1,720,966 research outputs found

    تحليل المعنى الحقيقي و المعنى الضمني في كلمات أغنية بصراحة لنظرية رولاند بارتس (دراسة تحليلية سيميائية)

    No full text
    الأغاني والموسيقى جزء لا يتجزأ من حياة الإنسان، ولها دور مهم في نقل الأفكار والمشاعر والرسائل الاجتماعية والثقافية. غالبًا ما تستخدم كلمات الأغاني اللغة المجازية لتوصيل الرسالة بطريقة فنية وعاطفية، لذلك من المهم فهم المعنى الحرفي والمعنى الضمني فيها. وتُعد أغنية "بصراحة" مثالًا على عمل موسيقي غني بالمعاني والمشاعر، حيث صدرت في أكتوبر 2022 وانتشرت بشكل واسع على وسائل التواصل الاجتماعي. اهدف هذا البحث إلى الكشف عن المعنى الحرفي والمعنى الضمني وفقًا لنظرية رولاند بارتس ، وكذلك تحديد المعاني الحرفية والضمنية الموجودة في كلمات أغنية "بصراحة" بالاستناد إلى هذه النظرية. المنهج المستخدم في البحث هو المنهج النوعي باستخدام مقاربة التحليل السيميائي ل رولاند بارتس. تشمل تقنية تحليل البيانات ثلاث خطوات رئيسية: تحليل المعنى الحرفي (الدلالة)، واستكشاف الرمزية والاستعارات والمشاعر (الكونوتاسيون)، وتحليل كيف تعكس الكلمات الأسطورية أو السرد الثقافي الأكبر، خاصة في السياق الاجتماعي والثقافي لمنطقة الشرق الأوسط. الوصل هذا البحث إلى أن الأغنية لا تنقل المعنى الحرفي فحسب، بل تحمل أيضًا معاني ضمنية تعكس المشاعر والقيم الثقافية والأساطير الاجتماعية. أما المعنى الأسطوري المراد إيصاله فهو أن الصدق يُعد أساسًا أخلاقيًا أعلى في العلاقات، رغم الألم، وأن المعاناة في الحب هي دليل على الإخلاص. كما تُعزز الأغنية وجهة النظر الاجتماعية حول أهمية الصدق والنزاهة والتعبير العاطفي في العلاقات

    PEMANFAATAN CANGKANG BIJI METE SEBAGAI KARBON AKTIF UNTUK PENURUNAN KADAR BOD, COD DAN TSS PADA LIMBAH GREY WATER DENGAN MENGGUNAKAN METODE FILTRASI

    Get PDF
    ABSTRAK: Limbah rumah tangga yang tidak diolah dengan baik dapat mencemari lingkungan, menurunkan kualitas air, dan membebani kapasitas sungai. Akibatnya, kemampuan sungai untuk menguraikan bahan organik dalam air limbah juga menurun. Limbah grey water yang dihasilkan memiliki kandungan BOD ( Biochemical Oxygen Demand ) sebesar 188 mg/L, COD (Chemical Oxygen Demand) sebesar 377.60 mg/L, dan konsentrasi TSS (Total Suspended Solid) sebesar 176,6 mg/L. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengolahan terlebih dahulu terhadap limbah grey water agar aman ketika dibuang ke lingkungan. Pada penelitian ini pengolahan yang digunakan adalah pengolahan filtrasi dengan menggunakan media sabut kelapa, karbon aktif cangkang biji mete, dan kerikil. Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan dari cangkang biji mete sebagai arang aktif dalam menurunkan BOD, COD dan TSS pada grey water menggunakan metode filtrasi. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah ketebalan, pada reaktor I susunan media sabut kelapa, karbon aktif cangkang biji mete, dan kerikil (10:10:15) dan reaktor II dengan susunan (15:15:5) cm. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengolahan limbah grey water menggunakan metode filtrasi mampu menurunkan konsentrasi BOD, COD, dan TSS dengan efisiensi penurunan pada reaktor II memiliki efisiensi penyisihan konsentrasi terbaik efisiensi penyisihan konsentrasi BOD sebesar 63%, COD sebesar 63%, dan TSS sebesar 69

