367 research outputs found
INKLUSI FLUIDA DAN TIPE DEPOSIT MINERAL DI ARINEM CISEWU, KABUPATEN GARUT, JAWA BARAT
Sari - Kabupaten Garut, terutama daerah Arinem dan sekitarnya secara umum disusun oleh batuan beku yangberasal dari aktivitas magmatik tua dan gunung api muda Papandayan, hal ini menyebabkan adanya adanyapotensi cebakan mineral bijih. Daerah Arinem Cisewu dan sekitarnya merupakan daerah alterasi danmineralisasi diantaranya emas, tembaga, plumbum dan zink ( Heru Sigit dkk, 2019). Keberadaan satuanbatuan hasil dari proses vulkanisme purba berupa sedimen vulkanik dan intrusi, serta proses – proses geologilainnya yang mendukung terjadinya proses deposit mineral bijih. Lokasi penelitian menunjukan adanyakeberadaan struktur geologi yang mengontrol potensi endapan mineral bijih di daerah tersebut. Daerahtelitian termasuk dalam Ijin Usaha Pertambangan Perusahaan Tambang Aneka Tambang dan terdapat jugatambang rakyat yang sudah tutup mereka mengambil bijih emas, tembaga dan galena. Penelitain sebelumnyamenunjukkan bahwa daerah telitian dan sekitarnya merupakan tipe deposit Epithermal Low Sulfidation yangsecara umum keberadaannya pada urat-urat kuarsa (Antam, 2016 & Heru Sigit dkk,2019). Penelitian inimerupakan kelanjutan untuk mengetahui temperatur mineralisasi dan zona alterasi, disamping litologi danstruktur yang ada di daerah telitian. Metode secara umum penelitian adalah pemetaan geologipermukaan,sedangkan untuk mengetahui temperatur dengan menggunakan analisa fluid inclusion pada contohurat kuarsa yang diambil pada daerah telitian, Penelitian ini peneliti terdapat 4 sampel urat kuarsa akan tetapiyang bagus untuk dianalisa adalah 2 sampel yang diinterpretasikan dapat mewakili temperatur kehadiranmineralalisasi di daerah telitian, Hasilnya menunjukkan bahwa mineralisasi di daerah telitian diinterpretasikandengan temperatur berkisar antara 231OOC – 420C. Kata-kata kunci : mineral bijih, alterasi, mineralisasi, epithermal low sulfidation, inklusi fluida, urat kuarsa
SIGIT : an information system for integral approach of land management : an LADM implementation in Honduras and Guatemala
In a new and integral land management approach in four municipalities in Honduras and Guatemala the Land Administration Domain Model has been used as a tool in support to system development for land administration. A pilot implementation for municipal information infrastructure in four municipalities (Puerto Cortes, Omoa and Tela in Honduras and Puerto Barrios in Guatemala) should test improved management of geographic information. Data should be published on the web for web access by citizens, a one stop shop has been introduced, and integration of data at different levels avoids data duplication. Very important impact of improved access is in building trust by more transparency. New work procedures have been defined and implemented and the information system SIGIT (Sistema de Información Gestión Integral de Tierras) has been designed and implemented supporting these concepts. Apart from forming the basis for sustainable land transactions and land use planning, the SIGIT can be supportive to a situation where all citizens in a municipality pay the land tax and where land-possession can be converted to legal land ownership. SIGIT operates as a one-stop shop at the municipal side. The design of SIGIT is based upon the Land Administration Domain Model ISO 19152 to manage the cadastre and land use planning data from this point of view. To meet the requirements additions to the LADM were designed. The LADM additions to implement SIGIT in Honduras and Guatemala are necessary to store extra information about spatial zones, parcels and buildings as required by the municipalities during development. Furthermore, the information regarding building and operation permits, with their respective user-defined spatial and administrative rules, were out of scope of LADM. Therefore, the corresponding additions were necessary as well. The paper provides an overview of the SIGIT goals and requirements, the design and development. Within this context the focus is to the use of the LADM and its modifications for SIGIT development and a short evaluation of the LADM as a tool for development
Keputusan Republik Rakyat Tiongkok Menetapkankebijakan Maritim Tahun 2011
Republik Rakyat Tiongkok merupakan negara maritim yang berbatasan dengan
5 daerah laut besar, yaitu Laut Bohai, Laut Kuning, Laut China Timur, Laut China
Selatan dan daerah Laut Pasifik di Taiwan Sebelah timur. Setelah Perang Dunia II
berakhir, hak dan kepentingan maritim menjadi tujuan strategis jangka panjang di
tahun mendatang. RRT mengembangkan dan menjaga daerah kemaritimannya dalam
rangka pemanfaatan laut sebagai kepentingan negaranya melalui kebijakan maritim.
