8,561 research outputs found
INTERNALISASI PEMIKIRAN KH. MUHAMMAD SHOLEH DARAT DI KOMUNITAS PECINTANYA: Perspektif Sosiologi Pengetahuan
KH. Muhammad Sholeh Darat al-Samarani is one of the great Ulama in Nusantara in the 19th century. He studied from the pesantren to the pesantren even to study in the Holy Land, Macca, then returned to Java to spread his knowledge in Darat, Semarang, Central Java. Years later, there was a community that elaborated and tried to construct and spread of KH. Muhammad Sholeh Darat al-Samarani’s works and thoughts. In this paper, using the sociological theory of knowledge of Peter L. Berger, the process of internalizing the thoughts of KH. Muhammad Sholeh Darat al-Samarani in the Kiai Sholeh Darat Community (Komunitas Pecinta Kiai Sholeh Darat, KOPISODA) will be discussed. Finally, it can be stated that there is an internalization process in understanding, applying, and living of KH. Muhammad Sholeh Darat al-Samarani’s thoughts in the community
Makna keberagamaan dalam wisata ziarah : Studi deskriptif di makam Syekh Muhammad Sholeh Gunung Santri Bojonegara Serang Banten
Di zaman era modern ini banyak sekali kaum anak muda terutama di kalangan santri, pemuda hijrah yang sering mengunjungi tempat wisata ziarah salah satunya di Gunung Santri makam Syekh Muhammad Sholeh yang sudah dikenal oleh banyak orang karena pada saat ini Gunung Santri makam Syekh Muhammad Sholeh dijadikan sebagai objek wisata religi atau disebut juga dengan wisat ziarah. Maka dengan adanya wisata ziarah ini dapat menjadi suatu hal yang bersifat positif baik dari pandangan peziarah ataupun pandangan mayarakat sekitar. Setiap peziarah pasti memiliki motivasi dalam melakukan wisata ziarah di Gunung Santri makam Syekh Muhammad Sholeh, serta mempunyai pengalaman keagamaan tersendiri pasca berwisata ziarah ke Gunung Santri makam Syekh Muhammad Sholeh.
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan mengenai pandangan peziarah dan masyarakat terhadap keberadaan makam Syekh Muhammad Sholeh, motivasi peziarah yang berwisata ziarah serta pengalaman keagamaan peziarah setelah berwisata ziarah ke Gunung Santri makam Syekh Muhammad Sholeh.
Landasan pemikiran dalam penelitian ini menggunaka teori makna dengan menggunakan metode deskriptif dan pendekatan Psikologis yang dikemukakan oleh Clifford Geertz, yang selanjutnya dikaitkan dengan teori Joachim Wach mengenai tentang pengalamaan keberagamaan sebagai upaya untuk menelusursi pengalaman seseorang atau peziarah.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui penafsiran logika yang dihubungkan dengan apa yang kita lihat, apa yang kita dengar, dan apa yang kita ketahui mengenai tentang wisata ziarah makam Syekh Muhammad Sholeh.
Hasil penelitian ini menunjukkan dari pandangan peziarah yang mengatakan bahwa makam Syekh Muhammad Sholeh ini adalah sebuah makam yang dikeramatkan karena beliau merupakan orang yang saleh juga disebut sebagai wali dan makam ini terkenal dengan batu nisannya sebagai simbol atau ciri khas yang tidak dimiliki oleh makam-makam lainya. Dengan adanya makam tersebut memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar mengenai perekonomian. Para peziarah juga memiliki motivasi, tujuan serta pengalaman yang berbeda-beda antara peziarah satu dengan peziarah lainnya
Tasawuf Kiai Sholeh Darat : catatan atas kitab Hidaayatul Adzkiya' Syekh Zainuddin Al-malibari
