32 research outputs found
PENGEMBANGAN E-BOOK PENGETAHUAN FENOMENA KIMIA DALAM KEHIDUPAN TERINTEGRASI NILAI KARAKTER SEBAGAI SUMBER LITERASI SAINS SISWA
ABSTRAK
Skripsi berjudul “Pengembangan E-Book Pengetahuan Fenomena Kimia dalam Kehidupan Terintegrasi Nilai Karakter sebagai Sumber Literasi Sains Siswa” ini disusun oleh Shinta Irine Any Kusuma Wardani, NIM. 12212183054, dengan pembimbing Tutik Sri Wahyuni, M.Pd. Kata kunci : E-Book, Fenomena Kimia dalam Kehidupan, Nilai Karakter, Literasi Sains
Pengaitan materi kimia dengan keberadaan kimia dalam kehidupan dapat meningkatkan aktivitas, minat, dan motivasi belajar serta melatih kemampuan literasi sains siswa. Literasi sains membantu siswa untuk lebih siap dan mampu
menghadapi permasalahan yang dipengaruhi oleh perkembangan sains dan teknologi. Pesatnya perkembangan sains dan teknologi berdampak pada karakter siswa. Disamping berperan dalam mengembangkan keterampilan dan pengetahuan siswa pada aspek sains dan teknologi, pendidikan juga menjadi sarana untuk mengajarkan karakter baik kepada siswa. Salah satu upaya mendukung pendidikan karakter adalah dengan mengintegrasikan nilai – nilai karakter ke dalam buku bacaan atau bahan ajar. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu E-Book Pengetahuan Fenomena Kimia dalam Kehidupan Terintegrasi Nilai Karakter sebagai Sumber Literasi Sains Siswa yang dapat menjadi fasilitas belajar secara mandiri maupun kelompok, mengetahui kevalidan e-book berdasarkan uji validitas, dan mengetahui respon siswa terhadap e-book. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model pengembangan 4-D yang dimodifikasi menjadi 3-D,
tahapan – tahapannya meliputi tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), dan tahap pengembangan (develop). Instrumen penelitian yang digunakan meliputi lembar wawancara, angket kebutuhan, lembar validasi, dan
angket respon siswa. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. E-book yang telah dikembangakan divalidasi oleh tiga validator dari segi materi dan media. Kemudian e-book direvisi sesuai dengan
saran dari validator. Selanjutnya, e-book yang telah direvisi diujicobakan pada kelompok kecil untuk mengetahui respon siswa terhadap e-book. E-Book Pengetahuan Fenomena Kimia dalam Kehidupan Terintegrasi Nilai Karakter sebagai Sumber Literasi Sains Siswa yang dikembangkan peneliti
memperoleh kriteria sangat valid/layak pada segi materi dengan persentase rata – rata sebesar 82.48%, memperoleh kriteria sangat valid/layak pada segi media dengan persentase rata – rata sebesar 85.33%. Hasil uji coba kelompok kecil mendapat respon positif dari siswa dengan persentase rata – rata sebesar 83.54% yang termasuk dalam kriteria sangat baik. Dengan demikian e-book yang
dikembangkan layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran
Pengembahan Bahan Ajar Menulis Naskah Drama dengan Cerpen Sebagai Pengembangan Ide untuk Siswa Kelas IX SMP
ABSTRAKWardani, Shinta Kusuma. 2016. Pengembangan Bahan Ajar Menulis Naskah Drama dengan Cerpen sebagai Pengembangan Ide Untuk Kelas IX SMP. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Yuni Pratiwi, M.Pd.Kata kunci: bahan ajar, menulis naskah drama, cerpen.Penelitian pengembangan ini dilatarbelakangi oleh hasil studi pendahuluan bahwa pembelajaran menulis naskah drama di sekolah mengalami beberapa kendala. Salah satu kendala pokok yang dihadapi oleh siswa adalah kurangnya minat siswa dalam menulis naskah drama. Kurangnya minat siswa itu terjadi karena siswa kesulitan memunculkan ide untuk menulis naskah drama. Selain itu kendala yang dihadapi siswa juga terjadi karena dalam buku paket belum ada latihan secara bertahap yang mampu memandu siswa menulis naskah drama.Berdasarkan kendala yang diperoleh pada tahap studi pendahuluan, peneliti menggunakan kendala tersebut sebagai landasan untuk mengembangkan bahan ajar. Bahan ajar yang dibuat adalah sebuah bahan ajar yang mampu memunculkan ide kreatif siswa dan mampu memberikan latihan terbimbing pada siswa. Bahan ajar yang dibuat oleh peneliti dengan tujuan mencapai kompetensi menulis dengan kompetensi dasar 16.1, yakni menulis naskah drama berdasarkan cerpen yang telah dibaca.Penelitian ini menghasilkan produk berupa bahan ajar menulis naskah drama berdasarkan cerpen yang dibaca. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah : a) Menghasilkan produk bahan ajar dengan deskripsi isi yang sesuai dengan kompetensi yang diajarkan, yaitu menulis naskah drama berdasarkan cerpen yang dibaca, b) Menghasilkan produk bahan ajar dengan sistematika penyajian yang menarik untuk pembelajaran menulis naskah drama berdasarkan cerpen yang dibaca, c) Menghasilkan produk bahan ajar dengan penggunaan bahasa yang baku dan komunikatif sesuai dengan Ejaan yang Disempurnakan untuk pembelajaran menulis naskah drama berdasarkan cerpen yang dibaca, d) Menghasilkan produk bahan ajar dengan tampilan yang menarik untuk pembelajaran menulis naskah drama berdasarkan cerpen yang dibaca.Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan. Rancangan penelitian ini diadaptasi dari prosedur penelitian pengembangan Borg dan Gall yang telah dimodifikasi dari sepuluh langkah menjadi tujuh langkah, yaitu (1) prapengembangan, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk, (4) uji ahli dan uji praktisi, (5) revisi produk awal, (6) uji lapangan terbatas, dan (7) penyempurnaan produk akhir.Uji produk dilakukan dengan melibatkan (1) ahli menulis naskah drama, (2) ahli pembelajaran menulis teks eksposisi, (3) praktisi, yaitu guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, dan (4) lapangan, yaitu siswa kelas IX SMP Negeri 2 Sukapura.Jenis data dalam penelitian ini ada dua yaitu data prapengembangan dan data uji produk. Data prapengembangan berupa data verbal lisan yang diperoleh melalui wawancara pada tahap analisis kebutuhan. Jenis data pada uji coba produk berupa data verbal tertulis dan non verbal atau berupa numerik, data diperoleh berdasarkan angket uji ahli, uji praktis, dan uji lapangan.Pada penelitian ini, instrumen yang digunakan adalah angket dan pedoman wawancara bebas. Analisis data dilakukan dengan dua teknik, yaitu teknik kualitatif dan teknik kuantitatif. Teknik analisis data secara kualitatif dilakukan dengan cara (1) mengumpulkan data verbal tertulis yang diperoleh dari angket penilaian, (2) mentranskrip data verbal lisan, (3) menghimpun, menyeleksi, dan mengklasifikasikan data verbal lisan berdasarkan kelompok uji, dan (4) menganalisis data dan merumuskan simpulan analisis sebagai dasar untuk melakukan tindak lanjut terhadap produk yang dikembangkan. Sementara teknik kuantitatif digunakan untuk menganalisis data kuantitatif yang diperoleh dari angket penilaian produk bahan ajar.Uji produk melibatkan ahli menulis naskah drama menghasilkan rata-rata kelayakan produk sebesar 73,75 % ahli pembelajaran menulis naskah drama mencapai 75,83%, praktisi 85,85%, dan siswa 90,75%. Berdasarkan hasil uji tersebut, diketahui bahwa produk bahan ajar menulis perlu dilakukan revisi berdasarkan hasil uji ahli materi dan ahli pembelajaran, sedangkan berdasarkan uji ahli parktisi dan lapangan produk tergolong layak diimplementasikan.Uji lapangan dengan melibatkan siswa kelas IX SMP Negeri 2 Sukapura dimaksudkan untuk mengetahui respon siswa terhadap bahan ajar.Simpulan dari penelitian pengembangan ini adalah bahan ajar menulis naskah drama berdasarkan cerpen yang dibaca perlu dilakukan revisi berdasarkan data ahli menulis naskah drama dan data ahli pembelajaran. Sedangkan berdasarkan data ahli praktisi dan lapangan menunjukkan bahwa produk tergolong layak dan siap untuk diimplementasikan dalam pembelajaran. Sebagai langkah pemanfaatan produk, guru disarankan untuk menggunakan bahan ajar menulis naskah drama berdasarkan cerpen yang dibaca ini untuk dijadikan salah satu alternatif sumber belajar dalam kompetensi menulis naskah drama berdasarkan cerpen yang dibaca. Penelitian pengembangan bahan ajar menulis menulis naskah drama dengan cerpen sebagai pengembangan ide ini dapat dijadikan rujukan atau sebagai sumber data untuk penelitian selanjutnya yang relevan, baik dari segi jenis penelitian, subjek penelitian, maupun bahan penelitian. Penyebarluasan produk harus memertimbangkan efektivitas dan efisiensi. Oleh karena itu, agar penyebarluasan produk memenuhi kriteria efektif dan efisien, maka produk dapat diunggah dalam blog atau web dengan memanfaatkan media internet dan MGMP
