1,721,653 research outputs found

    Presentase Dan Jaringan Korupsi Angelina Sondakh Pada Putusan Hakim Mahkamah Agung No 1616kPis.Sus2013

    Get PDF
    The rise of corruption cases that occur in Indonesia today, if we see corruption cases in Indonesia every year is always increasing, not decreasing, this causes people to feel angry with corruptors. The percentage and network of corruption Angelina Sondakh of the Supreme Court Judge's Decision No. 1616k / Pis.Sus / 2013 is quite interesting to examine especially if we can see who the dominant actors are in this case, both from the planning process, the bidding process, the bid evaluation process, and implementation and evaluation. This study uses a descriptive qualitative approach which illustrates the phenomenon of Angelina sondakh corruption case in the Supreme Court's Decision No. 1616 K / Pid.Sus / 2013. Descriptive analysis in this study uses the Nvivo 12 Plus software. Data from this study were sourced from the Supreme Court Decision No. 1616 K / Pid.Sus / 2013 and previous research relating to the Corruption of Angelina Sondakh. The results of this discussion The conclusions that the author can take from the presentation of the analysis above are based on the decision of the Supreme Court No. 1616 K / Pid.Sus / 2013 analyzed with Nvivo 12 Plus in general from the four processes above can be seen Corporate 9.05%, Government 7.62%, Political Parties 0.32% and Political Consultants 0%. Keyword: Corruption; Bribery; Networ

    Pengaruh promosi program loyality power discount terhadap kepuasan nasabah pengguna kartu kredit pada PT. bank Mandiri

    No full text
    Skripsi ini disusun oleh Ricky Herman Sondakh dengan judul pengaruh promosi loyality power discount terhadap kepuasan nasabah pengguna kartu kredit pada PT. bank mandiri di makassarvii, 71 hlm.; 29 cm

    The Identity Construction of Angelina Sondakh in Twitter

    Get PDF
    This study analyzed the identity construction built from Angelina Sondakh’s tweets in Twitter. The data analyzed were Angelina Sondakh’s tweets since 3 February 2012 until 16 April 2012 which identified her personal disclaimer about her life problems news released. The descriptive qualitative method is used to conduct this research. In order to find out the way Angelina Sondakh constructed her identity, critical discourse analysis theory by Van Dijk was applied to analyze her tweets. Yet, the theory was limited to the textual analysis. The result was that Angelina Sondakh has constructed her identity in Twitter by two ways concerning; the power of the tweet language and get involve in interaction with followers. She decided to post tweet contained figure of speech and poetic words which implicitly reveal her feeling through all her trials. She also responded followers’ attention that intended to cheer her up. The writer found 4 identities that Angelina Sondakh tried to construct; an identity as a religious woman, an identity as a lovable mother, an identity as a friendly public figure and an identity as a victim of corruption case. Here, the writer hopes the study will give a contribution to linguistic study especially in text analysis

    Pola komunikasi politisi dalam perilaku korupsi di Lembaga Legislatif: studi kasus pola komunikasi Angelina Sondakh