Buku "Tasawuf Kiai Sholeh Darat" ini merupakan terjemah dari kitab Minhajul Atqiya' komentar atas kitab Nadzam Hidayatul Adzkiya' ila Ma'rifatil Auliya', karya Syekh Zainuddin al-Malibari. Dalam menulis kitab ini, rujukan yang paling banyak beliau gunakan adalah kitab Kifayatul Atqiya' wa Minhajul Ashfiya', karya Syekh Abu Bakar Syatha dan Salalimul Fudhala' Syarhu Hidayatul Adzkiya', karya Syekh Nawawi Banten. KH. Sholeh Darat memulai dengan menerjemah secara bebas nadzam Hidayatul Adzkiya, kemudian baru memberi syarah (komentar). Kitab Minhajul Atqiya' merupakan karya KH. Sholeh Darat yang paling tebal setelah Kitab Tafsir Faidhur Rahman, kitab ini mengupas secara lengkap terkait ajaran tasawuf, mulai dari syariat, tarekat, hakikat hingga makrifat.Buku terjemahan ini berpedoman pada dua naskah cetak, pertama terbitan Karimi Bombay, India tahun 1312 H dan kedua, terbitan Muhammady Bombay India tahun 1317 H. Ikhtiar penerbitan buku ini semoga memberikan jawaban yang cukup memadai terhadap keragu-raguan atau bahkan penolakan sebagian orang terhadap ilmu tasawuf dan praktik para sufi, dengan menjelaskan dan menyebutkan dalil bahwa ilmu tasawuf dan praktik para sufi, kesemuanya berdasar pada al-Qur'an dan Hadits Nabi. Hal menarik yang tidak banyak dimengerti banyak orang adalah bahwa para Imam Madzhab Fiqih, yakni Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi'i, Imam Hambali dan lainnya bukan hanya faqih tapijuga sufi
Local wisdom dalam kitab karya KH. Muhammad Sholeh (studi terhadap kitab risalat khulq al-Kiram wa shifa’ al-‘ajsam)
Studi karya para Ulama Nusantara di Indonesia menunjukkan dinamika yang signifikan. Penemuan unsur lokalitas (kearifan lokal) di masing- masing karya Ulama Nusantara menunjukkan bahwa aspek kepulauan Nusantara mempengaruhi karya intelektualnya. Tesis ini berjudul “Local Wisdom dalam Kitab Karya KH. Muhammad Sholeh (Studi Terhadap Kitab Risa>lat Khulq al-Kira>m Wa Shifa>’ al-Ajsa>m)”. Adapun fokus penelitian tesis ini adalah (1) Bagaimana biografi KH. Muhammad Sholeh? (2) Bagaimana isi kitab karya KH. Muhammad Sholeh Risa>lat Khulq al-Kira>m Wa Shifa>’ al-‘Ajsa>m? (3) Bagaimana local wisdom dalam kitab karya KH. Muhammad Sholeh Risa>lat Khulq al-Kira>m Wa Shifa>’ al-‘Ajsa>m? Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat historis deskriptif analisis. penulis menggunakan tekhnik pengumpulan data melalui dokumentasi, observasi dan interview atau wawancara. Selanjutnya Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah content analysis yakni sebagai sebuah penelitian kepustakaan yang bersifat kualitatif dengan upaya menganalisa isi pesan yang terkandung dalam sumber-sumber tertulis secara objektif dan ilmiah, untuk menemukan makna dan arti dari pesan tersebut. Hasil penelitian ini dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) KH. Muhammad Sholeh lahir pada tanggal 20 pebruari 1902 M. Beliau dikenal sebagai seorang yang alim, tawadhu’ dan bersahaja serta terampil dan piawai dalam menulis kitab-kitab keagamaan. Beliau wafat pada tanggal 26 Juni 1992 M. (2) Kitab Risa>lat Khulq Al-Kira>m Wa Shifa>’ Al-‘Ajsa>m selesai ditulis pada tanggal 10 Dhulqo’dah 1406 Hijriah (1985 M). Dalam kitab ini KH. Muhammad Sholeh menjelaskan tentang sebagian dari beberapa budi pekerti luhur yang pada masa-masa ini tidak banyak diketahui dan diamalkan oleh masyarakat umum. Selain membahas tentang beberapa budi pekerti yang luhur seperti tersebut diatas, dalam kitab ini juga menjelaskan tentang tata cara suwuk (ruqyah shar’iyah) karena mulai tergerus oleh zaman, serta dalil hukum yang membolehkan dan mengharamkan melakukannya. (3) Kitab Risa>lat Khulq Al-Kira>m Wa Shifa>’ Al-‘Ajsa>m yang ditulis oleh KH. Muhammad