177,681 research outputs found

    HUBUNGAN AKTIVITAS LANSIA DENGAN NYERI SENDI DI PANTI WERDHA MOJOKERTO

    No full text
    Aktivitas fisik adalah pergerakan anggota tubuh yang menyebabkan pengeluaran tenaga yang sangat penting bagi pemeliharaan bagi kesehatan fisik dan mental. Nyeri sendi adalah peradangan pada satu atau lebih dari sendi-sendi tubuh. Yang disertai dengan gejala nyeri, kaku, bengkak pada sendi, pembentukan tulang yang berubah atau berkurangnya lingkup gerak sehingga anggota tubuh tertentu.tujian penelitian ini untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik lansia dengan nyeri sendi. Desain penelitian yang digunkan adalah Korelasional dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional.Populasi Semua lansia yang tidak mengkonsumsi obat anti nyri dan tidak mempunyai kekurang untuk melalukan akivitas fisik di Panti Wardha Mojokerto sejumlah 39 orang lansia. Besar sempel sebanyak 25 responden Penelitian ini mengunakan menggunakan Nonprobalitiy sampling dengan teknik purposive sampling.Intrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan pearson. Dari hasil uji korelasi statistik rank spearman tingkat kemaknaan p =0,002 < α (α=0,05). Hal ini menunjukkan HO ditolak yang berarti terdapata hubungan yang sangat kuat antara aktivitas fisik lansia dengan nyeri sendi pada lansia dan nialai r = -0,593 memiliki hubungan keeratan korelasi sedang dengan arah hubungan positif aritinya aktivitas lansia menurangi nyeri sendi.. Hasil ini menunjukkan bahwa semakain lansia melakukan aktivitas fisik maka resiko nyeri sendi semakin besar . lansia yang sudah mengalami nyeri sendi akan bertambah nyeri bila beraktivitas dikarnakan terjadinya gesekan antar tulang. Kata kunci: Aktivitas Fisik, Nyeri, lansi

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    No full text
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    PROSEDUR PEMERIKSAAN RADIOGRAFI SENDI LUTUT PADA KASUS OSTEOARTHRITIS DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD DR. R. SOEDJATI SOEMODIARDJO PURWODADI GROBOGAN

    No full text
    INTISARITeknik pemeriksaan radiografi sendi lutut pada kasus osteoarthritis menurut Ballinger (2016), proyeksi dasar yang digunakan yaitu proyeksi AP bilateral (weight bearing) dan proyeksi lateral (mediolateral). Akan tetapi di Instalasi Radiologi RSUD Dr. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi Grobogan hanya menggunakan proyeksi AP bilateral (weight bearing). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pemeriksaan radiografi sendi lutut pada kasus osteoarthritis dan mengetahui alasan menggunakan proyeksi AP bilateral (weight bearing) serta kelebihan dan kekurangan pada kasus osteoarthritis digunakan hanya proyeksi tersebut.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan data dilakukan pada bulan Februari-Mei tahun 2019 di Instalasi Radiologi RSUD Dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi Grobogan. Dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah 3 radiografer, 1 radiolog, dan 1 dokter pengirim. Data hasil observasi diolah dengan menggunakan koding terbuka. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemeriksaan radiografi sendi lutut pada kasus osteoarthritis di Instalasi Radiologi RSUD Dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi Grobogan menggunakan proyeksi AP bilateral (weight bearing) saja, kaset yang digunakan yaitu 35 x 35 cm. Alasan hanya dilakukan proyeksi tersebut karena dari proyeksi AP bilateral (weight bearing) sudah dapat menampakan penyempitan ruang sendi, mengetahui osteofit, kelurusan femur dan tibia untuk mengetahui valgus dan varus serta sudah memberikan hasil radiograf yang informatif. Selain sesuai dengan permintaan dokter pengirim juga dari segi dosis radiasi yang diterima oleh pasien menjadi berkurang, karena pemeriksaan dilakukan hanya menggunakan satu proyeksi

