7,915 research outputs found
Pioneers of Library Movement in Pakistan
The paper aims to describe in brief the contribution of seven leaders of Pakistan librarianship, viz. K.B. Khalifa M. Asadullah, Prof. Dr. Abdul Moid, Dr. Abdus Subuh Qasimi, Muhammad Shafi, Fazal Elahi, Khawaja Nur Elahi and S. V. Hussain. The early library developments are given for better understanding of the role of these leaders
Shalahuddin Al-Ayyubi: Panglima Kebangkitan Islam dan Pembebasan Yerusalem
Pembahasan dalam artikel ini bertujuan untuk mengkaji sejarah panglima kebangkitan Islam dan pembebasan Yerusalem yang dipelopori oleh Shalahuddin Al-Ayyubi. Ruang lingkup penelitian ini berfokus pada biografi dan kepemimpinan Shalahuddin dalam Perang Salib yang dimenangkan oleh umat Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan untuk memperoleh data terkait subjek yang dibahas melalui literatur seperti majalah, buku, jurnal, dan sumber-sumber lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Shalahuddin Al-Ayyubi adalah pendiri sekaligus pemimpin Dinasti Ayyubiyah, yaitu dinasti Sunni di Mesir yang berkuasa dari tahun 1171 M hingga 1250 M. Dinasti ini didirikan sebagai penerus Dinasti Fathimiyah, yang berafiliasi dengan Syiah Ismailiyah dan berhasil digulingkan. Keberhasilan terbesar Shalahuddin adalah pembebasan Yerusalem dari tentara Salib serta upayanya mempertahankan lembaga-lembaga ilmiah yang sebelumnya dibangun oleh Dinasti Fathimiyah, dengan mengubah orientasi keagamaannya dari Syiah menjadi Sunni. Shalahuddin dikenal sebagai tokoh reformasi dalam bidang politik, militer, dan sosial. Ia memperkuat pertahanan Mesir dengan membangun Benteng Kairo serta mempromosikan pendidikan dan agama melalui pendirian berbagai madrasah. Di bidang seni dan arsitektur, kontribusinya tercermin dalam pembangunan Masjid Shalahuddin dan Masjid Al-Nashir. Hubungan diplomatik dengan negara-negara lain juga ditingkatkan, menjadikan Mesir sebagai pusat kekuatan dunia Islam pada masa itu
Peran Shalahuddin Al-Ayyubi dalam penyebaran paham Ahlussunnah Wal Jama'ah (566-589 H / 1170-1193 M)
Skripsi yang berjudul “Peran Shalahuddin al-Ayyubi Dalam Penyebaran Paham Ahlussunnah Wal Jama’ah 566 - 589 H / 1170 - 1193 M, adapun masalah yang dibahas dalam skripsi ini adalah : (1) Bagaimana biografi Shalahuddin al-Ayyubi (2) Bagaimana Peran Shalahuddin dalam penyebaran Ahlussunnah Wal Jama’ah (3) Bagaimana Strategi Shalahuddin al-Ayyubi dalam mereformasi sistem pendidikan al-Azhar. Penelitian ini menggunakan pendekatan historis, sehingga menerapkan metode sejarah heuristik, kritik, sumber, interpretasi dan historiografi, Menjadi keharusan sumber data skripsi ini mengandalkan sumber pustaka berupa buku-buku yang berfungsi sebagai sumber primer yaitu Al-Kamil fi At-Tarikh karya Ibnu al-Atsir, Al Bidayah wan Nihayah karya Ibnu Katsir, Al-Raudhatain fi Akbar Al-Daulatain Al-Nuriyyah wa Al-Shalahiyyah karya Abu Syamah, An-Nujum Az-Zahirah fi Muluk Mishr wa Al-Qahirah karya Ibnu Taghri Badri dan Al-Daris fi Tarikh Al-Madaris karya Abdul Qadir bin Muhammad bin Umar bin Muhammad Al-Dimasyq. Teori yang digunakan adalah teori Peranan. Menurut Gross, Mason dan McEachern peranan adalah seperangkat harapan-harapan yang