Pondok Jurnal
Not a member yet
    398 research outputs found

    Implementasi Gerakan Literasi Madrasah pada Literasi Baca Siswa Kelas III MI Nurul Huda Balai Gajah

    Full text link
    This study aims to describe the implementation of the School Literacy Movement (GLS) in strengthening reading literacy among third-grade students at MI Nurul Huda Balai Gajah. The study is grounded in the urgency of reading literacy as a foundation of students’ academic abilities, as well as various findings indicating the low level of literacy achievement in elementary schools. The research adopts a descriptive qualitative approach, with data collected through non-participatory observations, semi-structured interviews, and documentation. Data were analyzed using the Miles, Huberman, and Saldana model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that the implementation of GLS is carried out through 15-minute reading activities, the provision of reading corners, and the integration of literacy into learning activities. However, the implementation has not been fully optimal due to limited literacy facilities, variations in student motivation, and teachers’ time management challenges. Supporting factors include teacher commitment and a conducive school environment, while the main obstacles involve the limited collection of reading materials and inconsistent program execution. This study concludes that GLS has strong potential to enhance students’ reading literacy, yet it requires improved facilities, more targeted pedagogical strategies, and broader involvement of the entire school communityPenelitian ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dalam penguatan literasi baca pada siswa kelas III MI Nurul Huda Balai Gajah. Studi ini dilandasi oleh urgensi literasi baca sebagai dasar kemampuan akademik serta berbagai temuan yang menunjukkan rendahnya tingkat literasi di jenjang sekolah dasar. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi nonpartisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan model Miles, Huberman, dan Saldana melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa implementasi GLS diwujudkan melalui kegiatan membaca 15 menit, penyediaan sudut baca, dan integrasi literasi dalam pembelajaran. Meskipun demikian, pelaksanaan program belum sepenuhnya optimal akibat keterbatasan fasilitas literasi, perbedaan motivasi siswa, serta pengelolaan waktu guru. Faktor pendukung meliputi komitmen pendidik dan lingkungan sekolah, sedangkan kendala utama berupa terbatasnya koleksi bacaan dan ketidakkonsistenan pelaksanaan. Penelitian ini menegaskan bahwa GLS berpotensi meningkatkan kemampuan literasi baca, tetapi memerlukan penguatan sarana, strategi pedagogis yang lebih terarah, serta keterlibatan seluruh warga sekola

    Paradigma Integratif-Holistik sebagai Model Transdisipliner Pendidikan Islam Abad ke-21: Kritik atas Keterbatasan Islamisasi Pengetahuan

    Full text link
    Islamic education in Indonesia is still hindered by the dichotomy of knowledge and a lack of integration between modern science and Islamic values. This study aims to analyze the direction of educational reform through a synthesis of the Islamization of knowledge and the integrative-holistic paradigm. Employing a qualitative library research method, it evaluates the thoughts of al-Faruqi, al-Attas, Fazlur Rahman, and Seyyed Hossein Nasr. The conceptual findings indicate that the integrative-holistic paradigm transcends the limitations of Islamization by offering a transdisciplinary framework that balances revelation, reason, and empiricism. Epistemological reconstruction based on tawḥīd is identified as the primary catalyst for transforming curricula and institutional governance. This study asserts that this model is more contextually relevant for Indonesia as it fosters a rational, spiritual, and contextual educational system. The research concludes that transitioning toward a value-oriented, transdisciplinary system is a vital instrument for the reconstruction of modern Islamic civilization.Pendidikan Islam di Indonesia masih menghadapi tantangan dikotomi ilmu dan lemahnya integrasi antara sains modern dengan nilai keislaman. Penelitian ini bertujuan menganalisis arah pembaharuan pendidikan Islam melalui sintesis paradigma Islamisasi pengetahuan dan pendekatan integratif-holistik. Menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini mengevaluasi pemikiran tokoh seperti al-Faruqi, al-Attas, Fazlur Rahman, dan Seyyed Hossein Nasr. Temuan studi ini menunjukkan bahwa paradigma integratif-holistik melampaui keterbatasan Islamisasi pengetahuan dengan menawarkan kerangka transdisipliner yang menyeimbangkan wahyu, rasio, dan empirisme. Rekonstruksi epistemologi berbasis tauhid ditemukan sebagai kunci utama dalam mentransformasi kurikulum dan tata kelola lembaga. Hasil kajian menegaskan bahwa model ini lebih relevan bagi konteks Indonesia karena menghasilkan pendidikan yang rasional, spiritual, sekaligus kontekstual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transisi menuju sistem yang value-oriented dan transdisipliner merupakan instrumen vital bagi rekonstruksi peradaban Islam modern

