Prosiding Seminar Biologi
Not a member yet
365 research outputs found
Sort by
PENERAPAN PEMBELAJARAN E-PORTFOLIO SEBAGAI UPAYA MENGEMBANGKAN PEMBELAJARAN AKTIF PADA MAHASISWA P.BIOLOGI
ABSTRAKPenelitan ini bertujuan untuk: 1. Mengembangkan pembelajaran aktif di P.Biologi; dan 2. Mengetahui peningkatan keaktifan mahasiswa Jurusan P.Biologi dalam mata kuliah KKP dengan pelaksanaan pembuatan LKS dan film dokumenter melalui e-portofolio.Tahap-tahap penelitian meliputi: 1. Persiapan, pada tahap ini disiapkan perangkat yang telah divalidasi, lembar observasi dan evaluasi, berupa lembar performa assessment, lembar aktivitas dosen, tes kognitif, chek list observation (lembal observasi), dan interview schedule (pedoman wawancara); 2. Pelaksanaan, pada tahap ini terdiri dari beberapa tahap: (a) penyusunan perangkat pembelajaran, (b) aplikasi perangkat dalam web e-Portfolio, (c) aplikasi tugas mahasisrva dalam bentuk LKS dan film dokumenter, 3.Evaluasi, berupa penilaian kinerja (Performa Assessment).Bentuk tes yang berupa tes nonverbal (perbuatan) dan verbal. Tes verbal dapat berupa tes tertulis dan tes lisan. Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah penilaian terhadap kumpulan dari tugas-tugas siswa. Semua tugas siswa dikumpulkan untuk diberikan penilaian. Tes untuk mengukur ranah psikomotor, seperti: tes paper and pencil, tes identifikasi, dan tes simulasi.Hasil analisis penelitian didapatkan bahwa prosentase ketercapaian atau ketuntasan dalam merancang LKS untuk siswa sekolah masih kurang, hal ini dapat dilihat dari 16 macam LKS terdapat 34% dalam kategori tuntas atau bernilai diatas 65. Sedangkan dalam pembuatan film documenter, berdasarkan skor yang dicapai oleh setiap kelompok pada masing-masing item penilaian, diketahui bahwa mahasiswa masih lemah pada teknik pengambilan gambar, pengambilan focus gambar dan cara pengambilan objek. Teknik pengambilan gambar dengan skor 2.1, berarti di bawah skor minimal penilaian, yaitu 2.5. Dari 15 kelonpok, sebagian besar memiliki kemampuan cukup dalam teknik pengambilan gambar yaitu sebanyak 9 kelompok, 3 kelompok memiliki kemampuan baik, 1 kelompok sangat baik dan 2 kelompok memiliki kemampuan yang kurang pada aspek penilaian ini. Berdasar hasil analisis terhadap tingkat kepuasan pembelajaran, maka di dapat bahwa metode yang digunakan dinilai bervariasi terbukti dengan rata-rata skor yang di dapat sebesar 3,32. Hal ini berarti metode yang diberikan telah bervariasi sehingga tidak memberikan kebosanan.Key word: e-portfolio, film documenter
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI MIKOFLORA KAPANG KONTAMINAN PADA KUE PIA YANG DIJUAL DI KOTA MALANG
ABSTRAK Kue pia merupakan salah satu macam makanan yang cukup dikenal oleh masyarakat. Kue pia yang tidak langsung dikonsumsi, seringkali disimpan selama beberapa hari oleh para konsumen. Lama waktu penyimpanan dapat mempengaruhi kerusakan kue pia akibat aktivitas kapang kontaminan. Hal ini dapat mengakibatkan kue pia ditumbuhi oleh kapang, sehingga tidak layak dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui spesies-spesies kapang kontaminan yang tumbuh pada kue pia; 2) mengetahui kualitas mikrobiologi kue pia yang disimpan selama 5 x 24 jam berdasarkan Angka Lempeng Total (ALT) koloni kapang. Sampel kue pia diperoleh dari toko kue di kota Malang. Sebelum diberi perlakuan sampel kue pia disimpan dalam botol selai steril