184 research outputs found

    Makna hidayah dalam QS. Al Qashash : 56 menurut M. Quraish Shihab dan implikasinya terhadap dakwah

    No full text
    Skripsi karya Muhammad Syarif Hidayat ini berjudul “Makna Hidayah dalam QS. Al Qashash : 56 Menurut M. Quraish Shihab dan Implikasinya Terhadap Dakwah”. Pemilihan judul tersebut dilatar belakangi oleh beberapa kasus konversi agama yang terjadi di Indonesia . Seperti kasus Deddy Corbuzier yang menjadi muallaf, Sedangkan contoh lainnya, yaitu kasus Salmafina Sunan yang berpindah agama dari Islam menjadi Kristen. Dari latar belakang tersebut, penulis mengambil objek penelitian QS. Al Qashash ayat 56 yang ditafsirkan M. Quraish Shihab. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1. Apakah makna hidayah dalam QS. Al Qashash : 56 Menurut M. Quraish Shihab?, 2. Bagaimanakah implikasi hidayah terhadap proses dakwah? Kajian skripsi ini bersifat library research dan berjenis kualitatif. Penafsiran Quraish Shihab terhadap QS. Al Qashash : 56 dalam kitab Tafsir Al Misbah menjadi sumber primer. Sedangkan data sekunder diperoleh dari kitab, jurnal,dan buku lainnya yang mendukung penelitian. Data yang ada dianalisis dengan metode analisis isi dan hermeneutik. Dari analisis yang dilakukan, didapati hasil bahwa kandungan dalam QS. Al Qashash : 56 adalah mengenai hidayah taufik. Hidayah taufik merupakan kehendak absolut dari Allah SWT. Sementara dakwah menjadi wasilah dari da’i dalam rangka mengajak,membimbing, dan memimpin mad’u agar berbuat kebaikan, mengikuti petunjuk Allah, dan mencegah dari kemungkaran supaya mendapat kebahagiaan di dunia dan akhirat. Da’i hanya mampu mengupayakan dakwah dengan menyampaikan pesan dakwah melalui metode dan media tertentu sesuai dengan sasaran yang dihadapi. Apabila Allah berkehendak seseorang beriman, maka seseorang akan menerima dakwah dan memperoleh hidayah taufik. Tetapi sebaliknya keimanan seseorang akan hilang apabila Allah mencabutnya kembali dan menggantinya dengan kesesatan

    Praktik kerjasama tanaman cengkeh di lahan perhutani desa wonobo kecamatan ngadirijo kabupaten pacetan menurut perspektif hukum islam

    No full text
    Hidayat, Muhammad Syarif, 2021.Praktik Kerjasama Tanaman Cengkeh Di Lahan Perhutani Desa Wonosobo Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan Menurut Perspektif Hukum Islam. Skripsi Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo (IAIN). Pembimbing Dr. Muh. Mukhlas, M. Pd. Kata Kunci : Mukha>barah dan Bagi Hasil Skripsi ini berangkat dari latar belakang masalah tentang praktik bagi hasil tanaman cengkeh di tanah Perhutani yang dilakukan antara masyarakat dengan Perhutani, setelah tanaman sudah mulai besar dan akan berbuah. Dalam teori Islam akad sebuah persyaratan perjanjian seharusnya dilakukan sebelum orang melakukan pekerjan itu. Dari latar belakang tersebut, permasalahan yang perlu dibahas diantaranya adalah: 1) bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap akad kerjasama tanaman cengkeh antara masyarakat dengan Perhutani di Desa Wonosobo Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan? 2) bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap bagi hasil tanaman cengkeh antara masyarakat dengan Perhutani di Desa Wonosobo Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan? Untuk menjawab pertanyaan di atas, penelitian ini dirancang dalam bentuk penelitian kualitatif, dengan menggunakan metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis yang digunakan menggunakan metode induktif yaitu metode yang menekankan pada pengamatan dahulu, lalu menarik kesimpulan berdasarkan pengamatan tersebut. Dari analisis data dapat disimpulan bahwa:1). Di tinjau dari hukum Islam akad kerjasama tanaman cengkeh di Lahan Perhutani di Desa Wonosobo Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan mengunakan Akad mukha>barah, dan sudah sesuai dengan hukum Islam karena kedua belah pihak sudah mensetujui(sudah ridho). Meski demikian akad tidak dilakukan diawal. Jika dilihat dari kacamata hukum Islam praktik kerja sama yang terjadi di Desa Wonosobo mengandung unsur ta‟awun. 2). Menurut hukum Islam pembagian hasil antara pihak Masyarakat dengan pihak Perhutani di Desa Wonosobo Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan yang di dasarkan pada saat panen satu tahun atau dua tahun sekali sudah sesuai dengan fiqh Mu‟amalah meskipun saat perawatan semua biaya dibebankan kepada Masyarakat. Perjanjian tetap dibolehkan karena pada saat pihak Perhutani dan pihak Masyarakat melakukan perjanjian tidak ada pihak yang menolak atau merasa keberatan. Sedangkan akad bagi hasil yang dilakukan Perhutani dan Masyarakat sah sesuai dengan hukum Islam