dikenakan pada individu yang menempati kedudukan sosial tertentu. Dalam hal ini Shalahuddin menetapkan Madzhab Sunni sebagai madzhab resmi negara menggantikan Madzhab Syiah Ismailiyah yang sebelumnya dianut oleh Dinasti Fatimiyah. Penelitian ini juga menggunakan teori kebijakan. menurut James E. Enderson kebijakan adalah tingkah laku yang mengarah pada satu tujuan yang dilakukan oleh individu atau kelompok dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi. Dalam kebijakan hal ini Shalahuddin melakukan pembekuan kegiatan khutbah di al-Azhar selama hampir seratus tahun sampai masa Sultan al-Mamluk al-Dzahir pada tahun 665 H/1226 M, melakukan renovasi pembangunan al-Azhar oleh Amir Edmir dan Sultan Berbes atau Sultan al-Dzohir Berbes. Hasil dari penulisan skripsi ini yaitu bahwa : (1) Shalahuddin menjalani kehidupan masa kecilnya di Balbek 534 H / 1140 M. Pada tahun 1169 M dirinya diangkat menjadi panglima Syria sekaligus sebagai pejabat tinggi (wazir) Dinasti Fatimiyah, Mesir. (2) Pada tahun 572 H / 1176 M memerintahkan pembangunan dua madrasah: pertama madrasah untuk pengikut madzhab Syafi’i yang di bangun berdekatan dengan makam imam Asy Syafi’i rahimahullah; yang dikenal Madrasah Shalahiyyah; kedua, madrasah untuk para penganut madzhab Hanafi. (3) Shalahuddin al-Ayyubi sebagai penguasa Mesir ketika itu memutuskan untuk menutup kegiatan-kegiatan agama di Masjid al-Azhar. bukan hanya itu, Dinasti Ayyubiyah juga menutup masjid al-Azhar dan tidak lagi difungsikan untuk sholat berjamaah. Kondisi ini berjalan sekitar satu abad lamanya, dengan tujuan untuk memutuskan pengaruh ajaran Syiah bagi masyarakat Mesir yang beraliran Sunni
NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM KOMIK SHALAHUDDIN AL-AYYUBI KARYA HANDRI SATRIA & SAYF MUHAMMAD ISA DAN RELEVANSINYA TERHADAP MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEKOLAH DASAR
Pendidikan akhlak menduduki posisi yang penting karena selaras dengan misi diutusnya Nabi Muhammad saw. untuk menyempurnakan akhlak. Selain itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjelaskan bahwa salah satu standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar adalah mempersiapkan peserta didik menjadi individu yang berkarakter, jujur, peduli, dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, pendidikan akhlak harus diberikan secara serius dan komprehensif. Salah satu cara yang dapat digunakan dalam rangka pemahaman dan penanaman nilai akhlak adalah dengan menggunakan komik sebagai sumber belajar tambahan dan atau media pembelajaran. Di mana komik merupakan salah satu media yang cukup banyak diminati anak usia Sekolah Dasar. Salah satu komik yang cukup populer adalah komik Shalahuddin Al-Ayyubi yang menyandang predikat best seller. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui gambaran umum komik Shalahuddin Al-Ayyubi; 2) Mengetahui nilai-nilai pendidikan akhlak dalam komik Shalahuddin Al-Ayyubi; 3) Mengetahui relevansi antara komik Shalahuddin Al-Ayyubi dengan materi Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan datanya adalah metode dokumentasi dan wawancara. Metode analisis datanya adalah metode analisis data semiotik struktural yang dikembangkan oleh Charles Sanders Pierce.
