44 research outputs found
Pembelajaran Praktik Instrumen Gitar Kurikulum ABRSM Dasar I di Chandra Kusuma School: Kajian terhadap Masalah dan Solusinya
Practice learning the guitar at Chandra Kusuma School is using ABRSM curriculum guide books. However, the implementation of a curriculum still having a lot of trouble, especially on a right-hand techniques such as the achievement of picking techniques apoyando and tirando also left hand techniques such as frame finger, position, (crossing finger) and other fingering techniques. These troubles have caused some problems to the teacher and the student in the teaching-learning process when applying and implementing a curriculum in teaching guitar at Chandra Kusuma School. The application of a technic that curriculum desired by a symbol located on transcription notation. This problem makes a teacher must understand the issues contained in a curriculum to be taught to students in practice learning the instrument. Moreover, the problems of internal and external factors studied, such as: interest, discipline, intellectual, attention, confidence, fatique, talent and other things of the external factors: facilities, assessment, curriculum, methods, materials, environment, parents and the another highly inhibit and slow the learning guitar process at Chandra Kusuma School.
So in this case the author conducted a study, by examining teachers and students in the teaching-learning process is carried out in Chandra Kusuma School, as well as analyzing the three (3) songs of the guide books are taken through the ABRSM curriculum and offering learning solutions to provide the particular training in order to be able to play a song from technical difficulties of song books ABRSM curriculum guide. This is done in order to see the issues limiting factor in addition to techniques such as internal and external problems of learning, then the author look at the solutions provided by the school, the teachers, and the problems can not be solved Chandra Kusuma School, in this case the author will also try to offer a solution.
Through these problems the author uses the theory of behaviorism approach through behavioral changes that build a strong individual with the ability to search for a solution (problem solving) in learning guitar at Chandra Kusuma School. This theory proposed by Gage and Berliner in the book “Educational Psychology” Second Edition, (Chicago Rand Mc. Nally), 1979. In this study the author hope to find, troubleshoot and resolve problems learning at Chandra Kusuma School, either techniques in playing a song or internal and external factors inhibiting the practice of learning the guitar.Pembelajaran praktik instrumen gitar di sekolah Chandra Kusuma memakai buku panduan kurikulum ABRSM. Namun, penerapan sebuah kurikulum masih mengalami banyak kesulitan, terlebih pada sebuah pencapaian teknik tangan kanan seperti teknik petik apoyando dan tirando serta teknik tangan kiri seperti frame jari, posisi, krosing (crossing finger) maupun teknik penjarian lainnya, hal ini mengakibatkan permasalahan dalam proses belajar-mengajar yang dilakukan seorang guru dan murid ketika mengaplikasikan dan menerapkan sebuah kurikulum dalam pembelajaran gitar di sekolah Chandra Kusuma. Penerapan sebuah teknik yang diinginkan kurikulum melalui sebuah simbol terdapat pada transkripsi notasi balok. Permasalahan ini menjadikan seorang guru harus mengerti persoalan yang terdapat pada sebuah kurikulum untuk diajarkan kepada siswa dalam pembelajaran praktik instrumen gitar. Terlebih permasalahan dari faktor internal dan eksternal belajar, seperti: minat, disiplin, intelektual, perhatian, disiplin, percaya diri, kelelahan, bakat dan hal lainnya dari faktor eksternal : sarana, penilaian, kurikulum, metode, materi belajar, lingkungan, orangtua dan hal lainnya yang sangat menghambat dan memperlambat proses pembelajaran gitar di sekolah Chandra Kusuma.
