Jurnal Teknik ITS
Not a member yet
    3833 research outputs found

    Studi Numerik Karakteristik Aliran Melintasi Silinder Sirkular dengan Penempatan Airfoil NACA 0012, NACA 0018, NACA 0024 di Belakang Silinder

    Full text link
    Salah satu fenomena yang sedang diteliti saat ini adalah aliran fluida yang melintasi susunan bluff body berbentuk silinder. Konsep boundary layer yang ditemukan oleh Ludwig Prandtl pada tahun 1904 menjadi dasar berkembangnya para peneliti melakukan analisis dan kajian mengenai topik bluff body tersebut. Penerapan bluff body pada umumnya menggunakan geometri berupa bentuk sirkular atau elips. Dalam penelitian Ludwig Prandtl, boundary layer yang terbentuk di sekitar aliran fluida dekat permukaan menyebabkan gesekan yang signifikan. Contoh pengaplikasian dalam kehidupan sehari-hari meliputi aerodinamika yakni seperti pada pesawat terbang, hidrodinamika yakni seperti aliran pada di dalam atau di luar pipa saluran air atau heat exchanger, dan sebagainya. Dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, hasilnya menunjukkan bahwa adanya gaya hambat yang timbul pada aliran tersebut, maka dari itu dilakukan penelitian dengan metode numerik untuk mengurangi gaya hambat pada silinder sirkular dengan penambahan airfoil di belakang silinder sirkular. Penelitian dilakukan dengan software Fluent 2021 R2 menggunakan diameter silinder sirkular, D = 36 mm dan chord length (c) sama sebesar 36 mm. Bilangan Reynolds sebesar, Re = 2.01x104 . Variasi yang digunakan pada penelitian ini adalah variasi jenis airfoil (NACA 0012, NACA 0018, NACA 0024) dengan variasi jarak dari trailing edge silinder sirkular utama terhadap leading edge airfoil (S/D = 1). Untuk penelitian secara numerik menggunakan solver dua dimensi (2D) unsteady flow dengan turbulance viscous model k-ω Shear stress transport. Dari hasil simulasi diperoleh bahwa adanya penambahan airfoil di belakang silinder sirkular dapat mereduksi koefisien drag (C_D). Didapatkan reduksi koefisien drag (C_D) paling efektif dihasilkan pada konfigurasi NACA 0012 sebesar 18,5%. Sedangkan reduksi koefisien drag (C_D) terendah dihasilkan pada konfigurasi NACA 0024 sebesar 16,5%

    Strategi Pengendalian Persediaan pada Rantai Pasok Multi-Echelon untuk Fast Moving Products dengan Pendekatan Sistem Dinamik

    Full text link
    Pengendalian persediaan merupakan aktivitas penting dalam memastikan ketersediaan persediaan dan pemenuhan permintaan yang dapat memengaruhi kinerja rantai pasok. Dalam pemenuhan permintaannya, PT X sebuah perusahaan produsen fast moving products dengan produk kurang lebih berjumlah 1600 SKU dalam group product memiliki tiga tahap distribusi yakni National Distribution Center (NDC), Regional Distribution Center (RDC), dan Distribution Center (DC), dimana antar DC dapat melakukan order dan supply satu sama lain (transshipment). Permasalahan terkait pengendaian persediaan dialami oleh PT X, dimana mekanisme perngendalian persediaan yang saat ini dilakukan PT X masih memiliki kelemahan yang menyebabkan kinerja rantai pasok dari segi responsivitas yang direpresentasikan oleh fill rate yang masih jauh dari target yang disebabkan karena ketidakmampuan DC dalam pemenuhan permintaan akibat dari permasaalahn ketidakseimbangan stock, understock, dan overstock di beberapa DC serta pengendalian persediaan yang saat ini dilakukan masih belum mempertimbangkan efisiensi biaya dari masing-masing fasilitas. Pendekatan simulasi sistem dinamik digunakan pada tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengendalian persediaan pada rantai pasok multi-echelon perusahaan fast moving goods di Indonesia. Terdapat tiga skenario perbaikan kebijakan pengendalian yang dikembangkan. Skenario perbaikan kebijakan pengendalian persediaan yang dikembangkan akan diimplementasikan di masing-masing fasilitas. Skenario pertama menerapkan kebijakan min-max inventory dan skema transshipment. Skenario kedua adalah skenario dengan penerapan min-max inventory dan skema transshipment yang terdiri dari 3 sub skenario dengan variasi penambahan safety stock sebesar 10%, 20% dan 30%. Skenario ketiga adalah skenario penerapan kebijakan min-max inventory tanpa skema transshipment. Masing-masing skenario dibandingkan hasil fill rate dan total cost. Skenario yang memberikan hasil fill rate dengan tetap meminimalkan total cost akan dipilih sebagai rekomendasi untuk PT X. Berdasarkan hasil simulasi, skenario yang memberikan hasil terbaik adalah skenario penerapan kebijakan min-max inventory dengan penambahan safety stock sebesar 20% dan dengan skema transshipment. Skenario tersebut mengahasilkan rata-rata fill rate sebesar 97,55% dengan total cost sebesar Rp95.730.419