selama 5 x 24 jam. Sampel kue pia sebanyak 10 gram dihaluskan dan dilarutkan dalam 90 ml larutan air pepton 0,1% sehingga diperoleh suspensi dengan tingkat pengenceran 10-1. Kemudian suspensi diencerkan lagi dalam larutan air pepton 0,1% secara bertahap sehingga diperoleh suspensi dengan tingkat pengenceran 10-2, 10-3, 10-4, 10-5, 10-6. Suspensi pada masing-masing tingkat pengenceran diinokulasikan pada medium Cazpek Agar (CA) sebanyak 0,1 ml dan diinkubasikan pada suhu 250C selama 7 x 24 jam. Perlakuan sampel dilakukan dalam 3 ulangan. Selanjutnya dilakukan penghitungan Angka Lempeng Total (ALT) koloni kapang pada kue pia yang disimpan selama 5 x 24 jam dan penentuan kualitas mikrobiologi kue pia berdasarkan ALT koloni kapang kemudian dirujukkan pada ketentuan dari DIRJEN POM ; selain itu dilakukan pula isolasi, deskripsi ciri-ciri morfologi dan mikroskopis, serta identifikasi terhadap tiap-tiap spesies kapang kontaminan yang tumbuh pada medium lempeng CA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) terdapat 11 spesies kapang kontaminan dalam sampel kue pia, yang termasuk dalam 6 genus, yaitu : Penicillium, Aspergillus, Fusarium, Cladosporium, Trichoderma, Eurotium, dan ordo khusus Mycelia sterilia.; 2) ALT koloni kapang dalam sampel kue pia yang disimpan selama 5 x 24 jam ialah 1,7 x 105 cfu/gram sampel. Hal ini menunjukkan bahwa sampel kue pia yang disimpan selama 5 x 24 jam tidak layak dikonsumsi. Kata kunci: Mikoflora, kapang kontaminan, kue pia
PEMANFAATAN TUMBUHAN IRIS AIR (Neomarica gracillis) SEBAGAI AGEN BIOREMEDIASI AIR LIMBAH RUMAH TANGGA
Kadar limbah rumah tangga yang meningkat di suatu perairan dapat menyebabkan kualitas air menurun. Kualitas air yang menurun dapat mengganggu aktivitas biota perairan maupun manusia, sehingga perlu adanya upaya peningkatan kulitas air. Peningkatan kualitas air dapat dilakukan dengan bioremediasi. Bioremediasi yang dilakukan oleh tumbuhan disebut fitoremediasi. Tumbuhan iris air (Neomarica gracilis) diduga dapat bertindak sebagai agen bioremediasi. Metode bioremediasi dilakukan secara ex situ. Limbah rumah tangga dibuat dengan konsentrasi 25%, 50%, dan 100%, kemudian diberi dua perlakuan. Perlakuan pertama diberi tanaman Neomarica gracillis, sedangkan perlakuan kedua tanpa diberi tanaman Neomarica gracillis. Parameter kualitas air yang terdiri atas pH, suhu, DO, BOD, CO2 bebas, dan kesadahan total diukur selama tiga minggu. Tanaman Neomarica gracillis secara umun dapat menurunkan pH, suhu, BOD, CO2 bebas, dan kesadahan total, serta meningkatkan nilai DO. Hal ini menunjukkan kualitas air limbah rumah tangga meningkat. Kata kunci : Bioremediasi, Neomarica gracillis, Air Limba
POLIPLOIDISASI IKAN NILEM (Osteochilus hasselti Valenciennes, 1842) DENGAN KEJUT DINGIN 40 CPOLYPLOIDIZATION ON SHARK MINNOW (Osteochilus hasselti Valenciennes, 1842) BY COLD SHOCK 40 C
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan poliploidisasi, yakni triploidisasi dan tetraploidisasi ikan nilem (Osteochilus hasselti Valenciennes, 1842) menggunakan kejut dingin 40C. Variabel utama adalah persentase penetasan telur, kelangsungan hidup, abnormalitas dan dimensi sel darah merah benih ikan nilem serta kualitas air sebagai variabel pendukungnya. Penelitian dilakukan dengan tujuh perlakuan dan empat ulangan. Telur dan milt encer segar difertilisasi, pada 5, 20 atau 25 menit setelah fertilisasi dikejut