Maka dalam hal ini penulis melakukan sebuah penelitian, dengan meneliti guru dan murid dalam proses belajar-mengajar yang dilakukan di sekolah Chandra Kusuma School, serta menganalisis 3(tiga) buah lagu dari buku panduan yang diambil melalui kurikulum ABRSM serta menawarkan solusi pembelajaran dengan memberikan pelatihan-pelatihan khusus, untuk dapat memainkan sebuah lagu dari kesulitan-kesulitan teknik dari lagu buku panduan kurikulum ABRSM. Hal ini dilakukan agar dapat melihat permasalahan faktor penghambat selain teknik seperti permasalahan internal dan eksternal belajar, kemudian penulis melihat solusi yang diberikan oleh pihak sekolah, guru, dan permasalahan yang belum dapat dipecahkan sekolah Chandra Kusuma, dalam hal ini penulis juga akan mencoba menawarkan sebuah solusi.
Melalui permasalahan-permasalahan tersebut penulis menggunakan pendekatan teori behaviorisme melalui perubahan tingkah laku yang membangun sebuah kemampuan individu yang kuat dengan mencari solusi (problem solving) dalam pembelajaran gitar di sekolah Chandra Kusuma. Teori ini dicetuskan oleh Gage dan Berliner dalam buku “Educational Psychology” Second Edition, (Chicago Rand Mc. Nally), tahun 1979. Dalam penelitian ini penulis berharap dapat menemukan, memecahkan dan mengatasi permasalahan-permasalahan pembelajaran yang terdapat di sekolah Chandra Kusuma baik secara teknik dalam memainkan sebuah lagu, maupun faktor penghambat internal dan eksternal dalam pembelajaran praktik instrumen gitar.224 HalamanTesis Magiste
ASUHAN KEPERAWATAN DEFISIT NUTRISI PADA IBU HAMILDENGAN KURANG ENERGI KRONIS (KEK)DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUSUMA BANGSAKOTA PEKALONGAN
ASUHAN KEPERAWATAN DEFISIT NUTRISI PADA IBU HAMILDENGAN KURANG ENERGI KRONIS (KEK)DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUSUMA BANGSAKOTA PEKALONGANNovita Kusuma Dewi1, Maslahatul Inayah2, Afiyah Sri Harnany21Mahasiswa Prodi D III Keperawatan Pekalongan Poltekkes Kemenkes Semarang2Dosen Prodi D III Keperawatan Pekalongan Poltekkes Kemenkes SemarangEmail : [email protected] Belakang : Kurang Energi Kronis (KEK) adalah asupan energi yang tidak mencukupi dalam jangka panjang. Ibu hamil dengan LILA < 23,5 cm dinyatakan mengalami Kurang Energi Kronis (Dinkes Provinsi Jawa Tengah, 2015). Di Kota Pekalongan, prevalensi ibu hamil KEK sebesar 14,14% atau berjumlah 898 pada tahun 2018. Ibu hamil yang kekurangan nutrisi dapat mempengaruhi kesehatan, keselamatan, serta kualitas ibu dan bayinya.Tujuan Penelitian : Menggambarkan Asuhan Keperawatan Defisit Nutrisi Pada Ibu Hamil dengan Kurang Energi Kronis (KEK). Metode Penelitian : Penulis menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan menggunakan proses pendekatan keperawatan. Hasil : Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x kunjungan pada kedua responden, defisit nutrisi teratasi dengan kriteria hasil: porsi makanan yang dihabiskan meningkat, pengetahuan tentang makanan dan minuman yang sehat meningkat, sikap terhadap makanan dan minuman sesuai dengan tujuan kesehatan, nafsu makan membaik, berat badan naik 1 kg.Saran : Ibu hamil dianjurkan untuk mengkonsumsi nutrisi yang cukup kualitas dan kuantitasnya, tablet FE dan vitamin lainnya, serta melakukan antenatal care secara rutin agar kesehatan ibu dan janin tetap terpantau. Puskesmas dapat lebih meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan Kurang Energi Kronis pada ibu hamil melalui layanan antenatal komprehensif.Kata Kunci : Ibu hamil, Kurang Energi Kronis, KEK, defisit nutrisi NURSING CARE OF NUTRITION DEFICIT IN PREGNANT WOMENWITH CHRONIC ENERGY DEFICIENCY (CED)IN KUSUMA BANGSA PUBLIC HEALTH CENTERPEKALONGAN CITYNovita Kusuma Dewi1, Maslahatul Inayah2, Afiyah Sri Harnany21Student of D III of Pekalongan Nursing Study Program, Poltekkes Kemenkes Semarang2Lecturer of D III of Pekalongan Nursing Study Program, Poltekkes Kemenkes SemarangEmail : [email protected] : Chronic Energy Deficiency (CED) is insufficient energy intake