Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Institutional Repository
Not a member yet
    7373 research outputs found

    Geologi dan Model Konstruksi Jalan Hauling Berdasarkan Hasil Uji DCP (Dynamic Cone Penetrometer) Daerah Banjarsari dan sekitarnya, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi daerah penelitian dan untuk mengetahui daya dukung tanah dalam pembuatan model konstruksi jalan hauling. Secara geografis, daerah penelitian terletak pada koordinat 3°35’43” LS - 3°38’52” LS dan 115°42’46” BT - 115°41’08” BT. Secara administratif, daerah penelitian terletak pada daerah Banjarsari dan sekitarnya, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan. Pada saat pemetaan geologi dilakukan orientasi medan, pengamatan morfologi, pengamatan singkapan, pengamatan struktur geologi, dan pengamatan potensi geologi. Tahap analisis dilakukan di studio dan laboratorium. Analisa studio dilakukan pembuatan peta geologi, peta geomorfologi, peta lintasan, peta pola pengaliran, peta desain fill and cut, penampang stratigrafi terukur dan pemodelan konstruksi jalan hauling. Analisis laboratorium dilakukan uji geologi teknik yaitu uji basic properties, atterberg limit dan grain size analysis. Daerah penelitian berdasarkan aspek geomorfologi terbagi menjadi 2 bentuk lahan yaitu dataran bergelombang dan dataran aluvial. Stratigrafi daerah penelitian terbagi menjadi 3 satuan batuan yaitu satuan batulempung Warukin, satuan batupasir Warukin dan endapan aluvial. Lingkungan pengendapan batu lempung Warukin dan batupasir Warukin adalah transitional lower delta plain-lower delta plain pada Kala Miosen Tengah-Miosen Akhir. Nilai rata-rata CBR setiap material telah diketahui maka melakukan korelasi dengan uji geologi teknik. Berdasarkan uji sieve analysis, lempung kerikilan memiliki nilai CBR yang lebih tinggi dari lempung pasiran. Berdasarkan uji atterberg limit, semakin tinggi nilai plastisitas menghasilkan nilai CBR rendah, demikian juga sebaliknya. Berdasarkan uji basic properties bagian kadar air, semakin tinggi kadar air maka semakin menurun nilai CBR, demikian juga sebaliknya. Pada bagian berat jenis, semakin tinggi nilai berat jenis maka semakin meningkat nilai CBR. Berdasarkan uji basic properties dengan mengetahui dry density, semakin tinggi nilai dry density maka semakin meningkat nilai CBR. Pada saat akan menentukan ketebalan lapisan perkerasan maka perlu mengetahui beban muatan yang akan melewati jalan tersebut. Rata-rata beban muatan sebesar 7.000 kg. Beban muatan dan nilai CBR setiap lokasi telah diketahui maka dapat menentukan tebal lapisan perkerasan setiap lokasi. Penulis merekomendasikan adanya penambahan base coarse sesuai dengan grafik korelasi yang telah dibuat atau dengan melakukan penambahan compaction. Kata kunci: DCP (Dynamic Cone Penetrometer), CBR (California Bearing Ratio), dry density, back analysis, sieve analysis, atterberg limit, basic properties, compaction, base coarse, jalan hauling

    Hubungan Sebaran Piroklastika Dan Tingkat Kerusakan Bangunan Permukiman Pada Kasus Erupsi Gunung Kelud 2014 di Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur

    No full text
    Gunungapi Kelud merupakan salah satu gunungapi aktif yang berada di Provinsi Jawa Timur yang secara geografis terletak pada posisi 7°56'00" LS dan 112°18'30" dan secara administratif termasuk ke dalam 3 Kabupaten kota yaitu Kabupaten Blitar, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Malang. Sejarah mencatat G. Kelud telah mengalami letusan sebanyak 31 kali yang di perkirakan sejak tahun 1000 sampai tahun 1990 telah merenggut korban sekitar ± 15.000 jiwa . Erupsi G. Kelud pada 13 Februari 2014 merupakan letusan besar yang terjadi sejak tahun 1990, meskipun tidak banyak menelan korban jiwa tetapi letusan yang terjadi memiliki dampak luas. Sebaran endapan piroklastika jatuhan di sekitar gunungapi berdasarkan diameter komponen menunjukkan diameter 0,5-2 mm pada radius lebih dari 11 kilometer, diameter 4-6 mm pada radius 7-11 kilometer, diameter 7-9 mm pada radius 3-7 kilometer, serta diameter lebih besar dari 25 em pada radius kurang dari 3 kilometer. Berdasarkan ketebalan menunjukkan ketebalan 0,5-3 em pada radius 14-19 kilometer, ketebalan 3-5 cm pada radius 9-14 kilometer, serta ketebalan lebih dari 5 cm pada radius kurang dari 9 kilometer. Kerusakan bangunan permukiman dipengaruhi oleh (1) beban rata-rata endapan piroklastik, dan (2) bentuk dan dan struktur atap bangunan. Membandingkan hasil pengkajian kebutuhan paska bencana (Jitu Pasna) menunjukkan dengan besar beban terhadap bangunan fisik terdapat adanya anomali kecenderungan kerusakan. Konstruksi jenis dan kemiringan berpengaruh besar pada tingkat kerusakan. Atap perlu mempunyai kemiringan lebih besar dan memperkecil ruang beban menjadi hal penting dalam pengurangan risiko kerusakan permukiman. Kata kunci: G. Kelud, endapan piroklastika, kerusakan permukima