temperatur dingin 40C selama 20 atau 30 menit. Persentase penetasan dihitung 24 jam setelah fertilisasi. Abnormalitas, kelangsungan hidup dan penentuan tingkat ploidi dengan pengukuran dimensi sel darah merah dihitung pada benih ikan nilem umur 60 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa abnormalitas, kelangsungan hidup dan dimensi sel darah merah benih ikan nilem berbeda sangat nyata (P<0,01), sedangkan penetasan telur dan laju pertumbuhan spesifiknya tidak berbeda nyata (P>0,05). Hasil uji lanjut membuktikan bahwa perlakuan 5 atau 20 menit pasca fertilisasi dan durasi kejut 30 menit memberikan hasil yang secara nyata paling baik dibandingkan perlakuan lain. Lama kejut nampak efektif dari penelitian ini. Dengan demikian, kejut temperatur dingin 40 C pada poliploidisasi ikan nilem ini siap diterapkan pada bidang akuakultur. Kata Kunci : Triploidisasi, Tetraploidisasi, Ikan Nilem, Kejut Dingi
PRODUKSI BIOGAS DARI ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms) DAN LIMBAH TERNAK SAPI DI RAWAPENING
Biogas merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang dihasilkan oleh fermentasi anaerobik bahan-bahan organik. Bahan organik yang dapat dimanfaatkan antara lain limbah ternak sapi dan eceng gondok. Kelimpahan eceng gondok banyak ditemukan di Rawapening, hal ini dapat menimbulkan berbagai masalah salah satunya adalah pendangkalan Rawapening. Proses pembuatan biogas dimulai dari pembuatan digester, proses pengambilan eceng gondok, proses pengambilan kotoran sapi, pencampuran bahan dan pengukuran volume gas. Variasi yang di gunakan dalam produksi biogas berdasarkan kadar padatan dari eceng gondok dan kotoran sapi. Hasil dari pengukuran kadar padatan eceng gondok sebesar 18% dan kotoran sapi sebesar 27%. Hanya 8 % padatan dari total volume digester yang digunakan dalam produksi biogas. Hasil pengukuran volume biogas terhadap variasi jumlah eceng gondok terhadap substat, yang optimal adalah perbandingan 40:60:500 dari eceng gondok, kotoran sapi dan air sebesar 125,7 ml. Hasil pengukuran jumlah biogas terhadap variasi jumlah limbah kotoran sapi terhadap substrat yang optimal yaitu perbandingan 40:80:480 eceng gondok, limbah kotoran sapi dan air yaitu sebesar 176,33 ml. Dan hasil pengukuran volume biogas terhadap variasi jumlah eceng gondok dan limbah kotoran sapi terhadap komposisi substrat yang optimal dengan perbandingan 0:80:520 sebesar 134,67 ml. Kata kunci: Eceng gondok, biogas, Rawapening
PENGARUH EKSTRAK DAUN Agalia odorata TERHADAP PERKEMBANGAN HAMA PENGISAP POLONG KEDELAI Nezara viridula DAN Riptortus linearis
Nezara viridula dan Riptortus linearis termasuk salah satu hama utama pada tanaman kedelai karena menimbulkan kerugian yang cukup tinggi. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun Aglaia odorata terhadap perkembangan hama pengisap polong Nezara viridula dan Riptortus linearis. Percobaan dilakukan di rumah kaca Balitbang Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian, Bogor pada bulan Januari sampai Mei 2011. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap yang teridiri atas 5 (lima) perlakuan dan 5 (lima) ulangan, sebagai perlakuan adalah ekstrak A. odorata konsentrasi 1,0%, 0,75%, 0,5% dan 0,25% serta kontrol. Tanaman kedelai varietas Anjasmoro ditanam pada pot-pot plastik dipupuk sesuai anjuran. Setiap perlakuan terdiri atas satu pot tanaman kedelai. Tanaman kedelai yang sudah berpolong (polong muda) diaplikasi dengan perlakuan ekstrak A. odorata sesuai konsentrasi yang digunakan dengan volume semprot 7,5 ml/perlakuan, setelah kering-angin tanaman disungkup dengan kurungan kasa nilon kemudian diinfestasi serangga uji N. viridula dan R. linearis masing-masing 20 ekor nimfa/perlakuan, setiap serangga uji diinfestasikan pada tanaman yang berbeda. Mortalitas dan perkembangan N. viridula dan R. linearis diamati setiap hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak A. odorata berpengaruh terhadap mortalitas nimfa N. viridula dan R. linearis, konsentrasi 0,75 – 1,0% menyebabkan mortalitas nimfa N. viridula 30,0 – 70,0% dan R. linearis 20,0 – 60,0%. Pada konsentrasi 0,75 – 1,0% menghambat perkembangan nimfa, menurunkan jumlah telur dan keperidian. Kata kunci : ekstrak A. odorata, N. viridula, R. linearis, kedela
AKTIVITAS KEMOPREVENSI EKSTRAK TEMU KUNCI (Boesenbergia pandurata) PADA KARSINOGENESIS KULIT MENCIT BALB/C TERINDUKSI RADIASI ULTRA VIOLET
ABSTRAK Temu kunci (B.pandurata) mengandung senyawa-senyawa yang berpotensi antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efek kemoprevensi ekstrak etanolik rimpang temu kunci pada karsinogenesis kulit terinduksi ultra violet. Ekstraksi serbuk rimpang B. pandurata dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol. Hewan uji yang digunakan adalah mencit Balb/C betina umur 28 hari yang dicukur rambut punggungnya, dikelompokkan menjadi 5 kelompok perlakuan, yaitu kelompok kontrol dan empat kelompok perlakuan ekstrak etanolik temu kunci yang diberikan secara oral. Induksi karsinogenesis dengan paparan UV dosis 0,167 J/cm2/hari, sebanyak 60 paparan (5 kali paparan/minggu). Efek penghambatan karsinogenesis kulit dipelajari pada tingkat insidensi dan multiplisitas kanker. Hasil uji menunjukkan bahwa ekstrak etanolik temu kunci mampu menurunkan angka insidensi dan multiplisitas kanker kulit pada mencit Balb/C terinduksi UV. Ekstrak tersebut berpotensi dikembangkan sebagai agen kemoprevensi kanker. Kata Kunci: Boesenbergia pandurata, kemoprevensi, karsinogenesis , ultra violet
STRATEGI PEMBELAJARAN BIOLOGI, GENDER DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS
ABSTRAK Berpikir kritis sebagai isu penting terkini telah menjadi fokus dari banyak penelitian di tahun terakhir. Sampai saat ini, banyak usaha telah dilakukan untuk menunjukkan pentingnya berpikir kritis dalam kehidupan masyarakat. Banyak penelitian telah dilakukan untuk menjelaskan pengaruh berbagai faktor terhadap kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan mengkaji: 1) pengaruh strategi pembelajaran biologi terhadap kemampuan berpikir kritis, 2) pengaruh gender terhadap kemampuan berpikir kritis, dan 3) pengaruh interaksi strategi pembelajaran biologi dan gender terhadap kemampuan berpikir kritis. Rancangan penelitian eksperimen semu (quasi) Non-equivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas X SMA Malang. Sampel penelitian ditetapkan dengan teknik purposive sample. Sekolah yang dijadikan sampel penelitian yaitu SMAN 7 Malang, SMAN 9 Malang dan SMAN Gondanglegi. Penentuan sampel dengan mempertimbangkan kesetaraan NUN SMP siswa kelas X. Hasil penelitian menunjukkan hal-hal berikut. 1) Strategi pembelajaran biologi berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA di Malang. 2) Gender berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA di Malang. 3) Interaksi antara strategi pembelajaran biologi dengan gender tidak berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA di Malang. Kata kunci: strategi pembelajaran biologi, gender, kemampuan berpikir kritis
