Skripsi Prodi Perpustakaan - Fakultas Sastra
Not a member yet
    161 research outputs found

    PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF MATERI PEMBELAJARAN UNSUR-UNSUR DAN PRINSIP SENI RUPA DUA DIMENSI UNTUK SISWA KELAS X ANIMASI SMK NEGERI 11 MALANG

    No full text
    PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF MATERI PEMBELAJARAN UNSUR-UNSUR DAN PRINSIP SENI RUPA DUA DIMENSI UNTUK SISWA KELAS X ANIMASI SMK NEGERI 11 MALANG ARTIKELOLEHHABIB AGIL YUSUF WIRATAMANIM 150251604073 UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS SASTRA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SENI RUPA APRIL 2019PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF MATERI PEMBELAJARAN UNSUR-UNSUR DAN PRINSIP SENI RUPA DUA DIMENSI UNTUK SISWA KELAS X ANIMASI SMK NEGERI 11 MALANG ARTIKELdiajukan kepada Universitas Negeri Malang untuk memenuhi sala satu persyaratan dalam menyelesaikan program Sarjana Pendidikan Seni Rupa OLEHHABIB AGIL YUSUF WIRATAMANIM 150251604073 UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS SASTRA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SENI RUPA APRIL 2019HALAMAN PENGESAHAN ARTIKEL ILMIAH Nama  : Habib Agil Yusuf WiratamaNim  : 150251604073Prodi/Jurusan : S1 Pendidikan Seni Rupa/Seni dan DesainTelah menyelesaikan artikel ilmiah dengan judul “Pengembangan Media Interaktif Materi Pembelajaran Unsur-Unsur dan Prinsip Seni Rupa Dua Dimensi Untuk Siswa Kelas X Animasi Smk Negeri 11 Malang”.Malang, 29 April 2019Penulis,Habib Agil Yusuf WiratamaNIM 150251604073 Mengetahui,Pembimbing IDr. Hariyanto., M. Hum.NIP. 19580501 198701 1 001Pembimbing IIAbdul Rahman Prasetyo., S. Pd., M. Pd.NIP. 19901027 201803 1 001 PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF MATERI PEMBELAJARAN UNSUR-UNSUR DAN PRINSIP SENI RUPA DUA DIMENSI UNTUK SISWA KELAS X ANIMASI SMK NEGERI 11 MALANG Habib Agil Yusuf Wiratama1, Hariyanto2, Abdul Rahman Prasetyo3 Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang Jl. Semarang No. 5 MalangABSTRAK: Penelitian dan pengembangan ini, bertujuan untuk menghasilkan produk berupa media pembelajaran berbasis multimedia interaktif sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kualitas belajar peserta didik. Sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar sehingga membuat siswa lebih lebih aktif dalam pembelajaran di dalam kelas. Pengembangan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif menggunakan model pengembangan Borg and Gall yang dimodifikasi menjadi 8 langkah, yaitu penelitian dan pengumpulan data, perencanaan, pengembangan produk awal, validasi ahli, revisi hasil validasi, uji coba kelompok kecil, revisi produk akhir, implementasi. Berdasarkan hasil validasi yang sudah dilakukan oleh dua validator ahli media mendapatkan presentase sebesar 89,1 % dan 73,91%. Sedangakn hasil validasi ahli materi mendapatkan presentase sebesar 75% dan 82.5 %. Untuk hasil uji coba kelompok kecil memperoleh presentase sebesar 81,8%. Kata Kunci : Media Pembelajaran, Media Interaktif , Unsur dan Prinsip Seni Rupa              2 DimensiTeknologi saat ini sudah berkembang sangat pesat, semakin majunya ilmu pengetahuan maka semakin maju juga teknologinya, secara tidak langsung teknologi sudah mulai mempengaruhi semua aspek di kehidupan masyarakat, salah satunya dalam bidang pendidikan. Setiap teknologi pasti mempunyai dampak positif maupun negatif maka dampak positif dari kemajuan teknologi yang bisa diambil yaitu memberikan kemudahan dalam bidang pendidikan terutama sebagai sumber pengetahuan dan referensi dalam belajar. Namun selain memberikan dampak positif teknologi juga banyak mempunyai dampak negatif yaitu sumber informasi yang tidak terkendali sehingga susah membedakan berita yang benar maupun yang salah.Arsyad (2017: 20) mengungkapkan bahwa, “Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi pembelajaran akan sangat membantu keefektivan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran pada saat itu. Membangkitkan motivasi dan minat siswa media pembelajaran juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman, menyajikan data dengan menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data dan memadatkan informasi.”Dunia pendidikan di Indonesia kemajuan teknologi dirasa sudah mulai banyak membantu sehingga sekarang ini jarak serta waktu bukanlah penghalang untuk mendapatkan ilmu. Saat ini yang sudah diterapkan dalam pendidikan di Indonesia adalah penggunaan media pembelajaran. Sangat banyak media pembelajaran yang dapat membantu menunjang perkembangan pendidikan di Indonesia salah satunya seperti komputer dan LCD proyektor, dengan ini guru sudah tidak harus menulis di papan ataupun menjelaskan materi menggunakan suara yang lantang, cukup dengan menayangkan materi pembelajaran serta memutarkan video pembelajaran dengan sendirinya siswa sudah melakukan proses pembelajaran.Pada dasarnya media hanya berfungsi sebagai alat bantu visual dalam kegiatan pembelajaran, yaitu berupa sarana yang dapat memberikan sebuah pengalaman visual kepada siswa secara langsung. Salah satunya untuk mendorong motivasi belajar siswa serta memperjelas dan mempermudah suatu konsep yang abstrak menjadi lebih sederhana, konkrit dan mudah difahami (Miarso dalam Musfiqon, 2012: 32).Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan, serta berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan oleh peneliiti saat pembelajaran berlangsung. Pembelajaran yang diterapkan di SMK Negeri 11 Malang saat ini masih belum maksimal dikarenakan pada mata pelajaran dasar-dasar seni rupa dua dimensi dari tahun ke tahun cara yang digunakan dalam pembelajaran masih tetap sama, tidak ada perubahan maupun peningkatan yang dilakukan. Guru sudah mengajar dengan baik tetapi masih ada kekurangan sedikit dikarenakan guru hanya menggunakan buku modul yang dipinjam dari perpustakaan sehingga siswa tidak dapat mempelajari materi di rumah.Penelitian ini digunakan untuk membantu guru SMK Negeri 11 Malang pada mata pelajaran dasar-dasar seni rupa dua dimensi yang kesulitan dalam menyampaikan materi pembelajaran unsur-unsur dan prinsip seni rupa. Sehingga guru bisa mendapatkan situasi pembelajaran yang lebih aktif dan efektif di kelas X Animasi, media pembelajaran yang akan dikembangkan merupakan media pembelajaran interaktif dengan software adobe flash.Multimedia interaktif dapat diartikan sebagai suatu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (message), merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan peserta didik, sehingga dapat mendorong proses belajar. Bentuk-bentuk media digunakan untuk meningkatkan pengalaman belajar agar menjadi lebih konkret (Munir, 2015: 115 ). Adanya media interaktif diharapkan siswa bisa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih menarik dikarenakan tampilannya yang berupa teks, grafis, gambar, foto, audio, video maupun animasi, dengan media pembelajaran interaktif waktu yang digunakan dalam pembelajaran bisa lebih efisien serta siswa dapat belajar kapanpun.Penelitian pengembangan media interaktif sebelumnya dilakukan oleh Eriska Apriliana pada tahun 2016 dengan judul “Pengembangan Media Interaktif Menggambar Flora Fauna, Dan Alam Benda Untuk Pembelajaran Siswa Kelas VII Smp Negeri 1 Balongbendo Sidoarjo”, Eriska Apriliana merupakan Mahasiswa Universitas Negeri Malang Jurusan Seni dan Desain program studi S1 Pendidikan Seni Rupa. Penelitian yang sebelumnya sudah dilakukan memiliki tingkat keberhasilan yang baik. Pengembangan media interaktif bertujuan untuk membantu guru dalam menyampaikan materi pelajaran di dalam kelas serta menciptakan suasana belajar yang lebih aktif. Media pembelajaran interaktif bisa ditayangkan pada LCD proyektor dan bisa digunakan oleh siswa secara individu di rumah maupun di kelas menggunakan laptop atau komputer masing-masing. METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGANPenelitian dan pengembangan ini mengunakan model prosedural. Model prosedural merupakan model pengembangan yang bersifat deskriptif, yaitu langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk (PPKI, 2017;46).Memilih model penelitian dan pengembangan harus berdasarkan pertimbangan yang dianggap bermanfaat dan sesuai dengan penelitian yang dikembangkan  (Ardhana, 2002:8). Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model penelitian dan pengembangan Borg and Gall. Model Borg and Gall  memiliki dua tujuan utama(1) mengembangkan produk(2) menguji keefektifan produk dalam mencapai tujuan yang ingin dicapai. Langkah-langkah penelitian dan pengembangan menurut Borg and Gall sebagai berikut:(1) penelitian dan pengumpulan data (research and information collection),(2) perencanaan (planning),(3) pengembangan draft produk ( develope preliminary form of product),(4) uji lapangan awal (preliminary field testing),(5) merevisi hasil uji coba (main product revision),(6) uji coba lapangan (main field testing),(7) penyempurnaan produk hasil uji coba lapangan (operational product revition),(8) uji pelaksanaan lapanhan (operational field testing),(9) penyempurnaan produk akhir (final product revition),(10) desminasi dan implementasi (disemenation and implementasion).Dari sepuluh langkah-langkah yang telah dikembangkan oleh Borg and Gall ada beberapa tahap yang dimodifikasi oleh peneliti menjadi delapan langkah dari metode sebelumnya. Alasan hanya menggunakan delapan langkah ini untuk meningkatkan keefektifan dalam pengerjaan dengan mempertimbangkan keadaan yang disesuaikan dengan kondisi lapangan, keterbatasan waktu, tenaga, dan biaya, sehingga diperoleh hasil modifikasi sebagai berikut: Bagan 3.2 Hasil Modifikasi Pengembangan Model Borg and GallPada tahap yang pertama penelitian dan pengumpulan data, dilakukan pada kelas X Animasi SMK Negeri 11 Malang pada mata pelajaran Dasar-dasar Seni Rupa dengan Materi Unsur-unsur dan Prinsip Seni Rupa, pada tahap ini peneliti menggunakan teknik wawancara dan observasi yang dilakukan untuk mengetahui permasalahan yang di dapat guru dalam mengajar serta mengenai cara mengajar guru dan pemanfaatan media yang digunakan selama proses pembelajaran. Tahap kedua yaitu perencanaan, berpedoman pada kurikulum 2013 revisi terbaru, mata pelajaran dasar-dasar seni rupa dua dimensi. KD 3.1 memahami unsur-unsur seni rupa. KD 3.3 memahami prinsip pengorganisasian unsur seni rupa dua dimensi. Tahap yang ketiga yaitu pengembangan produk awal yaitu membuat produk media interaktif dengan mempertimbangkan dari segala aspek desain dan pemilihan materi yang diambil. Media pembelajaran interaktif ini berisi pembuka, apresiasi, petunjuk penggunaan, materi pembelajaran usur-unsur dan prinsip seni rupa dua dimensi, kuis, serta penutup. Tahap yang keempat validasi ahli dengan melakukan tahap uji coba atau divalidasi oleh ahli media dan ahli materi. Tahap yang kelima revisi validasi ahli, hasil validasi dari ahli media dan materi ini diharapkan mampu mengetahui kelemahan serta kekurangan dari media pembelajaran berbasis media interaktif yang telah dikembangkan. Media pembelajaran interaktif yang telah divalidasi dan direvisi kekurangannya selanjutnya bisa digunakan ketahap keenam yaitu untuk melakukan uji coba pada siswa kelas X Animasi di SMK Negeri 11 Malang. dengan sample siswa kelas X Animasi sebanyak 15 anak. Hasil dari ujicoba kelompok kecil yang berupa saran mengenai kelemahan media yang akan digunakan merupakan dasar untuk tahap yang ketujuh yaitu revisi produk akhir. Produk media pembelajaran interaktif yang sudah selesai direvisi dan dinyatakan valid dapat digunakan sebagai media pembelajaran. tahap yang terakhir adalah implementasi diharapkan mampu memiliki kontribusi yang baik bagi pendidikan dalam menunjang proses belajar mengajar di kelas X Animasi  Smk Negeri 11 Malang. HASIL DAN PEMBAHASAN Penyajian Data Validasi dan Uji CobaPenyajian data validasi dan uji coba akan diuraikan data hasil validasi dan uji coba yang diperoleh dari validator dan subjek uji coba. Validator tersebut yakni dua ahli media dan dua ahli materi. Ahli media yaitu Bapak Andreas Syah Pahlevi dan Mitra Istiar Wardhana selaku dosen di Jurusan Seni dan Desain Universitas Negeri Malang, kemudian yang menjadi ahli materi yaitu Dosen tersebut yaitu Ibu Tjitjik Sriwardhani dan Dian Triwulandari selaku dosen di Jurusan Seni Desain Universitas Negeri Malang dan Guru X Animasi SMK Negeri 11 Malang. Uji coba kelompok kecil dilakukan oleh siswa kelas kelas X Animasi  Smk Negeri 11 Malang dengan jumlah 15 siswa yang mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Validasi dan uji coba kelompok kecil menggunakan angket terbuka dan tertutup. Angket terbuka berupa lembar kritik dan saran, sedangkan angket tertutup berupa chek list. Untuk uji coba kelompok kecil ditambahkan lembar pre test dan post test untuk mengetahui kemampuan siswa sebelum dan sesudah menggunakan media interaktif. Berikut adalah penyajian data validasi dan uji coba kelompok kecil.Ahli media 1 Bapak Andreas Syah Pahlevi, S. Sn., M. SnTabel 4.1 Hasil Validasi Ahli Media 1No          Indikator              X             XV          %            Kriteria                Tampilan antar muka                                                     1              Tampilan antar muka menarik    4              4              100%     Valid/Tidak Revisi2              Tampilan antar muka sesuai dengan materi         3              4              75%        Cukup Valid/Tidak Revisi3              Tampilan pembuka menarik dan menggambarkan isi media pembelajaran            3              4              75%        Cukup Valid/Tidak Revisi4              Isi dalam media menarik dan sesuai tampilan pembuka  4              4              100%     Valid/Tidak Revisi5              Tampilan penutup menarik dan sesuai materi     3              4              75%        Cukup Valid/Tidak RevisiMedia pembelajaran Layout6              Layout yang diterapkan tepat     3              4              75%        Cukup Valid/Tidak Revisi7              Pemilihan elemen multimedia yang digunakan tepat       4              4              100%     Valid/Tidak Revisi8              Pemilihan warna menarik             4              4              100%     Valid/Tidak Revisi9              Paduan warna tepat       4              4              100%     Valid/Tidak Revisi                Tipografi Teks                                                   10           Font yang digunakan menarik    3              4              75%        Cukup Valid/Tidak Revisi11           Tipografi yang digunakan tepat  3              4              75%        Cukup Valid/Tidak Revisi12           Tipografi dan font yang digunakan terbaca jelas 4              4              100%     Valid/Tidak Revisi Ilustrasi           13           Pemilihan ilustrasi yangdigunakan menarik          4              4              100%     Valid/Tidak Revisi14           Kualitas gambar baik       4              4              100%     Valid/Tidak Revisi15           