1,732,326 research outputs found
Syamsul Anwar dan Pemikirannya dalam Bidang Hisab-rukyat
Tulisan ini membahas pemikiran Syamsul Anwar dalam bidang ilmu falak, terutamadalam bidang hisab-rukyat. Di tengah minimnya ahli falak di Indonesia, terlebih di lingkungan Muhammadiyah, nama Syamsul Anwar terasa masih sangat asing di telinga kebanyakan orang. Akan tetapi jika kita melihat lebih saksama sesungguhnya dari tangan Syamsul Anwar-lah banyak pemikiran-pemikiran cemerlang tentang hisab- rukyat lahir dan sangat terasa kontribusinya bagi Muhammadiyah khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Tulisan ini memokuskan pada beberapa pemikiran Syamsul Anwar dalam bidang hisab-rukyat, yaitu mengenai kontekstualisasi pemahaman hadis-hadis tentang rukyat, hisab hakiki sebagai metode penentuan awal bulan dan interkoneksi studi hadis dan astronomi
Peran Pesantren Syamsul Ulum Dalam Memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia Di Sukabumi (1945-1946)
This research was conducted to find out what roles the Syamsul Ulum farmers had played in fighting for Indonesian independence in Sukabumi. The method used in this study is the historical method, in which the author carries out several stages, namely heuristics, criticism, interpretation, historiography. The result of this research is to find the facts that when the Syamsul Ulum Islamic Boarding School participated in the battle against the allies that took place in Sukabumi, kh. Ahmad Sanusi as the founder of the pesantren founded several classes whose members were his students at that time. When the battle occurred, this class joined TKR to fight against the allies
Analisis Produk Keramik Cinderamata Milik H. Syamsul Arifin Dinoyo Malang
ABSTRAK Lestari, Mega Yuliana Resti. 2012. Analisis Produk Keramik Cinderamata Milik H. Syamsul Arifin Dinoyo Malang. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Purwatiningsih, M.Pd., (II) Drs. Eko Budi Winarno Kata Kunci: produk, keramik, cinderamata, H. Syamsul Arifin, Malang Kota Malang merupakan salah satu kota penghasil keramik terbaik di Jawa Timur. Keramik sudah menjadi salah satu ikon kota Malang, terutama keramik cinderamata. Produk-produk keramik cinderamata kota Malang sudah terkenal dari luar kota sampai mancanegara. Salah satu produk keramik cinderamata yang terkenal adalah milik H. Syamsul Arifin. Produk keramik cinderamata H. Syamsul Arifin terkenal memiliki kekhasan sendiri dari segi desain bentuk dan dekorasinya. Pada umumnya masyarakat kota Malang dan mahasiswa jurusan Seni dan Desain, khususnya yang mengambil paket keramik tidak mengetahui kekhasan produk-produk cinderamata keramik milik H.Syamsul Arifin. Hal ini dikarenakan tidak adanya buku yang dapat menjelaskannya secara rinci. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pembahasan mengenai produk keramik cinderamata milik H. Syamsul Arifin dari segi desain bentuk dan dekorasi. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal mengenai keramik cinderamata milik H. Syamsul Arifin. Diantaranya mengenai desain bentuk produk keramik cinderamata dan dekorasi produk keramik milik H. Syamsul Arifin. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa teks dan beragam gambar yang diperoleh dari pengumpulan data hasil observasi dan wawancara denga H. Syamsul Arifin selaku narasumber. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan triangulasi data. Kegiatan analisis data dimulai dari reduksi data, sajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Berdasarkan hasil analisis tersebut, diperoleh dua simpulan hasil penelitian. Pertama, mengenai bentuk produk. Bentuk geometrik yang nampak pada keramik cinderamata milik H. Syamsul Arifin, seperti bola, tabung, segi enam, dan sebagainya. Adapun bentuk non geometrik yang nampak, yaitu bentuk-bentuk yang melengkung, bentuk hewan, bentuk daun, dan sebagainya. Warna body produk keramik cinderamata ini terkesan natural, karena mempertahankan warna asli dari kaolin sebagai bahan bakunya. Berbeda dari keramik di sentra industri keramik lainnya, yang kebanyakan menggunakan glasir penuh dalam proses pewarnaannya. Kedua adalah mengenai dekorasi produk. Dekorasi yang digunakan pada keramik cinderamata milik H. Syamsul Arifin ini adalah dekorasi clay-body leather hard. Kebanyakan dekorasinya juga menggunakan glasir mengkilap. Adapun motifnya kebanyakan menggunakan motif non geometrik. Motif non geometrik yang terlihat adalah motif bunga, motif daun, motif capung, dan motif garis yang melingkar