in the long run. Pregnant women with mid-upper arm circumference (MUAC) < 23.5 cm were declared Chronic Energy Deficiency (Health Office of Central Java, 2015). In Pekalongan city, the prevalence of pregnant women with CED was 14,14% or amounted 898 in 2018. Malnourished pregnant women can affect the health, safety, and quality of her and her babies, even death can occur.Research Goal : Describing Nursing Care of Nutrition Deficit In Pregnant Women with Chronic Energy Deficiency (CED). Research Method : The author used descriptive methods with case study approaches and used nursing approaches. Result : After three time visits to both respodens, the nutrition deficit was addressed with the criteria for results: the portion of food spent increased, knowledge of healthy foods and beverages increased, attitudes towards food and beverages in accordance with health goals, appetite improved, weight gain 1 kg.Suggestion : Pregnant women are recommended to consume adequate nutrition quality and quantity, FE tablets and other vitamins, as well as conduct antenatal care regularly so that the health of the mother and fetus remains monitored. Public health centers can further improve efforts to prevent and treat Chronic Lack of Energy in pregnant women through comprehensive antenatal services.Keywords : Pregnant women, Chronic Energy Deficiency, CED, nutrition defici
KATASTROFE : REINTERPRETASI SOSOK DEWI SRI SEBAGAI GAGASAN PENCIPTAAN KARYA LUKIS
Looking back at the history meaning of Dewi Sri’s existence for Indonesian people is not only stored in her rice plant breeding tradition (seren taun) and her figure which is seen as a mere goddess of rice and plants. However, it is also related to how values, social issues and local wisdom are passed down from generation to generation. This is also illustrated through the author’s analysis and observation of the story of Wawacan Sulanjana and Dewi Sri’s role in it. Talking about values, problems and views on life that are derived is so crucial, especially when it has a significant and long-lasting effect. Art in this case exists as a medium for communicating the views and ideas of one of life’s issues, as well as re-elevating Indonesian folklore which is projected through a contemporary lens. The author uses the reinterpretation method through the author’s point of view and experience and divides it into three phases, each of which represents a different conflict. Created through the medium of oil painting. With the production of this report, it can help readers learn and provide new experiences related to the field of fine arts.
Keywords: Catastrophe, Goddess Sri, Reinterpretation, Art Painting
------------------------------------------------------------------------------------
Menelisik kembali pada sejarah makna eksistensi Dewi Sri bagi masyarakat Indonesia tidak hanya tersimpan pada tradisi pemuliaan tanaman padinya (seren taun) serta sosoknya yang dipandang sebagai dewi padi dan tumbuhan semata. Namun juga, memiliki keterkaitan terhadap bagaimana nilai- nilai, masalah sosial serta kearifan lokal diturun temurunkan. Hal ini pun tergambar melalui analisis serta observasi penulis terhadap kisah Wawacan Sulanjana dan peran Dewi Sri didalamnya. Berbicara mengenai nilai, problem serta pandangan hidup yang diturunkan ini menjadi begitu krusial terutama ketika hal itu memberikan efek yang cukup signifikan dan berkepanjangan. Seni dalam hal ini hadir sebagai media berkomunikasi terhadap pandangan dan gagasan salah satu isu kehidupan, serta sebagai pengangkatan kembali cerita rakyat Indonesia yang diproyeksikan dalam kacamata masa kini. Penulis menggunakan metode reinterpretasi melalui sudut pandang serta pengalaman penulis dan membaginya menjadi tiga fase yang masing-masing mewakili konflik yang berbeda. Diciptakan melalui medium lukis cat minyak. Dengan terbuatnya laporan ini, dapat membantu pembaca mempelajari serta memberikan pengalaman yang baru terkait bidang kesenirupaan.
