1,721,122 research outputs found

    Perlawanan Syekh Syarip Prawira Sentana Dan Ki Sodewo Menentang Kolonialisme Belanda Di Kulon Progo 1839-1840

    Full text link
    The presence of colonialism in Nusantara brought major changes in the social life of the people. The changes that occurred then led to an act of resistance as an effort to restore the social order that had been damaged. Socio-religious movements have become an important part of the history of local people\u27s resistance to colonialism. Kulon Progo became one of the bases of religious social movements. One of the socio-religious movements that occurred in Kulon Progo was the resistance movement carried out by Sheikh Syarip Prawira Sentana and Ki Sodewo. The rebellion occurred in 1838-1840 M. This study discusses the socio-religious movement that was ignited by Sheikh Syarip Prawira Sentana and Ki Sodewo, covering the background of its occurrence in terms of socio-political, socio-economic, then a discussion of the brief profile of Sheikh Syarip Prawira Sentan and Sodewo and the chronology of the events of Syarip Prawira\u27s resistance. Sentana and Ki Sodewo. This article uses the historical method and uses a sociological approach to be able to see the events of Syarif Prawira Sentana and Ki Sodeweo from a sociological perspective.  Keywords: Kulon Progo Resistance, Religious Social Movement, Colonialism.  Hadirnya kolonialismedi Nusantara membawa perubahan besar dalam kehidupan sosial masyarakat. Perubahan yang terjadi kemudian menimbulkan suatu tindakan perlawanan sebagai upaya untuk mengembalikan tatanan sosial yang telah rusak. Gerakan sosial keagamaan menjadi bagian yang penting dalam sejarah perlawanan masyarakat lokal terhadap penjajah. Kulon Progo menjadi salah basis gerakan sosial keagamaan. Salah satu gerakan sosial keagamaan yang pernah terjadi di Kulon Progo adalah  gerakan perlawanan yang dilakukan oleh Syekh Syarip Prawira Sentana dan Ki Sodewo.Pemberontakan tersebut terjadi pada tahun 1838-1840M. Artikel ini membahas mengenai gerakan sosial keagamaan yang dikobarkan oleh Syekh Syarip Prawira Sentana dan Ki Sodewo, meliputi latar belakang terjadinya ditinjau dari segi sosial-politik, sosial-ekonomi, kemudian pembahasan mengenai profil singkat Syekh Syarip Prawira Sentan dan Sodewo dan kronologi peristiwa perlawanan Syarip Prawira Sentana dan Ki Sodewo. Artikel Ini menggunakan metode Sejarah dan menggunakan pendekatan sosiologi sehingga mampu melihat peristiwa Syarif Prawira Sentana dan Ki Sodeweo dari sudut pandang sosiologi. Hasil penelitian ini menujukan gerakan perlawanan Syarip Prawira Sentana dan Ki Sodewon secara umum terjadi sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap pemerintah lokal yang bersifat kooperatif dengan pemerintah kolonialisme Belanda. Gerakan ini mengnggunakan ide-ide milleniarisme dalam gerakanya. Perlawanan yang di mobilisasi oleh Syarip Prawira Sentana dan Ki Sodewo berdampak pada kestabilitasnan keamanan, akibatnya pasca terjadinya pergolakan ini pemerintah kolonial Belanda semakin memperkuat penjagaan di berbagai benteng pertahanan

