15 research outputs found
STRATEGI PENANGANAN PREVENTIF-KURATIF PERILAKU SEKSUAL PADA REMAJA AUTIS DI SLB FREDOFIOS YOGYAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses dan hasil strategi penangananpreventif-kuratif perilaku seksual pada remaja autis di SLB Fredofios Yogyakarta. Penelitian ini menggunakanpendekatan kualitatif jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SLB Fredofios Yogyakarta dari tanggal06-23 November 2015 dengan subjek penelitian 2 (dua) remaja autis yang sedang memasuki masa pubertas dan 3(tiga) guru pengajar remaja autis. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan observasi, wawancara, dananalisis dokumen. Teknis analisis data menggunakan model alir dari Miles Huberman dengan langkah reduksidata, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya teknik keabsahan data menggunakan triangulasi metode.Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi penanganan preventif perilaku seksual pada remaja autis di SLBFredofios Yogyakarta sudah diterapkan, akan tetapi belum memenuhi prosedur. Penerapan strategi penangananpreventif menggunakan instruksi yang cenderung pada mengingatkan secara situasional di berbagai pelajaranseperti pelajaran Binadiri, IPA, Agama. Contoh penerapan strategi penanganan preventif yaitu: tidak menyentuhdan menggaruk kemaluan di tempat umum, tidak berpelukan baik teman laki-laki ataupun perempuan; sedangkanuntuk penerapan strategi penanganan kuratif perilaku seksual pada remaja autis di SLB Fredofios Yogyakartasudah diterapkan sesuai dengan prosedur. Dari strategi penanganan yang diterapkan di SLB Fredofios Yogyakarta,diketahui bahwa perilaku seksual remaja autis mampu diminimalisir melalui strategi kuratif dalam bentuk larangandan pengalihan aktivitas fungsional
NILAI-NILAI FILOSOFIS DALAM RITUS PERNIKAHAN ADAT JAWA SOLO PUTRI: KAJIAN FILSAFAT NILAI MAX SCHELER
ABSTRACT
Marriage is a highly sacred aspect of human life. In the context of the traditional rites of Javanese Solo for women, the wedding process is deeply connected to ancestral traditions. The series of processes carried out in Javanese Solo weddings includes: (1) Selametan, (2) Tanem Tarub, (3) Gethik Geni Adhang Pisanan, (4) Siraman, (5) Midadareni, (6) Kacar-kucur, and (7) Ijab. This research aims to explore the philosophical values reflected in the wedding processes of Javanese Solo women using the value philosophy analysis developed by Max Scheler. The method employed is library research with a qualitative approach, wherein library studies serve as a source of data and references concerning the topic being investigated. The research findings indicate that the wedding process in Javanese Solo traditions contains various values, namely: (1) The Value of Pleasure reflected in the Midadareni process, (2) The Value of Vitality represented by the Kacar-kucur process, (3) The Spiritual Value embodied in the Siraman process, and (4) The Value of Holiness expressed through the Selametan process.
Keywords: marriage, rites, javanes customs, values, philosophy
ABSTRAK
Pernikahan merupkan aspek yang sangat sakral dalam kehidupan manusia. Dalam konteks ritus adat jawa solo putri, prosesi pernikahan sangat terkait dengan tradisi nenek moyang. Adapun serangkaian prosesi yang dilaksanakan dalam pernikahan ada jawa solo putri meliputi (1) Selametan (2) Tanem Tarbu (3) Gethik Geni Adhang Pisanan (4) Siraman (5) Midadareni (6) Kacar-kucur (7) Ijab. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi nilai-nilai filosofis yang tercermin dalam prosesi perbikahan adat jawa solo putri menggunakan analisis filsafat nilai yang dikembangkan oleh Max Scheler. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif, dimana studi kepustakaan berfungsi sebagai sumber data dan referensi mengenai topik yang diteliti. Hasil penelitian menunjukan bahwa prosesi pernikahan adat jawa solo putri mengandung berbagai nilai. Yaitu, (1) Nilai Kesenangan yang tercermin dalam prosesi Midadareni (2) Nilai Vitalitas yang diwakilkan oleh prosesi Kacar-kucur (3) Nilai Spiritual mencerminkan dalam prosesi Siraman (4) Nilai Kekudusan diungkapkan melalui prosesi Selametan
Kata Kunci: pernikahan, ritus, adat jawa, nilai-nilai, filosofis
 
Community Forest Management of Tectona grandis Through Growth Increments, In Sungai Siring, Samarinda