Hasil penelitian ini adalah: 1) Komik Shalahuddin Al-Ayyubi merupakan salah satu komik yang menyandang predikat best seller, di mana di dalamnya menceritakan tentang keluarga Shalahuddin Al-Ayyubi, Shalahuddin saat kecil, hingga Shalahuddin dewasa sebagai kesatria Islam; 2) Nilai-nilai akhlak terpuji yang terdapat dalam komik meliputi: akhlak terhadap Allah Swt. (ikhlas, istianah, jujur); akhlak terhadap diri sendiri (jujur, pantang menyerah, pemaaf, percaya diri, rendah hati, sabar, dan tanggung jawab); dan akhlak terhadap sesama (amanah, hormat dan patuh kepada orang tua dan guru, kasih sayang, kerja sama, peduli kepada sesama, dan toleran). Sedangkan nilai-nilai akhlak tercela dalam komik meliputi akhlak terhadap Allah Swt. (kufur); akhlak terhadap diri sendiri (dusta, pemarah, sombong); akhlak terhadap sesama (dengki, membunuh, menganiaya, tamak).; 3) Komik Shalahuddin Al-Ayyubi jilid 1-3 dapat dikatakan relevan terhadap materi Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar. Adapun relevansinya terletak pada pokok bahasan, yang sama-sama membahas mengenai contoh-contoh perbuatan akhlak terpuji dan akhlak tercela. Contoh perbuatan akhlak terpuji untuk ditiru dalam kehidupan sehari-hari, sedangkan contoh perbuatan akhlak tercela untuk dijadikan sebagai pembelajaran agar tidak ditiru
The Complete Muhammad Ali
Including material and photographs not included in most of the 100 other books about the champion, Ishmael Reed's The Complete Muhammad Ali is more than just a biography-it is a fascinating portrait of the 20th century and the beginning of the 21st. An honest, balanced portrayal of Ali, the book includes voices that have been omitted from other books. It charts Ali's evolution from Black Nationalism to a universalism, but does not discount the Nation of Islam and Black Nationalism's important influence on his intellectual development. Filipino American author Emil Guillermo speaks about how "The Thrilla' In Manila" brought the Philippines into the 20th century. Fans of Muhammad Ali, boxing fans, and those interested in modern African American history and the Nation of Islam will be fascinated by this biography by an accomplished American author.Intro -- DEDICATION -- INTRODUCTION -- The Curious History of an Icon -- CHAPTER 1 -- CHAPTER 2 -- CHAPTER 3 -- CHAPTER 4 -- CHAPTER 5 -- CHAPTER 6 -- CHAPTER 7 -- Did the Secret Government Fear a U.S. Muslim/Overseas Muslim Alliance? -- CHAPTER 8 -- CHAPTER 9 -- The Break Between the Prophet and his Disciple -- CHAPTER 10 -- CHAPTER 11 -- CHAPTER 12 -- The GOAT (Greatest Of All Time): Ali or Louis? -- CHAPTER 13 -- The Nation of Islam, the Mob, Showdowns in Canada and Sonny Liston -- CHAPTER 14 -- CHAPTER 15 -- The Taunts: Marketing or Racism? -- CHAPTER 16 -- CHAPTER 17 -- CHAPTER 18 -- CHAPTER 19 -- Boxing and the Brain -- CHAPTER 20 -- Ali's Feet -- CHAPTER 21 -- Mr. Dick -- CHAPTER 22 -- CHAPTER 23 -- The Opening Ceremonies, November 2005 -- CHAPTER 24 -- December 2005, Las Vegas -- CHAPTER 25 -- CHAPTER 26 -- June 16, 2004 -- CHAPTER 27 -- CHAPTER 28 -- CHAPTER 29 -- Aix-en-Provence -- CHAPTER 30 -- Ali as a Black Nationalist -- San Francisco, January 2004 Black Liberation Book Fair -- CHAPTER 31 -- January 31, 2004 -- CHAPTER 32 -- October 2005, Chicago -- CHAPTER 33 -- Why Ali remained with Elijah instead of following Malcolm -- CHAPTER 34 -- CHAPTER 35 -- February 4, 2006, Oakland, California -- CHAPTER 36 -- Like Zeus Descending from Mount Olympus -- CHAPTER 37 -- CHAPTER 38 -- Tuesday, February 28, 2006, New York -- CHAPTER 39 -- Bigger Than Boxing -- CHAPTER 40 -- Tribes Gallery, New York, April 2006 -- CHAPTER 41 -- June 2006, Louisville, Kentucky -- CHAPTER 42 -- CHAPTER 43 -- CHAPTER 45 -- Bad Company -- CHAPTER 46 -- Coxson, A Very Charming Rogue -- CHAPTER 47 -- Ali and the largest embezzlement scheme in Wells Fargo history -- CHAPTER 48 -- CHAPTER 49 -- "Lonnie is a stabilizing force."