13 research outputs found
PENGARUH PENDEKATAN FLOOR TIME TERHADAP KEMAMPUAN BERBAHASA PADA ANAK AUTISTIK
ABSTRAK Pangestika,Vidya. 2013. Pengaruh Pendekatan Floor Time Terhadap Kemampuan Berbahasa Pada Anak Autistik. Skripsi, Jurusan Psikologi Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Endang Prastuti, M.Si (II) Indah Yasminum Suhanti, S.Psi, M.Psi. Kata kunci: pendekatan floor time, kemampuan berbahasa, anak autistik Autistik adalah suatu gangguan perkembangan. Ciri-ciri yang tampak pada anak yang didiagnosis gangguan autistik mencakup dalam bahasa, komunikasi, dan perilaku ritualistik/stereotip. Anak autistik dapat pula tidak bicara atau jika memiliki ketrampilan berbahasa digunakan secara tidak lazim seperti ekolalia. Oleh karena itu, beberapa ahli mengembangkan pendekatan pembelajaran bagi anak autistik yaitu pendekatan floor time. Pendekatan ini dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi pada anak autistik dengan menekankan pada metode interaktif atau bermain dengan anak yang berlandaskan pada ikatan relasi (berhubungan) dan difokuskan pada minat anak. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan floor time terhadap kemampuan berbahasa pada anak autistik. Penelitian ini menggunakan desain repeated measures-rancangan tanpa kelompok kontrol. Subjek yang digunakan sebanyak 3 orang dengan rentang usia 3-5 tahun. Pelaksaan penelitian dilakukan selama ± 45 menit setiap sesi. Temuan dalam penelitian ini adalah pendekatan floor time memberikan pengaruh pada kemampuan berbahasa anak autistik (p< 0,05) dengan uji Wilcoxon 2 related sample. Peningkatan mean kemampuan berbahasa pada setiap komponen yaitu engagement (8,20), imitasi (2,07), bahasa reseptif (6,53), dan bahasa ekspresif (4,00). Pengaruh pendekatan floor time juga dipengaruhi oleh kontinuitas dan kehadiran sosok orang tua terutama ibu. Kedua hal ini cukup membantu dalam meningkatan kemampuan berbahasa pasa anak autistik. Adapun saran yang dapat diajukan terkait dengan penelitian ini antara lain: orang tua dapat menggunakan pendekatan floor time sebagai cara menangani anak autistik dengan menjalin interaksi bermakna bersama anak dan menciptakan suasana-suasana yang menyenangkan dan bervariasi baik kegiatan maupun media yang digunakan. Untuk kepentingan penelitian selanjutnya, diharapkan peneliti menggunakan desain yang lebih sempurna dari penelitian ini dalam segi rentang waktu penerapan intervensi sehingga dapat dilihat efektiftas dan kestabilan pengaruhnya. Sampel yang digunakan pun diharapkan lebih luas baik dalam jumlah maupun usia sehingga memungkinkan untuk generalisasi pada anak-anak autistik. Selain itu, diharapkan peneliti selanjutnya juga meninjau dari aspek lain selain kemampuan berbahasa, misalnya aspek emosional pada anak autistik.
PROSEDUR PEMBERIAN KREDIT KONSUMTIF PADA PT. BPR BINALANGGENG MULIA SURAKARTA
Vinda Pangestika (D1510086), Procedure in Lending Consumptive PT. BPR
Binalanggeng Mulia Surakarta, Program Diploma III, Manajemen
Administrasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sebelas Maret,
Surakarta, 56 pages
Consumer credit at PT. BPR Binalanggeng Mulia Surakarta is a credit that
is intended for customers who want to buy vehicles, especially motorcycles. But
did not rule out if there are customers who want to make the loan not to buy a
motorcycle, it's just the PT. BPR Binalanggeng Mulia the credit for the purchase
of motorcycles. There are two things that need to be addressed regarding these
consumer loans are consumer credit granting procedures and constraints faced in
the provision of consumer credit at PT. BPR Binalanggeng Mulia Surakarta.
There are two things that need to be addressed regarding these consumer loans are
consumer credit granting procedures and constraints faced in the provision of
consumer credit at PT. BPR Binalanggeng Mulia Surakarta.