    Aplikasi Kriptografi Menggunakan Metode Caesar Cipher Berbasis Web

    Get PDF
    File atau Informasi digital yang bersifat pribadi tentunya memiliki kerahasiaan data yang harus tetap dijaga. Salah satu solusi pengamanan informasi yang digunakan adalah teknik pengamanan data menggunakan kriptografi dengan metode Caesar Cipher. Caesar Cipher merupakan salah satu model dari bentuk Simetris atau Konvensional dimana kriptografi simetris ini menggunakan kunci yang sama untuk melakukan proses enkripsi dan ekripsi data. Data teks file yang telah dienkripsi akan teracak sehingga data file tersebut tidak dapat dibaca, dan hasil dekripsi akan sama dengan file teks asli sebelum dienkripsi. Dalam paper ini akan dibahas tentang aplikasi enkripsi dan dekripsi file menggunakan algoritma Caesar Cipher. Aplikasi ini dapat dijadikan sebagai salah satu cara untuk mengamankan data. Pembuatan aplikasi ini bahasa pemrograman WEB PHP dengan Bootstrap dan MySQL. Hasil akhir berupa aplikasi client server

    Otoritas Laki-Laki Dan Perempuan: Studi Penafsiran Kontekstual Abdullah Saeed terhadap Qs. an-Nisa 4: 34

    Get PDF
    The superiority of men over women often occurs because of the use of the Qur'anic argument in understanding the position of women in social life, including in their position as leaders. It can be observed and described in verse Qs. an-Nisa' verse 34. The keyword Qawwamuna is often used as an excuse and defense to explain the position of women in Islam. This happens not only in the vocabulary of verses, but also in the role of textual interpretation which forgets the context when this verse was revealed and the contextual conditions of life today. Qs. an-Nisa' verse 34 is often interpreted in contexts that are no longer relevant today. To gain a contextual understanding of "Qauwamuna" in Qs. an-Nisa: 34, researchers used Abdullah Saeed's contextual approach to the type of library research (library research). This study uses literature data (library). The main data (primary) is the work of Abdullah Saeed, namely: The 21st Century Al-Qur'an: Contextual Interpretation. The secondary data are works or writings that discuss Abdullah Saeed's contextual approach and also interpretations related to gender issues, especially those discussing Qs. an-Nisa: 34. This research produced several conclusions, including a): Abdullah Saeed's contextual interpretation methodology is a contemporary exegesis methodology that focuses only on the text of verses or the editorial verses of the Koran, but also focuses on understanding the context, (micro context, macro context, and context of social development, culture and current situation, b): Based on the analysis it was found that the words الرجل and النساء do not only refer to biology (male and female). This verse identifies the moral ideal of the Koran as a relationship of equals. With the development of today's context, both men and women have equal leadership potential.): Qs. an-Nisa:34 contains three values, namely: fundamental values, implementational values and instructional values. With this conclusion, this thesis will strengthen the role of gender interpretation studies on the one hand, and on the other hand will strengthen the importance of the paradigm of contextual interpretation of the Qur'anSuperioritas laki-laki atas perempuan seringkali terjadi karena adanya penggunaan dalil al-Qur’an dalam memahami posisi perempuan dalam kehidupan sosialnya, termasuk dalam posisinya sebagai pemimpin. Dapat dicermati dan digambarkan dalam ayat Qs. an-Nisa’ ayat 34. Kata kunci Qawwamuna seringkali menjadi alasan dan pembelaan untuk menjelaskan posisi perempuan dalam Islam. Hal tersebut terjadi tidak hanya pada kosa kata ayat saja, tetapi juga pada adanya peran tafsir tekstual yang melupakan konteks ketika ayat ini diturunkan serta kondisi kehidupan kontektual hari ini. Qs. an-Nisa’ ayat 34 seringkali ditafsirkan dalam konteks yang tidak lagi relevan dengan hari ini. Untuk memperoleh pemahaman yang kontekstual tekait “Qauwamuna” dalam Qs. an-Nisa: 34, peneliti menggunakan pendekatan kontekstual Abdullah Saeed dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Penelitian ini menggunakan data literatur (kepustakaan). Data utama (primer) adalah karya Abdullah Saeed, yakni: Al-Qur’an Abad 21: Tafsir Kontekstual. Adapun data sekunder adalah karya atau tulisan-tulisan yang membahas tentang pendekatan kontekstual Abdullah Saeed dan juga tafsir-tafsir terkait isu gender, khususnya yang membahas Qs. an-Nisa: 34. Penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan, antara lain: a): Metodologi tafsir kontekstual Abdullah Saeed adalah metodologi tafsir di masa kontemporer yang memberikan hanya fokus pada teks ayat atau redaksi ayat al-Qur’an, tapi juga fokus memahami konteks, (konteks mikro, konteks makro,  dan konteks perkembangan sosial, budaya dan keadaan di hari ini, b): Berdasarkan analisis ditemukan bahwa kata الرجل  dan النساء tidak hanya merujuk pada biologis semata (laki-laki dan perempuan). Ayat ini mengidentifikasi gagasan ideal moral al-Qur’an sebagai sebuah hubungan yang setara. Dengan perkembangan konteks hari ini, baik laki-laki maupun perempuan memiliki kesetaraan dalam potensi kepemimpinan.): Qs. an-Nisa:34 mengandung tiga nilai, yakni: nilai fundamental, nilai implementasional dan nilai instruktional. Dengan kesimpulan ini, skripsi ini akan menguatkan peran studi tafsir gender pada satu sisi, dan pada sisi lain akan menguatkan peran pentingnya paradigma tafsir kontekstual al-Qur’an