Gaya kepemimpinan dakwah Kyai Syamsul Azhar dalam memajukan Pondok Pesantren Hasyim Asy'ari Kabupaten Tegal
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gaya kepemimpinan kyai Syamsul Azhar dan mengetahui kekurangan dan kelebihan kepemimpinan kyai Syamsul Azhar dalam memajukan pondok pesantren Hasyim Asy’ari Kabupten Tegal.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Kepemimpinan kyai Syamsul Azhar ada beberapa gaya kepemimpinan yaitu gaya kepemimpinan kharismatik, kepemimpinan demokratis, dan kepemimpinan paternalistik. Kepemimpinan kharismatik tercermin dari kewibawaan kyai Syamsul Azhar dan kepatuhan para santri terhadap kyai Syamsul Azhar. Kepemimpinan demokratis terlihat dari proses pengambilan keputusan dimana kyai Syamsul Azhar selalu mengajak santri dan pengurus untuk berdiskusi dalam menghadapi setiap masalah. Kepemimpinan paternalistik terlihat dari bagaimana kedekatan antara santri dengan kyai Syamsul Azhar yakni kyai Syamsul Azhar begitu sayang dan peduli terhadap kehidupan sehari-hari santri. Kemajuan yang terjadi atas dampak gaya kepemimpinan tersebut yaitu reputasi pondok pesantren yang semakin baik, peningkatan kualitas sarana prasarana pondok pesantren, peningkatan kuantitas dan kualitas sdm santri karena penerapan kedisiplinan di pondok pesantren.
Kepemimpinan dakwah kyai Syamsul Azhar memiliki beberapa kelebihan yaitu memiliki kedekatan personal dengan santri, memiliki karisma yang berwibawa, dan melaksanakan pendidikan yang aktif dan kolaboritf. Adapun kekurangan kepemimpinan kyai Syamsul Azhar yakni Kurangnnya Pendidikan kemandirian ekonomi yang diterapkan dipondok Hasyim asy’ari. Selain itu, kurangnya pengembangan media sosial dalam dakwah kyai Syamsul Azhar menyebabkan lingkup dakwahnya hanya terbatas pada sekitar pesantren
KH. Syamsul Huda dan Peranannya Dalam Menanggulangi Ninja di Ponorogo tahun 1998-1999
Pembantaian dukun santet di Banyuwangi dan munculnya ninja pada tahun 1998, membuat KH. Syamsul Huda turut bertindak untuk menanggulangi teror ninja. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui latar belakang kehidupan KH. Syamsul Huda, (2) mengetahui kiprah KH. Syamsul Huda dalam bidang pendidikan dan politik, (3) mengetahui pembunuhan dukun santet di Banyuwangi dan peranan KH. Syamsul Huda dalam menanggulangi ninja di Ponorogo tahun 1998-1999.
Penelitian kali ini menggunakan metode dari Kuntowijoyo, yang terdiri dari lima tahap, yaitu: (1) pemilihan topik, terbagi menjadi dua syarat yaitu kedekatan emosional dan kedekatan intelektual, (2) heuristik, pengumpulan sumber. Sumber yang digunakan ialah arsip, catatan pribadi, foto, koran dan dari hasil wawancara, (3) kritik sumber, peneliti melakukan kritik ekstern dan intern (4) interpretasi, peneliti menafsirkan fakta-fakta sejarah menjadi satu kesatuan (5) historiografi, peneliti melakukan penulisan sejarah, dengan menyajikan semua informasi dalam bentuk tulisan sejarah.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) KH. Syamsul Huda lahir di Jombang kemudian pindah ke Ponorogo. KH. Syamsul Huda pernah belajar di Pondok Pesantren Tambak Beras, dan Pondok Pesantren Langitan Tuban. (2) KH. Syamsul Huda dalam bidang pendidikan mendirikan Ittihadul Amanah pada tahun 1971 dan juga mendirikan Pondok Kyai Ageng Besari pada tahun 1990. KH. Syamsul Huda dalam bidang politik kemudian menjadi ketua DPC PKB Ponorogo tahun 1998-1999. (3) Pembunuhan dukun santet di Banyuwangi dilakukan oleh kelompok terorganisir yang disebut ninja dan kemudian meluas ke Ponorogo. KH. Syamsul Huda mengadakan acara Gemblengan massal setiap Malam Selasa Legi yang bertujuan untuk perlindungan dari teror ninja. KH. Syamsul Huda mendapat julukan Kyai Warok.
