Universitas Diponegoro: Undip E-Journal System (UEJS) Portal
Not a member yet
9349 research outputs found
Sort by
Komodifikasi Rumah dan Perubahan Sosial-Ekonomi di Kawasan Peri-Urban Sekitar Universitas Telkom, Kabupaten Bandung
Kawasan peri-urban mengalami adaptasi dari menyebarkan kegiatan perkotaan. Perwujudan dari hubungan ruang dan sistem sosial ekonomi yang kompleks dan dinamis pada kawasan peri-urban terlihat jelas dari kemunculan praktik komodifikasi rumah. Pada kawasan peri-urban di sekitar Universitas Telkom, berbagai kegiatan perkotaan yang menjamur berpotensi mempengaruhi pemanfaatan rumah penduduk yang dikomodifikasikan menjadi bukan sekedar rumah saja. Tulisan ini mengidentifikasi komodifikasi rumah beserta asosiasinya terhadap perubahan sosial ekonomi di kawasan peri sekitar Universitas Telkom, Kabupaten Bandung. Tulisan disusun berdasarkan penelitian yang menggunakan metode kualitatif untuk menjelaskan keberadaan, karakteristik, dan proses terjadinya komodifikasi rumah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan kegiatan perkotaan berupa kegiatan pendidikan yang bergeser ke pinggiran mendorong terjadinya komodifikasi rumah di kawasan peri-urban. Pertumbuhan penduduk pada kawasan peri-urban sekitar Universitas Telkom karena adanya pendatang yang sebagian besar adalah mahasiswa berasosiasi pada terjadinya komodifikasi rumah. Dalam pengembangan kawasan, komodifikasi rumah terjadi melalui perubahan guna lahan yang memicu adanya perumahan maupun melalui perubahan fungsi rumah dan peningkatan intensitas bangunan rumah. Komodifikasi rumah yang terjadi di kawasan peri-urban tidak membawa perubahan yang hanya terbatas pada keuntungan modal akumulatif/sumber penghasilan saja, tetapi juga dapat menghilangkan fungsi hunian dari rumah yang mengalami komodifikasi
The Effect of Financial Literacy on Access to Credit for Maize Farmers in Madura Island, Indonesia
The level of financial literacy affects the access to credit that is appropriate in overcoming the finances of corn farmers on Madura Island. The purpose of this study is to determine the effect of financial literacy on access to credit for corn farmers on Madura Island. The method used in this research is quantitative with probit regression analysis tool to determine the relationship between the influence of the independent variable of financial literacy on the dependent variable of credit access. The data used in this study is primary data, namely data obtained directly by interviews with 143 corn farmers on Madura Island. The results showed that financial literacy influences corn farmers' credit access, but financial literacy needs to be improved for better and more appropriate credit access. Increasing financial literacy can be done with financial training to improve the welfare of corn farmers in Madura
Determinant of Indonesian Frozen Shrimp Export Volume to Japan
Shrimp is a leading export commodity in the fisheries sector in Indonesia, playing a significant role in generating foreign exchange earnings, particularly through exports to the United States and Japan. Despite its importance, the volume of Indonesian frozen shrimp exports to Japan has fluctuated in recent years. This research investigates the key factors influencing these export volumes, focusing on frozen shrimp production, international shrimp prices, the USD to IDR exchange rate, and Gross Domestic Product (GDP) of Japan). Data were sourced from UN COMTRADE, the World Bank, Statistics Indonesia (BPS), the Ministry of Marine Affairs and Fisheries, the Japan External Trade Organization (JETRO), and Trade Statistics of Japan. A quantitative research approach was employed, using multiple linear regression analysis to determine the relationships among the variables. The findings revealed that frozen shrimp production, the exchange rate, and GPD of Japan have a significant impact on export volumes, while international shrimp prices do not show a statistically significant effect. Among these, the GDP of Japan emerged as the most influential factor. Based on these results, policy recommendations include the enhancement of international branding, formulation of comprehensive production planning, and the improvement of product value and quality
