Journal of IAIN Sultan Amai Gorontalo
Not a member yet
2582 research outputs found
Sort by
Pelatihan Pembuatan Izin Pangan Industri Rumah Tangga (P-Irt) di Desa Ulapato
Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the food sector in Ulapato Village, Telaga Biru possess substantial potential for development, yet are constrained by limited understanding of the importance of Home Industry Food Permits (P-IRT). The P-IRT permit serves as a crucial requirement for enhancing business legality, consumer confidence, and competitiveness of local food products. This community service program aims to provide comprehensive training to MSME actors regarding the procedures for P-IRT permit application, encompassing administrative requirements and food safety standards. The implementation methods include lectures, interactive discussions, and practical assistance in document preparation. The program was conducted on July 20, 2025, with 30 participants from food MSMEs in Ulapato Village. The results demonstrate a significant improvement in participants\u27 understanding of P-IRT procedures, with 90% of participants indicating comprehension of the requirements and application stages. Furthermore, 25 participants (83%) committed to processing their P-IRT permits within the subsequent three months. This program yields positive impacts in promoting the formalization of home-based food enterprises and enhancing MSME actors\u27 awareness regarding the significance of food safety and product legality
profesionalitas guru dalam pencapaian kompetensi belajar peserta didi pada mata pelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti di SM Negeri 1 TELAGA, Kabupaten Gorontalo: studi pasal 20 undang-undang republik indonesia nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen
This article examines teacher professionalism in achieving student learning competencies in Islamic religious education and character subjects at SMP Negeri 1 Telaga, Gorontalo Regency. This research method uses a qualitative type of research with a case study approach. The results of the research show that teacher professionalism in the teaching and learning process at SMP Negeri 1 Telaga, Gorontalo district, in general, teachers have created a learning process in accordance with what has been planned by the school. However, researchers see that the implementation of learning has not been effective or carried out well, this is because teachers have not been able to carry out their duties optimally as stated in article 20 of Law of the Republic of Indonesia Number 14 of 2005 concerning Teachers and Lecturers.artikel ini mengkaji tentang profesinal guru dalam pencapaian kompetensi belajar peserta didik pada mata pelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti di SMP N egeri 1 Telaga, Kabupaten Gorontalo. metode penelian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan Studi Kasus. Hasil penelitian menunjukan bahwa Profesionalitas Guru dalam proses Belajar mengajar di SMP Negeri 1 Telaga kabupaten Gorontalo scara garis besar guru sudah menciptakan proses pembelajaran sesuai dengan apa yang telah di rencanakan oleh sekolah tersebut. Namun Peneliti melihat Pelaksanaan pembelajaran belum efektif atau terlaksana dengan baik, hal ini karena belum maksimalnya guru dalam menjalankan tugasnya sebagaimana dalam pasal 20 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen
Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik melalui penerapan model pembelajaran Project-Based Learning (PjBL) pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas VIII SMP Negeri 7 Kotamobagu. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PjBL mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik secara signifikan. Pada siklus pertama, persentase ketuntasan mencapai 74%, dan meningkat menjadi 87% pada siklus kedua, melampaui Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan sebesar 75. Selain itu, model PjBL juga meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran melalui pengalaman belajar yang kontekstual dan kolaboratif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pembelajaran PjBL efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan keterlibatan peserta didik. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi guru dan institusi pendidikan dalam merancang strategi pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan abad ke-21
Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Siswa Melalui Inovasi Pembelajaran PAI Berbasis Cooperative Learning
Critical and creative thinking skills are very important in supporting a meaningful learning process, especially in Islamic Religious Education (PAI). Unfortunately, one-way learning methods are still commonly found that do not encourage students\u27 active involvement. The purpose of this research is to find out how the cooperative learning model can train students\u27 critical and creative thinking skills in Islamic Education subjects, as well as its contribution in creating active, participatory, and meaningful learning in value. This research uses a qualitative approach with a library research method. Data sources were obtained from scientific literatures such as books, journals, articles, previous research results, and other documents relevant to the topic of PAI learning and cooperative learning. This research discusses the use of cooperative learning model as a strategy to improve both abilities. The results show that cooperative learning can encourage students to actively discuss, think analytically, and develop new ideas. Thus, Cooperative Learning can be an innovative alternative in learning PAI that is more interactive and effective.ABSTRAK
Kemampuan berpikir kritis dan kreatif sangat penting dalam mendukung proses pembelajaran yang bermakna, khususnya dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Sayangnya, metode pembelajaran yang bersifat satu arah masih banyak dijumpai sehingga kurang mendorong keterlibatan siswa secara aktif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana model pembelajaran kooperatif dapat melatih kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa pada mata pelajaran PAI, serta kontribusinya dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, partisipatif, dan bermakna secara nilai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research). Sumber data diperoleh dari literatur-literatur ilmiah seperti buku, jurnal, artikel, hasil penelitian terdahulu, dan dokumen-dokumen lain yang relevan dengan topik pembelajaran PAI dan pembelajaran kooperatif. Penelitian ini membahas tentang penggunaan model pembelajaran kooperatif sebagai strategi untuk meningkatkan kedua kemampuan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif dapat mendorong siswa untuk aktif berdiskusi, berpikir analitis, dan mengembangkan ide-ide baru. Dengan demikian, Cooperative Learning dapat menjadi alternatif inovatif dalam pembelajaran PAI yang lebih interaktif dan efektif.