Kata Kunci: Ninja, KH. Syamsul Huda, Gemblengan, 1998-1999
MODERNISASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PERSPEKTIF AS’AD SYAMSUL ARIFIN
Abstract This study discusses the modernisation of Islamic Religiuos Education by As'ad Syamsul Arifin in Risalah Tauhid book. The book has introduced the teachings of the ash'ariyah-al-maturidiyah creed and introduced attitudes and behavior as a dynamic servant in filling life with various works that benefit the community. There are three objectives in this study, firstly, to examine the concept of monotheism of As'ad Syamsul Arifin, secondly, to examine the educational values contained in the Risalah Tauhid book and thirdly to correlate the monotheistic thinking of Kiai As'ad Syamsul Arifin to the modernization of Islamic religious education. This research is a literature study using a philosophical historical approach using content analysis methods and concepts in analyzing. The results of the study concluded that the first thought of As'ad Syamsul Arifin's monotheism was influenced by his lineage background, social environment and intellectual journey. The concept of the monotheism trilogy of Kiai As'ad Syamsul Arifin rububiyah, tawhid uluhiyah, and tawhid asma wa siffat, is different from the three concepts of monotheism of Wahhabism. Whereas rububiyah and uluhiyah are an inseparable unit and introduce the Asy'ariyah-Al-Maturidiyah creed into a progressive creed; Second, As'ad Syamsul Arifin uses monotheism as the foundation of all worship, both direct worship to Allah S.W.T and social worship. Education becomes the spirit in building educational values with the nuances of monotheism; The three Asy'ariyah beliefs are the driving force for modernizing religious education. The ability to transform education from conservative to liberal is As'ad's ability to understand the meaning of "freedom" in Asy'ariyah's view. The concept of limited freedom due to God's intervention became the driving force for As'ad to modernize education as a way to do good deeds as the translation of Al-Ikhsan in worship and pious deeds Abstrak Penelitian ini membahas tentang modernisasi pendidikan agama Islam oleh As’ad Syamsul Arifin dalam kitab Risalah Tauhid. Kitab ini memperkenalkan ajaran akidah asy’ariyah-al-maturidiyah dengan memperkenalkan sikap dan perilaku sebagai seorang hamba yang dinamis dalam mengisi kehidupan dengan beragam karya yang memberi manfaat kepada masyarakat. Terdapat tiga tujuan dalam penelitian ini, pertama, mengkaji konsep tauhid As’ad Syamsul Arifin, kedua, mengkaji nilai-nilai pendidikan yang terdapat dalam kitab Risalah Tauhid dan ketiga menghubungkan antara pemikiran tauhid Kiai As’ad Syamsul Arifin terhadap modernisasi pendidikan agama Islam. Penelitian ini bersifat penelitian studi pustaka menggunakan pendekatan historis filosofis dengan menggunakan metode analisis isi dan konsep didalam menganalisis. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pertama Pemikiran tauhid As’ad Syamsul Arifin dipengaruhi oleh latar belakang nasab, lingkungan sosial dan perjalanan intelektual. Konsep trilogi tauhid Kiai As’ad Syamsul Arifin rububiyah, tauhid uluhiyah, dan tauhid asma wa siffat, berbeda dengan tiga konsep tauhid wahabi. Bahwasanya rububiyah dan uluhiyah merupakan satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan serta memperkenalkan akidah Asy’ariyah-Al-Maturidiyah menjadi akidah yang progresif; Kedua, As’ad Syamsul Arifin