Jurnal STT Warga (Sekolah Tinggi Teknologi Warga Surakarta)
Not a member yet
256 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTATION OF TEACHER INTERNSHIPS IN THE INDEPENDENT CURRICULUM TO STUDENT MENTALITY FOR BKK VOCATIONAL SCHOOLS IN SURAKARTA
Penerapan kurikulum merdeka atau IKM disekolah dilaksanakan serentak ditahun ajaran 2023, berlaku dari sekolah jenjang dasar hingga jenjang menengah atas. Struktur kurikulum di Kurikulum Merdeka didasari tiga hal, yaitu: berbasis kompetensi, pembelajaran yang fleksibel, dan karakter Pancasila. Kebijakan kurikulum merdeka ini berpengaruh terhadap kondisi psikologi siswa yang terdampak perubahan kurikulum sehingga guru diharapkan memiliki kemampuan untuk mengatasi kondisi tersebut. Solusi dan target dari kegiatan pengabdian ini yaitu sekolah mampu membuat sebuah sistem pembelajaran dalam kurikulum merdeka yang menarik sehingga mampu diterima oleh siswa. Metodelogi yang digunakan yaitu dengan metode ceramah, metode demontrasi/pelatihan dan diskusi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat terkait implementasi kurikulum merdeka, bagaimana Implementasi Guru Magang Dalam Kurikulum Merdeka Guna Mendorong Mental Siswa Bagi BKK SMK Kota Surakarta yaitu setiap sekolah harus mampu membuat sistem pembelajaran yang sesuai dengan permintaan dunia kerja namun tetap berbasis pada kurikulum merdeka yang menarik dan dapat diterima oleh siswa. Seluruh civitas akademika sekolah harus mampu memberikan arahan serta membangun mental siswa yang akan berdampak pada meningkatnya prestasi serta mutu sekolahImplementation of an independent curriculum in schools is carried out simultaneously in the academic year 2023, from elementary school to upper secondary school. The curriculum structure in the Merdeka Curriculum is based on three things, namely: competence-based, flexible learning, and Pancasila character. This independent curriculum policy affects the psychological condition of students affected by curricular changes, so that teachers are expected to have the ability to cope with the condition. The solution and goal of this dedication activity is that the school is able to create a learning system in an independent curriculum that is attractive so that it can be accepted by students. The methodology used is the method of lectures, demonstration/training, and discussion. Dedication to the community related to the implementation of the independent curriculum, how the implementation of teacher internship encourage student mentality for BKK (Special Job Exchange) Vocational Schools Surakarta that school should be able to create a learning system that meets the demands of the world of work but remains based on an independent currency that is attractive and acceptable to students. From this activity, the entire school academic community is provided direction and builds students' mentality, which will have an impact on increasing the school's achievements and quality and be in line with the needs of industry
THE EFFECT OF THERMAL CONDUCTIVITY AND COOLING MEDIA ON MAXIMUM TEMPERATURE AND COOLING RATE IN THE INDUCTION HEATING PROCESS OF AISI 4140 AND 4340 STEEL
Pemanas induksi merupakan proses pemanasan modern yang bebas kontaminasi, bebas emisi sehingga pemanas induksi sangat dikembangkan dalam teknologi
heat treatment. Penelitian ini berfokus pada pengaruh konduktivitas material baja AISI terhadap laju pemanasan, suhu maksimal serta laju pendinginan yang terukur ketika material uji dipanasi menggunakan mesin pemanas induksi (induction heating). Dua buah material AISI yakni AISI 4140 dan AISI 4340 digunakan dalam penelitian ini. Material AISI 4140 memiliki nilai konduktivitas termal 42,6 W/m.K dan AISI 4340 memiliki nilai konduktivitas termal 44,5 W/m.K. Material tersebut dipanaskan menggunakan pemanas induksi selama 15 menit kemudian didinginkan menggunakan media udara dan air. Pengukuran suhu dilakukan pada material memanfaatkan
thermocouple
yang dikombinasi dengan Arduino sehingga pengukuran suhu dapat direkam secara
real time