-Harry Belafonte -- October 29, 2006 -- CHAPTER 50 -- Abdul Rahman -- CHAPTER 51 -- CHAPTER 52 -- CHAPTER 53How Will Ali Be Remembered? New York, January 8, 2005 -- CHAPTER 54 -- CONCLUSION -- AFTERWORD -- Boxers' Rights? -- BIBLIOGRAPHY -- MUHAMMAD ALI -- ISLAM AND NATION OF ISLAM -- BOXING -- RELATED SUBJECTS -- ALSO AVAILABLE FROM BARAKA BOOKSIncluding material and photographs not included in most of the 100 other books about the champion, Ishmael Reed's The Complete Muhammad Ali is more than just a biography-it is a fascinating portrait of the 20th century and the beginning of the 21st. An honest, balanced portrayal of Ali, the book includes voices that have been omitted from other books. It charts Ali's evolution from Black Nationalism to a universalism, but does not discount the Nation of Islam and Black Nationalism's important influence on his intellectual development. Filipino American author Emil Guillermo speaks about how "The Thrilla' In Manila" brought the Philippines into the 20th century. Fans of Muhammad Ali, boxing fans, and those interested in modern African American history and the Nation of Islam will be fascinated by this biography by an accomplished American author.Description based on publisher supplied metadata and other sources.Electronic reproduction. Ann Arbor, Michigan : ProQuest Ebook Central, YYYY. Available via World Wide Web. Access may be limited to ProQuest Ebook Central affiliated libraries
TEORI NASKH MAHMOUD MUHAMMAD TAHA DAN SUMBANGSIHNYA BAGI PEMBARUAN HUKUM ISLAM DI DUNIA MODERN
Dalam sejarahnya yang panjang, hukum Islam selalu berdialog dan berdialektika dengan realitas zamannya. Hal itu bisa dilihat dari kenyataan bahwa nabi, para sahabat, dan juga para ulama (fuqaha) selalu berusaha (berijtihad) untuk merespons dan mencarikan solusi bagi setiap persoalan hukum yang dihadapi oleh umatnya. Bahkan terdapat fakta bahwa sebagian ayat-ayat hukum juga diturunkan dalam konteks merespons atau memberi jawabatan atas suatu persoalan yang muncul atau dihadapi oleh nabi dan umatnya. Ini menunjukkan bahwa hukum Islam tidaklah statis (berjalan di tempat), melainkan dinamis dan bahkan progresif dalam merespons tuntutan zaman. Progresivitas hukum Islam juga tampak dari kenyataan bahwa para pemikir hukum Islam begitu peka dan responsif terhadap persoalan yang muncul di tengah-tengah umatnya. Mereka telah berusaha secara sungguh-sungguh (berijtihad) untuk menggali kandungan Al-Qur’an dan as-Sunnah demi menjawab problematika yang dihadapi umat. Untuk tujuan itu, tidak jarang dari mereka (para fuqaha) yang kemudian merumuskan metodologi penggalian hukum dari Al-Qur’an dan as-Sunnah. Artikel ini hendak mendiskusikan gagasan dari salah seorang pemikir muslim progresif asal Sudan, Mahmoud Muhammad Thaha, yang boleh dibilang sangat brilian, namun sekaligus kontroversial. Artikel ini akan difokuskan pada teori Naskh yang digagas oleh Muhammad Thaha tersebut bagi pembaruan hukum Islam di dunia modern
A Comparative Analysis of Gender Concepts: Thought of Nasaruddin Umar and Henri Shalahuddin
This study examines a conceptual comparison between the idea of Gender Equality, as formulated by Nasaruddin Umar, and Gender Harmony, as articulated by Henri Shalahuddin, within contemporary Indonesian Islamic thought. Both scholars share the same moral vision—to uphold justice and combat gender-based discrimination—yet differ fundamentally in their epistemological and methodological approaches to Islamic teachings. This research uses a qualitative, descriptive, and critical-comparative approach to analyze the primary works of both figures through textual and conceptual study. Nasaruddin Umar represents a reformist-egalitarian paradigm that employs Tawḥīd and Maqāṣid al-sharī‘ah as corrective principles against patriarchal interpretations, emphasizing Qirā’ah Mubādalah to highlight moral and spiritual equality between men and women. Conversely, Henri Shalahuddin stands on a textual-normative foundation that regards revelation (Naṣṣ) and biological nature (fiṭrah) as absolute boundaries, rejecting the notion of absolute equality while proposing Gender Harmony and Mīthāqan Ghalīẓa as the basis for a balanced and just distribution of roles. The findings reveal that both thinkers represent complementary paradigms: Umar focuses on contextual transformation and social justice, while Shalahuddin emphasizes moral stability and natural balance. This dialectic illustrates the dynamic efforts of Indonesian Islamic thought to reconcile modernity and orthodoxy in addressing gender issues.
