100 research outputs found
Wawan Herry Setyawan's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
Wawan Herry Setyawan's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
Wawan Herry Setyawan's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
Pemanfaatan Teknologi Mobile Learning dalam Pengembangan Profesionalisme Dosen
Professional lecturers are lecturer professionalism that includes professionalism of teaching, research, and community service. The institution has the responsibility to develop the profession of the lecturer. An important step that can be done by higher education institutions is by developing lecturer profession guidance program covering the field of teaching, research, and community service. The program of developing and fostering the professionalism of the lecturers should be combined with the demands of science, technology, art that develops expansively and qualitatively. The development and professional development of this lecturer can be done through coaching programs based on institutional needs analysis. Programs can be said to succeed if in a lecturer there has been a process of transformation of the program. This transformation process can be seen from two things, namely: (1) improvement of ability in performing a task and (2) behaviour change which is reflected in attitude, discipline and work ethic
EKSISTENSI KURIKULUM PESANTREN MU’ADALAH DI ERA GLOBAL
how the curriculum implementation challenges and opportunities after published government regulations about education schools and diniyah through PMA numbers 13 and 18 in 2014th. Curriculum of Boarding school Salaf obtained Mu’adalah or equalization which is using yellow book and the general education curriculum while the curriculum in a modern boarding school known as the Islamic Dirosah Mualimin pattern. It means learning curriculum that applies classical books with the strengthening of the Arabic language in which the learners (students) can independently examine any kind of book in the future. Challenge of Mu’adalah does not require students following national exams
PENGARUH PELATIHAN KERJA, PENGALAMAN KERJA, DAN ETOS KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA DI SENTRA PENGRAJIN BATIK BAKARAN PATI
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh pelatihan kerja, pengalaman kerja dan etos kerja terhadap produktivitas kerja karyawan di Sentra Pengrajin Batik Bakaran Pati. Dimana diajukan tiga variabel bebas dan satu variabel terikat, yaitu pelatihan kerja, pengalaman kerja dan etos kerja sebagai variabel bebas dan produktivitas kerja sebagai variabel terikat.
Penelitian ini dilakukan dengan metode survei terhadap karyawan di Sentra Pengrajin Batik Bakaran Pati dan dianalisis dengan regresi. Tahap pertama menguji validitas dan reliabilitas pertanyaan setiap variabel. Tahap kedua, meregresi pelatihan kerja, pengalaman kerja dan etos kerja terhadap produktivitas kerja karyawan di Sentra Pengrajin Batik Bakaran Pati.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pelatihan kerja, pengalaman kerja dan etos kerja berpengaruh positif signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan di Sentra Pengrajin Batik Bakaran Pati. Pengusaha diharapkan memberikan kesempatan bagi karyawan dalam memperoleh pengalaman dengan memperbanyak keterampilan dan lama bekerja mereka serta memberikan penghargaan kepada karyawan dengan pengalaman kerja yang baik dalam bentuk promosi dan fasilitas kerja
TANGGUNG GUGAT DALAM KEGAGALAN PEMBAYARAN TRANSFER DANA MELALUI SISTEM BANK INDONESIA-REAL TIME GROSS SETTLEMENT
Semakin membaiknya sistem perbankan di Indonesia, mulai dapat dirasakan dengan semakin pulihnya kepercayaan masyarakat. Pulihnya kepercayaan masyarakat tersebut, dapat diindikasikan dengan semakin meningkatnya transaksi keuangan, melalui jasa-jasa usaha yang disediakan oleh industri yang berbasis kepercayaan masyarakat ini. Salah satunya adalah transaksi transfer dana antar bank, yang dewasa ini semakin meningkat searah dengan perbaikan perekonomian nasional
SISTEM INFORMASI PENDATAAN BARANG MASUK DAN KELUAR APOTIK RSUD KABUPATEN PACITAN
Information System Data Collection Entry and Exit of Goods in Pacitan
Hospital Pharmacies has done manually, so it required a system that can facilitate
the process of data collection. The purpose of making this final project is to create
of Information Systems Data Collection Entry and Exit of Goods Pacitan Hospital
Pharmacies.
The system was developed by means of data collection, system planning,
system analysis, system design and databases. The application program was
developed with the PHP programming language. The database used was MySQL
and the script was developed with Notepad ++.
Information System Data Collection Entry and Exit of Goods Pacitan
Hospital Pharmacies have been completed with features such as administration,
operator, goods data, stock data, expenditure data, data reception, data return
receipt, expenditure data returns, expense reports and receipts reports.
Keyword: Information System, Data collection, Hospital Pharmacie
BAHASA FIGURATIF DAN CITRAAN DALAM KUMPULAN PUISI KUPELUK KAU DI UJUNG UFUK KARYA AKHMAD TAUFIQ: TINJAUAN STILISTIKA
Penelitian ini bertujuan menemukan bahasa figuratif dan citraan dalam
Kumpulan Puisi Kupeluk Kau di Ujung Ufuk karya Akhmad Taufiq. Kajian yang
digunakan untuk mengkaji kumpulan puisi Kupeluk Kau di Ujung Ufuk karya
Akhmad Taufiq adalah dengan kajian stilistika. Jenis penelitian adalah kualitatif
deskriptif. Objek Penelitian ini adalah bahasa figuratif dan citraan. Sumber Data
dalam penelitian ini adalah Kumpulan Puisi Kupeluk Kau di Ujung Ufuk karya
Akhmad Taufiq Cetakan pertama, 1 Mei 2010, penerbit Gress Publising,
Yogyakarta dengan tebal 79 halaman yang terdiri dari 56 judul puisi.
Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka dan teknik simak dan
catat.Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan pembacaan model
semiotik yang terdiri dari pembacaan heuristik dan pembacaan hermeneutik. Hasil
penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Penggunaan bahasa figuratif/kias yang
ditemukan dalam Kumpulan Puisi Kupeluk Kau di Ujung Ufuk karya Akhmad
Taufiq adalah bahasa figuratif/kias perbandingan (simile), metafora, personifikasi,
metonimia, dan sarana retorika antifrasis serta hipalase. Bahasa figuratif/kias yang
mendominasi adalah bahasa figuratif/kias metafora. Kekhasan bahasa
figuratif/kias yang digunakan Akhmad Taufiq terletak pada penggunaan kata-kata
yang berasal dari alam sekitar dan kata-kata yang berasal dari pengalaman hidup
pengarang; (2) Penggunaan citraan dalam Kumpulan Puisi Kupeluk Kau di Ujung
Ufuk ditemukan tujuh jenis citraan, yaitu citraan penglihatan, citraan
pendengaran, citraan gerakan, citraan perabaan, citraan penciuman, citraan
pengecapan, dan citraan intelektual. Citraan yang mendominasi dalam Kumpulan
Puisi Kupeluk Kau di Ujung Ufuk karya Akhmad Taufiq adalah citraan
penglihatan. Kekhasan bahasa citraan yang digunakan Akhmad Taufiq terletak
pada penggunaan kata-kata yang berasal dari alam sekitar yang bersifat religius
dan dimensi sosial budaya pada tahun 2010, yakni peristiwa perang/konflik antara
Israel dan Palestina di Jalur Gaza
Pengembangan E-Modul Teks Eksposisi Berbasis HOTS Menggunakan Sigil bagi Peserta Didik Kelas X SMK
Saat ini pendidikan di indonesia menerapkan kurikulum 2013. Terdapat beberapa tuntutan dalam Kurikulum 2013 yaitu (1) menuntut adanya keterlibatan TIK (Teknologi Informasi Komunikasi) dalam proses pembelajaran, (2) menuntut peserta didik untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, serta (3) memfokuskan pada literasi atau kemahiran wacana melalui penguasaan jenis-jenis teks. Secara tidak langsung untuk memenuhi tuntutan tersebut pelaku pendidikan dalam hal ini guru harus mampu berinovasi. Salah satu bentuk inovasi tersebut adalah membuat model elektronik yang mampu membuat peserta didik berpikir kritis dan mampu belajar secara mandiri. Penelitian ini berupaya mengembangkan bahan ajar berupa e-modul teks eksposisi berbasis HOTS menggunakan Sigil bagi peserta didik kelas X SMK. Sigil merupakan sebuah aplikasi e-Pub editor yang digunakan untuk mengubah modul berupa teks menjadi modul elektronik berbasis e-Pub. File e-Pub dapat disimpan pada gawai yang dimiliki peserta didik sehingga lebih mudah dan praktis.
Tujuan penelitian pengembangan ini secara umum yang akan dicapai adalah tersusunnya e-modul teks eksposisi berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skills) menggunakan Sigil bagi peserta didik kelas X SMK. Sedangkan tujuan khusus yang akan dicapai sebagai berikut menjelaskan hasil pengembangan e-modul teks eksposisi berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skills) menggunakan Sigil bagi peserta didik kelas X SMK dan enjelaskan kelayakan e-modul teks eksposisi berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skills) menggunakan Sigil bagi peserta didik kelas X SMK.
Prosedur pengembangan dalam penelitian ini adalah adaptasi prosedur pengembangan (Borg & Gall, 1989). Adapun langkahnya yaitu (1) pengumpulan informasi, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk, (4) uji coba produk, (5) revisi produk. Subjek penelitian ini adalah ahli perancangan pembelajaran, ahli materi/isi, ahli kebahasaan, ahli media, pengguna (guru), dan pengguna (peserta didik). Instrumen pengumpulan data berupa lembar penilaian yang dinilai oleh ahli perancangan pembelajaran, ahli materi/isi, ahli kebahasaan, ahli media, pengguna (guru), dan pengguna (peserta didik).
Hasil uji coba menunjukkan bahwa pertama yaitu penilaian ahli perancangan pembelajaran, diperoleh hasil penilaian sebesar 92% dengan kategori “sangat layak”. Yang kedua yaitu penilaian ahli materi/isi, diperoleh hasil penilaian sebesar 94% dengan kategori “sangat layak”. Yang ketiga yaitu penilaian ahli kebahasaan, diperoleh hasil penilaian sebesar 86% dengan kategori “layak”. Keempat penilaian ahli media, diperoleh hasil penilaian sebesar 92% dengan kategori “sangat layak”.
Selain dinilai oleh para ahli, produk juga dinilai oleh pengguna baik itu guru maupun peserta didik. Penilaian yang dilakukan pengguna guru terbagi menjadi tiga aspek yaitu aspek materi/isi, aspek kebahasaan, dan aspek media. Penilaian aspek materi/isi diperoleh hasil sebesar 94% dengan kategori “sangat layak”. Penilaian aspek kebahasaan diperoleh hasil sebesar 93% dengan kategori “sangat layak”. Sedangkan penilaian aspek media diperoleh hasil sebesar 85% dengan kategori “layak”. Berikutnya penilaian dari pengguna peserta didik, diperoleh hasil penilaian sebesar 87% dengan kategori “layak”. Dengan perolehan tersebut, maka dapat dikategorikan bahwa produk e-modul teks eksposisi berbasis HOTS (High Order Thingking Skill) menggunakan Sigil bagi kelas X SMK layak digunakan dalam proses pembelajaran
- …
