1,721,750 research outputs found

    PENGARUH SIFAT PSIKOLOGIS KONSUMENTERHADAP PEMBELIAN KOMPULSIF (Studi Terhadap Mahasiswa Universitas Mayjen Sungkono Mojokerto)

    Get PDF
    Development of the theory of consumer behavior found any part of the bad side of consumer shopping behavior. Such behavior is compulsive buying. This research study is a replication of Johnson and Attman (2009). Researchers wanted to prove a pattern of relationships variable used in the study, applied in Indonesia. The problem of this research is whether there is a significant difference in the relationship pattern between variables or the same, where there is a difference of background between this research and previous research. The method used in this study is the path analysis, using 100 respondents from Mayjen Sungkono University students of Mojokerto. Research shows that all paths are significant positive and it can be concluded that the direct influence of the tendency of neuroticism, materialism, and orientation to the fashion of compulsive buying and indirect effect on compulsive buying through materialism and fashion orientation. Thusmaterialism and fashion orientation to reinforce the tendency toward neuroticism compulsive buying behavior

    Perancangan promosi Villa Grand Sungkono di Surabaya

    No full text
    Perumahan Villa Grand Sungkono merupakan sebuah perumahan yang memadukan kenyamanan, ketenangan, dan juga jaminan keamanan. Perumahan ini juga menerapkan sistem keamanan yang sangat canggih sehingga memungkinkan penghuninya untuk melakukan pengendalian jarak jauh. Dengan memanfaatkan GPRS penghuni dapat mengakses kamera yang telah dipasang di rumah dari mana pun mereka berada. Selain sistem keamanan yang canggih, Villa Grand Sungkono juga menyertakan sebuah kolah renang pada tiap unit rumah yang ada. Dengan nilai-nilai lebih yang dipunya, sebenarnya bukanlah hal yang sulit bagi Villa Grand Sungkono memperoleh perhatian dari masyarakat

    Analisis Dampak Lalu Lintas Pembangunan Mall Lagoon Avenue Sungkono Terhadap Kinerja Simpang Di Jalan Mayjend Sungkono - HR Muhammad Surabaya

    Get PDF
    Kota Surabaya sebagai ibu kota provinsi Jawa Timur adalah kota dengan potensi yang cukup besar dilihat dari sistem transportasinya dan dalam pembangunan bangunan – bangunan yang memberikan nilai lebih terhadap berbagai peluang bisnis dan investasi. Pembangunan gedung perkantoran, apartemen dan mall di Kota Surabaya memacu tingkat perubahan intensitas lalu lintas. Mall merupakan salah satu bangunan yang perkembangannya sangat baik di Kota Surabaya. Pembangunan Mall terbaru yang sedang berjalan salah satunya adalah Mall Lagoon Avenue Sungkono yang terletak di Jl KH Abdul Wahab Siamin yang lokasinya berdekatan dengan persimpangan Jl Mayjend Sungkono – HR Muhammad, karena lokasi mall yang cukup strategis tentunya akan berdampak pada kondisi tarikan dan bangkitan lalu lintas di sekitar lokasi pembangunan mall. Maka dari itu perlu diadakannya analisa dampak lalu lintas di persimpangan Jl Mayjend Sungkono – HR Muhammad akibat pembangunan Mall Lagoon Avenue Sungkono Surabaya. Pembangunan Mall Lagoon Avenue Sungkono akan berdampak pada ruas jalan dan persimpangan yang ada disekitar lokasi, penulis menggunakan metode regresi linear dalam melakukan analisis yang diawali dengan pengumpulan data primer yaitu survey lapangan, geometric, arus lalu lintas, volume masuk dan keluar kendaraan pada maal pembanding dan data sekunder serta volume bangkitan akibat pembangunan Mall Lagoon Avenue Sungkono. Dari hasil analisa data didapatkan jumlah bangkitan kendaraan Mall Lagoon Avenue Sungkono Surabaya adalah 104 kend/jam untuk MP dan 150 kend/jam untuk SM. Dan jumlah derajat kejenuhan terbesar terdapat pada jam puncak sore Jl Mayjend Sungkono – HR Muhammad sebesar 0,71. Kata kunci: transportasi, ruas jalan, persimpangan dan tarikan bangkita

    Perhitungan Waktu dan Biaya Konstruksi Pembangunan Mall Lagoon Avenue Sungkono Grand Sungkono Lagoon Surabaya