Peran Asisten Produksi Pada Program Galeri Halal Di Stasiun Televisi Lokal PT Arah Dunia Televisi (ADiTV) Yogyakarta
ABSTRACT Yenny Kusuma Wardani, D1413071, Broadcasting, Production Assistant Role in the Galeri Halal Program in Local Television Stations of PT. Arah Dunia Televisi (ADiTV) Yogyakarta PT. Arah Dunia Televisi (ADiTV) Yogyakarta is one of the local television stations in which the picture quality and broadcast reaching is not inferior to the existing local television before. This local TV station was targeted the family segment that the programs were broadcast highly qualified. Besides this television also carries the concept of positive television that is television that provide content not only spectacle but also life guidance. ADiTV was committed to provide spectacle and life guidance that is different from the national private television in order to improve intelligence and build a national culture based on local culture and have also been able to color a variety of TV shows that are currently far from the feel of education and religiosity. Due to the advantages of local television stations, the authors have an interest to do KKM in the local television station that has the tagline “Pencerahan Bagi Semua” is. For 2 months from March 1, 2016 to April 30, 2016. On this occasion the author had the opportunity to enter in the production division as a Production Assistant on a program that is more focused on a variety show that is Galeri Halal. Under Law No. 32 of 2002 on Broadcasting, the content of AdiTV television stations broadcast have qualify that set out in Article 36 paragraph 1 and 3 which contain: “Broadcast content shall contain the information, education, entertainment, and benefits for the formation of intellect, character, morality, progress, national strength , maintaining unity and integrity, as well as practice the values of religion and culture of Indonesia“. “Broadcast content must provide protection and empowerment of specialized audiences, children and adolescents, by broadcasting the program in a manner timely, and broadcasters station shall show and/or mentioned classification the broadcast audience.” The conclusions according to the author who placed on the production as a production assistant is a very valuable experience and an own production assistant roles and responsibilities that are important in the smooth running of a production of a television program whether it is inside and outside the studio. In the role as a production assistant, author lot to learn about creating a script, treatment, coordination with the crew on duty and it starts from the stage of preproduction, production to postproduction and author follow each stage until the program can be aired. The author was given advice to the related agency that if want to be a bigger and triumphed television, AdiTV local television stations should be able to maintain competent employees. Still maintaining good relations between employers and employees, and always create a family atmosphere for the creation of comfort in the workplace. And for DIII FISIP UNS in order to increase the facilities that support for the production process in accordance with the labor standards of broadcasting, so that students can attend college, especially in terms of practice to the maximum. (local television station, broadcast content, production assistant, suggestions
Upaya public relations PT.BANK MANDIRI (PERSERO) TBK. dalam mendorong motivasi karyawan untuk berprestasi melalu program award mandiri best employee
KOMODIFIKASI WANITA DI MAJALAH WANITA (Analisis Wacana Kritis Wanita sebagai Komoditas Ekonomi di MajalahCosmopolitan Indonesia)
Majalah berhubungan dengan kekuatan dunia dan isu bias gender.
