1,721,726 research outputs found

    Retorika dakwah KH Syukron Djazilan pada pengajian rutin masjid Rahmat Kembang Kuning Surabaya

    No full text
    This paper describes the da'wah rhetoric delivered by KH Syukron Djazilan through regular recitations. By knowing the preaching rhetoric of KH Syukron Djazilan as a topic of discussion, an overview of his preaching rhetoric application is expected to got, especially in routine recitations. In addition, the da'wah rhetoric presented by KH Syukron Djazilan can be used as a comparison material to the da'wah development for novice preachers. The method used in this study is a qualitative method with descriptive analysis based on the canon of rhetoric theory. The data collection techniques are conducted by observation and documentation through interviews. Observation by observing the preaching rhetoric of KH Syukron Djazilan in one of the themes presented in routine recitations at the Rahmat Kembang Kuning Mosque in Surabaya. The results of this research show that KH Syukron Djazilan has applied the canons of rhetoric in preaching (discovery, arrangement, style, delivery, and memory). However, KH Syukron Djazilan has prepared everything. He is also fluent in speaking and used it frequently, sometimes repeating his words when giving a religious lecture and it is fair-minded. This research have implicaiton that rhetoric in preaching is a must. It will be better includes unique public speaking skill (humorous) to gain the attention.***Tulisan ini menjelaskan retorika dakwah yang disampaikan oleh KH Syukron Djazilan melalui pengajian rutinan. Dengan mengetahui retorika dakwah KH Syukron Djazilan pada salah satu topik pembahasan, diharapkan akan memperoleh gambaran tentang penerapan retorika dakwah beliau khususnya pada pengajian rutinan. Di samping itu, retorika dakwah yang disajikan oleh KH Syukron Djazilan dapat dijadikan sebagai bahan perbandingan bagi pengembangan dakwah untuk para pendakwah pemula. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan analisis deskriptif berdasarkan teori kanon retorika. Adapun teknik pengumpulan datanya melalui observasi dan dokumentasi serta wawancara. Observasi dengan cara mengamati retorika dakwah KH Syukron Djazilan dalam salah satu tema yang disampaikan dalam pengajian rutin di Masjid Rahmat Kembang Kuning Surabaya. Hasil riset ini menunjukkan bahwa KH Syukron Djazilan telah menerapkan kanon retorika dalam berdakwah yaitu (penemuan, pengaturan, gaya, penyampaian, dan ingatan). Namun demikian, KH Syukron Djazilan sudah menyiapkan segala sesuatunya, dan juga sudah lancar berbicara dan terbiasa, ada kalanya mengulangi ucapan ketika berceramah, dan hal tersebut merupakan yang wajar saja. Penelitian ini memiliki implikasi bahwa retorika dakwah itu perlu, akan lebih baik ketika disertai keahlian berbicara di depan umum yang unik (humoris) untuk menarik perhatian

    Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah terhadap pelaksanaan pemberian hadiah dalam produk Deposito Syukron di BPRS PNM Mentari Garut

