13 research outputs found

    perilaku mahasiswa dalam pemanfaatan perpustakaan universitas ma chung malang

    No full text
    RINGKASAN   Winastwan, Rheza Ega. 2018. Perilaku Mahasiswa Dalam Pemanfaatan                     Perpustakaan Universitas Ma Chung Malang.Skripsi, Program Studi S1 Ilmu Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra,                     Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing (I) Prof. Dr. Suyono, M.Pd (II) Dwi Novita Ernaningsih, M.Hum. Kata Kunci : perilaku pemanfaatan, perpustakaan perguruan tinggi. Mayoritas pengguna aktif perpustakaan perguruan tinggi yaitu dari kalangan mahasiswa. Mahasiswa juga bisa disebut dengangenerasi internet. Generasi internet cenderung mempunyai perilaku yang berbeda dengan generasi sebelumnya karena internet dan gawai merupakan sebuah satu kesatuan yang tidak bisa lepas dari kegiatan sehari-hari. Otomatis generasi internet ini juga memiliki perilaku yang berbeda di dalam memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber informasi maupun sumber belajar mereka. Pada peneltian ini perilaku pemanfaatan perpustakaan dibagi menjadi, (1) perilaku mahasiswa dalam pemanfaatan koleksi perpustakaan, (2) perilaku mahasiswa dalam pencarian informasi yang berkaitan dengan koleksi, (3) perilaku mahasiswa dalam mengolah pengetahuan baru, (4) perilaku mahasiswa dalam pemanfaatan fasilitas perpustakaan. Selanjutnya penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui motivasi mahasiswa dalam memanfaatkan perpustakaan. Motivasi mahasiswa memanfaatkan perpustakaandalam penelitian ini dibagi menjadi dua meliputi, (1) faktor internal dan (2) faktor eksternal. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui perilaku pemanfaatan perpustakaan di kalangan Mahasiswa Universitas Ma Chung. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh Mahasiswa Universitas Ma Chung yang berjumlah 1.500. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakanrandom sampling. Pendekatan yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah pendekatan Slovin. Sampel penelitian ini adalah 316 Mahasiswa Universitas Ma Chung. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis statistik. Data yang berhasil dikumpulkan kemudian diolah menggunakan perhitungan rumus presentase. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan,(1) perilaku mahasiswadalam pemanfaatan koleksi perpustakaan yang mempunyai persentase paling tinggi yaitu membaca koleksi di gedung perpustakaan dengan presentase (47,2%), karena rata-rata mahasiswa Universitas Ma Chung lebih sering memanfaatkan koleksi karya ilmiah yang tidak diperbolehkan dibawa pulang serta mahasiswa tidak ingin menanggung resiko kehilangan atau kerusakan bahan pustaka dan mencatat informasi yang dimuat pada koleksi perpustakaan dengan persentase (53,2%) karena mahasiswa Universitas Ma Chung beralasan lebih praktis mencatat daripada melakukan fotokopi koleksi perpustakaan, (2) perilaku mahasiswa dalam pencarian informasi  yang presentasenya paling tinggi yaitu dengan langsung menuju pada jajaran rak koleksi perpustakaan yaitu sebesar (67,7%) karena mayoritas mahasiswa Universitas Ma Chung sudah hafal dimana letak koleksi yang mereka butuhkan, (3) perilaku mahasiswa dalam mengolah pengetahuan baru yang presentasenya paling tinggi yaitu memahami pengetahuan baru dengan membaca dan dengan cara membandingkan, menghubungkan, serta mengontraskan dengan sumber pengetahuan lain yaitu sebesar (59,5%), (4) perilaku mahasiswa dalam pemanfaatan fasilitas perpustakaan yang paling tinggi presentasenya yaitu memanfaatkan fasilitas perpustakaan karena keamanan yang dimiliki perpustaan dengan persentase (59,2%) karena mahasiswa Universitas Ma Chung menyatakan bahwa mereka merasa aman ketika berada di perpustakaan dengan disediakannya fasilitas loker dan kamera pengawas (5) motivasi internal, yang presentasenya yang paling tinggi yaitu karena keyakinan terhadap kebenaran informasi yang ada di perpustakaan dengan persentase (63,9%) karena mahasiswa Universitas Ma Chung menyatakan bahwa mereka percaya terhadap kebeneran informasi yang dimuat pada koleksi perpustakaan guna memenuhi tugas-tugas perkuliahandan (6) motivasi eksternal yang mempunyai presentase tinggi yaitu berkunjung ke perpustakaan karena merasa puas terhadap layanan dan fasilitas yang ada di perpustakaan, dengan persentase (64,2%) karena mahasiswa Universitas Ma Chung menyatakan mereka puas terhadap layanan serta fasilitas yang diberikan oleh pihak perpustakaan, jadi mahasiswa tidak jera memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar mereka. Hasil penelitian ini dapat menjadi saran serta bahan evaluasi bagi pihak Perpustakaan Universitas Ma Chung mengenai trend pemanfaatan perpustakaan oleh mahasiswa pada era sekarang ini