Discussed the theoretical basis of the procedure, credit, consumer credit,
vehicle purchases and the PT. BPR Binalanggeng Mulia Surakarta (BPR). Each of
these is explained with reference to various sources of reference books with
author name. The method used is descriptive qualitative that is by observing and
understanding the existing activities at PT. BPR Binalanggeng Mulia Surakarta on
consumer lending procedures are done by megumpulkan necessary data regarding
consumer credit and interviewed employees at the credit department to obtain
relevant data.
Results obtained by the observation that prior to consumer credit, the
customer must meet the requirements specified and meet the applicable
procedures in PT. BPR Binalanggeng Noble Surakarta. It is described in a case
study on consumer credit are described ranging from data collection to the
customer before the credit loan repayment process. Consumer lending procedures
properly implemented starting from the assessment, termination, and binding,
administration, monitoring, billing and settlement, and credit reporting. The
constraint is the guarantee that is less than the value of the credit and penalty
calculations are still done manually.
Keywords: Procedure, Consumer Credit
Vinda Pangestika (D1510086), Prosedur Pemberian Kredit Konsumtif pada
PT. BPR Binalanggeng Mulia Surakarta, Program Diploma III, Manajemen
Administrasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sebelas Maret,
Surakarta, 56 halaman.
Kredit konsumtif pada PT. BPR Binalanggeng Mulia Surakarta merupakan
kredit yang diperuntukan kepada para nasabah yang ingin membeli kendaraan
khususnya sepeda motor. Tetapi tidak menutup kemungkinan jika ada nasabah
yang ingin melakukan kredit tersebut tidak untuk membeli sepeda motor, hanya
saja pada PT. BPR Binalanggeng Mulia kredit tersebut untuk pembelian sepeda
motor. Ada dua hal yang perlu dibahas mengenai kredit konsumtif ini yaitu
prosedur pemberian kredit konsumtif dan kendala yang dihadapi dalam pemberian
kredit konsumtif pada PT. BPR Binalanggeng Mulia Surakarta. Tujuan
pengamatan ini yaitu untuk mengetahui prosedur pemberian kredit konsumtif dan
kendala yang dihadapi dalam pemberian kredit konsumtif pada PT. BPR
Binalanggeng Mulia Surakarta serta memberi masukan bagi pihak instansi.
Landasan teori yang dibahas yaitu mengenai prosedur, kredit, kredit
konsumtif pembelian kendaraan dan mengenai Bank Perkreditan Rakyat (BPR).
Masing-masing dijelaskan dengan mengacu dari berbagai macam sumber
referensi buku yang disertai nama pengarang. Metode yang digunakan adalah
deskriptif kualitatif yaitu dengan cara mengamati dan memahami kegiatan yang
ada pada PT. BPR Binalanggeng Mulia Surakarta tentang prosedur pemberian
kredit konsumtif yang dilakukan dengan cara megumpulkan data-data yang
diperlukan mengenai kredit konsumtif serta mewawancarai karyawan pada bagian
kredit untuk mendapatkan data yang relevan.
Hasil pengamatan yang diperoleh yaitu bahwa sebelum melakukan kredit
konsumtif, nasabah harus memenuhi syarat-syarat yang sudah ditentukan dan
memenuhi prosedur yang berlaku pada PT. BPR Binalanggeng Mulia Surakarta.
Hal ini dijelaskan dalam suatu contoh kasus mengenai kredit konsumtif yang
dijabarkan mulai dari pendataan nasabah sebelum melakukan kredit hingga proses
pelunasan kredit. Prosedur pemberian kredit konsumtif dilaksanakan dengan baik
yang dimulai dari penilaian, pemutusan dan pengikatan, penatausahaan,
pengawasan, penagihan dan penyelesaian, dan pelaporan kredit. Adapun
kendalannya yaitu adanya jaminan yang kurang dari nilai kredit dan perhitungan
denda masih dilakukan secara manual.