Kata Kunci: Berpikir kritis, Berpikir Kreatif, PAI, Pembelajaran Kooperati
Digitalisasi dan Tantangan Moral: Strategi Guru PAI di SDN PasirBaru dalam Membentuk Karakter Siswa
Digitalization has brought a significant impact on education, particularly in shaping the character of elementary school students. Islamic Education (PAI) teachers face moral challenges arising from the uncontrolled use of digital media. This study aims to explore the strategies employed by PAI teachers at SDN PasirBaru in fostering students’ character amid the wave of digitalization. The research applies a literature review method with thematic analysis of relevant national and international studies published between 2014 and 2024. The findings reveal that several effective strategies can be implemented, namely: (1) integrating Islamic values into students’ digital lives, (2) utilizing appropriate character-based learning media, (3) teachers’ role modeling as behavioral exemplars, and (4) close collaboration with parents in monitoring technology use. These strategies are proven relevant in addressing moral challenges in the digital era, particularly in preventing value degradation and deviant behavior among elementary students.The implications of this study highlight the urgency of strengthening digital literacy among PAI teachers, developing contextual Islamic character education models, and fostering collaborative support between schools, families, and policymakers. Thus, this research provides both theoretical contributions to enrich the discourse on character education in the digital era and practical guidance for teachers and schools in shaping religious and virtuous young generations.Digitalisasi membawa dampak besar dalam pendidikan, khususnya pada pembentukan karakter siswa sekolah dasar. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dihadapkan pada tantangan moral yang muncul dari penggunaan media digital yang tidak terkontrol. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka untuk mengkaji strategi guru PAI di SDN PasirBaru dalam membentuk karakter siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai Islam dalam konteks digital, pemanfaatan media pembelajaran yang tepat, keteladanan guru, dan kerja sama dengan orang tua merupakan strategi efektif dalam menghadapi tantangan moral era digital.
Kata Kunci: digitalisasi, karakter, strategi guru, PAI, tantangan mora
Dinamika Evolusi Penelitian Green Finance: Analisis Bibliometrik pada Artikel Ilmiah Bereputasi Internasional
This study aims to map green finance research trends through a bibliometric analysis of internationally reputable scientific articles indexed in Scopus over the past decade. The methodology employed involves bibliometric analysis based on secondary data obtained from the Scopus database, encompassing the processes of collecting publication data, normalizing keywords, mapping collaborative networks, and identifying topic trends using bibliometric analysis software. The results indicate a significant increase in research related to green finance, with China being the most prominent country in academic publications. Major educational institutions and reputable journals such as Sustainability (Switzerland) play an essential role in supporting the development of literature in this field. Key topic trends in green finance research include sustainability, carbon emission reduction, financial innovation, green investment, and green finance policy. Challenges in the implementation of green finance include suboptimal regulations and limited access to green investment. Therefore, global collaboration, strengthening regulations, and the adoption of digital financial technology are needed to increase the effectiveness of green finance in supporting the green economy.Green finance merupakan instrumen penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dengan memfasilitasi pembiayaan proyek hijau dan meningkatkan kesadaran terhadap aspek sosial dan lingkungan dalam keputusan investasi. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren riset green finance melalui analisis bibliometrik terhadap artikel ilmiah bereputasi internasional yang terindeks di Scopus selama sepuluh tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pertumbuhan signifikan dalam penelitian terkait green finance, dengan China sebagai negara yang paling dominan dalam publikasi akademik. Institusi akademik utama dan jurnal bereputasi seperti Sustainability (Switzerland) memainkan peran penting dalam mendukung perkembangan literatur di bidang ini. Tren topik utama dalam penelitian green finance meliputi keberlanjutan, pengurangan emisi karbon, inovasi keuangan, investasi hijau, dan kebijakan keuangan hijau. Tantangan dalam implementasi green finance meliputi regulasi yang belum optimal dan keterbatasan akses investasi hijau. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi global, penguatan regulasi, serta adopsi teknologi keuangan digital untuk meningkatkan efektivitas green finance dalam mendukung ekonomi hijau.