    Geologi dan Penentuan Risiko Bencana Longsor Desa Gulangpongge, Jepalo, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati, Jawa Tengah

    No full text
    Daerah telitian secara administrasi terletak di Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah, secara astronomis daerah penelitian terletak pada 493667mE - 498477mE dan 9269624mN - 9274412mN UTM WGS 1984 (Universal Transverse Mecrator). Luas daerah telitian 5 km x 5 km dengan skala 1:20.000. Berdasarkan aspek-aspek geomorfologi, maka daerah penelitian dapat dibagi menjadi 5 (lima) satuan bentuk lahan yaitu : Perbukitan sisa vulkanik (V24), lereng sisa vulkanik (V25), dataran limpah banjir (F7), tubuh sungai (F22), dataran alluvial (F1). Pola pengaliran berupa pola paralel. Tatanan Stratigrafi daerah telitian dibagi menjadi 4 satuan batuan tidak resmi, urutan dari yang paling tua ke muda yaitu satuan breksi-piroklastik lava-Muria yang tersusun atas litologi breksi piroklastik dengan fragmen andesit berumur Plistosen Awal - Holosen dan diendapkan dengan beda fasies menjari di atas satuan breksi-piroklastik lava-Muria yaitu litodem lava andesit lava Muria dengan litologi lava andesit sisipan endapan piroklastik berupa breksi piroklastik, berumur sama dengan breksi piroklastik Muria yaitu Plistosen Awal - Holosen. Kemudian intrusi basalt menerobos satuan breksi-piroklastik lava-Muria secara vertikal dengan umur Plistosen Akhir - Holosen. Di atas litodem lava andesit lava Muria secara tidakselaras diendapkan satuan endapan alluvial berumur Holosen. Struktur geologi pada daerah telitian berupa kekar. Berdasarkan data Shear Joint di lokasi pengamatan tersebut, didapatkan bahwa arah tegasan/ gaya utama yang bekerja pada daerah telitian sekitar arah NE-SW atau timur laut – barat day Pengkajian analisis risiko bencana longsor pada daerah penelitian dilakukan di Desa Gulangpongge dan Desa Jepalo. Hasil analisis menunjukkan bahwa Desa Gulangpongge dapat dibagi menjadi tiga tingkat risiko yaitu risiko tinggi di Dusun Klecung, Pongge, Gillicilik, Sedangkan untuk risiko sedang berada Dusun Sekar, dan tingkat risiko rendah berada di Dusun Gulang, Karanganyar, Ngello, Sedangko. Untuk Desa Jepalo sendiri yaitu hampir semua Dusun memiliki tingkat resiko tinggi yaitu Dombyang, Warangan, Sampit, kecuali Dusun Cendol yang memiliki tingkat resiko rendah. Kata-kata Kunci: Geomorfologi, Stratigrafi, Struktur Geologi, Risiko Bencana, dan Longsor

    Kondisi Cekungan Airtanah Wates Pra Konstruksi Bandara Internasional Temon Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta

    No full text
    Underground water is a component in the hydrological cycle which takes place in nature, formed by rainwater that seeped into the soil in the recharge area and flows through the media layer of rock that acts as a carrier layer of water (aquifer) in ground water basin, which is under the ground leading to discharge area. Water basin's grounwater includes the Wates District, Temon, Panjatan, Lendah, Brosot, a little part of the the District Sentolo and Pengasih located in Unit Plateau of volcanics fluvio, beach units and sand dunes with the alluvial material consisting of sand, gravel, silt, and clay, flat morphology, relatively lithology and groundwater characteristics. This lithology is potential with the occurrence of groundwater conservation system changes, if there is excessive ground water extraction in the region which can be characterized by the increase in salinity in ground water. The main object of this study is to assess the full qualitative and quantitative groundwater in the Basin Groundwater Wates International Airport due to Temon airport construction in relation to maintaining the sustainability of groundwater systems. The methods in this study consists of several steps, starting from observation and rock's/soil discribtion include : measurement of rock bedding, measurement of geological structural elements, observation of morphological conditions, and sampling soil/rock to be tested in laboratory about the content of the mineralogy, texture and structure. The cross-section will shown information quantity/amount of groundwater that exist in the area of researc and the identification of the coast towards the potential intrusion of sea water. The results of mineralogical analysis of rocks and hydrochemical groundwater will provide information on the distribution of groundwater quality. This quality conditions will certainly change with the start of construction of the airport and after construction of the airport. Information about the mineralogical content of rocks, hydrochemical content of water and aquifer configuration will be able to contribute to efforts in the area of groundwater International Airport Temon, DIY

    BISNIS PENGEMBANGBIAKAN BURUNG KENARI LOKAL Business Plan diajukan untuk memenuhi persyaratan Memperoleh gelar Sarjana (S1) PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI BISNIS

    Full text link
    Burung berkicau merupakan burung yang memiliki keindahan pada suaranya dalam berkicau. Bagi penggemar burung berkicau, memiliki burung tersebut merupakan suatu kegemaran dan dapat dijadikan hiburan tersendiri. Keunikan akan suara kicauannya kini menjadi minat dari para penggemar kicau mania. Keinginan memiliki burung tersebut semakin lama semakin bertambah peminatnya, kebanyakan peminat burung berkicau adalah para pria baik usia muda sampai tua. Penggemar burung kicau tersebut terus mencari burung berkicau yang sesuai dengan keinginan mereka, sehingga tak heran jika ada peternak yang selalu ramai dikunjungi para penggemar burung berkicau tersebut. Salah satu burung berkicau yang cukup bagus dan terkenal saat ini adalah burung kenari. Burung kenari merupakan burung berkicau yang kini banyak diminati oleh para kicau mania. Burung tersebut selain perawatannya yang mudah, harga yang terjangkau, serta terdapat berbagai warna merupakan keunggulan tersendiri bagi burung tersebut. Hal ini yang menjadikan penulis untuk menjalankan bisnis pengembangbiakan burung kenari lokal, selain perawatannya yang mudah, burung kenari juga cukup terjangkau harganya. Perawatan yang mudah untuk burung kenari lokal menjadi motivasi bagi penulis untuk menjalankan bisnis pengembangbiakan burung tersebut, karena penulis sendiri merupakan pemula dalam mengembangbiakan burung kenari, sehingga dengan ilmu yang minim penulis berupaya untuk tetap menjalankan bisnis tersebut, dengan menjalankan bisnis tersebut penulis juga dapat sambil belajar dalam memperluas wawasan didunia perburungan. Penulis berupaya melakukan pengembangbiakan burung kenari lokal, dimana untuk segmennya adalah masyarakat kelas menengah kebawah, dan usaha ini masih awal sehingga masih berupaya untuk memperluas jaringan. Harga dalam penjualan produk nantinya juga tidak terlalu mahal, karena bisnis penulis yang masih baru dan belum begitu dikenal, maka agar dapat menarik konsumen penulis tidak mencari laba sebesar – besarnya. Usaha pengembangbiakan burung kenari harus diperhatikan dalam proses produksinya, meski pengembangbiakan burung kenari cukup mudah tetapi belum tentu semua bisa menjalankannya, oleh sebab itu untuk menjalankan usaha tersebut pelaku bisnis setidaknya sudah memahami akan burung tersebut, baik dalam perawatannya serta proses pengawinannya sehingga proses pengembangbiakan dapat berjalan lancar sesuai rencana

    Penentuan Kualitas, Tipe, dan Karakteristik Air Tanah Berdasarkan Analisis Hidrokimia Daerah Pembangunan Bandara Internasional Temon Kulonprogo Yogyakarta