Ilustrasi yang digunakan sesuai/relevan 4              4              100%     Valid/Tidak Revisi Audio               16           Audio yang digunakan menarik  3              4              75%        Cukup Valid/Tidak Revisi17           Pemilihan efek audio sesuai/tidak            3              4              75%        Cukup Valid/Tidak Revisi18           Kualitas audio baik           3              4              75%        Cukup Valid/Tidak Revisi Animasi19           Animasi yang digunakan menarik              3              4              75%        Cukup Valid/Tidak Revisi20           Animasi yang digunakan sesuai  4              4              100%     Valid/Tidak Revisi Navigas21           Penggunaan navigasi antar muka tepat  4              4              100%     Valid/Tidak Revisi22           Jalur navigasi sesuai        4              4              100%     Valid/Tidak Revisi23           Tombol link navigasi sesuai          4              4              100%     Valid/Tidak Revisi Jumlah (Ex)    82           92Pada tabel 4.1 telah menunjukan bahwa jumlah jawaban dari keseluruhan responden sebanyak 82, keseluruhan jumlah nilai yang ideal dalam satu item yaitu 92, dengan demikian telah didapatkan hasil persentase sebesar 89,1%, berdasarkan kriteria penilaian media pembelajaran interaktif dengan materi unsur-unsur dan prinsip seni rupa dua dimensi untuk siswa X Animasi di SMK Negeri 11 Malang masuk dalam kriteria valid sehingga dapat digunakan sebagai media pembelajaran di sekolah.Ahli media 2 Bapak Mitra Istiar Wardhana, S. Kom., M.T.Tabel 4.2 Hasil Validasi Ahli Media 2No          Indikator              X             XV          %            Kriteria                Tampilan antar muka                                                     1              Tampilan antar muka menarik    4              4              100%     Valid/Tidak Revisi2              Tampilan antar muka sesuai dengan materi         3              4              75%        Cukup Valid/Tidak Revisi3              Tampilan pembuka menarik dan menggambarkan isi media pembelajaran            3              4              75%        Cukup Valid/Tidak Revisi4              Isi dalam media menarik dan sesuai tampilan pembuka  3              4              75%        Cukup Valid/Tidak Revisi5              Tampilan penutup menarik dan sesuai materi     3              4              75%        Cukup Valid/Tidak RevisiMedia pembelajaran Layout6              Layout yang diterapkan tepat     3              4              75%        Cukup Valid/Tidak Revisi7              Pemilihan elemen multimedia yang digunakan tepat       3              4              75%        Cukup Valid/Tidak Revisi8              Pemilihan warna menarik             3              4              75%        Cukup Valid/Tidak Revisi9              Paduan warna tepat       3              4              75%        Cukup Valid/Tidak Revisi Tipografi Teks 10           Font yang digunakan menarik    2              4              50%        Tidak Valid/Revisi sebagian11           Tipografi yang digunakan tepat  2              4              50%        Tidak Valid/Revisi sebagian12           Tipografi dan font yang digunakan terbaca jelas 3              4              75%        Cukup Valid/Tidak Revisi Ilustrasi13           Pemilihan ilustrasi yangdigunakan menarik          3              4              75%        Cukup Valid/Tidak Revisi14           Kualitas gambar baik       3              4              75%        Cukup Valid/Tidak Revisi15           Ilustrasi yang digunakan sesuai/relevan 3              4              75%        Cukup Valid/Tidak Revisi Audio16           Audio yang digunakan menarik  3              4              75%        Cukup Valid/Tidak Revisi17           Pemilihan efek audio sesuai/tidak            3              4              75%        Cukup Valid/Tidak Revisi18           Kualitas audio baik           4              4              100%     Valid/Tidak Revisi Animasi19           Animasi yang digunakan menarik              3              4              75%        Cukup Valid/Tidak Revisi20           Animasi yang digunakan sesuai  3              4              75%        Cukup Valid/Tidak Revisi Navigasi21           Penggunaan navigasi antar muka tepat  3              4              75%        Cukup Valid/Tidak Revisi22           Jalur navigasi sesuai        3              4              75%        Cukup Valid/Tidak Revisi23           Tombol link navigasi sesuai          2              4              50%        Tidak Valid/Revisi sebagian                Jumlah (Ex)         68           92Pada tabel 4.2 telah menunjukan bahwa jumlah jawaban dari keseluruhan responden sebanyak 78, keseluruhan jumlah nilai yang ideal dalam satu item yaitu 92, dengan demikian telah didapatkan hasil persentase sebesar 73,91%, berdasarkan kriteria penilaian media pembelajaran interaktif dengan materi unsur-unsur dan prinsip seni rupa dua dimensi untuk siswa X Animasi di SMK Negeri 11 Malang masuk dalam kriteria cukup valid sehingga dapat digunakan sebagai media pembelajaran di sekolah.Ahli materi 1 Ibu Dra. Tjitjik Sriwardhani, M. Pd.Tabel 4.3 Hasil Validasi Ahli Materi 1No          Indikator              X             XV          %            Kriteria Penyajian materi1              Materi yang disajikan dalam media pembelajara sesuai dengan kompetisi dasar                3              4 75%    Cukup Valid/Tidak Revisi2              Materi yang disajikan sesuai dengan tujuan pembelajaran           3              4              75% Cukup Valid/Tidak Revisi3              Materi dalam media pembelajaran sudah relevan dengan konteks pembelajaran dasar-dasar seni rupa 3              4                75%        Cukup Valid/Tidak Revisi4              Materi dalam media pembelajaran telah disajikan secara runtut                3              4              75% Cukup Valid/Tidak Revisi5              Penggunaan ilustrasi dan contoh gambar sudah relevan dengan isi materi             3              4              75%        Cukup Valid/Tidak Revisi6              Memudahkan peserta didik untuk memahami konsep unsur-unsur dan prinsip seni rupa              4 4 100%                Valid/Tidak Revisi7              Bahasa yang digunakan mudah dipahami oleh siswa        3              4              75%        Cukup Valid/Tidak Revisi Soal Evaluasi8              Contoh soal yang diberikan dalam media pembelajaran sudah cukup mewakili isi materi                3              4              75%                Cukup Valid/Tidak Revisi9              Soal latihan yang disajikan mempermudah pemahaman siswa tentang isi materi                3              4              75%                Cukup Valid/Tidak Revisi10           Soal latihan yang disajikan mempermudah siswa dalam berkarya              2              4              50% Tidak Valid/Revisi sebagianJumlah (Ex)         30           40                          Pada tabel 4.3 telah menunjukan bahwa jumlah jawaban dari keseluruhan responden sebanyak 30, keseluruhan jumlah nilai yang ideal dalam satu item yaitu 40, dengan demikian telah didapatkan hasil persentase sebesar 75%, berdasarkan kriteria penilaian media pembelajaran interaktif dengan materi unsur-unsur dan prinsip seni rupa dua dimensi untuk siswa X Animasi di SMK Negeri 11 Malang masuk dalam kriteria cukup valid sehingga dapat digunakan sebagai media pembelajaran di sekolah.Ahli materi 2 Ibu Dian Triwulanda