    Proses Pengembangan Koleksi Pada Perpustakaan STAI Ma’had Al-Hikam Kota Malang

    Full text link
    AbstrakKegiatan pengembangan koleksi merupakan salah satu upaya yang dilakukan perpustakaan supaya tidak ditinggalkan oleh penggunanya. Kualitas mutu sebuah koleksi perpustakaan dapat dilihat dari kegiatan pengembangan koleksi. Perpustakaan dituntut untuk terus menyediakan koleksi yang relevan serta mutakhir sesuai dengan perkembangan zaman dalam rangka upaya memenuhi kebutuhan informasi pemustaka. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses kegiatan pengembangan koleksi serta mengetahui kendala yang dihadapi oleh  Perpustakaan STAI Ma’had Al-Hikam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif serta untuk memperoleh data yaitu dengan melakukan wawancara terhadap staff perpustakaan STAI Ma’had Al-Hikam. Hasil penelitian ini yaitu bahwa proses kegiatan pengembangan koleksi di Perpustakaan STAI Ma’had Al-Hikam terdiri dari (1) seleksi, (2) pengadaan, (3) penyiangan, (4) perawatan, dan (5) evaluasi. Kendala yang dihadapi dalam pengembangan koleksi di Perpustakaan STAI Ma’had Al-Hikam yaitu diantaranya, (1) anggaran, (2) sarana dan prasarana, (3) sumber daya manusia, dan (4) tidak adanya pedoman pengembangan koleksi secara tertulis.Kata Kunci : Pengembangan Koleksi, Perpustakaan STAI Ma’had Al-HikamAbstractCollection development activity is one of the efforts undertaken by the library so that users are not left behind. The quality of a library collection can be seen from the collection development activities. Libraries are required to continue to provide relevant and up-to-date collections in accordance with the times in order to meet the information needs of users. The purpose of this study is to determine the process of collection development activities and determine the constraints faced by the Ma'had Al-Hikam STAI Library. The method used in this research is descriptive qualitative and to obtain data by interviewing the STAI library staff Ma'had Al-Hikam. The results of this study are that the process of collection development activities at the STAI Ma'had Al-Hikam Library consists of (1) selection, (2) procurement, (3) weeding, (4) maintenance, and (5) evaluation. Constraints faced in the development of collections in the STAI Ma'had Al-Hikam Library are, among others, (1) budget, (2) facilities and infrastructure, (3) human resources, and (4) there are no written guidelines for developing collections.Keywords: Collection Development, STAI Ma'had Al-Hikam Library

    Studi Komparasi Terhadap Undang-Undang Kearsipan Dan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik

    Full text link
    Informasi diera sekarang merupakan suatu kebutuhan primer bagi setiap masyarakat. Berbicara tentang informasi publik, tidak terlepas dari kearsipan sebagaimana yang tertuang pada Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. Artikel ini bertujuan untuk melakukan analisis atau mengkaji serta membandingkan Undang-Undang No. 43 Tahun 2009 tentang kearsipan serta Undang-Undang No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik ditinjau dari beberapa aspek. Penelitian ini merupakan studi pustaka dimana data diperoleh melalui sumber informasi yang memiliki keterkaitan dengan topik yang diambil. Data diperoleh melalui jurnal ilmiah dan buku undang-undang,. Hasil penelitian Undang-Undang kearsipan memiliki keterkaitan yang erat dengan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik. Hal ini dapat dilihat dari masing-masing pengertian yang tercantum dalam Undang-Undang dimana dalam pengertian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa pengertian informasi merupakan segala bentuk arsip yang terekam pada berbagai media penyimpanannya yang kemudian dapat dikomunikasikan kepada orang lain. Akan tetapi, terdapat perbedaan-perbedaan dari kedua UU yang meliputi sejarah lahirnya, filosofi, isi konten, objek dan subjek, lembaga yang berwenang, pengelolanya, pihak yang dapat mengakses, jenis objek, serta dari segi mekanisme pelayanannya

