25 research outputs found
Pengembangan Media Kartu Uno Sejarah Dalam Pembelajaran Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia Siswa Kelas XI IPS MAN Mojosari Mojokerto
ABSTRAK Roji, Fatkhur. 2018. Pengembangan Media Kartu Uno Sejarah dalam Pembelajaran Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia Siswa Kelas XI IPS MAN Mojosari Mojokerto. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Slamet Sujud Purnawan Jati., M.Hum Kata Kunci: media, kartu uno, proklamasi kemerdekaan. Matapelajaran sejarah identik dengan rangkaian angka tahun dan urutan peristiwa yang harus diingat lalu diungkapkan saat menjawab soal-soal ujian. Jika tidak dipelajari secara runtut, maka pelajaran sejarah dapat menjadi pelajaran yang membosankan dan sulit dipahami. Berdasarkan hasil laporan akademik tahun ajaran 2017/2018 kelas XI IPS-3 MAN Mojosari Mojokerto merupakan salah satu kelas yang nilainya rata-rata masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal yaitu dibawah 75. Beberapa hal yang menyebabkan masalah tersebut antara lain pertama, peserta didik kurang tertarik dalam pembelajaran khususnya sejarah dan peserta didik ramai sendiri ketika guru sedang menjelaskan materi. Kedua, dalam penyampaian materi guru juga sering menggunakan metode ceramah. Salah satu alternatif dalam mengatasi masalah ini adalah penggunaan media kartu uno sejarah dalam pembelajaran sejarah peserta didik akan dilibatkan aktif dan lebih menyenangkan. Adapun tujuan penelitian dan pengembangan diuraikan sebagai berikut: (1) menghasilkan media kartu uno sejarah dalam pembelajaran sejarah di kelas XI IPS MAN Mojosari Mojokerto, dan (2) mengetahui efektivitas penggunaan media kartu uno sejarah dalam pembelajaran sejarah di kelas XI IPS-3 MAN Mojosari Mojokerto. Prosedur yang digunakan dalam pengembangan media pembelajaran ini terdapat sepuluh tahapan, merupakan modifikasi dari model pengembangan Sugiyono. Adapun tahapan pengembangan yang dilakukan yaitu: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi desain, (8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk, dan (10) produksi massal. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket untuk ahli media, ahli materi, uji coba kelompok kecil dengan 10 responden, uji coba kelompok besar dengan 37 responden di kelas XI IPS-3 MAN Mojosari Mojokerto. Produk kartu uno sejarah tersebut dinyatakan sangat layak dan sangat efektif. Hal ini berdasarkan pada hasil validasi ahli materi dan ahli media diperoleh rata-rata persentase sebesar 87,05%, dan 90,00%. Sedangkan hasil uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar diperoleh rata-rata persentase sebesar 85,75%, dan 83,78%. Berdasarkan hasil validasi serta uji coba pemakaian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa produk kartu uno sejarah sangat layak dan sangat efektif untuk digunakan sebagai media pembelajaran sejarah. Selain itu pengembangan media kartu uno sejarah ini dapat digunakan sebagai tolak ukur bagi pengembangan media lainnya untuk menciptakan media pembelajaran sejenis tetapi beda materinya dengan tampilan yang lebih bagus dan menarik.