Kata Kunci: Green finance; bibliometrik; keberlanjutan; investasi hijau; ekonomi hijau
Pengaruh Sistem Tirani Dalam Kepemimpinan terhadap Kinerja dan Loyalitas Anggota : Kepercayaan pada Pemimpin Sebagai Variabel Intervening
This study aims to analyze the direct effects of Tyrannical Leadership on Leader Trust, Performance, and Loyalty, as well as evaluate the mediating role of Leader Trust. A quantitative approach was employed, with a population consisting of Polri members and a sample selected through purposive sampling. Data were analyzed using the Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method. The findings revealed that Tyrannical Leadership had no significant effect on Leader Trust and Loyalty but had a small significant effect on Performance. In contrast, Leader Trust had a significant and strong influence on both Performance and Loyalty. These results highlight the importance of trust as a key element in enhancing subordinate performance and loyalty, while also demonstrating that tyrannical leadership is less effective in fostering productive working relationships. This study recommends Polri to adopt a trust-based leadership style focused on transparent communication, consistency, and the creation of a fair and supportive work environmentPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh langsung Kepemimpinan Tirani terhadap Kepercayaan Pimpinan, Kinerja, dan Loyalitas, serta mengevaluasi peran mediasi Kepercayaan Pimpinan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi anggota Polri dan sampel yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepemimpinan Tirani tidak berpengaruh signifikan terhadap Kepercayaan Pimpinan dan Loyalitas, tetapi berpengaruh signifikan dengan efek kecil terhadap Kinerja. Sebaliknya, Kepercayaan Pimpinan memiliki pengaruh signifikan dan besar terhadap Kinerja dan Loyalitas. Temuan ini menegaskan pentingnya kepercayaan sebagai elemen kunci dalam meningkatkan kinerja dan loyalitas bawahan, serta menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan tirani kurang efektif dalam menciptakan hubungan kerja yang produktif. Penelitian ini merekomendasikan Polri untuk menerapkan gaya kepemimpinan berbasis kepercayaan dengan fokus pada komunikasi yang transparan, konsistensi, dan penciptaan lingkungan kerja yang adil dan mendukung
Pelatihan Pengolahan Sampah untuk Peningkatan Ekonomi Kreatif Di Desa Kediren, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan
This study aims to address the problem of plastic waste generated by children\u27s activities at the Qur’anic Education Center (TPQ) in Kediren Village, Lembeyan Subdistrict, Magetan Regency, through community empowerment based on waste management. This is an applied research combined with community service activities. The method used is the Asset-Based Community Development (ABCD) approach, which focuses on developing local assets and potential. The results of this activity include the establishment of a waste bank in the village and improved community skills in transforming plastic waste into handicraft products such as decorative flowers, brooches, and wallets. This initiative has proven effective in reducing environmental pollution, increasing the economic value of plastic waste, and promoting the growth of the community\u27s creative economy. Furthermore, this program represents a tangible contribution of higher education institutions in implementing the Tri Dharma of higher education, particularly in the aspect of community service
Meeting the Challenges of Time: Exploring the Concept of Maqāşid Sharī’ah in the Thought of Jasser Auda
This article discusses an overview of maqāşid sharī’ah in the thought of Jasser Auda, which forms the foundation of his approach to Islamic legal philosophy. Auda highlights the importance of understanding maqāşid sharī’ah as the primary goal of Islamic law. He argues that a deep understanding of maqāşid sharī’ah is necessary to produce just and welfare-oriented laws. In this perspective, Auda views Islamic law as an integrated system, where each part is interconnected and contributes to achieving the established goals. Auda also details that his systemic thinking encompasses concepts such as raḥmatan lil al-‘ālamīn (mercy to all creation) and maslahah (public interest), as guides for formulating laws that are responsive to the needs of society. This research concludes that Jasser Auda\u27s thoughts on the philosophy of Islamic law, emphasizing maqāşid sharī’ah and Islamic law as