113 research outputs found

    PENYELESAIAN KONFLIK PENDIRIAN RUMAH IBADAH VIHARA PI LI GONG DI KELURAHAN TANJUNG RHU KECAMATAN LIMA PULUH KOTA PEKANBARU MENURUT FIQH SIYASAH

    No full text
    Syafrianto (2017) : Penyelesaian Konflik Pendirian Rumah Ibadah Vihara Pi Li Gong di Kelurahan Tanjung Rhu Kecamatan Lima Puluh Kota Pekanbaru Menurut Fiqh Siyasah Perbedaan agama menjadi sebuah dinamika sosial yang menimbulkan disharmonisasi di dalam interaksi hubungan bermasyarakat. Oleh karena itu, masing-masing agama mengklaim bahwa agama merekalah yang paling benar, memang sejak zaman dahulu problematika yang terjadi karena masalah agama ini sudah membudidaya hingga saat ini, tentunya permasalahan ini membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah untuk membuat kebijakan melalui Peraturan, sama seperti halnya problematika pendirian Rumah Ibadah juga merupakan suatu permasalahan yang acap kali kita temui. Seperti, realita yang sudah terjadi di Kelurahan Tanjung Rhu Kecamatan Lima Puluh, Kota Pekanbaru. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana potensi konflik Umat Beragama di Kelurahan Tanjung Rhu Kecamatan Lima Puluh Kota Pekanbaru, dan strategi penyelesaian konflik oleh pemerintah Kelurahan Tanjung Rhu Kecamatan Lima Puluh Kota Pekanbaru, serta tinjauan Fiqh Siyasah dalam menyelesaikan konflik di Kelurahan Tanjung Rhu Kecamatan Lima Puluh Kota Pekanbaru. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana potensi konflik yang terjadi di Kelurahan Tanjung Rhu Kecamatan Lima Puluh Kota Pekanbaru, dan bagaimana strategi penyelesaian konflik oleh pemerintah Kelurahan Tanjung Rhu Kecamatan Lima Puluh Kota Pekanbaru, serta tinjauan fiqh siyasah dalam menyelesaikan konflik. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang berlokasi di Kelurahan Tanjung Rhu Kecamatan Lima Puluh Kota Pekanbaru. Subjek penelitian adalah masyarakat di Kelurahan Tanjung Rhu Kecamatan Lima Puluh Kota Pekanbaru sedangkan objek penelitian adalah potensi konflik pendirian rumah ibadah umat beragama di Kelurahan Tanjung Rhu Kecamatan Lima Puluh Kota Pekanbaru. Data bersumber dari data primer yang di peroleh melalui wawancara langsung dengan responden dan data sekunder yang berhubungan dengan penelitian ini. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode observasi dan wawancara serta study kepustakaan. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 65 KK dan sampel 50% dari 65 KK yaitu 33 KK. Analisa data dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sedangkan metode penulisannya menggunakan metode deduktif, induktif, dan deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah terjadinya konflik pendirian rumah ibadah tidak disebabkan faktor agama, melainkan faktor hubungan sosial antara masyarakat setempat yang tidak harmonis. Konflik ini menjadi konflik sosial horizontal karena konflik yang dipicu oleh rasa tidak suka terhadap sikap umat Budha yang mendirikan rumah ibadah tanpa meminta izin dulu kepada ii masyarakat setempat. Untuk mengantisipasi hal tersebut pemerintah kelurahan Tanjung Rhu membuat kebijakan dengan mengadakan dialog antar umat beragama untuk meminimalisir potensi konflik yang ada di Kelurahan Tanjung Rhu Kota Pekanbaru, dan hal itu sejalan dengan cara Fiqh Siyasah menyelesaikan persengketaan yaitu dengan jalan mediasi/ perwasitan

    LAYANAN BIMBINGAN KARIR KERJABILITAS DALAM PENGEMBANGAN KARIR DIFABEL DI LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT (LSM) SAUJANA YOGYAKARTA

