E-Jurnal UMNAW (Universitas Muslim Nusantara Al Washliya)
Not a member yet
    2157 research outputs found

    TANTANGAN DALAM PENGIMPLEMENTASIAN KURIKULUM MERDEKA DI JENJANG SEKOLAH MENENGAH ATAS

    Full text link
    The implementation of the Merdeka Curriculum in Senior High Schools aims to provide flexibility to schools and teachers in developing more contextual, project-based learning and strengthening student character and competence. This research aims to identify the main challenges in implementing the Independent Curriculum, especially in the aspects of teacher readiness, availability of facilities and infrastructure, and policy support. This research uses a qualitative approach with a case study method. Data was collected through in-depth interviews with teachers, school principals, and education staff, observation of the learning process, and analysis of related documents. Thematic analysis was used to identify patterns in the informants' experiences regarding curriculum implementation. The research results show that the main obstacles in implementing the Independent Curriculum include a lack of adequate training for teachers, limited supporting infrastructure, and high administrative burdens. In addition, the gap in readiness between schools with adequate and limited resources further widens disparities in the implementation of this curriculum. Even though the government has provided supporting platforms such as Merdeka Mengajar, their use is still limited due to lack of access and ongoing training. In conclusion, the implementation of the Independent Curriculum still faces various challenges that need to be overcome through improving the quality of training, providing supporting facilities, and simplifying administrative burdens. Synergy is needed between the government, schools and teaching staff so that the Independent Curriculum can be implemented effectively and evenly in all high schools in Indonesia.Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Menengah Atas (SMA) bertujuan untuk memberikan fleksibilitas kepada sekolah dan guru dalam menyusun pembelajaran yang lebih kontekstual, berbasis proyek, serta memperkuat karakter dan kompetensi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan utama dalam penerapan Kurikulum Merdeka, terutama dalam aspek kesiapan guru, ketersediaan sarana dan prasarana, serta dukungan kebijakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru, kepala sekolah, serta tenaga kependidikan, observasi proses pembelajaran, dan analisis dokumen terkait. Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi pola dalam pengalaman para informan terkait implementasi kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala utama dalam penerapan Kurikulum Merdeka meliputi kurangnya pelatihan yang memadai bagi guru, keterbatasan infrastruktur pendukung, serta beban administrasi yang tinggi. Selain itu, kesenjangan kesiapan antara sekolah dengan sumber daya yang memadai dan yang terbatas semakin memperlebar disparitas dalam implementasi kurikulum ini. Meskipun pemerintah telah menyediakan platform pendukung seperti Merdeka Mengajar, pemanfaatannya masih terbatas akibat minimnya akses dan pelatihan berkelanjutan. Kesimpulannya, implementasi Kurikulum Merdeka masih menghadapi berbagai tantangan yang perlu diatasi melalui peningkatan kualitas pelatihan, penyediaan sarana pendukung, serta penyederhanaan beban administratif. Diperlukan sinergi antara pemerintah, sekolah, dan tenaga pendidik agar Kurikulum Merdeka dapat diterapkan secara efektif dan merata di seluruh SMA di Indonesia