    Hubungan Fleksibilitas Sendi Tulang Belakang Terhadap Keberhasilan Jump Serve pada Eksrakurikuler Bola Voli di SMK Negeri 2 Lubuklinggau

    No full text
    Pelaksanaan pembelajaran bola voli, sangat didukung dengan sarana dan prasarana yang mewadai dan sudah cupu baik. Namun dalam pembelajaran masih banyak siswa yang belum memahami tentang peran fleksibilitas sendi tulang belakang terhadap keberhasilan jump serve pada ekstrakurikuler bola voli di SMK Negeri 2 Lubuklinggau.Hipotesis dalam penelitian ini terdapat hubungan fleksibilitas sendi tulang belakang terhadap keberhasilan jump serve pada ekstrakurikuler bola voli di SMK Negeri 2 Lubuklinggau. Penulis juga menggunakan 2 variabel, yaitu: variabel bebas (X) fleksibilitas sendi tulang belakang dan variabel (Y) jump serve. Populasi penelitian berjumlah 25 orang, di ambil dari keseluruhan sampel yang menggikuti ekstrakurikulet bola voli di SMK Negeri 2 Lubuklinggau. Metode yang di gunakan peneliti yaitu metode surve dengan tehnik korelasi. Dan tehnik pengumpulan data menggunakan sit and reach tes untuk mengetahui fleksibilitas sendi tulang belakang dan tes keterampilan jump serve untuk mengetahui hasil jump serve serta analisis data menggunakan rumus korelasi product moment. Kemudian hasilnya dikonsultasikan kedalam tabel interprestasi r untuk mengetahui tingkat hubungan antara fleksibilitas sendi tulang belkang terhadap hasil jump serve.Hasil analisis data penelitian didapatkan hasil perhitungan korelasi niali r adalah 0.0122 kemudian nilai r tersebut dikonsultasikan ke dalam tabel interprestasi r di dapat kan tingkat hubungan adalah rendah. Berarti hipotesis dari penelitian ini terdapat hubungan fleksibilitas sendi tulang belakang terhadap keberhasila jump serve pada ekstrekurikuler bola voli SMK Negeri 2 Lubuklinggau, dapat di terimaPelaksanaan pembelajaran bola voli, sangat didukung dengan sarana dan prasarana yang mewadai dan sudah cupu baik. Namun dalam pembelajaran masih banyak siswa yang belum memahami tentang peran fleksibilitas sendi tulang belakang terhadap keberhasilan jump serve pada ekstrakurikuler bola voli di SMK Negeri 2 Lubuklinggau.Hipotesis dalam penelitian ini terdapat hubungan fleksibilitas sendi tulang belakang terhadap keberhasilan jump serve pada ekstrakurikuler bola voli di SMK Negeri 2 Lubuklinggau. Penulis juga menggunakan 2 variabel, yaitu: variabel bebas (X) fleksibilitas sendi tulang belakang dan variabel (Y) jump serve. Populasi penelitian berjumlah 25 orang, di ambil dari keseluruhan sampel yang menggikuti ekstrakurikulet bola voli di SMK Negeri 2 Lubuklinggau. Metode yang di gunakan peneliti yaitu metode surve dengan tehnik korelasi. Dan tehnik pengumpulan data menggunakan sit and reach tes untuk mengetahui fleksibilitas sendi tulang belakang dan tes keterampilan jump serve untuk mengetahui hasil jump serve serta analisis data menggunakan rumus korelasi product moment. Kemudian hasilnya dikonsultasikan kedalam tabel interprestasi r untuk mengetahui tingkat hubungan antara fleksibilitas sendi tulang belkang terhadap hasil jump serve.Hasil analisis data penelitian didapatkan hasil perhitungan korelasi niali r adalah 0.0122 kemudian nilai r tersebut dikonsultasikan ke dalam tabel interprestasi r di dapat kan tingkat hubungan adalah rendah. Berarti hipotesis dari penelitian ini terdapat hubungan fleksibilitas sendi tulang belakang terhadap keberhasila jump serve pada ekstrekurikuler bola voli SMK Negeri 2 Lubuklinggau, dapat di terim