    SITIRAN SKRIPSI MAHASISWA PRODI DESAIN KOMUNIKASI VISUAL BIDANG PERANCANGAN MEDIA UNIVERSITAS NEGERI MALANG Periode 2015-2017

    No full text
    Desain komunikais visual adalah cabang ilmu seni rupa yang mempelajari konsep komunikasi dan ungkapan kreatif, teknik dan media dengan memanfaatkan elemen-elemen visual ataupun rupa. Ilmu ini juga memiliki keterkaitan dengan bidang ilmu lain khususnya bidang-bidang yang membutuhkan sentuhan kreatitas yang terus berkembang di dalamnya. Analisis sitiran yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tren penelitian dalam 3 tahun terakhir yaitu tahun 2015-2017. Skripsi bidang ini diambil karena pertumbuhan seni rupa yang satu ini sangatlah cepat seiring pekembangan dan kebutuhannya. Maka, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik penggunaan literatur dan sebaran subjek pada daftar literatur skripsi mahasiswa Desain Komunikasi Visual Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif deskriptif. Analisis yang dilakukan meliputi analisis sitiran, analisis paro hidup dari analisis bibliometrika dan analisis subjek. Dalam penelitian ini, Tajuk Subjek Perpustakaan Nasional Republik Indonesia tahun 2011 digunakan sebagai pedoman untuk analisis subjek verbal. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah sejumlah 33 skripsi dengan rincian sebagai berikut. Pertama, Dengan total 710 sitiran dan yang valid 709 sitiran dari 562 literatur (86,48%) Bahasa Indonesia, 88 (13,52%) Bahasa Inggris. Sedangkan untuk jenis literatur yang digunakan, Buku 502 (77,23%) yang paling banyak digunakan sedangkan yang paling sedikit adalah 1 disertasi dan tugas akhir (0,15%). Sitiran yang berasal dari blog pribadi dan perundang-undangan tidak termasuk dalam perhitungan proses analisis. Kedua, tingkat keterbaruan informasi yang digunakan dalam skripsi mahasiswa Desain Komunikasi Visual Universitas Negeri Malang Periode Kelulusan 2015-2017 adalah 5 tahun. Sebagai tahun terbit terbaru di tahun 2017 dan terlama di tahun 1888. Jadi dapat disimpulkan antara tahun 2017-2012 adalah literatur terbaru/mutakhir dengan 709 sitiran (69,42%). Sedangkan dibawah 2012 dikatakan usang, dengan total sitiran 231 sitiran (28,77%). Terakhir, dari keseluruhan jumlah yang ada, diperoleh 200 subjek yang dapat digunakan untuk mengetahui sebaran dalam penelitian ini. Dengan 15 subjek teratas dan subjek sebanyak 120 kali (13,94%) disebutkan adalah subjek periklanan. Subjek terbanyak yang disebutkan dalam penelitian menunjukkan subjek mana saja yang paling banyak digunakan dari 242 literatur yang ada. Hasil penelitain ini di harapkan mampu menjawab sebarapa besar tingkat keterbaruan sumber informasi dari daftar literatur dan sebaran subjek yang digunakan oleh mahasiswa Desain Komunikasi Visual dalam skripsinya