Kata Kunci : Prosedur, Kredit Konsumti
Asuhan Keperawatan Jiwa Dengan Masalah Keperawatan Halusinasi Penglihatan Pada Pasien Skizofrenia Tak Terinci (F 20. 3)
Skizofrenia merupakan kelainan neurobiologis otak sehingga, menyebabkan gangguan dalam berfikir, merasakan suatu hal, dan sulit untuk berinteraksi dengan orang lain. Salah satu gejala positif dari skizofrenia adalah halusinasi yang merupakan suatu kondisi dimana seseorang tidak mampu menggunakan persepsinya secara benar yang mengakibatkan ketidakmampuan dalam membedakan antara kenyataan dengan ilusi yang dipikirannya sehingga orang dengan halusinasi perlu penanganan yang tepat agar tidak melukai dirinya dan orang lain. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh gambaran dan pengalaman langsung dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien halusinasi penglihatan dengan diagnose medis skizofernia tak terinci (f20.3) di ruangan Gelatik Rsj Menur Surabaya. Partisipan dalam penelitian ini adalah 1 orang yang menderita halusinasi penglihatan dengan diagnose medis skizofrenia tak terinci (f20.3) di Ruang gelatik Rsj Menur Surabaya. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan wawancara, observasi, studi dokumentasi, dan studi pustaka. Setelah data dikumpulkan dilakukan analisa data dengan menggunakan proses keperawatan. Mencangkup keseluruhan kesimpulan dari hasil penelitian. Hasil pengkajian sampai evaluasi keperawatan menunjukkan bahwa pada Tn. B terdapat kesesuaian klien mampu mengontrol halusinasinya
PERBANDINGAN KOEFISIEN HARGA SATUAN PEKERJAAN PASANGAN DINDING BATA RINGAN ANTARA REALISASI PEKERJAAN DAN SNI 2016 (GUNAWANGSA GRESIK SUPERBLOCK)
Dalam pelaksanaan suatu proyek, masalah yang berkaitan dengan tenaga kerja,
upah, dan bahan merupakan hal penting yang perlu dipertimbangkan. Pekerjaan
sekecil apapun apabila tidak didukung dengan tenaga kerja yang berkemampuan
kerja yang dan bahan yang bermutu baik, tidak akan memberi hasil yang maksimal
dan memuaskan dalam sebuah proyek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui perbandingan koefisien upah kerja dan bahan antara realisasi dengan
SNI 2016
Pada penelitian ini metode yang digunakan bersifat penelitian kasus, yaitu
menghitung satuan pekerjaan dinding bata ringan yang dilakukan dengan metode
analisa SNI 2016 yang kemudian dikomparasikan dengan analisa realisasi
pekerjaan.
Berdasarkan penelitian ini diperoleh produktivitas tenaga kerja untuk pasangan
dinding bata ringan adalah 10,659 m2/hari. Perbandingan koefisien upah kerja dan
bahan pada proyek dan SNI 2016 untuk pekerjaan pasangan dinding bata ringan
adalah Pekerja 1 : 0,733, Tukang 1 : 0,049, Kepala Tukang 1 : 0,064, Mandor 1 :
0,118, dan untuk bahan adalah Bata Ringan 1 : 1, Mortar Siap Pakai 1 : 1,
Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Pt Winjaya Trans Di Pekanbaru
PT Winjaya Trans is one of the Owned Companies that provide services to companies that are partners who use the provision of services related to the provision of transport services through land routes in the city of Pekanbaru. This
service company only prioritizes serving companies that offer contracts. Under these conditions, PT Winjaya Trans's services have been challenged to increase the number of consumers. The formulation of the problem raised in this study is whether the quality of service affects customer satisfaction PT. Winjaya Trans in Pekanbaru. In accordance with the problems studied, the method used in this
study is a survey method with correlational techniques. Based on the results of the research that the author has done regarding the quality of service to PT Winjaya
Trans's customer satisfaction, it can be concluded that based on the results of regression analysis obtained the value of t arithmetic is 2.886> 2.006 and the significance value is 0.680> 0.05. it can be concluded that Ho is accepted and H1 is accepted which means that service quality has a significant effect on customer satisfaction of PT Winjaya Trans. In addition, it is also known that the R2 value is 0.327. from these values it can be seen that consumer satisfaction is influenced by service quality of 0.327. This means that consumer satisfaction is influenced by the quality of service by 32.7% and the remaining 67.3% is influenced by other things not examined
PEMIDANAAN TERHADAP PELAKU YANG SEKALIGUS KORBAN KEJAHATAN (PENDEKATAN KRIMINOLOGIS DAN VIKTIMOLOGIS)
The number and various crime is getting more increasing as the development of
the society. The increasing crime makes the judge in making law decision seems to
be more difficult and complicated. Law decision of the judge is the top spot of the
case. As we know Indonesia’s criminal law has determined criminal sanctions if
they are proved doing criminal action, therefore crime is getting more increasing.