Kata Kunci: Katastrofe, Dewi Sri, Reinterpretasi, Karya Luki
Pengaruh Kunjungan Wisatawan Terhadap Pendapatan Pedagang Kaki Lima Sebelum Dan Sesudah Pandemi Covid-19 Di Wisata Andam Dewi Kota Bengkalis Kabupaten Bengkalis
Andam Dewi Tourism is an artificial tour which is a recreational object where you can play and relax in the center of Bengkalis City, which is located in Bengkalis District, Bengkalis Regency, Riau Province with an area of ??1 Ha. Because of its strategic location and beautiful views of the sea, this place is always crowded with visitors and the street vendors selling are scattered in every corner. However, when the Covid-19 Pandemic entered Indonesia in 2020 it had an impact on the income of street vendors at Andam Dewi Tourism. Competition for tourist visits during the Covid-19 Pandemic will of course also have an impact on traders in Taman Andam Dewi tourism. The purpose of this study was to analyze the influence of Andam Dewi's tourist visits on the income of street vendors before and after the Covid-19 Pandemic at Andam Dewi Tourism, Bengkalis City, Bengkalis Regency. ?The source of the data in this research was obtained and collected by the author directly through the results of the responses of the street vendors at the Andam Dewi tour by distributing questionnaires and interviews submitted to 78 respondents. The form of research carried out in writing this thesis is a quantitative research method using the SPSS 25.0 (Statistical Program for Science) application and also using simple linear regression analysis. Before carrying out a simple linear regression analysis, it is necessary to test the instrument as a data measurement tool, test the classical assumptions and test the hypothesis. ?The results showed that tourist visits had a positive and significant effect on the income of traders at Andam Dewi Tourism before and after the Covid-19 Pandemic. tourist visits affected the income of traders at Andam Dewi Tourism before the Covid-19 Pandemic, this is based on a simple linear regression analysis that has been carried out if tourist visits are increased by one unit, then trader income will also increase by 79.1% and tourist visits also affect trader income in Andam Dewi Tourism after the Covid-19 Pandemic, this is based on a simple linear regression analysis that has been carried out if tourist visits are increased by one unit, the merchant's income will also increase by 81.2%
DIALEKTIKA INTEGRASI ANTARA PSIKOLOGI DAN ISLAM DI INDONESIA: PELUANG BAGI METODE EKSPERIENSIAL
The idea of integration between psychology and Islam in Indonesia has been set up almost two decades. This scientifc discourse philosophically and methodologically illustrates Indonesian Muslim scientists vary in seeing Islam as a paradigm. Analyst identifes the integration can be classifed into two terms, either Islamic psychology (IP) or psychology of Islam (PoI) unfortunately both represent respectively a monodiscipline. If it is so, the integration is likely to reach its failure, since both of the terms entails a new dichotomy instead of an interdisciplinary study. By studying Islamic philosophy of science this paper –on one side- works to highlight a new synthesis within the dynamic of integration process, namely ftrah psychology (Psikologi Fitrah), yet criticize its methodological problem. On the other side, it focuses on the possibility of Islamic studies (Dirasat Islamiyya) in order to offer an adequate method for Muslim spiritual experiences. To that end, this paper proposes two major steps in fnding the method, namely by: 1) proposing falsifable project for two previous generations (IP and PoI); 2) re-examining a ‘self-consciousness’ method through essensial-authentic experience (irfānī) that has been handed down by the classical Islamic thinkers and scientists in Islam
FEMINISME DALAM ISLAM (KAJIAN ATAS PEMIKIRAN AMINA WADUD TENTANG RELASI FUNGSIONAL ANTARA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN)
Al-Qur' an telah mengatakan bahwa pada dasamya manusia adalah setara.