    Tingkat Keusangan Literatur Skripsi Tahun 2016 Politeknik Negeri Malang

    No full text
      ABSTRAK Anggraeni, Dewi. 2019. Tingkat KeusanganLiteraturSkripsiTahun 2016PoliteknikNegeri Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Kusubakti Andajani, M.Pd., (II) Drs. Dwi Sugianto, M.Pd. Kata kunci: Bibliometrika, analisis keusangan, paro hidup.  Keusangan literatur dikaitkan dengan dokumen, dapat diartikan bahwa apabila dokumen yang telah usang berarti dokumen tersebut belum dapat dimanfaatkan. Keusangan dapat menjadi tolak ukur untuk mengetahui kemutakhiran literatur dan kecepatan pertumbuhan literatur dan dengan sendirinya menunjukkan pertumbuhan bidang ilmu. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa semakin muda usia keusangan literatur suatu bidang ilmu maka semakin cepat perkembangan ilmu tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif, penelitian ini bertujuan untuk (1) Untukmengetahuitingkatkeusanganliteratur yang disitirpadaskripsitahun 2016 Di PerpustakaanPoliteknikNegeri Malang, (2) Untukmengetahuiperbandingantingkatkeusanganliteraturskripsitahun 2016 Di PerpustakaanPoliteknikNegeri Malang. Populasidalampenelitianiniadalahjumlahskripsi 8 jurusantahun 2016 yang dimilikiolehPerpustakaanPoliteknikNegeri Malang denganjumlah 198judulskripsi. Hasil dari penelitian ini berupa informasi mengenai berapa persen tingkat keusangan literatur skripsi yang disitir oleh mahasiswa 8 jurusan di politeknik negeri malang tahun 2016 sehingga dapat diketahui paro hidup dokumen dari skripsi tersebut. Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa tingkat keusangan literatur mahasiswa jurusan teknik elektronika literatur yang terkini 110 sitiran dan usang 167 sitiran, jurusan teknik informatika literatur terkini 346 sitiran, literatur usang 163 sitiran dan jurusan jaringan telekomunikasi digital literatur terkini 207 sitiran dan literatur usang 7 sitiran tahun 2016 telah memberikan gambaran tentang penggunaan literatur yang cukup valid sedangkan untuk mahasiswa jurusan sisem kelistrikan literatur terkini 30 sitiran literatur usang 72 sitiran, teknik otomotif elektronik literatur terkini 129 sitiran dan literatur yang usang 135 sitiran, manajemen rekayasa konstruksi literatur terkini 86 sitiran literatur yang usang 628 sitiran, manajemen pemasaran literatur terkini 207 sitiran dan literatur usang 698 sitiran dan akuntansi manajemen literatur terkini 74 sitiran dan literatur usang 917 sitiran tahun 2016 menunjukkan tingkat keusangan literatur yang digunakan lebih tinggi sehingga kedepan langkah tersebut perlu ditingkatkan agar tingkat keusangannya menjadi lebih rendah, penggunaan daftar pustaka yang relevan dengan tahun terbit yang baru sangatlah diharapkan dalam penelitian tingkat keusangan selanjutnya

    SITIRAN SKRIPSI MAHASISWA PRODI DESAIN KOMUNIKASI VISUAL BIDANG PERANCANGAN MEDIA UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    Dalam penelitian yang dilakukan tidak akan terlepas dari referensi literatur yang mutakhir. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji penggunaan literatur pada skripsi mahasiswa Desain Komunikasi Visual Universitas Negeri Malang periode kelulusan tahun 2015-2017. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik jenis literatur, keterbaruan literatur yang dilihat dari keusangan literatur dan sejauh mana subjek mempengaruhi suatu penelitian. Pada penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif deskriptif dengan menggunakan purposive sampling. Analisis kajian bibliometrika berupa analisis sitiran, analisis paro hidup. Pedoman analisis subyek menggunakan pedoman Tajuk Subjek Perpustakaan Nasional Republik Indonesia 2011 untuk mengetahui subjek verbal. Total sitiran pada penelitian ini 709sitiran, dengan 562 sitiran (86, 48%) Bahasa Indonesia dan 88 sitiran (13,52%) Bahasa Inggris. Jenis literatur 502 judul buku (77,23%) yang paling banyak disitir. Nilai keusangan literatur yang disitir adalah 5 tahun atau di bawah tahun 2012 adalah titik keusangan literatur. Sedangkan subyek terbanyak adalah Periklanan, 120 kali subjek (13,94%)