    Get PDF
    Proyek Pembangunan Mall Lagoon Avenue Sungkono terletak di Jl. Abdul Wahab Siamin, Blok RA, Surabaya. Proyek ini merupakan salah satu bagian dari pembangunan Superblock Grand Sungkono Lagoon milik PT. PP (Properti) yang tediri dari 1 mall dan 5 tower (3 tower apartemen, 1 tower hotel dan 1 tower perkantoran) di lahan seluas 3,5 Ha. Mall Lagoon Avenue Sungkono dikerjakan oleh PT. PP (Persero), Tbk. melalui PP Divisi Gedung 2 dengan panjang 118.5 m, lebar 18,5 m dan tinggi 22 m. Bangunan tersebut memiliki 5 lantai termasuk atap dan 4 buah lantai basement dengan total luas bangunan ± 52.305 m2. Proyek pembangunan Mall Lagoon Avenue Sungkono terbagi dalam dua jenis pekerjaan struktur utama yaitu struktur bawah dan struktur atas. Struktur bawah pada proyek ini menggunakan pondasi bored pile, sedangkan untuk struktur atas menggunakan beton bertulang. Proyek ini menggunakan metode pengecoran in-situ untuk membangun struktur utamanya. Pembangunan Mall Lagoon Avenue Sungkono memiliki volume pekerjaan yang sangat besar sehingga diperlukan perencanaan metode pelaksanaan kontruksi yang baik dan perhitungan waktu serta biaya pelaksanaan yang efektif. Pada proposal tugas akhir ini akan terfokus pada pelaksanaan pekerjaan struktur beton bertulang dari lantai basement 3 sampai lantai 5 (Rooftop). Perhitungan waktu dan biaya pelaksanaan dihitung berdasarkan metode pelaksanaan yang digunakan sesuai dengan teori dari berbagai referensi dan dikaitkan dengan kondisi proyek. Sehingga dengan metode pelaksanaan yang tepat maka menghasilkan perhitungan waktu dan biaya pelaksanaan yang efektif. Dalam menghitung waktu, dimulai dengan menghitung kapasitas produksi, produktivitas, durasi dan kebutuhan sumber daya setiap item pekerjaan. Kemudian untuk penyusunan jadwal tiap item pekerjaan, dilakukan dengan menggunakan bantuan software Microsoft Project. Hasil akhir pada tugas ini adalah rekapitulasi durasi pelaksanaan proyek, biaya pelaksanaan proyek, metode pelaksanaan yang digunakan, serta Kurva S pada Proyek Pembangunan Mall Lagoon Avenue Sungkono. Dari perhitungan, didapatkan durasi pekerjaan selama 562 hari kerja dan biaya pelaksanaan sebesar Rp. 97,622,606,790.57. ========================================================================================= The Lagoon Avenue Sungkono Mall Development Project is located on Jl. Abdul Wahab Siamin, Blok RA, Surabaya. This project is one part of the construction of the Grand Sungkono Lagoon Superblock owned by PT. PP (Property) consisting of 1 mall and 5 towers (3 apartment towers, 1 hotel tower and 1 office tower) in an area of 3.5 hectares. Lagoon Avenue Sungkono Mall is done by PT. PP (Persero), Tbk. through PP Building Division 2 with a length of 118.5 m, width 18.5 m and height 22 m. The building has 5 floors including a roof and 4 basement floors with a total building area of ± 52,305 m2. The Lagoon Avenue Sungkono Mall construction project is divided into two main types of structural works namely the lower structure and the upper structure. The bottom structure of this project uses a bored pile foundation, while the upper structure uses reinforced concrete. This project uses in-situ casting methods to build its main structure. The construction of the Lagoon Avenue Sungkono Mall has a very large volume of work, so planning for a good construction method and calculating time and efective cost implementation is needed. This final project proposal will focus on carrying out reinforced concrete structures from basement 3 to 5 (rooftop). The calculation of the time and cost of implementation is calculated based on the implementation method used in accordance with the theories of various references and is linked to the project conditions. So with the right implementation method, it results in the calculation of time and cost effective implementation. In calculating time, it starts with calculating the production capacity, productivity, duration and resource requirements of each work item. Then to schedule each work item, done using Microsoft Project software. The final result of this assignment is a recapitulation of the duration of the project implementation, the cost of the project implementation, the method of implementation used, and the S Curve in the Lagoon Avenue Sungkono Mall Development Project. From the analysis results, obtained the duration of work for 562 working days and the implementation cost of Rp97,622,606,790.57