    Pengaruh Sudut Single V Joint terhadap Laju Korosi, Kekuatan Tarik dan Struktur Mikro Pelat Baja A36 dengan Pengelasan SMAW Menggunakan Elektroda E7018 pada Lingkungan Laut

    Full text link
    Variasi sudut single V joint mempengaruhi deposit bahan tambah dan efisiensi sambungan pengelasan pada pelat baja A36. Sudut pengelasan 55°, 65°, dan 75° diuji dengan elektroda E7018, diameter 3,2 mm. Pengujian korosi menggunakan NaCl 3,5% sebagai media dengan laju korosi meningkat seiring peningkatan sudut pengelasan. Pada sudut 55°, laju korosi HAZ adalah 0.29 mm/year dan WM 0.36 mm/year. Sudut 65° memiliki laju korosi HAZ 0.94 mm/year dan WM 1.66 mm/year. Sudut 75° memiliki laju korosi HAZ 2.73 mm/year dan WM 6.55 mm/year. Pengujian tarik menunjukkan patahan pada base metal yang menunjukkan kecocokan pemilihan elektroda dan metode multipass pengelasan. Patahan juga terjadi pada weld metal akibat porositas. Sudut single V joint juga mempengaruhi ukuran butir pada HAZ dan weld metal dengan peningkatan sudut menyebabkan peningkatan ukuran butir. Transformasi fasa tidak terjadi dalam semua variasi sudut

    10.000 DWT Coal Vessel/Barge Open Pier Jetty Planning at Molotabu, Gorontalo

    Full text link
    Coal exports and imports are common in Indonesia, especially Gorontalo, North Sulawesi, which is always involved in coal export and import activities. Coal is one of the important energy sources in this country. These activities always involve ships. A ship certainly needs a station like any other form of transportation. Open pier construction has various regulations so that vessel can dock safely. Various things can affect the dimension and even the strength of the port structure. From the planning of the pier, implementation methods are also carried out to calculate the planned cost budget The results of planning an open pier jetty for a 10,000 DWT barge include a minimum depth recommendation of -6.5 mLWS. Recommended jetty dimensions are 108 m long and 20 m wide at an elevation of +2.5 mLWS. From the results of the upper structure calculations, a plate with a thickness of 35 cm was obtained. Then for the beam requirements for the jetty structure (500 x 750 mm) and fender beams (2600 x 2500 x 1200 mm). For single pile cap required (2000 x 2000 x 1000 mm) and batter pile cap (3000 x 2000 x 1000 mm). From the results of the substructure calculations, it was found that D609 mm steel piles with a thickness of 12 mm were needed for the jetty structure. Dredged volume requirement is 20,300 m3. Breast wall dimensions (400 x 2000 mm), cantilever dimensions (150 x 250 mm), foot dimensions (2500 x 400 mm), and stiffener thickness of 30 cm. From the overall calculation results, the implementation method can be planned as follows. Preparatory work, dredging work, retaining wall work, jetty structure work, and fender and bollard installation work. From this work, the total cost required is Rp. 51.324.256.809.k, the total cost required is Rp. 51.324.256.80

    Implementasi Metode Long Short-Term Memory dalam Pembuatan Musik Sintetis

    Full text link
    Penggunaan teknologi dalam bidang seni telah membuka berbagai peluang baru untuk meningkatkan kinerja dan kreativitas. Dalam industri musik, perkembangan pesat kecerdasan buatan telah memberikan kemungkinan baru dalam pembuatan musik. Namun, keberadaan teknologi ini juga memiliki implikasi terhadap penggunaan musik dan proses transkripsi manual. Musik menjadi sumber daya penting bagi para musisi, telah mengalami perubahan dari bentuk manuskrip tangan menjadi versi digital yang dapat diakses melalui internet. Pelatihan pembuatan musik menggunakan Recurrent Neural Network yaitu Long Short-Term Memory dilakukan dengan dataset terdiri dari tiga orang komponis ternama dalam bidang musik klasik. Dataset ini dibagi menjadi empat bagian. Selain itu, ada dua skenario yang akan diuji, dan hasilnya akan dibandingkan dengan model lain yaitu Gated Recurrent Unit. Untuk pengolahan data musik, digunakan library python bernama Music21. Model dievaluasi dengan empat cara yaitu dengan melihat loss pelatihan model, persebaran statistik notasi, perhitungan kesamaan dan penilaian dari ahli musik. Pada skenario kedua, model LSTM menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan skenario pertama, dan juga lebih unggul daripada model GRU