    No full text
    Syafrianto Tambunan, Layanan Bimbingan Karir Kerjabilitas Dalam Pengembangan Karir Difabel di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Saujana Yogyakarta. Konsentrasi Bimbingan dan Konseling Islam. Program Studi Interdisciplinary Islamic Studies UIN Sunan Kalijaga 2018. Penelitian ini dilatarbelakangi kegelisahan akademik berdasarkan penelusuran secara teoritis dan secara empirik bahwa ada kesenjangan di masyarakat, orang dengan kebutuhan khusus cenderung dianaktirikan. Masalah pokok dan fokus penelitian dalam penelitian ini adalah layanan bimbingan karir difabel belum marak digalakkan atau belum ada yang meneliti oleh para kalangan akademisi dan praktisi, hingga sampai saat ini lebih difokuskan dalam ruang lingkup formal. Selanjutnya ada korelasi antara teknologi dan praktik konseling di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Saujana Yogyakarta yang mengembangkan program kerjabilitas, sebuah program job matching berbasis daring yang mengkombinasikan portal lowongan kerja dan penempatan kerja bagi difabel. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap secara teoritis dan empiris layanan bimbingan karir kerjabilitas dalam pengembangan karir difabel. Penelitian ini merupakan jenis penelitian field research dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah 4 orang yang bekerja di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Saujana dan 3 orang difabel, teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan sejak awal penelitian dan selama proses penelitian dilaksanakan, dengan menggunakan triangulasi data, dan auditing atau penelusuran data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan bimbingan karir kerjabilitas yang dilakukan di lembaga swadaya masyarakat Saujana Yogyakarta melalui beberapa tahapan ialah sebagai berikut: Pertama. Layanan bimbingan karir melalui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Ada 2 layanan inti dalam layanan bimbingan karir kerjabilitas, 1. Layanan job matching disetting untuk memanfaatkan teknologi sebagai sumber kekuatan dalam pengembangan karir difabel. 2. Pelatihan karir dilaksanakan secara face to face dan kelompok. Kedua. Hasil pelaksanaan layanan bimbingan karir kerjabilitas membentuk konsep diri difabel yang sudah memiliki dampak positif dari segi kognitif, afektif, dan psikomotorik. Difabel mengalami perubahan diri dan pemahaman tentang dunia kerja yang pada awalnya takut mencari kerja menjadi berani dan terbuka untuk mencari kerja. Ketiga. Adapun faktor pendukung dan penghambat layanan bimbingan kerjabilitas dalam pengembangan karir difabel diantaranya faktor pendukung terdiri dari akses web Apps kerjabilitas mudah, difabel adalah survival sejati dan penyelesai masalah, kerja sama dengan Wikimedia, ICT Watch, AJI Indonesia, Google, dan Microsoft, tim saujana. Faktor penghambat terdiri dari kesediaan diri penyedia kerja bagi difabel belum terbuka, masih sedikit perusahaan yang menyediakan lapangan kerja bagi difabel. Kata Kunci: Bimbingan Karir, Kerjabilitas, Difabe

    Desain Green Data Center Pada Pt. Utac Manufacturing Services Indonesia

    No full text
    The development the world of technology today is very extraordinary in helpinghuman needs, especially in the world of information. The use of computers thatare so high can cause enormous environmental effects and hazards in thesurrounding environment. Green Computing (green computer) is a step toreduce the environmental effects caused without harming the existing ecosystem.Green Computing is a computer-friendly way to use computers. The newparadigm for Data Center uses architectural design that includes processors andother devices with low power consumption and designs data centers using lowerenergy to prevent harmful effects on the environment. In this paper will bediscussed what is green data center (Green computer) and design data from thedata center proposed at PT. UTAC Manufacturing Services Indonesi

    ANALISIS KUALITAS LAYANAN WEBSITE PT ADHI KARYA MENGGUNAKAN METODE WEBQUAL 4.0

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas website PT Adhi Karya (Persero) Tbk menggunakan metode WebQual 4.0, yang mencakup tiga dimensi utama: kualitas kegunaan (usability), kualitas informasi (information quality), dan kualitas interaksi layanan (service interaction quality). Survei dilakukan terhadap 100 responden yang menilai aspek-aspek tersebut dengan menghasilkan nilai rata-rata total 4,1, yang berada dalam kategori "Puas". Hasil perhitungan koefisien determinasi (R Square) menunjukkan nilai 0,797, yang berarti 79,7% variasi dalam kepuasan pengguna dapat dijelaskan oleh ketiga dimensi tersebut, sedangkan 20,3% dipengaruhi oleh faktor lain. Temuan ini menunjukkan bahwa website PT Adhi Karya telah berhasil memenuhi ekspektasi pengguna dalam hal kemudahan penggunaan, keandalan informasi, dan kualitas interaksi layanan. Namun, masih terdapat ruang untuk perbaikan guna memastikan kepuasan pengguna yang berkelanjutan. Rekomendasi untuk peningkatan kualitas website berdasarkan hasil evaluasi ini akan membantu PT Adhi Karya mempertahankan dan meningkatkan kepuasan pengguna di masa mendatang. Evaluasi ini penting untuk memastikan bahwa website terus berfungsi sebagai alat komunikasi dan informasi yang efektif dalam mendukung tujuan bisnis perusahaa

