19 research outputs found

    Dakwah Nabi Muhammad terhadap Masyarakat Madinah Perspektif Komunikasi Antarbudaya

    No full text
    The purpose of this research is to know strategy and method propagation of Prophet Muhammad to society of Medina through intercultural communication approach. This type of research was used descriptive qualitative research with historical approach. The author conducted data collection by way of library reseach and documentation, then the author uses descriptive analysis method to analyze data about propagation strategy of Prophet Muhammad SAW in Medina through intercultural communication approach. The result of the research shows that the propagation strategy of the Prophet towards the people of Medina is by building mosque, creating new brotherhood relationship between Muhajirin and Ansor people, building cooperation and peace agreement, and forming Medina Charter as conflict resolution. Later, the Prophet’s propagation of the Medina community through the approach of intercultural communication in spreading the religion of Islam through personal, education, discussion, offer, mission and correspondence methods have been able to realize Islam rahmatan lil’alamin. The proof of the Prophet’s da’wah success is that almost the entire population of Medina is Muslim. This is a clear proof of the Islam truth and the empirical reality of the effectiveness of Prophet’s propagation using intercultural communication. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui strategi dan metode dakwah Nabi Muhammad terhadap masyarakat Madinah melalui pendekatan komunikasi antarbudaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan historis. Penulis melakukan pengumpulan data dengan cara riset kepustakaan dan dokumentasi, kemudian penulis menggunakan metode deskriptif analisis untuk menganalisis data tentang strategi dakwah Nabi Muhammad SAW di Madinah melalui pendekatan komunikasi antarbudaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dakwah Nabi terhadap masyarakat Madinah adalah dengan cara membangun Masjid, menciptakan hubungan persaudaraan baru atara orang Muhajirin dan Ansor, membangun kesepakatan kerjasama dan perdamaian, dan membentuk Piagam Madinah sebagai resolusi konflik. Kemudian, dakwah Nabi terhadap masyarakat Madinah melalui pendekatan komunikasi antarbudaya dalam menyebarkan agama Islam melalui metode personal, pendidikan, diskusi, penawaran, misi dan korespondensi telah mampu mewujudkan Islam yang rahmatan lil’alamin. Bukti dari keberhasilan dakwah Nabi ialah hampir keseluruhan dari penduduk Madinah beragama Islam. Ini sebagai bukti nyata tentang kebenaran agama Islam dan realitas empiris akan efektifitas dakwah Rasulullah menggunakan komunikasi antarbudaya

    Dakwah Nabi Muhammad terhadap masyarakat Madinah perspektif komunikasi antarbudaya

    No full text
    The purpose of this research is to know strategy and method propagation of Prophet Muhammad to society of Medina through intercultural communication approach. This type of research was used descriptive qualitative research with historical approach. The author conducted data collection by way of library reseach and documentation, then the author uses descriptive analysis method to analyze data about propagation strategy of Prophet Muhammad SAW in Medina through intercultural communication approach. The result of the research shows that the propagation strategy of the Prophet towards the people of Medina is by building mosque, creating new brotherhood relationship between Muhajirin and Ansor people, building cooperation and peace agreement, and forming Medina Charter as conflict resolution. Later, the Prophet’s propagation of the Medina community through the approach of intercultural communication in spreading the religion of Islam through personal, education, discussion, offer, mission and correspondence methods have been able to realize Islam rahmatan lil’alamin. The proof of the Prophet’s da’wah success is that almost the entire population of Medina is Muslim. This is a clear proof of the Islam truth and the empirical reality of the effectiveness of Prophet’s propagation using intercultural communication. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui strategi dan metode dakwah Nabi Muhammad terhadap masyarakat Madinah melalui pendekatan komunikasi antarbudaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan historis. Penulis melakukan pengumpulan data dengan cara riset kepustakaan dan dokumentasi, kemudian penulis menggunakan metode deskriptif analisis untuk menganalisis data tentang strategi dakwah Nabi Muhammad SAW di Madinah melalui pendekatan komunikasi antarbudaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dakwah Nabi terhadap masyarakat Madinah adalah dengan cara membangun Masjid, menciptakan hubungan persaudaraan baru atara orang Muhajirin dan Ansor, membangun kesepakatan kerjasama dan perdamaian, dan membentuk Piagam Madinah sebagai resolusi konflik. Kemudian, dakwah Nabi terhadap masyarakat Madinah melalui pendekatan komunikasi antarbudaya dalam menyebarkan agama Islam melalui metode personal, pendidikan, diskusi, penawaran, misi dan korespondensi telah mampu mewujudkan Islam yang rahmatan lil’alamin. Bukti dari keberhasilan dakwah Nabi ialah hampir keseluruhan dari penduduk Madinah beragama Islam. Ini sebagai bukti nyata tentang kebenaran agama Islam dan realitas empiris akan efektifitas dakwah Rasulullah menggunakan komunikasi antarbudaya

