36 research outputs found

    Hubungan Kecerdasan Emosi Dan Self-Esteem Dengan Perilaku Verbal Abuse Pada Guru

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosi dan self-esteem dengan perilaku verbal abuse pada guru. Instrumen pengumpulan data yang digunakan untuk mengukur kecerdasan emosi, self-esteem dan verbal abuse adalah skala Likert. Kecerdasan emosi diukur berdasarkan aspek-aspek kecerdasan emosi yaitu mengenali emosi, mengelola emosi, motivasi diri, empati, keterampilan sosial, pada self-esteem diukur berdasarkan aspek-aspek harga diri yaitu kekuatan, keberanian dan kebajikan, pada verbal abuse diukur berdasarkan bentuk-bentuk verbal abuse yaitu mengucapkan kata-kata kasar, memfitnah, mengancam, menakut-nakuti, menghina, membesar-besarkan kesalahan orang lain. Populasi dan sampel penelitian ini ada 33 orang. Analisis data yang digunakan adalah Analisis Regresi Dua Prediktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan negatif antara kecerdasan emosi dan self-esteem dengan perilaku verbal abuse dengan koefisien R = -0.482 dengan p = 0.019 berarti (p < 0.05). Artinya ada hubungan negatif antara kecerdasan emosi dan self-esteem dengan perilaku verbal abuse pada guru, dinyatakan diterim

    Hubungan Kecerdasan Emosi dengan Perilaku Verbal Abuse Pada Guru

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis hubungan kecerdasan emosi dengan perilaku verbal abuse pada guru. Instrumen pengumpulan data yang digunakan untuk mengukur kecerdasan emosi dan verbal abuse adalah skala Likert. Kecerdasan emosi diukur berdasarkan aspek-aspek kecerdasan emosi yaitu mengenali emosi, mengelola emosi, memotivasi diri, mengenali emosi orang lain (berempati), membina hubungan baik dengan orang lain, pada verbal abuse diukur berdasarkan bentuk-bentuk dari verbal abuse yaitu mengucapkan kata-kata kasar, memfitnah, mengancam, menakut-nakuti, menghina, membesar-besarkan kesalahan orang lain. Populasi penelitian dan sampel penelitian ini ada 33 responden dengan kriteria sesuai tujuan penelitian. Analisis data yang digunakan adalah Analisis Regresi Linier Sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan negatif antara kecerdasan emosi dengan perilaku verbal abuse pada koefisien Rxy = -0.434 dan p = 0.006 berarti (p &lt; 0.05), hal ini berarti semakin rendah kecerdasan emosi maka semakin tinggi perilaku verbal abuse pada guru, sehingga terlihat ada hubungan negatif antara kedua variabel tersebut

    Hubungan Konsep Diri Dengan Kepercayaan Diri Pada Siswa SMK Melati Perbaungan Tahun Ajaran 2021/2022

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui secara empiris hubungan antara konsep diri dengan kepercayaan diri siswa SMK Melati Perbaungan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data random sampling yang berjumlah 30 sampel. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala likert, dimana ada dua skala yang digunakan yaitu skala konsep diri dan skala kepercayaan diri. Hipotesis penelitian bahwa ada hubungan yang siknifikan antara konsep diri dengan kepercayaan diri menggunakan statistik teknik korelasi product moment. Hasil analisis penelitian menggunakan data statistik menunjukan&nbsp; hasil korelasi yang diperoleh dari perhitungan korelasi product moment (r hitung = 0,991 &gt; r tabel =0,361. Data penelitian ini juga menunjukan bahwa linearitas r hitung &gt; r tabel (0,994&gt; 0,361). Dengan demikian kedua variabel mempunyai hubungan yang signifikan antara variabel X dan variabel Y, yaitu terdapat hubungan antara konsep diri terhadap kepercayaan diri siswa di SMK Melati&nbsp; Perbaungan.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp

    PENGARUH GENDER TERHADAP INTERAKSI SOSIAL DALAM PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK SISWA SMP

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gender terhadap interaksi sosial dalam pelaksanaan layanan bimbingan kelompok pada siswa sekolah menengah pertama. Instrumen pengumpulan data yang digunakan untuk mengukur gender dan interaksi sosial adalah skala Likert. Gender diukur berdasarkan tipe gender yaitu maskulin, feminin dan androgini, pada interaksi sosial diukur berdasarkan syarat-syarat terjadinya interaksi yaitu kontak sosial dan komunikasi. Populasi dan sampel penelitian ini ada 78 orang. Analisis data yang digunakan adalah Regresi Linier Sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gender berpengaruh positif terhadap interaksi sosial sebesar 0,226. Dan R Square sebesar 0,040, ini menunjukkan bahwa gender berpengaruh terhadap interaksi sosial dengan kontribusi sebesar 4%. Uji hipotesis diperoleh nilai signifikan (sig) sebesar 0,077 yang lebih besar dari probabilitas 0,05 sehingga diambil keputusan untuk menerima H0 atau koefisien regresi yang diperoleh pada persamaan regresi dinyatakan tidak signifikan, berarti tidak terdapat pengaruh gender terhadap interaksi sosial dalam pelaksanaan layanan bimbingan kelompok pada siswa SMP

    ANALISIS PEMBELAJARAN SENI TARI DALAM PENGEMBANGAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK

    Full text link
    Pelaksanaan pembelajaran Seni Tari diharapkan dapat mengembangkan keterampilan dan digunakan sebagai wadah pengembangan kreativitas yang dimiliki peserta didik. Pendidik diharapkan dapat mengembangkan kreativitas peserta didik, maka dari itu pendidik juga harus berpikiran kreatif pula dalam mengembangkan pembelajaran yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran Seni Tari dalam pengembangan kreativitas peserta didik di SMA Al-Manar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan cara pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data di lapangan, reduksi data, penyajian data, serta kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pembelajaran seni tari dapat meningkatkan kreativitas. Pengembangan kreativitas dapat dilakukan dengan menciptakan karya tari yang dilakukan dalam 4 tahapan yaitu mencari ide, eksplorasi, penyusunan dan penyajian. Evaluasi pembelajaran menggunakan instrumen penilaian dan indikator kreativitas. Instrumen penilaian menggunakan 3 bentuk yaitu penilaian unjuk kerja, penugasan dan tertulis. Dengan demikian pembentukan Kelas Seni telah memberikan kontribusi dan peranan yang besar dalam mendukung bakat siswa dan memberikan wadah untuk menyalurkan bakat kreatif

    Hubungan Pola Asuh Demokratis Orang Tua dengan Regulasi Emosi Siswa Kelas X SMAN 1 Lubuk Pakam Tahun Ajaran 2024/2025

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh demokratis orang tua dengan regulasi emosi pada siswa kelas X SMAN 1 Lubuk Pakam Tahun Ajaran 2024/2025. Pola asuh demokratis diyakini dapat membentuk individu yang bertanggung jawab dan memiliki kemampuan regulasi emosi yang baik, melalui komunikasi dua arah, pemberian kebebasan yang disertai tanggung jawab, serta kedekatan emosional antara orang tua dan anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel berjumlah 40 siswa yang dipilih dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria yaitu siswa SMAN 1 Lubuk Pakam dan Siswa yang orang tuanya menerapkan pola asuh demokratis. Instrumen yang digunakan adalah angket pola asuh demokratis dan regulasi emosi, yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan teknik korelasi Pearson Product Moment menggunakan bantuan program SPSS. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh demokratis orang tua dengan regulasi emosi siswa, dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,408 dan nilai signifikansi p = 0,009 (p &lt; 0,05), yang menunjukkan tingkat hubungan sedang. Adapun nilai koefisien determinasi sebesar R² = 0,166, yang artinya 16% regulasi emosi dipengaruhi oleh pola asuh demokratis orang tua. Sementara 84% regulasi emosi dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu, usia, jenis kelamin, motivasi, norma dan budaya. Penelitian ini memberikan implikasi penting dalam pengembangan peran orang tua dan sekolah dalam mendukung perkembangan emosi siswa

    HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN EFIKASI DIRI MAHASISWA UMN AL-WASHLIYAH SEBAGAI CALON GURU BK

    Full text link
    The purpose of this study is to determine whether peer social support is related to self-efficacy among BK UMN Al-Washliyah students who are preparing to become teachers. A total of 32 active students were selected as samples for this study. Data analysis was conducted using Pearson's correlation, while data was collected using a Likert scale. The results of the study found that peer social support was significantly associated with students' self-efficacy (r=0.463 and p&lt;0.05). These findings confirm that a supportive social environment, particularly in the form of peer support, plays a role in shaping students' self-confidence, motivation, and professional readiness, and contributes to the design of guidance and counselling programmes that pay greater attention to students' social aspects

    Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Problem Solving Terhadap Kemandirian Belajar Siswa Kelas X MAN 2 Deli Serdang Tahun Ajaran 2024/2025

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh layanan bimbingan kelompok teknik pemecahan masalah dalam meningkatkan kemandirian belajar siswa kelas X-12 MAN 2 Deli Serdang Tahun Ajaran 2024/2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian pra eksperimen dengan desain one group pretest-posttest design. Popolasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MAN 2 Deli Serdang yang berjumlah 432 siswa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 10 siswa yang diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan angket kemandirian belajar yang berjumlah 35 butir pernyataan yang telah valid dan reliabel. Angket diberikan sebelum dan setelah pelaksanaan layanan bimbingan kelompok teknik pemecahan masalah. Data dianalisis dengan menggunakan uji Paired Sample T-Test untuk melihat apakah ada pengaruh signifikan pemberian bimbingan kelompok teknik pemecahan masalah terhadap belajar kemandirian siswa. Data hasil perhitungan menggunakan uji Paired Sample T-Test diperoleh sebesar 0,000 &lt; 0,05. Berdasarkan interpretasi indeks korelasi product moment maka hasil perhitungan tersebut menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara variabel kemandirian belajar sebelum diberikan perlakuan berupa layanan bimbingan kelompok teknik pemecahan masalah dengan setelah diberikan layanan bimbingan kelompok teknik pemecahan masalah. Hal ini menunjukkan terdapat pengaruh yang berarti dari pemberian layanan bimbingan kelompok teknik pemecahan masalah terhadap kemandirian belajar siswa kelas X-12 MAN 2 Deli Serdang Tahun Ajaran 2024/2025. &nbsp

    ULIKAN STRUKTURALISME JEUNG PSIKOLOGI SASTRA KANA KAPRIBADIAN PALAKU DINA NOVEL LAIN ÉTA KARYA MOH. AMBRI

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur cerita, psikologi sastra, dan kritik kepribadian tokoh dalam sudut pandang psikologi sastra yang terdapat dalam novel Lain Éta karya Moh. Ambri. Dalam menganalisis aspek kepribadian tokoh menggunakan psikologi sastra pendekatan psikoanalisis tiori Sigmund Freud, unsur struktural tiori Robert Stanton dan kritik kepribadian tokoh berdasarkan sudut pandang psikologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah novel Lain Éta karya Moh. Ambri. Adapun tehnik dalam mengumpulkan data yaitu tehnik telaah pustaka dan tehnik studi dokumentasi, sedangkan tehnik mengolah data yaitu tehnik analisis langsung. Hasil dari penelitian ini adalah mendeskripsikan struktur cerita yang meliputi tema, fakta cerita (alur, tokoh dan penokohan, dan latar), sarana cerita (judul, sudut pandang, gaya bahasa). Tema dalam novel Lain Éta yaitu percintaan; dengan menggunakan alur maju; tokoh dalam novel terdapat 13, tokoh utama dan tokoh tambahan; pengarang menggunakan tehnik ekspositori dalam penokohan; latar tempat di Cianjur dengan latar waktu siang dan malam, serta menggambarkan perbedaan kasta dalam latar sosial; sudut pandang yang digunakan yaitu orang ketiga serba tau; gaya bahasa yang digunakan oleh pengarang yaitu hiperbola, metonimia, perumpamaan, babasan dan paribasa, dan sisindiran. Setiap tokoh mempunyai aspek kepribadian yang berbeda. Apek kepribadian tokoh yang lebih menonjol adalah aspek kepribadian id. Berdasarkan sudut pandang psikologi kepribadian tokoh tidak memuaskan, tokoh utama mengalami perubahan kepribadian, serta tokoh lainnya lebih sering menggambarkan dorongan-dorongan naluri, sering dikendalikan oleh prinsip kesenangan diri.-- The aims of this research is to describe the structure of the story, psychology, and critics of Characters in point of view of the novel Lain Éta by Moh. Ambri.. In analyzing the personality aspects of the character using literary psychology, psychoanalytic approach to the theory of Sigmund Freud, the structural element of Robert Stanton's theory and the criticism of personality figures based on a psychological point of view. This research used the qualitative approach, using the descriptive method of analysis. The main data sources in this study is novel Lain Éta by Moh. Ambri. As for the technique in collecting data i.e. technical review of the literature and technical documentation studies, while technical analysis techniques, namely data processing directly. The results of this research are; the structure of a story that includes a theme, the fact the story (plot, characters and characterizations, and background), means the story (title, point of view, the style of the language). The themes in the novel Lain Éta is romance; using the plot forward; a character in the novel, there are 13 main characters and additional figures; the author uses the method ekspositori in characterizations; setting a place in Cianjur on the time of day and night, as well as illustrate the difference of caste in the social background; point of view used i.e. tau paced third person; the style of language used by the author that is Hyperbola, metonimia, perumpamaan, babasan and paribasa, and sisindiran. Each character has a different personality facets. Musty a more prominent character personality is a personality aspect ID. Based on the viewpoint of the psychology of personality character doesn't satisfy, the main character undergoes a personality change, as well as the other characters more often describe the nudge-nudge instinct, often controlled by the principle of self pleasure