    PERISTIWA GEGER SYEKH SYARIP PRAWIRA SENTANA OBONG DI PURWOREJO DAN KULON PROGO 1838-1840 M

    Full text link
    Hadirnya kolonialisme di Nusantara membawa perubahan besar dalam kehidupan sosial masyarakat. Perubahan yang terjadi kemudian menimbulkan suatu tindakan perlawanan sebagai upaya untuk mengembalikan tatanan sosial yang telah rusak.Gerakan sosial menjadi bagian yang cukup penting dalam sejarah perlawanan masyarakat lokal kolonialisme Belanda. Peristiwa Geger Syarip Pawira Sentana Obong merupakan salah satu pergolakan sosial yang terjadi di Purworejo dan Kulon Progo 1838-1840 yang turut mengisi sejarah perlawanan masyarakat lokal menentang Kolonialisme Belanda. Gerakan perlawanan Syarip Prawira Sentan yang bersifat lokal tersebut mengakibatkan sosoknya dan gerakannya tidak terlalu dikenal oleh masyarakat umum. Pokok permasalahan yang akan diangkat adalah terkait Kondisi umum Purworejo dan Kulon Progo sekitar masa pergolakan. Siapakah sosok Syarip Prawira Sentana dan Proses terjadinya peristiwa pergolakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi dan psikologi. Max Weber menekankan sosiologi sebagai ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial. Pendekatan psikologi sosial dalam penelitian ini digunakan untuk menganalisa halhal yang berkaitan dengan unsur–unsur kepemimpinan, mobilisasi, ideologi, organisasi, dalam gerakan Syarip Prawira Sentana. Teori yang di gunakan dalam penelitian ini adalah teori gerakan sosial. Charles Tilly mendefinisikan gerakan sosial sebagai upaya mengadakan perubahan lewat interaksi yang mengandung perseteruan berkelanjutan diantara warga negara dan Negara.Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yaitu proses menguji dan menganalisis secara kritis berdasarkan data-data yang diperoleh dengan langkah-langkah sebagai berikut, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Penelitian ini menghasilkan: Peristiwa Syarip Prawira Sentana terjadi manakala kedua wilayah sedang dalam fase perbaikan pasca Perang Jawa, sehingga hadirnya pergolakan tersebut cukup menyita perhatian pemerintah lokal maupun kolonial. Syarip Prawira Sentan sebagai penggerak perlawanan lokal namanya disebutkan dalam sumber kolonial dan lokal seperti; Algeemen Verslag Van De Residentie bagelan Over De Yare, Algeemen Yaarlysk Van De Residen Djocyakarta Over Het Jaar 1840 dan Babad Diponegoro lan Nagari Purworejo. Gerakan fase awal gerakan Syarip Prawira Sentana di daerah Purworejo setelah memasuki desa Wates Syarip Prawira Sentana cenderung banyak melakukan huru-hara di afdeling kulon Progo hingga puncak pergolakan dan berakhirnya pergolakan. Akibat dari tersebut pemerintah kolonial dibantu dengan pemerintah lokal kembali memperketat penjagaan di wilayah yang menjadi basis gerakan Syarip Prawira Sentana

    Penilaian Kadar Basa-Basa Tukar dan Kejenuhan Basa Tanah serta Pertumbuhan Tanaman Gambir (Uncaria gambir Roxb) di Kebun Inti Gambir Kabupaten Pakpak Bharat

    No full text
    AHMAD SYARIP RAMBE: Appraisal ofBase-Base Change andSoil Base SaturationwithGambier(Uncaria gambierRoxb) Plants GrowthinPakpakBharat GambierCoreGardens. Under the Supervision of RAHMAWATY and ABDUL RAUF. Gambieris one of thecommoditiesthatpeople'seconomic value. Gambier is the shrubsand includedasnon-timberforest products. PakpakBharatisthe largestproducing gambier areainNorth Sumatra. This reseach aimsto analyze base-base changesuch as potassium(K), Sodium(Na), Calcium(Ca), magnesium(Mg), cation exchange capacity(CEC) andbase saturation(KB), with analyze gambier plants growth. This reseach was performed in Juni – September 2013 at Gambier Core Gardens Pakpak Bharat. Chemichal analysis of the soil was performed at Riset and Technologi Laboratory, College of Agriculture, Nort Sumatra University, Medan. Valueofallthe parameterstestedwithleast significant differencetest. The result showed that landpositionandgrowth ratesignificantly effectthe numberof shoots. Landposition also showed significantexchangerateof Nadd, Cadd, andKTK. Land position and growth rate don’t significanteffect to Kdd, Mgdd, and KB.60 HalamanSkripsi Sarjan