Kebijakan maritim di RRT telah melalui beberapa tahap dari tahun ke tahun dan
mengalami perubahan bedasarkan berbagai faktor yang ada di dalam atau di luar
negeri RRT. Pada tahun 2011, pemerintah RRT menetapkan kebijakan maritim pada
Pedoman Lima Tahun ke-12 untuk Pembangunan Ekonomi dan Sosial Nasional
Republik Rakyat Tiongkok atau 12th Five Year Plan for National Economic and
Social Development of the People’s Republic of China tersebut dengan 1 bab yang
berisi kebijakan pemerintah untuk mewujudkan kekuatan maritim. Penetapan
kebijakan maritim pada pedoman lima tahun tersebut merupakan upaya RRT dalam
mewujudkan kepentingan nasionalnya.
Karya tulis ilmiah ini dianalisis berdasarkan data yang diperoleh dengan cara
tidak langsung atau bersifat sekunder. Data tersebut diperoleh dengan metode library
research yang merupakan salah satu dari pendekatan kualitatif. Penelitian ini
menggunakan data-data sekunder yang berasal dari buku-buku, jurnal, media cetak
maupun online. Data-data tersebut dianalisis, kemudian dideskripsikan atau
diinterpretasikan untuk memperoleh gambaran secara utuh permasalahan yang sedang
diteliti ini.
Hasil penelitian dari karya tulis ilmiah ini menemukan bahwa alasan yang
mendasari RRT dalam menetapkan kebijakan maritimnya pada Pedoman Lima Tahun
ke-12 untuk Pembangunan Ekonomi dan Sosial Nasional Republik Rakyat Tiongkok
tahun 2011 hingga 2015, yaitu upaya dari pemerintah RRT dalam menjaga ketahanan
pangan dan energi, nilai ekonomi, politik, adanya sengketa Laut China Selatan yang
berkepanjangan, serta mewujudkan transparansi dalam pemerintahan RRT
Pengarusutamaan Gender DI Jepang Untuk Mencapai Sdgs (Sustainable Development Goals) Dalam Perspektif Feminisme Liberal
Jepang berada di peringkat rendah dalam kategori kesetaraan gender
global. Peringkat ini berlawanan dengan statemen Pemerintah Jepang yang
berkomitmen terhadap kesenjangan gender di Jepang dan global. Dengan
mengadopsi SDG‟s, Jepang menunjukkan komitmennya dengan membangun
Markas Promosi SDG‟s yang memiliki fungsi mengimplementasi langkahlangkah
dan mengawasi serta mengevaluasi semua kegiatan yang berkaitan
dengan SDG‟s. Jepang yang mengadopsi SDG‟s ini memiliki tugas untuk
mencapai semua target pembangunan untuk 2030 mendatang. Namun, peringkat
yang rendah dalam kesetaraan gender tersebut menunjukkan bahwa ada yang
salah dalam implementasi dan pelaksanaan kebijakan terkait gender. Oleh karena
itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui permasalahan dan faktor-faktor apa
saja yang menyebabkan kesetaraan gender di Jepang belum terealisasi. Strategi
dan konsep pengarusutamaan gender dalam perspektif feminisme liberal
digunakan untuk menganalisis beberapa faktor penyebab permasalahan gender di
Jepang menggunakan prasyarat-prasyarat untuk mengintegrasikan gender ke
dalam kebijakan
Penetapan Undang-Undang Anti-Tentara Bayaran 2007 di Republik Afrika Selatan
Tentara bayaran dalam sejarah dunia berkembang seiring waktu. Dalam
perkembangannya, tentara bayaran mulai diakui sebagai private military
company. Konsep PMC sendiri mulai diperkenalkan oleh kelompok tentara
bayaran dari Afrika Selatan yang dipionirkan oleh Executives Outcomes.