    Pemikiran Syekh Hasyim Asy'ari tentang Penguatan Pendidikan Karakter Islami di Sekolah Dasar: Systematic Literature Review

    No full text
    This study examines the relevance of KH. Hasyim Asy'ari's thinking on character education for the context of Elementary Schools/Islamic Elementary Schools (SD/MI) through a Systematic Literature Review (SLR). Analysis of a number of literatures found that Asy'ari's concept of character, which is based on the book "Adab al-‘Ālim wa al-Muta‘allim," is holistic and built on three main pillars. First, a philosophical foundation that views character education as tazkiyatun nafs (purification of the soul) with an emphasis on developing inner motivations such as sincerity and humility. Second, a relational model that places the relationship between teacher (murabbi) and student based on example and respect as the central mechanism for instilling values. Third, an operational framework that implements abstract values ​​through micro-habits (ta'dīb) in school routines and thematic integration into the national curriculum. This synthesis produces a conceptual framework that shows that Asy'ari's thoughts can function as a value amplifier that enriches and deepens the practice of character education in elementary schools/Islamic elementary schools, bridging the values ​​of Islamic boarding schools with the demands of modern education to form a generation that is intelligent and has noble morals.Penelitian ini mengkaji relevansi pemikiran KH. Hasyim Asy'ari tentang pendidikan karakter untuk konteks Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) melalui Systematic Literature Review (SLR). Analisis terhadap sejumlah literatur menemukan bahwa konsep karakter Asy'ari, yang bersumber pada kitab Adāb al-‘Ālim wa al-Muta‘allim, bersifat holistik dan dibangun atas tiga pilar utama. Pertama, landasan filosofis yang memandang pendidikan karakter sebagai tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) dengan penekanan pada pembentukan motivasi batin seperti ikhlas dan tawadhu’. Kedua, model relasional yang menempatkan hubungan guru (murabbi) dan murid berbasis keteladanan dan penghormatan sebagai mekanisme sentral penanaman nilai. Ketiga, kerangka operasional yang mengimplementasikan nilai-nilai abstrak melalui pembiasaan mikro (ta'dīb) dalam rutinitas sekolah dan integrasi tematik ke dalam kurikulum nasional. Sintesis ini menghasilkan suatu kerangka konseptual yang menunjukkan bahwa pemikiran Asy'ari dapat berfungsi sebagai value amplifier yang memperkaya dan mendalami praktik pendidikan karakter di SD/MI, menjembatani nilai-nilai pesantren dengan tuntutan pendidikan modern untuk membentuk generasi yang cerdas dan berakhlak mulia

    Metode Eksplorasi Berbasis Audio Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa

    Full text link
    This study examines the implementation of the exploration method in dance arts learning, focusing on its application, obstacles, and evaluation for broader adoption across grade levels. Using a qualitative phenomenological design, the research involved purposively selected participants who possessed in-depth knowledge of the learning process. Data were collected through classroom observations, in-depth interviews, and documentation, then analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through triangulation of sources and techniques. The findings show that the exploration method effectively increased students’ enthusiasm, motivation, and active participation in dance arts learning. Students were more engaged in expressing movement ideas and responding creatively to learning activities. However, the implementation faced obstacles, particularly classroom conditions that allowed distractions from other students, which sometimes reduced learners’ concentration during activities. Limitations in classroom management and learning space also influenced the effectiveness of the method. Overall, the exploration method demonstrates positive potential for supporting student-centered learning in dance arts. To optimize its implementation, practical strategies are required, including improved classroom management and supportive learning environments. With proper adjustments, this method can be considered for wider application at various educational levels.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengimplementasian metode eksplorasi fokus pada implementasi metode eksplorasi dalam pembelajaran kesenian tari pada siswa, kendala  dan evaluasi pada metode eksplorasi. Sedangkan tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses pengimplementasian metode eksplorasi dalam pembelajaran kesenian tari pada siswa, faktor-faktor yang menjadi penghambat dan evaluasi dari metode ini sehingga dapat mempertimbangkan untuk penerapan kepada seluruh tingkat kelas. Metode pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dan jenis penelitiannya ialah studi fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini ditentukan dengan mempertimbangkan orang tertentu yang lebih tahu terhadap permasalahan yang diteliti. Teknik pengumpulan data ialah dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dan semua data akan dianalisis dengan cara data reduction, diplay data, conclution drawing. Keabsahan data menggunakan triangulasi pada sumber dan teknik pengumpulan data. Hasil dari penelitian ini menunjukan pelaksanaan metode ini berhasil menarik antusias siswa untuk lebih aktif dalam pembelajaran, dan Faktor kendala dalam pelaksanan pembelajaran dengan metode ini ialah adanya siswa lain dalam kelas yang bisa merusak fokus siswa pada saat pembelajaran, metode eksplorasi ini menunjukan perkembangan yang baik untuk siswa dan saran solusi sangat dibutuhkan untuk mengatasi kendala yang terjadi saat pelaksanaan metode ekplorasi ini dalam pembelajaran

    Pengembangan LKPD Berbasis Proyek IPAS untuk Meningkatkan Berpikir Kritis Siswa Kelas IV

    Full text link
    This study aims to develop a simple project-based Student Worksheet (LKPD) on thr topic of Plant Body Parts ti improve the critical thinking skills of fourth-grade students at MIS Al-Amanah. The research was motivated by the low critical thinking skills of students due to the convevtional IPAS learning approach, which has not provided opportunites for direct experiental learning. The research employed a Research and Development (R&D) method using the 4D model. The subject consisted of three validators: material, language, and design experts, and 10 fourth  grade students who participated in a limited trial. The instruments included validation sheets, students response questionnaires, and critical thingking skill tests. The result showed that the developed LKPD achieved high validity, with 62,5% (valid) from material experts, 91,6% (very valid) from language eperts, and 100% (very valid) from design experts. Thr practicality aspect obtained a student response score od 84,7% (very practical). The effectiveness of the LKPD was reflected in the improvement of pretest and posstest scores with N-Gain of 0,67 (moderate category). Thus, the simple project-based LKPD id fesible, practical, and effective for enchancing students’ critical thinking skills in IPAS learning.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis proyek sederhana pada materi Bagian Tubuh Tumbuhan guna meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV MIS Al-Amanah. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa akibat pembelajaran IPAS yang masih bersifat konvensional dan belum memberikan pengalaman belajar langsung. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D. Subjek penelitian meliputi tiga validator: ahli materi, ahli bahasa, dan ahli desain, serta 10 siswa kelas IV sebagai peserta uji coba terbatas. Instrumen yang digunakan meliputi lembar validitas, angket respon siswa, dan tes kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan memiliki validitas yang tinggi dengan persentase 62,5% (valid) untuk ahli materi, 91,6% (sangat valid) untuk ahli bahasa, dan 100% (sangat valid) untuk ahli desain. Kepraktisan LKPD diperoleh melalui respon siswa dengan rata-rata persentase 84,7% (kategori sangat praktis). Keefektifan LKPD terlihat dari peningkatan nilai pretest dan posttest dengan N-Gain sebesar 0,67 (kategori sedang). Dengan demikian, LKPD berbasis proyek sederhana layak, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran IPAS untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa

    Penguatan Kapasitas Pemandu Wisata Bird Watching Di Kawasan Konservasi TWA Kerandangan Dalam Upaya Meningkatkan Daya Tarik Wisata

    No full text
    Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas pemandu wisata dalam aktivitas mengamati burung di Kawasan Konservasi Taman Wisata Alam (TWA) Kerandangan, Kabupaten Lombok Barat. Potensi besar wisata pengamatan burung di kawasan ini belum dimanfaatkan secara optimal akibat keterbatasan pengetahuan, keterampilan membimbing, dan minimnya promosi digital. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang tekanan keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahapan—mulai dari pengungkapan masalah, perencanaan, pelatihan, penerapan teknologi digital, pendampingan, hingga evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kemampuan pemandu wisata untuk identifikasi burung, penerapan teknik pemandu yang komunikatif, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi ekowisata. Selain itu, terbentuknya kelompok kerja pemandu wisata yang berpartisipasi dalam menjalankan program pariwisata dan meningkatkan kesadaran konservasi masyarakat lokal. Pengabdian ini memberikan dampak nyata berupa peningkatan profesionalisme pemandu wisata, tumbuhnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan ekowisata, serta peningkatan daya tarik dan nilai ekonomi kegiatan pengamatan burung di TWA Kerandangan.Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas pemandu wisata dalam aktivitas bird watching di Kawasan Konservasi Taman Wisata Alam (TWA) Kerandangan, Kabupaten Lombok Barat. Potensi besar bird watching di kawasan ini belum termanfaatkan secara optimal karena keterbatasan pengetahuan, keterampilan guiding, serta minimnya promosi digital dari pemandu lokal. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan teknis dan non-teknis, penerapan teknologi digital, pendampingan, serta strategi keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan pemandu dalam mengidentifikasi burung, teknik guiding, serta pemanfaatan media sosial untuk promosi ekowisata. Selain itu, tumbuh kesadaran konservasi di kalangan masyarakat lokal dan terbentuk kelompok kerja pemandu wisata sebagai modal sosial dalam menjaga keberlanjutan program. Dengan demikian, penguatan kapasitas pemandu wisata berkontribusi positif terhadap peningkatan daya tarik ekowisata bird watching sekaligus mendukung konservasi lingkungan di TWA Kerandangan