Tectona grandis (Teak) community forests have the potential to produce wood products. The potential of teak community forest management is becoming increasingly important. Teak is the main choice for many forest farmers in Indonesia due to its high economic value, especially related to producing high-quality wood used for construction and furniture. Teak can grow under adaptive conditions and is easily developed by communities. Teak growth of increment affected by internal and external factor. Good management of teak will produce fast growth rates and large-diameter class through by increment knowledge. Measurement of diameter at the breast height, total height, and the number of trees, age of plant, and space of plant using plot sampling is 20 m x 50 m plot. Data analysis with descriptive statistics is used to determine whether the data is error or not. Calculating the increment based on diameter, base plane (m2), volume (m3), and Mean Annual Increment (MAI). The research aims to determine the increment based on the average diameter (cm), the average diameter of the base plane (m2), and the increment based on volume (m3) and MAI. The results of the study were that 13-year-old teak had an average diameter of 15.688 cm, an average base diameter of 0.002 m2, and a volume-based increment of 0.337 m3 and MAI of 1.207 cm/year. While the 9-year-old Teak has an average diameter of 22.134 cm, an average base plane diameter of 0.002 m2, an increment by volume of 0.346 m3 and MAI of 2.459 cm/year. The MAI growth of teak in Sungai Siring Community Forest is slower because it is not influenced by environmental factor
MAKNA SIMBOLIK DALAM RITUAL TATA RIAS PERNIKAHAN JAWA (Studi Praktik di Desa Grobog Wetan Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal Jawa Tengah)
Ritual Jawa penuh dengan simbol sehingga bisa dikatakan ritual jawa
adalah ritual simbolis. Simbol-simbol yang digunakan yang banyak
digunakan dalam ritual jawa diantaranya ritual tata rias penganten jawa
banyak sekali mengandung nilai-nilai, budaya, etika, serta moral yang
sangat penting dikulik lebih dalam kepada masyarakat atau studi yang ingin
melakukan penelitian dengan judul ini.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, metode kualitatif
adalah penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata
tertulis atau lisan dari orang-orang yang dimintai keterangan atau langsung
pada sumbernya. Jenis penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field
research) yang mana penelitian terjun langsung dari narasumber. Teknik
pengumpulan data pada penelitian ini yaitu menggunakan teknik observasi,
wawancara dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan yaitu data
primer yaitu data yang diperoleh dari hasil wawancara kepada perias
penganten / dukun manten.
Hasil dalam peneliti ini mengungkapkan makna simbolik tata rias
dalam pernikahan jawa di Desa Grobog Wetan Kecamatan Pangkah
Kabupaten Tegal Jawa Tengah. Dalam mengasah hasil penelitian ini
menggunakan teori interpretasi makna dari Hermeneutika Gadamer. Data
yang digunakan adalah ritual tata rias yang ada di Desa Grobog Wetan.
Teknik interpretasi data dilakukan dengan mengikuti gagasan
penggabungan makna masa lalu dengan masa kini dari proses penafsiran.
Hasil yang diperoleh adalah makna dari ritual tata rias adat jawa yang masih
belum mengalami pergeseran yang cukup penting meski ada sentuhan
teknologi dalam hal merias. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat masih
berpegang oada nilai ketradisioanl dalam menyelenggaraan adat pernikahan
jawa di Desa Grobog Wetan
PANDANGAN ABDI DALEM KERATON NGAYOGYAKARTA HADININGRAT TERHADAP TRADISI SEKATEN (Analisis Hermeneutika Hans-Georg Gadamer)
The Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat is the center of culture and spirituality, a symbol of the majesty of Javanese civilization that preserves historical heritage. The Sekaten tradition, which was originally a Hindu-Buddhist ritual for the spirits of ancestors, has now become an Islamic celebration through gamelan art to commemorate the birthday of the Prophet Muhammad. The name Sekaten comes from the gamelan Sekati or the term syahadatain. Modernization changed the tradition, including its integration with commercial activities such as night markets, although it was later removed to preserve the religious essence. Abdi dalem plays a key role in rectifying people's understanding and maintaining the meaning of Sekaten tradition as a spiritual and cultural celebration.
This study used a qualitative approach to explore the understanding of the meaning of Sekaten tradition in Ngayogyakarta Hadiningrat Palace. Data collection techniques included participant observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis was conducted descriptively qualitatively by compiling the results of observations and interviews systematically to improve understanding of the phenomenon. The results were analyzed using Hans-Georg Gadamer's hermeneutic approach to explore historical influence, prejudice, and horizon fusion in interpreting the Sekaten tradition.