. Berdasarkan pengambilan data suhu pada spesimen ketika dipanaskan menggunakan pemanas induksi menunjukkan bahwa suhu maksimal yang terukur pada material uji yakni 747,75°C ketika material AISI 4140 akan tetapi jika menggunakan material AISI 4340 menghasilkan suhu maksimal yang lebih tinggi yakni 754,5°C. Sedangkan jika ditinjau dari laju pendinginan, laju pendinginan Baja AISI 4340 sebesar 0,14°C/s pada media pendingin udara dan 5,27°C/s pada media pendingin air. Sedangkan Baja AISI 4140 menghasilkan laju pendinginan 0,08°C/s pada media pendingin udara dan 4,75°C/s pada media pendingin air. Penurunan suhu rata-rata pada media pendingin udara antara Baja AISI 4140 dengan Baja AISI 4340 memiliki perbedaan sebesar 0,06°C/s dan pada media pendingin air memiliki perbedaan sebesar 0,52°C/s. Baja AISI 4340 lebih cepat membuang panas sedangkan Baja AISI 4140 lebih lama menyimpan panas. Hal tersebut mengindikasikan bahwa semakin besar konduktivitas panas suatu material maka semakin tinggi suhu yang terukur dan laju pendinginan semakin cepat.Induction heating is a modern, contamination-free, emission-free process, so induction heating is highly developed in heat treatment technology. This research focuses on the effect of AISI steel material conductivity on the heating rate, maximum temperature, and cooling rate measured when the test material is heated using an induction heating machine. Two AISI materials, namely AISI 4140 and AISI 4340, are used in this study. AISI 4140 has a thermal conductivity value of 42.6 W/m.K, and AISI 4340 has a thermal conductivity value of 44.5 W/m.K. The material is heated using an induction heater for 15 minutes and then cooled using air and water media. Temperature measurements are made on the material utilizing a thermocouple combined with Arduino to record temperature measurements in real time. The temperature data collected on the specimen when heated using an induction heater shows that the maximum temperature measured on the test material is 747.75°C when the material is AISI 4140. Still, using AISI 4340 material produces a higher maximum temperature of 754.5°C. While in terms of cooling rate, the cooling rate of AISI 4340 Steel is 0.14°C/s in air cooling media and 5.27°C/s in water cooling media. AISI 4140 steel produces a cooling rate of 0.08°C/s in air cooling media and 4.75°C/s in water cooling media. The average temperature drop in air cooling media between AISI 4140 steel and AISI 4340 steel has a difference of 0.06°C/s, and in water cooling media, it has a difference of 0.52°C/s. AISI 4340 steel dissipates heat faster while AISI 4140 steel stores heat longer. This indicates that the greater the heat conductivity of a material, the higher the measured temperature and the faster the cooling rate
ANALYSIS OF THE PROTECTION SYSTEM FOR THE PRIMARY AIR FAN ON BOILER UNITS 5–7 AT PT. PLN INDONESIA POWER UBP SURALAYA
Listrik merupakan energi yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan manusia di berbagai bidang. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berperan krusial dalam memproduksi energi listrik, dengan cara mengubah energi kimia dari batubara menjadi energi listrik. Tahapan konversi ini melalui tiga tahap: konversi energi kimia menjadi energi panas, energi panas menjadi energi mekanik, dan akhirnya menjadi energi listrik. Penelitian ini berfokus pada PT. PLN Indonesia Power UBP Suralaya, salah satu PLTU terbesar di Indonesia, yang berlokasi di Banten dengan kapasitas total mencapai 3400 MW. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara di divisi HAR Kontrol Instrumen selama bulan Juli 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Primary Air Fan (PA Fan) memiliki peran penting dalam proses pembakaran di boiler, termasuk pengeringan serbuk batu bara dan pengaturan aliran udara ke pulverizer. Dalam proses kerjanya primary aair fan memiliki sistem proteksi untuk melindungi PAF ketika terjadi gangguan, terdapat sembilan proteksi yang dimiliki oleh primary air fan. Selain itu, sistem proteksi yang meliputi berbagai instrumen, seperti sensor thermocouple dan sensor vibrasi, diterapkan untuk menjamin keamanan dan efisiensi operasional PAF, diantaranya yaitu sensor thermocouple, sensor RTD dan sensor vibrasi.Electricity is a significant energy source that meets human needs in various fields. Steam Power Plants (PLTU) play a crucial role in producing electrical energy, converting chemical energy from coal into electrical energy through three stages: conversion of chemical energy into heat energy, heat energy into mechanical energy, and finally into electrical energy. This research focuses on PT. PLN Indonesia Power UBP Suralaya, one of the largest PLTUs in Indonesia, is located in Banten with a total capacity of 3400 