10 research outputs found
Peningkatan Hasil Belajar Melalui Model Project Based Learning Dengan Eksperimen Gunung Berapi
Studi ini dimaksudkan untuk mengoptimalkan pencapaian akademik peserta didik kelas 6 SD Negeri 2 Joho pada mata pelajaran IPAS dengan materi Bumi Kita Terancam dengan mengimplementasikan pendekatan Project Based Learning (PjBL) dengan eksperimen gunung berapi. Dalam penelitian ini, diterapkan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dijalankan dalam dua siklus. Setiap siklus meliputi langkah-langkah sistematis mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, serta evaluasi, pembelajaran melalui metode Direct Learning, sedangkan pada siklus kedua ditambahkan dengan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dengan eksperimen gunung berapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai peserta didik meningkat dari 63,44 pada siklus pertama dengan tingkat ketuntasan 41,37% menjadi 77,58 pada siklus kedua dengan tingkat ketuntasan 82,73%. Penerapan model pembelajaran pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dengan eksperimen gunung berapi berhasil memicu semangat dan keterlibatan peserta didik dalam kegiatan belajar. dapat membangun lingkungan belajar yang nyaman dan mendorong komunikasi antar peserta didik. Jadi, model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dengan eksperimen gunung berapi terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik dan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran
Pengaruh pemberian konseling apoteker terhadap hasil terapi dan kuailtas hidup pasien DM tipe 2 di Poliklinik penyakit dalam RSUD Serang
Pelatihan Kewirausahaan Sosial bagi Perempuan Kepala Keluarga: Strategi Peningkatan Ketahanan Ekonomi Keluarga
Female heads of households (PEKKA) often face complex socio-economic challenges, particularly in maintaining family economic resilience. This situation is exacerbated by limited access to entrepreneurship education and low economic literacy among women at the grassroots level. Social entrepreneurship training is seen as an effective strategy to empower PEKKA to become agents of change in their communities while simultaneously improving family welfare. This community service activity aims to provide mentoring and training in social entrepreneurship based on local potential, strengthening managerial capacity, and developing business networks. Zimmerman's empowerment theory and Dees' (2001) social entrepreneurship approach serve as the primary theoretical foundations for this activity. The implementation method uses a participatory training model through an andragogical approach, with evaluation using pre-posttests and in-depth interviews. The training results showed significant improvements in understanding the concept of social entrepreneurship, strengthened entrepreneurial motivation, and the ability to develop community-based business plans. The conclusion of this activity confirms that social entrepreneurship training has a significant contribution to family economic resilience and opens up opportunities for cross-sector collaboration to support an inclusive, community-based economy.Perempuan kepala keluarga (PEKKA) kerap menghadapi tantangan sosial-ekonomi yang kompleks, terutama dalam mempertahankan ketahanan ekonomi keluarga. Kondisi ini diperparah oleh terbatasnya akses terhadap pendidikan kewirausahaan dan rendahnya literasi ekonomi perempuan di tingkat akar rumput. Pelatihan kewirausahaan sosial dipandang sebagai salah satu strategi yang efektif untuk memberdayakan PEKKA agar mampu menjadi agen perubahan dalam komunitasnya sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dan pelatihan kewirausahaan sosial yang berbasis pada potensi lokal, penguatan kapasitas manajerial, dan pengembangan jejaring usaha. Teori pemberdayaan (empowerment theory) dari Zimmerman dan pendekatan kewirausahaan sosial menurut Dees (2001) menjadi landasan teoretis utama kegiatan ini. Metode pelaksanaan menggunakan model pelatihan partisipatif melalui pendekatan andragogi dengan evaluasi menggunakan instrumen pre-post test dan wawancara mendalam. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep kewirausahaan sosial, penguatan motivasi berwirausaha, serta kemampuan mengembangkan rencana bisnis berbasis komunitas. Kesimpulan dari kegiatan ini menegaskan bahwa pelatihan kewirausahaan sosial memiliki kontribusi nyata terhadap ketahanan ekonomi keluarga dan membuka peluang kolaborasi lintas sektor dalam mendukung ekonomi inklusif berbasis komunitas
RENCANA PENGEMBANGAN JALUR INTERPRETASI DI KAWASAN PULAU PEUCANG TAMAN NASIONAL UJUNG KULON
Jalur Interpretasi adalah suatu rute yang dibuat untuk menjarakkan pengunjung ke tempat-tempat objek interpretasi dan dijelaskan kepada pengunjung baik oleh pemandu atau dengan tanda-tanda Interpretasi. Jalur Interpretasi kawasan wisata alam Pulau Peucang sudah ada namun masih butuh pengembangan, dengan adanya pengembangan jalur Interpretasi di kawasan Pulau Peucang di harapkan dapat menjadi sarana informasi dan belajar bagi pengunjung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi rencana pengembangan jalur interpretasi di Kawasan Wisata Taman Nasional Ujung Kulon dan membuat program interpretasi di jalur interpretasi di Kawasan Wisata Alam Pulau Peucang. Metode pengambilan data yang dilakukan pada penelitian ini terdiri atas observasi lapangan, wawancara, kepustakaan, dan dokumentasi. Pengelolaan data hasil penelitian yaitu dengan menggunakan analisis dekskriptif. Pengolahan data yang digunakan dalam membuat peta perencanaan jalur interpretasi dengan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian ini adalah bentuk pengembangan jalur interpretasi karang copong di wisata alam pulau peucang yang dibuat antara lain berupa pembuatan papan interpretasi, pembangunan fasilitas wisata alam dan pengembangan jalur evakuasi. Rencana program yang dibuat berupa program interpretasi dengan tema “Mengamati Kehidupan Alam Liar”. Program ini merupakan paket perjalanan wisata yang dilakukan selama 2 hari 1 malam
