1,721,029 research outputs found

    HUMOR DI MEDIA SOSIAL DI INDONESIA

    Full text link
    Artikel ini bertujuan mendeskripsikan kosakata dalam humor di media sosial di Indonesia, menggali fungsi, mengidentifikasi nilai, dan potensi yang memungkinkan untuk menjadi bahan ajar. Ditemukan bahwa kosakata keseharian yang daya kejutnya muncul karena penggantian. Struktur wacana humor di media ini memiliki struktur bagian judul dan tubuh wacana. Judul wacana bersifat opsional karena ditulis secara cepat dengan mengedepankan penyampaian nilai humor. Fungsi humor mempererat pergaulan atau persaudaraan. Mereka disatukan dengan adanya kesamaan rasa berhumor, baik dari pengirim maupun penerima. Seperti karya fiksi lainnya, humor berisi pendidikan dan kritikan terhadap perilaku masyarakat. Humor ditulis mengkritisi perilaku menyimpang anggota masyarakat, termasuk larangan untuk lengah terhadap hal penting. Selain itu, humor ditulis untuk menanamkan karakter, seperti nilai kesederhanaan pada anak. Humor berpotensi menjadi bahan ajar dalam buku teks karena menjunjung tinggi prinsip-prinsip hak asasi manusia, nondiskriminasi, menonjolkan aspek sikap atau nilai, kemudahan pembelajar dalam mengakses bahan tersebut. Penulis dan penikmat humor disatukan oleh kesamaan profesi, agama, atau lainnya. Kata Kunci: humor, nilai, karya fiksi, bahan ajar, buku tek

    Pendidikan apresiasi seni: Wacana dam praktik untuk toleransi pluralisme budaya

    No full text
    Apresiasi pluralisme dan multikulturalisme melalui pendidikan seni yang disajikan dalam buku ini merupakan salah satu upaya penegak untuk membantu mempertautkan fragmentasi masyarakat plural. Pendidikan apresiasi seni diharapkan mampu menumbuhkan penghargaan peserta didik pada berbagai budaya yang diwakili oleh kesenian-kesenian yang ada. Selain itu pendidikan apresiasi seni juga menyediakan oasis bagi pengembangan imajinatif dan kreativitas peserat didik

    Gumbrekan Mahesa dan Karnaval Kerbau sebagai Wisata Budaya Perspektif Masyarakat Desa Banyubiru, Widodaren, Ngawi

    Full text link
    Abstrak____________________________________________________________Tujuan penelitian ini adalah unntuk (1) menganalisis pengelolaan pariwisata budaya, (2) mendeskripsikan cara meningkatkan potensi desa wisata dan (3)memilih pengelolaan sebagai sumber potensi wisata berkelanjutan. Lokasi penelitian ini terletak di Desa Banyubiru Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi. Data yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, dengan cara pengumpulan data sebanyak-banyaknya. Metode yang digunakan adalah pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara yang dilakukan melalui observasi dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena yang ditelliti. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis study kasus, yaitu melakukan analisis secara mendalam dan detail terhadap suatu peristiwa untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang peristiwa tersebut. Sumber data yang digunakan   adalah wawancara, observasi dan dokumentasi secara langsung dengan masyarakat sekitar untuk mendapatkan informasi. Teknik yang digunakan yaitu triangggulasi karena dalam pengumpulan data menggunakan sumber data berupa wawancara dan observasi. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa sebagaian besar desa Kampung Kerbau ini mempunyai kerbau kurang lebih sekitar lima ratusan setiap dusunnya yang dipelihara oleh 72 kepala keluarga. tradisi ini bercirikan arak-arakan kerbau di tengah-tengah tanah lapang milik Perhutani Ngawi sehingga membuat area tersebut berubah menjadi lautan kerbau yang berjalan tak tentu arah, sejak pagi antusias ratusan warga di pinggiran jalan yang menjadi arah rute Karnaval Kerbau. Budaya ternak kerbau ini sudah menjadi turun temurun masyarakat sini sejak dulu agar budaya di Desa Banyubiru itu menguri-nguri tradisi khas jawa.Abstract____________________________________________________________The purpose of this study is to (1) analyze the management of cultural tourism, (2) describe how to increase the potential of tourism villages and (3) choose management as a source of sustainable tourism potential. The location of this research is located in Banyubiru Village, Widodaren District, Ngawi Regency. The data used is a qualitative descriptive approach, by collecting as much data as possible. The method used is data collection, namely observations and interviews conducted through systematic observation and recording of the phenomenon under study. The data analysis method used is the case study analysis method, which is to conduct an in-depth and detailed analysis of an event to gain a deep understanding of the event. Sources of data used are interviews, observation and documentation directly with the surrounding community to obtain information. The technique used is triangulation because in data collection using data sources in the form of interviews and observations. From the results of the research that has been carried out, it shows that most of the Kampung Kerbau villages have approximately five hundred buffaloes per hamlet which are kept by 72 families. This tradition is characterized by a buffalo procession in the middle of a field owned by Perhutani Ngawi, which makes the area turn into a sea of buffalo that runs erratically. This buffalo culture has been passed down from generation to generation by the people here, so that the culture in Banyubiru Village will protect the typical Javanese traditions