MW. The research method used is descriptive qualitative, with data collection techniques through observation and interviews in the HAR Instrument Control division during July 2024. The research results show that the primary air fan (PA Fan) plays a vital role in the combustion process in the boiler, including drying stone powder coals and setting the air flow to the pulverizer. In its working process, the primary air fan has a protection system to protect the PAF when a disturbance occurs. The primary air fan has nine protections. In addition, a protection system which includes various instruments, such as thermocouple sensors and vibration sensors, is implemented to ensure the safety and operational efficiency of the PAF, including thermocouple sensors, RTD sensors, and vibration sensors
PELATIHAN PENGGUNAAN BENDA UKUR DAN JANGKA SORONG PADA GURU FISIKA SMA NEGERI 2 SURAKARTA
Kegiatan praktikum yang meliputi pengamatan dan pengukuran merupakan salah satu kewajiban yang harus dipenuhi pada mata pelajaran fisika. Berdasarkan hasil wawancara dengan Guru Fisika SMA Negeri 2 Surakarta mengenai materi pengukuran jangka sorong, terdapat masalah dimana benda ukur yang dipakai siswa untuk praktek berbeda - beda bentuk dan ukurannya. Hal tersebut menyulitkan guru dalam proses evaluasi kemampuan siswa. Sebagai solusi, dilakukan pembuatan benda ukur dan pelatihan penggunaannya kepada Guru Fisika SMA Negeri 2 Surakarta. Kegiatan diawali dengan pembuatan beberapa benda ukur dengan bentuk dan dimensi yang sama, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan penggunaan benda ukur dan jangka sorong. Kegitan pelatihan diawali dengan pemberian soal pre-test, paparan materi, praktek pengukuran, dan diskusi. Pelatihan ditutup dengan mengerjakan soal post-test. Hasil pre-test menunjukkan mayoritas guru belum menguasai tata cara penggunaan jangka sorong dengan tepat. Akan tetapi setelah paparan materi dan praktek langsung, terjadi perbaikan pemahaman. Hal tersebut ditunjukkan dengan peningkatan presentase guru yang menjawab dengan benar ketika post-test. Secara kumulatif, pemahaman guru mengenai fungsi dan penggunaan jangka sorong meningkat sekitar 24,24%. Benda ukur yang diproduksi menjawab harapan guru yaitu mampu digunakan untuk pengukuran diameter luar, diameter dalam, kedalaman suatu lubang, dan perbedaan ketinggian suatu obyek.Kegiatan praktikum yang meliputi pengamatan dan pengukuran merupakan salah satu kewajiban yang harus dipenuhi pada mata pelajaran fisika. Berdasarkan hasil wawancara dengan Guru Fisika SMA Negeri 2 Surakarta mengenai materi pengukuran jangka sorong, terdapat masalah dimana benda ukur yang dipakai siswa untuk praktek berbeda - beda bentuk dan ukurannya. Hal tersebut menyulitkan guru dalam proses evaluasi kemampuan siswa. Sebagai solusi, dilakukan pembuatan benda ukur dan pelatihan penggunaannya kepada Guru Fisika SMA Negeri 2 Surakarta. Kegiatan diawali dengan pembuatan beberapa benda ukur dengan bentuk dan dimensi yang sama, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan penggunaan benda ukur dan jangka sorong. Kegitan pelatihan diawali dengan pemberian soal pre-test, paparan materi, praktek pengukuran, dan diskusi. Pelatihan ditutup dengan mengerjakan soal post-test. Hasil pre-test menunjukkan mayoritas guru belum menguasai tata cara penggunaan jangka sorong dengan tepat. Akan tetapi setelah paparan materi dan praktek langsung, terjadi perbaikan pemahaman. Hal tersebut ditunjukkan dengan peningkatan presentase guru yang menjawab dengan benar ketika post-test. Secara kumulatif, pemahaman guru mengenai fungsi dan penggunaan jangka sorong meningkat sekitar 24,24%. Benda ukur yang diproduksi menjawab harapan guru yaitu mampu digunakan untuk pengukuran diameter luar, diameter dalam, kedalaman suatu lubang, dan perbedaan ketinggian suatu obyek
"Aisyiyah School of Entrepreneurship Towards Independence and Strong Economic Empowerment for Women"
Permasalahan kemandirian ekonomi masih menjadi tantangan signifikan bagi banyak perempuan, terutama di tingkat akar rumput. Ketergantungan ekonomi sering kali membatasi ruang gerak perempuan dalam mengambil keputusan strategis di lingkup keluarga maupun masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi perempuan melalui program “Sekolah Wirausaha ‘Aisyiyah”, yang dirancang sebagai wadah edukasi, pelatihan, dan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.