PENGEMBANGAN MEDIA KARTU UNO SEJARAH DALAM PEMBELAJARAN PROKLAMASI KEMERDEKAAN BANGSA INDONESIA
ABSTRAK Roji, Fatkhur. 2018. Pengembangan Media Kartu Uno Sejarah dalam Pembelajaran Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia Siswa Kelas XI IPS MAN Mojosari Mojokerto. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Slamet Sujud Purnawan Jati., M.Hum Kata Kunci: media, kartu uno, proklamasi kemerdekaan. Matapelajaran sejarah identik dengan rangkaian angka tahun dan urutan peristiwa yang harus diingat lalu diungkapkan saat menjawab soal-soal ujian. Jika tidak dipelajari secara runtut, maka pelajaran sejarah dapat menjadi pelajaran yang membosankan dan sulit dipahami. Berdasarkan hasil laporan akademik tahun ajaran 2017/2018 kelas XI IPS-3 MAN Mojosari Mojokerto merupakan salah satu kelas yang nilainya rata-rata masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Beberapa hal yang menyebabkan masalah tersebut antara lain pertama, peserta didik kurang tertarik dalam pembelajaran khususnya sejarah dan peserta didik ramai sendiri ketika guru sedang menjelaskan materi. Kedua, dalam penyampaian materi guru juga sering menggunakan metode ceramah. Salah satu alternatif dalam mengatasi masalah ini adalah penggunaan media kartu uno sejarah dalam pembelajaran sejarah peserta didik akan dilibatkan aktif dan proses pembelajaran lebih menyenangkan. Adapun tujuan penelitian dan pengembangan diuraikan sebagai berikut: (1) mengembangkan media kartu uno sejarah dalam pembelajaran sejarah di kelas XI IPS MAN Mojosari Mojokerto, dan (2) mengetahui efektivitas penggunaan media kartu uno sejarah dalam pembelajaran sejarah di kelas XI IPS-3 MAN Mojosari Mojokerto. Prosedur yang digunakan dalam pengembangan media pembelajaran ini terdapat sepuluh tahapan, merupakan modifikasi dari model pengembangan Sugiyono. Adapun tahapan pengembangan yang dilakukan yaitu: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi desain, (8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk, dan (10) produksi massal. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket untuk ahli media, ahli materi, uji coba kelompok kecil dengan 10 responden, uji coba kelompok besar dengan 37 responden di kelas XI IPS-3 MAN Mojosari Mojokerto. Penelitian dan pengembangan ini menghasilkan produk kartu uno sejarah berbasis visual yang berisi materi detik-detik pelaksanaan proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia berdasarkan Kompetensi Dasar 3.7 yang tertera dalam Kurikulum 2013. Media kartu uno diharapkan mampu membuat proses pembelajaran sejarah lebih menyenangkan karena peserta didik belajar sambil bermain, sehingga apa yang dipelajari dapat bermakna. Selain itu peserta didik dapat belajar untuk berpikir, memecahkan masalah, serta mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan. Produk kartu uno sejarah tersebut dinyatakan sangat layak dan sangat efektif. Hal ini berdasarkan pada hasil validasi ahli materi dan ahli media diperoleh rata-rata persentase sebesar 87,05%, dan 90,00%. Sedangkan hasil uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar diperoleh rata-rata persentase sebesar 85,75%, dan 83,78%. Berdasarkan hasil validasi serta uji coba pemakaian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa produk kartu uno sejarah sangat layak dan sangat efektif untuk digunakan sebagai media pembelajaran sejarah. Selain itu pengembangan media kartu uno sejarah ini dapat digunakan sebagai tolak ukur bagi pengembangan media lainnya untuk menciptakan media pembelajaran sejenis tetapi beda materinya dengan tampilan yang lebih bagus dan menarik lagi dari sebelumnya.
Using puzzle to improve the vocabulary mastery of the second grade student of SMP ISLAM SALAFIYAH SINGOSARI
ARABIC LANGUAGE LEARNING CONCEPTS ACCORDING TO IBN KHALDUN AND AZHAR ARSYAD