The criminal object is, then, overtaken to the victim of crime and not only to the
criminal instead. But then if in some case, the criminal is as the victim as well, so
the judge will make law decision in different ways of considerations. This type of
research used by the author in this study is normative. Data collection techniques
is using literatures and completely supported by interviewing one of the judges at
Pengadilan Negeri Blor
PENGARUH AKUNTABILITAS DAN PENGENDALIAN INTERN TERHADAP KINERJA INSTANSI PEMERINTAH : Studi Empiris Pada SKPD Pemerintah Kota Bandung
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh akuntabilitas dan pengendalian intern terhadap kinerja instansi pemerintah kota Bandung. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif dan kausalitas dengan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 64 Satuan Kerja Daerah Kota Bandung. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh. Untuk menguji hipotesis ini penulis menggunakan data primer dengan menyebarkan kuesioner, yang dibagikan langsung kepada Kepala Unit Kerja Daerah, Kepala divisi program dan Kepala Divisi Keuangan sebagai responden. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis linier berganda dengan alat bantu software SPSS. Hasil pengujian hipotesis menunjukan bahwa (1) Akuntabilitas berpengaruh positif terhadap kinerja instansi pemerintah; (2) Pengendalian intern berpengaruh positif terhadap kinerja instansi pemerintah.---------This study aims to determine the effects of accountability and internal control towards the performance of local government unit in Bandung. The research method used in this is descriptive and causality method with quantitative method. Population in this research is 64 Bandung’s local government unit. Saturated sampling used as sampling method. To test the hypothesis, author uses primary data by distributing questionnaire directly to Head of local government unit, Head of Program, and Head of Finance as correspondent. The method of analysis used in this study is multiple linear regression with SPSS software tools. The result of the hypothesis showed that (1) accountability has positive effects toward local government unit; (2) internal Control has positive effects toward local government unit
Capitalism\u27s Contribution to Environmental Damage in The Novel the Cry of The Truck Pudu Musa Ismail\u27s Work: Ecocritical Study
This study discusses literary works that present issues of nature and the social environment exploited through the oil palm plantation system. This study aims to describe the contribution and impact of capitalism with the depiction of ecological problems in the novel Pudu\u27s Cries. The method used is descriptive qualitative with an ecocritic approach. The data in this study are in the form of quotes from story units, author narration quotes, and character dialogue that describes the character\u27s relationship with nature related to the problem studied. The analysis of the novel is carried out with a discourse approach and an approach reality. Data collection techniques used in this study are reading, and writing techniques note. In this study, the stages of data analysis were carried out interactively, namely data reduction, presentation of data, and conclusions. The results of the study, namely the contribution of capitalism to the environmental damage in the form of cunning, greedy, and selfish attitudes to exploit nature, are the main character of capitalism and have an impact on forest destruction, pollution of rivers, and the safety of the Sakai people
PERBANDINGAN STRUKTUR INTRINSIK NOVEL AKU TAHU KAPAN KAMU MATI KARYA ARUMI E DAN FILM AKU TAHU KAPAN KAMU MATI KARYA HADRAH DAENG RATU (KAJIAN SASTRA BANDINGAN)
Aku Tahu Kapan Kamu Mati is a film by Hadrah Daeng Ratu which was adapted from the
novel of the same title by Arumi E. Both novel and film told the story of a girl who has the
ability to see signs of another person's death after she herself experiences near death. The
author chose this topic because she wanted to know how much difference there was between
the novel Aku Tahu Kapan Kamu Mati and its film adaptation. The transformation from
the novel Aku Tahu Kapan Kamu Mati into a film form causes transformation, substitution,
deletion, and addition. These aspects were analyzed through data obtained from the novel
and film Aku Tahu Kapan Kamu Mati using a comparative literary study. The purpose of
this research is to reveal a comparison of the intrinsic elements of the novel and film Aku
Tahu Kapan Kamu Mati. This study uses the method of comparative literature to be able
to find a comparison of the intrinsic elements of the novel and film being analyzed. The
results of this study indicate that there are changes in the story, additions and omissions of
events, changes and omissions of settings, as well as the replacement and omission of
characters in the novel.