    Visibilitas Website UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam Pemeringkatan Webometrics

    No full text
    This article attempts to describe the efforts to increase the visibility of the website of UIN Syarif Hidayatullah Jakarta in webometrics ranking. Webometrics is a means to measure the progress of a university through its website. This article aims to find the right work steps in an effort to increase website visibility and also the birth of practical steps to lift webometrics rankings that can be used as guidelines by website managers at UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. This research uses a qualitative approach with a descriptive type. The main data was obtained using Focus Group Discussion (FGD) techniques by presenting parties related to webometrics ranking, having knowledge of SEO practices, and having experience in web management. The findings indicate that there have been efforts to increase the quantity and quality of content with the establishment of the publication and documentation division. There are still various obstacles to be faced, such as content management that does not meet SEO principles, several pages and subdomains that are not maintained, are damaged, and even lost, causing bad backlinks. It is necessary to build a website that uses the multisite method which is very effective and efficient in integrating various website needs at UIN Jakarta. The need for various efforts to overcome these obstacles, such as the need for effective communication between web development teams, the need for SEO-friendly content writing training, and the importance of SOPs in optimizing web performance and getting maximum webometrics ranking

    Studi pemikiran Raden Haji Muhammad Nuh Cianjur tentang penentuan arah kiblat dalam kitab Risalah al-Qiblah

    No full text
    Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada saat ini memang sangat memungkinkan untuk menemukan arah kiblat yang lebih akurat. Risalah al-Qiblah karya Raden Haji Muhammad Nuh Cianjur merupakan kitab yang membahas mengenai penentuan arah kiblat yang dilengkapi data nilai arah kiblat terhadap Barat dan Utara untuk 18 Kota di Indonesia dan arah kiblat untuk 278 kota diseluruh dunia (Asia, Afrika, Eropa, dan Australia). Melihat permasalahan di atas, penulis ingin menganalisis akurasi arah kiblat dalam kitab tersebut dengan teori dan perhitungan yang sama dan modern. Sehingga penulis merumuskan dua masalah dalam penelitian ini, yaitu bagaimana pemikiran Raden Haji Muhammad Nuh dalam penentuan arah kiblat? dan bagaimana tingkat akurasi arah kiblat dalam kitab Risalah al-Qiblah karya Radsen Haji Muhammad Nuh Cianjur? Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan data primer yaitu Kitab Risalah al-Qiblah dan wawancara dengan peneliti sebelumnya. Sedangkan data skundernya penulis mengambil dari buku-buku dan karya ilmiah yang berhunungan dengan arah kiblat. mengenai analisis data penulis menggunakan metode deskiptif analitik yaitu analisis dengan menggambarkan perhitungan arah kiblat dengan teori yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah penulis melakukan observasi, ternyata ditemukan hasil arah kiblat dari kitab Risalah al-Qiblah selisih 2˚ dengan teori perhitungan segitiga bola. Artinya arah kiblat dalam kitab Risalah al-Qiblah bisa dikatakan akurat bila memakai teori segitiga bola karena masih dalam konteks Ihtiyatul Kakbah. ABSTRACT: The development of science and technology at this time is indeed very possible to find a more accurate Qibla direction. The Risale al-Qiblah by Raden Haji Muhammad Nuh Cianjur is a book that discusses the determination of the Qibla direction which is equipped with data on the Qibla direction values to the West and North for 18 Cities in Indonesia and the Qibla direction for 278 cities around the world (Asia, Africa, Europe and Australia ). Seeing the problems above, the author wants to analyze the accuracy of the Qibla direction in the book with the same and modern theories and calculations. So the authors formulate two problems in this study, namely how Raden Haji Muhammad Nuh's thoughts in determining the Qibla direction? and what is the level of accuracy of Qibla direction in the book Risale al-Qiblah by Radsen Haji Muhammad Nuh Cianjur? The method used by the author in this study is a qualitative method, with primary data, namely the Book of Risale al-Qiblah and interviews with previous researchers. While the secondary data the author takes from books and scientific works related to the Qibla direction. regarding data analysis the author uses descriptive analytic method, namely analysis by describing the calculation of Qibla direction with existing theory. The results showed that after the writer made observations, it was found that the results of the Qibla direction from the Risale al-Qiblah book had a difference of 2˚ with the spherical triangle calculation theory. This means that the Qibla direction in the Risale al-Qiblah book can be said to be accurate when using the spherical triangle theory because it is still in the context of the Ihtiyatul Kaaba