    Perancangan Brand Identity Air Terjun Sedudo di Kabupaten Nganjuk

    No full text
    Air Terjun Sedudo adalah salah satu Obyek Daya Tarik Wisata (ODTW) unggulan di Kabupaten Nganjuk yang terletak di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, sekitar 30 km dari pusat kota Nganjuk.Air Terjun Sedudo memiliki mitos dan sejarah yang sangat kental kepada masyarakat setempat yang masih mempercayainya. Air Terjun Sedudo ramai dikunjungi orang padabulan Sura (kalender Jawa).Air Terjun Sedudo dipergunakan untuk upacara ritual memandikan arca dalam upacara Parna Prahista di bulan suara. Brand Identitydibutuhkan untuk tercapainya tujuan pemerintah setempat membangun citra obyek wisata Air Terjun Sedudo di mata masyarakat.Perancangan brand identity Obyek Wisata Air Terjun Sedudo di Kabupaten Nganjuk ini menggunakan model prosedural yang bersifat deskriptif. Model ini menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk secara sistematis dan bertahap dalam menghasilkan sebuah karya desain. Perancangan deskriptif merupakan perancangan non hipotesis, sehingga dalam langkah perancangannya tidak perlu menggunakan hipotesis. Model perancangan yang digunakan adalah milik Sadjiman Ebdi Sanyoto.Perancangan ini menghasilkan logo Air Terjun Sedudo berupa buku pedoman atau graphic standart manual, serta media pendukung yang digunakan seperti poster, billboard, banner, standing x-banner, sign sistym danlain-lainyang disesuaikan dengan kebutuhan perancangan. Hasil perancangan ini diharapkan dapat menjadi referensi serta inspirasi, ataupun sebagai tolak ukur bagi para desainer untuk perancangan brand identityyang akan dibuat selanjutnya

    Grey Gardens: An Insight Into the Dynamics of Big Edie and Little Edie's Dysfunctional Relationship

    No full text
    SUMMARY Puspitasari, Dian Ayu. 2019. Grey Gardens: An Insight into the Dynamics of Big Edie and Little Edie’s Dysfunctional Relationship. Thesis, Department of English, Faculty of Letters, UniversitasNegeri Malang. Advisors: (I) Drs.KukuhPrayitnoSubagyo, M.A., (II) Drs. ArifSubiyanto, M.A. Keywords: mother-daughter relationship, dysfunctional relationship, attachment styles, Grey Gardens Grey Gardens, directed by Albert and David Maysles, portrays the lives of formerly upper-class women, Edith Ewing Bouvier Beale (Big Edie) and her daughter EdithBouvier Beale (Little Edie) living in their dilapidated mansion surrounded by the homes of the wealthy in East Hampton. Besides that wrenching life transformation, it is the dysfunctional relationship between these women which makes Grey Gardens worth retelling and discussing. This thesis seeks to understand Big Edie and Little Edie’s dysfunctional relationship as well as their attachments styles which interplay and create relationship dynamics. The model of attachment style proposed by Bartholomew and Horowitz isemployed to examine the said issue. It is divided into two models; the other model and the self-model. Those models interact to yield four attachment styles: Secure, Preoccupied, Fearful, and Dismissive. Those may not be able to explain every peculiarity of personality; however, it lays the foundations for a solid understanding of one’s relationship, particularly, when it comes to connecting and interacting with others. The first result of the analysis is that the act of playing the blame game, giving threats of abandonment, and being overly critical and dominant are the factors of their dysfunctional relationship. From the four attachment style proposed by Bartholomew, Big Edie belongs to the fearful-avoidant attachment styles whereas Little Edie is more into dismissive-avoidant. Little Edie shows that she does not want to be controlled that she seeks relief through independence and autonomywhile Big Edie’s shows fear of abandonment that she needs reassurance from her daughter by making sure that she does not leave her, even if it means that she has to undermine her daughter life. The attachment styles which Big Edie and Little Edie, respectively, fall into, signify that there is codependency in their relationship, and it underlies the reason why they remain together or in Grey Gardens and are unable to part ways. Finally, this study can contribute to people who want to have a deepunderstanding regarding the complexity of the relationship between Big and Little Edie, and it is suggested that the study can also function as additional materialfor academic purposes and practitioners specifically for the literature students.  

    Analisis Sitiran Jurnal Pada Karya Tugas Ilmiah Mahasiswa Jurusan D3 Gizi Tahun 2015-2017 di Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang.

    No full text
    Analisis terhadap daftar bibliografi seperti ini dikenal dengan nama analisis sitiran. Analisis dilakukan untuk mengetahui pola pengutipan pengarang dan publikasi. Dalam analisis sitiran, banyak hal yang dapat ditemukan, misal karakteristik literatur yang didalamnya mencakup penentuan jenis literatur yang paling banyak disitir, tahun terbit, usia, serta bahasa literatur yang digunakan. Analisis sitiran juga membahas pola kepengarangan yang mencakup jumlah pengarang, serta pengarang yang mendominasi di dalam suatu daftar rujukan yang di analisis tersebut.Tujuan penelitian ini adalah(1)mendeskripsikan pemanfaatan Jurnal yang digunakan sebagai sitiran dalam penulisan karya tulis ilmiah mahasiswa jurusan D3 Gizi Poltekkes Kemenkes Malang(2) mendeskripsikan kesesuaian antara subjek artikel jurnal yang disitir dengan karya tulis ilmiah Mahasiswa Jurusan D3 Gizi Poltekkes Kemenkes Malang,(3)mendeskripsikan paro hidup literatur jurnal yang disitir pada mahasiswa jurusan D3 Gizi Poltekkes Kemenkes MalangPenelitian dilakukan dengan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan menggunakan analisis bibliometrika, penelitian ini menggunakan teknik analisis terhadap dokumenreferensi atau daftar pustaka. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi dan telaah terhadap dokumen. Lokasi penelitian ini berada di Perpustakaan Pusat Poltekkes Kemenkes Kota Malang. Hasil dari penelitian ini adalah(1) Frekuensi jurnal dari 45 karya tulis ilmiah memiliki total sitiran sejumlah 1665, dimana dari data tersebut menunjukkan bahwa pemakaian jurnal mencapai persentase 11,01% dengan jumlah sebanyak 179 sitiran.(2) Pemanfaatan jurnal dalam penulisan karya tulis ilmiah mahasiswa jurusan D3 gizi secara keseluruhan menunjukkan relevansi antara subjek judul karya tulis ilmiah yang telah diteliti dengan judul jurnal yang disitir (3) paro hidup sitiran jurnal dalam karya tugas ilmiah mahasiswa Jurusan Gizi Jenjang D3 Poltekkes Kemenkes Malang adalah tahun 2013 yng memiliki rentang waktu 4 tahun. Jumlah total sitiran jurnal yang mencantumkan tahun terbit yaitu 171 jurnal jika dibagi berdasarkan tahun yang sudah usang dan tahun yang terkini, maka jurnal yang memiliki tahun terbit sudah usang berjumlah 52 (30,41%) dan jurnal yang memiliki tahun terbit terkini berjumlah 119 jurnal (69,59%)