This research shows that the views of the courtiers of the Ngayogyakarta Hadiningrat Palace towards the Sekaten tradition have various interpretations, including as a means of da'wah, cultural preservation, public entertainment, a symbol of the role of the Sultan, and education. These different views are influenced by the social background, culture, and beliefs of each individual. Through Gadamer's hermeneutic approach, it is found that effective historical influences such as modernization, increased education, and the lifestyle of the community have changed the perspective of the courtiers. Existing prejudices, such as the view of the Sultan's role, which used to be spiritually dominant, have now shifted to be more symbolic. In addition, the role of courtiers as custodians of tradition, once considered sacred and dedicated, is now more often seen as an additional activity. This transformation has resulted in a new meaning of the sekaten tradition. If previously this tradition was seen as a form of respect for ancestors and spiritual means, it is now more widely understood as public entertainment, cultural formality, and efforts to preserve cultural heritage. The process of horizon fusion between traditional and modern values reflects the adaptation of the Sekaten tradition in the face of social and cultural change
Pola Komunikasi Keluarga dalam Pembentukan Kepribadian Anak
The research conducted in this literature review utilized a documentation study approach, analyzing ten theoretical studies sourced from articles. The research focused on "family communication patterns" and "child personality." The findings strongly support the notion that effective communication within the family is vital for the healthy growth and development of children's personalities. When communication patterns are well-established, it fosters open and honest relationships between parents and children, allowing parents to understand better and cater to their children's needs
KAJIAN METABOLIT SEKUNDER BATANG BAJAKAH (SPATHOLOBUS LITTORALIS HASSK.) DALAM PENGEMBANGAN SEBAGAI OBAT HERBAL ANTIKANKER PAYUDARA DAN ANTIOKSIDAN
Tumbuhan Bajakah (Spatholobus littoralis Hassk.) merupakan salah satu tanaman yang berpotensi dikembangkan menjadi obat tradisional, dimana tanaman bajakah ini memiliki bioaktivitas sebagaipenyembuh luka, antibakteri, antikanker dan antioksidan. Aktivitas tersebut disebabkan oleh kandungan kimia yang terdapat di dalam tanaman tersebut. Faktor lingkungan dapat berpengaruh terhadap metabolitsekunder yang terdapat dalam suatu tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia (metabolit skunder) secara kualitatif yang terdapat didalam batang bajakah (Spatholobuslittoralis Hassk.) Bangka Belitung dengan menggunakan skrining fitokimia. Skrining fitokimia yang dilakukan meliputi identifikasi alkaloid, fenol hidrokuinon/tanin, flavonoid, saponin dan steroid. Hasilskrining fitokimia menunjukkan hasil reaksi beberapa pereaksi uji bahwa ekstrak etanol batang bajakah mengandung golongan senyawa alkaloid, fenol hidrokuinon/tanin, dan flavonoid. Tetapi pada senyawasaponin dan steroid tidak ditemukan pada ekstrak batang bajakah Bangka Belitung. Pengujian ekstrak etanol batang bajakah menghasilkan senyawa aktif fenolik, alkaloid dan flavonoid. Sehingga batangbajakah (Spatholobus littoralis Hassk.) asal Bangka Belitung memiliki potensi bioaktivitas sebagai antikanker payudara dan antioksidan
Inventarisasi Hama dan Penyakit pada Bibit Lima Jenis Tanaman Buah Tropis di Persemaian Mentawir
The nursery phase represents a critical early space in plant cultivation, which is highly susceptible to pest and disease incidence. Mentawir Nursery, as one of the largest seedling centers in East Kalimantan, plays a strategic role in supporting reforestation programs, including for Indonesia’s new capital city (IKN). This study aims to identify and document the types of pests and diseases affecting five tropical fruit crops, as well as to analyze the incidence and severity. The five plant species observed in this study are Citrus sinensis, A. integer, Psidium guajava, Mangifera indica, and Dimocarpus longan. The research method employed is Simple Random Sampling, with observations conducted on 20 individuals from each plant species. The collected data include attack levels, symptoms, and signs of pest and disease infestations.The results indicate that four plant species experienced a 100% attack frequency, while one species had an 80% attack rate. The severity of the attacks ranged from moderate to severe. The observed disease symptoms included leaf spots, leaf blight, loss of leaf tissue, internal leaf tissue loss, leaf tumors, and leaf curling. Identified infestation signs included the presence of whiteflies (Hemiptera), larvae (Diptera), small beetles (Coleoptera), as well as larvae and pupae (Lepidoptera).These findings serve as a basis for pest and disease management at Mentawir Nursery to enhance seedling success and plant productivity