    STUDI PERBANDINGAN PEMIKIRAN Muhammad Ahmad Khalafullah Dan Muhammad 'Abid al-jabiri Tentang Kisah Dalam AL-QUR'AN.

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi informasi mahasiswa peraih Student Achievement Award 2016, kendala mahasiswa dalam menemukan informasi yang diinginkan serta upaya yang dilakukan dari kendala tersebut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskripsi dengan pendekatan kuantitatif yang pengambilan data menggunakan kuesioner. Kuesioner ini di sebar kepada mahasiswa berprestasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pemenang Student Achievement Award 2016 dengan jumlah populasi 196 mahasiswa dari 3 kategori. Adapun sampel yang digunakan sebanyak 30 responden atau 15% dari total keseluruhan. Penelitian ini menggunakan model literasi informasi The Plus Model. Hasil penelitian menunjukan bahwa analisis kemampuan literasi informasi mahasiswa peraih Student Achievement Award 2016 menunjukan dari jumlah keseluruhan indikator adalah 12,75 dengan skor rata-rata 3,18. Jadi kemampuan literasi informasi mahasiswa peraih Student Achievement Award 2016 adalah baik. Kendala yg dialami mahasiswa berprestasi di bagi menjadi 2 bagian, yang pertama kendala dari dalam, ini cenderung timbul akan aspek ketergantungan perasaan (mood), keadaan dan keterbatasan kemampuan seseorang dalam mencari dan menemukan segala informasi yang menjadi prioritas dan memiliki nilai presentase 11.7%. Sedangkan yg kedua adalah kendala dari luar, yaitu keterbatasan kesediaan informasi dan kebaruan (update) kata kunci yang terdapat di OPAC Perpustakaan Utama UIN Jakarta yang dikemukakan oleh para responden masih menemukan beberapa yang tidak sesuai yang diinginkan dan kurang maksimalnya fasilitas seperti akses internet terkadang menjadi hal mendasar bagi pencarian informasi serta memiliki nilai presentase 88%. Adapun upaya yang mesti dilakukan pada solusi dari kendala yang di hadapi dari dalam memiliki nilai presentase 9% diantaranya refreshing, buat time schedule (jadwal sehari-hari) secara teratur dan menggunakan alat bantu untuk penerjemahan. Sedangkan untuk solusi dari kendala yg di hadapi dari luar memiliki nilai presentasi 87.8%xi, 87 hlm.; 24 c

    KECERNAAN IN VITRO SILASE LIMBAH SAYUR KOL DAN SAWI DENGAN PENAMBAHAN SUMBER ADITIF BERBEDA

    No full text
    KECERNAAN IN VITRO SILASE LIMBAH SAYUR KOL DAN SAWI DENGAN PENAMBAHAN SUMBER ADITIF BERBEDA Muhammad Ridwan Hidayat (11980110191) Di bawah bimbingan Triani Adelina dan Eniza Saleh INTISARI Produksi limbah sayur di Kota Pekanbaru sekitar 235,45 ton/hari sehingga limbah sayur kol dan sawi memiliki potensi dimanfaatkan kembali menjadi alternatif bahan pakan ternak. Pemanfaatan limbah sayur kol dan sawi perlu dilakukan dengan metode silase menggunakan aditif untuk memperbaiki nilai kecernaan bahan kering (KcBK), kecernaan bahan organik (KcBO), produksi NH 3 dan VFA. Pembuatan silase dilakukan di Laboratorium Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Pengujian kecernaan dilakukan di Laboratorium Nutrisi Ternak Perah Institut Pertanian Bogor. Penelitian ini menggunakan limbah sayur kol, sawi, dedak padi, onggok dan tepung jagung dengan lama pemeraman selama 14 hari. Penelitian ini menggunakan Rancangan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dengan 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari penambahan aditif, yaitu P1=aditif dedak padi 30% P2= aditif tepung jagung 30% P3%=aditif onggok 30% P4= aditif dedak padi 10%+ tepung jagung 10%+ onggok 10%. Adapun parameter dari penelitan ini adalah Kecernaan Bahan Kering (KcBK), Kecernaan Bahan Organik (KcBO), NH 3 , dan VFA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan sumber aditif yang berbeda pada silase limbah sayur kol dan sawi tidak berpengaruh nyata pada NH 3 (P>0,05). namun berpengaruh sangat nyata (P<0,01) pada KcBk, KcBo dan VFA. Penelitian ini meningkatkan nilai KcBK (58,87%-84,04%), KcBO (59,60%84,06%), VFA (91,61mM-167,95 mM). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan bahan aditif dalam kecernaan In Vitro mampu meningkatkan KcBk, KcBo, VFA serta mempertahankan konsentrasi NH 3 dan perlakuan terbaik pada penambahan bahan aditif berupa tepung jagung menghasilkan KcBK, KcBO dan VFA yang tertinggi. Kata kunci: limbah sayur, aditif, silase, in vitro, kecernaa