    No full text
    korupsi di Indonesia sekarang ini di lakukan dengan berbagai cara serta memiliki motif tersendiri dari cara bertransaksi dan berkomunikasi. Korupsi disebut sebagai extraordinary crime (kejahatan luar biasa), Sehingga menuntut penanganan yang luar biasa. Salah satu kasus korupsi yang menggunakan berbagai strategi dan pola komunikasi di luar kebiasaan umum adalah kasus korupsi Angelina Sondakh. Pemakaian istilah-istilah tertentu yang memiliki tujuan agar orang lain tidak mengetahui dan tidak memahami maksud di balik istilah-istilah tersebut. Berdasarkan latar belakang tersebut maka pada kasus korupsi yang digunakan oleh Angelina Sondakh dalam melakukan tindak pidana korupsi di komisi X. Sehingga timbul pertanyaan Bagaimana pola Komunikasi yang di lakukan Angelina Sondakh dalam perilaku korupsi di lembaga Legislatif ? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis dan studi kasus, bermaksud meneliti serta menemukan informasi yang seluas-luasnya dari observasi, wawancara maupun pengumpulan data secara komprehensif dengan tujuan memperoleh pemahaman secara mendalam. Menguji teori Richard Fagen Pola komunikasi politik adalah suatu aktivitas komunikasi yang membawa konsekuensi-konsekuensi politik baik yang aktual maupun yang potensial di dalam suatu sistem politik yang ada. Menurut Teori konvergensi simbolik Dalam teori ini, Ernest G. Bormann (1990:106) mengartikan istilah konvergensi sebagai suatu cara dimana dunia simbolik pribadi dari dua atau lebih individu menjadi saling bertemu, saling mendekati kemudian saling berhimpitan. Sedangkan istilah simbolik sendiri terkait dengan kecenderungan manusia untuk memberikan penafsiran dan menanamkan makna kepada berbagai lambang, tanda, kejadian yang tengah dialami. Peneliti menemukan bahwa jaringan komunikasi yang di gunakan oleh Angelina sondakh adalah jaringan komunikasi roda yaitu seorang pemimpin yang menjadi fokus perhatian. Ia dapat berhubungan dengan seluruh anggota kelompok, tetapi setiap anggota kelompok hanya dapat berhubungan dengan pemimpinnya. Pemakaian bahasa simbolik yang dilakukan oleh Angelina sondakh dalam melakukan tindak pidana korupsi dilakukan dengan memberikan makna simbolik terhadap kata atau bahasa. Sebagai contoh temuan peneliti dalam percakapan adalah �Tp apel washington ya bu� �1 kilo dulu ya bu. Krn stock ku habis. Diusahakan sebelum selesai istirahat sdh ada�. Dalam hal ini terbukti Angelina sondakh menjadi pemimpin atau otak yang mengatur bagaimana pola komunikasinya terhadap Mindo Rosalina manulang yang mengarahkan bahwa maksud dari apel Washington adalah uang dollar Amerika. Sehingga peneliti menilai komunikasi yang di gunakan Angelina soundakh cukup terstruktur, sistematis dan terorganisir

    THE GRAMMATICAL ERROR ANALYSIS OF ANGELINA SONDAKH SPEAKING PERFORMANCE

    Get PDF
    ABSTRACT Grammar is an important language component to enhance students’ language proficiency. However, many people still make grammatical errors in their speaking performance. The objectives of this research were to analyze the grammatical errors of the words/sentences uttered by Angelina Sondakh, to classify the types of grammatical errors in words/sentences uttered by Angelina Sondakh and to correct grammatical errors in words/sentences spoken by Angelina Sondakh so that they become correct grammar. The researcher used a qualitative analysis method. In analyzing the collected data obtained from the research of Angelina Sondakh's speeches in a talk show hosted by Rosianna Silalahi on a TV station namely Talk Show Rossi. The data collection technique used in this research was the documentation technique. The data were analyzed in three steps namely data reduction, data display, and conclusion drawing. Based on research finding, it was found that there were 187 sentences that Angie uttered in the talk show and 26 of them contained grammatical errors. The types of grammatical errors found were omission, addition, misformation and misordering. Omission was the type of error that Angie mostly mentions on talk shows. There were several grammatical error corrections, namely the lack of conjunctions, prepositions, to be, tenses, terms that are not included in the rules of grammatical language and excessive vocabulary. Therefore, it is hoped that the results of this study can provide input for conducting similar research regarding grammar errors and their types in the field of English or in other language fields. Keywords: Grammatical Error, Surface Taxonomy, Talk Sho

    Monumen perjuangan di propinsi sulawesi utara

    Get PDF
    Monumen merupakan benda ataupun bangunan yang me-ngandung nilai. sejarah. Monumen sengaja dibuat untuk tanda atau bukti yang berkaitan dengan sesuatu peristiwa penting ke-sejarahan. aerbagai bangsa di dunia telah membangun mo-numen baik besar maupun kecil, megah maupun sederhana de-ngan tujuan membuat tanda pada peristiwa kesejarahan yang patut untuk dikenang, dan juga sebagai tanda untuk berterima kasih kepada tokoh-tokoh ataupun pendukung peristiwa berse-jarah yang mempunyai arti besar bagi eksistensi hidup bangsa itu. Buku ini berisi tentang monumen-monumen perjuangan yang ada di propinsi Sulawesi Utara