    Kriminalitas Tokoh Winarsih dalam Novel 5 Kelopak Mawar Berbisa Karya Ria Jumriati

    No full text
    RINGKASAN Puspita Windusiyam. 2019. Kriminalitas Tokoh Winasrsih dalam Novel 5 Kelopak Mawar Berbisa Karya Ria Jumiati. Skripsi. Jurusan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah, Fakultas Sastra Indonesia, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd. Kata Kunci:apresiasi novel, tokoh, kriminalitas Novel adalah sebuah kaya sastra yang menggambakan sebuah realitas sosial yang terdapat dalam kehidupan di masyarakat. Kisah dalam novel populer maupun kontemporer umunya menggunakan tokoh manusia. Tokoh perempuan banyak digunakan karena banyak memberikan sebuah gambaran yang menyentuh dalam kehidupan di masyarakat. Seorang tokoh prempuan dalam sebuah novel yang melakukan sebuah tindak kriminalitas mendapatkan banyak sorotan. Tindak kriminalitas yang digambarkan dalam novel ini memperlihatkan bahwa seorang perempuan juga mampu melindungi dirinya sendiri. Fokus penelitian ini ada tiga, yakni: (1) bentuk tindak kriminalitas tokoh, (2) penyebab tindak kriminalitas tokoh, dan (3) dampak tindak kriminalitas terhadap kondisi psikologis tokoh dan terhadap lingkungan sosial yang dialami Tokoh Winarsih. Penelitian ini merupakan penelitian sendiri dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang diperoleh berupa narasi, dialog dan monolog yang mencerminkan tindak kriminalitas yang dilakukan oleh tokoh Winarsih. Sumber data merupakan novel 5 Kelopak Mawar Berbisa Karya Ria Jumiati. Instrumen menggunakan penelitian sendiri dibantu dengan tabel pengumpulan data dan analisis data yang diperoleh dari teknik analisis data enam tahap, yakni: reduksi data, pengkodean, penggolongan, penafsian, penarikan kesimpulan,dan pemeriksaan ulang. Hasil penelitian ini menunjukkan tiga hal.PertamaTindak kriminalitas yang dilakukan tokoh mengakibatnya banyak nyawa yang tidak bersalah melayang. Kedua penyebab tindak kriminalitas yang dilakukan oleh tokoh merupakan akibat dari dendam terhadap kaum yang menyakiti ibunya dan trauma akibat tekanan di lingkungan sosial tempat tinggalnya. Ketiga dampak psikologis dan dampak terhadap lingkungan sosial yang dialamitokoh Winarsih yaknipemikiran untuk terus melakukan tindak kriminalitas, serta upaya mempengaruhi seluruh keturunannya untuk melakukan tindak pembunuhan terhadap pria keturunan Jepang. Saran dari penelitian ini adalah pada peristiwa-peristiwa yang dialami oleh tokoh Winarsih merupakan tindak kriminalitas dampak dari masa lalu kelam kedua orang tuanya. Hal ini membuat para pembaca terinspirasi untuk menjadi lebih baik lagi. Oleh karena itu,penelitian ini akan membuat pembaca memahami dan mengambil pelajaran baik serta nilai-nilai ketaatan diri terhadap budaya bangsa Indonesia. SUMMARY Puspita Windusiyam. 2019. The crime of the character of winasrsih in the novel 5 Kelopak Mawar Berbisa by Ria Jumiati. Essay. Indonesian and Regional Literature Department, Indonesian Literature Faculty, Malang State University. Advisor: Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd. Keywords: appreciation of novels, figures, crime The novel is a rich literature that portrays a social reality found in life in society. The stories in popular and contemporary novels generally use human figures. Female figures are widely used because many provide a touching picture of life in society. A female figure in a novel who commits a crime gets a lot of attention. The crime described in this novel shows that a woman is also able to protect herself. The focus of this study is threefold, namely: (1) the form of criminal acts of figures, (2) the causes of criminal acts of figures, and (3) the impact of criminal acts on the psychological condition of figures.  This research is a qualitative research using a psychological psychology approach. The data obtained is in the form of narration, dialogue and monologue that reflect the crime committed by the character Winarsih. The data source is a novel of 5 Poisonous Rose Petals by Ria Jumiati. The instrument of this research is self research assisted by tables of data collection and analysis of data obtained from six stages of data analysis techniques, namely: data reduction, coding, classification, analysis, conclusion drawing, and re-examination. The results of this study show three things. The first crime committed by the figure resulted in many innocent lives flying. The two causes of criminal acts committed by figures are the result of revenge against those who hurt their mothers and trauma due to pressure in the social environment where they live. The third psychological impact of Winarsih's character is the thought of continuing to commit criminal acts, as well as efforts to influence all of his offspring to commit acts of murder against men of Japanese descent. The suggestion of this research is that the events experienced by the figure of Winarsih are a crime of the dark past of both parents. This makes the readers inspired to be even better. Therefore, this research will make readers understand and take good lessons and values of self-obedience to the Indonesian cultur