    أنواع المخفوضات في سورة الملك

    Get PDF
    مستخلص البحث ورة الملك لها أسماء أخرى الواقعة، والمخية والمجادلة وفي رواية تباران الملكولها فضائل الكثيرة. أنواع المخفوضات هي الثلاثة: مخفوض بحروف الخفض ومخفوض بالإضافة ومخفوض يا لتبعية. الذي اتجه الباحث من هذا البحث عدد المخفوضات حوالي ١ ٦ (واحد وستين) كلمة وهي على التفصيل كما على عدد للخفوضات بحروف الخفض الواردة في سورة الملك ٠ ه (خمسون) كلمة. وعدد المخفوضات بالإضافة في هذه السورة ه ٢ (خمس وعشرون) كلمة. وعدد المخفوضات بالتبعية للمخفوض ٦ (ست) كلمات. ؛ ليستهدف هذا البحث لمعرفة أنواع المخفوضات في سورة الملك. وأن يكون حاصله نافعا مباركا لزيادة الأمثلة البينة لباب المخفوضات من الأسماء في بحث العلوم النحوية. أما طريقة تحليل البيان المستخدمة لهذا البحث: (١) تعيين مواضع حروف الخفض والمخفوضات بها وعلامتها في سورة الملك. (٢) تعيين مواضع الإضافة والمخفوضات بها وعلامتها الواردة في سورة الملك. (٣) تعيين مواضع التوابع الممخفوض والمخفوضات بها وعلامتها الواردة في سورة السلك

    Sintesis dan karakterisasi carbon nanodots berbahan dasar tulang ayam menggunakan metode pemanasan microwave

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian sintesis C-dots dari bahan dasar tulang ayam dengan metode pemanasan microwave. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembentukan C-dots dari bahan tulang ayam dan melakukan karakterisasi C-dots dengan menggunakan UV-Vis, PL, dan FTIR. Pada penelitian ini tulang ayam yang digunakan yaitu tulang paha dan sayap. Kemudian membersihkan daging yang masih menempel pada tulang. Setelah dibersihkan tulang ayam dikeringkan selama tiga hari di bawah sinar matahari. Tulang ayam yang telah kering akan dihaluskan menggunakan ball milling sehingga menjadi serbuk. Pada sintesis ini dibuat 6 buah sampel menggunakan metode pemanasan microwave dengan urea yang divariasikan yaitu 0 gram, 0.5 gram, 1 gram, 1.5 gram, 2 gram, dan 2.5 gram. Pembentukan C-dots dilakukan pencampuran serbuk tulang ayam dengan urea dan dilarutkan dengan aquades. Hasil karakteriasi PL variasi urea didapatkan nilai intensitas berkisar antara 100,87 – 435,97 a.u. di rentang panjang gelombang 420 – 435 nm. Karakterisasi UV-Vis menghasilkan absorbansi C-dots di rentang panjang gelombang 250 – 400 nm. Dari spektrum UV-Vis ini nilai energi gap diketahui berkisar 2.60 – 3.81 eV dengan ukuran partikel 6.05 – 7.34 nm. Hasil karakterisasi FTIR menunjukkan adanya gugus fungsi yang didapat O-H, C-H, C=C, C-O, dan C=O. Dengan adanya gugus fungsi C=C itu merupakan penyusun dasar pada C-dots yang membuktikan bahwa C-dots telah berhasil disintesis

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
    corecore