    PENDEKATAN DEEP LEARNING DALAM PENDIDIKAN: STRATEGI MEMPERKUAT IDENTITAS BUDAYA

    Full text link
    Cultural identity is the distinctive characteristics, values, and collective expressions that distinguish a group of people. However, globalization has not only facilitated the exchange of information but also eroded the boundaries of cultural identity. History lessons, which should be a bulwark of cultural identity, are instead considered boring by students. Therefore, this study aims to analyze the strategy of a deep learning approach in high school history teaching to strengthen cultural identity. This study employed library methods with a descriptive, qualitative approach, utilizing both primary and secondary data sources. The results show that the deep learning approach in history teaching emphasizes the principles of mindful, meaningful, and enjoyable learning experiences. By integrating the eight dimensions of the graduate profile, this approach yields a comprehensive learning framework that aligns with current demands. One of the primary strategies for implementing deep learning is through problem-based projects and the use of technology, which encourage students to engage in solving real-life problems. This approach not only encourages students to memorize historical facts but also to understand, apply, and reflect on historical knowledge in their daily lives. Overall, deep learning in history teaching at the high school level has great potential to strengthen cultural identity.Identitas budaya merupakan ciri khas, nilai, dan ekspresi kolektif yang membedakan suatu kelompok masyarakat. Tetapi, globalisasi membawa pengaruh yang tidak hanya membuka arus pertukaran informasi, tetapi juga mengikis batas-batas identitas budaya. Pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi benteng pertahanan identitas budaya justru dianggap membosankan oleh murid. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pendekatan deep learning dalam pembelajaran sejarah di SMA untuk memperkuat identitas budaya. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif, serta memanfaatkan data primer dan sekunder. Hasil menunjukan, bahwa pendekatan deep learning dalam pembelajaran sejarah menekankan prinsip pembelajaran yang penuh kesadaran, bermakna, dan menyenangkan. Dengan mengintegrasikan delapan dimensi profil lulusan, pendekatan ini menghasilkan kerangka pembelajaran yang menyeluruh dan sesuai dengan tuntutan zaman. Salah satu strategi utama dalam penerapan deep learning adalah melalui proyek berbasis masalah dan pemanfaatan teknologi, yang mengajak siswa untuk terlibat dalam pemecahan masalah nyata. Pendekatan ini tidak hanya mendorong siswa untuk menghafal fakta sejarah, tetapi juga untuk memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan pengetahuan sejarah dalam kehidupan sehari-hari mereka. Secara keseluruhan, deep learning dalam pembelajaran sejarah di tingkat SMA memiliki potensi besar untuk memperkuat identitas budaya

    ANALISIS NILAI RELIGIUS DALAM HIKAYAT BAYAN BUDIMAN SERTA REKOMENDASINYA SEBAGAI BAHAN AJAR SASTRA DI SMA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan menganalisis unsur intrinsik dan nilai religius dalam Hikayat Bayan Budiman saduran Ekawati (2016) serta merumuskan rekomendasi pemanfaatannya sebagai bahan ajar sastra pada jenjang SMA. Latar belakang penelitian berangkat dari meningkatnya fenomena perselingkuhan dan KDRT di Indonesia yang berdampak pada krisis moral dan perlunya pendidikan karakter melalui sastra. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis, mengacu pada teori struktur sastra Nurgiyantoro dan konsep nilai religius menurut Jauhari. Data diperoleh melalui teknik baca dan catat terhadap delapan cerita dalam hikayat, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskripsi dan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap episode hikayat memuat unsur intrinsik yang kuat, seperti tema moralitas dan kebijaksanaan, alur maju, tokoh yang merepresentasikan keteladanan dan konflik, latar sosial-budaya Melayu klasik, sudut pandang orang ketiga, serta gaya bahasa hiperbola, personifikasi, dan metafora. Nilai religius yang ditemukan meliputi aspek keimanan, ketakwaan, penghindaran maksiat, amar ma’ruf nahi munkar, syukur, kejujuran, dan pengendalian diri yang tergambar melalui nasihat Burung Bayan serta perilaku tokoh lain. Temuan menunjukkan bahwa hikayat tidak hanya berfungsi sebagai karya estetis tetapi juga sebagai media edukatif yang kuat dalam membentuk karakter. Berdasarkan analisis Kurikulum Merdeka, hikayat ini relevan untuk dijadikan bahan ajar melalui e-modul karena sesuai dengan capaian pembelajaran terkait analisis teks naratif, nilai kehidupan, dan pengembangan kreativitas siswa. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa Hikayat Bayan Budiman layak diintegrasikan ke dalam pembelajaran sastra modern sebagai sarana penguatan nilai moral dan religius peserta didik.     &nbsp