    Metode Dakwah K.H Muhammad Supriyadi AM, Di Pondok Pesantren Riyadlul Jannah Ciseeng

    No full text
    KH. Muhammad Supriadi AM, terbilang sukses dalam penyampaian dakwahnya. Sistem pun yang cukup baik, beliau dapat merekrut begitu banyak kalangan mad?u dari berbagai status. Selain dari pada itu, beliaupun berhasil menyampaikan dakwahnya melalui bidang pendidikan yaitu tepatnya di pondok Pesantren Riyadlul Jannah yang berada di Ciseeng, Karena beliau adalah seorang Pendiri, Pengasuh Pondok Pesantren tersebut. Selain seorang Pendiri dan pengasuh pondok pesantren kemudian beliau juga Merupakan seorang motivator yang baik untuk santri Riyadlul Jannah selain itu juga beliau adalah merupakan seorang pemimpin yang sangat tegas dalam segala apapun. Dan beliau juga ingin menegaskan kepada santrinya untuk malaksanakan Kiamul Lail (Bangun Malam) selain dari pada itu beliau juga mengajarkan santrinya bertani Jamur Tiram. Dari konteks di atas, penulis membuat pertanyaan: Bagaimana konsep metode dakwah menurut KH. Muhammad Supriyadi, AM, di pondok pesantren riyadlul jannah, ciseeng, parung? Bagaimana penerapan metode dakwah KH. Muhammad Supriyadi, AM, di pondok pesantren riyadlul jannah, ciseeng, parung? Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif yaitu sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Dengan menggunakan metodelogi deskriptif analisis yaitu bahwa data dikumpulkan berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka. Yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara mendalam dengan narasumber dan dokumentasi yang akan menghasilkan penafsiran penulis. KH. Muhammad Supriyadi AM. adalah da?i dan ulama yang cukup berpengaruh di ciseeng. Dalam metode pembinaan dakwah, beliau menggunakan bentuk dakwah bil-Lisan melalui metode tausiyah, metode motivasi, metode Tanya jawab. Bentuk dakwah bil-Hal dalam berbagai bidang diantaranya: bidang keagamaan dan pendidikan, bidang sosial kemasyarakatan, bidang ekonomi dan bidang perdagangan. Bantuk dakwah bil Qalam menggunakan media tulisan seperti menulis buku. Penulis menganalisa metode dakwah KH, Muhammad Supriyadi Am, di Pondok Pesantren Riyadlul Jannah melalui pengamatan dan penelitian ini bahwa kesimpulannya dengan keilmuan dan keagamaan yang tinggi, istiqomah selalu memberikan contoh dengan bersedekah atau menyantunin anak yatim dan ibadah yang rajin. Seperti qiamul lail atau disebut juga bangun malam untuk melaksanakan shalat tahajud, dan segala amal perbuatan beliau menerapkan metode dakwahnya dengan baik