    Simulasi Numerik Penambahan Slot Per Daun Terhadap Kekuatan Statik Kendaraan Niaga

    No full text
    Commercial vehicles are a mode of transportation that plays an important role of the nation economy, so it is necessary to pay attention to their effectiveness and efficiency factors. Commercial vehicles have high effectiveness if they are able to send as many goods as possible, but the durability of vehicle components must be considered. One way to increase vehicle load capacity is by adding more slots leaf spring. This study aims to determine the effect of adding slot of leaf spring  to the static strength of the rear suspension of Mitsubishi FE 71 110 Ps. This study discusses the static strength of three types of leaf spring  arrangement, they are original leaf spring arrangement, the addition of a 700mm spring slot and an additional 1000 mm spring slot. The research was conducted by creating 3-dimensional design drawings and simulating static analysis using SolidWork software. The data sought are the stress and strain values ​​for each variation. The result is the maximum stress value of the original leaf spring arrangement of 14.58 x107 N / m2, an additional slot of 700 mm 21.80 x107 N / m2, and an additional slot of 1,000 mm 24.93 x107 N / m2

    SIMULASI NUMERIK DISTRIBUSI TEGANGAN POINT RIPPER DOZER D85E SS-2 AKIBAT BEBAN VERTIKAL DAN HORISONTAL

    No full text
    Point ripper merupakan komponen aktuator yang terdapat pada Dozer, salah satunya yaitu pada  unit Dozer D85E SS-2. Komponen ini berfungsi untuk mengeruk tanah dengan cara melakukan penetrasi ke dalam tanah, kemudian unit bergerak maju sehingga point ripper melakukan proses penggemburan  tanah.  Penetrasi pada point ripper mengakibatkan timbulnya tegangan. Tegangan yang terlalu besar berakibat terjadinya kegagalan berupa patah dan retakan komponen point ripper. Upaya untuk untuk mencegah kegagalan ini bisa dilakukan dengan melakukan  redesain dan analisis kekuatan komponen menggunakan perangkat lunak. Variabel yang digunakan adalah perbedaan sudut kemiringan point ripper. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai tegangan von misses maksimal  yang timbul akibat perbedaan sudut kemiringan komponen point ripper dari sudut awal 165o menjadi 160o. Analisis dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak CATIA V5R20. Hasilnya menunjukkan tegangan von misses maksimal sebesar 3,32 x 107 N/m2. Hasil ini menunjukkan peningkatan dari kondisi desain awal sebelum dilakukan modifikasi dimana tegangan von misses maksimal sebesar 2,88 x 107 N/m2

    Analysis of the Effect of Powder Coal Size on the Performance of PLTU 2x7 MW With Chain Grate Type Boiler

