207 research outputs found
Profil Kualitas Air, Respon Stres, dan Kinerja Produksi Pendederan Lobster Pasir Panulirus homarus dengan Padat Tebar yang Berbeda.
Lobster pasir (Panulirus homarus) di Indonesia merupakan komoditas perikanan unggulan yang memiliki nilai ekonomis tinggi dalam perdagangan domestik maupun internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air, respon stres, dan kinerja produksi pendederan lobster pasir (P. homarus) pada padat tebar yang berbeda. Penelitian ini terdiri dari tiga perlakuan dan dua ulangan. Perlakuan padat tebar yang digunakan yaitu 15 ekor m-2 (A), 20 ekor m-2 (B), dan 25 ekor m-2 (C). Lobster dengan bobot 88,13±3,73 g dan panjang total 122,51±2,14 mm dipelihara dalam bak plastik berukuran 1×1×1 m selama 30 hari. Parameter yang diuji meliputi pertumbuhan bobot dan panjang, tingkat kelangsungan hidup, laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan, hasil produksi, kualitas air (suhu, DO, salinitas, pH, amonia), dan respon stres total haemocyte count (THC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil kualitas air tidak berbeda antar perlakuan padat tebar yang diberikan. Perlakuan terbaik pada padat tebar tertinggi 25 ekor m-2 dengan hasil respon stres yang lebih rendah ditinjau dari nilai THC, serta tingkat kelangsungan hidup dan hasil produksi
Pengaruh Alkalinitas Berbeda terhadap Kinerja Produksi Benih Ikan Batak Tor soro pada Sistem Air Mengalir
Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ertumbuhan yang lambat ikan Tor sor adalah rekayasa nilai alkalinitas agar menjadi lebih optimal untuk pertumbuhan ikan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh alkalinitas terhadap kinerja produksi benih ikan batak Tor soro pada sistem air mengalir. rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah perbedaan rentang alkalinitas, dengan nilai 25±10, 45±10, 75±10, dan 95±10 mg L-1 CaCO3. Uji pendahuluan dilakukan untuk mengetahui dosis kapur CaCO3 yang ditambahkan ke media pemeliharaan untuk memenuhi rentang alkalinitas yang dibutuhkan pada tiap perlakuan. Hasil uji pendahuluan menunjukkan jumlah kapur CaCO3 yang digunakan adalah 200 mg L-1 untuk alkalinitas 100 ± 10 mg L-1, 110 mg L-1 untuk alkalinitas 75 ± 10 mg L-1 dan 50 mg L-1 Pengukuran alkalinitas dilakukan setiap sebelum dan setelah pergantian air. Pergantian air dilakukan sebanyak 95%. Panjang dan bobot rata-rata benih ikan yang digunakan adalah 2.93 cm, 0.32 gram dengan padat tebar 1 ekor L-1. Pemeliharaan dilakukan selama 30 hari dengan metode pemberian pakan sekenyang-kenyangnya (ad satiation) dan frekuensi sebanyak tiga kali sehari. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai alkalinitas 75±10 mg L-1 CaCO3 mempunyai nilai kinerja produksi terbaik
IMPLEMENTASI UPACARA RITUAL 1 SURO DI GUNUNG PUJI LUMAJANG DALAM KARYA SENI TARI KELOMPOK BERJUDUL TUWUHAN
ABSTRAK Septianti, Patricia Dwi. 2011. Implementasi Upacara Ritual 1 Suro di Gunung Puji Lumajang dalam Karya Seni Tari Kelompok Berjudul Tuwuhan. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Endang Wara Suprihatin D.P., M.Pd, (II) Drs. Supriyono. Kata kunci : Implementasi, Upacara Ritual 1 Suro, Gunung Puji Lumajang, Penciptaan Karya Seni Tari Kelompok. Berjudul Tuwuhan. Masyarakat daerah gunung Puji-Lamongan Lumajang selalu melakukan upacara ritual untuk memperingati 1 Suro atau tahun baru Jawa. Dalam upacara 1 Suro ini masyarakat percaya dengan sebuah benda yang dinamakan sesaji Tuwuhan. Tuwuhan adalah benda pajangan yang ditempeli tumbuh-tumbuhan yang memiliki makna dan harapan. Pada masyarakat Jawa umumnya, Tuwuhan dikenal dalam upacara manten, tetapi pada masyarakat gunung Puji Lumajang ini, Tuwuhan digunakan sebagai sesaji dalam upacara 1 Suro. Kepercayaan masyarakat terhadap sesaji Tuwuhan serta rangkaian kegiatan upacara tersebut membuat peneliti ingin menciptakan sebuah karya tari kelompok. Selain itu, belum banyak masyarakat kota lain yang tahu tentang upacara ini, sehingga perlu upaya memperkenalkannya melalui karya tari. Materi gerak dalam karya tari ini bersumber dari rangsang kinestetis dan rangsang kinetic. Sumber rangsang kinestetis yaitu