menggunakan tauhid sebagai pondasi segala ibadah baik ibadah langsung kepada Allah S.W.T maupun ibadah sosial. Pendidikan menjadi ruh dalam membangun nilai-nilai pendidikan yang bernuansa tauhid; Ketiga Akidah Asy’ariyah menjadi pendorong untuk melakukan modernisasi pendidikan agama. Kemampuan melakukan transformasi pendidikan dari konservatif menuju liberal merupakan kemampuan As’ad memahami makna “kebebasan” dalam pandangan Asy’ariyah. Konsep kebebasan yang terbatas akibat adanya campur tangan Allah menjadi motor penggerak As’ad untuk melakukan modernisasi pendidikan sebagai jalan untuk melakukan amal sholeh sebagai penterjemahan Al-Ikhsan dalam beribadah dan beramal sholeh
SISTEM INFORMASI KLINIK dr. MOCHAMAD SYAMSUL MUIN KAJAR PATI
Tujuan tugas akhir ini adalah untuk menerapkan sistem informasi agar dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan pemakai, khususnya pada kilnik dr. MOCHAMAD SYAMSUL MUIN KAJAR PATI, selain hal tersebut sistem yang dihasilkan harus mampu menghasilkan suatu sistem yang cepat, tepat ,dan akurat sehingga pengguna akan dapat dengan mudah menggunakan dan memahami apa yang dihasilkan dari sistem tersebut. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi lapangan yang meliputi interview atau tanya jawab langsung secara sistematis dengan pihak klinik serta observasi atau pengumpulan data primer yang diperoleh berupa stuktur organisasi klinik dr. MOCHAMAD SYAMSUL MUIN KAJAR PATI. Studi kepustakaan juga dilakukan dengan cara membaca dan mempelajari buku-buku literatur yang berhubungan dengan sistem informasi dalam bidang pelayanan kesehatan. Metode analisis sistem yang digunakan adalah merumuskan struktur data pelayanan kesehatan yang ada di klinik dr. MOCHAMAD SYAMSUL MUIN KAJAR PATI untuk dikembangkan menjadi struktur yang lebih efektif dan efisien sehingga informasi yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan. Dalam implementasinya sistem informasi ini tidak mengubah prosedur operasional yang sudah ada dalam lingkungan kerja klinik dr. MOCHAMAD SYAMSUL MUIN KAJAR PATI, sehingga sistem informasi ini mudah untuk diterapkan oleh semua pihak yang ada di klinik dr. MOCHAMAD SYAMSUL MUIN KAJAR PATI
KH. SYAMSUL HUDA DAN PERANANNYA DALAM MENANGGULANGI NINJA DI PONOROGO TAHUN 1998-1999
Pembantaian dukun santet di Banyuwangi dan munculnya ninja pada tahun 1998, membuat KH. Syamsul Huda turut bertindak untuk menanggulangi teror ninja. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui latar belakang kehidupan KH. Syamsul Huda, (2) mengetahui kiprah KH. Syamsul Huda dalam bidang pendidikan dan politik, (3) mengetahui pembunuhan dukun santet di Banyuwangi dan peranan KH. Syamsul Huda dalam menanggulangi ninja di Ponorogo tahun 1998-1999.Penelitian kali ini menggunakan metode dari Kuntowijoyo, yang terdiri dari lima tahap, yaitu: (1) pemilihan topik, terbagi menjadi dua syarat yaitu kedekatan emosional dan kedekatan intelektual, (2) heuristik, pengumpulan sumber. Sumber yang digunakan ialah arsip, catatan pribadi, foto, koran dan dari hasil wawancara, (3) kritik sumber, peneliti melakukan kritik ekstern dan intern (4) interpretasi, peneliti menafsirkan fakta-fakta sejarah menjadi satu kesatuan (5) historiografi, peneliti melakukan penulisan sejarah, dengan menyajikan semua informasi dalam bentuk tulisan sejarah.