    No full text
    59 halamanBoiler jenis stoker di Indonesia secara luas diaplikasikan pada PLTU yang memiliki kapasitas dibawah 10 MW. Salah satu PLTU yang dibangun dengan boiler berjenis stoker adalah PLTU Tanjung Balai Karimun 2x7 MW yang terletak di Provinsi Kepulauan Riau. Sesuai dengan ASME Section VII, Part 13. Boiler Auxiliary, ukuran batubara yang direkomendasikan agar boiler stoker dapat beroprasi dengan optimal adalah 32 mm dengan campuran maksimal 25% berukuran 6 mm. Pada kenyataannya batubara yang digunakan pada PLTU Tanjung Balai Karimun sebagian besar berukuran halus yaitu 58% berukuran 31,5 -2,38 mm dan 17% berukuran < 2,38 mm. Terhadap penggunaan ukuran batubara non-standar ASME pada boiler stoker, penulis bertujuan mengetahui bagaimana pengaruh ukuran batubara tersebut terhadap performa pembangkit dari segi specific fuel consumption (SFC), heat rate baik itu turbine heat rate (THR), gross plant heat rate (GPHR) maupun net plant heat rate (NPHR), serta efisiensi termal siklus. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data operasi pembangkit saat menggunakan ukuran batubara non-standar ASME serta sebagai pembanding dilakukan pengambilan data operasi pembangit saat menggunakan ukuran batubara standar ASME yang diperoleh dari data performance test yang telah dilakukan pada beban 75% kapasitas pembangkit. setelah dilakukan perhitungan terhadap performa pembangkit yang beroperasi menggunakan ukuran batubara non-standar ASME maupun pembangkit yang beroperasi menggunakan ukuran batubara standar ASME serta membandingkannya, diketahui bahwa untuk menghasilkan 1 kWh, pembangkit saat beroperasi menggunakan ukuran batubara non-standar ASME memiliki nilai SFCgross dan GPHR 26,80% lebih tinggi serta THR 0,47% lebih tinggi dan juga nilai SFCnetto dan NPHR 25,87% lebih tinggi dibandingkan saat pembangkit beroperasi menggunakan ukuran batubara standar ASME. Nilai efisiensi termal siklus pembangkit saat beroperasi menggunakan batubara nonstandar ASME 4,34% lebih kecil dibandingkan dengan saat beroperasi menggunakan ukuran batubara stnadar ASME. Sehingga dapat disimpukan bahwa untuk memproduksi 1 kWh pembangkit yang beroperasi menggunakan ukuran batubara non-standar ASME membutuhkan batubara serta energi lebih banyak dibandingkan dengan saat pembangkit beroperasi menggunakan batubara standar ASME. Stoker boiler in Indonesia widely applied in steam power plant wich is have less than 10 MW in capacity. PLTU Tanjung Balai Karimun 2x7 MW is one of steam power plant that built with the stoker boiler type wich is located in Riau Islands Province. Based on ASME Section VII, Part 13. Boiler Auxiliary, the recommended coal sizing to get the optimum operation of boiler stoker is 32 mm with maximum mixture of 25% in 6 mm. in the actual condition, the coal that used to PLTU Tanjung Balai Karimun is mostly in fine particle size or powder with 58% in 31,5 mm – 2,38 mm and 17% in < 2,38 mm. Regarding the use of non-standard ASME coal size on boiler stoker, author want to know about the effect of that coal to the performance of power plant in terms of specific fuel consumption, heat rate wich is turbine heat rate, gross plant heat rate, net plant heat rate and also thermal efficiency. This research was conducted by taking power plant operating data when using non-standard ASME coal sizes and as a comparison, the power plant operating data when using standar ASME coal sizes are also taken which is from performance test data on 75% capacity of the plant. After calculating the performance of power plant when using non-standard ASME coal sizes and when using standard ASME coal sizes and comparing them, it is known that to produce 1 kWh, the power plant when using non-standard ASME coal size has a 26,80% higher on SFCgross and GPHR value, and 0,47% higher on THR value, and also 25,87% higher on SFCnetto and NPHR value than when operates using standard ASME coal size. Thermal efficiency value when the power plant operates using nonstandard ASME coal sizes is 4,34% smaller than when using standard ASME coal size. So it can be concluded that to produce 1 kWh the power plant when using nonstandard ASME coal sizes requires more both coal and energy than when the power plant operates using standar ASME coal size

    Analysis of the Effect of Pump Head Variations on Pressure Flow Rate in Centrifugal Pumps At PT. Interzone Prima