Learning Arabic always presents something that needs to be studied in depth, so the researcher researched in depth the concept of learning Arabic. This is because there are many versions of the concept of learning Arabic, so the researcher formulated the problem of how the concept of learning Arabic according to Ibn Khaldun and Azhar Arsyad, with The aim of the research is to find out in detail the similarities and differences regarding the concept of learning Arabic according to the two figures, through library research analysis with a comparative approach which is intended to compare the concepts of learning Arabic between the two figures, using the documentation method, based on the researcher\u27s analysis, it was found that the similarities are found in the discussion. About language itself, and agreed about language as a means of communication, and guidance for students, while the results of the analysis of the differences are in the readiness of students, and the experience of students in previous sciences that students have obtained, with these results the researcher concludes Ibn Khaldun is more selective in the concept of learning Arabic, in the sense that religious knowledge and Arabic should not be combined into one unit, while Azhar Arsyad is exactly the opposite of what Ibn Khaldun expressed, Azhar Arsyad is of the view that students must first know their background. Knowledge, whether it is related to religion or not, it certainly cannot be separated between Arabic language knowledge and religio
Desain Dan Uji Kinerja Alat Penjejak Matahari Berbasis Arduino Nano Untuk Panel Surya Sebagai Sumber Energi Lampu Perangkap Serangga
Hama serangga merupakan salah satu masalah dalam budidaya tanaman pertanian. Pengendalian hama dapat dilakukan dengan cara pengendalian fisik dan mekanik. Salah satu jenis pengendalian secara fisik yaitu dengan memasang lampu perangkap serangga. Lampu perangkap serangga biasanya menggunakan lampu neon dengan sumber listrik dari PLN yang dialirkan melalui kabel. Terdapat pula lampu perangkap serangga yang menggunakan panel surya sebagai sumber listriknya. Pemanfaatan teknologi panel surya harus memperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja panel surya diantaranya yaitu cuaca, temperatur pada permukaan panel surya, debu dan posisi panel surya. Posisi sel surya yang stastis tidak dapat menghasilkan listrik yang maksimal karena bumi berotasi dan berevolusi terhadap matahari yang menyebabkan perubahan arah datangnya sinar matahari. Panel surya dapat menghasilkan listrik maksimal ketika posisi sel surya tegak lurus dengan sinar matahari. Posisi ini dapat dicapai dengan menggunakan sistem penjejak matahari. Perancangan sistem penjejak matahari ini menggunakan sistem dua sumbu sehingga dapat mengontrol posisi azimuth dan altitude dari posisi matahari. Mikrokontroler Arduino Nano digunakan sebagai pusat pengolah data pada sistem ini. Sensor LDR digunakan sebagai pendeteksi cahaya matahari. LDR dikalibrasi terlebih dahulu untuk menyamakan nilai semua LDR. Aktuator pada sistem ini berupa motor servo. Servo hanya aktif mulai pukul 07.00 sampi 16.00 WIB. Sistem penjejak matahari pada lampu perangkap serangga yang sudah dibuat dapat memposisikan panel surya tegak lurus dengan matahari. Posisi tegak lurus hanya terjadi saat cuaca cerah saja tetapi pada saat berawan atau mendung panel surya tidak dapat tegak lurus dengan matahari. Hal ini karena kalibrasi LDR dilakukan pada saat cuaca cerah. Daya yang dihasilkan panel surya dengan sistem penjejak dibandingkan dengan daya yang dihasilkan panel surya tanpa sistem penjejak. Panel surya dengan sistem penjejak menghasilkan daya yang lebih maksimal daripada panel surya tanpa sistem penjejak. Berdasarkan pengujian yang sudah dilakukan sistem penjejak matahari pada lampu perangkap serangga dapat berfungsi dengan baik
KEBIJAKAN RUANG PUBLIK PEREMPUAN DI SAUDI ARABIA: Benarkah Sebuah Agenda Politik Double Interest?
The emergence of the Saudi government's policy of allowing women to drive alone these days has become an interesting phenomenon to be examined, since before they forbid women to drive without a mahram. Since the appointment of the crown prince Salman bin Abdul Aziz, the Saudi government appears more dynamic and moderate. This new policy is in place to promote the development of the country with and to give women the right to participate freely in it. Observers see this as a political agenda of government, where with the political interest is expected Saudi Arabia can compete in the increasingly tight global economic competition. This article examines the policies of the Saudi Arabian government thoroughly from a social, economic, and political standpoint.Munculnya kebijakan pemerintahan Saudi Arabia yang membolehkan perempuan untuk berkendara sendiri akhir-akhir ini menjadi fenomena yang menarik untuk diteliti, sebab sebelumnya mereka melarang perempuan berkendara tanpa mahram. Semenjak diangkatnya putera mahkota Salman bin Abdul Aziz, pemerintahan Saudi tampil lebih dinamis dan moderat. Kebijakan baru ini diberlakukan untuk meningkatkan perkembangan negara dengan dan untuk memberikan hak terhadap perempuan agar dapat berperan bebas di dalamnya. Para pengamat melihat ini sebagai agenda politik pemerintahan, dimana dengan kepentingan politik tersebut diharapkan Saudi Arabia dapat ikut bersaing dalam kompetisi ekonomi global yang semakin ketat. Artikel ini mengamati kebijakan pemerintah Saudi Arabia ini secara menyeluruh dari sudut pandang sosial, ekonomi, dan politik
Model komunikasi guru dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Arab: studi kualitatif pada guru MTs Fadllillah Waru Sidoarjo
Persoalan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana model komunikasi guru dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Arab? Untuk mengungkap persoalan tersebut secara menyeluruh dan mendalam, maka penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskri ptif kualitatif. Sesuai dengan persmasalahan tersebut maka tekni k pengum pulan data yang dipakai adalah pengamatan wawancara mendalam , keikutsertaan, selain itu untuk menegaskan keabsahan data dilakukan melal ui ketekunan pengamatan dan trianggulasi data. Dari hasil penelitian ditemukan: Model komunikasi yang digunakan oleh guru Mts Fadllillah adalah model komunikasi antar pribadi (interpersonal communications) yang mana komunikasi yang berlangsung diantara dua orang, tiga atau bahkan empat orang yang terjadi secara spontan dan tidak terstruktur. Menggunkan model komunikasi Stimulus-Respon yang menunjukkan komunikasi sebagai suatu proses "aksi-reaksi yang sesederhana mungkin. Penggunaan bahasa verbal dan nonverbal untuk membantu dalam menyampaikan materi. Dari basil penelitian ini, beberapa saran yang sekiranya dapat dijadikan bahan pertimbangan yakni: 1). Dalam melakukan proses pembelajaran dan kreatifitas pada pengembangan methode pendidi kan dan pengajaran , perlu adanya pelati han tentang model berkomunikasi penyam paian materi atau pesan terhadap peserta didik bagi pengajar dan pendidik. 2). Bagi seorang guru pengajar dan pendidik selain menerapkan methode pengajaran secara langsung yang disebut dengan (Direct Methode) sebaiknya di kembangkan lagi dengan memakai saran multi media, dengan menambahkan media audio visual sebagai sarana pembalajaran berbahasa arab di Mts Fadllillah
MEDIA BARU, PEMUDA DAN GERAKAN SOSIAL DI MESIR KAJIAN TERHADAP GERAKAN PEMUDA 6 APRIL
Sebelum Arab Spring melanda negara-negara Timur Tengah pada tahun
2011, Mesir adalah salah satu negara yang hidup di bawah kepemimpinan rezim
otoriter. Husni Mubarok berkuasa puluhan tahun dan segala bentuk penindasan
terhadap rakyat tidak dapat dihentikan. Berbagai perlawanan rakyat, seperti yang
diusung oleh Ikhawanul Muslimin, menghadapi tembok tebal kekuasaan dan pada
akhirnya mengalami nasib tragis berupa kegagalan.
Perlawanan terhadap rezim otoriter era Husni Mubarok telah banyak dilakukan
oleh berbagai kelompok, dan hal itu harus diakui. Salah satu gerakan perlawanan
terhadap rezim Mubarok adalah Gerakan Pemuda 6 April, yang dibentuk oleh
para pemuda seperti Maher dan Adel di tahun 2008. Pada mulanya, gerakan ini
tidak jauh berbeda dengan gerakan perlawanan terhadap rezim pada umumnya. Di
tahun itu terjadi pemogokan massal oleh para buruh pabrik yang sedang menuntut
kenaikan upah minimum mereka. Maher dan Adel bersama para demonstran
lainnya turun jalan dan membentuk Gerakan 6 April ini. Seiring berjalannya
waktu, Gerakan 6 April menjelma gerakan yang multidimensional. Berbagai tema
yang diusung oleh Gerakan 6 April ini bersifat multidimensi, mulai dari sosial,
politik, ekonomi, hukum, hingga kebudayaan. Semua bentuk penindasan oleh
penguasa, pembungkaman opini publik, korupsi yang menyebabkan ketimpangan
sosial, serta aturan hukum yang menindas rakyat, semua itu menjadi sasaran kritik
dari gerakan pemuda yang baru lahir ini. Uniknya, Gerakan 6 April ini
memanfaatkan media sosial yang sedang hit bagi generasi millenial saat itu.