Sholeh merupakan salah satu bentuk kearifan lokal atau local wisdom yang nyata dari penulisnya. Kearifan tersebut misalnya terlihat dari tampilan bahasa dan komunikasinya, di samping muatan gagasan yang tertuang dalam kitab tersebut. Pilihan KH. Muhammad Sholeh untuk menulis dengan menggunakan bahasa Jawa dan aksara Arab pegon bertujuan agar dapat dipahami masyarakat Jawa dan dapat dicerna oleh kalangan awam. Upaya memudahkan adalah visi literasi KH. Muhammad Sholeh. Selain itu didalam kitab ini juga membahas tentang local wisdom masyarakat setempat berupa suwuk. Hal itu memberi pengajaran pada masyarakat lokal dan para santrinya agar tetap menghormati, menjaga dan melestarikan tradisi baik yang sudah ada dan berkembang di masyarakat
Pioneers of Library Movement in Pakistan
The paper aims to describe in brief the contribution of seven leaders of Pakistan librarianship, viz. K.B. Khalifa M. Asadullah, Prof. Dr. Abdul Moid, Dr. Abdus Subuh Qasimi, Muhammad Shafi, Fazal Elahi, Khawaja Nur Elahi and S. V. Hussain. The early library developments are given for better understanding of the role of these leaders
PERJUANGAN K.H. MUHAMMAD SHOLEH DALAM MENGEMBANGKAN PONDOK PESANTREN ATTANWIR TALUN SUMBERREJO- BOJONEGORO TAHUN 1933- 1992
K.H. Muhammad Sholeh adalah pendiri, pengasuh, dan pemimpin Pondok Pesantren Attanwir dari Desa Talun yang mampu membawa perubahan yang sangat baik bagi masyarakat. Kondisi masyarakat Desa Talun Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro sebelum berdirinya Pondok Pesantren, banyak sekali perilaku masyarakat yang menyimpang dari ajaran agama Islam.
Selain itu, Beliau juga berjasa besar dalam mengembangkan Pondok Pesantren Attanwir. Beliau adalah Pendiri, Pengasuh, dan Pimpinan Pondok. Pada awalnya, Pondok Pesantren Attanwir adalah pesantren Salafiyah yang hanya mengkaji kitab- kitab kuning saja. Seiring berjalannya waktu, pada tahun 1951, di bukalah pendidikan klasikal dengan membuka Madrasah Ibtida’iyah dan pada tahun selanjutnya semakin berkembang menjadi beberapa lembaga pendidikan modern tanpa meninggalkan ciri khasnya sebagai lembaga pendidikan islam tradisional.
Berdasarkan Latar belakang tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1) Bagaimana sejarah berdirinya Pondok pesantren Attanwir Talun 2) Bagaimana perjuangan KH.Muhammad Sholeh dalam mengembangkan Pondok pesantren Attanwir Talun dari tahun 1933- 1992. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Untuk dapat memperoleh hasil yang baik pada skripsi ini peneliti melakukan penelusuran berupa dokumen, arsip, serta beberapa literature buku terbitan Pondok Pesantren Attanwir, wawancara dengan keluarga,tokoh masyarakat Desa Talun, santri Alumni Pondok Pesantren Attanwir serta melakukan penelusuran baik buku, skripsi, maupun jurnal yang relevan dengan Pondok Pesantren.
Hasil Penelitian ini dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut, Pertama Pondok Pesantren Attanwir berdiri di tengah- tengah masyarakat menyimpang dari syariat agama Islam. Berkat kerja keras dan perjuangan K.H. Muhammad Sholeh akhirnya mampu untuk merubah perilaku masyarakat Talun. Berdirinya Pondok Pesantren Attanwir merupakan bukti dari perjuangan yang telah dilakukan oleh K.H. Muhammad Sholeh. Dalam perkembangan selanjutnya, Pondok Pesantren Attanwir berupaya untuk dapat menyesuaiakan dengan perkembangan dunia modern sehingga pada 1951, di bukalah pendidikan klasikal dengan membuka Madrasah Ibtida’iyah dan pada tahun selanjutnya semakin berkembang menjadi beberapa lembaga pendidikan islam tradisional.