    No full text
    65 HalamanIndustry pada kolam renang banyak menggunakan pompa dengan Gaya sentrifugal yaitu gaya yang bergerak membentuk lintasan lingkaran,gaya sentrifugal dimanfaatkan menjadi salah satu gaya dalam pompa air dari manual hingga otomatis (Pompa Sentrifugal). Tujuan Penelitian menganalisis penurunan flowrate pada pompa sentrifugal, menguji variasi head pompa sentrifugal secara efisien, menentukan kapasitas mesin pompa yang dibutuhkan kolam renang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, metode ini digunakan oleh penulis karena cocok dengan adanya beberapa fenomena yang terjadi dalam penelitian dengan mengkombinasikan dengan data pendukung. Penelitian ini menggunakan 3 variasi head dengan ketinggian 0,8 meter menghasilkan debit air 5.553x10-6 m3/s, head 1 meter menghasilkan debit air 5.498x10-6 m3/s, head 1,2 meter menghasilkan debit air 5.451x10-6 m3/s. Hasil penelitian ini yaitu, Penurunan flowrate tekanan dari 3500 kPa menjadi 1500 kPa akibat adanya kavitasi pada katup isap. Pada ketinggian Head 1,2 meter menghasilkan nilai efisiensi lebih besar dengan 12,04%. Kapasitas dan Head total yang tepat digunakan pada kolam renang ini yaitu diatas 6.667x10-6 m3/s dan Head total diatas 20 Meter. Industry in swimming pools uses many pumps with centrifugal force, which is a force that moves to form a circular trajectory, centrifugal force is used to be one of the forces in water pumps from manual to automatic (Centrifugal Pump). The purpose of the study analyzes the flowrate decrease in the centrifugal pump, tests the variation of the centrifugal pump head efficiently, determines the capacity of the pump machine needed by the swimming pool. The method used in this study is a descriptive method, this method is used by the author because it matches the existence of several phenomena that occur in the study by combining with supporting data. This study used 3 variations of head with a height of 0.8 meters resulting in a water discharge of 5.553x10-6 m3/s,, head 1 meter produced a water discharge of 5.498x10-6 m3/s, head 1.2 meters produced a water discharge of 5.451x10-6 m3/s. The result of this study is, a decrease in pressure flowrate from 3500 kPa to 1500 kPa due to cavitation in the suction valve. At a head height of 1.2 meters it produces a greater efficiency value by 12.04%. The right capacity and total Head used in this swimming pool is above 6.667x10-6 m3/and the total Head is above 20 meters

    RANCANG BANGUN MESIN PEMBELAH BAMBU PADA UKM PUJA DI CANDI, JATIREJO, NGARGOYOSO, KARANGANYAR

    No full text
    Kerajinan Sangkar burung di Desa Jatirejo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar telah berdiri lama bahkan lintas generasi dan terus mengalami peningkatan produksi baik jumlah ataupun modelnya. Peningkatan pemesanan sebagaimana yang dialami oleh Mitra PUJA (Putra Jambu). Akibatnya mitra dituntut untuk menghasilkan produk yang efektif dan efisien. Namun, dikarenakan kemampuan alat bantu yang terbatas dalam proses pembuatan sangkar burung, mengakibatkan mitra belum dapat memenuhi permintaan pasar. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan solusi permasalahan mitra, khususnya rancang bangun peralatan pendukung proses produksi sangkar burung berupa mesin pembelah bambu dan pembukuan keuangan usahanya. Metodologi yang digunakan pengabdi dalam rancang bangun mesin pembelah bambu yaitu analisis kebutuhan dan spesifikasi mesin bersama mitra, studi literatur, membuat design, membuat gambar teknik, pemilihan dan pengadaan material, persiapan alat bantu, pemilihan komponen dan sistem penggerak yang tepat, pembuatan, pengujian prototipe mesin, pelatihan penggunaan alat dan pembukuan keuangan, serta serahterima kepada mitra. Mesin ini menggunakan motor listrik 2 HP putaran 1420 rpm, transmisi pulley dan sabuk dengan perbandingan 1:3., V-belt tipe B37, pulley diameter Ø 3 inchi, Ø 9 inchi. Rangka mesin ini berdimensi 1000 mm x 550 mm x 255 mm, menggunakan besi konstruksi UNP 50 mm x 38 mm x 3 mm. Waktu yang dibutuhkan sangat efektif dimana untuk membelah sebuah batang bambu berukuran panjang 500 mm diameter ±100 mm dan ketebalan ±10 mm dengan menggunakan mesin ini hanya membutuhkan waktu 12 detik menghasilkan belahan bambu sebanyak 6 sisi. Mitra mendapat pelatihan serta telah trampil pengoperasian mesin pembelah bambu, telah mampu membukukan keuangan, sehingga lebih terkontrol hasil usahanya

    Prediksi Tegangan dan Displacement pada Desain Ulang Point Ripper Dozer D85e-ss-2 oleh Beban Vertikal dengan Simulasi Metode Elemen Hingga