Segmentasi dari majalah wanita di semua usia, biasanya justru membuat wanita
menjadi komoditas. Dengan mengeksploitasi wanita, media merefleksikan
ideologi patriarki di masyarakat yang diciptakan oleh kapitalisme. Majalah
Compolitan Indonesia ditujukan untuk wanita. Dari bermacam rubrikasi, Fun
Fearless Fashion dan Beauty Bible adalah bagian yang menarik untuk diteliti,
karena rubrik ini adalah rubrik utama dari semua edisi dan rubrik ini juga dapat
digunakan untuk melihat bagaimana wanita dikomodifikasi. Poin masalah dalam
penelitian ini adalah bagimana Cosmopolitan Indonesia melalui rubrik Fun
Fearless Fashion dan Beauty Bible mengkomodifikasi wanita. Penelitian ini
memilih teori wacana. Dalam studi ini, penelitian menggunakan pendekatan
kualitatif, dengan tipe penelitian interpretatif. Metode ini dibuat oleh Teun Van
Dijk, yang menentukan tiga level analisis, yaitu teks, kognisi sosial, dan konteks
sosial. Van Dijk mengkombinasikan semua menjadi satu struktur analisis. Setelah
menganalisa rubrik Fun Fearless Fashion dan Beauty Bible, terlihat bahwa wanita
adalah komoditas Cosmopolitan Indonesia, itu dibuktikan oleh berbagai bentuk
elemen Van Dijk. Cosmopolitan Indonesia mengkomodifikasi wanita melalui
pemahaman wanita tentang daya tarik dan kecantikan. Wanita mungkin menyadari
bahwa dunia nyata mungkin tidak sesempurna dan sama dengan apa yang mereka
lihat di media, tetapi ketika semua media hanya menampilkan satu aturan, mereka
kehabisan pilihan untuk memilih mana yang mereka suka, akhirnya mereka hanya
dapat mengikuti tren. Selain itu, konteks tingginya tingkat konsumerisme wanita,
domestifikasi wanita juga ditemukan dalam penelitian ini. Wanita harus
menunjukkan apa yang seperti media tampilkan jika ingin menarik perhatian pria.
Cosmopolitan masih menunjukkan wanita sebagai kepuasan pria dari foto dan
kemasan yang modern. Fenomena ini menunjukkan bahwa Cosmopolitan Inonesia
atau item dari nilai yang dapat meningkatkan nilai jual.
Kata Kunci: Komodifikasi, wanita, majalah wanita
Magazine is related to the world powers and the issue of gender bias.
Segmentation on magazine of women, in all ages, used to make women like
commodity. By Exploiting women, media reflection patriarchy ideology in our
society created by capitalism. Cosmopolitan Indonesia Magazine is intended for
women. From various rubrications, Fun Fearless Fashion and Beauty Bible are
the part which attracts researchers, because this rubric is the main theme of all
editions and this rubrics are also obviously seen of how the women commoditize.
The point of the problem in this research is how Cosmopolitan Indonesia through
the rubric Fun Fearless Fashion and Beauty Bible commoditize women.