    No full text
    Almost all of Indonesian population use groundwater as clean water resources in their daily activity both in the rural and urban area for drinking water. It cause by groundwater has a better quality more than surface water. In line with the government's plan to build an international airport Temon Kulonprogo on the other hand increasing clean water supply. Therefore, unavoidable the possibility of decline in the quality of groundwater. Groundwater chemical element in the construction of the airport need to be analyzed to determine the quality, type, and characteristics of the groundwater before it was built. Groundwater chemical element analysis was conducted on the element acidity (pH), total dissolved solid (TDS), electrical conductivity, content of Mg, Ca, Na, K, SO4, HCO3, and C

    Efektifitas Sistem Peringatan Dini Berbasis Masyarakat Pada Erupsi G. Kelud 2014

    No full text
    Gunung Kelud merupakan salah satu gunung api aktif di Provinsi Jawa Timur. Secara administratif termasuk ke dalam 3 kabupaten yaitu Blitar, Kediri dan Malang. Gunung Kelud telah mengalami 31 kali erupsi sejak tahun 1000 sampai tahun 1990. Erupsi-erupsi tersebut merenggut korban sekitar 15.000 jiwa. Erupsi tanggal 13 Februari 2014 pukul 22.30 tersebut memuntahkan 150 juta meter kubik. Masyarakat berhasil merespon erupsi terbesar sepanjang sejarah tersebut tanpa korban . Mengapa masyarakat dan otoritas setempat mempunyai kemampuan merespon, sehingga dapat melakukan evakuasi kurang dari 2 jam, sejak pukul 21.15 hingga 22.30? Analisis terhadap proses membangun ketangguhan masyarakat menunjukkan bahwa masyarakat telah memiliki unsur utama sistem peringatan dini. Empat unsur tersebut adalah (1) pengetahuan tentang risiko, (2) pemantauan dan pelayanan peringatan, (3) penyebarluasan dan komunikasi, (4) kemampuan merespon masyarakat. Jangkar Kelud merupakan CBDMO penting di tingkat komunitas dalam memenuhi empat unsur tersebut. Kata Kunci : Sistem Peringatan Dini Kelud, Erupsi Kelud 2014, Manajemen Bencana Berbasis Komunitas (PRBBK

    PENGARUH KARAKTERISTIK PERUSAHAAN DAN CORPORATE GOVERNANCETERHADAP PRAKTIK PENGUNGKAPAN SUSTAINABILITY REPORT ( Studi Pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2009 - 2012 )

    Full text link
    Penelitian mengenai sustainability report di Indonesia masih tergolong topik penelitian yang baru. Hal ini yang mendorong peneliti untuk melakukan penelitian yang berkaitan dengan praktik pengungkapan sustainability report. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh variabelvariabel karakteristik perusahaan dan pelaksanaan corporate governance terhadap praktik pengungkapan sustainability report pada perusahaan pertambangan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2009-2012. Data perusahaan dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Metode analisis data statistik yang digunakan adalah regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh positif yang ditimbulkan oleh variabel likuiditas, dan aktivitas perusahaan. Berbeda dengan variabel yang lain seperti profitabilitas, leverage, ukuran perusahaan, komite audit, dewan direksi, governance committee dan komposisi dewan komisaris independent yang dijelaskan tidak memberikan pengaruh terhadap praktik pengungkapan sustainability report suatu perusahaan. Kata kunci : Sustainability Report, Profitabilitas, Likuiditas, Leverage, Aktivitas, Ukuran Perusahaan, Dewan Direksi, Komite Audit, Governance Committee, komposisi dewan komisaris independen