Kegiatan ini dilaksanakan di SD Muhammadiyah Program Khusus Banaran, Boyolali, dengan peserta sebanyak 32 orang yang berasal dari 18 Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Kabupaten Boyolali. Mitra utama dalam program ini adalah organisasi perempuan ‘Aisyiyah sebagai bagian dari gerakan perempuan Muhammadiyah.
Metode yang digunakan meliputi identifikasi kebutuhan peserta, pelatihan kewirausahaan (meliputi manajemen usaha, pemasaran digital, dan literasi keuangan), pendampingan usaha, serta evaluasi kegiatan. Pendekatan partisipatif dan kontekstual menjadi strategi utama untuk menjamin keterlibatan aktif peserta serta keberlanjutan program.
Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan peserta. Beberapa peserta mulai merintis usaha secara mandiri, serta terbentuk jejaring antaranggota yang mendukung penguatan usaha. Selain itu, kegiatan ini mendorong peningkatan kepercayaan diri dan peran aktif perempuan dalam pengambilan keputusan ekonomi.
Kesimpulannya, program “Sekolah Wirausaha ‘Aisyiyah” terbukti menjadi model efektif dalam pemberdayaan ekonomi perempuan dan berpotensi direplikasi di wilayah lain. Keberlanjutan dan pendampingan lanjutan sangat dianjurkan untuk memperkuat dampak jangka panjang.
Kata Kunci: pemberdayaan perempuan; kewirausahaan; kemandirian ekonomi; pelatihan; ‘Aisyiyah BoyolaliThe issue of economic independence remains a significant challenge for many women, particularly at the grassroots level. Economic dependence often limits women's space to make strategic decisions in the family and community. This community service activity aims to increase women's capacity and economic independence through the "Aisyiyah Entrepreneurial School" program, which is designed as a place for education, training, and economic empowerment based on local potential. This activity was held at SD Muhammadiyah Program Khusus Banaran, Boyolali, with 32 participants from 18 Muhammadiyah Regional Leaders (PDM) throughout Boyolali Regency. The leading partner in this program is the women's organisation Aisyiyah as part of the Muhammadiyah women's movement. The methods used include identifying participant needs, entrepreneurship training, product-making training with dim sum, and business mentoring. Participatory and contextual approaches are the primary strategies for ensuring active participant involvement and program sustainability. The results of the activity showed a significant increase in participants' entrepreneurial knowledge and skills in making dim sum. Several participants began to pioneer their own businesses, and a network was formed among members that supported business growth and strengthening. Additionally, this activity fostered increased self-confidence and encouraged women to take active roles in economic decision-making. In conclusion, the "Aisyiyah Entrepreneurial School" program has proven to be an effective model in women's economic empowerment and has the potential to be replicated in other regions. Sustainability and continued mentoring are highly recommended to strengthen long-term impacts
Optimalisasi dan Saintifikasi Produk Minuman Herbal Tradisional untuk Peningkatan Produktifitas Komunitas UMKM Unjukan Solo di Era Industri Wellness dan Tourism
This Community Service program aims to optimise herbal beverage products that are beneficial for health and have economic value. Community service activities include partner surveys, outreach and training, provision of herbal medicine production equipment, and evaluation through pre- and post-activity surveys. Through a community empowerment approach, this activity involves the scientification of herbal products and the compilation of accurate nutritional information and health claims on packaging labels, in accordance with applicable regulations and standards. This program also encourages capacity building and strengthens the competitiveness of MSMEs in marketing aspects by conducting educational promotions, especially related to health literacy for consumers. This activity also assists in standardising the production process. The results of the activity demonstrate that the Solo community is capable of producing a variety of attractive, and high-quality herbal drinks. Residents' knowledge and skills in herbal medicine increased by 42%, and the use of new equipment, such as grinders and ginger presses, increased production efficiency by 55%, resulting in a faster, more hygienic, and more consistent process. Assistance in standardising the production process is necessary to make the workflow more efficient, ensure product quality is more stable, and maintain overall quality consistently in the long term. This is an effective strategy for supporting public health while enhancing economic welfare.Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan produk minuman herbal yang bermanfaat secara kesehatan dan bernilai ekonomi. Melalui pendekatan pemberdayaan Masyarakat, kegiatan ini mencakup proses saintifikasi produk herbal, penyusunan informasi nilai gizi yang akurat serta klaim kesehatan pada label kemasan yang sesuai dengan peraturan dan standar yang berlaku. Program ini juga mendorong peningkatan kapasitas sekaligus memperkuat daya saing UMKM dalam aspek pemasaran dengan melakukan promosi yang bersifat edukatif, terutama terkait literasi kesehatan bagi konsumen. Kegiatan ini juga memberikan pendampingan dalam standardisasi proses produksi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat unjukan Solo mampu membuat berbagai jenis minuman herbal yang menarik dan berkualitas. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan warga dalam memanfaatkan saintifikasi minuman herbal menunjukkan bahwa pendampingan dalam standardisasi proses produksi diperlukan agar alur kerja menjadi lebih efisien, kualitas produk lebih stabil, dan mutu keseluruhan dapat dipertahankan secara konsisten dalam jangka panjang. Hal ini menjadi salah satu strategi yang efektif untuk mendukung kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi
APPLICATION OF TECHNOLOGY IN ORGANIC FERTILIZER PROCESSING IN SAMBI VILLAGE, SRAGEN REGENCY
The livestock waste in Sambi village has not been utilized for organic fertilizer. In fact, the number of livestock farmers is increasing every year, which has an impact on increasing waste. The purpose of this activity is to provide training and practice in making solid organic fertilizer from livestock waste in Sambi Village, Sambirejo District, Sragen Regency. Organic fertilizer is a form of fertilizer that comes from organic materials, such as animal waste, rotting plant residues, and other natural sources. Making organic fertilizer has the advantage of increasing community income and optimal use of organic fertilizer can improve soil fertility due to excessive use of chemical fertilizers. The majority of Sambi villagers have livestock and also cultivate agricultural crops. Waste has not been utilized for solid organic fertilizer and is still completely dependent on chemical fertilizers that cause physical damage to the soil, besides being expensive and rare. This program provides a package of solid organic fertilizer processing technology so that farmer groups can produce independently. In achieving the success of the program, socialization, training and mentoring have been carried out periodically. The production of organic fertilizer is expected to increase soil fertility and can be sold to increase community incomeLimbah kotoran ternak yang ada di desa Sambi belum dimanfaatkan untuk pupuk organik. Padahal jumlah peternak semakin bertambah tiap tahun yang berdampak kepada peningkatan limbah kotoran. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pelatihan dan praktek pembuatan pupuk organik padat dari kotoran ternak yang ada di Desa Sambi, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen. Pupuk organik merupakan suatu bentuk pupuk yang berasal dari bahan organik, seperti kotoran hewan, sisa tanaman yang telah membusuk, dan sumber-sumber alami lainnya. Pembuatan pupuk organik mempunyai keutungan menambah pendapatan masyarakat dan penggunaan pupuk organik yang optimal dapat memperbaiki kesuburan tanah akibat penggunaan pupuk kimia yang berlebihan. Mayoritas warga desa Sambi mempunyai ternak dan juga budidaya tanaman pertanian. Limbah kotoran belum dimanfaatkan untuk pupuk organik padat dan masih sepenuhnya tergantung pada pupuk kimia yang menyebabkan kerusakan fisik tanah, disamping itu juga mahal dan langka. Program ini memberi paket teknologi pengolahan pupuk organik padat agar kelompok tani dapat memproduksi secara mandiri. Dalam mencapai keberhasilan program telah dilaksanakan sosialisasi, pelatihan dan pendampingan secara berkala. Produksi pupuk organik diharapkan dapat meningkatkan kesuburan tanah dan dapat dijual untuk menambah penghasilan masyarakat.