Keywords: novel, film, comparative literatur
Peran Guru PPKn dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa di SMAN 1 Lawang
ABSTRAKPangestika, Fitra Dwi, 2019. Peran Guru PPKn dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa di SMAN 1 Lawang. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Siti Awaliyah, Spd., SH., M.Hum, (II) Dr. Nur Wahyu Rochmadoni, Mpd., M.Si.Kata Kunci: Peran Guru PPKn, MeningkatkanKedisiplinanKegiatan belajar seorang siswa di sekolah tidak terlepas dari berbagai peraturan dan tata tertib yang diberlakukan di sekolahnya, setiap siswa dituntut untuk dapat berperilaku sesuai dengan aturan dan tata tertib yang berlaku di sekolahnya, tetapi pada kenyataannya masih banyak siswa SMAN 1 Lawang yang melanggar kedisiplinan.Salah satu terciptanya proses belajar mengajar yang baik adalah dengan menegakkan disiplin. Guru merupakan tokoh penting yang mempengaruhi keberhasilan dalam dunia pendidikan. Sosok guru yang inspiratif sangat dibutuhkan dalam proses transfer ilmu pengetahuan dan pembinaan kepribadian siswa agar memiliki akhlak mulia. Dalam hal ini sangat dibutuhkan peran guru PPKn dalam meningkatkan kedisiplinan siswa SMAN 1 Lawang.Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh: (1) bentuk-bentuk pelanggaran disiplin siswa di SMAN 1 Lawang, (2) peran guru PPKn dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di SMAN 1 Lawang, (3) kendala guru PPKn dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di SMAN 1 Lawang, (4) upaya guru PPKn mengatasi kendala-kendala dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di SMAN 1 Lawang.Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Lawang. Sumber data yang dipakai yaitu informan yang terdiri dari guru PPKn, guru BK, tatib SMAN 1 Lawang, siswa SMAN 1 Lawang, peristiwa dan dokumen. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan diakhiri penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengant teknik triangulasi.Hasil penelitian ini adalah : (1) bentuk-bentuk pelanggaran disiplin siswa di SMAN 1 Lawang adalah sebagai berikut: (a) agresi fisik, (b) menantang wibawa guru, (c) membawa rokok dan merokok di sekolah, (d) terlambat datang ke sekolah, (e) ketidaklengkapan atribut siswa, membolos sekolah. (2) peran guru PPKn dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di SMAN 1 Lawang adalah: (a) memberikan contoh teladan yang baik kepada siswa, (b) memberikan nasehat kepada siswa, (c) memberikan motivasi kepada siswa, guru PPKn sebagai pengelola kelas, (d) menjelaskan pentingnya disiplin kepada siswa,(e) memberikan sanksi atau hukuman. (3) kendala guru PPKn dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di SMAN 1 Lawang sebagai berikut: (a) kendala dari peserta didik, (b) kendala dari guru, (c) kendala dari orang tua. (4) upaya guru PPKn mengatasi kendala-kendala dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di SMAN 1 Lawang sebagai berikut: (a) memberikan contoh teladan yang baik kepada siswa, (b) membimbing dan memberikan nasehat kepada siswa, (c) mengetahui dan menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi siswa dalam kelasnya (tentang pelajaran, status sosial/ekonomi, dan lain-lain), (d) memperhatikan dan membina suasana kekeluargaan dengan siswa, (e) memberikan sanksi atau hukuman.Sejalan dengan hasil penelitian di atas, penulis memberikan saran: Pertama, bagi siswa SMAN 1 Lawang agar tidak melakukan lagi pelanggaran disiplin seperti agresi fisik, menantang wibawa guru, membawa rokok dan merokok di sekolah, terlambat datang ke sekolah, ketidaklengkapan atribut siswa, membolos sekolah. Siswa hendaknya bersikap dan bertindak yang baik sesuai peraturan yang telah ditetapkan oleh sekolah agar proses pembelajaran di sekolah berjalan dengan baik. Kedua, guru PPKn perlu meningkatkan pembinaan disiplin terhadap siswa SMAN 1 Lawang. Bentuk pembinaan disiplin seperti: menunjukan sikap disiplin, menegur siswa yang melanggar secara lisan, menyampaikan manfaat dari berdisiplin, sanksi terhadap siswa yang melanggar baik sanksi ringan maupun sanksi berat, mengadukan siswa yang melanggar kepada wali kelas, guru BP, kepala sekolah, dan orang tua siswa harus dikembangkan dan lebih diintensifkan lagi. Ketiga, peran guru PPKn dalam membina disiplin siswa selama ini hendaknya terus ditingkatkan. Guru harus lebih memantau tingkah laku dan perbuatan siswa ketika berada di lingkungan sekolah agar tidak ada siswa yang melanggar peraturan yang telah ditetapkan oleh pihak sekolah. Guru PPKn perlu melibatkan orang tua siswa dan masyarakat secara luas untuk membina disiplin siswa, sehingga siswa dapat melaksanakan tindakan disiplin bukan saja di sekolah tetapi juga pada lingkungan keluarga dan masyarakat.ABSTRACTPangestika, Fitra Dwi, 2019. Role of PPKn (Pancasila and Civic Education) Teacher in Improving