    OPTIMASI GAS LIFT PADA SUMUR MINYAK LAPANGAN “XX” PREMIER OIL INDONESIA DI LAUT NATUNA

    Full text link
    RINGKASAN Sumur XA-22 merupakan sumur yang beroperasi di laut Natuna. Sumur XA-22 berproduksi sejak tahun 2011. Meskipun telah dilakukan penginjeksian gas dalam jumlah tertentu, namun pada kenyataannya seiring bertambahnya waktu produksi, sumur XA-22 mengalami penurunan laju produksi, sehingga perlu dilakukan optimasi kembali yakni dengan jalan pengubahan laju injeksi gas (Qgi) dan pengubahan terhadap letak kedalaman katup gas lift . Proses optimasi pada sumur continuous gas lift ini menggunakan simulator produksi PROSPER. Dua performance yang penting untuk dianalisa dalam mengevaluasi sumur continuous gas lift , yaitu inflow performance yang menggambarkan analisa produktivitias sumur (kurva IPR) dan outflow performance yang menggambarkan distribusi tekanan aliran di sepanjang tubing (kurva VLP). Pembuatan kurva IPR pada sumur XA-22 menggunakan metode Composite, sedangkan untuk pembuatan kurva VLP dibantu menggunakan software PROSPER pada kedua sumur kajian dengan menggunakan korelasi Hagedorn & Brown. Skenario optimasi pada tugas akhir ini dibagi menjadi 2, yang pertama optimasi dilakukan pada sumur dengan kondisi saat ini ( existing), kemudian yang kedua dengan melakukan re-design pada sumur kajian. Hasil evaluasi dengan titik injeksi existing 2211.2 ft-TVD (2540 ft-MD) pada sumur XA-22 diperoleh harga GLR injeksi optimum sebesar 749,6 SCF/BBL dengan laju gas injeksi optimum 1347,5 MSCF/D menghasilkan laju produksi gross sebesar 1797,6 BLPD dan laju produksi oil sebesar 826,9 BOPD. Hasil optimasi dengan re-design pada sumur XA-22 diperoleh optimasi kedalaman titik injeksi pada kedalaman 3300 ft-TVD (6365 ft-MD) dengan harga GLR injeksi optimum sebesar 349,6 SCF/BBL dan laju gas injeksi optimum 747,9 MSCF/D, menghasilkan laju produksi gross sebesar 2139,3 BLPD dan laju produksi oil sebesar 984,1 BOPD, dengan harga GLR injeksi terkoreksi 449,6 SCF/BBL dan laju gas injeksi terkoreksi 962,6 MSCF/D, menghasilkan laju produksi gross sebesar 2141,1 BLPD dan laju produksi oil sebesar 984,9 BOPD

    PENENTUAN POTENSI SUMUR “X” BERDASARKAN UJI PTS DAN ORIFICE METER PADA LAPANGAN PANASBUMI WAYANG WINDU

    Full text link
    Sumur “X” merupakan sumur dari MBB pad yang terletak di bagian Utara Lapangan Panasbumi Wayang Windu. Sumur “X” ini dijadikan make-up well untuk pembangkit unit 2 dengan karakteristik fluida dry steam. Sumur ini memiliki feedzone lebih dari satu feedzone. Sumur “X” awal berproduksi pada bulan Juni 2011 dengan jumlah produksi rata-rata 12 kg/s. Namun, pada bulan Oktober 2011 produksi menurun menjadi 6kg/s dengan keadaan sumur selesai di shut-in. Untuk mengetahui apa yang terjadi, maka dilakukan PTS survey. PTS survey dilakukan dengan memasukkan alat logging ke dalam lubang sumur. Dilakukan empat kali run alat (log down 1, log up 1, log down 2 dan log up 2). Data yang diperoleh dari PTS survey berupa data distribus tekanan, temperatur, kecepatan alat dan putaran spinner. Setelah data-data tersebut diperoleh, dilakukan analisa terhadap lokasi feedzone, enthalpi dan produktifitas sumur. Dalam menghitung kontribusi dan produktifitas sumur, perlu dilakukan konversi dari putaran spinner menjadi fluid velocity terlebih dahulu lalu dilakukan perhitungan productivity index (PI). Selain dilakukan PTS survey, pada Sumur “X” ini juga dilakukan uji produksi menggunakan orifice meter untuk mengetahui jumlah laju alir produksi dipermukaan. Data yang dihasilkan berupa tekanan upstream dan laju alir massa fluida. Kedua data tersebut dikoreksi berdasarkan jenis orifice meter dan ukuran diameter pipa yang digunakan sehingga didapatkan laju alir sebenarnya. Berdasarkan hasil PTS survey dan uji produksi (orifice meter) lokasi feedzone Sumur “X” berada pada kedalaman 950m dan 1100m. Major feedzone berada pada kedalaman 950m dengan besarnya PI 0,234 dan besarnya kontribusi feedzone dalam mengalirkan fluida sebesar 55%. Besarnya entalpi fluida pada sumur ini yaitu sebesar 2780kJ/kg. Reservoir Panasbumi Wayang Windu merupakan reservoir water dominated. Besarnya laju alir fluida dibawah permukaan sesuai dengan hasil PTS survey yaitu 17 kg/s. Besarnya laju alir massa di permukaan sesuai dengan hasil pencatatan pada orifice meter yaitu 14,18kg/s. Perbedaan ini disebabkan karena adanya penurunan tekanan dan temperatur sepanjang aliran dari bawah permukaan hingga permukaan serta adanya kesalahan dalam pengukuran atau terdapat thief zone pada lubang sumur

    6,886

    full texts

    7,373

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