251 research outputs found
Kepraktisan Modul Elektronik Menggunakan Aplikasi Sigil Berorientasi Pendekatan Saintifik Materi Perubahan Lingkungan Kelas X Jenjang Sekolah Menengah Atas
Electronic modules are electronic teaching materials that are arranged systematically, covering competencies that will be mastered by students and equipped with an attractive appearance. Sigil is an e-book maker application with a product format in the form of epub. This study aims to describe the validity and practicality of the Electronic Module Using Sigil Application Oriented the Scientific Approach to Environmental Change Materials for Class X High School Level. The study is part of Research and Development which refers to the 4-D model, which consists of 4 main stages, Define, Design, Develop and Disseminate. The subjects in this study were 9 students of class X SMAN 7 Banjarmasin. The instrument used is a student response questionnaire. The results of the practicality test obtained an average percentage of 88.54% (very practical) with a percentage of 88.00% in the display aspect (very good), 92.44% in the material presentation aspect (very good) and 85.18% in the benefits aspect (very good), overall it is categorized as very practical and can be used by students.Keywords - Electronic module, Sigil application, Scientific approach, Environmental chang
ETHNOBOTANY OF LABAN (Vitex pubescens Vahl) IN PAGATAN BESAR VILLAGE, TANAH LAUT REGENCY
Etnobotani merupakan ilmu yang mempelajari pemanfaatan tumbuhan di masyarakat tertentu. Vitex pubescens merupakan tumbuhan yang dimanfaatkan masyarakat Banjar Desa Pagatan Besar yang perlu didokumentasikan untuk melestarikannya. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan morfologi tumbuhan Vitex pubescens Vahl dan pemanfaatannya sebagai obat oleh masyarakat Desa Pagatan Besar Kabupaten Tanah Laut. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan mendeskripsikan kajian etnobotani dengan melakukan wawancara menggunakan teknik snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan dua kajian etnobotani Vitex pubescens Vahl yaitu Botani Vitex pubescens Vahl merupakan tumbuhan berhabitus pohon dan farmakologi Vitex pubescens Vahl dimanfaatkan sebagai obat sakit pinggang, sakit perut/perut kembung, asam urat, rematik, demam dan luka ringa
Citra Sosial Perempuan dalam Novel Si Parasit Lajang Karya Ayu Utami : Kajian Feminisme
ABSTRAK
Hidayati, Nurul. 2019. Citra Sosial Perempuan dalam Novel Si Parasit Lajang Karya Ayu Utami :Kajian Feminisme.
Skripsi, Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas
Muhammadiyah Jember.
Pembimbing : (1) Henri Fatkurochman, M.Hum.
(2) Dr. Hasan Suaedi, M.Pd.
Kata Kunci : Domestik, Publik, Perempuan
Citra merupakan gambaran yang dimiliki tiap individu yang mencangkup kesan mental, fisik, dan sosial. Citra sosial merupakan gambaran perempuan dalam lingkungan hidupnya. Citra sosial kemudian dibagi lagi menjadi dua jenis yaitu ranah domestik dan ranah publik. Pada ranah domestik mencangkupi wilayah keluarga saja, yang di dalamnya mencangkup perannya dalam keluarga. Ada tiga peran perempuan yang utama dalam keluarga yaitu perempuan sebagai istri,perempuan sebagai ibu, dan perempuan sebagai anak. Pada ranah publik mencangkupi wilayah pendidikam, pekerjaan, pandangan hidup dan kepercayaan.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Datanya berupa kata, kalimat, monolog yang memuat tentang ranah domestik dan publik dalam novel Si Parasit Lajang. Sumbernya merupakan salah satu novel ciptaan Ayu Utami yaitu Si Parasit Lajang. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi atau bisa juga disebut teknik catat. Instrumen pengumpulan data menggunakan peneliti sebagai instrumen kunci dengan dibantu alat-alat penunjang seperti pensil dan penanda buku. Teknik analisis data yaitu membaca, mengorganisasikan data, memilah, menganalisis, dan sintesis. Selain itu juga dibantu tabel analisis data. Teknik pengujian keabsahan data menggunakan peningkatan ketekunan.
Hasil analisis data menunjukkan bahwa ditemukan citra sosial perempuan. Pada ranah domestik ditemukan peran perempuan sebagai anak, sebagai ibu, dan sebagai istri. Perempuan sebagai anak digambarkan sebagai orang yang menuntut haknya untuk mendapat pendidikan, tidak mandiri, dan memprotes konsep hutang budi terhadap orangtua. Perempuan sebagai ibu digambarkan sebagai orang yang mencintai anaknya dan mandiri. Perempuan sebagai istri digambarkan sebagai orang yang antipoligami.Pada ranah publik ditemukan empat wilayah yaitu pendidikan, pandangan hidup, pekerjaan, dan kepercayaan. Perempuan digambarkan sebagai orang yang sejajar dengan laki-laki. Dibuktikan melalui pendidikannya yang tinggi dan pekerjaannya di sektor publik. Perempuan melalui pandangan hidupnya digambarkan sebagai orang yang memprotes ketidaksejajaran laki-laki dan perempuan. Perempuan dalam kepercayaan digambarkan sebagai perempuan yang menjunjung tinggi pernikahan dan toleransi.