    MODALITAS DALAM KONTESTASI POLITIK (Studi tentang Modalitas dalam Kemenangan Pasangan Hanny Sondakh dan Maximiliaan Lomban pada Pemilukada di Kota Bitung Sulawesi Utara tahun 2010)

    Get PDF
    Pemilukada saat ini merupakan agenda penting yang ditunggu-tunggu oleh setiap warga negara.Pasca reformasi 1998 merupakan suatu momentum dalam merubah tatanan kehidupan kebangsaan, dengan membuka kebebasan pada setiap warga negara untuk ikut berpartisipasi dalam proses pembangunan bangsa dan negara. Dengan adanya reformasi tersebut berdampak pada perubahan mekanisme Pemilukada dari sistem perwakilan ke sistem langsung yang diperjelas dalamUndang-undang No.32 tahun 2004 tentang PemerintahanDaerah. Perubahan mekanisme pemilu membuka kesempatan kepada seluruh warga negara untuk berpartisipasi dalam politik. Partisipasi politik tersebut tidak hanya berjalan dalam bentuk pemberian hak suara, melainkan adanya antusiasme warga yang mendaftarkan diri sebagai kontestan di pemilukada. Sebagai kontestan pemilukada kandidat haruslah memiliki kombinasi modalitas yang kuat sehingga dapat memenangkan kontestasi. Ketiga modal itu adalah modal politik (political capital), modal sosial (social capital) dan modal ekonomi (economical capital),ketiga modal ini dapat mempengaruhi seorang kandidat dalam memperoleh dukungan dari masyarakat. Semakin besar akumulasi modal yang dimiliki oleh seorang kandidat maka semakin besar pula dukungan yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran modalitas yang dimiliki oleh kontestan Hanny Sondakh dalam kemenangan pemilukada Kota Bitung tahun 2010. Tipe dan desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis dengan pendekatan kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data melalui metode wawancara mendalam (in-depth-interview) dan dalam penentuan informan menggunakan teknik snowballing. Akumulasi ketiga modal yang dimiliki oleh Hanny Sondakh yaitu modal sosial, modal ekonomi dan modal politik, sangat perperan dalam keberhasilan kontestan pada kemenangan pemilukada Kota Bitung 2010. Dari ketiga modal yang dimiliki, modal sosial merupakan modal yang dominan yang dimiliki kandidat Hanny Sondakh. Di mana hubungan, interaksi dan kepercayaan yang dibangun dengan masyarakat sejak lama membuat figure, ketokohan dan popularitas Hanny Sondakh yang semakin kuat dan menjadi modal awal dalam proses pencalonan sehingga akumulasi modal politik dan modal ekonomi pun menjadi lebih bertambah. Modal politik banyaknya dukungan dari partai politik (partai gabungan) untuk mengusung kandidat dan dukunan timsukses yang solid dalam setiap proses pencalonan Hanny Sondakh dan Maximiliaan Lomban sebagai calon walikota dan wakil walikota Bitung. Pengaruh primodialisme tidak nampak dalam pemilukada ini, seperti kesamaan suku, etnis ataupun budaya bahkan agama. Karena melihat etnis Hanny Sondakh yang keturunan tionghoa yang minoritas di kota Bitung sedangkan agama yang dianut juga merupakan bukan agama yang mayoritas yaitu katolik.Sehingga jelaslah bahwa keberhasilan Hanny Sondakh dalam pemilukada kota Bitung tahun 2010 didasarkan pada akumulasi modal yang dimilikinya. Kata kunci :Peran, Modalitas, Pemilukada Local election is now important agenda is eagerly awaited by every citizen. Post-1998 reform is a momentum in order to change the national life, by opening the freedom to every citizen to participate in the process of nation and state. Given the impact of reform on the change mechanisms of the local election of the representative system to direct the system to be clarified in the Act No.32 of 2004 on Local Government. Changes in the mechanism of elections open to all citizens the opportunity to participate in politics. Political participation is not just a walk through the provision of voting rights, but the enthusiasm of the people who register as a contestant in the election. As a contestant election candidates must have a strong combination of modalities that can win the dispute. There are three capital was the political capital (political capital), social capital (social capital) and economic capital (economic capital), the three factors can affected a candidates in order to obtain the support of large amount society. The larger accumulation of capital owned by a candidate, the more gained greater support. This study aims to find out the role of modality that is owned by Hanny Sondakh contestants in the election victory of 2010 Bitung City. The type and design of the study is a descriptive analysis of qualitative approaches. With the techniques of data collection through in-depth interviews (in-depth-interview) and in the determination of informants using snowballing techniques. Third accumulation of capital owned by Hanny Sondakh namely social capital, economic capital and political capital, was also influence the success of the contestants in the election victory of 2010 Bitung City. From those capitals, social capital was the most dominant capital that owned by Hanny Sondakh candidate. Where relationships, interactions and trust built by the community for a long time to make figure, personal and popularity Hanny Sondakh become increasingly powerful and start-up capital in the nomination process so that the accumulation of political capital and economic capital becomes more increases. Many political capital support from political parties (parties combined) to carry out the candidate and a solid support successful team in any nomination process Hanny Sondakh and Maximiliaan Lomban as a candidate for mayor and vice mayor of Bitung, primodialism influence was not showed in this election, like the similarity of race, ethnic or even religious culture. Because Hanny Sondakh see the descendants of ethnic minorities in the city tionghoa Bitung whereas religion is also not the majority religion is Catholic. So it is clear that the success of Hanny Sondakh in Bitung city local election in 2010 was based on the accumulation of equity. Key words: Role, Modality, Local Electio