    SAHABAT BELAJAR, BUKAN MUSUH: MEMBANGUN BIMBINGAN BELAJAR YANG POSITIF DAN BEBAS BULLYING

    Full text link
    The mission of Higher Education is implemented in the Tridharma Perguruan Tinggi, namely education, research, and community service. Learning assistance is a crucial form of community service to improve children's achievement and motivation to learn. This program was carried out in Selojari Village, Klambu, Grobogan.  The target of the activity is elementary school age children. The scope of the activity includes learning assistance and the implementation of the anti-bullying program. The participants of the program  amounted to 25 children and it was carried out for 40 days. The results showed an increase in motivation and learning achievement. Most of the participants understood the material better, they showed enthusiasm for participating in tutoring activities with the indicator of the number of absences in the meeting was very minimal.  They become more understanding of the material than just getting the material at school. Meanwhile, the implementation of the anti-bullying program also showed positive results, as seen from the increasingly harmonious friendship between them. Social relations between students become better, do not denounce each other, do not group, which causes quarrels. In general, the activity went well, smoothly, and contributively. However, several obstacles are faced, such as limited facilities, including lack of lighting and room comfort.Misi Perguruan Tinggi terimplementasikan dalam Tridharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Pendampingan belajar merupakan bentuk pengabdian masyarakat yang krusial untuk meningkatkan prestasi dan motivasi belajar anak. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Selojari, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan. Sasaran kegiatan adalah anak-anak usia sekolah dasar. Ruang lingkup kegiatan mencakup pendampingan belajar dan penerapan program anti-bullying. Peserta kegiatan berjumlah 25 anak dan kegiatan dilaksanakan selama 40 hari. Hasilnya menunjukkan peningkatan motivasi dan prestasi belajar. Sebagian besar peserta lebih memahami materi, mereka menunjukkan semangat mengikuti kegiatan bimbingan belajar dengan indikator jumlah ketidakhadiran dalam pertemuan sangat minimal.  Mereka menjadi lebih memahami materi dibandingkan hanya mendapatkan materi di sekolah saja. Sedangkan penerapan program anti-bullying juga memperlihatkan hasil positif, yakni terlihat dari semakin harmonisnya hubungan pertemanan di antara mereka. Hubungan sosial antar siswa menjadi lebih baik, tidak saling mencela, tidak grouping yang biasa menyebabkan pertengkaran. Secara umum, kegiatan berlangsung dengan baik, lancar, dan kontributif. Meski demikian, beberapa kendala dihadapi, seperti keterbatasan fasilitas, termasuk kurangnya penerangan dan kenyamanan ruangan

    PELATIHAN KERAJINAN KERTAS BEKAS SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN UNTUK SISWA SD 101506 MUARATAIS III TAPANULI SELATAN

    Full text link
    The development of entrepreneurial skills from an early age is an important step in instilling independence and creativity in children. One effective method is to use hands-on activities based on recycling as a learning medium. Activities like this allow students to learn about the usefulness of an object, the importance of innovation, and the potential to create something valuable from seemingly useless materials, such as used paper. This community service activity aims to provide training in making crafts from used paper to students of SD 101506 in Muaratais III Village. The implementation method is conducted through a participatory educational approach that directly involves students in the training process. The results of the activity show that students are very enthusiastic in participating in the training and are able to produce creative works from used paper. This activity not only supports entrepreneurship learning, but also fosters care for the environment. It is hoped that this training can become a sustainable program and be applied in school activities.Pengembangan keterampilan kewirausahaan sejak dini menjadi langkah penting dalam menanamkan jiwa mandiri dan kreatif pada anak. Salah satu metode yang efektif adalah dengan menggunakan kegiatan kerajinan tangan berbasis daur ulang sebagai media pembelajaran. Kegiatan seperti ini memungkinkan siswa untuk belajar mengenai nilai guna suatu benda, pentingnya inovasi, serta potensi menghasilkan sesuatu yang bernilai dari bahan yang tampaknya tidak berguna, seperti kertas bekas.Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pembuatan kerajinan dari kertas bekas kepada siswa SD 101506 di Desa Muaratais III. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan edukatif partisipatif yang melibatkan langsung siswa dalam proses pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa sangat antusias dalam mengikuti pelatihan dan mampu menghasilkan karya kreatif dari kertas bekas. Kegiatan ini tidak hanya mendukung pembelajaran kewirausahaan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Diharapkan pelatihan ini dapat menjadi program berkelanjutan dan diaplikasikan dalam kegiatan sekolah