    Mutu Kinerja Pustakawan dalam Pelayanan Jasa di Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Pahlevy, Ahmad 2018. Mutu Kinerja Pustakawan dalam Pelayanan Jasa di Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Malang. Skripsi. Program Studi S1 Ilmu Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Titik Harsiati, M.Pd., (II) Setiawan, S.Sos., M.IP.   Kata Kunci: perpustakaan, pelayanan jasa, mutu kinerja pustakawan   Perpustakaan adalah  institusi yang mengelola koleksi nasional. Kegiatan pengelolaan perpustakaan berkaitan dengan administrasi, pengembangan, pengawasan, pelayanan teknis, dan jasa. Segala penyediaan layanan bersifat jasa mengandalkan sebuah produk yang berorientasi pada kebutuhan pengguna. Sebagai tolak ukur kualitas layanan perpustakaan terdiri dari kualitas akses informasi, sarana prasarana dan kinerja pustakawan dalam pelayanan. Pustakawan memiliki peran penting dalam pelayanan jasa. Pustakawan harus memiliki kompetensi dasar, etika, sikap kepedulian, ketanggapan, kepastian, dan keandalan sehingga pengunjung merasa nyaman dan puas dengan layanan perpustakaan. Oleh karena itu, perlu adanya pengukuran mutu kinerja pustakawan diperpustakaan. Pengukuran kinerja tersebut dikaji berdasarkan dua teori, yaitu teori pelayanan publik dan LibQual+™. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui empat deskripsi mutu kinerja pustakawan dalam pelayanan jasa, yaitu berdasarkan(1) dimensi empati, (2) dimensi ketanggapan, (3) dimensi kepastian, dan (4) dimensi keandalan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu melalui survei dengan kuesioner. Skala yang digunakan dalam kuesioner penelitian menggunakan pendekatan Guttman. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan deskriptif kategorisasi dari jawaban terbuka responden. Objek penelitian ini adalah Pustakawan Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Malang, sedangkan populasinya adalah pengunjung perpustakaan. Pada penelitian ini, populasinya berjumlah 18.839 di Kota Malang dan sampel yang digunakan 100 orang dengan teknik probability sampling atau secara  acak. Hasil penelitian mutu kinerja pustakawan dalam pelayanan jasa diperoleh persentase tinggi pada empat dimensi. Berdasarkan analisis data hasil penelitian dapat disajikan sebagai berikut. Pertama, dimensi empati diperoleh 58,6%  dengan kategori sedang atau cukup baik. Hasil analisis jawaban  terbuka pada kuesioner dimensi empati disimpulkan menjadi tiga, diantaranya (1) petugas memberikan informasi apabila ada pertanyaan dari pemustaka; (2) petugas tidak ada inisiatif  mencari tahu  atau memantau kesulitan yang dialami pemustaka; dan (3) ada kemungkinan petugas merasa pemustaka mampu dan tidak mengalami kesulitan saat menggunakan layanan di perpustakaan. Kedua, dimensi ketanggapan diperoleh 70,3% dengan kategori tinggi atau sangat baik. Hasil analisis jawaban  terbuka dimensi ketanggapan pada kuesioner pertama disimpulkan menjadi enam hal, yaitu (1)  petugas tanggap, profesional, dan cukup baik dalam memberikan pelayanan; (2) pemustaka tidak pernah mengalami kesulitan; Analisis jawaban pemustaka berdasarkan kuesioner kedua tentang petugas membimbing pencarian dan penelusuran online katalog disimpulkan menjadi enam hal, yaitu (1) tidak pernah memakai katalog; (2) belum pernah kesulitan; (3) tidak  membimbing; (4) pemustaka melakukan sendiri; (5) petugas menunggu untuk dimintai bantuan; dan (6) pernah dibantu. Ketiga, dimensi kepastian diperoleh 85,1% dengan kategori tinggi atau sangat baik. Hasil analisis jawaban  terbuka pada kuesioner dimensi kepastian disimpulkan menjadi tiga, di antaranya (1) layanan penitipan barang menjamin keamanan dan kenyamanan barang pemustaka; (2) layanan penitipan barang memiliki fasilitas loker dengan kunci yang dibawa sendiri oleh pemustaka sehingga merasa nyaman berada di perpustakaan; dan (3) ada buku yang tidak sesuai penempatan di rak dan petugas berusaha mencarikan buku apabila pemustaka merasa kesulitan. Keempat, dimensi keandalan diperoleh 59,2% dengan kategori sedang atau cukup baik. Hasil analisis jawaban terbuka dimensi keandalan, dapat disimpulkan menjadi tiga, di antaranya (1) petugas mampu menanggapi pertanyaan pemustaka; (2) apabila  pemustaka aktif menanyakan tentang fasilitas perpustakaan maka petugas menjelaskan apa yang ditanyakan; dan (3) apabila pemustaka merupakan kriteria orang yang pendiam maka akan mencari tahu sendiri dan mungkin merasa kebingungan

    Evaluasi Pendidikan Pemakai di Dinas Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan

    No full text
    ABSTRAK   Layanan pendidikan pemakai sudah disediakan oleh Dinas Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan, tetapi belum berjalan sebagaimana fungsinya. Hal tersebut menyebabkan pengguna kurang memahami dan memanfaatkan perpustakaan. Berdasarkan data statistik perpustakaan terkait pengunjung dan peminjam, jika dikaitkan dengan jumlah penduduk Kabupaten Lamongan yang berjumlah 1.187.795 jiwa, maka hanya 25,7% yang berkunjung dan memanfaatkan layanan perpustakaan sehingga pemanfaatan perpustakaan masih dikatakan kurang. Oleh karena itu, perlu diadakan pendidikan pemakai karena pendidikan pemakai merupakan awal pengetahuan yang diperoleh calon pengguna untuk mengetahui dan memanfaatkan perpustakaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pendidikan pemakai pada Dinas Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan menggunakan perspektif pustakawan dan pemustaka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif evaluatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan telaah dokumen. Teknik analisis data dilakukan dengan mengolah, membaca seluruh data, kodifikasi mendeskripsikan informasi berdasarkan tema, menyajikan hasil analisis dan menginterpretasikan data hasil analisis. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan pendidikan pemakai menggunakan dua metode, yaitu secara langsung, meliputi wisata perpustakaan, perpustakaan keliling, dan event-event tertentu, sedangkan secara tidak langsung dilakukan menggunakan media. Kurangnya perencanaan yang matang, mulai dari perencanaan jadwal pelaksanaan, materi, pengorganisasian pustakawan, serta penyampaian dalam pendidikan pemakai membuat kegiatan tersebut tidak berjalan sesuai dengan visi dan misi program pendidikan pemakai. Meski begitu, antusiasme pengguna sangat tinggi dalam memanfaatkan perpustakaan setelah memperoleh pendidikan pemakai. Saran bagi Dinas Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan, antara lain pustakawan diharapkan mengikuti workshop mengenai pendidikan pemakai agar dapat merencanakan jadwal dan kegiatan pendidikan pemakai secara rutin

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Skripsi Prodi Perpustakaan - Fakultas Sastra
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