    No full text
    Salah satu program BPRS PNM Mentari Garut yaitu pemberian hadiah kepada nasabah yang menggunakan produk deposito syukron. Besarnya hadiah tergantung dari besarnya nominal deposito dan jangka waktu pengendapan dana sesuai ketentuan yang diterapkan oleh bank. Deposito syukron merupakan deposito yang menggunakan akad mudhārabah. Penelitian ini bertujuan menjawab pertanyaan tentang mekanisme pelaksaanan program pemberian hadiah dalam produk deposito syukron di BPRS PNM Mentari Garut, dan harmonisasi antara norma hadiah dalam fiqih dan fatwa No. 86/DSN-MUI/XII/2012 dengan norma hadiah yang dipraktikan dalam produk deposito syukron di BPRS PNM Mentari Garut. Kerangka pemikiran dalam penelitian ini disandarkan pada Al-Qur’an, Al-Hadits, fatwa No. 86/DSN-MUI/XII/2012 tentang hadiah dalam penghimpunan dana Lembaga Keuangan Syariah yaitu hadiah bertujuan agar nasabah loyal kepada lembaga keuangan syariah dan bersifat tidak mengikat, dan fiqh Islam yakni hadiah dapat diartikan sebagai pemberian dari seseorang kepada orang lain tanpa adanya penggantian dengan maksud memuliakan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara kepustakaan dan dokumentasi serta didukung dengan wawancara langsung guna menggali informasi secara mendalam terkait permasalahan yang peneliti angkat. Penelitian ini juga menggunakan teknik analisis deskriptif, yaitu data-data yang diperoleh kemudian dituangkan dalam bentuk kata-kata kemudian dideskripsikan sehingga dapat memberikan kejelasan yang realistis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa maksud program pemberian hadiah dalam produk deposito syukron yaitu sebagai salah satu strategi marketing dalam menarik minat nasabah untuk menyimpan dananya di bank syariah. Adapun norma yang terdapat dalam program pemberian hadiah yaitu ; 1) ketentuan persyaratan umum pembukaan rekening salah satunya nasabah harus menginvestasikan dana nya kepada bank minimal Rp. 10.000.000, dan 2) ketentuan persyaratan hadiah salah satunya tidak memindah tangankan hadiah tersebut sebelum syarat terpenuhi. Pelakasanaan pemberian hadiah dalam produk deposito syukron menurut penelitian yang telah penulis lakukan sudah sesuai atau harmonis antara fatwa DSN No. 86/DSN-MUI/XII/2012 dengan pelaksanaan pemberian hadiah di BPRS PNM Mentari Garut, didalam pelaksaannya sumber dana hadiah bank syariah didapatkan dari keuntungan bank syariah dan dalam fatwa dijelaskan bahwa hadiah promosi yang diberikan oleh LKS harus milik LKS yang bersangkutan, bukan milik nasabah, sedangkan dalam fiqh tidak dijelaskan secara rinci mengenai ketentuan-ketentuan hadiah yang terpenting barang yang dihadiahkan harus bermanfaat bagi penerimanya dan sumber hadiah tersebut halal dan tidak menyimpang dalam syariah Islam

    Efektivitas lagu "Syukron Lillah" Sabyan Gambus terhadap pemahaman konsep syukur remaja IPPNU Desa Cemandi Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mencari tahu ada atau tidaknya efektivitas lagu “Syukron Lillah” Sabyan Gambus terhadap pemahaman konsep syukur remaja IPPNU Desa Cemandi Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah random sampling. Penelitian ini menggunakan seluruh populasi untuk dijadikan sebagai sampel. Data utama dalam penelitian ini adalah data kuisioner. Uji validitas dikumpulkan menggunakan Skala Ordinal. Uji Reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach. Pengolahan data menggunakan SPSS versi 16 for windows dengan teknik analisis korelasi product moment Pearson dan Level of Significance-nya 0.05 atau 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat efektivitas dari Lagu “Syukron Lillah” Sabyan Gambus terhadap Pemahaman Konsep Syukur Remaja IPPNU Desa Cemandi Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo dengan nilai koefisien korelasi r hitung > r tabel (0,857>0,325) dan memiliki nilai korelasi yang sangat kuat. Rekomendasi dan saran untuk penelitian selanjutnya agar dapat mengembangkan lebih dalam dan teliti mengenai penelitian analisis korelasi product moment pada pesan dakwah

    ETNIS MELAYU DAN MADURA DI KALIMANTAN BARAT SYUKRON WAHYUDHI

    No full text
    Indonesia merupakan negara yang memiliki keragaman suku bangsa dan agama. Keragaman ini menjadikan Indonesia dikenal sebagai sebuah bangsa yang majemuk dan multikultur. Akan tetapi kekayaan akan ragam suku bangsa yang menjadikan Indonesia sebagai sebuah negara yang unik ini, apabila tidak dikelola dengan baik maka akan menjadi malapetaka bagi bangsa itu sendiri. Tercatat setidaknya ada beberapa daerah yang memiliki sejarah kerusuhan baik antar etnis maupun antar golongan agama. Adalah Kalimantan Barat sebagai satu diantara daerah yang memiliki sejarah pahit lantaran telah berulangkali mengalami kerusuhan antar etnis. Setidaknya sudah tercatat sebanyak dua belas kali kerusuhan antara etnis Dayak dan etnis Madura, kemudian disusul dengan kerusuhan antara etnis Melayu dan Madura pada tahun 1999. Tema ini dirasa penting untuk diteliti lantaran konflik merupakan bagian dari sejarah peradaban manusia. Apabila konflik dapat diatasi dengan baik, maka akan mendewasakan baik daerah maupun masyarakatnya. Akan tetapi ketika konflik berujung pada kekerasaan bahkan disertai pembunuhan, maka akan menjadi luka sejarah yang sulit untuk dihapuskan. Pada penelitian ini penulis mengambil konsentrasi pada kerusuhan antara etnis Melayu dan etnis Madura tahun 1999. Kerusuhan tersebut menjadi menarik menurut penulis lantaran pada kedua etnis tersebut berlatarbelakang agama yang sama-sama Islam, bahkan apabila dilihat dari segi kultur keagamaan pun tidak jauh berbeda. Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan teori Multikulturalisme Bhikhu Parekh dan dengan segenap metodenya yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penulis melakukan observasi langsung ke Kalimantan Barat yaitu Kota Singkawang dan Kabupaten Sambas tempat di mana kerusuhan tersebut terjadi. Penulis melakukan wawancara dengan sejumlah pihak terkait baik tokoh adat, tokoh agama, pemerintah setempat, masyarakat, dan juga aparat yang bertugas pada masa itu. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa; Pertama, kerusuhan tersebut merupakan akumulasi dari kemarahan etnis Melayu terhadap etnis Madura yang selama itu dipandang kerapkali melanggar norma adat dan agama. Kedua, kerusuhan tersebut menjadi luka sejarah lantaran berimplikasi pada sentimen dan stereotip antar kedua etnis tersebut. Menurut hemat penulis, perlu adanya upayaupaya berkelanjutan dari tokoh adat dan tokoh agama pada kedua belah pihak sebagai ikhtiar untuk meredam sentimen dan stereotip di masyarakat, demi mewujudkan keharmonisan antara etnis Melayu dan etnis Madura di Sambas dan Singkawang