    Kitab Safinah Kalla Saya’lamun dalam Diskursus Khazanah Tafsir Pesantren

    No full text
    This article aims to conduct an analysis of Islamic boarding school tafsir treasures by taking a case study of Safinah Kalla  Saya’lamun Fi Tafsir Syaikhina Maimun. In general, this work is part of the Indonesian interpretation. However, so far the mapping of the Tafsir Nusantara typology has not touched on the institutional aspect which is an important locus for the emergence of this work. This article questions the background to the writing of Safinah Kalla Saya'lamun? And in the context of what horizon was the work born? These two questions are the basis for expanding the study of the existence of Islamic boarding school interpretive works. This article used qualitative method with the content analysis. This article concludes, that the book Kalla Saya'lamun was originally the result of the Tafsir Jalalain recitation every Sunday read by Maimoen Zubair (d. 2019). The position of the writer who was a student at that time felt the importance of recording the teacher's ideas. However, in fact, the author’s role is not only to explain Zubair's ideas, but also to explore and compare with the views of other commentators. So that it is able to present a literary interpretation of the Al-Qur'an that is not only one way, but presents a rich variety of views using simplistic methods, in addition to presenting ideas that are unique to the locality of the Islamic boarding school. In this case, the interpreter links the meaning of the verse to the current social context or local historical facts. Based on the findings of this work, this research proves that the dynamics of interpretive studies in Islamic boarding schools continue to grow.Artikel ini bertujuan melakukan analisis terhadap khazanah tafsir Pesantren dengan mengambil studi kasus pada kitab Safinah Kalla Saya 'lamun Fi Tafsir Syaikhina Maimoen karya Ismail Al-Ascholy. Secara umum, karya tersebut merupakan bagian dari tafsir Nusantara. Namun selama ini pemetaan terhadap tipologi Tafsir Nusantara tidak menyentuh pada aspek lembaga yang menjadi lokus penting munculnya karya tersebut. Artikel ini mempertanyakan bagaimana latar belakang penulisan kitab Safinah Kalla Saya’lamun? Dan dalam konteks horizon apakah karya tersebut lahir? Dua pertanyaan tersebut sebagai basis untuk memperluas kajian tentang eksistensi karya tafsir pesantren. Kitab Kalla Saya’lamun tersebut semula hasil dari pengajian Tafsir Jalalain setiap hari Ahad yang dibacakan oleh Maimoen Zubair (w. 2019). Posisi penulis yang merupakan santri saat itu merasakan pentingnya membukukan gagasan sang guru. Namun pada faktanya, peran penulis tidak hanya memaparkan gagasan Zubair, melainkan melakukan eksplorasi dan komparasi dengan pandangan para mufasir lain. Sehingga mampu menampilkan suatu literasi tafsir Al-Qur’an yang tidak hanya satu arah, tetapi menyuguhkan ragam pandangan yang kaya dengan metode yang simplistik, selain menampilkan gagasan yang khas dengan lokalitas pesantren. Dalam hal ini, penafsir mengaitkan makna ayat dengan konteks sosial yang sedang terjadi ataupun dengan fakta sejarah lokal. Berangkat dari temuan karya tersebut, riset ini membuktikan jika dinamika kajian tafsir di pesantren terus tumbuh

    Dekarbonisasi Industri Sebagai Strategi Peningkatan Investasi di Kawasan Industri Maluk Kabupaten Sumbawa Barat

    Full text link
    West Sumbawa, which has been designated as an industrial area for the management and refining of copper commodities, is required to increase the investment value other than the target of 21 trillion rupiah. In addition, industrial areas are required to contribute to reducing carbon emissions considering that the industrial sector is the largest contributor to carbon production, thus having an impact on climate change. The aim of this research is to analyze strategies for increasing investment in the West Sumbawa Regency Industrial Area. The research method used in this research is a qualitative research method. The results of this research conclude that 1) the management of the West Sumbawa industrial area is carried out by developing derivative industries from the main industry 2) there are multiple effects from the industrial area such as increasing employment, agricultural production, tourism and other sectors. The findings of this research are decarbonization of industrial areas as a strategy to increase investment amidst demands for industrial areas that require low carbon emissions by changing the status of the West Sumbawa industrial area to a green industrial area.Sumbawa Barat yang ditetapkan sebagai kawasan industri pengelolaan dan pemurnian komoditas tembaga dituntut untuk meningkatkan nilai investasi selain yang ditarget yaitu 21 triliun rupiah. Di samping itu, Kawasan industri dituntut untuk berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon mengingat sektor industri sebagai kontributor terbanyak dalam produksi karbon sehingga berdampak pada perubahan iklim. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis strategi peningkatan Investasi di Kawasan Industri Kabupaten Sumbawa Barat. Metode penelitian yang digunakan dalampenelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa 1) pengelolaan kawasan industri Sumbawa Barat dilakukan dengan pengembangan Industri turunan dari industri pokok 2) multi efek dari kawasan Industri seperti peningkatan tenaga kerja, produksi pertanian, pariwisata dan sektor lainnya. Temuan penelitian ini adalah dekarbonisasi kawasan industri sebagai strategi peningkatan investasi di tengah tuntutan kawasan industri yang mengharuskan rendah emisi karbon dengan perubahan status kawasan industri Sumbawa Barat menjadi Kawasan Industri hijau

    Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Augmented Reality (AR) Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V di SDIT Qurrata Aini Baitussalam