Kata kunci : Perjuangan KH. Muhammad Sholeh, Pondok Pesantren Attanwir
IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENDIDIKAN DI MA’HAD SYAIKH MUHAMMAD BIN SHOLEH AL-UTSAIMIN KECAMATAN BANGKINANG KOTA
ABSTRAK
Fadzli Makmur, (2023): Implementasi Sistem Informasi Manajemen
Pendidikan Di Ma’had Syaikh Muhammad Bin
Sholeh Al-Utsaimin Kecamatan Bangkinang Kota
Penelitian ini diharapkan dapat menjembatani kepentingan Ma’had Syaikh Muhammad
Bin Sholeh Al-Utsaimin terkhusus SMP IT Al-Utsaimin dan SMA IT Al-Utsaimin yang
dikelola oleh manajemen sekolah. Dengan mengetahui implementasi sistem informasi
manajemen pendidikan beserta faktor-faktor apa yang mendukung dan menghambat
implementasi sistem informasi manajemen pendidikan di Ma’had Syaikh Muhammad Bin
Sholeh Al-Utsaimin. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan
pendekatan secara studi kasus yang menggunakan teknik pengumpulan data secara
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Selanjutnya, teknik analisis data dalam
penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Adapun
pengujian keabsahan datanya menggunakan uji kredibilitas. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa betapa pentingnya Dapodik sebagai alat integral dalam manajemen
sekolah modern. Dengan menjaga integritas data, akurasi data, mendukung pengambilan
keputusan yang lebih baik, dan mengintegrasikan prosedur sekolah yang berkaitan
dengan akademik. Dapodik memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan
efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas sistem pendidikan. Adapun faktor pendukung
implementasi sistem informasi manajemen pendidikan yaitu infrastruktur dan fasilitas di
Ma’had Syaikh Muhammad Bin Sholeh Al-Utsaimin yang sudah cukup memadai
mencakup kelengkapan multimedia seperti perangkat komputer yang sesuai untuk
aplikasi Dapodik, jumlah komputer bagi kepala sekolah, operator, tenaga pendidik dan
kependidikan serta fasilitas internet yang cukup cepat dan handal dan juga sudah
memanfaatkan teknologi online dalam Sistem Informasi Manajemen berupa website di
SMP IT Al-Utsaimin dan SMA IT Al-Utsaimin. Sementara faktor Penghambatnya adalah
dari kurangnya keseragaman teknis antara SMP IT Al-Utsaimin dan SMA IT Al-Utsaimin
dalam sistem informasi manajemen pendidikan dikarenakan belum ada SOP dan
kebijakan yang lebih terstruktur di tingkat sekolah diperlukan terutama dalam
pengelolaan dapodik yang dikelola secara terpusat oleh operator sekolah.
Kata Kunci : Sistem Informasi Manajemen, Dapodik, Ma’had Al-Utsaimi
Analisis terhadap metode penentuan awal Ramadhan dan Syawal oleh KH. Muhammad Sholeh bin Ismail di Desa Suger Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini ditujukan unt uk menjawab rumusan masalah, yaitu: Bagaimana metode penent uan awal Ramadhan dan Syawal oleh KH. Muhammad Sholeh bin Ismail di Desa Suger Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember?, Apa landasan Hukum dalam penent uan awal Ramadhan dan Syawal oleh KH Muhammad Sholeh bin Ismail di Desa Suger Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember?, dan Bagaimana analisis terhadap metode penent uan awal Ramadhan dan Syawal oleh KH. Muhammad Sholeh bin Ismail di Desa Suger Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember? Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif analitis yaitu memaparkan dan menggambarkan tentang metode penent uan awal Ramadhan dan Syawal di Desa Suger Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember oleh K.H. Muhammad Sholeh bin Ismail, kcmudian dianalisa schingga menghasilkan pemahaman yang konkrit dan jelas. Pola pikir yang dipakai dengan menggunakan pola pikir induktif, yaitu metode yang berangkat dari faktor-faktor khusus kemudian ditarik generalisasi yang bersifat um um. yakni tentang penent uan awal ramadhan dan Syawal oleh KH. Muhammad Sholeh bin Ismail terscbut kcmudian digeneralisasi kepada hal yang sifatnya um um mengenai apakah pcncrapan tersebut masih relevan dan scsuai dengan kctent uan hukum Islam yang ada. Dalam pcrmasalahan met ode penent uan awal Ramadhan dan Syawal oleh KR. Muh. Sholch bin Ismail ini, pertama kali yang perlu dibahas adalah mengetahui bagaimana penerapan metode khumasi dalam penent uan awal bulan. Begitu juga validitas hasilnya schingga dapat ditarik kcsimpulan apakah metode tcrsebut bisa diaplikasikan atau tidak
Perkembangan Pondok Pesantren Al-Munawwarah Ciloa Limbangan Garut: Masa kepemimpinan Kiai Haji Raden Agus Muhammad Sholeh 1995-2016
Pondok Pesantren Ciloa adalah Pondok Pesantren Salafiyah yang bergerak dalam kajian ilmu alat yaitu Nahwu dan Shorof juga kajian kitab-kitab kuning seperti tafsir, hadits, fikih, tauhid, dan lain sebagainya. Pondok Pesantren Ciloa merupakan salahsatu pesantren tertua di Kecamatan Blubur Limbangan Garut. Pesantren Ciloa berdiri pada tahun 1918 didirikan oleh K.H. Muhammad Romli dan setelah wafat kemudian digantikan oleh K.H Raden Ahmad Jawhari yang wafat pada tahun 1995, Pada tahun yang sama, kepemimpinan Pondok Pesantren Ciloa dilanjutkan Oleh KH Raden Agus Muhammad Sholeh sebagai cucu menantu dari belaiu.