Efek Fraksi protein sejenis rip (Ribosome-Inactivating Protein) yang diisolasi dari akar Mirabilis Jalapa L. terhadapproses kematian kultur sel Hela dan Raji
ABSTRACT:
Akar tanaman Mirabilis jalapa L. diketahui mengandung protein sejenis ribo-soine-inactivating protein (RIP) yang memiliki aktivitas RNA N-glikosidase yang dapat menghambat sintesis protein. Fraksi protein tanaman ini dilaporkan bersifat sitotoksik terhadap sel HeLa pada waktu inkubasi 24 jam, namun mekanisme kematian sel tersebut belum diketahui, apakah melalui apoptosis, nekrosis, atau mekanisme lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme kematian yang disebabkan oleh fraksi protein yang diisolasi dari akar Mirabilis jalapa L. pada kultur sel HeLa dan Raji sebagai representatif sel kanker yang berbeda.
Uji sitotosik dilakukan dengan perhitungan langsung dan LCM dihitung dengan metode probit. Uji apoptosis dilakukan dengan melihat fragmentasi DNA dengan elektroforesis gel agarose.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi protein akar Mirabilis jalapa L. bersifat sitotoksik terhadap sel HeLa (LC^ : 0,091 mg/ml) dan relatif kurang toksik terhadap sel Raji (LC^: 24,67 mg/ml) pada waktu inkubasi 48 jam. Selain itu, diperoleh hasil bahwa kematian sel HeLa yang disebabkan oleh fraksi protein akar tumbuhan tersebut adalah melalui induksi apoptosis, sedangkan pada sel Raji disebabkan oleh mekanisme bukan apoptosis, yang diduga adalah nekrosis.
Kata kunci: Fraksi protein, akar, Mirabilis jalapaL., apoptosis, sel HeLa, sel Raj
Analisa Pengaruh Variasi Media Pendingin Pada Proses HeatTreatment Metode Hardening-Tempering Material Baja S45C Terhadap Sifat Mekanik dan Struktur Mikro
In Our life, we always life with any tools and technology for improve our life. We can find many tools and other technolgy are made from metal. Of course, we need metals which have a characteristic for improve that inquiry, for example in terms of hardness in metal. Metal hardness can be increased in several ways. One of them is the hardening process. This process is a process of heat treatment of metal by heating and then cooling it to a certain temperature. In the traditional market, a lot of shredded coconut water is not used and can be used as a cooling medium in the hardening process. Therefore, the author will use the results of this wate shredded coconut water as a cooling medium for the hardening process. Researchers examined the effect of variations in heat treatment process cooling media on mechanical properties and microstructure with three variations of coolant. temperature 865 â°C for hardening process and 465 C for tempering process. research activities include hardness and micro structure testing. The results showed that the hardening process salt water cooling medium had the highest hardness value of 275.6Hv while the lowest hardness was obtained in the coconut water cooling medium which had carried out the tempering process with a hardness of 219.3Hv. This is influenced by SOQ (Severity Of Quenching) or what is called the ability of the cooling media, for salt water the value is 5.0 for SOQ and for coconut water below 2.055. Meanwhile, for the microstructure, it can be seen that the hardening process brine cooling medium has a finer structure than the other cooling specimens. Meanwhile, in the tempering process, martensite turned into finer ferrite cementite with a hardness of 269.3H
Hubungan Tingkat Stres Terhadap Perubahan Hemodinamik Pada Pasien Gagal Jantung
Objective: Heart failure is the number one cause of death from non-communicable diseases every year, which is caused by impaired heart and blood vessel function. In Indonesia, the prevalence continues to increase every year. One of the psychological factors for morbidity and mortality in heart failure patients is stress. High levels of stress have a negative impact on the development of heart failure.
Methods: The purpose of this study was to determine the relationship between stress levels and hemodynamics in heart failure patients. This type of research is quantitative descriptive, using a cross-sectional data collection method. The number of respondents was 109 respondents in the heart polyclinic of Bangil Hospital using a purposive sampling technique. The research instrument used a questionnaire, PSS (Perceived Stress Scale) to measure stress levels and hemodynamic status measured including blood pressure, respiration. The hemodynamic instrument uses observations of blood pressure results using an automatic digital omron device and patient respiration by observing the condition and symmetry of respiratory movements. Data analysis used chi-square.