    PENGUATAN BUDAYA LITERASI DI MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN LITERASI INFORMASI

    Full text link
    Abstract This community service program aims to enhance the literacy culture and information literacy skills of the community in Marindal II Village, Patumbak District, Deli Serdang Regency. The activity was initiated due to the community’s limited understanding of literacy, which was still confined to basic reading and writing abilities. Using the community education method, the program was carried out through socialization, training, and mentoring activities involving village officials, members of the Family Welfare Empowerment (PKK), and children at the Marindal II Youth Reading Park (TBM). The implementation took place over two days, from August 22 to 23, 2025. The first day focused on raising awareness of the importance of information literacy among village officials and families, while the second day emphasized interactive reading sessions, educational games, and short story writing competitions with children at the TBM. The results indicated an improvement in the community’s understanding of information literacy concepts, their ability to evaluate the credibility of information sources, and an increase in reading and writing interest among children. Moreover, the activity successfully fostered collaboration between local government, the TBM community, and residents in creating an environment that supports a sustainable literacy culture. Therefore, strengthening literacy culture through training and information literacy mentoring serves as an effective strategy to build an intelligent, critical, and competitive society in the digital era. Keywords: information literacy, literacy culture, community training, community reading park, empowermentAbstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan budaya literasi dan kemampuan literasi informasi masyarakat Desa Marindal II, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang. Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai literasi yang masih terbatas pada kemampuan membaca dan menulis menjadi latar belakang pelaksanaan kegiatan ini. Melalui metode pendidikan masyarakat, kegiatan dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan yang melibatkan perangkat desa, ibu-ibu PKK, serta anak-anak di Taman Baca Masyarakat (TBM) Karang Taruna Marindal II. Pelaksanaan kegiatan dilakukan selama dua hari, yaitu pada tanggal 22–23 Agustus 2025. Hari pertama berfokus pada sosialisasi pentingnya literasi informasi bagi perangkat desa dan keluarga, sedangkan hari kedua difokuskan pada kegiatan membaca interaktif, permainan edukatif, dan lomba menulis bersama anak-anak di TBM. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap konsep literasi informasi, kemampuan menilai kredibilitas sumber informasi, serta tumbuhnya minat baca dan menulis di kalangan anak-anak. Kegiatan berhasil membangun sinergi antara pemerintah desa, komunitas TBM, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang mendukung budaya literasi. Dengan demikian, penguatan budaya literasi melalui pelatihan dan pendampingan literasi informasi menjadi strategi efektif dalam membentuk masyarakat yang cerdas, kritis, dan berdaya saing di era digital. Kata Kunci: Literasi informasi, budaya literasi, taman baca masyarakat

    Penguatan Toleransi Beragama Melalui Implementasi Nilai Sila Pertama Pancasila Di Sekolah Dasar

    Full text link
    Strengthening religious tolerance through the implementation of the values of the First Principle of Pancasila—Belief in One Almighty God—is essential in shaping children’s character from an early age. This community service program was conducted at SD Negeri 040459 Berastagi with the aim of enhancing students’ understanding of the meaning of divine belief and its application in developing mutual respect among different religions. The methods employed included interactive socialization, educational games, illustrated storytelling, and value reflection activities. The results revealed a significant improvement in students’ comprehension of tolerance values and their demonstration of respectful behavior in school life. Teachers also gained new insights into integrating divine values into character education. This program highlights that the contextual implementation of the First Principle of Pancasila effectively strengthens tolerance and fosters a peaceful, harmonious, and civilized learning environment