Berdasarkan uraian di atas, terdapat beberapa rumusan masalah sebagai berikut: Pertama, bagaimana sejarah berdirinya Pondok Pesantren Al-Munawwarah Ciloa. Kedua, bagaimana perkembangan Pondok Pesantren Al-Munawwarah Ciloa pada masa kepemimpinan KH. Raden Agus Muhammad Sholeh (1995-2016).
Adapun metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah, yaitu model penelitian yang mempelajari peristiwa sejarah berdasarkan data dan fakta yang ditinggalkan. Metode penelitian ini meliputi empat tahapan, yaitu heuiristik, kritik, interpretasi dan historiografi.
Berdasarkan hasil penelitian di lapangan dapat disimpulkan bahwa Pondok Pesantren Al-Munawwarah Ciloa Limbangan Garut pada masa Kepemimpinan KH. RadenAgus Muhammad Sholeh 1995-2016, mengalami perkembangan yang siginifikan, diantaranya dalam bidang pendidikan dan infastruktur bangun pondok pesantren, dapat dikatan Pondok Pesantren Al-Munawwarah Ciloa ini mengalami pasang surut daru segi kuantitas santri karena seiring berkembangnya prosesi belajar mengajar di Pesantren dari tahun 1918-1948 dibenturkan dengan peristiwa pemberontakan melawan Belanda sehingga salah satu perintis pesantren ini yaitu KH. R Muhammad ‘Asyim Gugur di wilayah Majalengka sebagai syahid ketika menjadi Pasukan Hizbullah. Seiring dengan tuntutan zaman, pada masa kepemimpinan KH. Raden Agus Muhammad Sholeh dengan dilatarbelakangi perubahan mindset masyarakat yang memandang antara pesantren dan sekolah sama-sama penting, dengan tanpa menghilangkan ciri khas Pesantren Salafiahnya, maka Pesantren Ciloa pun merespon hal itu. Pada tahun 2002 Pesantren Ciloa menyelenggarakan lembaga pendidikan sekolah setingkat Madrasah Tsanawiyah dan SMA IT pada tahun 2015. Selain itu, beliau pun mengembangkan banyak program pesantren dalam bidang sosial keagamaannya seperti mendirikan Majlis Ta’lim, mengadakan pengajian rutin, khitanan masal pada tahun 2005 dan berperan sebagai penyalur titipan zakat, infaq dan shadaqoh bagi masyarakat sekitar Pondok Pesantren Al-Munawwarah Ciloa Limbangan Garut
Guru Muhammad: Guru Ngaji Al-Qur’an Ujung Harapan: Biografi dan Bimbingan Dzikir dan Doa
Buku yang berada di tangan pembaca ini merupakan sebuah kisah inspiratif seorang guru ngaji di Ujung Harapan, yakni Guru Muhammad, atau yang belakangan ini populer dengan sebutan K. H. Muhammad Hasan. Beliau adalah seorang guru yang sangat berdedikasi dalam mengajarkan Al-Qur'an kepada anak-anak di sana. Sejak kecil, beliau telah menunjukkan minat yang besar dalam mempelajari Al-Qur'an.
Buku ini berisi tentang biografi singkat Guru Muhammad, serta beberapa materi tentang kumpulan ayat-ayat al-Quran dan hadits-hadits tentang berzikir dan doa, yang memang banyak disyarahkan oleh para ulama sehingga para pembaca dapat memahami pesan-pesannya secara lengkap dan sesuai dengan kebutuhan pengetahuan. Selain itu dapat memotivasi para pembaca untuk selalu banyak berzikir dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah Swt
- …