Results: The results showed that heart failure patients experienced moderate stress levels of 78.9% and grade 1 hypertension blood pressure of 44.8%. In addition, heart failure patients experienced moderate stress levels and normal pulses of 95.4%.
Conclusion: The conclusion of this study is that stress levels are related to blood pressure and pulse in heart failure patients.Tujuan: Gagal jantung merupakan penyebab kematian nomor satu akibat penyakit tidak menular setiap tahunnya, yang disebabkan oleh gangguan fungsi jantung dan pembuluh darah. Di Indonesia, prevalensinya terus meningkat setiap tahunnya. Salah satu faktor psikologis penyebab morbiditas dan mortalitas pada pasien gagal jantung adalah stres. Tingkat stres yang tinggi berdampak buruk terhadap perkembangan gagal jantung.
Metode: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan hemodinamik pada pasien gagal jantung. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan metode pengumpulan data cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 109 responden di poliklinik jantung RSUD Bangil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, PSS (Perceived Stress Scale) untuk mengukur tingkat stres dan status hemodinamik yang diukur meliputi tekanan darah, respirasi. Instrumen hemodinamik menggunakan pengamatan hasil tekanan darah menggunakan alat omron digital otomatis dan respirasi pasien dengan mengamati kondisi dan simetri gerakan pernapasan. Analisis data menggunakan chi-square.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien gagal jantung mengalami tingkat stres sedang sebesar 78,9% dan tekanan darah hipertensi derajat 1 sebesar 44,8%. Selain itu, pasien gagal jantung mengalami tingkat stres sedang dan denyut nadi normal sebesar 95,4%.
Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat stres berhubungan dengan tekanan darah dan denyut nadi pada pasien gagal jantung.
 
Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) Learning on Student’s Science Process Skills and Science Attitudes
Asuhan Masa Nifas: Pendekatan Terpadu Berbasis Ilmu dan Bukti
Buku Asuhan Masa Nifas: Pendekatan Terpadu Berbasis Ilmu dan Bukti disusun untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai perawatan ibu setelah melahirkan. Masa nifas merupakan periode yang sangat penting karena ibu membutuhkan perhatian khusus, baik dari sisi fisik, psikologis, maupun dukungan sosial.
Di dalam buku ini dijelaskan secara praktis tentang pemantauan kesehatan ibu, perawatan luka, manajemen laktasi, pemulihan energi, serta peran keluarga dalam mendukung kesejahteraan ibu nifas. Selain itu, buku ini menyoroti pentingnya asuhan yang terintegrasi, sehingga setiap aspek kebutuhan ibu dapat terpenuhi dengan baik.
Buku ini disebarluaskan secara luas agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum, keluarga, tenaga pendamping, maupun komunitas yang peduli terhadap kesehatan ibu, sehingga pemahaman mengenai asuhan masa nifas dapat diterapkan dengan lebih mudah, tepat, dan penuh empati
LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK LAPANGAN TERBIMBING (PLT)
Magang III terintegrasi dengan mata kuliah Praktik Lapangan Terbimbing
(PLT) mempunyai kegiatan yang terkait dengan pembelajaran maupun kegiatan yang
mendukung berlangsungnya pembelajaran. Mata kuliah PLT diharapkan dapat
memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa, terutama dalam hal pengalaman
mengajar, memperluas wawasan, pelatihan dan pengembangan kompetensi yang
diperlukan dalam bidangnya, peningkatan keterampilan, kemandirian, tanggung
jawab, dan kemampuan dalam memecahkan masalah.
Secara umum, pelaksanaan PLT meliputi empat tahapan yaitu tahap
persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan penyusunan laporan. Tahapan pelaksanaan PLT
meliputi tahap pembekalan, penerjunan, dan praktik mengajar. Pelaksanaan program
PLT dimulai dari tanggal 15 September 2017 sampai dengan 15 November 2017
yang diisi dengan observasi kelas dan lembaga, konsultasi, pembuatan Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran, pembuatan materi ajar dan media pembelajaran, praktik
mengajar, dan evaluasi. Dalam praktik mengajar, kelas yang diampu adalah kelas X
Teknik Pemesinan 1 dan X Teknik Pemesinan 2. Mata pelajaran yang diampu adalah
teknologi mekanik dan praktik kerja bangku.
Penyelenggaraan PLT untuk mendukung pengembangan kompetensi
mahasiswa sebagai calon guru atau tenaga pendidik. Melalui program ini, praktikan
diharapkan memiliki keterampilan dalam mengelola kelas sehingga kegiatan
pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan lulusan yang
berkompeten. Pelaksanaan PLT di SMK Muhammadiyah 1 Bantul ini juga
diharapkan dapat menjadi salah satu fungsi kehumasan mahasiswa sehingga sekolah
dapat menjadi mitra Universitas Negeri Yogyakarta untuk melaksanakan PLT tahun berikutnya