Relativistic Effects and Stellar Properties in Hipparcos Binary Stars, White Dwarfs, and Neutron Stars
The research analyzes astrophysical phenomena in binary stars, fast stars, white dwarfs, and neutron stars, taking relativistic effects into account using Hipparcos catalog data. The objectives are to evaluate the relativistic precession of binary stars, the Shapiro delay due to the supermassive black hole Sgr A, the relativistic correction of neutron star luminosity, the distribution of star populations in the Hertzsprung–Russell diagram, the gravitational redshift of white dwarfs, and the characteristics of stars with extreme transverse velocities. Data from 10,726 binary star systems and 602 white dwarfs were processed numerically using R for data manipulation, visualization, and statistical calculations. The results show that relativistic precession in binary stars is generally small, increases in narrow orbits, and follows a power law with respect to the semi-major axis (exponent −0.453). Shapiro delay varies with projected distance to Sgr A, with most stars experiencing small delays, while some experience delays of up to 310 seconds. Neutron star luminosity shows a relativistic correction of ~0.03%, consistent with gravitational redshift and time dilation. The Hertzsprung–Russell diagram shows a clear separation between giants, main sequence stars, and white dwarfs, with a significant linear relationship between absolute magnitude and color index (B−V). The gravitational redshift of white dwarfs is controlled by radius (exponent −1.0001), while stars with extreme velocities form a heterogeneous and evenly distributed population. In conclusion, Hipparcos data support general relativity predictions and enable quantitative evaluation of stellar physics and evolution. Research novelties include systematic measurements of relativistic precession, Shapiro delay, neutron star luminosity corrections, white dwarf radius–redshift relationships, and kinematic characteristics of extreme stars
Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Di Batang (Dalam Kajian Paradigma Kritikal Dengan Pendekatan Sosio Legal)
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan penelitian sebagai berikut; Mengapa Kasus PLTU Batang Tak Kunjung Usai, dalam Pendekatan Hukum Positivistik dan Dominasi Minim Konsultasi dan Kompromi, dan bagaimana Solusi untuk Kebahagiaan Bersama. Pendekatan yang digunakan yaitu sosio legal. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Penyebab konflik yang terjadi diantara masyarakat di daerah yang akan dibangun PLTU di Batang yang tidak kunjung usai dikarenakan Pendekatan Hukum yang positivistic. Pendekatan hukum yang pluralis, akan lebih mudah digunakan untuk menyelesaikan masalah riil yang terjadi di dalam masyarakat, karena dengan pendekatan itu kepentingan negara, masyarakat terbingkai dalam hukum dengan didasari nilai-nilai keyakinan yang mendasar dan diyakini kebenarannya oleh warga masyarakat
Pengaruh hormon tiroksin (T4) dalam pakan dengan interval waktu yang berbeda terhadap pertumbuhan dan sintasan benih ikan nila salin (oreochromis niloticus)
Ikan nila salin memiliki potensi yang besar untuk dibudidayakan dan salah satu strain yang mampu hidup hingga salinitas 18 ppt adalah nilasa. Salah satu bahan untuk menghasilkan energi melalui metabolisme yaitu hormon tiroksin yang ditambahkan dalam pakan sehingga mempercepat laju metabolisme dan pertumbuhan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh hormon tiroksin dalam pakan dengan interval waktu yang berbeda terhadap total konsumsi pakan, rasio konversi pakan, pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik, dan sintasan benih ikan nila salin (O. niloticus). Bahan uji yang digunakan yaitu benih nila salin dengan ukuran panjang 2,30±0,06 cm dan bobot 0,20±0,02 g. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimental dengan 4 perlakuan dan 4 pengulangan yaitu pemberian pakan tanpa hormon tiroksin (A), pemberian pakan dengan hormon tiroksin setiap 1 hari (B), pemberian pakan hormon tiroksin setiap 2 hari (C), dan pemberian pakan dengan hormon tiroksin setiap 3 hari (D). Dosis hormon tiroksin yang digunakan dalam pakan adalah 6 mg/kg pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hormon tiroksin (T4) dalam pakan dengan interval waktu yang berbeda berpengaruh nyata (sig<0,05) terhadap total konsumsi pakan, rasio konversi pakan, pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik, serta tidak berpengaruh nyata terhadap sintasan benih nila salin. Perlakuan B, C, dan D memiliki pengaruh yang tidak berbeda nyata terhadap total konsumsi pakan, rasio konversi pakan, pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik, dan sintasan dengan nilai antara 83,82-89,02 g; 0,85-0,94; 4,72-4,96 g; 4,20-4,39 cm; 7,60-7,76 %/hari; dan 100%. Kualitas air selama penelitian berlangsung yaitu kisaran DO 5,5-7,9 mg/l; pH 6,80-8,45; suhu 24,7-28,5; dan salinitas 15 ppt
Pengaruh Mikroplastik Polyethylene Terephthalate (PET) Terhadap Profil Eritrosit Tikus Betina Galur Wistar
Plastik merupakan salah satu bahan yang dapat terdegradasi menjadi mikroplastik dan berpotensi mengganggu sistem hematologi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa paparan mikroplastik menyebabkan penurunan jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan hematokrit. Penelitian mengenai efek toksik mikroplastik PET pada mamalia masih terbatas, sehingga penelitian ini perlu dilakukan untuk menganalisis pengaruh paparan mikroplastik PET terhadap jumlah eritrosit, hemoglobin, dan hematokrit tikus putih betina galur Wistar. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap menggunakan 20 ekor tikus putih betina Wistar yang dibagi dalam 4 kelompok perlakuan dengan 5 ulangan: P0 (kontrol), P1 (0,005 mg/2 mL/hari), P2 (0,05 mg/2 mL/hari), dan P3 (0,25 mg/2 mL/hari) secara oral selama 24 hari. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan nyata (P>0,05) antar kelompok perlakuan terhadap parameter hematologi. Nilai rata-rata parameter hematologi masih berada dalam kisaran normal. Paparan mikroplastik PET dengan dosis dan lama pemberian tersebut tidak berpotensi mengganggu proses hematopoiesis, sehingga jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan hematokrit tikus putih betina galur Wistar tetap normal. Kebaruan penelitian ini terletak pada penentuan dosis mikroplastik serta pengaruhnya terhadap sistem hematologi. Penelitian ini bermanfaat sebagai sumber informasi mengenai efek toksisitas mikroplastik pada parameter hematologi mamalia. Plastic is a material that can degrade into microplastics and potentially disrupt the hematological system. Several studies have reported that microplastic exposure leads to a decrease in erythrocyte count, hemoglobin, and hematocrit levels. Research on the toxic effects of PET microplastics in mammals remains limited, making it necessary to analyze the impact of PET microplastic exposure on erythrocyte count, hemoglobin, and hematocrit of female Wistar rats. This study was conducted using a Completely Randomized Design (CRD) with 20 female Wistar rats divided into 4 treatment groups with 5 replications: P0 (control), P1 (0.005 mg/2 mL/day), P2 (0.05 mg/2 mL/day), and P3 (0.25 mg/2 mL/day) administered orally for 24 days. The results showed no significant difference (P>0.05) between treatment and control groups in hematological parameters. The average values of hematological parameters remained within the normal range. PET microplastic exposure at the tested doses and duration did not interfere with the hematopoiesis process, indicating that erythrocyte count, hemoglobin concentration, and hematocrit levels of female Wistar rats were maintained within normal limits. The novelty of this study lies in the extrapolation of microplastic dosages and their effects on the hematological system. This research provides useful insights into the toxicological impact of microplastics on mammalian hematology
Systematic Literature Review : Efektivitas Teknologi Pembersihan Panel Surya Otomatis dalam Meningkatkan Efisiensi Energi di Area Berdebu