    Pengembangan Learning Management System (LMS) untuk Analisis Kualitas Soal dan Hasil Belajar Pada SMK As-Syukron Limbangan

    No full text
    SMK As-Syukron merupakan Sekolah Menengah Kejuruan di kecamatan BL.Limbangan, Garut. Proses belajar mengajar yang sedang berjalan di SMK As-Syukron sudah memanfaatkan teknologi Learning Managent System (LMS) dalam mengatur pembelajaran. Selain itu, di SMK As-Syukron telah menerapkan proses analisis kualitas soal dan hasil belajar sebagai bahan acuan dan evaluasi pembelajaran. Kedua analisis tersebut wajib dilakukan oleh para guru sebagai acuan dan bahan evaluasi pembelajaran karena apabila tidak dilakukan maka guru tidak akan mengetahui kualitas/mutu soal yang telah dibuat dan kesulitan mendapatkan informasi mengenai perkembangan peserta didik akibatnya guru menganggap soal-soal yang telah dibuat sudah baik/ tidak perlu perbaikan, dan menganggap siswa memiliki kemampuan yang sama dalam proses belajar.Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut digunakan metode untuk melakukan analisis kualitas soal yaitu metode kuantitatif dengan menghitung tingkat kesukaran butir soal, daya pembeda, penyebaran jawaban (distraktor), validitas dan reliabilitas tes. Sedangkan metode analisis belajar yaitu dengan menggunakan perbandingan kriteria ketuntasan minimum (KKM) terhadap nilai siswa. Metode pengembangan perangkat lunak menggunakan model waterfall, untuk analisis perangkat lunak menggunakan model terstruktur yaitu Entity Relationship Diagram (ERD) untuk memodelkan data, dan Data Flow Diagram untuk memodelkan fungsional. Dari hasil analisis selanjutnya diterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman menggunakan bahasa pemrograman PHP dan menggunakan database MySQL.Setelah dilakukan pengujian sistem dapt ditarik kesimpulan bahwa secara fungsional LMS yang dikembangkan sudah berjalan sesuai dengan harapan yaitu mempermudah guru untuk mengetahui kualitas soal dan kemampuan siswa dalam proses belajar

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    No full text
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    M. Syukron Ali Amiruddin

    No full text
    Abstract: The title does not directly compare the Quran with science and technology, because from the beginning, it encouraged Muslims to advance both. Much research has recently been conducted on the interrelation between the Quran, science, and technology. The two are so different entities that it is difficult to compare directly. However, there are different perspectives when looking for relationships between them in the context of universe events, religious practice, or everyday life. The Quran, which became the holy book of Muslims, gave truth to science to ensure scientific certainty. The interpretation of Quranic verses related to the events of the universe is constantly expanding. Science has always played a role in their search for new, authentic knowledge. Both fields aim to find patterns of order that correspond to existing truths. This research focuses on the relationship of the Quran with Science and Technology. This research uses qualitative methods with the type of literature study research.Keywords: Korelasi, Al-Qur'an, Modern Scienc

    Variations on the Author

    No full text
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
    corecore