Increase in Post-Harvest Sales Capacity Through the Application of Industrial Management in Pokdakan Farmers Groups of Berkah Tilapia Abadi, Pati Regency
Indonesia adalah negara besar yang mempunyai potensi melimpah di bidang kelautan dan perikanan, seperti nila salin. Nila salin adalah salah satu jenis budidaya ikan air payau yang dioptimalkan di area pesisir. Salah satu daerah yang potensial budidaya ikan air payau yaitu Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilakukan ini menyasar Kelompok Petani Tambak Pokdakan Berkah Nila Abadi beserta masyarakat sekitar. Tujuannya adalah untuk memberikan insight berwirausaha yang terpadu, komprehensif dan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini untuk menjawab permasalahan mitra di bidang optimalisasi pasca panen, pemasaran digital, manajemen organisasi, maupun minimnya penggunaan teknologi. Revitalisasi ini diperlukan untuk memacu pertumbuhan ekonomi agar lebih optimal. Solusi yang ditawarkan adalah memberikan pelatihan maupun penyuluhan dan penyampaian materi terkait industrial management sebagai salah satu bentuk akselerasi konsep blue economy. Konsep blue economy adalah penguatan sektor sumber daya perairan guna memacu pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dengan berbagai inovasi maupun kreativitas yang dilakukan. Selain itu, pemberian seperangkat alat vacuum sealer juga bertujuan untuk membantu keberlangsungan usaha yang dijalankan. Metode pelaksanaan yang dilakukan adalah melalui bimbingan penyuluhan dan pelatihan secara intensif tentang manajemen skala industri dan optimasi sumber daya perairan khususnya ikan nila salin sebagai sektor unggulan.Indonesia adalah negara besar yang mempunyai potensi melimpah di bidang kelautan dan perikanan, seperti nila salin. Nila salin adalah salah satu jenis budidaya ikan air payau yang dioptimalkan di area pesisir. Salah satu daerah yang potensial budidaya ikan air payau yaitu Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilakukan ini menyasar Kelompok Petani Tambak Pokdakan Berkah Nila Abadi beserta masyarakat sekitar. Tujuannya adalah untuk memberikan insight berwirausaha yang terpadu, komprehensif dan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini untuk menjawab permasalahan mitra di bidang optimalisasi pasca panen, pemasaran digital, manajemen organisasi, maupun minimnya penggunaan teknologi. Revitalisasi ini diperlukan untuk memacu pertumbuhan ekonomi agar lebih optimal. Solusi yang ditawarkan adalah memberikan pelatihan maupun penyuluhan dan penyampaian materi terkait industrial management sebagai salah satu bentuk akselerasi konsep blue economy. Konsep blue economy adalah penguatan sektor sumber daya perairan guna memacu pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dengan berbagai inovasi maupun kreativitas yang dilakukan. Selain itu, pemberian seperangkat alat vacuum sealer juga bertujuan untuk membantu keberlangsungan usaha yang dijalankan. Metode pelaksanaan yang dilakukan adalah melalui bimbingan penyuluhan dan pelatihan secara intensif tentang manajemen skala industri dan optimasi sumber daya perairan khususnya ikan nila salin sebagai sektor unggulan
Ethnobotanical Review and Potential Diversity of Zingiberaceae Species as Postpartum Medicinal Ingredients in the Interior of Kalimantan
The local communities in the interior of Kalimantan have long utilized plants from the Zingiberaceae family as traditional medicinal ingredients, especially for postpartum care. Many species of Zingiberaceae are retained in postnatal care because they are effective in alleviating and healing ailments. This study aims to review the potential diversity of Zingiberaceae species used in traditional medicine after childbirth and to identify their chemical compound content. The method used is a literature review with an analysis of scientific literature from the past 10 years discussing the utilization of Zingiberaceae by the community in Kalimantan in managing mothers after childbirth. The results show that there are ten species and four genera of Zingiberaceae that are frequently used, namely Alpinia, Kaempferia, Curcuma, and Zingiber. The plant organ that is utilized is the rhizome, processed in various ways such as boiling, pounding, or turning into powder before being consumed or applied to the body. The compound content in Zingiberaceae includes curcumin, gingerol, and shogaol, which have immunomodulatory, anti-inflammatory, and antioxidant activities, playing a role in postpartum treatment for women. This research emphasizes that Zingiberaceae plays an important role in traditional postnatal treatment, and further studies are needed to support the preservation of local knowledge, as well as conservation and sustainable utilization