    Filsafat Eksistensialisme dan Relevansinya dengan Perpustakaan Berbasis Komunitas di Indonesia

    Full text link
    Maraknya keberadaan perpustakaan komunitas disebabkan oleh adanya beberapa kalangan masyarakat yang memiliki minat serta kecintaan terhadap buku dan literasi. Melalui tulisan ini, penulis ingin mengetahui mengenai relevansi antara perpustakaan berbasis komunitas di Indonesia dan salah satu aliran dalam filsafat yaitu eksistensialisme yang notabene merupakan bentuk aliran kebebasan dalam artian tidak terikat oleh norma maupun aturan tertentu. Kajian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Tulisan ini merupakan studi pustaka. Dengan memanfaatkan berbagai sumber rujukan untuk memperoleh data. Hasil penelitian menunjukan terdapat dua relevansi antara perpustakaan komunitas dan eksistensialisme, pertama, eksistensialisme adalah pemberontakan dan protes terhadap rasionalisme dan masyarakat modern dapat ditinjau dari latar belakang kemunculannya akibat ketidakpuasan terhadap perpustakaan umum yang keberadaannya belum mampu untuk menarik minat kunjung terhadap perpustakaan serta meningkatan minat baca masyarakat maka perpustakaan komunitas menjemput bola dengan hadir ditengah masyarakat. Kedua, eksistensialisme menekankan keunikan sementara itu, perpustakaan komunitas hadir dengan beberapa nama atau istilah seperti taman bacaan masyarakat, rumah baca, sanggar baca, pojok baca, dan lain-lain. Selain itu, keunikan lain diwujudkan dalam tidak adanya denda dalam peminjaman, tidak memerlukan kartu anggota perpustakaan, dan semua koleksi dapat dipinjam tanpa terkecuali. Kata Kunci: Eksistensialisme, Perpustakaan Komunitas

    MEKANISME DIGITALISASI TERHADAP KOLEKSI LANGKA DI UPT PERPUSTAKAAN PROKLAMATOR BUNG KARNO BLITAR

    No full text
    The proclamator Bung Karno Library has many important collection of the history of  Soekarno. In order to maintain and preserve collections of historical value. The purpose of this research to provide an overview of the process of digitizing and distributing the results of digitization. This research is a qualitative study with a descriptive approach. Data collection was carried out in three ways, namely participant observation, interviews, and documentation. The results showed that the digitization process consisted of taking photos of rare collections, editing photos using the Photoshop, entering photos into the flipbook maker, and entering the digitizing files into a CD. The distribution process is done by uploading it to the library website and serving in audio visual services. With the digitization of rare collections, the Bung Karno Library has contributed to preserving rare collections that cannot be served conventionally

