28 research outputs found

    EFEKTIFITAS KONSELING KELOMPOK KOGNITIF-PERILAKU UNTUK MENGURANGI KECEMASAN SISWA KELAS X SMK N 5 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Utami, Sri Hidayati. 2013. Efektifitas Konseling Kelompok Kognitif-Perilaku untuk Mengurangi Kecemasan Siswa Kelas X SMK N 5 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, FIP, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd, (II) Arbin Janu Setiyowati S.Pd, M.Pd.   Kata kunci : Konseling kelompok, Kognitif-perilaku, Kecemasan tampil, siswa SMK   Siswa yang akan tampil di depan kelas sering mengalami kecemasan. Salah satu gejalanya tampak dari tangan gemetar, bicara terbata-bata, raut muka memucat dan sebagainya. Hal tersebut terjadi karena suatu perilaku tidak adaptif yang diakibatkan oleh pemikiran-pemikiran (kognisi) tidak realistis, dimana hal tersebut dapat menghambat  potensi yang  mereka miliki dan menimbulkan masalah-masalah lainnya. Upaya untuk menangani permasalahan tersebut dengan menggunakan konseling kognitif-perilaku, yang dilakukan dengan 6 tahap dengan menggunakan teknik self-instruction yang dikembangkan oleh Meichenbaum. Self-instruction adalah teknik pengajaran diri yaitu memerintahkan kepada diri-sendiri dengan kalimat positif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas konseling kognitif-perilaku untuk mengurangi kecemasan tampil di depan kelas pada siswa kelas X SMK N 5 Malang. Rancangan penelitian ini menggunakan eksperimen semu (quasi experiment/pre ekperimental design) dengan desain Pre-test and Post-test Group. Subjek dipilih dengan teknik purposive sampling dengan menggunakan angket kecemasan tampil di depan kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas X.2 Tekstil. Subjek terdiri dari lima siswa yang dipilih berdasarkan skor angket yang memiliki tingkat kecemasan tertinggi. Penelitian ini menggunakan metode analisis data statistik non-parametrik. Sesuai dengan hal tersebut, peneliti menggunakan tes tanda (sign test). Sign test yang dimaksud adalah dengan membandingkan kondisi berbeda hasil pre-test dan post-test kecemasan tampil di depan kelas setelah pemberian perlakuan (treatment) konseling kelompok kognitif-perilaku pada subjek (kelompok eksperimen). Dari penelitian yang dilakukan kelima subjek bertanda (-) hal itu dilihat dari skor pre-test > post-test dengan signifikasi 0,03

    SKALA PRODUKSI USAHA TANI SAWI DESA SUKORAMBI KECAMATAN SUKORAMBI KABUPATEN JEMBER MUSIM TANAM TAHUN 2001

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui skala produksi dan pengaruh faktor-faktor produksi lahan, bibit, pupuk, obat dan tenaga kerja terhadap hasil produksi baik secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri pada usaha tani sawi di desa Sukorambi Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember musim tanam tahun 2001

    Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Laba Perusahaan Sektor Pertambangan Yang Terdaftar Di BEI

    Get PDF
    Pertumbuhan laba merupakan kenaikan dan penurunan laba per tahun. Perusahaan yang mengalami pertumbuhan laba menunjukkan bahwa perusahaan tersebut memiliki kinerja yang baik. Seorang manajer keuangan seringkali memerlukan informasi tentang pertumbuhan laba untuk mengambil keputusan. Bagi para investor, pertumbuhan laba merupakan pertimbangan utama untuk berinvestasi di pasar modal. Pertumbuhan laba dipengaruhi oleh tingkat penjualan, leverage, perubahan laba di masa lalu, ukuran perusahaan dan umur perusahaan. Oleh karena pertumbuhan laba di masa depan tidak dapat dipastikan, maka suatu perusahaan perlu melakukan prediksi terhadap pertumbuhan laba. Setiap perusahaan perlu mengestimasi laba yang akan diperoleh di masa mendatang dengan melakukan analisis pada laporan keuangan. Salah satu cara yang dapat dilakukan dalam menganalisis laporan keuangan adalah dengan menghitung dan menginterpretasikan rasio keuangan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rasio likuiditas yang diukur dengan current ratio (CR), rasio solvabilitas yang diukur dengan debt ratio (DR), rasio aktivitas yang diukur dengan total asset turnover (TATO), serta rasio profitabilitas yang diukur dengan gross profit margin (GPM) dan return on asset (ROA) terhadap pertumbuhan laba perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2015-2018. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian explanatory research menggunakan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan unit analisis laporan keuangan perusahaan dengan metode purposive sampling. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa angka-angka rasio keuangan yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan pertambangan yang didapatkan dengan cara mengunduh laporan keuangan tahunan di situs resmi Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id). Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel current ratio (CR), debt ratio (DR), total asset turnover (TATO) dan return on asset (ROA) berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2015-2018. Sedangkan variabel gross profit margin (GPM) tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2015-2018