    Perempuan Korupsi Analisis Wacana Kritis Model Teun A. Van Dijk Berita Satu: Hari ini Angelina Sondakh Keluar dari Penjara (Analisis Wacana Kritis)

    Get PDF
    Berita sebagai informasi yang berpengaruh dan bermakna dalam masyarakat baik cetak maupun online. Berita tentang korupsi di Indonesia sepertinya tidak ada habisnya, Akhir-akhir ini yang cukup menyita perhatian masyarakat terkait kasus korupsi yang sudah lama kini muncul kembali dalam berita “Hari ini Angelina Sondakh Keluar dari Penjara†Model Teun A. Van tiga dimensi yang disatukan dalam analisis wacana kritis terhadap sebuah wacana dengan dimensi teks berkaitan dengan struktur, kognisi sosial terkait dengan proses produksi teks dan konteks sosial yang ada dalam masyarakat dengan wacana pada berita “Hari ini Angelina Sondakh Keluar dari Penjara†menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, dengan hasil analisis wacana kritis dimensi teks struktur makro berkaitan makna global yaitu Perempuan Korupsi, superstruktur berkaitan isi berita dari awal hingga akhir memiliki hubungan dan struktur makro kepaduan dan kesatuan antar kalimat. Pada dimensi kognisi sosial berkaitan dengan terbentuknya berita oleh penulis berita berkaitan dengan berita yang diharapkan menjadi hal yang ditunggu karena kasus korupsi Angelina Sondakh merupakan kasus besar dengan putusan hukuman berat dan dimensi konteks sosial terbentuknya berita dalam masyarakat konteks sosial saat itu maraknya kasus korupsi yang merugikan negara namun tersangka korupsi mendapatkan putusan hukuman yang ringan, berbeda jauh dengan putusan hukuman kasus korupsi yang dilakukan oleh Angelina Sondakh yang diharapkan membuat efek jera

    SENSITIVITAS GENDER DALAM CITIZEN JOURNALISM (Analisis Isi Sensitivitas Gender Opini Citizen Journalism tentang Angelina Sondakh dalam Kompasiana.com Periode 3 Februari-26 April 2012)