    KAJIAN STRUKTURALISME DAN PSIKOLOGI SASTRA PADA KEPRIBADIAN TOKOH DALAM NOVEL LAIN ETA KARYA MOH. AMBRI1

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur cerita, psikologi sastra, dan kritik kepribadian tokoh dalam sudut pandang psikologi sastra yang terdapat dalam novel Lain Éta karya Moh. Ambri. Dalam menganalisis aspek kepribadian tokoh menggunakan psikologi sastra pendekatan psikoanalisis tiori Sigmund Freud, unsur struktural tiori Robert Stanton dan kritik kepribadian tokoh berdasarkan sudut pandang psikologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah novel Lain Éta karya Moh. Ambri. Adapun tehnik dalam mengumpulkan data yaitu tehnik telaah pustaka dan tehnik studi dokumentasi, sedangkan tehnik mengolah data yaitu tehnik analisis langsung. Hasil dari penelitian ini adalah mendeskripsikan struktur cerita yang meliputi tema, fakta cerita (alur, tokoh dan penokohan, dan latar), sarana cerita (judul, sudut pandang, gaya bahasa). Tema dalam novel Lain Éta yaitu percintaan; dengan menggunakan alur maju; tokoh dalam novel terdapat 13, tokoh utama dan tokoh tambahan; pengarang menggunakan tehnik ekspositori dalam penokohan; latar tempat di Cianjur dengan latar waktu siang dan malam, serta menggambarkan perbedaan kasta dalam latar sosial; sudut pandang yang digunakan yaitu orang ketiga serba tau; gaya bahasa yang digunakan oleh pengarang yaitu hiperbola, metonimia, perumpamaan, babasan dan paribasa, dan sisindiran. Setiap tokoh mempunyai aspek kepribadian yang berbeda. Apek kepribadian tokoh yang lebih menonjol adalah aspek kepribadian id. Berdasarkan sudut pandang psikologi kepribadian tokoh tidak memuaskan, tokoh utama mengalami perubahan kepribadian, serta tokoh lainnya lebih sering menggambarkan dorongan-dorongan naluri, sering dikendalikan oleh prinsip kesenangan diri. -----The aims of this research is to describe the structure of the story, psychology, and critics of Characters in point of view of the novel Lain Éta by Moh. Ambri.. In analyzing the personality aspects of the character using literary psychology, psychoanalytic approach to the theory of Sigmund Freud, the structural element of Robert Stanton's theory and the criticism of personality figures based on a psychological point of view. This research used the qualitative approach, using the descriptive method of analysis. The main data sources in this study is novel Lain Éta by Moh. Ambri. As for the technique in collecting data i.e. technical review of the literature and technical documentation studies, while technical analysis techniques, namely data processing directly. The results of this research are; the structure of a story that includes a theme, the fact the story (plot, characters and characterizations, and background), means the story (title, point of view, the style of the language). The themes in the novel Lain Éta is romance; using the plot forward; a character in the novel, there are 13 main characters and additional figures; the author uses the method ekspositori in characterizations; setting a place in Cianjur on the time of day and night, as well as illustrate the difference of caste in the social background; point of view used i.e. tau paced third person; the style of language used by the author that is Hyperbola, metonimia, perumpamaan, babasan and paribasa, and sisindiran. Each character has a different personality facets. Musty a more prominent character personality is a personality aspect ID. Based on the viewpoint of the psychology of personality character doesn't satisfy, the main character undergoes a personality change, as well as the other characters more often describe the nudge-nudge instinct, often controlled by the principle of self pleasure
    corecore