Researchers chose the theory of discourse. In this study, researchers use a
qualitative approach, with the type of interpretative research. This Method made
by Teun A Van Dijk, which is divided in three levels which are: text, social
cognition and social context. Van Dijk combines all of becomes one structure.
After analyzing the rubric Fun Fearless Fashion and Beauty Bible, shown that
women commoditize by Cosmopolitan Indonesia, it is proved by various forms of
Van Dijk analysis elements. Cosmopolitan Indonesia commoditize through women
understanding about interesting and beautifulness. Adolescents may be realize
that they are aware of the real world may not be too perfect and same as what
they saw in media, but when all of the media show only one rule, they run out of
the option to choose which one they like, then finally they only have to follow the
trend. Besides that context of women's high consumptiveness in the media,
domestication of women is also found in this research. They must be shown what
the media want if they want to satisfy men. Cosmopolitan Indonesia still showed
women as a men satisfaction by modern photo and packaging. This phenomenon
is shown that Cosmopolitan Indonesia use women as a commodity or item of
value that can increase the selling values.
Keyword : Commodification, women, women magazin
PEMBAGIAN HARTA BERSAMA AKIBAT PERCERAIAN MENURUT KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA DAN UNDANG–UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 TENTANGPERKAWINAN (STUDI PUTUSAN NO.423/PDT.G/2013/PA.PTK)
Harta bersama dalam perkawinan adalah kesatuan harta yang dikuasai dan dimiliki oleh suatu keluarga selama perkawinan. Harta bersama diatur dalam perundang-undangan antara lain dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam (KHI). Pengadilan Agama merupakan lembaga pemerintahan yang mempunyai wewenang untuk menangani masalah pembagian harta bersama. Pengajuan pembagian harta bersama dapat diajukan ke Pengadilan Agama baik bersamaan dengan pengajuan gugatan cerai, ataupun diajukan setelah putusan perceraian yang telah berkekuatan hukum. Perkara No. 423/Pdt.G/2013/PA.PTK. adalah perkara yang penyelesaiannya menjadi wewenang Pengadilan Agama Pontianak. Pengadilan Agama Pontianak dalam menyelesaikan dan memutuskan perkara No. 423/Pdt.G/2013/PA.PTK tersebut harus melalui alasan-alasan dan dasar-dasar hukum yang jelas. Dalam rencana penelitian dan penulisan skripsi ini penulis menggunakan Metode penelitian yuridis normatif. Yuridis normatif yaitu dalam menganalisa data didasarkan pada asas-asas hukum dan perbandingan-perbandingan hukum yang ada dalam masyarakat.Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research), tentang sengketa harta bersama akibat perceraian. Penulis melakukan penelitian dalam perkara Putusan Pengadilan Agama No. 423/Pdt.G/2013/PA.PTK membandingkan pembagian harta bersama akibat perceraian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan Undang–Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan adalah studi kepustakaan. Data yang telah dikumpulkan tersebut kemudian dianalisis dengan metode kualitatif yang didukung dengan olah logika berfikir secara deduktif. Hasil penelitian penulis hakim dalam menyelesaikan perkara No. 423/Pdt.G/2013/PA.PTK. tentang pembagian harta bersama mengikuti Hukum Acara Perdata Peradilan Agama yang berlaku baik secara Hukum Formil maupun Hukum Materil. Hakim memutuskan masalah pembagian harta bersama berdasarkan Undang-Undang No.1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam. Kata kunci: Harta Bersama dan Akibat Perceraia
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA TUTORIAL MATA PELAJARAN IPA POKOK BAHASAN SISTEM TATA SURYA KELAS VII MTS RAUDLATUL ULUM KARANGPLOSO