Namun demikian pada kenyataannya kesetaraan manusia ini tidak menjamin kondisi perempuan dengan laki-laki di kehidupan sosial mereka. Kecenderungan androsentrisme dari budaya patriarki banyak berpengaruh pada pemahaman umat Islam terhadap teks. Pada akhimya hal tersebut menimbulkan permasalahan pada pola relasi gender di beberapa negara Islam. Disini, perempuan mengalami beberapa diskriminasi dari akses publik hingga diskriminasi dalam pemahaman terhadap teks agama.
Diskursus Feminisme dalam Islam memunculkan beberapa tipologi. Menurut pembagian Mirriam Cooke feminisme dalam Islam terbagi dalam tiga tipologi: yaitu feminisme Sekuler, Islamis, dan feminisme Islam. Permasalahan
mengenai relasi gender merupakan permasalahan yang banyak mengundang perdebatan di antara mereka. Perbedaan cara pandang dan paradigma berfikir dari
para feminis menyebabkan mereka juga berbeda pendapat dalam menyelesaikan
permasalahan relasi gender. Namun mereka memiliki satu kesamaan, yakni mengakui adanya prinsip relasi fungsional.
Salah satu tokoh yang mengulas tentang relasi fungsional adalah Amina
Wadud, seorang intelektual muslim Amerika yang juga guru besar Studi Islam dan Filsafat Universitas Virginia Commonwealth. Integritasnya yang tinggi dalam kajian feminisme Islam telah mendorongnya untuk mengadakan riset tentang pandangan al-Qur'an mengenai perempuan terlepas dari pre-asumsi dari budaya androsentrisme-patiarki.
Penelitian ini mengajukan dua pokok permasalahan: pertama, bagaimana pandangan tentang relasi fungsional menurut kajian feminisme dalam Islam?; kedua bagaimana pandangan Amina Wadud tentang relasi fungsional antara laki laki dan perempuan?
Penelitian ini adalah library research, sumber-sumber data primer diperoleh dari buku-buku pustaka terutama karya Amina Wadud dan sudah diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia yaitu Qur'iin menurut Perempuan; Meluruskan Bias Gender dalam Tradisi Tafeir, selain itu juga beberapa artikel Amina Wadud diantaranya Justice, Gender and Islam (www.wluml.org), A 'ishah 'sLegacy: Amina Wadud looks at The Struggle for Women's Rights within Islam (www.findarticles.com). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan metode deduktif-induktif dalam penyajian data, dan menggunakan metode interpretasi, metode komparasi, dan metode kesinambungan historis dalam pengolahan data.
Penelitian ini telah menghasilkan beberapa kesimpulan. Di antaranya, pada diskursus feminisme dalam Islam, terdapat perbedaan pandangan tentang obyek penelitian. Di antaranya: Feminis Sekuler berpandangan bahwa relasi fungsional adalah adalah satu pola hidup yang tidak terdapat di dalamnya keserakahan mengambil hidup. Mereka tidak secara khusus membahas relasi fungsional kecuali penekanannya pada interaksi sosial yang mengutamakan prinsip saling pengertian. Para Islamis, dengan jelas menyebutkan bahwa relasi fungsional adalah relasi gender yang meniscayakan adanya peran secara kodrati sebagaimana
ditakdirkan Tuhan bersamaan dengan penciptaan manusia di dunia. Relasi
fungsional didasarkan pada prinsip inklusifitas manusia dan menjadikan prinsip ekuilibrium sebagai tujuannya. Dan terakhir, Feminisme Islam memiliki
pandangan bahwa relasi fungsional adalah relasi gender yang di dalamnya meniscayakan adanya proses saling melengkapi sesuai dengan kelebihan masing• masing jenis kelamin (QS. An-Nisa' (4): 34). Feminis ini menyebut relasi
fungsional sebagai sebuah hubungan yang sifatnya kontekstual, yaitu pembagian
peran gender yang memperhatikan konteks sosial. Diantara para feminis Islam berpandangan bahwa pemahaman terhadap teks yang bias gender telah menyebabkan munculnya permasalahan di dalam relasi fungsional.