    Pengaruh Stretching Exercise Terhadap Penurunan Skala Nyeri Sendi Lutut Pada Pasien Osteoartrtis

    No full text
    Osteoartritis merupakan suatu penyakit sendi degeneratif yang terjadi karena proses inflamasi kronis pada sendi dan tulang sekitar sendi. Salah satu penatalaksanaan non Farmakologi yaitu dengan stretching exercise. Stretching Exercise dapat mengurangi nyeri sendi lutut dengan mengunakan tekhnik latihan gerakan tubuh baik secara aktif maupun pasif. Tujuan penelitian untuk mengetahui Pengaruh Stretching Exercise Terhadap Penurunan Skala Nyeri Sendi Lutut pada Pasien Osteoartritis. Jenis penelitian adalah pra eksperiment dengan pretest and postest one group design. Penelitian dilaksanakan Di Puskesmas Kota Selatan Kota Gorontalo. Populasi seluruh pasien Osteoartritis di Puskesmas Kota Selatan Kota Gorontalo dengan Jumlah sampel yang diperoleh dari tekhnik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh stretching exercise terhadap penurunan skala nyeri sendi lutut pada pasien Osteoartritis dengan p-value (0,000) α (0,05). Saran diharapkan agar terapi ini dapat diberikan dalam upaya pencegahan serta penanganan nyeri sendi lutut atau gangguan muskuloskeletal

    "Closing the R&D Gap, Evaluating the Sources of R&D Spending"

    No full text
    Both spending and tax policies have been implemented in the United States with the goal of stimulating private sector research and development (R&D). Karier questions whether current R&D policy, especially the research and experimentation tax credit, can contribute to closing the gap between nondefense expenditures on R&D in the United States and such expenditures in other countries, such as Japan and Germany. He also explores possible changes to our current R&D policy to make it more effective.

    Uma contribuição para o gerenciamento de metas de indicadores de continuidade de sistemas de distribuição de energia eléterica

    No full text
    Dissertação (mestrado) - Universidade Federal de Santa Catarina, Centro Tecnológico. Programa de Pós-Graduação em Engenharia Elétrica.O presente trabalho tem como objetivo utilizar metodologias consolidadas, de forma integrada, na área de confiabilidade em sistemas de distribuição de energia elétrica, visando contribuir para o gerenciamento e controle de metas de indicadores de continuidade, aplicado em um sistema real. Deste modo, emprega-se o método analítico de avaliação de confiabilidade preditiva em uma concessionária real, onde as características topológicas e operacionais da rede de distribuição e dos equipamentos, de 17 conjuntos de consumidores, são modeladas e simuladas, de acordo com as restrições do modelo e considerações realizadas, obtendo-se valores de indicadores de continuidade estimados. De posse da estimação é possível determinar conjuntos que poderão violar as metas estabelecidas. São realizados estudos de priorização, comparando diferentes técnicas, para avaliar alimentadores e causas de interrupção, apresentando um conjunto de informações importantes e necessárias para a tomada de decisão, com relação à manutenção do sistema

    HUBUNGAN ANTARA SUDUT SENDI HIP, KNEE, DAN ANKLE PADA SIT TO STAND DENGAN KESEIMBANGAN DINAMIK PENDERITA STROKE HEMIPLEGIK