    PENGARUH MASA KERJA, INTENSITAS KEBISINAGN DAN RUTINITAS PEMAKAIAN ALAT PELINDUGN TELINGA DENGAN AMBANG PENDENGARAN KARYAWAN DI BAGIAN ROUGHMILL PT MAITLAND-SMITH INDONESIA SEMARANG

    Get PDF
    Kebisingan merupakan salah satu factor fisik yang dapat mengakibatkan penyakit akibat kerja uaitukeruskan pendengaran. Kebisingan di industri tersebut diakibatkan oleh penggunaan mesin-mesin dalam proses produksi dimana kebisingannya melebihi nilai ambang batas yaitu 85 dB(A). Penini untuk mengetahui pengaruh masyarakat kerja, intensitas kebisingan, dan rutinitas pemakaianalat pelindung telinga dengan ambang pendengaran karyawan di bagian Roughmill PT Maitland Smith Indonesia. Penelitian ini termsuk penelitian explanatory research dengan pendekatan cross sectional. Cara pengambilan sampel adalah purposive dengan kriteria ; umur <40 th, tidak sedang sakit/baru sembuh dari diabetes, influenza, tidak pernah sakit telinga, cidera kepala, dan tidak pernah bekerja ditempat bising sebelumnya. Sampel penelitian ini adalah 30 responden. Analisa deskriptif menunjukkan kebisingan diterima tiap-tiap karyawan adalah 101,86 dB(A) dengan intensitas aksimal 112,5 dB(A) dan intensitas minimal 95 dB(A) . 53,3% responden rutin menggunakan alat pelindung telinga dan dari hasil pengukuran ambang pendengaran didapatkan hasil untuk elinga kiri 56,6% normal, 33,4% tuli ringan, 6,6% tuli sedang dan 3,4% tuli berat dan untuk telinga kanan 60% normal, 33,3% tuli sangat berat. Analisa hubungan yang menggunakan korelasi pearson didapatkan hasil ada hubungan antara masa kerja dengan ambang dengar telinga iri (p=0,008, Roughmill=0,477) dan masa kerja dengan ambang dengar telinga kanan (p-0,049, Roughmill=0,362), dan ada hubungan antara intensitas kebisingan dengan ambang dengar telinga kiri dan telinga kanan yaitu masing-masing p=0,016 , Roughmill=0,436 dan p=0,005, Roughmill=0,502. analisa pengaruh dengan menggunkan uji regresi ganda variabel dummy yaitu untuk mengetahui hubungan masa kerja, intensitas kebisingan, dan rutinitas pemakaian alat pelindung telinga dengan ambang pendengaran. Analisa tersebut menunjukkan ada pengaruh antara ketiga variabel terebut dengan ambang pendengaran telinga kiri dantelinga kanan dengan koefisien determinasi 64,5% dan 56,3% dimana ambang pendengaran dijelaskanoleh masa kerja, intensitas kebisinagn, dan rutinitas pemakaian alat pelindung telinga masing-masing 64,5% untuk telinga kiri dan 56,3% untuk telinga kanan. Disimpulkan ada pengaruh antara masa kerja, intensitas kebisingan, dan rutinitas pemakaianalat pelindung telinga dengan ambang pendengaran karyawan di bagian Roughmill . bagi perusahaan disarankan untuk mengendalikan kebisingan yang ditimbulkan oleh mesin danmenyediakan alat pelindung telinga bagi seluruh karyawan, saran untuk karyawan agar disiplin dan sadar menggunakan alat pelindung telinga yang telah disediakan. Kata Kunci: MASA KERJA, INTENSITAS KEBISINGAN, ALAT PELINDUNG TELINGA, AMBANG PENDENGARA