    MENGENAL DAN MENGETAHUI NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA BUKU CERITA RAKYAT PUTRI TUJUH

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat di dalam buku cerita rakyat Putri Tujuh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data penelitian berupa buku cerita rakyat Putri Tujuh yang memuat beberapa tokoh yang mempunyai peran yang berbeda-beda, seperti peran antagonis dan protagonis. Analisis data yang dilakukan yaitu dengan menggunakan teknik analisis isi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat Putri Tujuh mengandung beberapa nilai pendidikan karakter, antara lain: (1) nilai kejujuran, (2) nilai kepedulian, (3) nilai kesopanan dan kepatuhan, (4) nilai pantang menyerah, (5) nilai rela berkorban, (6) nilai religius, (7) nilai tanggung jawab. Penggunaan cerita rakyat sebagai bahan pembelajaran dalam menumbuhkan pendidikan karakter karena cerita rakyat mudah dipahami oleh siswa. Selain mudah dipahami, siswa juga dapat menerapkan nilai-nilai karakter tersebut dikehidupan sehari-hari dengan cepat. Selain itu, siswa dapat mengetahui sejarah atau cerita-cerita pada zaman dahulu yang dapat menjadi kisah atau pelajaran untuk masa sekarang.

    Sintaksis : keselarasan fungsi, kategori r peran dalam klausa

    No full text
    vi, 370 p. : ill.; 21 c

    ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA PADA WAJAH BAHASA SURAT EDARAN VIRUS CORONA (COVID-19)

    Full text link
    Latar belakang masalah penelitian ini adalah Virus corona (COVID-19 ) sedang menyerang dunia termasuk Indonesia dengan adanya virus ini banyak kebijakan pemerintah yang dikeluarkan untuk memutus penyebaran virus korona dengan diumumkan dalam bentuk Surat Edaran salah satunya. Surat Edaran banyak terjadi penulisan kesalahan- kesalahan dalam penulisan maka dilakukannya analisis kesalahan berbahasa dalam Surat Edaran Virus Corona. Rumusan masalah ini adalah (1) Apa dasar menganalisis kesalahan berbahasa pada wajah bahasa Surat Edaran Virus Corona (COVID-19); (2) Bagaimana menganalisis kesalahan berbahasa pada wajah bahasa Surat Edaran Virus Corona (COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan membuktikan kesalahan berbahasa pada wajah Bahasa surat edaran virus corona (COVID-19). Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode deskripsi kualitatif dengan Teknik simak, libat, cakap. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa analisis kesalahan berbahasa pada wajah Bahasa surat edaran virus corona (COVID-19) dengan menggunakan pedoman Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 Bab III pasal 27, KBBI, dan PUEBi terdapat beberapa kesalahan sebagai berikut: (1). Kesalahan fonologi yakni: kesalahan dalam pengggunaan huruf miring, kesalahan fonem vocal, dan kesalahan fonem konsonan, (2). Kesalahan morfologi yakni:  kesalahan dalam pemilihan afiksasi dan kesalahan karena adanya bunyi yang seharusnya luluh tetapi tidak diluluhkan, (3). Kesalahan sintaksis, dan (4). Kesalahan semantik.

    Kesalahan Berbahasa Bidang Linguistik pada Pidato Mahasiswa MPBI-UMS yang Berperan sebagai Bupati Terpilih Boyolali

    Full text link
    One of the language skills related to the speaking aspect is speech. Speeches are usually made by leaders or people who have important roles, such as the regent or mayor. Even giving a speech is not without errors or obstacles, especially the use of words or sentences that are spoken, causing confusion, misunderstanding, and even deviations. This study aims to describe the forms of language errors at several levels, including the fields of phonology, morphology, syntax, and spelling. The method in this study is a qualitative descriptive method. The data is taken from Indonesian language errors in the speeches of MPBI-UMS students. The collection technique uses recording, note-taking, and observation techniques. Data analysis is done by grouping the data based on the error category. The results of this study describe four areas of language errors, namely (1) phonological errors, including errors in the use of capital letters, the use of italics, and errors in number symbols; (2) morphological errors, including errors due to pleonasm and the use of prefixes; (3) syntax errors consist of errors in the use of redundant words, unclear sentences, and sentence composition; and (4) spelling errors, consisting of punctuation errors, use of non-standard words, and use of prepositions

    Meningkatkan Literasi Baca Melalui Taman Baca Masyarakat, Pameran Buku, dan Bazar Murah