Studi ini mencoba mengevaluasi efektivitas sistem pembersihan otomatis untuk panel fotovoltaik dalam kaitannya dengan efisiensi operasional di wilayah kering dan berdebu. Studi ini mengkaji tiga metode pembersihan utama melalui pendekatan Tinjauan Literatur Sistematis (SLR): pembersihan manual, pelapisan hidrofobik, dan teknologi berbasis sensor. Pembersihan manual, meskipun murah, memiliki kekurangan serius dalam hal intensitas tenaga kerja yang tinggi dan perawatan berulang, sehingga tidak cocok untuk lokasi dengan polusi debu yang tinggi. Sebagai perbandingan, sistem pembersihan otomatis bekerja jauh lebih baik dalam menjaga efisiensi panel surya, terutama di iklim kering dan berdebu. Penerapan pelapisan hidrofobik anti air menawarkan alternatif pembersihan sendiri yang meminimalkan daya rekat debu, sehingga mengurangi jumlah pembersihan manual yang rutin. Teknologi berbasis sensor memungkinkan untuk menentukan tingkat debu yang menumpuk, sehingga memungkinkan operasi pembersihan hanya dilakukan saat diperlukan untuk efisiensi yang lebih baik. Hasilnya telah membuktikan bahwa pendekatan pembersihan terpadu, yang menggabungkan teknik manual dan otomatis, sangat penting untuk mencapai efisiensi panel surya maksimum dalam kondisi lingkungan yang berbeda. Pendekatan hibrida ini tidak hanya meningkatkan efisiensi biaya tetapi juga memiliki peran penting dalam keberlanjutan dan kinerja panel surya dalam jangka panjang. Dengan demikian, jadwal pembersihan yang dioptimalkan berdasarkan kondisi lingkungan tertentu dapat dengan mudah meningkatkan keandalan dan keberlanjutan sistem energi surya secara dramatis
Analisis Penurunan Input Energi Alam di Indonesia: Dampak Pandemi COVID-19 pada Tahun 2020 dan Implikasi untuk Transisi Energi
Penelitian ini menganalisis tren input energi alam di Indonesia selama periode 2018–2021, dengan fokus pada dampak pandemi COVID-19 pada sektor energi pada tahun 2020. Pandemi mengakibatkan penurunan konsumsi sumber energi tidak terbarukan, seperti batu bara, gas alam, dan minyak bumi, sebesar 4,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Dampak ini terutama disebabkan oleh kebijakan pembatasan aktivitas industri dan transportasi. Sebaliknya, energi terbarukan seperti tenaga air dan surya menunjukkan peningkatan meskipun kontribusinya terhadap bauran energi nasional masih rendah. Studi ini juga mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi penurunan input energi, termasuk gangguan rantai pasok global dan penurunan harga energi dunia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pandemi mempercepat urgensi transisi energi di Indonesia, menekankan pentingnya diversifikasi energi dan kebijakan yang mendukung pengembangan energi terbarukan. Rekomendasi strategis disampaikan untuk memperkuat ketahanan energi nasional, mempercepat investasi energi terbarukan, dan mendukung target Paris Agreement
Strategi Ekonomi Kreatif dalam Penguatan Industri Halal pada Era Digitalisasi Global di Indonesia
Indonesia memiliki kemungkinan yang sangat besar dalam mengembangkan industri halal, terutama karena memiliki jumlah populasi muslim yang paling banyak di dunia. Menggabungkan ekonomi kreatif dengan sektor halal dianggap sebagai langkah strategis karena bukan hanya dapat meningkatkan daya saing nasional, tetapi juga memberikan kesempatan untuk memasuki pasar internasional. Penggunaan teknologi digital seperti e-commerce, blockchain dan media sosial semakin menguatkan posisi UMKM halal dalam menjangkau konsumen global. Namun, berbagai tantangan seperti kurangnya pemahaman pelaku usaha tentang pentingnya sertifikasi halal, keterbatasan infrastruktur digital dan dominasi produk halal dari negara lain masih menjadi hambatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi ekonomi kreatif dalam memperkuat industri halal di tengah era digital global dengan menekankan pentingnya inovasi, digitalisasi dan kerja sama antara berbagai pihak. Temuan dari kajian ini menunjukkan bahwa penggabungan kedua sektor tersebut dapat meningkatkan nilai tambah produk halal, memperluas jangkauan pasar dan memperkuat citra Indonesia sebagai produsen halal di dunia