mengambil beberapa sumber gerak tari tradisional dan tari modern. Sumber dari rangsang kinetik yaitu gerak yang didapat dari gerak-gerak yang dilakukan oleh masyarakat dalam kegiatan upacara tersebut. Dan untuk sumber musik tarian ini adalah musik kreasi yang disesuaikan dengan gerak dan suasana yang ingin dibangun dengan memadukan alat musik kulintang, bonang, gong, saron, dan alat perkusi. Karya tari Tuwuhan berdurasi 8 menit yang dibagi dalam 3 adegan dan disajikan dalam tari kelompok yang menarik dengan menggunakan 7 penari, dikemas secara dramatik dan bentuk tarinya adalah tari kreasi. Mode Penyajian karya tari ini merupakan gabungan dari mode penyajian simbolis (non representasional) dan mode penyajian representasional. Karya tari kelompok ini ditampilkan dalam panggung proscenium yang lengkap dengan setting dan tata sinar. Penari menggunakan rias panggung, tata busana, dan property yang disesuaikan dengan tema. Upacara ritual dapat diangkat menjadi sebuah karya tari dengan melihat rangkaian kegiatan, peralatan, dan busananya. Peneliti berharap, peneliti lanjut dan mahasiswa program studi pendidikan seni tari dan musik dapat mengembangkan upacara ritual atau adat tradisi menjadi karya seni tari. Sebagai usaha untuk melestarikan budaya bangsa serta dapat menjadi salah satu cara mempromosikan pariwisata daerah setempat. Karya tari ini kemudian didokumentasikan dalam bentuk video agar dapat digunakan sebagai bahan apresiasi masyarakat dan siswa SMA.
[Retracted] The Prototype of the Reading Learning Application uses Animated images on Android with the Black Box Testing Method
This article has been withdrawn by the author (Ghulam Asrofi Buntoro) via WhatsApp message (+62 852-3507-????) on 20 August 2021 at 14:23. He stated that the article "The Prototype of the Reading Learning Application uses Animated images on Android with the Black Box Testing Method" written by Ghulam Asrofi Buntoro, Indah Puji Astuti, and Dwiyono Ariyadi had been published in another journal. Artikel ini telah ditarik kembali oleh penulis (Ghulam Asrofi Buntoro) melalui pesan WhatsApp (+62 852-3507-????) pada tanggal 20 Agustus 2021 jam 14:23. Dia menyatakan bahwa artikel dengan judul "The Prototype of the Reading Learning Application uses Animated images on Android with the Black Box Testing Method" yang ditulis oleh Ghulam Asrofi Buntoro, Indah Puji Astuti, dan Dwiyono Ariyadi telah diterbitkan di jurnal lain
Karakterisasi fenotip kultivar padi tahan dan rentan wereng coklat, Nilaparvata lugens Stål. (Hemiptera: Delphacidae)
The brown planthopper, Nilaparvata lugens Stål. (Hemiptera: Delphacidae) is a destructive and
widespread insect pest throughout the rice areas in Indonesia. Rice plant resistance is an effective
method in controlling the brown plant hopper. However, the resistance sources and how their
mechanism for imparting induced resistance against brown planthopper remains to be understood.
This research was aimed to identify plant hair and protein banding patterns, as a genetic expression,
of resistant and susceptible varieties. Identification of the variation of number of plant hair were
carried out by using binocular microscope, while the protein banding patterns was detected by separation on SDS-Page. Co-variants analysis was adopted to identify the groups of resistant
cultivars based on protein banding patterns. The results showed that plant hair on resistant rice
cultivars are different with susceptible cultivars (resistance to Pelita I/1). The plant hair on resistant
cultivars are larger/longer, more abudant and grew tighter than on susceptible cultivar (resistance
to Pelita I/1). However the number of plant hair have no correlation with resistance level. In the
absence of brown plant hopper infestation, the expression of protein total of resistant and susceptible
cultivars are not clearly separated. The susceptible Pelita I/1 varieties showed a similar banding
pattern to IR 26 (biotype 1), IR 42 (resistance to biotype 2) and IR IR 74 (resistance to biotype 3),
but the four cultivars are not similar to the resistant cultivar IR 36 varieties (resistance to biotype 2).