Berdasarkan hal tersebut perempuan dalam novel Si Parasit Lajang telah mencapai salah satu tujuan feminisme. Tujuannya yaitu menyetarakan persamaan hak laki-laki dan perempuan. Tindakan tersebut membuktikan bahwa perempuan bukanlah mahluk kelas dua. Melalui persamaan dan kesempatan dalam bidang apapun, perempuan akan mampu bersaing layaknya laki-laki
EFEKTIFITAS KONSELING KELOMPOK KOGNITIF-PERILAKU UNTUK MENGURANGI KECEMASAN SISWA KELAS X SMK N 5 MALANG
ABSTRAK Utami, Sri Hidayati. 2013. Efektifitas Konseling Kelompok Kognitif-Perilaku untuk Mengurangi Kecemasan Siswa Kelas X SMK N 5 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, FIP, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd, (II) Arbin Janu Setiyowati S.Pd, M.Pd. Kata kunci : Konseling kelompok, Kognitif-perilaku, Kecemasan tampil, siswa SMK Siswa yang akan tampil di depan kelas sering mengalami kecemasan. Salah satu gejalanya tampak dari tangan gemetar, bicara terbata-bata, raut muka memucat dan sebagainya. Hal tersebut terjadi karena suatu perilaku tidak adaptif yang diakibatkan oleh pemikiran-pemikiran (kognisi) tidak realistis, dimana hal tersebut dapat menghambat potensi yang mereka miliki dan menimbulkan masalah-masalah lainnya. Upaya untuk menangani permasalahan tersebut dengan menggunakan konseling kognitif-perilaku, yang dilakukan dengan 6 tahap dengan menggunakan teknik self-instruction yang dikembangkan oleh Meichenbaum. Self-instruction adalah teknik pengajaran diri yaitu memerintahkan kepada diri-sendiri dengan kalimat positif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas konseling kognitif-perilaku untuk mengurangi kecemasan tampil di depan kelas pada siswa kelas X SMK N 5 Malang. Rancangan penelitian ini menggunakan eksperimen semu (quasi experiment/pre ekperimental design) dengan desain Pre-test and Post-test Group. Subjek dipilih dengan teknik purposive sampling dengan menggunakan angket kecemasan tampil di depan kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas X.2 Tekstil. Subjek terdiri dari lima siswa yang dipilih berdasarkan skor angket yang memiliki tingkat kecemasan tertinggi. Penelitian ini menggunakan metode analisis data statistik non-parametrik. Sesuai dengan hal tersebut, peneliti menggunakan tes tanda (sign test). Sign test yang dimaksud adalah dengan membandingkan kondisi berbeda hasil pre-test dan post-test kecemasan tampil di depan kelas setelah pemberian perlakuan (treatment) konseling kelompok kognitif-perilaku pada subjek (kelompok eksperimen). Dari penelitian yang dilakukan kelima subjek bertanda (-) hal itu dilihat dari skor pre-test > post-test dengan signifikasi 0,03
PENDAMPINGAN NELAYAN DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN PENGOLAHAN TEPUNG IKAN DENGAN METOEDE PAR
Desa manera yang terletak di Kecamatan Salomekko Kabupaten Bone, merupakan daerah pesisir yang berada di sepanjang pesisir teluk Bone yang sebagian besar penduduknya menggantungkan hidup pada potensi hasil perikanan dan kelautan. Kebiasaan nelayan menumpuk begitu saja ikan tangkapannya di atas palka dengan es balok yang minim menyebabkan mutunya cepat merosot terutama pada musim tangkap, nelayan biasanya memperoleh ikan dalam jumlah besar. Sebagian membusuk saat sampai di daratan, akhirnya menjadi limbah yang mengganggu kebersihan dan keindahan lingkungan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat nelayan desa Manera dalam mengelola ikan dan limbah menjadi tepung ikan agar memiliki nilai tambah ekonomi. Metode pendampingan yang digunakan adalah Partisifatory Action Riset (PAR), yang dimulai dengan riset pendahuluan, inkulturasi, pengorganisasian masyarakat, merencanakan dan melakukan berbagai aksi perubahan dan melakukan evaluasi serta refleksi. Manfaat yang diperoleh masyarakat adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan limbah ikan menjadi tepung ikan yang bernilai ekonomis. Selain itu, manfaat juga dirasakan oleh masyarakat nelayan baik ditinjau dari sisi ekonomi maupun lingkungan. Dari sisi ekonomi, pendapatan masyarakat dapat meningkat melalui pengolahan limbah ikan menjadi produk tepung ikan serta prospek usahanya masih cerah, sedangkan manfaat untuk lingkungan adalah mengurangi pencemaran lingkungan yang dapat menimbulkan berbagai penyakit karena semua sisa atau limbah ikan tidak terbuang percuma, tetapi dijadikan sebagai bahan baku pembuatan tepung ikan