    PERILAKU PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN DI KALANGAN MAHASISWA UNIVERSITAS MA CHUNG MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui perilaku pemanfaatan perpustakaan di kalangan Mahasiswa Universitas Ma Chung. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Pada peneltian ini perilaku pemanfaatan perpustakaan dibagi menjadi, (1) perilaku pemanfaatan koleksi perpustakaan, (2) perilaku pencarian informasi yang berkaitan dengan koleksi, (3) perilaku mahasiswa dalam mengolah pengetahuan baru, (4) perilaku pemanfaatan fasilitas perpustakaan. Selanjutnya penelitian ini juga membahas mengenai motivasi mahasiswa memanfaatkan perpustakaan. Motivasi mahasiswa dibagi menjadi dua, yaitu (1) faktor internal dan (2) faktor eksternal. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan,(1) perilaku mahasiswa dalam pemanfaatan koleksi perpustakaan yang mempunyai presentase paling tinggi yaitu membaca koleksi di gedung perpustakaan dengan presentase (47,2%), karena rata-rata mahasiswa Universitas Ma Chung lebih sering memanfaatkan koleksi karya ilmiah yang tidak diperbolehkan dibawa pulang serta mahasiswa tidak ingin menanggung resiko kehilangan atau kerusakan bahan pustaka dan mencatat informasi yang dimuat pada koleksi perpustakaan dengan presentase (53,2%) karena mahasiswa Universitas Ma Chung beralasan lebih praktis mencatat daripada melakukan fotokopi koleksi perpustakaan, (2) perilaku mahasiswa dalam pencarian informasi  yang presentasenya paling tinggi yaitu dengan langsung menuju pada jajaran rak koleksi perpustakaan yaitu sebesar (67,7%) karena mayoritas mahasiswa Universitas Ma Chung sudah hafal dimana letak koleksi yang mereka butuhkan, (3) perilaku mahasiswa dalam mengolah pengetahuan baru yang presentasenya paling tinggi yaitu memahami pengetahuan baru dengan membaca dan dengan cara membandingkan, menghubungkan, serta mengontraskan dengan sumber pengetahuan lain yaitu sebesar (59,5%), (4) perilaku mahasiswa dalam pemanfaatan fasilitas perpustakaan yang paling tinggi presentasenya yaitu memanfaatkan fasilitas perpustakaan karena keamanan yang dimiliki perpustaan dengan presentase (59,2%) karena mahasiswa Universitas Ma Chung menyatakan bahwa mereka merasa aman ketika berada di perpustakaan dengan disediakannya fasilitas loker dan kamera pengawas (5) motivasi internal, yang presentasenya yang paling tinggi yaitu karena keyakinan terhadap kebenaran informasi yang ada di perpustakaan dengan presentase (63,9%) karena mahasiswa Universitas Ma Chung menyatakan bahwa mereka percaya terhadap kebeneran informasi yang dimuat pada koleksi perpustakaan guna memenuhi tugas-tugas perkuliahan dan (6) motivasi eksternal yang mempunyai presentase tinggi yaitu berkunjung ke perpustakaan karena merasa puas terhadap layanan dan fasilitas yang ada di perpustakaan, dengan presentase (64,2%) karena mahasiswa Universitas Ma Chung menyatakan mereka puas terhadap layanan serta fasilitas yang diberikan oleh pihak perpustakaan, jadi mahasiswa tidak jera memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar mereka. Hasil penelitian ini dapat menjadi saran serta bahan evaluasi bagi pihak Perpustakaan Universitas Ma Chung mengenai trend pemanfaatan perpustakaan oleh mahasiswa pada era sekarang ini.   Kata Kunci : perilaku pemanfaatan, perpustakaan perguruan tingg

    KOMPETENSI PUSTAKAWAN DALAM RESEARCH DATA MANAGEMENT DI PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI

    No full text
    Research data management (RDM) merupakan kegiatan yang mempunyai ruang lingkup perencanaan, pengumpulan, pengorganisasian, pengelolaan, penyimpanan, keamanan, pencadangan, pemeliharaan, dan berbagi data yang memastikan data penelitian dikelola sesuai undang-undang, hukum, dan etika. Tujuan dari penulisan makalah ini yaitu untuk memberikan wawasan serta pengetahuan kepada para pustakawan perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia mengenai kompetensi yang diperlukan dalam kegiatan RDM. Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melakukan tinjauan literatur yaitu melalui penelusuran informasi yang bersumber dari berbagai karya ilmiah yang telah dipublikasikan dengan topik bahasan yang sama yaitu mengenai kompetensi pustakawan dan Research Data Management. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa terdapat tiga poin utama untuk menunjang kegiatan research data management ini yaitu menyediakan akses, advokasi dan dukungan, dan mengelola data. Pada setiap poin tersebut, dijabarkan kembali tentang kompetensi pustakawan yang dibutuhkan. Dari tiga poin tersebut, didapatkan duapuluh dua kompetensi pustakawan yang diperlukan dalam kegiatan research data management tersebut. Kata Kunci : Research Data Managemen