    No full text
    Tujuan: untuk menentukan hubungan antara sudut sendi hip,knee dan ankle pada tungkai paretik pada Sit To Stand dengan keseimbangan dinamik subyek stroke hemiplegik. Desain: analitik observasional dengan cross sectional study Latar: Laboratorium Analisa Gait Departement Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi RSUD Dr. Soetomo Partisipan: Enam belas (n=16) pasien stroke hemiplegik serangan pertama dengan rentang usia 44-70 tahun (laki-laki=11;perempuan=5) Intervensi: tidak dilakukan Penilaian Keluaran: Sudut sendi Hip, Knee dan Ankle pada Sit To Stand dan Berg Balance Scale. Hasil: terdapat korelasi negatif yang signifikan antara sudut sendi knee pada tungkai paretik saat start (r=-0,625;p=0,01) dan pada saat peak (r=-0,557;p=0,025) dengan keseimbangan dinamik subyek stroke hemiplegik. Korelasi positif yang signifikan didapatkan juga antara sudut sendi ankle saat peak (r=0,540;r=0,031) denga keseimbangan dinamik subyek stroke hemiplegik. Kesimpulan: korelasi negatif antara sudut sendi lutut saat start dan peak menunjukkan bahwa semakin besar sudut fleksi lutut yang terbentuk maka keseimbangan dinamik subyek tersebut semakin tidak stabil dan korelasi positif yang yang terbentuk pada sendi ankle maka semakin besar sudut ankle maka keseimbangan dinamik subyek stroke hemiplegik semakin stabil

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    No full text
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    HUBUNGAN ANTARA KADAR TUMOR NECROSIS FACTOR-α DAN INTERLEUKIN-1 SERUM DENGAN KERUSAKAN SENDI PADA PASIEN OSTEOARTRITIS GENU

    No full text
    Pendahuluan : Osteoartritis (OA) merupakan artritis yang paling sering ditemukan dan prevalensi OA ini meningkat dengan bertambahnya usia. Sendi yang sering mengalami OA adalah sendi genu. Pemahaman tentang patogenesis OA tidak hanya dilihat sebagai penyakit degeneratif akibat keausan sendi saja, tetapi merupakan interaksi antara faktor mekanik, inflamasi, dan seluler yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan sendi. Inflamasi sudah berperan di awal perjalanan OA dan yang melibatkan berbagai mediator inflamasi terutama Tumor Necrosis Factor-α (TNF-α) dan Interleukin-1 (IL-1). Pemeriksaan radiologi foto polos sendi digunakan sebagai standar emas untuk diagnosis dan juga menilai progresivitas penyakit. Foto polos sendi dapat menilai perubahan struktur dan kerusakan sendi secara tidak lansung. Kelemahan penggunaan foto polos sendi ini hanya dapat menilai secara tidak lansung perubahan yang terjadi pada sendi dan bukan penilaian secara lansung proses inflamasi pada sendi tersebut. Penelitian ini akan menghubungkan antara proses inflamasi pada sendi yang dinilai dengan mengukur kadar mediator inflamasi utama berupa TNF-α dan IL-1 dengan kerusakan sendi yang dinilai dari foto polos sendi. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional yang dilaksanakan di Bagian Ilmu Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang selama 6 bulan. Sampel dipilih secara consecutive sampling sebanyak 46 orang pasien OA genu yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penilaian kerusakan sendi pada penelitian ini menggunakan derajat Kellgren-Lawrence (KL) dan lebar celah sendi dengan pemeriksaan radiologi foto polos sendi genu. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan kadar TNF-α dan IL-1 serum dengan teknik enzyme linked immunosorbent assay (ELISA) dan dilakukan analisis statistik. Hasil : Terdapat perbedaan yang bermakna antara kadar TNF-α dan IL-1 serum pada OA genu derajat KL 1-2 dengan derajat KL 3-4 (p<0,05). Terdapat korelasi negatif antara kadar TNF-α serum dengan lebar celah sendi (r=0,475; p<0,05) dan korelasi negatif antara kadar IL-1 serum dengan lebar celah sendi (r=0,48; p<0,05). Kesimpulan : Terdapat hubungan antara kadar TNF-α dan IL-1 serum dengan kerusakan sendi pada pasien OA genu yang dinilai dengan derajat KL dan lebar celah sendi
    corecore