ANALISIS FAKTOR BIOPSIKOSOSIOKULTURAL DAN SPIRITUAL TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT ARV PADA PASIEN HIV/ AIDS DI KLINIK PENYAKIT TROPIK INFEKSI RUMAH SAKIT DI SEMARANG
Master Program in Nursing
Concentration of Adult Nursing
Department of Nursing
Faculty of Medicine
Diponegoro University
July 2017
ABSTRACT
Utami Hidayati
An Analysis of Biopsychosociocultural and Spiritual Factors Against Drug Compliance ARV Drugs on HIV / AIDS Patients at Tropical Disease Clinic Hospital Infection in Semarang
xviii + 132 pages + 2 figures + 16 tables + 8 appendixes
Compliance of HIV/AIDS-infected patients in undergoing treatment still becomes a serious problem in HIV/AIDS infection control strategies in Indonesia. Compliance with antiretroviral therapy is expected to be improved to minimize the adverse effects. One way of anticipation that can be done by health personnel is to know biopsychosociospiritual and spiritual factors that affect the compliance of HIV/AIDS patients in taking antiretroviral drugs. The purpose of this study was to determine the biopsychosociospiritual and cultural factors associated with ARV drug adherence in HIV/AIDS patients. This study was a descriptive analytical with a cross sectional study design. The sampling technique used was consecutive sampling with respondents as many as 118. The study was conducted at Tropical Infectious Disease Clinic of Dr. Kariadi Semarang. The results showed that some of the respondents experienced drug side effects (53.4%), no depression (53.4%), good social support (54.2%), good cultural support (79.7%), and high spirituality (49.2%). In the correlation analysis, there was a correlation between psychological, social, spiritual factors and ARV drug adherence (p = 0,000, p = 0.005, p = 0.044). Furthermore, the results of logistic regression test showed that the psychological factor was the most potential factor to influence the adherence of taking ARV drugs with p = 0.000 and OR = 5,286. This study recomends that nurses are expected to improve the quality of nursing care by understanding aspects of psychology, social and spiritual in HIV/AIDS patients mainly related to the adherence in taking antiretroviral drugs.
Keywords: ARVs, Biopsychosociocultural and Spiritual Factors, HIV / AIDS Compliance.
References : 91 (2007-2017
Masterplan Lanskap Pascatambang Batubara PT Arutmin Indonesia untuk Agroforestri di Asam Asam Kalimantan Selatan
Peningkatan konsumsi mineral batubara dalam dekade terakhir telah mendorong peningkatan kegiatan pertambangan batubara, serta pengaktifan site baru di kawasan Asam Asam yang secara langsung mengubah rona lanskap dan menimbulkan dampak bagi lingkungan. Kegiatan reklamasi perlu direncanakan dan dilakukan untuk menanggulangi dampak tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi faktor dalam perencanaan pascatambang (2) menganalisis potensi dan kendala pada lanskap pascatambang, dan (3) menyusun rencana lanskap pascatambang untuk kegiatan agroforestri. Metode yang digunakan mengacu pada proses perencanaan Gold (1980) yang dimodifikasi untuk agroforestri dan zonasi pascatambang menurut Green et al. (1992) dalam Norman et al. (1997). Hasil analisis menunjukkan bahwa jenis tanah dan sifat kimianya, sistem hidrologi, topografi, jenis vegetasi, dan preferensi sosial berpengaruh dalam menyusun rencana reklamasi. Hasil menunjukkan bahwa tapak terbagi menjadi dua zona, yaitu zona pemanfaatan dan zona konservasi. Opportunity Without Limits merupakan konsep pengembangan perencanaan dengan memperluas prospek dengan melampaui keterbatasan lahan tersebut. Masterplan yang disusun meliputi rencana ruang, rencana sirkulasi, rencana vegetasi, rencana topografi, rencana hidrologi, rencana aktivitas dan fasilitas, skenario tahapan dan program
Kajian Pengaruh Penggunaan Perkerasan terhadap Fungsi Hidrologis Taman Kota di Kota Bekasi
Kota Bekasi mengalami perkembangan yang sangat pesat yang
menyebabkan banyaknya ruang terbuka hijau yang menjadi area terbangun.