    No full text
    Absatrack Literacy is a person's ability to deal with text, namely understanding the meaning in a written text, both implicitly and explicitly and through the text can use it to improve understanding and ability by expressing it through a logically structured writing. Literacy does not only include reading and writing skills but also understanding, analyzing, critically assessing, and reflecting on the content of the reading. However, the literacy skills and interest in reading of the Indonesian people are still relatively low. Especially in Karanganyar Regency, out of the 3 closest regencies of Sukoharjo, Wonogiri, and Karanganyar, according to BPS, Karanganyar Regency is ranked last. For this reason, the Community Reading Park, Book Exhibition, and Cheap Book Bazaar activities were held by the Karanganyar Archives and Library Service. By conducting observations through short interviews with librarians and seeing the facts directly in the field, visitors who came to the Karanganyar Literacy Festival for 4 days totaled 3592 people. This can be concluded that many are interested in holding the Karanganyar Literacy Festival and this event helps to improve Literacy in Karanganyar Regency. Keyword: Literacy, reading, books. Abstrak Literasi baca-tulis merupakan kemampuan seseorang dalam menghadapi teks, yakni memahami makna dalam  suatu teks tertulis, baik secara implisit maupun eksplisit dan melalui teks tersebut dapat menggunakannya untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan dengan cara menuangkannya melalui suatu tulisan yang tersusun secara logis Literasi tidak hanya mencakup keterampilan membaca dan menulis saja namun juga memahami, menganalisis, menilai secara kritis, serta merefleksikan isi bacaan. Namun demikian, kemampuan literasi dan minat dalam membaca masyarakat Indonesia masih tergolong rendah. Khususnya kabupaten karanganyar dari 3 kabupaten terdekat  Sukoharjo, wonogiri, dan Karanganyar menurut BPS kabupaten Karanganyar berada diurutan terakhir. Untuk itu diselenggarakan kegiatan Taman Baca Masyarakat, Pameran Buku, dan Bazar Murah Buku oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Karanganyar. Dengan melakukan observasi melalui wawancara singkat dengan pustakawan dan melihat langsung fakta dilapangan, pengunjung yang datang di Festival Literasi Karangnyar selama 4 hari total 3592 orang. Hal ini dapat disimpulkan bahwa banyak yang berminat dalam pengadaan Festival Literasi Karanganyar dan acara ini membantu untuk meningkatkan Literasi di kabupaten karanganyar.  Kata kunci : literasi, membaca, buku

    TINDAK TUTUR ILOKUSI AKUN TIKTOK @NAJWASHIHAB SERTA IMPLEMENTASINYA SEBAGAI BAHAN AJAR TEKS PERSUASI

    Full text link
    The purpose of this research is to describe the forms and functions of illocutionary speech acts on the TikTok @najwashihab account, and to describe the implementation of illocutionary speech acts as teaching materials for persuasive texts in junior high schools. This study used a qualitative descriptive method, the data were obtained from Najwashihab's TikTok captions which were observed, read, identified, recorded by researchers for analysis so as to obtain the required illocutionary utterances. This data has the intent and function of influencing the speech partner. The results of this study indicate that there are 55 data found by researchers. The data includes types of directive illocutionary speech acts (28 data), assertive (19 data), and expressive (8 data).Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk,fungsi tindak tutur ilokusi pada akun TikTok @najwashihab, dan memaparkan implementasi tindak tutur ilokusi sebagai bahan ajar teks persuasi di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, data diperoleh dari caption TikTok milik Najwashihab yang diamati, dibaca, diidentifikkasi, dicatat oleh peneliti untuk dianalisis sehingga mendapatkan tuturan ilokusi yang dibutuhkan.Data ini memiliki maksud dan fungsi mempengaruhi mitra tutur. Hasil penelitian ini menunjukkan ada 55 data yang ditemukan peneliti. Data tersebut diantaranya jenis tindak tutur ilokusi direktif (28 data), asertif (19 data), dan ekspresif (8 data)

    KOHESI LEKSIKAL DAN GRAMATIKAL PADA WACANA “GANJAR PRANOWO” DALAM KOMPAS.COM

    Full text link
    This article aimed to describe the form of grammatical and lexical cohesion markers in online news regarding the 2024 campaign of presidential candidate Ganjar Pranowo on Kompas.com. The design of the current study was qualitative with a descriptive approach. The data were in the form of texts taken from 10 online news about Ganjar Pranowo's presidential candidate campaign on Kompas.com during September 2023. The data collection technique used was note-taking, and the data analysis technique used in this research was the distributional method. The present results found forms of grammatical cohesion in the form of references, substitutions, ellipses and conjunctions. Meanwhile, the lexical cohesion consisted of synonymy, antonymy, repetition and collocation. Overall, the most dominant finding for grammatical cohesion markers was reference and for lexical cohesion markers was collocation.Keywords: lexical cohesion; grammatical cohesion; online news; discourse analysi
    corecore