Media interaktif model tutorial sangat dibutuhkan untuk meningkatkan efektifitas pembelajaran materi sistem tata surya. Multimedia tutorial adalah media pembelajaran yang peserta didik nya dapat berinteraksi dengan komputer hal tersebut memungkinkan peserta didik untuk berlajar secara mandiri, dengan adanya kemandirian belajar tersebut peserta didik akan mendapati proses belajar yang lebih bermakna dibandingkan dengan pembelajaran di kelas yang selama ini berlangsung secara konveksional.Tujuan dari penelitian ini untuk mengembangakan media pembelajaran yang valid dan dapat membantu guru dalam pembelajaran di kelas. Selain itu, multimedia tutorial ini memiliki keistimewaan yang dapat digunakan untuk belajar mandiri sehingga peserta didk megalami belajar secara langsung dalam proses belajar mengajar di kelas. Metode penelitian ini menggunakan Multimedia-Based Instructional Design, model pengembangan dari Lee Owens. Setelah melakukan validasi terhadap Ahli Materi didapatkan hasil 90,3% dan hasil dari Ahli Media 90,4% media tutorial tersebut layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Uji coba dilakukan dalam uji kelompok kecil dan uji kelompok besar yang hasilnya dikatakan valid dan layak digunakan. Multimedia tutorial yang di kembangkan diharapkan mampu mengatasi pembelajaran di kelas yang selama ini terkesan konvensional yang hanya terpaku pada guru, keterbatasan media tutorial yaitu berformat .exe yang hanya bisa digunakan di kompute
Maskulinitas Dalam Novel-Novel Populer Indonesia Tahun 2000-An
The aim of this research is analyzing the representation of masculinity in Indonesian popular novels in the 2000s and its socio-cultural context. The object of this research are novels which is written by Indonesian male and female author titled Lelaki Harimau, Cinta Tak Pernah Tepat Waktu, Manjali dan Cakrabirawa, and Koplak. These four Indonesian popular novels in the 2000s show how the structure of masculinity is opposing each other, especially between traditional masculinity in Indonesia and its representation in the novels. This qualitative research uses representation theory by Stuart Hall and masculinity concepts. The results of this research are (1) the construction of masculinity in Indonesian popular novels in the 2000s negotiates the traditional norms of masculinity in Indonesia, (2) the masculine depicted in the Indonesian popular novels in the 2000s is categorized as hybrid masculinity, (3) Indonesian male and female author tend to emphasize on different point in showing the construction of masculinity’s changes which are depicted in Indonesian popular novels in the 2000s, (4) the masculinity norms in the Indonesian popular novels in the 2000s is trying to restore gender norms based on the value of harmony in Indonesia, and (5) the masculinity in Indonesian popular novels in the 2000s is not neutral and represent the socio-political condition of Indonesia in the post-reformatio
Maskulinitas Dalam Novel-Novel Populer Indonesia Tahun 2000-an
The aim of this research is analyzing the representation of masculinity in Indonesian popular novels in the 2000s and its socio-cultural context. The object of this research are novels which is written by Indonesian male and female author titled Lelaki Harimau, Cinta Tak Pernah Tepat Waktu, Manjali dan Cakrabirawa, and Koplak. These four Indonesian popular novels in the 2000s show how the structure of masculinity is opposing each other, especially between traditional masculinity in Indonesia and its representation in the novels. This qualitative research uses representation theory by Stuart Hall and masculinity concepts. The results of this research are (1) the construction of masculinity in Indonesian popular novels in the 2000s negotiates the traditional norms of masculinity in Indonesia, (2) the masculine depicted in the Indonesian popular novels in the 2000s is categorized as hybrid masculinity, (3) Indonesian male and female author tend to emphasize on different point in showing the construction of masculinity’s changes which are depicted in Indonesian popular novels in the 2000s, (4) the masculinity norms in the Indonesian popular novels in the 2000s is trying to restore gender norms based on the value of harmony in Indonesia, and (5) the masculinity in Indonesian popular novels in the 2000s is not neutral and represent the socio-political condition of Indonesia in the post-reformation