Keywords: Gender Equality; Gender Harmony; Nasaruddin Umar; Henri Shalahuddin; Islamic Gender Thought.
Nilai Pendidikan Karakter Dalam Kitab Washaya Al-Aba’ Li Al-Abna Karya Muhammad Syakir Al-Iskandari
This research aims to identify the character education values contained in the book Washaya al-Aba' li al-Abna Muhammad Syakir and the role of his opinion on the richness of character education values. It is hoped that this research can be used as a source or reference in efforts to develop education and character as a whole, especially character education according to Islam. It can also be used as a reference to facilitate understanding of character education and as a reference for relevant research in the future. This research method is qualitative and uses a narrative biography method. By using a descriptive presentation approach, this autobiography of the character's thoughts combines the ideas of character education from his work. Library research, or library research, is a research method that involves books, articles, notes and electronic media. with primary sources from the book Washaya al Aba Li al-Abna and secondary sources from study books. In this research, data collection was carried out through the documentation method, which includes searching for data through variables such as notes, books, and articles, among others. The author used a content analysis study to analyze the data; they analyzed the data textually based on the contents of the book. The research results show that the book Washaya al Aba Li al-Abna contains 17 educational character values, divided into two categories: 10 character values fall into the moral category and 7 character values fall into the performance category. Faith and piety, love and obedience to the Messenger of Allah, respect for parents, respect for teachers, truth or honesty, nobility or self-respect, patience, sincerity and a simple life are moral characters. Performance characteristics also include trust, discipline, hard work, never giving up, love of the country, interest in reading or literacy knowledge, and concern for the environment
SISTEMATIKA PENYUSUNAN AYAT DAN SURAH DALAM AL-QUR’AN: STUDI KOMPARATIF KARYA NASARUDDIN UMAR DAN SHALAHUDDIN HAMID
Skripsi ini membahas tentang sistematika penyusunan ayat dan surah dalam al-Qur’an dengan fokus pada dua karya penting, yaitu Ulumul Qur’an karya Nasaruddin Umar dan Study Ulumul Qur’an karya Shalahuddin Hamid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan pandangan Nasaruddin Umar dan Shalahuddin Hamid mengenai urutan dan struktur penyusunan surah serta ayat yang merupakan hasil proses historis yang melibatkan konteks sosial dan peristiwa yang terjadi pada masa Nabi Muhammad. Nasaruddin Umar cenderung menggunakan pendekatan bi al-Ra’yi> (pemikiran), yang menekankan analisis mendalam dan penalaran logis, karena ia percaya bahwa pemahaman yang lebih dalam terhadap konteks dan struktur al-Qur’an dapat diperoleh melalui interpretasi yang kritis. Ia berpendapat bahwa sistematika al-Qur’an bersifat sebagian tauqi>fi> dan sebagian ijtihad sahabat, yang menunjukkan bahwa ada elemen yang ditetapkan langsung oleh Allah dan ada pula yang merupakan hasil pemikiran dan keputusan para sahabat setelah wafatnya Nabi. Sebaliknya, Shalahuddin Hamid mengedepankan pendekatan bi al-Ma’s}u>r (periwayatan), menekankan bahwa sistematika tersebut bersifat sepenuhnya tauqi>fi> dan ditetapkan langsung oleh Allah melalui wahyu kepada Rasulullah, karena ia berfokus pada otoritas teks dan tradisi yang telah ada, serta pentingnya merujuk pada sumber-sumber primer seperti hadis dan pendapat ulama salaf.
