, organoleptik, kadar air, asam lemak bebas, kepekaan sabun padat terhadap bakteri Escherichia coli, serta mengetahui perbandingan variasi bahan antara minyak kelapa, aloe vera, dan NaOH. Penelitian ini dilakukan dengan melarutkan NaOH ke dalam aloe vera, setelah homogen mendiamkan beberapa saat hingga suhu 35˚C. Selanjutnya menambahkan minyak kelapa sebanyak 200 gram ke dalam campuran tersebut, mengaduk hingga trace lalu menuangkan ke dalam cetakan. Proses pengeringan sabun padat dilakukan selama 14 hari. Hasil penelitian diperoleh nilai pH pada setiap sampel yaitu 10. Hasil analisis kadar air yang mendekati syarat mutu sabun mandi yaitu pada sampel 4 dengan nilai kadar air sebesar 23,96%. Hasil analisis asam lemak bebas diperoleh <0,08% dengan kepekaan sabun padat terhadap bakteri Escherichia coli yaitu 0 mm. Maka, dapat disimpulkan bahwa sampel yang mendekati syarat mutu sabun mandi berdasarkan Standar Nasional Indonesia 3532-2016 adalah sampel 4 pada variasi bahan minyak kelapa 200 gram : aloe vera 110 gram : NaOH 50 gram
ANALISIS PENGARUH INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TIKTOK TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEWUJUDKAN PROFIL PELAJAR PANCASILA KELAS XI DI SMK NEGERI 1 KLATEN TAHUN AJARAN 2023/2024
Pelatihan Skrining Penyakit Tidak Menular dan Pencegahannya Bagi Kader Kesehatan
Non-communicable disease (NCD) screening training aims to provide skills in determining a person\u27s health condition based on body mass index (BMI) and simple blood tests. Health cadres who have been equipped with the skills to determine BMI and simple blood tests can then detect NCD in the community independently. Nutrition training aims to provide skills in calculating nutritional adequacy from a daily menu. Educational videos on simple blood tests were made to replace hands-on training due to limitations of the covid19 protocol. Before and after training, pre and posttest were carried out. The training was attended by 15 health cadres in Gamping Kidul Village, Ambarketawang, Gamping, Sleman, Yogyakarta. The average score before training was 67.14, increasing to 73.57 thereafter. Paired T-test analysis showed no significant difference in pre and posttest scores (p = 0.076). After receiving the training, it is hoped that health cadres can carry out screening independently around their respective homes, so that early detection of NCD in the community can take place, then prevention can be carried out so that it does not become a fatal complication. It was concluded that the training could improve health cadres\u27 understanding of PTM screening, prevention and calculating a balanced nutritious diet but not significant.Pelatihan skrining bertujuan memberikan keterampilan menentukan kondisi kesehatan seseorang berdasarkan indeks massa tubuh (IMT) dan pemeriksaan darah sederhana. Kader kesehatan yang telah dibekali keterampilan menentukan IMT dan pemeriksaan darah sederhana, selanjutnya dapat mendeteksi dini PTM di masyarakat secara mandiri. Pelatihan gizi bertujuan untuk memberikan keterampilan menghitung kecukupan gizi dari menu sehari. Video edukasi cara pemeriksaan darah sederhana dibuat untuk menggantikan pelatihan praktek langsung karena keterbatasan protokol covid19. Sebelum dan sesudah pelatihan dilakukan pre dan pos test. Pelatihan diikuti oleh 15 peserta kader kesehatan di Pedukuhan Gamping Kidul, Ambarketawang, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Nilai rata-rata sebelum pelatihan sebesar 67,14 naik menjadi 73,57 setelahnya. Analisis paired T-test menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna skor pre dan post (p=0,076). Setelah mendapatkan pelatihan, diharapkan kader kesehatan dapat melakukan skrining secara mandiri di lingkungan Posyandunya masing-masing, sehingga deteksi dini penyakit PTM di masyarakat dapat berjalan, selanjutnya dapat dilakukan pencegahan agar tidak menjadi komplikasi. Disimpulkan bahwa pelatihan dapat meningkatkan pemahaman kader kesehatan tentang skrining PTM, pencegahan dan menghitung menu bergizi seimbang tetapi tidak signifika
Pelatihan Berkarya Seni Tari Aud Berbasis Tematik Untuk Pengembangan Profesi Guru Taman Kanak Kanak
Pembelajaran seni tari merupakan salah satu pembelajaran yang dapat membekali anak untuk mengembangkan kemampuan seni, kreativitas dan kemampuan lainnya. Berdasarkan analisis kebutuhan, guru TK se-Kota Malang membutuhkan pelatihan yang berkaitan dengan peningkatan kemampuan, kreativitas, ketrampilan untuk mengembangkan gerakan dasar tari, cara mengekplorasi kemampuan seni tari anak, pengembangan karya seni yang berkaitan dengan tema pembelajaran pada anak usia dini berkaitan dengan pengembangan profesi. Oleh karena itu, perlu adanya pengembangan ketrampilan guru TK untuk mengolah karya tari berbasis tematik dan terampil membuat laporan karya inovatifnya sebagai upaya pengembangan keprofesian berkelanjutan. Metode pelatihan yang digunakan antara lain melalui demonstrasi, diskusi, pemberian tugas, simulasi, dan pendokumentasian produk hasil. Hasil pelatihan berupa produk karya seni tari berbasis tematik, laporan karya seni tari sebagai laporan inovatif. Hasil pelatihan menunjukkan peserta telah memiliki keterampilan mengeksplorasi tema pembelajaran untuk dijadikan ide karya dan mengolah gerak tari yang disesuaikan dengan karakteristik anak, serta membuat karya ilmiah berupa laporan karya seni tari sebagai karya inovatifnya untuk PKB. Karya tari anak berbasis tematik diharapkan dapat menjadi bentuk tari pendidikan yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Kata kunci: karya seni tari anak usia dini, tematik, pengembangan profesi