    Science And Technology For Society 5.0

    Get PDF
    Buku dengan judul Science and Technology for Society 5.0 ini berisi sejumlah kajian ilmiah dan kreativitas akademik para dosen FST UT terkait peran sains dan teknologi dalam society 5.0. Ada 3 (tiga) topik yang dikaji dalam buku ini; masing-masing topik diwakili sejumlah kajian ilmiah dosen FST UT. Topik pertama, yaitu Big Data Science and Information Technology, akan diisi dengan 4 (empat) kajian ilmiah oleh dosen dari Program Studi Matematika dan Sistem Informasi. Untuk topik kedua, Food Security and Health, akan diisi 3 (tiga) kajian ilmiah oleh dosen dari Program Studi Teknologi Pangan. Serta topik ketiga, Biodiversity for Sustainable Environment akan diisi dengan 7 (tujuh) kajian ilmiah dosen dari Program Studi Biologi, Agribisnis, dan Perencanaan Wilayah dan Kota. Buku ini diharapkan dapat digunakan sebagai langkah awal dalam upaya ikut mewujudkan society 5.0

    TEKNOLOGI PENGAWETAN IKAN DALAM HUBUNGANNYA DENGAN KERAGAMAN MIKOFLORA SERTA SPESIES KAPANG KONTAMINAN DOMINAN PADA DENDENG IKAN

    Get PDF
    ABSTRAK Dendeng ikan dapat terkontaminasi oleh berbagai spesies kapang kontaminan. Dendeng ikan merupakan salah satu produk olahan ikan yang banyak disukai oleh masyarakat dan banyak diproduksi sebagai industri rumah tangga dalam rangka diversifikasi produk ikan. Apabila spesies-spesies kapang kontaminan dapat menghasilkan mikotoksin, maka dapat membahayakan kesehatan para konsumen dendeng Ikan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) meneliti spesies-spesies kapang kontaminan yang dapat bertahan hidup pada ikan yang telah diawetkan menjadi dendeng ikan 2) mengetahui jumlah koloni tiap spesies kapang kontaminan pada dendeng ikan; 3) mengetahui spesies kapang kontaminan yang paling dominan pada dendeng ikan. Sampel dendeng Ikan dibuat dengan menggunakan bahan baku ikan kembung lelaki (Rastreiliger canagurta). Dendeng ikan disimpan dalam suhu ruang selama 1-3 hari. Sampel dendeng ikan yang telah disimpan selama 6x24 jam sebanyak 10 gram dihaluskan dan dilarutkan dalam 90 ml larutan air pepton 0,1%, sehingga diperoleh suspensi dengan tingkat pengenceran 10-1 kemudian suspensi diencerkan lagi dalam larutan air pepton 0.1% pada tingkat pengenceran 10-2, 10-3, 10-4, 10-5, 10-6. Suspensi pada masing-masing tingkat pengenceran dinokulasikan pada medium Czapek’s Agar sebanyak 0,1 ml dan diinkubasikan pada suhu 25°C selama 7x24 jam. Selanjutnya dilakukan penghitungan jumlah koloni tiap spesies kapang kontaminan, isolasi tiap spesies kapang kontaminan, pengamatan morfologi koloni, deskripsi ciri-ciri mikroskopis, serta identifikasi tiap spesies kapang kontaminan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, 1) Dalam sampel dendeng ikan yang diperiksa ditemukan 5 genus yang meliputi 17 spesies kapang. Kelima genus kapang tersebut ialah Aspergillus, Peniciilium. Fusarium, Cladosporium, dan Genicularia 2) Jumlah koloni tiap spesies kapang kontaminan pada dendeng ikan berkisar antara 0,13x104 cfu/g sampai 3,20x107 cfu/g sampel; 3) Spesies kapang kontaminan yang paling dominan pada dendeng ikan ialah Penicilium paraherquei yang berjumlah 3,20x10 cfu/gram sampel. Sehubungan dengan hal tersebut, maka keberadaan speies-spesies kapang kontaminan pada dendeng ikan perlu mendapat perhatian agar dendeng ikan tetap aman untuk dikonsumsi.   Kata kunci: Kapang kontaminan, dendeng ikan, mikoflo

    Korelasi Antara Minat Baca dan Penguasaan Kosa Kata dengan Kemampuan Menulis Pantun