    STRATEGI PENGELOLAAN LINGKUNGAN SEKOLAH YANG SEHAT DI WILAYAH PESISIR: STUDI KASUS DI SDN 107427 PEMATANG GUNUNG

    Full text link
    School environmental hygiene is an important indicator in supporting a healthy and comfortable learning process. A dirty environment can be a source of disease and create an atmosphere that is not conducive to students. This outreach program was implemented in response to various environmental health issues found at SDN 107427 Pematang Gunung. Based on initial surveys and situation analysis, the main issue faced was the habit of littering, which impacts the comfort and health of the learning environment. The public health student group conducted this activity in an educational and participatory manner. The activities included providing materials using visual media, interactive quizzes, waste sorting, ice-breaking activities, and providing creatively designed segregated waste bins. Students were given pre- and post-campaign tests to measure changes in knowledge and behavior. Evaluation results showed that students became more aware of school environmental cleanliness. One example was an increase in the number of students aware of scattered trash (from 63% to 84%) and an increase in behavior reminding peers (from 83% to 93%). Additionally, negative behaviors such as writing on walls and desks decreased. This activity demonstrates that clean and healthy habits in schools can be fostered in an enjoyable and student-centered manner. It is hoped that such activities will be repeated to strengthen a clean culture within the educational environment.Kebersihan lingkungan sekolah merupakan salah satu indikator penting dalam mendukung proses belajar mengajar yang sehat dan nyaman. Lingkungan yang kotor dapat menjadi sumber penyakit serta menciptakan suasana yang tidak kondusif bagi siswa. Penyuluhan ini dilaksanakan sebagai respons atas berbagai masalah kesehatan lingkungan yang ditemukan di SDN 107427 Pematang Gunung. Berdasarkan survei awal dan analisis situasi, masalah utama yang dihadapi adalah kebiasaan membuang sampah sembarangan yang berdampak pada kenyamanan dan kesehatan lingkungan belajar.Kelompok mahasiswa kesehatan masyarakat melakukan kegiatan ini dengan cara yang edukatif dan partisipatif. Jenis kegiatan mencakup penyediaan materi menggunakan media visual, kuis interaktif, memilah sampah, membuat ice breaking, dan menyediakan tempat sampah terpilah yang dibuat secara kreatif. Siswa diberikan tes sebelumnya dan setelah penyuluhan untuk mengukur perubahan pengetahuan dan perilaku. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa siswa semakin menyadari kebersihan lingkungan sekolah. Salah satunya adalah peningkatan jumlah siswa yang menyadari keberadaan sampah berserakan (dari 63% menjadi 84%) dan peningkatan perilaku mengingatkan teman (dari 83% menjadi 93%). Selain itu, perilaku negatif seperti menulis di tembok dan meja juga berkurang. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kebiasaan bersih dan sehat di sekolah dapat dibentuk dengan cara yang menyenangkan dan melibatkan siswa secara aktif. Diharapkan kegiatan seperti ini akan dilakukan lagi untuk memperkuat budaya bersih di lingkungan pendidikan