    No full text
    This study aims to determine the effect of using Augmented Reality (AR) learning     media on the science learning outcomes of fifth-grade students at SDIT Qurrata Aini         Baitussalam. The method used is an experiment comparing a control class and an             experimental class. The results show that students in the experimental class who           used AR learning media achieved higher test scores compared to students in the             control class. Statistical testing using the Independent Samples T-Test was    conducted to examine the significance of the differences in learning outcomes    between the two classes. Prior to hypothesis testing, the Kolmogorov-Smirnov normality test confirmed that the data were normally distributed, meeting the             assumptions for parametric testing. The test results showed a significant t-value (-    10.123) with a p-value of 0.000 (p < 0.05). The p-value, which is well below the         significance level of 0.05, and the absolute t-value exceeding the t-table value       (approximately 3.623) indicate a significant difference between the average science           learning outcomes in both classes. Therefore, it can be concluded that the use of             Augmented Reality learning media has a positive effect on the science learning        outcomes of students.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media        pembelajaran Augmented Reality (AR) terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V di        SDIT Qurrata Aini Baitussalam. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan      membandingkan kelas kontrol dan kelas eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan   bahwa siswa di kelas eksperimen yang menggunakan media pembelajaran AR         memperoleh nilai tes hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa di            kelas kontrol. Uji statistik menggunakan Independent Samples T-Test dilakukan            untuk menguji signifikansi perbedaan hasil belajar antara kedua kelas. Sebelum   pengujian hipotesis, uji normalitas Kolmogorov-Smirnov mengonfirmasi bahwa             data terdistribusi normal, memenuhi asumsi untuk uji parametik. Hasil uji     menunjukkan nilai t hitung yang signifikan (-10,123) dengan p-value sebesar 0,000        (p < 0,05). Nilai p yang jauh di bawah tingkat signifikansi 0,05 dan nilai absolut t     hitung yang melebihi nilai t tabel (sekitar 3,623) menunjukkan adanya perbedaan        yang signifikan antara rata-rata hasil belajar IPA pada kedua kelas. Dengan   demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran Augmented Reality berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA siswa

    Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Rotating trio exchange (RTE) Terhadap Kemampuan Kognitif Siswa Kelas VIII Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 4 Klari Karawang

    No full text
    This study aims to find the effect of rotating trio exchange learning model on students' cognitive abilities. This research was conducted at SMPN 4 Klari Karawang in class VIII G as the experimental class and class VIII J as the control class in the subject of Islamic Religious Education. The method used in this research is a quantitative approach experimental method with a quasi-experimental design with a pretest and posttest group design. With a population of 412 students and samples taken in the study as many as 80 students. The increase in students' cognitive abilities can be seen from the increase in the average pretest and posttest results of the experimental class of 19.63, while in the control class it was 17.22. To see the effect of using the rotating trio exchange model on students' cognitive abilities can be seen from the results of the N-gain test calculation showing that the average N-gain value for the experimental class of 0.4330 has a moderate category with a percentage of 43%. Thus it can be concluded that there is a significant influence between the use of rotating trio exchange learning model on students' cognitive abilities.Penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh model pembelajaran rotating trio exchange terhadap kemampuan kognitif siswa. Penelitian ini dilakukan di SMPN 4 Klari Karawang pada kelas VIII G sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII J sebagai kelas kontrol pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif metode eksperimen dengan desain quasi eksperimental dengan rancangan pretest dan posttest group design. Dengan populasi sebanyak 412 siswa dan sampel yang diambil dalam penelitian sebanyak 80 siswa. Peningkatan kemampuan kognitif siswa dapat dilihat dari peningkatan rata-rata hasil pretest dan posttest kelas eksperimen sebesar 19,63, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 17,22. Untuk melihat pengaruh penggunaan model rotating trio exchange terhadap kemampuan kognitif siswa dapat dilihat dari hasil perhitungan uji N-gain menunjukkan bahwa rata-rata nilai N-gain untuk kelas eksperimen sebesar 0,4330 memiliki kategori sedang dengan persentase 43%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara penggunaan model pembelajaran rotating trio exchange terhadap kemampuan kognitif siswa

    328

    full texts

    398

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Pondok Jurnal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