    Perancangan UI/UX Sistem Informasi Penjualan Pada PT Adirahma Harapan Jaya Menggunakan Metode Design Thinking

    No full text
    Pada era globalisasi, perkembangan teknologi informasi mengalami kemajuan yang sangat pesat. Teknologi informasi salah satunya yang bisa dimanfaatkan untuk pembuatan sistem informasi adalah pembuatan sistem informasi penjualan. Dengan dirancangnya desain UI/UX diharapkan dapat memberikan rekomendasi untuk menjawab semua permasalahan yang dialami oleh PT Adirahma Harapan Jaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Design Thinking. Untuk membuat design tersebut penulis menggunakan aplikasi Figma dan pengujiannya dengan menyebarkan kuesioner kepada pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perancangan UI/UX pada sistem informasi penjualan dengan menggunakan metode Design Thinking dapat memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik. Aplikasi ini dirancang dengan fokus pada kebutuhan pengguna. secara lebih mendalam dan memberikan solusi yang inovatif dan efektif. serta memberikan keuntungan bisnis yang lebih besar

    Analisis Pemanfaatan Panas Mesin Kendaraan Menjadi Sumber Energi Listrik pada Kendaraan Bermotor dengan Menggunakan Efek Seeback pada Thermoelektrik Generator

    No full text
    This study discusses the analysis of the heat utilization of vehicle engines into electrical energy using the seeback effect on the thermoelectric generator. This type of research is a level 3 development research with several stages, namely: potential and problems, product design, system validation,  design revision, product manufacturing, testing product trials, product revisions, usage trials,  product revisions. Based on the research conducted, several things can be concluded, namely. First, the use of the level 3 development research method can be applied in research on analyzing the use of vehicle engine heat into electrical energy using the seeback effect on the thermoelectric generator. Second, when testing the thermoelectric generator, it is carried out 2 times, so that the electrical energy is obtained from a temperature difference of 70.1 ° C of 2.98 volts.  Penelitian ini membahas mengenai analisis pemanfaatan panas mesin kendaraan menjadi energi listrik dengan menggunakan efek seeback pada thermoelektrik generator. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan level 3 dengan beberapa tahap, yakni: potensi dan masalah, desain produk, validasi sistem, ,revisi desain, pembuatan produk, uji coba produk, revisi produk, uji coba pemakaian, revisi produk.Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan beberapa hal, yaitu. Pertama penggunaan metode penelitian pengembangan level 3 dapat diterapkan dalam penelitian analisis pemanfaatan panas mesin kendaraan menjadi energi listrik dengan menggunakan efek seeback pada thermoelektrik generator. Kedua pada saat melakukan pengujian terhadap thermoelektrik generator dilakukan sebanyak 2 kali, sehingga didapatkanlah energi listrik yang dihasilkan  dari perbedaan temperatur 70.1 °C sebesar 2,98 Volt. &nbsp

    MODEL KOMUNIKASI PADA PENGGABUNGAN KELURAHAN DI KOTA PAYAKUMBUH

    No full text
    MODEL KOMUNIKASI PADA PENGGABUNGAN KELURAHAN DI KOTA PAYAKUMBUH Oleh : Syafrianto.I (1620869027) Dibawah bimbingan : Dr. Ernita Arif, M. Si dan Dr. Azwar, M. Si ABSTRAK Pemerintah Kota Payakumbuh melaksanakan penggabungan kelurahan sesuai Perda nomor 7 tahun 2013 tentang pembentukan penghapusan dan pengabungan kelurahan dalam Kota Payakumbuh. Penelitian ini membahas tentang model komunikasi pada penggabungan kelurahan di Kota Payakumbuh. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, metode pengumpulan data melalui wawancara, study dokumentasi dan observasi lapangan. Penelitian dilakukan di Kota Payakumbuh dengan objek penelitian pada Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Payakumbuh. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa model komunikasi pada penggabungan kelurahan di Kota Payakumbuh dimana komunikator atau sumber pesan adalah Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Payakumbuh. Pesan yang disampaikan adalah penggabungan kelurahan di Kota Payakumbuh. Media yang digunakan dalam penyampaian pesan melalui media massa dan media online disamping itu cara yang lebih efektif dilakukan adalah dengan tatap muka melalui rapat-rapat sosialisasi dan pesan disampaikan pada saat rapat-rapat sosialisasi. Komunikan adalah tokoh masyarakat selaku pemangku kepentingan di kelurahan. Efek dari komunikasi penggabungan kelurahan adalah masyarakat merasa tertarik dengan pesan yang disampaikan sehingga masyarakat bersedia menerima penggabungan kelurahan. Hambatan dalam komunikasi penggabungan kelurahan di Kota Payakumbuh adalah proses penerimaan pesan oleh masyarakat tidak sama, adanya perbedaan persepsi antara Pemerintah Kota Payakumbuh dengan masyarakat dan hambatan budaya masyarakat. Kata Kunci: Model Komunikasi, Penggabungan Kelurahan, Pemerinta