    No full text
    This research is a correlational study. The sampling technique is representative by applying a sampling technique. The sampling technique in this study uses probability sampling, a type of simple random sampling. Based on calculations using the Solvin formula, the sample from a population of 150 students amounted to 109. The sample members include fifth-grade students from public elementary schools in the Kenanga cluster area, West Jakarta. The independent variables in this study were reading interest and vocabulary mastery, while the dependent variable was the ability to write rhymes. Methods of data collection using test instruments and questionnaires. Research data analysis using descriptive statistics, correlation tests, and regression tests. Hypothesis testing uses the product moment test assisted by the SPSS program. The results showed that the correlation between interest in reading and ability to write rhymes obtained an r count of 0.766 while the r table with a significance level of 5% for n = 109 was 0.195. From the results of the correlation between vocabulary mastery and the ability to write rhymes, it was obtained that the r count was 0.823, while the r table with a significance level of 5% for n = 109 was 0.195. These results show the value of r count &gt; r table or 0.823 &gt; 0.195. The multiple correlation between reading interest and vocabulary mastery on the ability to write rhymes through multiple correlation testing obtained an R count of 0.865, while the r table at a significance level of 5% and n = 109 was 0.195. The analysis results show that the calculated R-value is greater than the table r value or 0.865 &gt;0.195. This study concludes a positive and significant relationship between reading interest and vocabulary mastery on the ability to write rhymes. The researcher suggests that the school provides supporting facilities for reading activities for their students, including creating a school library and providing a varied collection of books to increase reading interest, which in turn can improve students\u27 vocabulary mastery

    TEKNOLOGI PENGAWETAN IKAN DALAM HUBUNGANNYA DENGAN KERAGAMAN MIKOFLORA SERTA SPESIES KAPANG KONTAMINAN DOMINAN PADA DENDENG IKAN

    Get PDF
    Dendeng ikan dapat terkontaminasi oleh berbagai spesies kapang kontaminan. Dendeng ikan merupakan salah satu produk olahan ikan yang banyak disukai oleh masyarakat dan banyak diproduksi sebagai industri rumah tangga dalam rangka diversifikasi produk ikan. Apabila spesies-spesies kapang kontaminan dapat menghasilkan mikotoksin, maka dapat membahayakan kesehatan para konsumen dendeng Ikan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) meneliti spesies-spesies kapang kontaminan yang dapat bertahan hidup pada ikan yang telah diawetkan menjadi dendeng ikan 2) mengetahui jumlah koloni tiap spesies kapang kontaminan pada dendeng ikan; 3) mengetahui spesies kapang kontaminan yang paling dominan pada dendeng ikan. Sampel dendeng Ikan dibuat dengan menggunakan bahan baku ikan kembung lelaki (Rastreiliger canagurta). Dendeng ikan disimpan dalam suhu ruang selama 1-3 hari. Sampel dendeng ikan yang telah disimpan selama 6x24 jam sebanyak 10 gram dihaluskan dan dilarutkan dalam 90 ml larutan air pepton 0,1%, sehingga diperoleh suspensi dengan tingkat pengenceran 10-1 kemudian suspensi diencerkan lagi dalam larutan air pepton 0.1% pada tingkat pengenceran 10-2, 10-3, 10-4, 10-5, 10-6. Suspensi pada masing-masing tingkat pengenceran dinokulasikan pada medium Czapek’s Agar sebanyak 0,1 ml dan diinkubasikan pada suhu 25°C selama 7x24 jam. Selanjutnya dilakukan penghitungan jumlah koloni tiap spesies kapang kontaminan, isolasi tiap spesies kapang kontaminan, pengamatan morfologi koloni, deskripsi ciri-ciri mikroskopis, serta identifikasi tiap spesies kapang kontaminan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, 1) Dalam sampel dendeng ikan yang diperiksa ditemukan 5 genus yang meliputi 17 spesies kapang. Kelima genus kapang tersebut ialah Aspergillus, Peniciilium. Fusarium, Cladosporium, dan Genicularia 2) Jumlah koloni tiap spesies kapang kontaminan pada dendeng ikan berkisar antara 0,13x104 cfu/g sampai 3,20x107 cfu/g sampel; 3) Spesies kapang kontaminan yang paling dominan pada dendeng ikan ialah Penicilium paraherquei yang berjumlah 3,20x10 cfu/gram sampel. Sehubungan dengan hal tersebut, maka keberadaan speies-spesies kapang kontaminan pada dendeng ikan perlu mendapat perhatian agar dendeng ikan tetap aman untuk dikonsumsi

    Mengembangkan Media Lembar Kerja Anak Tema Binatang di PAUD Islam Armuna Palangka Raya