Akibatnya, Kota Bekasi mengalami banjir pada beberapa tahun terakhir. Untuk
mengurangi bencana banjir, Kota Bekasi harus meningkatkan kualitas ruang
terbuka hijau, salah satunya adalah taman kota. Taman kota menggunakan
perkerasan sebagai fasilitas pendukung untuk aktivitas pengguna. Fasilitas
tersebut termasuk jalur pejalan kaki, plaza atau alun-alun, dan area bermain bagi
anak-anak. Meskipun fasilitas tersebut mendukung fungsi sosial taman kota,
namun material perkerasan itu sendiri tidak dapat mendukung fungsi hidrologis
taman kota sebagai area infiltrasi. Penggunaan perkerasan pada jumlah yang besar
dapat menahan tanah untuk menyerap air, yang akhirnya menyebabkan banjir.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui pengaruh penggunaan perkerasan
terhadap fungsi hidrologis taman kota di Kota Bekasi. Hasil studi ini berupa
rekomendasi jenis material perkerasan yang mendukung fungsi hidrologis taman
kota
Pengaruh Layanan Informasi Terhadap Kesulitan Belajar Siswa Kelas VII SMP Swasta Imelda Medan Tahun Pembelajaran 2019/2020
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh layanan informasi
terhadap kesulitan belajar siswa kelas VII SMP swasta Imelda medan yang terdiri
dari 30 orang siswa dari kelas VIIB. layanan yang digunakan iyalah layanan
informasi terhadap kesulitan belajar siswa, guna memberikan informasi kepada
siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar, kurangnya pemahaman siswa
tentang faktor-faktor dari kesulitan belajar beserta karakteristik yang terdapat pada
kesulitan belajar siswa.Dari hasil pelaksanaan layanan terdapat pengaruh yang
signifikan pada siswa,yaitu Peningkatan terjadi pada kesulitan belajar Visual
sebelumnya 57,11% menjadi 62,15%, kesulitan belajar Audio sebelumnya 50,72
menjadi 63,23%, yang terakhir perolehan nilai terhadap kesulitan belajar
Kinestetik sebelumnya 45,17% menjadi 61,12%. Kesulitan belajar akan
berpengaruh pada sikap dan kebiasaan belajar siswa sehingga layanan informasi
mengenai kesulitan belajar sesuai dengan tujuan dari layanan ini.dari hasil
penelitian terlihat ada pengaruh layanan informasi terhadap kesulitan belajar siswa
kelas VII SMP swasta Imelda medan tahun pembelajaran 2019/202
Desain Taman Purbakala Pugung Raharjo Sebagai Obyek Wisata Sejarah Megalithikum Di Kabupaten Lampung Timur.
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki lanskap sejarah (historical
landscape) dan lanskap budaya (cultural landscape) dengan keragaman dan nilai
penting yang tinggi. Hal ini dapat dilihat dari bukti-bukti yang tersebar di berbagai
provinsi di Indonesia, salah satunya adalah Provinsi Lampung. Atraksi sejarah dan
budaya akan membawa manfaat bagi pemerintah dan masyarakat jika dikelola dan
dipelihara dengan baik. Contohnya adalah Taman Purbakala Pugung Raharjo yang
terletak di desa Pugung Raharjo, Kabupaten Lampung Timur. Namun, bukti sejarah
di dalam tapak berpotensi hilang, rusak dan terdegradasi karena beberapa sub aspek
yang kurang mendukung seperti fasilitas, aksesibilitas, dan legalitas. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakter lanskap, menganalisis
kesesuaian zonasi di situs, dan memberikan rekomendasi desain yang mencakup
sirkulasi, perencanaan tata ruang, dan fasilitas pendukung. Perencanaan dan desain
yang baik diperlukan untuk mempertahankan dan meningkatkan potensi sumber
daya di situs. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei lapangan,
analisis kualitatif dan kuantitatif, sintesis dan metode desain Booth (1983). Analisis
dilakukan pada tiga aspek utama termasuk sejarah, wisata dan legal. Berdasarkan
hasil analisis, karakter lanskap di Taman Purbakala Pugung Raharjo mendukung
kesesuaian kawasan sebagai kawasan wisata sejarah. Konsep desain diambil dari
filosofi tudung ghaja tikkat telu, yang terdiri tudung hakhong yang melambangkan
pengaruh masa prasejarah, tudung agung melambangkan pengaruh klasik, dan
tudung handhak melambangkan pengaruh Islam. Filosofi ini kemudian
direpresentasikan melalui benda-benda peninggalan sejarah yang paling menonjol
pada zamannya dan ditransformasikan ke dalam bentuk hardscape dan softscapes
dalam rekomendasi desain. Hasil akhir dari penelitian ini adalah siteplan, gambar
detail desain dan ilustrasi
- …