Penelitian ini juga mengekplorasi penggunaan hadis sebagai argumen oleh kedua penulis, serta perdebatan di kalangan ulama mengenai validitas dan otoritas sistematika penyusunan al-Qur’an. Jenis penelitian ini adalah kepustakaan (library research), dengan menggunakan sumber data primer (al-Qur’an dan buku-buku Ulumul Qur’an karya Nasaruddin Umar dan Shalahuddin Hamid), dan data sekunder (jurnal, skripsi, dan beberapa literatur lainnya yang relevan dengan penelitian ini). Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan dalam pendekatan, keduanya sepakat akan pentingnya pemahaman yang mendalam terhadap konteks dan struktur al-Qur’an. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dalam kajian Ulumul Qur’an dan memperkaya
diskursus akademis mengenai penyusunan kitab suci umat Islam. Selain itu, penelitian ini memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan studi alQur’an dengan menekankan pentingnya pendekatan multidisipliner yang menggabungkan analisis linguistik dan konteks sosial.
Kata Kunci: Sistematika Penyusunan Ayat, Surah Al-Qur’an, Nasaruddin Umar, Shalahuddin Hamid, Tauqi>fi> dan Ijtihad
ANALISIS POTENSI BASIS PERIKANAN DENGAN INDIKATOR PDRB (PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO) DI KABUPATEN SIDOARJO
ABSTRACT
Muhammad Rafif Shalahuddin. 201810210311138. Analysis of Fisheries Base Potential Using GRDP (Gross Regional Domestic Product) Indicators in Sidoarjo Regency. Supervisor Prof. Dr. Ir. Jabal Tarik Ibrahim, M.Si. Assistant Lecturer Prof. Dr. Ir. Rahayu Relawati, M.M.
Sidoarjo Regency has the potential for aquaculture and capture. The aquaculture sub-sector has comparative advantages with other regions that have the same commodities. The production of the fisheries sub-sector in Sidoarjo Regency contributed 53%. This research aims to find out whether the fisheries sector in Sidoarjo Regency is a leading sector now and in the future using GRDP indicators. The analysis methods used are Location Quotient (LQ) and Dynamic Location Quotient (DLQ) in the long term 2019-2023 period. Based on the results of the LQ GRDP analysis at constant prices 2019-2023, it is proven that the fisheries sector in Sidoarjo Regency is a leading sector with a value for the pond fish sector LQ 1.87, the marine fish sector LQ 1.38, the public water fish sector LQ 2.76. Based on the DLQ method, the fisheries sector will become a non-basic sector in the future, namely, the pond fish sector DLQ 0.87, the marine fish sector DLQ 0.86, the public water fish sector DLQ 0.56. From the results of LQ and DLQ, it is possible to export basic products outside the Sidoarjo Regency area
- …