POTENSI ANTIBIOTIK ISOLAT RARE ACTINOMYCETES DARI MATERIAL VULKANIK GUNUNG MERAPI ERUPSI TAHUN 2010
Tujuan pelitian ini adalah mengetahui dan menentukan potensi antibiotik isolat rare Actinomycetes yang sudah diperoleh dari material vulkanik Gunung Merapi DIY erupsi tahun 2010 terhadap S. aureus. Penelitian dilakukan untuk skrining primer antibiotik isolat Rare Actinomycetes yang sudah diperoleh dengan metode agar block. Isolat Rare Actinomycetes (isolat A-J) dari media oatmeal agar diambil dengan sterile cork borer ukuran 6 mm kemudian diletakkan di atas biakan bakteri uji (S. aureus), selanjutnya diinkubasi selama 24 jam 370C. Potensi antibiotik ditentukan dengan cara mengukur diameter zona hambat di sekitar agar block. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 5 (lima) isolat Rare Actinomycetes berpotensi antibiotik “sedang” dan 5 (lima) isolat berpotensi “kuat” yaitu isolat B, D, H, I dengan diameter zona hambat 12,5 mm, sedangkan isolat F 13,7 mm. Kata kunci : Rare Actinomycetes, Antibiotik, S. aureu
OPTIMALISASI KUALITAS PEMBELAJARAN MELALUI PENGGUNAAN LOG PEMBELAJARAN (LP) PADA MATA KULIAH EMBRIOLOGI DAN REPRODUKSI TUMBUHAN
ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1) penggunaan log pembelajaran dalam meningkatkan partisipasi aktif mahasiswa dalam pembelajaran, 2) penggunaan log pembelajaran terhadap penguasaan konsep, 3) dampak penggunaan log pembelajaran terhadap performa mengajar dosen mata kuliah Embriologi dan Reproduksi Tumbuhan.Penelitian ini rnerupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action research) yang dilaksanakan dalam 2 siklus meliputi identifikasi permasalahan yang ada di kelas, perencanaan tindakan berupa penyusunan langkah-langkah pembelajaran, pelaksanaan tindakan berupa log pembelajaran, observasi dan evaluasi, serta refleksi untuk tindakan berikutnya. Subyek penelitian adalah mahasiswa semester 4 di Prodi P. Biologi UNS tahun ajaran 2007 /2008. Data diperoleh melaluiobservasi, wawancara, penyebaran angket dan tes. Analisis data secara deskriptif kualitatif.Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, secara umum didapatkan bahwa prosentase mahasiswa yang lulus sebesar 98,18% dengan prosentase nilai A dan B sebesar 72,73 persen. Penelitian dinyatakan selesai pada akhir siklus 2 karena indikator kinerja yang diharapkan yaitu jumlah mahasiswa yang lulus minimal sebesar 80% dengan prosentase mahasiswa yang memperoleh nilai diatas B sebesar 70%, meningkatnya keaktifan dan motivasi belajar mahasiswa serta meningkatnya performansi mengajar dosen di mata mahasiswa sudah tercapai.Kesimpulan yang bisa diambil adalah: 1) Log pembelajaran bisa meningkatkan keaktifan dan motivasi belajar mahasiswa pada mata kuliah Embriologi dan Reproduksi Tumbuhan. 2) Penguasaan konsep mata kuliah Embriologi dan Reploduksi Tumbuhan bisa ditingkatkan dengan adanya logpembelajaran, terbukti dengan meningkatnya prosentase mahasiswa yang mendapat nilai A dan B, 3)Penggunaan log pembelajaran bisa meningkatkan performa mengajar dosen mata kuliah Embriologi dan Reproduksi Tumbuhan di mata mahasiswa.Kata kunci : Log pembelajaran, penguasaan konsep, embriologi reproduksi tumbuha