Prosiding Seminar Biologi
Not a member yet
365 research outputs found
Sort by
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI ISOLAT ACTINOMYCETES DARI RIZOSFER PADI (Oryza sativa) TERHADAP Salmonella typhosa DAN Staphylococcus aureus
Actinomycetes merupakan anggota bakteri yang dipromosikan sebagai penghasil zat antimikrobial terbesar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan mengidentifikasi Actinomycetes dari rizosfer padi (Oryza sativa) yang berpotensi sebagai penghasil antibakteri dan dapat menghambat pertumbuhan Salmonella typhosa dan Staphylococcus aureus. Penelitian ini menghasilkan 17 isolat Actinomycetes, 8 isolat diantaranya mampu menghasilkan zat antibakteri. Diantara 8 isolat tersebut, satu isolat mampu menghambat pertumbuhan kedua bakteri uji, yaitu NRPR 13 yang menghambat Salmonella typhosa (dengan diameter daerah hambatan 14 mm) dan Staphylococcus aureus (12 mm). Tiga isolat mampu menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhosa, yaitu NRPR 14 (11 mm), NRPR 62 dan NRPR 67 (masing-masing 10 mm). Dan empat isolat mampu menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus, yaitu RPR 15 (14 mm), NRPR 11 (17 mm), NRPR 33 (11 mm) dan NRPR 46 (16 mm). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Actinomycetes yang diisolasi dari rizosfer padi berpotensi menghasilkan zat antibakteri. Kata kunci : Actinomycetes, Zat Antibakteri, S. typhosa, S. aureus
BIOSINTESIS SELULOSA OLEH Acetobacter xylinum MENGGUNAKAN LIMBAH CAIR TAHU SEBAGAI MEDIA PERTUMBUHAN DENGAN PENAMBAHAN MOLASE
ABSTRACT Cellulose is a biopolymer whose numbers most abundant in nature and have an important role as various kinds of industrial raw materials. In this study, liquid waste of soy used as a growth medium for A. xylinum bacteria to synthesize cellulose with addition of molasses as carbon source. The aim of this research was to know the effect of different concentrations of molasses on cellulose layer weight and which is the best concentration of molasses that produce the highest weight of cellulose. Three concentration of molasses were tested, namely 2%, 4% and 6%. Observation on layer cellulose weight produced was performed on day-10 . The study shows that the more concentrations of molasses is given, the more weight of the layer of cellulose, although this weight difference was not significant. 6% molasses concentration produces the most high cellulose weight. keywords: cellulose , molase, liquid waste of soy, A. xylinu
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL ACTIVE KNOWLEDGE SHARING TERHADAP HASIL BELAJAR DITINJAU DARI MINAT BELAJAR SISWA SMA N 2 KARANGANYAR
ABSTRAK Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini sebagai berikut (1). Menguji pengaruh model pembelajaran aktif Avtive Knowlegde Sharing terhadap hasil belajar biologi kelas X SMA Negeri 2 Karanganyar tahun pelajaran 2011/ 2012 (2). Menguji pengaruh minat belajar siswa terhadap hasil belajar biologi kelas X SMA Negeri 2 Karanganyar tahun pelajaran 2011 2012 (3). Menguji ada tidaknya interaksi antara model pembelajaran aktif Active Knowledge Sharing dan minat siswa terhadap hasil belajar biologi kelas X SMA Negeri 2 Karanganyar tahun pelajaran 2011/ 2012. Penelitian ini merupakan Penelitian Eksperimen Semu (Quasi Experimental Research) menggunakan Posttest Only Nonequivalent Control Gruop Design. Model pembelajaran sebagai variabel bebas, minat sebagai variabel moderator, dan hasil belajar sebagai variabel terikat. Populasi penelitian ini adalah adalah seluruh siswa kelas X SMA N 2 Karanganyar tahun pelajaran 2011/2012. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas X.1 sebagai kelas kontrol dan siswa kelas X.2 sebagai kelas eksperimen. Teknik pengambilan sampel dengan “Cluster Random sampling”. Teknik pengumpulan data hasil belajar ranah kognitif menggunakan teknik tes, angket, dan lembar observasi. Pengukuran minat menggunakan angket. Teknik analisis data menggunakan anava. Kesimpulan hasil penelitian ini sebagai berikut 1). Model Active Knowledge Sharing berpengaruh terhadap hasil belajar biologi ranah kognitif dengan P-value 0,024, sedangkan pada ranah afektif dan ranah psikomotor tidak berpengaruh pada siswa kelas X SMA N 2 Karanganyar dengan P-value 0,059 dan 0,274; 2). Tidak terdapat pengaruh antara minat tinggi, sedang, dan rendah terhadap hasil belajar biologi pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotor pada siswa kelas X SMA N 2 Karanganyar dengan P-value 0,742; 0,702 dan 0,805; 3). Tidak ada interaksi antara model pembelajaran dan minat belajar terhadap hasil belajar biologi siswa SMA N 2 Karanganyar dengan P-value 0,852; 0,483; dan 0,717. Kata kunci: Model Active Knowledge Sharing, hasil belajar, dan minat