Dalam memperjuangkan idealismenya, Gerakan 6 April ini cenderung berbeda
dibanding dengan gerakan-gerekan lama seperti Ikhawnul Muslimin. Media
massa, seperti facebook, flick, twitter, blog, website, dan lainnya menjadi salah
satu ciri khas yang dimiliki oleh gerakan baru ini. Sasaran tembak dalam rangka
membangun opini dan menggalang dukungan suara dilakukan dengan cara
memanfaatkan media massa. Puncaknya, rezim Husni Mubarok runtuh di tangan
pemuda yang bersenjatakan media massa ini.
Penelitian ini menggunakan teori gerakan sosial baru dengan pendekatan
sejarah. Karenanya, Gerakan Pemuda 6 April ini dapat dikatakan sebagai gerakan
sosial baru dengan segala ciri-ciri kebaruannya yang tidak lazim dan tumbuh
dalam raung waktu sejarah sebagai konteks latar belakang idealisme politik
mereka. Secara umum, gerakan sosial baru lebih menekankan pada isu-isu kecil
yang bisa dipoles sedemikian rupa hingga layak menjadi konsumsi publik.
Gerakan ini jauh lebih besar menaruh perhatian pada upaya distribusi gagasan dan
ide dari pada aksi-aksi yang menuntut narasi besar. Selain itu, spirit gerakan sosial
baru adalah nilai-nilai demokrasi, kebebasan, hak asasi manusia, dan lainnya.
Dengan begitu, Gerakan 6 April ini bagian dari gerakan rakya yang menuntut
nilai-nilai tersebut dan banyak memanfaatkan media massa dalam perjuangannya
itu
The Concept of Islamic Education According to Ibn Sina and Ibn Khaldun
This study aims to analyze the similarities and differences in the views of Ibn Sina and Ibn Khaldun in the concept of Islamic education. The research approach is a qualitative type of literature. The data source of this research is literature in the field of Islamic education, especially about the Muqoddimah and As-Sifa 'books and other related literature. Data collection techniques are carried out by tracing related references, both manually and digitally. The collected data is then displayed, reduced and constructed into a new, complete and stressful concept. Data analysis was performed using content analysis that prioritizes intertextuality and meaning creativity. The results showed that the similarities between Ibn Sina and Ibn Khaldun, which lie in the objectives of Islamic education, together form a good human being, educators or teachers must have everything in order to know the methods, techniques, science that suit the needs of students, and in science, both agree that science must be in accordance with its use so that knowledge is not in vain. Whereas in terms of the difference covering the curriculum, the eye of Ibn Sina and Ibn Khaldun's Equation, lies in the goal of Islamic education, together forming a human being, educators or teachers must have everything in order to know the methods, techniques, knowledge that suit the needs of students, and scientific, both agree that science must be in accordance with its use so that knowledge is not in vain. 
SISTEM INFORMASI REALTIME PEREKAMAN MASALAH TRAKTOR MENGGUNAKAN QR CODE DAN FRAMEWORK CODEIGNITER
ISEKI INDONESIA merupakan salah satu jenis perusahaan manufaktur. Perusahaan ini mengolah bahan mentah menjadi produk yaitu traktor roda empat. Pada perusahaan ini terdapat beberapa kendala dalam proses pendokumentasian permasalahan yang timbul pada masing-masing traktor. Hal ini sangat mempengaruhi efisiensi waktu. Permasalahan yang ditemukan pada masing-masing traktor masih menggunakan penulisan manual. Sehingga menghambat pengendalian kualitas karena identifikasi masalah harus menunggu keesokan harinya. Penggunaan cara manual ini kurang efisien dan efektif karena untuk merangkum permasalahan memerlukan waktu ± 4,5 jam/hari, untuk mengklasifikasikan permasalahan memerlukan waktu ± 27 menit/hari. Untuk mengatasi permasalahan tersebut penulis membuat sistem berbasis web untuk menggantikan check sheet konvensional menjadi check sheet digital dengan menggunakan konsep masalah sejarah dan metode penelitian kualitatif. Untuk meningkatkan kecepatan dan keakuratan data, penulis menggunakan QR Code sebagai metode penginputan data. Sistem ini mampu memangkas hingga 37% dan menekan biaya hingga Rp 26.564.520 per tahun