 
TRAINING ON THE USE OF THE PADLET PLATFORM AS A DIGITAL LEARNING MEDIA FOR ELEMENTARY SCHOOL TEACHERS
Perkembangan dunia teknologi di era sekarang dapat menjadi dorongan kuat untuk mengoptimalkan teknologi di berbagai bidang termasuk dunia pendidikan, salah satunya dalam bentuk media pembelajaran. Salah satu teknologi yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran adalah media pembelajaran berbasis digital. Media pembelajaran berbasis digital merupakan sebuah teknologi yang dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitas proses pembelajaran dengan menggunakan alat bantu yang berbasis digital. Padlet merupakan media pembelajaran digital yang mudah dimanfaatkan pendidik dan peserta didik untuk menjalankan pembelajaran jarak jauh. Peserta kegiatan pelatihan sebanyak 302 guru sekolah dasar yang ada di Kecamatan Munjungan Kabupaten Trenggalek. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan secara hybrid, kegiatan luring yang berlokasi di salah satu sekolah di Kabupaten Trenggalek dan dilaksanakan secara bersamaan dengan kegiatan daring yang dilaksanakan melalui zoom meeting. Kegiatan pelatihan dilaukan dalam beberapa tahapan yaiitu persiapan, pelaksanaan dan pendampingan. Kegiatan pelatihan dilakukan dalam dua sesi, pemaparan materi dan tanya jawab dan sesi selnajutnya yaitu pendampingan. Hasil dari kegiatan pelatihaan yang telak dilaksanakan, peserta mampu menguasai pengetahuan dan keterampilan yang melampuai target yang diharapkan.The development of the world of technology in the current era can be a strong impetus to optimize technology in various fields, including the world of education, one of which is in the form of digital learning media. Elementary school teachers in Trenggalek Regency find it difficult to use digital learning media due to lack of knowledge and training regarding the use of digital media, teachers still do not master the use of digital platforms that can be used as learning media, variations in the learning process really need to be optimized to make students enthusiastic and not bored during learning, teachers need training related to the use of digital learning media. Padlet is a digital learning media that is easy for educators and students to use to carry out distance learning. Participants in the training activity were 302 elementary school teachers in Munjungan District, Trenggalek Regency. This training activity was carried out in a hybrid manner; offline activities were located at SMP N 1 Munjungan in Trenggalek Regency, and carried out simultaneously with online activities carried out via Zoom meeting. The training activities were carried out in several stages, namely preparation, implementation, and mentoring. The training activities were carried out in two sessions: presentation of material, questions and answers, and the next session was mentoring. The results of the training activities that had been carried out, participants were able to master knowledge and skills that exceeded the expected targets
A BREAD DOUGH MIXING MACHINE ENGINEERING IN AN EFFORT TO INCREASE PRODUCTION CAPACITY IN DAMPIT SUKOHARJO BREAD
Roti dan kue merupakan makan yang familiar dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, meskipun hal ini bukan makanan pokok. Masyarakat membutuhkan roti dan kue sebagai selingan makanan pokok dan juga sebagai hidangan pada momen –momen tertentu seperti hari raya dan hajatan. Tingginya permintaan masyarakat akan produk ini dimanfaatkan oleh UKM Roti Dampit menjadi peluang usaha yang menjanjikan dengan produksi roti dan kue. Sebagai usaha kecil, UKM Roti Dampit memiliki keterbatasan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Hal yang paling mendesak adalah ketersediaan mesin pengolah adonan. Kondisi sekarang dalam pembuatan adonan menggunakan mesin dengan kapasitas yang kecil sehingga tidak mampu memenuhi target produksi. Disamping itu, alat yang tersedia menghasilkan kualitas adonan yang kurang baik dimana adonan belum tercampur secara merata (homogen) sehingga masih ada gumpalan – gumpalan. Dengan kondisi ini, tim pengusul PkM membuat solusi dengan membuat mesin pembuat adonana dengan kapasitas yang lebih besar. Untuk menghasilkan adonan yang merata, mesin dilengkapi dengan pengaduk dengan 2 model