    STRATEGI PEMASARAN DAN LEGALITAS PRODUK UMKM OBAT TRADISIONAL DI PEDESAAN

    Full text link
    Traditional medicine MSMEs in rural areas have significant potential as economic drivers and preservers of local wisdom. However, limited marketing networks and incomplete legal compliance remain major obstacles for their development. This article aims to analyze relevant marketing strategies and the urgency of product legality for traditional medicine MSMEs, particularly in rural areas around Medan. The implementation method used a qualitative approach through community education, counseling, and MSME group consultations. Data were obtained from interviews, observations, and regulatory documents related to business legality. The results show that digital and community-based marketing strategies have proven effective in expanding market reach. Meanwhile, fulfilling legality requirements through BPOM distribution permits and halal certification is essential to increase consumer trust and access modern markets. The study concludes that combining innovative marketing strategies with strict legal compliance is the key to the sustainability of traditional medicine MSMEs in rural areas.Abstrak UMKM obat tradisional di pedesaan memiliki potensi besar sebagai penopang ekonomi masyarakat sekaligus pelestari kearifan lokal. Namun, kendala pemasaran yang masih terbatas pada jaringan lokal serta belum optimalnya pemenuhan legalitas menjadi hambatan utama dalam pengembangan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran yang relevan dan urgensi legalitas produk bagi UMKM obat tradisional, khususnya di wilayah pedesaan sekitar Medan. Metode pelaksanaan dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui pendidikan masyarakat, penyuluhan, serta konsultasi kelompok UMKM. Data diperoleh dari wawancara, observasi, dan dokumen regulasi terkait legalitas usaha. Hasil menunjukkan bahwa strategi pemasaran berbasis digital dan komunitas terbukti mampu meningkatkan jangkauan pasar. Sementara itu, pemenuhan legalitas melalui izin edar BPOM dan sertifikasi halal menjadi prasyarat penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas akses pasar modern. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa kombinasi strategi pemasaran inovatif dan kepatuhan legalitas produk merupakan kunci keberlanjutan UMKM obat tradisional di pedesaan

    PENINGKATAN KESADARAN SANITASI, LITERASI DIGITAL ANAK, DAN KEPEDULIAN LINGKUNGAN DESA MELALUI KKN TEMATIK DI DESA BALONGBENDO

    Full text link
    Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik ini bertujuan untuk menangani tiga masalah utama yang ada di Desa Balongbendo: kurangnya kesadaran akan sanitasi, kurangnya literasi digital bagi anak-anak, dan kurangnya perhatian terhadap pengelolaan sampah lingkungan. Salah satu masalah sanitasi adalah kualitas air yang buruk dan kurangnya pemahaman masyarakat tentang cara menjaga sumber air. Sebaliknya, meluasnya akses ke perangkat tanpa literasi digital yang cukup meningkatkan risiko terpapar konten yang tidak sesuai usia dan mengganggu fokus belajar anak. Sementara itu, kebiasaan membuang sampah secara bercampur dan kurangnya fasilitas pemilahan menunjukkan kurangnya kepedulian lingkungan. Untuk menggambarkan pelaksanaan program KKN secara sistematis, penelitian ini menggunakan Pendekatan Kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, dokumentasi, dan observasi; triangulasi digunakan untuk memastikan validitas data. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa program ini memberikan dampak positif yang nyata. Tampak adanya peningkatan pemahaman masyarakat tentang pentingnya air bersih dan sanitasi, terlihat dari perubahan perilaku mereka, seperti mengecek kualitas air dan membersihkan bak mandi secara rutin. Program edukasi mengenai gadget berhasil membantu anak-anak mengurangi waktu bermain gawai, meningkatkan interaksi sosial, serta beralih ke aktivitas fisik dan kreatif. Selain itu, edukasi tentang pemilahan sampah berhasil mengubah kebiasaan lama masyarakat menjadi kebiasaan baru dalam memilah sampah organik dan anorganik. Keberhasilan program didukung oleh pendekatan yang persuasif dan demonstratif, serta kerja sama yang kuat antara mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakat. Secara keseluruhan, kegiatan KKN berhasil menciptakan perubahan sosial yang nyata melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, namun keberlanjutan program dalam jangka panjang memerlukan peran aktif perangkat desa

    2,043

    full texts

    2,157

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Jurnal UMNAW (Universitas Muslim Nusantara Al Washliya)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