    Sistem Informasi Anotasi Data Penelitian: Manajemen Data

    Full text link
    Anotasi data merupakan proses penandaan, pengait-an, atau pelabelan suatu data. Pada proses anotasi data dapat dilakukan dengan menggunakan Google Colaboratory. Lang-kah yang dilakukan pada penggunaan Google Colaboratory, yaitu dengan melakukan input data teks dan membuat implementasi processing dalam format Python. Akan tetapi, penggunaan implementasi tersebut kurang efektif dan membe-rikan data hanya dalam satu format. Penggunaan Google Colaboratory juga perlu mengimplementasikan program Python setiap pembuatan project. Untuk mengatasi hal tersebut, pembuatan situs web anotasi data merupakan solusi untuk mempermudah pengguna dalam melakukan anotasi data. Situs web anotasi data memiliki fitur berupa penyimpanan database yang berisi program Python yang menjadi implementasi dalam anotasi data tersebut. Program Python tersebut mencakup penggunaan Natural Language Processing (NLP) dalam dilaku-kan processing data yang akan dianotasi. Melalui implementasi tersebut akan mempermudah peneliti dalam melakukan proses anotasi data. Situs web ini berfokus pada anotasi data menggu-nakan framework React.js sebagai implementasi front-end dan Flask sebagai implementasi back-end. Pada framework React.js memiliki beberapa fitur seperti export data output dengan for-mat yang ditentukan. Selain itu, pada sisi backend juga dilaku-kan pembuatan API. Program Python akan disimpan dalam database menggunakan API upload file. Melalui situs web ini diharapkan dapat mempermudah peneliti dalam melakukan proses anotasi data dan melakukan pengolahan data output

    Perancangan Sistem Otomatis pada Mesin Sangrai Kopi Menggunakan Logika Fuzzy

    Full text link
    Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia. Industri kopi di Indonesia mulai berkembang dan menjamur sejak tahun 2014. Jenis kopi yang banyak digemari di Indonesia antara lain arabica dan robusta dengan aroma dan rasa khas yang berbeda berdasarkan daerah asal. Rasa dan aroma pada kopi yang sudah diseduh salah satunya dibentuk pada proses pasca panen, yaitu penyangraian. Tingkat kematangan biji kopi pada proses penyangraian menciptakan rasa dan aroma kopi yang khas dan unik. Kesempurnaan penyangraian kopi dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu suhu dan waktu. Kisaran suhu sangrai bermacam-macam, mulai dari light dengan kisaran suhu 180℃-190℃, medium dengan kisaran suhu 191℃-200℃ derajat celcius, dan dark dengan kisaran suhu 201℃-210℃ derajat celcius, waktu dan suhu penyangraian bervariasi menyesuaikan karakter kopi dan alat. Penulis pada tugas akhir ini akan menerapkan alat pengatur suhu otomatis pada pemanas mesin sangrai dengan menggunakan logika fuzzy yang bisa dikontrol melalui smartphone. Alat pengatur suhu yang akan penulis buat menggunakan Arduino UNO dengan IC mikrokontroller atmega 328 dan pemanas utamanya menggunakan infra red ceramic heater, yang merupakan pemanas dengan konsep radiasi, sehingga biji kopi yang disangrai bisa matang dengan merata

    Pengendali Robot Lengan Menggunakan Wearable Device

    Full text link
    Di dunia yang semakin praktis ini, interaksi dengan robot membutuhkan media dan inovasi yang lebih baik di berbagai bidang. Salah satu cara untuk mencapai interaksi manusia-robot yang lebih baik adalah dengan mengurangi gesekan dalam proses interaksi. Contohnya adalah jika seorang robot terinspirasi dari lengan manusia, akan lebih baik jika interaksi yang diperlukan untuk menggerakkan lengan robot dilakukan melalui gerakan lengan penggtbuna, meminimalkan kurva pembelajaran yang diperlukan untuk mengendalikan robot. Ini adalah salah satu alasan mengapa perangkat kontrol yang baik, seperti pada lengan robotik, diperlukan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja di pengaturan industri dengan memperbaiki aspek seperti efisiensi pembelajaran pengguna, keamanan tempat kerja, peningkatan akurasi dan presisi, masukan kreatif dari manusia dalam tugas-tugas di mana diperlukan, efektivitas biaya dalam pemanfaatan robot, dan lain-lain. Tujuan dari penelitian akhir ini adalah untuk mengembangkan perangkat kontrol untuk lengan robot yang memungkinkan kontrol melalui gerakan yang mirip dengan gerakan pengguna, menggunakan mikrokontroler dan sensor IMU untuk mengendalikan robot Dobot Magician