    Strategi Perpustakaan Umum Dalam Meningkatkan Literasi Budaya Masyarakat

    No full text
    Public libraries as information institutions that are obliged to meet the information needs of the community, have a central and representative role in efforts to increase public literacy, especially in terms of cultural literacy. The discourse on cultural literacy has received less attention from academics in the field of libraries and information. This article will discuss about strategies that can be carried out by public libraries in order to improve people\u27s cultural literacy. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. This article is a literature study by utilizing various reference sources to obtain data and the author\u27s thoughts as outlined in this article. The results show that there are three efforts that can be made by public libraries in order to improve the cultural literacy of the society, including providing special library services that contain local content collections, holding local cultural nuanced activities, and collaborating with other agencies in order to continue to improve the cultural literacy of the society

    INTERAKSIONISME SIMBOLIK PUSTAKAWAN TERHADAP KUASA DISIPLIN PIMPINAN PERPUSTAKAAN STIKES BETHESDA YAKKUM YOGYAKARTA

    Full text link
    Libraries as institutions that have human resources, including the head of the library and librarian, are inseparable from the element of interaction. The head of the library as an individual has power with various rules and policies, while the librarian as a subordinate has reason and sense, which is used to interpret the situation he faces. Also specifically react and interpret the power of library leaders. This thesis examines library leaders in exercising various disciplinary powers to librarians through regulatory mechanisms aimed at librarians and examines the librarian's meaning of leadership power. This thesis uses Herbert Mead's theory of symbolic interactionism and the disciplinary power of Michele Foucault. This research is a qualitative study with a descriptive approach. Data collection was carried out by means of interviews, observation and documentation. The data validity was done by triangulation. Data analysis was performed using the Miles and Huberman model, namely data reduction, presentation, and conclusion drawing. The results show, first, librarian symbolic interactionism practice is manifested with the mind (mind), namely librarians seek information about libraries and library leaders before joining the library. This information is used by librarians as a reference in behaving and acting in the library. Self (self) is manifested in a self-aware attitude that in an organizational structure librarian is only a subordinate and librarian indirectly must obey all the rules and policies issued by the head of the library. Symbolic interaction of librarians when interacting with the head of the library is by not dominating the conversation, not interrupting the conversation, and speaking with a soft voice intonation. Librarians also try to interpret the existing symbols in the library, such as organizational structure, seniority, and differences in positions. Meanwhile, the practice of the power of discipline of library leadership is manifested in, first, panopticism carried out by the head of the library in the form of personal policies regarding librarian working hours. Second, the distribution of the librarian's desk with the head of the library, but still in the same room with the letter u model. Third, documentation is realized in collecting information by using questionnaires filled out by lecturers and students. Fourth, standardization in the form of standards of behavior of library human resources in serving visitors according to Christian characteristics. Fifth, the reward is given by the head of the library to the majority librarian only verbally, both punishment and reward. Sixth, testing is realized in the use of DP3 which is carried out every semester by library leaders. The impact of librarian symbolic interactionism on the discipline power of library leaders, first is the inconsistency of the discipline power of library leaders. This inconsistency is manifested in library leaders who are easily carried away by feelings when librarians are unable to complete work. Second, the head of the library lacks assertiveness in giving final assessments to librarians in the form of assessment

    POJOK PENGINYONGAN PERPUSTAKAAN UIN PROF. K.H SAIFUDDIN ZUHRI PURWOKERTO SEBAGAI SARANA PELESTARIAN BUDAYA LOKAL BANYUMAS

    Full text link
    UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Library has a uniqueness, namely the availability of Pojok Penginyongan which provides various collections of local Banyumas culture. This can be said to be unique because it is still rare for university libraries to provide such services. This study aims to determine the purpose of the implementation, the obstacles faced in the technical aspects of collection management, both in terms of procurement, maintenance, and to service the collection. This research is a descriptive qualitative research. Research data collection are interviews, observations, and documentation. Data analysis was carried out by data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Based on the research findings, it can be seen that the purpose of the Pojok Penginyongan is to realize the Rector\u27s work program to preserve local culture in the Banyumas residency. In relation to the number of collections, the library continues to develop or add to it by collaborating with public libraries and other university libraries and Banyumas community figure. For collection maintenance, the library applies the same mechanism as other collections, for example routinely fumigating, maintaining room temperature, and there are special guidelines for library users to minimize errors in the utilization of the Pojok Penginyongan collection
    corecore