Eksistensi EO dipandang sebagai preseden buruk bagi imej Afrika Selatan yang
baru merdeka dari rezim Apartheid. Undang-undang Regulation of Foreign
Military Assistance tahun 1998 disahkan supaya aktivitas tentara bayaran dari
Afrika Selatan menjadi terbatas namun praktek PMC mengglobal dan RFMA
dipandang sebagai kegagalan membendung keberangkatan warganegaranya yang
berangkat ke Irak sebagai kontraktor keamanan. Sebagai salah satu pengekspor
tenaga kontraktor keamanan terbesar ketiga dunia dan sejarah yang kuat dalam
hubungannya dengan tentara bayaran, Pemerintah Afrika Selatan berusaha untuk
mengkontaminasi aktivitas kontraktor keamanan dengan undang-undang baru
untuk menutup kekurangan RFMA yaitu The Prohibition of Mercenary Activities
and Regulation of Certain Activities in Country of Armed Conflict tahun 2007 atau
yang dikenal dengan Undang- Undang Anti-Tentara Bayaran
PENERAPAN METODE KOOPERATIF TIPE TPS DALAM PENINGKATAN MOTIVASI DAN PARTISIPASI SISWA SERTA KUALITAS HASIL BELAJAR MATEMATIKA DI SMK NEGERI 1 BALIKPAPAN
This study investigates how Think-Pair-Share techniquesimprove motivation and students ’ participation in learningmathematics. The design of this study is classroom actionresearch implementing four phases: planning, implementing,observing, and reflection. The subject of this study is the XIIgrade students of Multimedia Department of SMKN 1Balikpapan. This study implements three cycles where everycycle has two meetings. Data are collected using observationand test conducted at the end of every cycle. The study showsthat learning activities in every cycle improve. The averagescores in the every cycle shows that 45.8, 80,9 and 89,5respectively in cycle I, cycle II, and cycle III
Pendidikan Nilai dalam Pagelaran Wayang Kulit
Wayang kulit is a part of Indonesia's local cultural form, which has existed and lasted from the time of the ancestors. Leather puppet performances are not only aimed for entertainment alone, but also contain noble values that can be manifested in every joint of life. Human image is manifested through playing the puppet. The art of wayang kulit develops as a quite effective means of planting the value and spreading of Islam. The value of education in the wayang kulit performances is based on logical, ethical, theological and aesthetic values. This paper aims to examine, explain and explore the educational value delivered through the wayang kulit performance
Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi Aktif Ekstrak Daun Senggani (Melastoma Malabathricum L) terhadap Escherichia Coli
Tujuan: Daun Senggani (Melastoma malabathricum L.) merupakan salah satu dari tanaman obat yang dipergunakan untuk mengobati beberapa penyakit, salah satunya diare yang masih menjadi penyakit endemic di Indonesia. Metode: Penelitian eksperimental secara in vitro yang dilakukan di Laboratorium Bersama Pasca Sarjana Universitas Sriwijaya untuk menginvestigasi kemampuan antibakteri dari daun senggani terhadap Escherichia coli ATCC 25922 dibandingkan dengan ciprofloxacin sebagai control positif. Hasil: Fraksi Etil Asetat dan methanol dari daun senggani mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dengan masing-masing nilai Konsentrasi Hambat Minimum pada 250 µg/ml and 1000 µg/ml. Simpulan: Fraksi aktif ekstrak daun senggani mempunyai kemampuan antibakteri terhadap Escherichia coli dalam media agar
Legal review of the Soreang Religious Court Decision on Divorce Suit of A Soldier's Wife in The Army Without Permission from The Unit Commander (Case Study of the Soreang Religious Court Decision Number 363/Pdt.G/2021/PA.Sor)
Purpose: This study aims to analyze the legal procedures related to divorce lawsuits filed by the wives of Indonesian Army soldiers without permission from the Unit Commander.
Research Methodology: The author uses a normative legal approach. According to Soerjono Soekanto, a normative legal approach is a legal research conducted by examining library materials or secondary data as basic materials for research by conducting a search for regulations and literature related to the problems being studied.
Results: The results of the author's research found that there had been a Divorce Suit filed by the wife of an Indonesian Army soldier against her husband without permission from the Commander and was considered not in accordance with procedures in the soldier's environment, but the facts on the ground by the Soreang Religious Court the case was still processed and decided. This happens because there is a lack of synchronization regarding the granting of a letter of permission from superiors/officials where the TNI Commander Regulation Number 50 of 2014 does not regulate the deadline for when a divorce permit letter must be issued, while PP Number 45 of 1990 concerning amendments to PP Number 10 of 1983 which is the basis in the Religious Court environment in handling PNS divorce cases including Soldiers regulates the deadline for superiors to provide consideration and continue within a maximum period of three months and SEMA Number 5 of 1984 provides time for Civil Servants to obtain official permission, the trial is postponed for a maximum of 6 (six) months and will not be extended again.
Suggestions: The author suggests that Adjustment and Synchronization of Rules are needed between the Religious Court and the TNI, especially the TNI AD, to ensure that divorce procedures run in accordance with applicable regulations. For example, revisions to the TNI Commander Regulation and the Army Chief of Staff Decree to be more in line with SEMA Number 10 of 2020, so that the time given to complete divorce administration is clearer and more consistent
Makna cinta dalam lirik lagu Bismillah Cinta karya Sigit Purnomo: analisis semiotika Ferdinand De Saussure
Music is a communication activity by using sound to convey a message to be expressed with a song. The song has a meaning as a literary work which is almost the same as poetry but is conveyed by playing melodies and harmonies. The song starts from a lyric in the form of stanzas created by an author aimed at conveying the message expressed. The messages contained in the lyrics of the created songs can be themed on friendship, motivation, love, and others. This study aims to determine and interpret the meaning of love contained in the lyrics of a song entitled Bismillah Cinta by Sigit Purnomo. This study uses the semiotic approach of Ferdinand De Saussure which makes the analogy of language as a signified and a signifier. This type of research uses descriptive and qualitative analysis. The source of data used in this research is the lyrics of a song entitled Bismillah Cinta by Sigit Purnomo. Through the analysis of the lyrics of the song, the results of this study reveal and convey the meaning that love is a feeling of trust that is trying to be expressed. The belief that everything is easy to pass and does not make the heart sway. Love teaches the meaning of that something we do must be accompanied by confidence without any anxiety and if there is no way out then asking Allah is the best way to solve i
- …