Our research showed that both plant hair and protein banding patterns can not be used to identify
the plant resistance.
Wereng coklat, Nilaparvata lugens Stål. (Hemiptera: Delphacidae) merupakan salah satu hama
utama padi di Indonesia. Kultivar tahan wereng coklat telah dikembangkan guna menghadapi
serangan hama tersebut. Akan tetapi, bentuk ekspresi ketahanan kultivar tahan terhadap wereng
coklat masih belum dipahami dengan jelas. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari variasi
rambut tanaman dan pola pita protein total pada kultivar tahan dan rentan terhadap wereng coklat.
Identifikasi keberadaan rambut dilakukan secara langsung dengan mikroskop, sedangkan pola pita
protein total dipelajari dengan teknik elektroforesis pada SDS-PAGE. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa rambut tanaman pada kultivar padi tahan wereng coklat berbeda dengan kultivar rentan (Pelita
I/1). Rambut tanaman pada beberapa kultivar tahan, tumbuh lebih rapat, lebih banyak, dan atau
lebih besar/panjang dibandingkan yang tumbuh relatif kultivar rentan (Pelita I/1). Namun, jumlah
rambut tersebut tidak berkolerasi dengan tingkat ketahanan. Pada kedaan tidak diinfestasi wereng
coklat, ekspresi pola pita protein total, antara kultivar rentan dan tahan, tidak berbeda secara nyata.
Pelita I/1 (rentan) menunjukkan kemiripan kuat dengan IR 26 (tahan biotipe 1) dan menunjukkan
kemiripan dengan IR 42 (tahan biotipe-2) dan IR 74 (tahan biotipe 3), namun keempat kultivar
tersebut menunjukkan kemiripan lemah dengan kultivar tahan IR 36 (tahan biotipe 2). Penelitian ini
menunjukkan bahwa baik rambut tanaman maupun pola pita protein total belum dapat digunakan
untuk identifikasi varietas rentan dan tahan wereng coklat
Karakterisasi fenotip kultivar padi tahan dan rentan wereng coklat, Nilaparvata lugens Stål. (Hemiptera: Delphacidae)
The brown planthopper, Nilaparvata lugens Stål. is a destructive and widespread insect pest throughout the rice areas in Indonesia. Rice plant resistance is an effective method in controlling N. lugens. However, the resistance sources and how their mechanism for imparting induced resistance against brown planthopper remains to be nderstood. This research was aimed to identify plant hair and protein banding patterns, as a genetic expression, of resistant and susceptible varieties. Identification of the variation of number of plant hair were carried out by using binocular microscope, while the protein banding patterns was detected by separation on SDS-Page. Co-variants analysis was adopted to identify the groups of resistant cultivars based on protein banding patterns. The results showed that plant hair on resistant rice cultivars are different with susceptible cultivars (resistance to Pelita I/1). The plant hair on resistant cultivars are larger/longer, more abudant and grew tighter than on susceptible cultivar. However the number of plant hair have no correlation with resistance level. In the absence of brown plant hopper infestation, the expression of protein total of resistant and susceptible cultivars are not clearly separated. Pelita I/1 varieties showed a similar banding pattern to IR 26 (biotype 1), IR 42 (resistance to biotype 2) and IR IR 74 (resistance to biotype 3), but the four cultivars are not similar to the resistant cultivar IR 36 varieties (resistance to biotype 2). Our research showed that both plant hair and protein banding patterns can not be used to identify the plant resistance
PERANCANGAN SISTEM PENGKONDISIAN UDARA SmarT EV.2 MOBIL LISTRIK DENGAN BODI KOMPOSIT
RatnoPujiSupriyono
JurusanTeknikMesin
FakultasTeknikUniversitasSebelasMaret
Surakarta, Indonesia
email: [email protected]
ABSTRAK
PerhitunganbebanpendinginanuntukmobillistrikSmarT EV.2 menggunakanmetodeCooling Load Temperature Difference/Solar Cooling Load/Cooling Load Factor.SmarT EV.2 adalahmobillistriknasionalmenggunakan motor listriksebagaipenggerakdan material kompositsebagaibodi yang dikembangkanolehUniversitasSebelasMaret. Bebanpendinginansteady state dipengaruhiolehkonduksi, radiasi, metabolismepenumpang, ventilasi, danbebanperalatanpengkondisianudara.Hasilperhitunganmenunjukkanbahwabebanpendinginanpuncakterjadiketikakendaraanmelajukearahbarat, denganjumlah total 2186,31 W.