    Selayang Pandang Kopak Indonesia

    No full text
    Buku kategori sosial dan politik yang berjudul Selayang Pandang Kopak Indonesia merupakan buku karya dari Syarip Hidayat. Kopak Indonesia ditasbihkan pada tanggal 21 September 2010 pukul 18:36 WIB melalui jejaring sosial (Facebook). Namun dalam perkembangannya secara tidak diduga di bulan pertama KOPAK INDONESIA mendapat sambutan yang hangat, dan tentunya tidak semudah membalikan telapak tangan, tentu saja adanya pelemahan-pelemahan bahkan presure baik langsung maupun tidak langsung. Namun demikian KOPAK INDONESIA tidak pernah mundur dan gentar menghadapi hal-hal tersebut, Alhamdulillah seiring waktu terus berputar satu tahun kelahiran KOPAK INDONESIA dapat dirayakan. Adapun tema HUT KOPAK INDONESIA “Mari selamatkan generasi muda Indonesia dari perilaku korupsi, Kita jangan diam hukum harus ditegakkan, korupsi harus dilawan, lawan bahaya laten korupsi di birokrasi”

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    PENGARUH SERVICE CONVENIENCE TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN (Suatu Studi pada Bahana Motor Cabang Ciamis)

    No full text
    Syarip Rahmat. NIM 3402160306. Pengaruh Service Convenience Terhadap Kepuasan Pelanggan (Suatu Studi pada Bahana Motor Cabang Ciamis). Dibawah bimbingan Dr. Nana Darna,SE., M.M., (Pembimbing I) dan Ronny Marsiana, S.E., M.M. (Pembimbing II). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya kepuasan pelanggan pada Bahana Motor Ciamis, hal ini terlihat dari adanya beberapa konsumen yang masih kurang puas dengan pelayanan yang diberikan oleh pihak perusahaan. Hal tersebut diakibatkan oleh belum optimalnya pelaksanaan service convenience yang dilakukan oleh pihak perusahaan. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: 1) Bagaimana pelaksanaan service convenience pada Bahana Motor Cabang Ciamis?; 2) Bagaimana kepuasan pelanggan pada Bahana Motor Cabang Ciamis?; 3) Bagaimana pengaruh service convenience terhadap kepuasan pelanggan pada Bahana Motor Cabang Ciamis? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey dengan pendekatan data kuantitatif dan analisis data kuantitatif deskriptif, kuantitatif asosiatif. Jumlah populasi yang akan dijadikan objek penelitian adalah seluruh konsumen dealer Bahana Motor Ciamis pada bulan Januari–Desember 2019 yaitu sebanyak 1.455 orang, ukuran sampel yang dipilih adalah sebanyak 94 orang. Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan melalui beberapa teknik yaitu studi kepustakaan, studi lapangan dan penyebaran angket. Dari hasil penelitian, dapat ditarik suatu simpulan sebagai berikut: 1) Service convenience pada Bahana Motor Cabang Ciamis selama ini sudah baik. Adapun skor rata-rata tertinggi adalah pada indikator kenyamanan manfaat, sementara rata-rata skor terendah yaitu pada indikator kenyamanan pengambilan keputusan; 2) Kepuasan konsumen pada Bahana Motor Cabang Ciamis sealama ini sudah tinggi. Adapun skor rata-rata tertinggi adalah pada indikator harapan (expectation), sementara rata-rata skor terendah yaitu pada indikator konfirmasi/diskonfirmasi (confirmation/disconfirmation); 3) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan service convenience terhadap kepuasan konsumen pada Bahana Motor Cabang Ciamis. Artinya apabila service convenience sudah baik maka kepuasan konsumen akan meningkat

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore