43 research outputs found
Perubahan Iklim dan Kedaulatan Pangan di Indonesia. Tinjauan Produksi dan Kemiskinan
Pada era “Kabinet Indonesia Bersatu Jilid Dua”, pemerintah menargetkan surplus 10 juta ton beras pada tahun 2014,sedangkan di era “Kabinet Indonesia Hebat” Jokowi dengan program kedaulatan pangan, menargetkan swasembadapangan dalam tiga tahun mendatang. Salah satu hambatan dalam mencapai kedaulatan pangan di Indonesia adalahperubahan iklim antara lain cuaca ekstrim seperti kekeringan, banjir, tanah longsor, serangan hama/penyakit dengankonsekuensi serius pada penurunan produksi pertanian khususnya tanaman pangan. Makalah ini bertujuan untukmembahas dampak Perubahan iklim dan kedaulatan pangan di Indonesia, dengan fokus pada keterkaitan antaraperubahan lingkungan global/Perubahan iklim, praktik penggunaan lahan, produksi pangan, kemiskinan dan masalahkekurangan gizi. Sumber data dan informasi dihimpun dari hasil penelitian, jurnal, artikel yang relevan dan dianalisissecara deskriptif sehingga sesuai dengan tujuan penilisan artikel ini. Hasil penelusuran literatur bahwa penurunanproduksi memiliki konsekuensi serius pada keamanan pangan Negara, terutama di kalangan orang miskin yangmemiliki akses terbatas pada fasilitas kesehatan, dimana 28,5 juta orang hidup di bawah garis kemiskinan dan jutaanorang lain pada garis kemiskinan sangat rentan terhadap Perubahan iklim. Ancaman kekurangan gizi akibat gagalpanen, terutama di kalangan anak-anak pedesaan akan lebih cepat dalam tahun-tahun mendatang, terutama jika responkebijakan pemerintah pusat dan daerah gagal untuk mengatasi problem antara lingkungan dan produksi tanaman.Solusi mengatasi Perubahan iklim dari aspek penurunan produksi adalah inovasi teknologi varietas unggul tahankekeringan dan banjir, tahan hama dan penyakit, dan penerapan sistem pertanian berkelanjutan
H. Asnawi Mangku Alam: Pemikiran dan Pengabdiannya Di Sumatera Selatan Tahun 1921-2001
This paper is entitled about H. Asnawi Mangku Alam\u27s Thought and Devotion in South Sumatra in 1921-2001. In this paper, he explains the biography of social life, environment and education, as well as the thoughts and dedication of the figure H. Asnawi Mangku Alam. This writing uses the historical method, with heuristic stages, source criticism, interpretation, and historiography. The theory used is the social exchange theory put forward by George Casper Homans and the habitus theory put forward by Pierre Bourdieu. H. Asnawi Mangku Alam is a local figure from South Sumatra who made a big contribution to independence. After studying, he devoted himself to being actively involved in the military field and playing a role in the struggle to defend Indonesia\u27s independence in the Palembang and Komering regions in 1947. As well as being a governor, Asnawi Mangku Alam was also the Ambassador for Burma and Nepal. The author describes three areas of contribution from the thought of H. Asnawi Mangku Alam when he was appointed governor of South Sumatra in 1968-1978, namely the fields of religion, economy and politics. As for some of the writings of H. Asnawi Mangku Alam and then the writer made the source in writing. Among them are a collection of Da\u27wah, a collection of sermons, a farmer\u27s son to become a governor, a 120 hour city war in Palembang, Padamu Lies Laitaul Qadar, Cita and Karya, as well as messages and impressions.Tulisan ini berjudul tentang Pemikiran dan Pengabdian H. Asnawi Mangku Alam di Sumatera Selatan Tahun 1921-2001. Dalam penulisan ini memenjelaskan tentang biografi mengenai kehidupan sosial, lingkungan, dan pendidikan, serta pemikiran dan pengabdian tokoh H. Asnawi Mangku Alam. Penulisan ini menggunakan metode sejarah, dengan tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, historiografi. Adapun teori yang digunakan adalah teori pertukaran sosial di kemukakan oleh George Casper Homans dan teori habitus dikemukakan oleh Pierre Bourdieu. H. Asnawi Mangku Alam merupakan tokoh lokal dari Sumatera Selatan yang memiliki kontribusi besar untuk kemerdekaan. Pasca menempuh pendidikan, ia mengabdikan diri untuk terlibat aktif dibidang militer dan berperan dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia didaerah Palembang dan Komering pada tahun 1947. Selain sebagai gubernur, Asnawi Mangku Alam juga pernah menjadi Duta Besar unutuk negara Birma dan Nepal. Penulis menguraikan ada tiga bidang kontribusi dari pemikiran H. Asnawi Mangku Alam ketika diangkat menjadi gubernur Sumatera Selatan pada tahun 1968-1978, yaitu bidang agama, ekonomi, dan politik. Adapun beberapa karya tulis H. Asnawi Mangku Alam dan selanjutnya penulis jadikan sumber dalam penulisan. Diantaranya ialah Kumpulan Dakwah, Kumpulan khotbah, Anak Petani Menjadi Gubernur, Perang kota 120 jam di Palembang, Padamu Terletak Laitaul Qadar, Cita dan Karya, serta Pesan dan Kesan
Pengaruh Torehan dan Sitozim Seed Plus Terhadap Pertumbuhan Tiga Tipe Panili (Vanilla planifolia Andrews)
Penelitian ini dilakukan di rumah kaca Sub Balai Penelitian Tanaman rempah dan Obat natar (Lampung), dari bulan Maret sampai Juli 1988. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh torehan dan sitozim seed plus terhadap pertumbuhan setek 3 tipe panili. Perlakuan terdiri dari 3 faktor, factor pertama adalah tipe panili, yaitu Anggrek, Malang, dan Ungaran Daun Tipis. Factor kedua adalah tanpa dan ditoreh pada bakal tunas setek. Factor ketiga yaitu perendaman dalam larutan sitozium seed plus; dan torehan dengan sitozium seed plus (kontrol); 1.25; 2.50; dan 3.75 ml/l. rancangan yang digunakan adalah acak kelompok dengan susunan factorial (3x2x4), dengan 3 ulangan. Bahan tanaman yang digunakan adalah setek satu ruas berdaun tunggal. Hasil percobaan menunjukkan bahwa interaksi antara tipe panili dengan sitozim seed plus; dan torehan dengan sitozim seed plus berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan akar dan tunas panili, yang tercermin pada peningkatan bobot kering akar, tinggi tunas, dan bobot kering tunas. Sedangkan waktu keluar tunas dan jumlah ruas hanya dipengaruhi oleh factor torehan dan sitozim seed plus. Setek panili yang ditoreh menghasilkan pertumbuhan yang lebih cepat dan baik bila dibandingkan dengan tanpa ditoreh. Penggunaan sitozim seed plus sampai konsentrasi 3.75% ml/l masih meningkatkan pertumbuhan akar dan tunas panili
Peningkatan Produktivitas dan Pendapatan Petani Melalui Penerapan Model Pengelolaan Tanaman Terpadu Padi Sawah di Kabupaten Pesawaran, Lampung
One of maintain self-sufficiency is programs realized through the implementation of field school of integrated crops management (SLPTT) target increased quality rice with rice cultivation techniques, increased cropping intensity and productivity of rice. This research was conducted at SLPTT locations of Pesawaran regency (4 district), Lampung Province, from May until September 2010. The number of observed samples consisting of 180 units such as LL VUB (Field Laboratory of New Superior Variety) location is 60 units, LL non VUB location is 60 units and non SLPTT location is 60 units. The treatment applied SLPTT LL VUB is PTT (ICM) model such as superior verieties (Inpari 1, Inpari 7, Inpari 9 and Cigeulis), jajar legowo planting system (2:1 and 3:1), and site-specific fertilizer recommendation (Ministry Agriculture recommendation), and application pattern field school (PFS). At the SLPTT LL non VUB location, treatment applied was Ciherang variety and fertilizer dose of local farmers (specific location), while non SLPTT location adapted to the habits of farmers. Data collected were production cost, yield components, and farming system problems. The results showed that the average productivity of paddy at the SLPTT LL VUB location is 7.174 kg/ha, SLPTT non VUB 6.737 kg/ha and non SLPTT 4.587 kg/ha. Use of new superior varieties (VUB) increased productivity by 8,85% compared with SLPTT non VUB and 47,13% compared with non SLPTT. Farmer income in SLPTT LL VUB locations is Rp.17.410.000,-/ha (R/C=3,15), SLPTT LL non VUB location Rp.13.488.806,-/ha (R/C=2,46) and non SLPTT location Rp.9.885.625,-/ha (R/C=2,34). Through the application of VUB in SLPTT location can increase farmers' income 29,07% to 76,12%. Keywords: increasing, production, income, SLPTT, rice</jats:p
Produksi Beberapa Tipe Panili (Vanilla planifolia ANDREWS)
Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Natar (Lampung), dari tahun 1986 sampai 1992. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi produksi beberapa tipe panili. Perlakuan terdiri atas 4 tipe panili, yaitu Malang, Ungaran Daun Tipis, Anggrek, dan Gisting. Rancangan yang digunakan adalah Acak Kelompok dengan 6 ulangan dan 10 tanaman per perlakuan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa panili tipe Anggrek mempunyai potensi produksi yang lebih tinggi dari tipe panili lainnya (Malang, Ungaran Daun Tipis, dan Gisting) yang tercermin dari jumlah bunga per tandan, panjang buah, berat 20 buah basah, dan produksi buah basah per pohon. Sedangkan panili tipe Gisting menghasilkan persentase tanaman berbunga dan jumlah tandan bunga per pohon tertinggi dari tipe panili lainnya
Peningkatan Produktivitas dan Pendapatan Petani Melalui Penerapan Model Pengelolaan Tanaman Terpadu Padi Sawah di Kabupaten Pesawaran, Lampung
One of maintain self-sufficiency is programs realized through the implementation of field school of integrated crops management (SLPTT) target increased quality rice with rice cultivation techniques, increased cropping intensity and productivity of rice. This research was conducted at SLPTT locations of Pesawaran regency (4 district), Lampung Province, from May until September 2010. The number of observed samples consisting of 180 units such as LL VUB (Field Laboratory of New Superior Variety) location is 60 units, LL non VUB location is 60 units and non SLPTT location is 60 units. The treatment applied SLPTT LL VUB is PTT (ICM) model such as superior verieties (Inpari 1, Inpari 7, Inpari 9 and Cigeulis), jajar legowo planting system (2:1 and 3:1), and site-specific fertilizer recommendation (Ministry Agriculture recommendation), and application pattern field school (PFS). At the SLPTT LL non VUB location, treatment applied was Ciherang variety and fertilizer dose of local farmers (specific location), while non SLPTT location adapted to the habits of farmers. Data collected were production cost, yield components, and farming system problems. The results showed that the average productivity of paddy at the SLPTT LL VUB location is 7.174 kg/ha, SLPTT non VUB 6.737 kg/ha and non SLPTT 4.587 kg/ha. Use of new superior varieties (VUB) increased productivity by 8,85% compared with SLPTT non VUB and 47,13% compared with non SLPTT. Farmer income in SLPTT LL VUB locations is Rp.17.410.000,-/ha (R/C=3,15), SLPTT LL non VUB location Rp.13.488.806,-/ha (R/C=2,46) and non SLPTT location Rp.9.885.625,-/ha (R/C=2,34). Through the application of VUB in SLPTT location can increase farmers' income 29,07% to 76,12%. Keywords: increasing, production, income, SLPTT, ric
Analisis Keunggulan Kompetitif Ubikayu terhadap Jagung dan Kedelai di Kabupaten Lampung Tengah
Cassava is a major food crops which widely developed in Lampung province, it caused high adaptability, easily cultivated, smallest risk of failure, and high price. The study was objective to analyze competitive advantage of casava farming system compared to maize and soybean farming system. The activity were conducted at Central Lampung regency from April 2012 to February 2013. The primary data were obtained from respondents with sample of 90 farmers, using survey methods with structured interviews and questionnaires. Secondary data were obtained from the office of relevant agencies and BPS Lampung. Data analysis were financial analysis and competitive advantage analysis. The results showed that cassava farming more profitable than maize and soybean farming system income Rp.21.109.000/ha and R/C of 2,91 compared to corn farming income Rp.15.935.000 and R/C of 2,01 and soybean farming income Rp.5.187.800/ha and R/C of 1,48. Cassava farming system will be competitive compared corn and soybeans farming on the productivity levels at least 34.567 kg/ha and 20,788 kg/ha and cassava price at least IDR 654/kg and IDR 394/kg.</jats:p
KAJIAN CARA TANAM JEJER MANTEN DAN PUPUK HAYATI PADA USAHATANI PADI SAWAH DI KABUPATEN PESAWARAN PROVINSI LAMPUNG
<p>ABSTRACT </p><p>Assessment of "Jejer Manten" Planting Technique and Biofertilizer on Rice Farming in Pasawaran District, Lampung Province. One of the efforts to increase productivity is the application of a good planting technique and biofertilizers. Assessment of rice planting techniques and the application of a biological fertilizer was conducted at Sukadadi village, Gedong Tataan district, Pesawaran Regency, Lampung Province, from May to September 2014. Size of each plot was 400 m2 with total area of 1 ha. The objective was to obtain an effective planting techtique and biological fertilizer to increase rice productivity and farmers income on rice farming. The treatments consisted of three factors i.e: planting techniques (S1 = “jajar tegel”, S2 = “jajar legowo” 2:1, and S3 = “jejer manten”) and dosage of biological fertilizers (D1 = 200 kg Urea + 300 kg NPK Phonska; D2 = 100 kg Urea + 150 kg NPK Phonska + 40 kg biological fertilizer; D3 = 200 kg Urea + 300 kg NPK Phonska + 40 kg biological fertilizer). Inpari 10 was used as the variety of rice. The experiment was arranged on the split plot design with three replications. The results showed that plant height and number of tillers produced by “jejer manten” planting technique were high, while length of panicle, number of grains/panicle, hollow of grain, and weight of 1.000 grains were not significantly different for all planting techniques. Rice productivity was not significantly affected by application of the biological fertilizer. Innovation of “jejer manten” planting techniques produced a higher productivity and farmers' income than “jajar tegel” and “jajar legowo” row 2:1 planting techniques. To increase rice productivity, “jejer manten” planting technique is potential to be applied and it does not require an extra cost for planting. </p><p> </p><p>Keyword :rice, “jejer manten”, “jajar tegel”, “jajar legowo” 2:1, biological fertilizer</p><p> </p><p>ABSTRAK</p><p> </p><p>alah satu upaya peningkatan produktivitas adalah dengan rekayasa cara tanam dan penggunaan pupuk hayati. Penerapan cara tanam jejer manten dan pupuk hayati pada tanaman padi sawah telah dilakukan di Desa Sukadadi, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran mulai bulan Mei sampai September 2014. Luas masing-masing petakan adalah 400 m2 dengan total areal 1 ha. Kegiatan ini bertujuan mengetahui pengaruh penerapan cara tanam jejer manten dan pupuk hayati terhadap peningkatan produktivitas dan pendapatan usahatani padi sawah. Perlakuan terdiri atas tiga faktor yaitu cara tanam (S1 = jajar tegel, S2= jajar legowo 2:1, dan S3= jejer manten) dan dosis pupuk hayati (D1 = 200 kg Urea + 300 kg NPK Phonska; D2 = 100 kg Urea + 150 kg NPK Phonska + 40 kg pupuk hayati; D3 = 200 kg Urea + 300 kg NPK Phonska + 40 kg pupuk hayati). Varietas padi yang digunakan adalah Inpari 10. Rancangan yang digunakan adalah rancangan petak terpisah dengan tiga ulangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tinggi tanaman dan jumlah anakan tertinggi dihasilkan oleh perlakuan cara tanam jejer manten, sedangkan panjang malai, jumlah bulir/malai, gabah hampa, dan berat 1000 butir tidak berbeda nyata untuk semua perlakuan cara tanam. Pemberian pupuk hayati tidak berpengaruh nyata terhadap peningkatan produktivitas padi sawah. Inovasi teknologi cara tanam jejer manten menghasilkan produktivitas dan pendapatan petani yang lebih tinggi dibandingkan dengan jajar tegel dan jajar legowo 2:1. Untuk meningkatkan produktivitas padi, teknik tanam jejer manten memiliki potensi untuk digunakan karena mudah diterapkan dan tanpa tambahan biaya tanam.</p><p>Kata Kunci padi, jejer manten, jajar tegel, jajar legowo 2:1, pupuk hayati</p></jats:p
KAJIAN CARA TANAM JEJER MANTEN DAN PUPUK HAYATI PADA USAHATANI PADI SAWAH DI KABUPATEN PESAWARAN PROVINSI LAMPUNG
ABSTRACT Assessment of "Jejer Manten" Planting Technique and Biofertilizer on Rice Farming in Pasawaran District, Lampung Province. One of the efforts to increase productivity is the application of a good planting technique and biofertilizers. Assessment of rice planting techniques and the application of a biological fertilizer was conducted at Sukadadi village, Gedong Tataan district, Pesawaran Regency, Lampung Province, from May to September 2014. Size of each plot was 400 m2 with total area of 1 ha. The objective was to obtain an effective planting techtique and biological fertilizer to increase rice productivity and farmers income on rice farming. The treatments consisted of three factors i.e: planting techniques (S1 = “jajar tegel”, S2 = “jajar legowo” 2:1, and S3 = “jejer manten”) and dosage of biological fertilizers (D1 = 200 kg Urea + 300 kg NPK Phonska; D2 = 100 kg Urea + 150 kg NPK Phonska + 40 kg biological fertilizer; D3 = 200 kg Urea + 300 kg NPK Phonska + 40 kg biological fertilizer). Inpari 10 was used as the variety of rice. The experiment was arranged on the split plot design with three replications. The results showed that plant height and number of tillers produced by “jejer manten” planting technique were high, while length of panicle, number of grains/panicle, hollow of grain, and weight of 1.000 grains were not significantly different for all planting techniques. Rice productivity was not significantly affected by application of the biological fertilizer. Innovation of “jejer manten” planting techniques produced a higher productivity and farmers' income than “jajar tegel” and “jajar legowo” row 2:1 planting techniques. To increase rice productivity, “jejer manten” planting technique is potential to be applied and it does not require an extra cost for planting. Keyword :rice, “jejer manten”, “jajar tegel”, “jajar legowo” 2:1, biological fertilizer ABSTRAK alah satu upaya peningkatan produktivitas adalah dengan rekayasa cara tanam dan penggunaan pupuk hayati. Penerapan cara tanam jejer manten dan pupuk hayati pada tanaman padi sawah telah dilakukan di Desa Sukadadi, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran mulai bulan Mei sampai September 2014. Luas masing-masing petakan adalah 400 m2 dengan total areal 1 ha. Kegiatan ini bertujuan mengetahui pengaruh penerapan cara tanam jejer manten dan pupuk hayati terhadap peningkatan produktivitas dan pendapatan usahatani padi sawah. Perlakuan terdiri atas tiga faktor yaitu cara tanam (S1 = jajar tegel, S2= jajar legowo 2:1, dan S3= jejer manten) dan dosis pupuk hayati (D1 = 200 kg Urea + 300 kg NPK Phonska; D2 = 100 kg Urea + 150 kg NPK Phonska + 40 kg pupuk hayati; D3 = 200 kg Urea + 300 kg NPK Phonska + 40 kg pupuk hayati). Varietas padi yang digunakan adalah Inpari 10. Rancangan yang digunakan adalah rancangan petak terpisah dengan tiga ulangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tinggi tanaman dan jumlah anakan tertinggi dihasilkan oleh perlakuan cara tanam jejer manten, sedangkan panjang malai, jumlah bulir/malai, gabah hampa, dan berat 1000 butir tidak berbeda nyata untuk semua perlakuan cara tanam. Pemberian pupuk hayati tidak berpengaruh nyata terhadap peningkatan produktivitas padi sawah. Inovasi teknologi cara tanam jejer manten menghasilkan produktivitas dan pendapatan petani yang lebih tinggi dibandingkan dengan jajar tegel dan jajar legowo 2:1. Untuk meningkatkan produktivitas padi, teknik tanam jejer manten memiliki potensi untuk digunakan karena mudah diterapkan dan tanpa tambahan biaya tanam.Kata Kunci padi, jejer manten, jajar tegel, jajar legowo 2:1, pupuk hayat
Food Diversification of Cassava as Functional Food Instead of Rice in Lampung
Cassava has been known to have low glycaemic index (GI) recommended for diabetics. Cassava can be used as alternative food source for substitution of rice as Indonesian staple food. The current study aimed to investigate phisycal and chemical properties of food diversification of cassava. Levels of dietary fibre were measured by enzymatic-gravimetric AOAC, while total sugar content was measured by Lane-Eynon titration. Determination of starch was observed by using spectrophotometer and energy analysis by bomb calorimetry. Level of glycaemic index (GI) was determined by EL, S.N. method. The sensory analysis was performed by preference test by using hedonic scale towards 20 panelists. Analysis of cost and benefit was used to investigate the economic feasibility of the products. Among several products of cassava, analog rice has the highest value of dietary fibre (4.72%), starch (75.64%) and energy level (349.38 cal/kg). In addition, it has the lowest value of total sugar content (1,19%) and GI (56). It is also the most preferable in terms of colour (4.35), aroma (3.90), taste (4.35) and general acceptance (4.05). Economically, analog rice provides the highest profit than instant tiwul and oyek, which are 1.66; 1.56 and 1.47 respectively.</p