PeralatanpengkondisianudarauntukSmarT EV.2 harusmempunyaispesifikasi minimum kapasitaspendinginansebesar2186,31 W, area kontakgas coolersebesar 0,117 m2, dan area kontak evaporator sebesar 0,05 m2.
Kata kunci :bebanpendinginan, SmarT EV.2, Cooling Load Temperature Difference/Solar Cooling Load/Cooling Load Factor
PENGEMBANGAN MEDIA GAME VISUAL NOVEL BERBASIS ETNOMATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PADA MATERI ALJABAR
Education was strongly influenced by technological advances, moreover, teachers were required to be creative and innovative. One of them which can be applied for learning media was following existing technological developments. This study aims to produce learning media for ethnomathematics based visual novel games and to determine the validity, practicality and effectiveness to be suitably used by junior high school students. The development model used in this research was the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) development model. This studied was involved 30 students and mathematics teacher at the analysis stage, three experts at the product validation stage and 10 students at the implementation stage. The resulted of the development research were in the form of ethnomathematics-based visual novel game media with a validity score of 86.7% (very valid criteria), a practicality score of 3.3 (good criteria), a score of 90% student learning completeness (complete) and a conceptual understanding of 83.7 % (very good criteria). From the resulted of the study it was concluded that the media was suitable to be used and increased students\u27 conceptual understanding because it met the valid, practical and effective criteria
Peranan Filsafat Pancasila dalam Pengembangan Nasional Khususnya Pembentukan Karakter Mahasiswa
Hany Nurpratiwi. (2021). Membangun Karakter Mahasiswa Indonesia Melalui Pendidikan
Moral. Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia. Vol 8 No 1.
Musfiroh, Takdiroatun. (2008). Perkembangan Kecerdasan Majemuk.
Jakarta: Universitas Terbuka.
Supriyono. (2014). Membangun Karakter Mahasiswa Berbasis Nilai-Nilai Pancasila
Sebagai Resolusi Konflik. Universitas Pendidikan Indonesia. Vol 1 No 3.
Darmodiharjo, Darji. 2016. Pokok-Pokok Filsafat Hukum. Jakarta: Gramedia Pustaka.
Sugiyono. (2012). Memahami Penelitian Kuatitatif. Bandung: ALFABETA.
Sustrisno, Slamet. (2006). Filsafat dan Ideologi Pancasila. Yogyakarta: Andi.
 
TEMA PENDIDIKAN DAN MAKNA PADA LIRIK LAGU BANDA NEIRA ALBUM PARUH WAKTU (Sebuah Kajian Hermeneutika)
Raharjono, Puji. 2018. "The Value of Education and Meaning On Song Lyrics Banda Neira Album Part Time: A Study of Hermeneutics". Thesis (S-1) Faculty of Humanity Diponegoro University. Lecturer I: Drs. M. Muzakka, M. Hum. Lecturer II: Fajrul Falah, S. Hum., M. Hum.
This research is a literature research entirely obtained from written sources. This research focused on the lyrics of Banda Neira's album Part Time album that is "On Home", "Tomorrow Pasti Jumpa", "The Broken Growing, The Lost Change" and "Rain in the Dream". The aspect that the author carefully is the lyrics of songs in the form of educational messages and meaning that will be submitted to the reader. The theory that will be used is hermeneuitik Wilhelm Dilthey to know the content of meaning in the lyrics of the song. The research method used is data collection techniques, data analysis techniques, and presentation techniques of analysis results. The results of this study include the concept of triangle, Erlebnis (live experience), Ausdruck (phrase), and Verstehen (understanding) in Banda Neira song lyrics and the content of educational value in the lyrics of the song.
Keywords: Banda Neira Album, Meaning and Value of Education, Hermeneutic
- …