    Get PDF
    The manual dexterity necessary for writing is not fully developed in young children, leading to difficulties in expressing themselves through writing and mishandling a pencil. In addition, children's worksheets at school were inadequate, and the materials provided for writing exercises were limited, with a focus on coloring and letter recognition. Researchers use the development model or Research and Development method in their investigations. This model aims to create a product and test its effectiveness through expert evaluation and student responses. The worksheet media produced with a focus on animals can be well received by students with an assessment of 90% in the "Very Eligible" category. "Thus, animal-themed LKA media is suitable for teaching and learning activities at the Armuna Islamic PAUD Palangka Raya

    perbedaan moralitas ditinjau dari lokasi pada remaja malang raya

    No full text
    ABSTRAK   Hidayati, Endah Faqiyah. 2016. Perbedaan Moralitas Ditinjau dari Lokasi pada Remaja Malang Raya, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Hj. Sri Weni Utami, M. Si, (II) Farah Farida Tantiani, S. Psi., M. Psi.   Kata kunci : moralitas, lokasi, remaja   Sejalan dengan banyaknya perilaku amoral yang dilakukan remaja di kota maupun didesa, taraf pelanggaran moral yang dilakukan pada setiap daerah juga berbeda-beda. Hal tersebut dapat dilihat dari beberapa kasus kriminal yang terjadi pada setiap daerah. Kasus yang terjadi diantaranya ialah pencopetan barang-barang pribadi yang dilakukan remaja di kota dan pencurian ayam di desa yang dilakukan sekumpulan remaja. Dari beberapa kasus yang terjadi, menunjukkan bahwa pelanggaran moral sering terjadi pada daerah kota.  Furter dalam Papalia, Olds dan Feldman (2001) menyatakan moral merupakan masalah yang penting dalam masa remaja. Proses perkembangan yang terjadi dalam diri seorang remaja terbentuk dengan apa yang dialami dan diterimanya selama masa anak-anak, sedikit demi sedikit hal tersebut akan mempengaruhi perkembangannya yang akan menuju dewasa. Tujuan penelitian ini untuk melihat apakah ada perbedaan moralitas pada remaja yang ditinjau dari lokasi tempat tinggal. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif dan komparatif. Rancangan deskriptif komparatif ini dipilih karena dengan rancangan ini akan jelas gambaran beserta penjelasan dimana letak perbedaan dari dua kelompok sampel yang diuji melalui penjelasan naratif dan berapa nilai besarannya berdasarkan perhitungannya. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan adalah probability sampling dengan jenis simple random sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan alat ukur moralitas yang telah diadaptasi yaitu Defining Issues Test yang telah diuji coba di Indonesia. Validitas dengan nilai r bergerak antara 0,44 sampai 0,92 dan reliabilitas alpha cronbach sebesar 0,68. Tehnik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji hipotesis menggunakan Independent Sample t-test. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan ada perbedaan tingkat moralitas remaja yang bertempat tinggal di desa dan di kota. Hal tersebut dapat dilihat dari  nilai t = 9,887 dengan signifikansi 0,00 dan perbedaan mean moralitas remaja yang bertempat tinggal di desa sebesar 18,24 daripada mean moralitas remaja yang bertempat tinggal di kota dengan mean sebesar 12,74. Dan diperoleh paparan sebagai berikut, tingkat moralitas remaja di desa menunjukkan pada tahap 1 sejumlah 0%, tahap 2 sejumlah 1%, tahap 3 sejumlah 22%, tahap 4 sejumlah 70%, tahap 5 sejumlah 7% dan tahap 6 sejumlah 0%. Sedangkan tingkat moralitas remaja di kota menunjukkan pada tahap 1 sejumlah 0%, tahap 2 sejumlah 4%, tahap 3 sejumlah 61%, tahap 4 sejumlah 22%, tahap 5 sejumlah 11% dan tahap 6 sejumlah 2%. Dari penelitian yang sudah dilakukan, peneliti mengajukan saran bagi orang tua untuk memberikan nilai-nilai yang sesuai dengan ketetapan norma lingkungan yang berlaku. Sedangkan bagi remaja dapat meningkatkan interaksi secara langsung dengan teman sebaya untuk menjalin hubungan yang baik. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk memperbanyak penelitian mengenai moralitas terkait dengan orang tua dan keluarga, masyarakat, kepribadian, dan kebudayaan
    corecore