    PERAN MAYJEN SUNGKONO DALAM MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN DI JAWA TIMUR TAHUN 1945 – 1950

    Get PDF
    Sungkono lahir di kota Purbalingga pada tanggal 11 Januari 1911. Pada peristiwa 10 November 1945 Sungkono merupakan salah satu tokoh penggerak semangat juang rakyat Surabaya. Sungkono diangkat sebagai kepala BKR Kota Surabaya ketika peristiwa 10 November 1945. Penelitian ini akan membahas mengenai (1) Bagaimana latar belakang Mayjen Sungkono sebelum tahun 1945 dan karier di dunia militer; (2) Bagaimana peran Mayjen Sungkono di Jawa Timur tahun 1945 – 1950. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri atas empat tahap yaitu tahap Heuristik, Kritik, Interpretasi dan Historiografi. Sumber dalam penelitian ini didapat melalui wawancara dengan anak dan kerabat dar Sungkono juga wawancara dengan para veteran pejuang 45, didapat juga melalui arsip perihal persemian Sungkono sebagai kepala divisi Brawijaya, Arsip keterlibatan Sungkono dalam peristiwa 10 November 1945 sampai tahun 1950. Tahap kedua yakni kritik sumber yaitu kritik intern menemukan data yang menunjukan peran Sungkono periode tahun 1945 – 1950. Tahap Ketiga yakni interpretasi data. Melalui berbagai literature serta wawancara memperoleh fakta tentang peran Sungkono dalam peristiwa 10 November 1945 dan selama menjadi Kepala Divisi Brawijaya . Fakta-fakta tersebut menjadi pondasi peneliti dalam menganalisis fakta sesuai dengan tema penelitian disertai dukungan sumber sekunder. Tahap keempat yakni historiografi untuk menuliskan hasil penelitian karya sejarah secara kronologis sesuai dengan tema penelitian. Hasil penelitian menjelaskan Sungkono yang terlahir dari pasangan Ki Tawireja dan Ibu Rinten. Sungkono mulai dikenal dikalangan rakyat Surabaya ketika terjadi pemberontakan tujuh kapal pada tahun 1930. Pada jaman Jepang Sungkono telah bergabung dalam anggota PETA. Tanggal 4 September 1945 Sungkono terpilih sebagai komandan BKR Kota Surabaya. Sebagai komandan BKR Kota Surabaya Sungkono Sebagai bertanggung jawab atas pertahanan dan keamanan seluruh kota. Dengan cara kota harus dipertahankan dari usaha pendudukan oleh musuh. Sebagai komandan BKR Kota Surabaya Sungkono menggerakan pasukan dengan dibantu Polisi Istimewa dibawah pimpinan Moh. Jasin, Pemuda Republik Indonesia (PRI) beserta rakyat dan pemuda lainnya yang belum jelas induk pasukannya untuk mengepung markas Gubeng. Sungkono juga menjabat sebagai gubernur militer pada peristiwa pemberontakan PKI Madiun. Sumbangsih yang diberikan Sungkono bukan hanya pada bidang militer juga bidang sosial, politik dan pendidikan. Pada tahun 1950 Sungkono berpindah ke Jakarta menjadi “Penasehat Umum” Menteri Pertahanan di Jakarta

    Evaluasi Park and Ride Mayjen Sungkono Sebagai Fasilitas Perpindahan Moda di Kota Surabaya

    Get PDF
    Salah satu strategi RPJMD Kota Surabaya Tahun 2016-2021 untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi adalah pembangunan dan pengembangan prasarana perpindahan moda/park and ride (PnR). PnR Mayjen Sungkono diselenggarakan untuk mengatasi parkir on-street dan kemacetan di Jalan Mayjen Sungkono. Dalam penyelenggaraannya, penggunaan PnR Mayjen Sungkono masih belum optimal. Hal tersebut dapat dilihat dari tingginya pengguna kendaraan pribadi (97,9%) dibandingkan dengan kendaraan umum (1%) di Jalan Mayjen Sungkono. Oleh karena itu, studi mengenai evaluasi PnR Mayjen Sungkono sebagai fasilitas intermodal perlu dilakukan. Metode analisis yang digunakan adalah metode Delphi untuk mengetahui kriteria-kriteria yang sesuai bagi PnR Mayjen Sungkono sebagai fasilitas intermodal. Selanjutnya metode analisis Skoring digunakan untuk mengevaluasi tingkat kesesuaian PnR Mayjen Sungkono sebagai fasilitas alih moda. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat dua puluh kriteria yang menjadi dasar evaluasi PnR Mayjen Sungkono sebagai fasilitas intermoda. Berdasarkan hasil evaluasi, terdapat tujuh kriteria yang telah sesuai, sepuluh kriteria yang termasuk cukup sesuai, dan tiga kriteria yang tidak sesuai. Secara keseluruhan, PnR Mayjen Sungkono menunjukkan kesesuaian pada kriteria yang berkaitan dengan aspek lokasi dan atribut fasilitas