an integral system, significantly contribute to understanding how Islamic law can function as a flexible and adaptive instrument in responding to the changes of time. This approach reinforces the idea that Islamic law is not static but can evolve according to its fundamental principles to achieve the welfare of the people and higher moral goals.Artikel ini membahas tinjauan tentang maqa>s}id shari>’ah dalam pemikiran Jasser Auda, yang merupakan fondasi dari pendekatannya terhadap filsafat hukum Islam. Auda menyoroti pentingnya memahami maqa>s}id shari>’ah sebagai tujuan utama dari hukum Islam. Ia berpendapat bahwa pemahaman yang mendalam terhadap maqa>s}id shari>’ah diperlukan untuk menghasilkan hukum yang adil dan berorientasi pada kesejahteraan umat. Dalam perspektif ini, Auda memandang hukum Islam sebagai suatu sistem yang terintegrasi, di mana setiap bagian saling terkait dan memberikan kontribusi terhadap mencapai tujuan yang ditetapkan. Auda juga merinci bahwa pemikiran sistemnya mencakup konsep-konsep seperti rah}matan li al-‘a>lami>n (rahmat bagi semesta alam) dan maslahah (kemaslahatan), sebagai panduan untuk merumuskan hukum yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran Jasser Auda tentang filsafat hukum Islam, dengan menekankan pada maqa>s}id shari>’ah dan hukum Islam sebagai sistem yang integral, memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman tentang bagaimana hukum Islam dapat berfungsi sebagai instrumen yang fleksibel dan adaptif dalam merespons perubahan zaman. Pendekatan ini memperkuat ide bahwa hukum Islam tidak statis, tetapi dapat berkembang sesuai dengan prinsip-prinsip yang mendasarinya untuk mencapai kesejahteraan umat dan tujuan moral yang lebih tinggi
Pencatatan Perkawinan dan Sanksi Hukumnya: Studi Kritis Terhadap Asas Kepastian, Keadilan, dan Kemanfaatan
The policy of sanctioning laws and regulations for violations of marriage registration provides space for discourse in both a philosophical and practical context. The understanding of marriages that are not recorded encompasses violations in juridical terminology, as the content of sanctions can have actual implications for the emergence of problematic law enforcement in the field of marriage. This research was conducted to analyze and find out what the juridical implications are for the sanction policies contained in various legal regulations related to violations of marriage registration. The literature study method is the method used in this research, by collecting data through a review of various kinds of legal rules. This study uses a statutory regulation approach in examining regulations related to legal issues regarding sanctions for violations of marriage registration. Several policies that contain sanctions for violations of the legal registration of marriages are considered inappropriate because they cannot be met on a fundamental basis. There is a bias in the authority of law enforcement in the object of this violation of marriage registration. Legal ambiguity can arise in the process of sentencing if it is associated with the content of sanctions that have a tendency not to be in the realm of private law.Kebijakan adanya sanksi dalam peraturan perundang-undangan atas pelanggaran pencatatan perkawinan nyatanya memberi ruang diskursus dalam konteks filosofis maupun praktisnya. Pemahaman tentang perkawinan yang tidak dicatatkan termasuk pelanggaran dalam terminologi yuridis karena adanya muatan sanksi justru dapat berimplikasi timbulnya pemberlakuan hukum yang bermasalah dalam bidang perkawinan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa dan mengetahui seperti apa implikasi yuridis terhadap kebijakan sanksi yang terdapat dalam berbagai aturan hukum terkait pelanggaran atas pencatatan perkawinan. Metode studi kepustakaan menjadi metode dalam penelitian ini, dengan pengumpulan data melalui telaah terhadap berbagai macam aturan hukum. Penelitian ini menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan dalam mengkaji regulasi berkaitan isu hukum berkenaan dengan sanksi atas pelanggaran pencatatan perkawinan. Beberapa kebijakan yang memuat sanksi pelanggaran pencatatan perkawinan secara yuridis dinilai kurang tepat karena tidak dapat dipenuhi secara mendasar. Terjadinya bias kewenangan penegakan hukum dalam objek pelanggaran pencatatan perkawinan ini. Ambiguitas hukum dapat muncul dalam proses penjatuhan hukuman bila dikaitkan dengan adanya muatan sanksi yang memiliki kecenderungan tidak pada ranah hukum privat