    Pemilihan Aplikasi Video Conference Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process Pada PT. Hok Tong Cluster Kalimantan

    No full text
    Pandemi COVID-19 yang menjadi wabah global sejak 2020 telah memaksa perusahaan untuk dapat segera beradaptasi dengan kebiasaan baru. Adanya tuntutan untuk membatasi berkumpulnya sejumlah orang dalam satu waktu dan ruang seperti kegiatan rapat menjadi dibatasi. Mengingat pentingnya kegiatan rapat kerja untuk kelancaran jalannya usaha, maka diperlukan suatu alternatif untuk dapat mengatasi pembatasan tersebut. Memanfaatkan teknologi video conference sebagai solusi terbaik pelaksanaan rapat bisnis dengan tetap menjalankan protokol pencegahan COVID-19. Teknologi video conference yang ada saat ini berkembang dengan sangat pesat, hal ini dapat dilihat dari meningkatnya jumlah aplikasi video conference dengan beragam layanan dan keunggulan. Dalam memilih aplikasi video conference, pengguna pada dasarnya menentukan kriteria-kriteria berdasarkan persepsi dan preferensi mereka masing-masing. Dengan banyaknya aplikasi yang tersedia dan beragamnya kriteria-kriteria dalam memilih menyebabkan pemilihan aplikasi video conference menjadi hal yang tidak mudah. Sistem pendukung keputusan dapat menjadi alat bantu bagi perusahaan dalam menentukan aplikasi video conference yang paling tepat untuk digunakan. Dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), alternatif-alternatif solusi dinilai berdasarkan persepsi dan preferensi terhadap lima kriteria: harga, kualitas, fitur, kebutuhan hardware dan batasan. Melalui perhitungan metode AHP dalam analisa data menghasilkan keluaran berupa aplikasi video conference yang paling baik dan sesuai dengan preferensi dari pengguna

    Analisis User Experience pada Aplikasi Linkedln dengan Menggunakan Metode SUS

    No full text
    LinkedIn is one of the professional social media platforms that is widely used for job searching and building a digital personal image. Although its usage is quite extensive, there are still several obstacles in user experience, such as features that are not yet fully understandable and difficulties in understanding the application's usage flow, especially for new users. This situation is the reason LinkedIn was chosen as the research object to evaluate user usability. This research aims to assess the user experience of the Linkedin application using a descriptive quantitative approach and the System Usability Scale (SUS) instrument. Data were obtained from 110 active respondents of Linkedin users through the distribution of online questionnaires. The results of the validity and reliability tests indicate that all question items are valid and consistent. The average SUS score obtained is 62.85, which falls into the 'Marginal' category. which indicates that this application is rated reasonably well by users, but still requires improvements in some aspects to provide a better experience

    The Application of Task-Based Learning to Improve the Quality of The Teaching and Learning Process of Reading in Indonesian Secondary Schools Context

    No full text
    This paper aims to discover the feasibility and the applicability of task-based learning in improving the quality of the teaching and learning process (TLP) of reading in Indonesian secondary schools in relation to the teaching of genre or text types as required by the national curriculum. This is an action research study which is qualitative in nature. The data were obtained through observations and interviews with the students and the collaborators. They were in the forms of field notes, interview transcripts, and photographs. In addition, this research applied the investigator triangulation, the theoretical triangulation and the time triangulation. The actions implemented in this research are discussing new vocabulary items and guessing meaning from context, applying skimming and scanning strategies, discussing grammar related to the text, conducting a question/answer game, providing various materials from different sources, and applying group/pair work. The results of the research show that the students’ motivation increased. They were more enthusiastic in learning reading. Moreover, the students were interested in various materials presented by the teacher. They could get involved actively in the reading learning process. In addition, the classroom interaction also increased. The students could interact very well with other students and the teacher. In conclusion, the use of task-based approach with its accompanying actions is effective to improve the teaching and learning process of reading
    corecore