    Analisis faktor-faktor non muslim bertransaksi di Bank Muamalat KC Surabaya-Sungkono

    Get PDF
    Skripsi yang berjudul “Analisis Faktor-Faktor Non Muslim Bertransaksi di Bank Muamalat KC Surabaya-Sungkono” ini merupakan hasil penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui trend peningkatan jumlah nasabah non muslim di Bank Muamalat KC Surabaya-Sungkono dan analisisnya mengenai faktor-faktor apasaja yang membuat non muslim tertarik bertransaksi di Bank Muamalat KC Surabaya-Sungkono. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, dengan teknik wawancara dengan operation manager Bank Muamalat KC Surabaya-Sungkono mengenai jumlah nasabah non muslim Bank Muamalat KC Surabaya-Sungkono. Serta dari hasil wawancara terhadap petugas teller,customer service,marketing, dan juga kepada sebanyak tujuh nasabah non muslim. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah nasabah non muslim pada Bank Muamalat KC Surabaya-Sungkono terus meningkat pada tiga tahun terakhir ini. Peningkatannya berkisar 0,25% hingga 0,26% pada setiap tahunnya. Terdapat tiga alasan utama nasabah non muslim melakukan transaksi di Bank Muamalat KC Surabaya-Sugkono, diantaranya adalah pelayanan. Para karyawan Bank Muamalat KC Surabaya-Sungkono yang selalu tersenyum ramah serta dapat memberikan informasi yang dibutuhkan dengan baik dan mudah dipahami. Tidak hanya itu, alasan utama non muslim melakukan transaksi di Bank Muamalat KC Surabaya-Sungkono juga dikarenakan harga yang ditawarkan dan juga keunggulan produk yang diberikan begitu memuaskan nasabah non muslim. Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah diulas diatas, adapun saran yang ditujukan kepada peneliti selanjutnya, diharapkan peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan metode yang berbeda, yaitu metode kuantitatif dengan faktor yang sama dengan penelitian ini, agar semakin memperkuat penelitian

    Perencanaan Underpass Mayjend Sungkono Surabaya dari Segi Studi Kelayakan Ekonomi Jalan Raya

    Get PDF
    Surabaya sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia mempunyai tingkat kepadatan lalu lintas yang tinggi. Hal ini dapat dilihat dari kemacetan yang sering terjadi, semakin banyak jumlah kendaraan dengan kapasitas jalan yang tidak memadai. Kemacetan yang terjadi di kota Surabaya umumnya sering dijumpai di daerah pusat kota, khususnya di persimpangan jalan. Salah persimpangan di Surabaya yang sering mengalami kemacetan yaitu bundaran Satelit, sehingga direncakan pembangunan Underpass Mayjend Sungkono. Tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini diharapkan dapat dihasilkan kajian lalu lintas di Bundaran Satelit serta studi kelayakan ekonomi jalan rayanya, yang nantinya dapat dijadikan referensi terhadap layak atau tidaknya Underpass Mayjend Sungkono di Bundaran Satelit. Hasil analisis lalu lintas, derajat kejenuhan pada ruas Mayjend Sungkono sebesar 0,82 dan untuk ruas HR. Muhammad sebesar 0,84. Sedangkan setelah dibangunnya Underpass Mayjend Sungkono, derajat jenuh pada ruas Mayjend Sungkono turun menjadi 0,44 dan pada ruas HR. Muhammad menjadi 0,47. Kemudian kelayakan underoass ini ditinjau dari segi ekonomi jalan raya dengan hasil BCR sebesar 14,332 > 1 dan nilai NPV sebesar Rp 2.535.589.296.592. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembangunan Underpass Mayjend Sungkono dapat dikatakan layak dari segi kelayakan ekonomi jalan raya ========================================================= Surabaya as one of the largest cities in Indonesia has a high traffic density. This can be seen from the frequent congestion, the more the number of vehicles with inadequate road capacity. Congestion that occurs in the city of Surabaya is generally often found in downtown areas, especially at the intersection of the road. One of the intersections in Surabaya that often congestion is the Satelit roundabout, so there is a plan to develop Mayjend Sungkono Underpass. The purpose of this Final Assignment is expected to generate traffic studies on the Satelit roundabout and feasibility studies of the road economy, which later can be used as a reference to decent or not the Mayjend Sungkono Underpass in the Satelit roundabout. Result of traffic analysis, degree of saturation on Mayjend Sungkono segment equal to 0,82 and for HR. Muhammad segment is 0.84. Meanwhile, after the construction of Mayjend Sungkono Underpass, the degree of saturation on the segment Mayjend Sungkono dropped to 0.44 and on the HR. Muhammad segment became 0.47. Then the feasibility of this underoass in terms of economic highway with the results of BCR of 14.332> 1 and the value of NPV of Rp 2.535.589.296.592. So it can be concluded that the construction of Major Sungkono Underpass can be said to be feasible in terms of economic feasibility of the highwa