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) KH. Syamsul Huda lahir di Jombang kemudian pindah ke Ponorogo. KH. Syamsul Huda pernah belajar di Pondok Pesantren Tambak Beras, dan Pondok Pesantren Langitan Tuban. (2) KH. Syamsul Huda dalam bidang pendidikan mendirikan Ittihadul Amanah pada tahun 1971 dan juga mendirikan Pondok Kyai Ageng Besari pada tahun 1990. KH. Syamsul Huda dalam bidang politik kemudian menjadi ketua DPC PKB Ponorogo tahun 1998-1999. (3) Pembunuhan dukun santet di Banyuwangi dilakukan oleh kelompok terorganisir yang disebut ninja dan kemudian meluas ke Ponorogo. KH. Syamsul Huda mengadakan acara Gemblengan massal setiap Malam Selasa Legi yang bertujuan untuk perlindungan dari teror ninja. KH. Syamsul Huda mendapat julukan Kyai Waro
PERAN K.H.RADEN AS’AD SYAMSUL ARIFIN DALAM ORGANISASI NU TAHUN 1926-1984
NU merupakan organisasi sosial keagamaan yang didirikan oleh K.H
Hasyim Asy’ari pada tanggal 31 Desember 1926. Dalam mendirikan NU banyak para
ulama pesantren yang berperan, salah satunya adalah K.H.Raden As’ad Syamsul
Arifin. K.H.Raden As’ad Syamsul Arifin adalah tokoh sentral dalam NU yang
berjuang sejak awal berdirinya sampai NU kembali ke Khittah 1926. Ketika NU
banyak mengalami hambatan dan tantangan yang berat baik yang berasal dari intern
NU maupun yang berasal dari luar organisasi NU. Misalnya ketika NU terjun dalam
dunia politik, terjadi konflik antara kubu Situbondo dengan kubu Cipete, K.H.Raden
As’ad Syamsul Arifin berusaha menjadi penengah di antara dua kubu tersebut, hal itu
dilakukan agar NU dapat keluar dari masalah yang dihadapinya dan terhindar dari
konflik yang berkepanjangan. Tujuan penelitian untuk mengkaji: (1) Latarbelakang
K.H.Raden As’ad Syamsul Arifin bergabung dalam organisasi NU; (2) Usaha
K.H.Raden As’ad Syamsul Arifin dalam membesarkan organisasi NU; (3)
Keberhasilan K.H.Raden As’ad Syamsul Arifin dalam mengembalikan NU sebagai organisasi sosial keagamaan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian sejarah yaitu: heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi.
K.H.Raden As’ad Syamsul Arifin berperan dalam NU dilatar belakangi oleh
beberapa faktor yaitu faktor lingkungan keluarga dan lingkungan pendidikan
pesantren yang mendorong K.H.Raden As’ad Syamsul Arifin untuk bergabung dalam
organisasi NU. K.H.Raden As’ad Syamsul Arifin sejak kecil dididik dan dibesarkan
dalam dunia pesantren hal itu ikut mempengaruhi pemikirannya untuk masuk dalam
organisasi NU. Sedangkan usaha K.H.Raden As’ad Syamsul Arifin dalam NU
diwujudkan dengan menjadi mediator berdirinya NU, membesarkan NU sehingga
menjadi partai politik yang besar dan menempatkan NU pada posisi 3 pada pemilu
1955 serta mengembalikan NU ke Khittah 1926 dengan mengadakan muktamar NU
ke-27 di Situbondo. Keberhasilan K.H.Raden As’ad Syamsul Arifin dalam
mengembalikan NU sebagai organisasi sosial keagamaan diwujudkan dengan
kembalinya NU ke khittah 1926, dan penerimaan Pancasila sebagai ideologi tunggal.
K.H Raden As’ad Syamsul Arifin bergabung dalam organisasi NU tahun
1926-1984 dilatarbelakangi oleh pengaruh lingkungan keluarga dan pengaruh
lingkungan pesantren. Sedangkan usaha-usaha yang dilakukan K.H Raden As’ad
Syamsul Arifin dalam organisasi NU yaitu K.H Raden As’ad Syamsul Arifin sebagai
mediator berdirinya NU, membesarkan partai NU sebagai partai politik dan berhasil
melaksanakan Munas tahun 1983 dan Muktamar NU ke 27 tahun 1984 yang berhasil
mengembalikan NU kembali ke Khittah 1926 dan menerima Pancasila sebagai asas
dalam organisasi NU
Syamsul Bakhri's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
- …