    Get PDF
    Gender merupakan hasil konstruksi tradisi, budaya, agama dan ideologi tertentu mengenai batas ruang dan waktu yang langsung membentuk karakteristik laki-laki dan perempuan (Aristiarini, 1998:4). Gender terbentuk dalam masyarakat sesuai dengan nilai-nilai yang dianut. Perkembangan teknologi mempengaruhi perkembangan informasi. Informasi dapat dibuat dan diakses oleh masyarakat luas dalam waktu yang relatif singkat. Beberapa tahun terakhir perkembangan teknologi baru berupa internet mempengaruhi perkembangan informasi dan media. Munculnya citizen journalism merupakan salah satu bentuk perkembangan internet. Citizen journalism ditulis oleh warga dari berbagai latar belakang. Dalam penelitian ini peneliti fokus melihat tulisan citizen journalist dalam media Kompasiana.com dengan topik tulisan tentang Angelina Sondakh. Metode penelitian yang digunakan penulis adalah analisis isi. Jumlah sampel yang diteliti adalah 72 artikel mengenai Angelina Sondakh. Penelitian ini menggunakan teori citizen journalism dan jurnalisme sensitif gender. Diperoleh tiga unit analisis dari kedua teori tersebut yaitu Pembentukan Opini, Media dan Citizen Journalist, dan Artikel Opini Citizen Journalist. Hasil penelitian menunjukkan artikel opini dalam Kompasiana.com mengenai Angelina Sondakh sudah sensitif gender dalam hal penggunaan bahasa dan pembentukan opini baik dari sosial-budaya maupun ekonomi-politik citizen journalist. Sedangkan dalam hal penggunaan landasan, masih dijumpai landasan moral yang digunakan dalam menulis artikel. Kesadaran citizen journalist untuk menggunakan media warga sebagai sarana pembebasan perempuan masih kurang, sehingga belum ada keberpihakan sepenuhnya terhadap perempuan dalam hal ini Angelina Sondakh

    FRAMING PEMBERITAAN TENTANG PERSIDANGAN AGELINA SONDAKH SEBAGAI SAKSI DALAM KASUS SUAP WISMA ATLIT (Analisis freming pemberitaan tentang persidangan Angelona Sondakh sebagai saksi dalam kasus suap wisma atlet di SKH Kedaulatan Rakyat)

    Get PDF
    Salah satu kasus korupsi yang beberapa waktu ini menyita perhatian publik adalah kasus suap wisma atlet. Kasus yang melibatkan beberapa kader atau anggota dari Partai Demokrat yang dibina oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu sendiri. Angelina Sondakh salah satu politisi Partai Demokrat diduga terlibat kasus ini. Namun, dalam persidangannya sebagai saksi dalam kasus suap wisma atlet Angie sapaan akrabnya mengaku tidak pernah menerima imbalan dari proyek wisma atlet, walaupun terdapat bukti yang menyatakan ia ikut terlibat dalam kasus tersebut. Peristiwa ini dianggap penting oleh media massa, seperti Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat. Semua berita yang diinfromasikan tidak apa adanya, melainkan hasil dari konstruksi sosial dalam media tersebut. Dalam konstruksi realitas media, media massa mengolah informasi yang akan disampaikan kepada khalayak menurut pandangan dan ideologinya. Penelitian ini menggunakan analisis framing untuk mengetahui bagaimana Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat membingkai peristiwa persidangan Angelina Sondakh sebagai saksi dalam kasus suap wisma atlet. mengetahui bagaimana frame dan cara yang digunakan Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat dalam penonjolan suatu peristiwa. Analisis framing yang digunakan dalam penelitian ini adalah model framing dari Zhondang Pan dan Gerald M. Kosicki. Model analisis framing ini dipakai untuk menjelaskan bagaimana cara menyusun fakta (sintaksis), bagaimana fakta dikisahkan (skrip) dan ditulis (tematik), kemudian bagaimana fakta tersebut ditekankan (retoris) Dari hasil penelitian ini, dapat dilihat bahwa Kedaulatan Rakyat berkecenderungan mendukung sikap dari KPK untuk mengungkapkan dan menuntaskan kasus korupsi ini. Frame dari Kedaulatan Rakyat itu sendiri yaitu kesaksian Angelina Sondakh merupakan kebohongan di mata masyarakat untuk melindungi sosok “Ketua Besar” dan kasus korupsi ini dilakukan secara sistematis. Kedaulatan Rakyat lebih mengandalkan paparan dari narasumber yang terkait dalam penuntasan kasus korupsi ini. Namun, dalam pemberitaannya, Kedaulatan Rakyat cenderung bersikap datar, kurang berani melakukan kritikan yang tajam. Falsafah ngono yo ngono neng ojo ngono masih berlaku bagi surat kabar ini dalam mengkonstruksi suatu peristwa. Bagi Kedaulatan Rakyat, orang yang sudah bersalah, jangan dipojokkan lagi dengan pemberitaan di media. xvii ABSTRA
    corecore