    No full text
    Dozer memiliki komponen point ripper yang berfungsi untuk menembus ke dalam tanah berupa cakar yang dipasang di belakang unit. Penggarukan merupakan metode pembongkaran massa batuan secara mekanis. Prinsip kerjanya adalah menembus ripper ke dalam massa batuan. Kondisi kekerasan tanah dan batuan ini menyebabkan point riper mengalami gesekan, gaya tekan dan beban kejut yang menyebabkan kerusakan berupa keausan. Penggunaan metode Computer Aided Engineering (CAE) dapat menganalisis perilaku mekanik model desain untuk memahami dan menguji kemampuan kinerja dari desain yang dibuat. CAE dapat menggambarkan distribusi tegangan dan perpindahan baik secara grafis maupun numerik. Tegangan von miss maksimum yang bekerja pada model untuk sudut 160o adalah 1,73.107 N / m2, sudut 165o adalah 1,72.107 N / m2, dan sudut 170o adalah 1,73.107 N / m2. Perpindahan maksimum yang bekerja pada model untuk sudut 160o adalah 2,14 mm, sudut 165o adalah 2,12 mm, dan sudut 170o adalah 0,00704 mm. Distribusi tegangan terkecil disepanjang titik pengamatan adalah desain dengan sudut 160o sebesar 2,38.103 N / m2 dan tegangan terbesar adalah desain dengan sudut 170o sebesar 2,83.103 N / m2. Distribusi displasemen terkecil sepanjang titik pengamatan adalah desain dengan sudut 170o sebesar 1, 82.10-6 mm dan tegangan terbesar adalah desain dengan sudut 165o sebesar 4.61.10-4 mm. &nbsp

    Pembuatan Alat Cuci Tangan Portabel dalam Upaya Mencegah Penulran Covid-19 di Kelurahan Sangkrah, Pasar Kliwon, Kota Surakarta: Pembuatan Alat Cuci Tangan Portabel

    No full text
    Perhatian dunia saat ini sedang fokus pada penanganan wabah virus COVID-19 yang sudah dinyatakan sebagai pandemi pada awal Januari 2020. Sebagian besar negara sudah menerapkan karantina wilayah untuk mencegah terjadinya penyebaran virus yang cepat. Indonesia sendiri tengah berupaya untuk mengatasi masalah penularan wabah COVID-19 dengan menerapkan social distancing bagi warganya. Kelurahan Sangkrah adalah salah satu wilayah di kota Surakarta yang sudah dinyatakan sebagai daerah zona merah penyebaran COVID-19 oleh Bapak Walikota. Terdapat 2 kasus positif COVID-19 pada bulan April 2020 di wilayah ini. Dengan pertimbangan tersebut, perlu dilakukan penanganan serius guna memutus penyebaran virus COVID-19. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menambahkan sarana tempat cuci tangan kepada masyarakat Kelurahan Sangkrah. Cuci tangan dengan sabun pada air mengalir terbukti lebih ampuh membunuh virus jika dibandingkan dengan hanya menggunakan cairan hand sanitiser. Tempat cuci tangan portabel yang didedikasikan untuk warga kelurahan Sangkrah berguna untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Alat cuci tangan ini telah digunakan dengan baik oleh warga masyarakat Kelurahan Sangkrah. Setelah mendapat penyuluhan tentang pentingnya cuci tangan, berdampak pada peningkatan kesadaran masyarakat untuk cuci tangan

    Pengaruh Variasi Ukuran Partikel Sekam Padi Pada Komposit Semen-Sekam Padi Terhadap Kekuatan Tekan Dan Serapan Air

    No full text
    Rice husk is an agricultural waste that is commonly found in Indonesia.But until now the utilization is still less than optimal.This research was conducted to utilize rice husk waste to further improve that has higher value, by creating new material in the form of cement-husk composite. This composite uses cement as a binder and rice husk as its filler fiber. The variation of the research used is the difference of rice husk particle size , such are mesh 10, 20, 30, and 40. While the composite mass composition of all variations are same, the mass comparison of Portland Gresik cement and rice husk 70%:30%. The process of forming used manual method without pressure treatment. The test conducted include testing of compressive strength and water absorption capability. The research uses standard reference of SNI test (Indonesia National Standard) that is SNI-13-6825-2002 for compressive strength test and SNI-03-0349-1989 for water absorption test. The test was performed after 28 days old composite. From the test results obtained the largest compressive strength on the mesh 40 variation of 1.72 N/mm2 and the smallest in the mesh variation of 10 that is equal to 0.29 N/mm2. While the largest water absorption capacity is owned by composites with particle size of rice husk mesh 40 is 48.45%. The conclusios that can be drawn on this research are rice husk particles affecting compressive strength and water absorption abillity of coposite. The smaller particle size,it will better for its copressive strength. Otherwise, water absorption capacity will decrease and it is good for coposite structures
    corecore