    Analisa Kinerja Simpang Tak Bersinyal Berdekatan (Studi Kasus:Jl Muharto - Jl Ki Ageng Gribig - Jl Mayjend Sungkono Dan Jl Mayjend Sungkono - Jl KH Malik Kota Malang)

    Get PDF
    Salah satu persimpangan dengan volume lalu lintas dan kepadatan tinggi adalah simpang tak bersinyal Jl Muharto – Jl Ki Ageng Gribig – Jl Mayjend Sungkono dan simpang Jl Mayjend Sungkono – Jl KH Malik di Kecamatan Kedung Kandang Kota Malang. Lokasi persimpangan ini berada di pemukiman warga sehingga memiliki lalulintas yang kompleks dan tingkat kepadatan lalulintas yang cukup tinggi. Kondisi persimpangan pada jam -jam puncak terjadi tundaan yang panjang pada kaki simpang, untuk itu pada studi ini dilakukan analisa kinerja persimpangan dan melakukan upaya perbaikan kinerja simpang. Lokasi survey yaitu di simpang 1 Jl Muharto – Jl Ki Ageng Gribig – Jl Mayjend Sungkono dan simpang 2 Jl Mayjend Sungkono – Jl KH Malik Kota Malang. Analisa dilakukan terhadap derajat kejenuhan dan tundaan. Sebagai dasar analisa digunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2014. Data – data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil survey yang dilakukan selama 3 hari yaitu hari Sabtu, Kamis, 22 Juni 2023, Minggu, 02 Juli 2023 dan Senin, 03 Juli 2023 yang berupa volume lalulintas dan goemetrik jalan. Analisa simpang tak bersinyal Jl Muharto – Jl Ki Ageng Gribig – Jl Mayjend Sungkono dan simpang 2 Jl Mayjend Sungkono – Jl KH Malik Kecamatan Kedung Kandang Kota Malang 2 simpang tersebut tingkat pelayanan masih kurang baik.Untuk analisa simpang 1 memberikan kinerja buruk yaitu tingkat pelayanan E, pada jam puncak Dj 1,36 dan tundaan rata-rata (45,99). Hasil analisa menunjukkan bahwa simpang tersebut sudah memenuhi syarat dipasang lampu pengatur lalu lintas. Alat Pemberi Isyarat Lalu lintas (APIL) direncanakan menggunakan 2 fase dan melakukan pelebaran pada geometrik jalan sebesar 1 m pada ruas kiri dan 1 m pada ruas kanan Jl. Muharto dan Jl. Ki Ageng Gribig. Solusi yang direkomendasikan ini didapat nilai derajat kejenuhan (DJ) = 0,472 sampai 0,819 tundaan rata – rata maksimum 24,82 det/kend dengan tingkat pelayanan C memenuhi untuk jalan kota .Untuk simpang 2 pada jam puncak DJ 0,87 dan tundaan rata – rata (16,98). Karena derajat kejenuhannya masih lebih dari 0,85 maka dilakukan rekayasa lalu lintas dimana Jl KH Malik tidak boleh langsung belok kanan ke Jl Mayjend Sungkono arah utara. Rekayasa lalu lintas dengan menggunakan median maka kendaraan yang melintas dari Jl KH Malik jika belok kanan harus putar balik, hasil dari analisa rekayasa DJ 0,81 dan tundaan rata – rata (16,14)
    corecore