pengadu. Hasil pengujian menunjukkan mesin mampu mengolah adonan lebih cepat dua kali dibanding dengan metode manual. Untuk membuat adonan 6 kg dibutuhkan waktu 12 menit.Bread and cakes are foods that are commonly consumed by Indonesian people, even though they are not staple foods. The community needs bread and cakes as a snack to the staple food and also as a dish at certain moments such as holidays and celebrations. The high public demand for this product is exploited by Roti Dampit to become a promising business opportunity for the production of bread and cakes. As a small business, Roti Dampit has limited resources to meet customer needs. The most urgent thing is the availability of dough processing machines. Current conditions in making dough use machines with small capacities so that they are unable to meet production targets. Apart from that, the available tools produce poor quality dough where the dough has not been mixed evenly (homogeneously) so there are still lumps. With this condition, the proposing team created a solution by making a dough making machine with a larger capacity. To produce an even dough, the machine is equipped with a stirrer with 2 stirrer models. Test results show that the machine is able to process dough twice as fast as the manual method. To make 6 kg of dough it takes 12 minute
STUDY ON THE MAINTENANCE PRACTICES OF STEP-DOWN DISTRIBUTION TRANSFORMERS AT PT. PLN (PERSERO) ULP ANYER
Kebutuhan akan energi listrik terus mengalami peningkatan seiring dengan pesatnya perkembangan zaman dan modernisasi berbagai sektor kehidupan. Energi listrik kini telah menjadi kebutuhan esensial dalam aktivitas sehari-hari masyarakat, khususnya di Indonesia yang memiliki populasi besar dan tingkat konsumsi energi yang tinggi. PT. PLN (Persero) ULP Anyer memegang peran strategis dalam proses penyediaan dan penyaluran energi listrik kepada konsumen, di mana salah satu komponen penting dalam sistem distribusi adalah transformator distribusi step down. Transformator ini berfungsi untuk menurunkan tegangan dari jaringan menengah menjadi tegangan rendah yang dapat digunakan oleh konsumen rumah tangga. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1 hingga 31 Juli 2024 dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan deskriptif. Tujuan utama penelitian adalah menggali secara mendalam pola dan praktik pemeliharaan transformator yang diterapkan di lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam serta observasi langsung untuk memahami secara komprehensif prosedur dan tantangan yang dihadapi. Hasil penelitian menegaskan pentingnya pemeriksaan berkala yang meliputi metode online, visual, dan offline, termasuk analisis kondisi minyak isolasi da. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan efektivitas pemeliharaan transformator serta mendukung sistem distribusi listrik yang aman, handal, dan efisien.The demand for electrical energy continues to rise in tandem with the rapid advancement of technology and modernization across various sectors. Electricity has become an essential necessity in daily life, particularly in Indonesia, a country with a large population and high energy consumption. PT. PLN (Persero) ULP Anyer plays a strategic role in the provision and distribution of electricity to consumers, where the step-down distribution transformer serves as a critical component. This transformer functions to reduce voltage from medium-voltage networks to low-voltage levels suitable for household use. The present study was conducted from July 1 to July 31, 2024, employing a qualitative research methodology with a descriptive approach. The primary objective is to explore in depth the maintenance patterns and practices of distribution transformers implemented in the field. Data collection techniques included in-depth interviews and direct observation to gain a comprehensive understanding of maintenance procedures and associated challenges. The findings underscore the importance of regular inspections, comprising online, visual, and offline methods, alongside the analysis of insulation oil and bushing conditions. These insights are expected to enhance the effectiveness of maintenance practices and support a reliable, safe, and efficient electrical distribution system