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR MAHASISWA MELALUI LESSON STUDY PADA MATA KULIAH ANATOMI DAN MORFOLOGI TUMBUHAN
ABSTRAK Tujuan yang ingin dicapai pada kegiatan lesson study ini adalah untuk meningkatkan aktivitas belajar mahasiswa di Program Studi Pendidikan Biologi pada mata kuliah Anatomi dan Morfologi Tumbuhan. Hasil akhir yang diharapkan adalah semua kompetensi dasar dan standar kompetensi bisa dicapai. Aktivitas belajar yang diharapkan meningkat terutama adalah (1) kemampuan berpikir kritis, (2) kemampuan berkomunikasi lisan, (3) kemampuan bekerja sama dalam tim, (4) kedisiplinan. Lesson Study dilakukan dengan menerapkan problem solving dalam perkuliahan dan dilakukan dalam 4 kali siklus yang masing-masing terdiri dari kegiatan Plan, Do dan See. Plan dilakukan oleh dosen model dan observer untuk menganalisis kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi dalam perkuliahan dan mempersiapkan semua instrumen dan perangkat kuliah yang diyakini mampu membelajarkan mahasiswa secara efektif serta membangkitkan partisipasi aktif mahasiswa dalam pembelajaran. Produk dalam kegiatan plan adalah jadwal pelaksanaan plan, do dan see, RPP, materi, media, dan alat evaluasi. Kegiatan selanjutnya adalah kegiatan open class, yaitu kegiatan tatap muka di kelas yang diampu oleh dosen model dan dimonitor keterlaksanaannya oleh para observer. Setelah itu dosen model dan para observer melakukan refleksi berdasarkan open class yang baru saja dilakukan, mendiskusikan masalah dan cara penanggulangannya agar siklus selanjutnya lebih baik pencapaiannya. Berdasarkan hasil pelaksanaan lesson study selama 4 siklus didapatkan bahwa penggunaan model problem solving melalui lesson study pada pembelajaran Anatomi dan Morfologi Tumbuhan dapat meningkatkan aktivitas belajar mahasiswa pada setiap tahapan siklus, yang ditunjukkan dengan meningkatnya (1) kemampuan berpikir kritis, (2) kemampuan berkomunikasi lisan, (3) kemampuan bekerja sama dalam tim, dan (4) kedisiplinan. Selain itu juga terdapat peningkatan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh dosen, baik dalam persiapan pembelajaran maupun keterampilan melaksanakan pembelajaran. Walaupun demikian, lesson study ini masih perlu dilanjutkan dan ditingkatkan agar pembelajaran yang berkualitas tetap terjaga. Kata kunci: Lesson study, problem solving, review jurnal, Anatomi Morfologi Tumbuha
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR ILMU KESEHATAN DAN GIZI PROGRAM SBI PENDIDIKAN BIOLOGI DAN IMPLEMENTASINYA MELALUI LESSON STUDY
ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan bahan ajar ilmu kesehatan dan gizi (Health and Nutrition) dan mengaplikasikannya dalam pembelajaran melalui lesson study guna meningkatkan kualitas belajar dari aspek interaksi mahasiswa serta hasil belajar mahasiswa.Penelitian dilakukan dengan kegiatan penyusunan buku ajar Ilmu Kesehatan dan Gizi (Health and Nutrition) serta diimplementasikan melalui lesson study. Proses lesson study melalui tahapan pembentukan tim, perumusan tim apa yang akan dibelajarkan pada mahasiswa, penyusunan disain pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, analisa pembelajaran dan pengulangan tahap pembelajaran dengan perbaikan. Efektivitas adanya buku ajar diketahui melalui aspek pengamatan interaksi mahasiswa dalam proses pembelajaran serta hasil belajar.Berdasar hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada akhir penelitian telah dihasilkan luaran buku ajar IKG (Health and Nutrition) yang telah diimplementasikan dalam pembelajaran melalui lesson study dan diketahui efektif meningkatkan kualitas pembelajaran dari aspek interaksi mahasiswa (mahasiswa antar mahasiswa, mahasiswa dengan dosen, mahasiswa dengan media) serta peningkatan hasil belajar (100% mahasiswa tuntas mencapai hasil belajar di atas 70) Kata kunci : bahan ajar, lesson study, Ilmu Kesehatan dan Gizi, Health and Nutrition