Sedangkan relasi fungsional menurut Amina Wadud adalah adalah relasi
gender yang dibentuk melalui pembagian peran secara seimbang antara laki-laki dan perempuan sesuai dengan konteks yang dihadapi oleh manusia . Tujuan dari relasi tersebut tidak lain adalah menjaga keseimbangan manusia dalam menjalankan misi khafifah Tuhan di bumi . Al-Qur'iin tidak memberikan parameter kualifikasi antara laki-laki dan perempuan di dalam relasi fungsional kecuali bersifat abstrak, yaitu kesalehan amal mereka (taqwii). Wadud berkesimpulan bahwa parameter kualifikasi dari relasi fimgsional bersifat relatif
Dikotomi Paradigma Psikologi Islami; Studi Kasus Sejarah Integrasi antara Ilmu dan Islam di Indonesia
Explaining China’s Passport Powerlessness Towards The Oecd Countries: The Impact Of International Order And International Recognition
In this globalized world, the main obstruction of international mobility no longer comes from economic or physical constraints, but from the legal constraints imposed by the states in the form of passport and visa. However, the issuance of passport and visa have generated inequal rights in international mobility, as some passports enjoy higher freedom of mobility than others. This condition gave rise to the term “Passport Power” which is measured by the number of countries that can be entered by certain passport holders without enclosing a pre-departure visa. Nevertheless, passport power cannot be not solely determined by the states’ possession of material power, which can be seen in the case of China’s passport. China’s passport is considered as powerless, especially towards the OECD members. Although China plays an important role as the OECD’s top source of investment and tourists sender, none of the OECD members grant visa exemption or VoA access to China’s passport holders. Therefore, this research aims to address the question as to why do all of the OECD members not grant visa-free access to Chinese passport holders, albeit China’s possession of economic power in the form of investment and tourist source. To answer this, the author utilizes two interconnecting theoretical frameworks, namely: (1) international order and its role in shaping states’ behavior; and (2) international recognition and its impact on freedom of mobility of certain nationalities. The author argues that China’s passport powerlessness is affected by some factors beyond its domestic conditions. With this regard, the author discovers that China’s passport powerlessness towards the OECD countries is linked to its position as a challenger of the liberal international order. The challenger-label subsequently leads to the misrecognition of China’s power, in which it is perceived as a threat to the international status quo. Considering the fact that the OECD countries tend to limit the grant visa-waiver to their Western allies, it can be argued that the imposition of visa restriction for China is the extended impact of China’s threat reputation
Nilai Pendidikan Karakter Yang Terdapat Pada Panil-Panil Relief Candi Rimbi
Abstrak Informasi mengenai Relief Candi Rimbi masih jarang ditemukan. Fokus pembahasan dalam penelitian ini adalah menginterpretasikan nilai pendidikan karakter yang terdapat pada panil-panil relief Candi Rimbi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, tersebut penulis mencari nilai karakter apa saja yang terkandung dalam panil-panil relief Candi Rimbi. Terdapat 8 nilai karakter yang bisa dikaitkan dengan panil relief dalam bentuk kajian nilai pendidikan karakter diantaranya adalah nilai religius, peduli sosial, bersahabat, kerja keras, peduli lingkungan, kreatif, cinta tanah air, dan tanggung jawab. Kata Kunci : Relief Candi, Nilai Pendidikan Karakter, Nilai Moral Abstract Information on Rimbi Temple’s reliefs still rarely found. The focus of the discussion in this research is to interpret the value of character education of them. This research uses qualitative descriptive method. Based on these research results, the author looking for the value of any character contained in panil-panil Rimbi Temple’s reliefs. There are 8 character values that can be questioned with the help of the committee in the form of assessing the value of education with religious values, caring socially, friendly, hard work, caring for the environment, creative, loving homeland, and responsible Key Word : Temple Reliefs, Character Education, Moral Valu