    Desain Pabrik LNG dengan Proses Refrigerasi Propane Pre-Cooled Mixed Refrigerant (C3MR) di Bangkudulis, Kalimantan Utara

    Full text link
    Indonesia diketahui memiliki cadangan gas alam yang berlimpah dengan total per tahun 2021 yaitu sebesar 60,61 TSCF atau sekitar 6.061.000 MMSCFD menjadikannya energi primer terbanyak ketiga setelah minyak bumi dan batu bara. Pemanfaatan gas alam pun mulai banyak dilakukan sebagai salah satu solusi dalam pemenuhan kebuhan berbagai sektor di Indonesia. Pengolahan gas alam menjadi produk Liquified Natural Gas (LNG) menempati urutan pertama dalam presentase pemanfaatan gas alam. Untuk memenuhi kebutuhan akan LNG, dilakukan perancangan pabrik LNG yang berlokasi di Bangkudulis, Kalimantan Utara. Kalimantan diketahui memiliki potensi sumber gas alam yang cukup besar dengan cadangan terbukti sebesar 2924,71 per tahun 2021. Kapasitas produksi pada pabrik ini sebesar 250 MMSCFD. Empat unit yang digunakan dalam proses pengolahan pabrik LNG ini yaitu unit separasi dengan two phase horizontal separator, aMDEA Acid Removal Gas, Dehydration menggunakan molecular sieve berukuran 4A, 5A, dan 13X, fraksinasi menggunakan 2 fraksinator yaitu de-ethanizer dan de-butanizer, serta liquifikasi C3MR. Produk utama yang dihasilkan pabrik ini adalah LNG sebesar 181.085,70 kg/jam (211,5 MMSCFD) dengan produk samping LPG sebesar 22.921,890 kg/jam dan kondensat sebesar 7.245,16 kg/jam. Pabrik LNG ini memiliki kebutuhan panas atau energi sebesar 38.218,34 kW. Untuk mendirikan pabrik ini, diperlukan Total Capital Investment (TCI) sebesar Rp 12.443.702.392.877,70 dengan perkiraan umur pabrik selama 10 tahun. Perhitungan untuk menganalisis ekonomi dilakukan dan diperoleh nilai IRR sebesar 22,52%, dengan waktu pengembalian modal (POT) selama 4,54 tahun dan BEP sebesar 28,28%

    Analisis Highest and Best Use pada Lahan di Jalan Dr. Ir. H. Soekarno Surabaya

    Full text link
    Pertumbuhan penduduk Surabaya dan tingkat pere-konomiannya yang semakin meningkat menjadikan lahan seba-gai salah satu bidang investasi yang paling menjanjikan. Namun hal tersebut tidak seiring dengan ketersediaan lahan yang sema-kin terbatas. Potensi pengembangan lahan yang tidak terman-faatkan atau lahan kosong di Surabaya seiring berjalannya waktu terus berkembang. Salah satu lahan kosong di Surabaya seluas 5.785 m2 yang terletak di Jalan Dr. Ir. H. Soekarno, Kedung Baruk, Kec. Rungkut, Surabaya merupakan lahan da-lam keadaan kosong tanpa ada satu pun aktivitas di atasnya, meskipun letak lahan tersebut berdekatan pada kawasan komersial yang cocok untuk dikembangkan menjadi properti komersial seperti apartemen, hotel, perkantoran, dan peru-mahan. Untuk mengetahui penggunaan tertinggi dan terbaik pada lahan di Jalan Dr. Ir. H. Soekarno Surabaya dilakukan dengan metode Highest and Best Use (HBU). Highest and Best Use (HBU) merupakan analisis terhadap kegunaan terbaik dan tertinggi dari suatu bidang tanah kosong, tanah yang dianggap kosong maupun properti yang sedang dalam tahap pengem-bangan. HBU ini meliputi empat kriteria, yaitu aspek legal, aspek fisik, aspek finansial, dan aspek produktivitas maksimum (maximally productive). Dari hasil penelitian ini didapatkan tiga alternatif properti untuk pengembangan lahan, yaitu hotel, ruko, dan perkantoran. Dari ketiga alternatif properti tersebut, dapat disimpulkan bahwa alternatif properti yang dapat memberikan nilai lahan tertinggi dan terbaik dari nilai lahan awal adalah alternatif properti perkantoran yang memiliki nilai lahan sebesar Rp73.423.610,00/m2 dengan persentase kenaikan nilai lahan tertinggi, yaitu sebesar 357%

    3,519

    full texts

    3,833

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknik ITS
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