Students’ Discipline in State Senior High School (SMAN) 1 Lawang. Thesis, Department of Law and Nationality, Faculty of Social Science, State University of Malang. Advisors: (I) Siti Awaliyah, Spd., SH., M.Hum, (II) Dr. Nur Wahyu Rochmadoni, Mpd., M.Si.Keywords: Role of PPKn (Pancasila and Civic Education) Teacher, Improving DisciplinenA student’s learning activity at school is inseparable from various enforcements of rules and regulations at school, each student is required to be able to behave according to application of rules and regulations at school, but in reality, there are still many students in SMAN 1 Lawang who violate discipline. One of the ways for creating a proper teaching and learning process is to uphold discipline. Teachers serve as important figures giving influences on success in the world of education. It is necessary for an inspirational teacher in the process of transferring knowledge and fostering personality of students so that they have noble characters . In this case, role of PPKn teachers is greatly required in improving discipline of students in SMAN 1 Lawang.This study aims to obtain: (1) forms of disciplinary violations by students at SMAN 1 Lawang, (2) role of PPKn teachers in improving student discipline at SMAN 1 Lawang, (3) constraints of PPKn teachers in improving student discipline at SMAN 1 Lawang , (4) (4) efforts of PPKn teachers to overcome obstacles in improving student discipline at SMAN 1 Lawang.This research is a type of descriptive qualitative research. The location of this research was conducted at SMAN 1 Lawang. Sources of the data used are informants consisting of PPKn teachers, BK teachers, rule officers of SMAN 1 Lawang, SMAN 1 Lawang students, events and documents. Data collection techniques were by observation, interviews and documentation. Data analysis was by collecting data, reducing data, presenting data, and drawing conclusions. Checking on finding validity was by triangulation technique.Results of this study are: (1) forms of disciplinary violations by students at SMAN 1 Lawang are as follows: (a) physical aggression, (b) challenging teacher authority, (c) carrying cigarettes and smoking at school, (d) being late to school, (e)wearing incomplete student attributes, skipping school. (2) the roles of the PPKn teacher in improving student discipline at SMAN 1 Lawang are: (a) providing good examples to students, (b) giving advices to students, (c) providing motivation to students, PPKn teachers as class managers, ( d) explaining importance of discipline to students, (e) giving sanctions or penalties. (3) the constraints of PPKn teachers in improving the discipline of students at SMAN 1 Lawang are as follows: (a) constraints from students, (b) constraints from teachers, (c) constraints from parents. (4) the efforts of the PPKn teachers to overcome the obstacles in improving discipline of students at SMAN 1 Lawang are as follows: (a) providing good examples of examples to students, (b) guiding and giving advices to students, (c) understanding and overcoming any problems faced by students at class (about lessons, social / economic status, etc.), (d) paying attention and fostering a family atmosphere with students, (e) giving sanctions or punishments.In line with the results of the above research, the author gives recommendations: First, for students of SMAN 1 Lawang, they should not commit any disciplinary violations such as physical aggression, challenging teacher authority, carrying cigarettes and smoking at school, being late for school, wearing incomplete student attributes, skipping school . Students should behave and act appropriately according to the rules set by the school so that there will be a good learning process at school. Secondly, it is necessary for PPKn teachers to improve disciplinary guidance for students of SMAN 1 Lawang. Forms of disciplinary training can be by showing discipline, giving oral warning for students making violations, conveying benefits of discipline, giving sanctions against students making violations both minor sanctions and severe sanctions, reporting students who violate to homeroom teacher, BP teacher, headmaster, and students’ parents; all of which must be developed and intensified more. Third, it is necessary to improve the role of PPKn teachers in fostering student discipline. Teachers must conduct better monitoring on students’ behavior and actions when they are in the school environment so that there will be no violations by any students towards the rules set by the school. It is necessary for PPKn teachers to involve students’ parents and community in a broader manner so that it can foster students’ discipline, and the students can carry out disciplinary actions not only at school but also in the family and community environment