    Argumentasi Pembaruan Ushul Al-Fiqh: Problematika dan Tantangannya

    No full text
    AbstrakPembaruan atas hukum Islam meliputi pembaruan atas Ushūl al-Fiqh dan Fiqh. Ushūl al-Fiqh khususnya sebagai metode pengabilan hukum Islam merupakan salah satu yang paling disorot. Seiring dengan perkembangan zaman, Ushūl al-Fiqh dituntut peranannya untuk selalu luwes dan tanggap dalam merespon problematika umat. Oleh karena itu, secara tidak langsung, pembaruan Ushūl al-Fiqh merupakan hal yang tidak bisa dielakkan. Namun demikian, usaha untuk melakukan pembaruan mendapat respon beragam dari berbagai kalangan. Ada yang pro juga ada yang kontra.  Tulisan ini adalah sebuah upaya untuk mendeskripsikan pembaruan yang terjadi dalam Ushūl al-Fiqh dengan menampilkan beberapa argumen dari para pemikir klasik maupun kontemporer. Tulisan ini merupakan studi kepustakaan dan dianalisis dengan metode deskriptif-analitik.Kata Kunci: Pembaruan, Ushūl al-Fiqh, Hukum Islam AbstractRenewal of Islamic law includes renewal of Ushūl al-Fiqh and Fiqh. Ushul al-Fiqh in particular as a method of imposing Islamic law is one of the most highlighted. Along with the times, Ushul al-Fiqh is required to have a role to always be flexible and responsive in responding to the problems of the people. Therefore, indirectly, the renewal of Ushūl al-Fiqh is inevitable. However, efforts to carry out reform have received mixed responses from various groups. There are pros and cons. This paper is an attempt to describe the reforms that have occurred in Ushūl al-Fiqh by presenting several arguments from classical and contemporary thinkers. This paper is a literature study and is analyzed using descriptive-analytic methods.Keywords: renewal, Ushūl al-Fiqh, Islamic La

    PERENCANAAN LINGKUNGAN DAN BANGUNAN BERKELANJUTAN DI INDONESIA: TINJAUAN DARI ASPEK PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

    No full text
    Definitions of green buildings, in essence it should be environmentally friendly and sustainable ranging from planning, implementation to operation of the building. In the implementation of the legislation is needed to ensure its implementation. Candy MOE issued a regulation on the criteria and certification of environmentally friendly building where the content has some similarities with the green building parameters issued by GBCI. Parameter issued by GBCI is Appropriate Land, Energy Efficiency and Refrigerants, Water Conservation, Resource and Material Cycle, Quality and Comfort Air, and the Built Environment Management. This research question is whether there are other laws that support the concept of building a 'green'. The method used is descriptive review the regulations of the aspects of green building. The results showed that there are many laws and regulations in Indonesia has not accommodate green building design criteria. This could mean there are no rules or regulations already exist, but still expressed in general

    Efektivitas Pelaksanaan Pelayanan Hak Tanggungan Terintegrasi Secara Eletronik Berdasarkan Undang-undang No 4 Tahun 1996 Tentang Hak Tanggungan Beserta Benda-benda Berkaitan Dengan Tanah

    No full text
    Mortgage is a security interest imposed on land rights as stipulated in the Basic Agrarian Law, including or excluding other objects, which are considered as a single unit with the land, to secure specific debt repayment and provide a prioritized position to certain creditors over other creditors. Since the implementation of Ministerial Regulation Number 5 of 2020, Mortgage Registration has been conducted electronically. However, during its execution, several issues have arisen in the Integrated Electronic Mortgage Registration in Kampar Regency. The research questions in this study are: 1) How effective is the Implementation of Integrated Electronic Mortgage Registration in Kampar Regency? 2) What are the inhibiting factors and their solutions for the Implementation of Integrated Electronic Mortgage Service? In this study, the author employs the Empirical Juridical Research Method, utilizing both primary and secondary data, along with data collection techniques involving interviews with relevant parties related to this research. The effectiveness of Electronic Mortgage Registration in Kampar Regency has not been optimal, as there are recurring challenges such as the unpreparedness of the Ministry of Agrarian Affairs regarding Network/System Quality, numerous certificates, Survey Letters, and Plots that have not been validated, contradicting Article 27 of Ministerial Regulation Number 5 of 2020, which stipulates that Data Validation is one of the National Land Agency's readiness requirements. Furthermore, the primary inhibiting factors in implementing Electronic Mortgages are, first, the substantial amount of unvalidated Land Data and Quality, second, the insufficient infrastructure to support Electronic Implementation, third, Mortgage Services not providing access to land originating from older conversions (Land Rights without a Certificate), whereas according to Article 10 of the Mortgage Law, if the land rights meet the criteria for registration but lack a Certificate, the granting of a Mortgage can be done simultaneously with the registration of the relevant land rights. Fourthly, the regulations governing Electronic Mortgage Removal are not sufficiently comprehensive or clear. From these issues, it is apparent that the Ministry of Agrarian Affairs/National Land Agency needs to enhance their service quality in various aspects, starting from clear and non-contradictory rules, improving performance, and enhancing infrastructure, all aimed at achieving effective Electronic Mortgage Service
    corecore