Jurnal Ilmiah Universitas Islam Balitar
Not a member yet
2054 research outputs found
Sort by
Pengaruh Evaluasi Holistik Terhadap Outcome Pembelajaran Humanistik dalam Pendidikan Agama Islam Era Kurikulum Cinta di SMP Syeh Jamaluddin Sukosongo
Pengaruh evaluasi holistik terhadap outcome pembelajaran humanistik dalam pendidikan agama islam era kurikulum cinta dikaji dalam penelitian ini. Metode kuantitatif digunakan dalam penelitian dengan hasill analisis menunjukan, variabel evaluasi yang diperoleh dari data angket yang di ujikan kepada 30 siswa, bahwa R valuasi (koefisien koneksi) sebesar 0,450 atau 45%, hal ini menunjukkan bahwa tingkat relevansi evaluasi holistik di SMP Syeh Jamaluddin Sukosongo sebesar 45%. Nilai R2 (koefisien jaminan) sebesar 0,855 atau sebesar 85,5%, sehingga variabel evaluasi holistik merupakan salah satu unsur dengan prosentase 85,5% dengan kategori baik. Hasil analisis dengan paired sample t-test dapat dilihat dan dicermati beberapa nilai diantaranya: Nilai mean atau rata-rata dari pre-test adalah 75,16 dan nilai mean dari post-test adalah 90,22. Dari dua nilai tersebut didapat nilai selisih mean adalah 15,06. Hasil uji t dapatomenyimpulkan bahwa Nilai thitung sebesar 4.374 dan ttabel 1.701 dan signifikansi sebesar 0.864 sehingga thitung 4.274 > ttabel 1.701 dan 0.864 > 0.05. Hal tersebut menunjukkan bahwa ada pengaruh evaluasi holistik terhadap dan outcome pembelajaran humanistic dalam pendidikan agama pada era kurikulum Cinta bagi peserta didik di SMP Syeh Jamaluddin Sukosongo.Pengaruh evaluasi holistik terhadap outcome pembelajaran humanistik dalam pendidikan agama islam era kurikulum cinta dikaji dalam penelitian ini. Metode kuantitatif digunakan dalam penelitian dengan hasill analisis menunjukan, variabel evaluasi yang diperoleh dari data angket yang di ujikan kepada 30 siswa, bahwa R valuasi (koefisien koneksi) sebesar 0,450 atau 45%, hal ini menunjukkan bahwa tingkat relevansi evaluasi holistik di SMP Syeh Jamaluddin Sukosongo sebesar 45%. Nilai R2 (koefisien jaminan) sebesar 0,855 atau sebesar 85,5%, sehingga variabel evaluasi holistik merupakan salah satu unsur dengan prosentase 85,5% dengan kategori baik. Hasil analisis dengan paired sample t-test dapat dilihat dan dicermati beberapa nilai diantaranya: Nilai mean atau rata-rata dari pre-test adalah 75,16 dan nilai mean dari post-test adalah 90,22. Dari dua nilai tersebut didapat nilai selisih mean adalah 15,06. Hasil uji t dapatomenyimpulkan bahwa Nilai thitung sebesar 4.374 dan ttabel 1.701 dan signifikansi sebesar 0.864 sehingga thitung 4.274 > ttabel 1.701 dan 0.864 > 0.05. Hal tersebut menunjukkan bahwa ada pengaruh evaluasi holistik terhadap dan outcome pembelajaran humanistic dalam pendidikan agama pada era kurikulum Cinta bagi peserta didik di SMP Syeh Jamaluddin Sukosongo
Gaya Komunikasi Pengasuh dalam Pengasuhan Siswa di Taska Cendikiawan Al-Fikh Orchard Perda
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran gaya komunikasi pengasuh dalam mendukung proses pengasuhan anak usia dini, khususnya dalam membentuk perilaku, emosi, dan kualitas interaksi anak di lingkungan pendidikan nonformal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya komunikasi pengasuh dalam pengasuhan siswa di Taska Al-Fikh Orchard Perda serta faktor-faktor yang memengaruhi konsistensi penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi selama proses pengasuhan berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya komunikasi pengasuh cenderung bersifat fluktuatif, dipengaruhi oleh kondisi emosional, beban kerja, dan tingkat pengalaman pengasuh. Pola komunikasi yang digunakan meliputi penggunaan suara tinggi, instruksi langsung, serta pendekatan komunikasi yang lebih lembut dan responsif. Ketidakkonsistenan gaya komunikasi tersebut berdampak pada respon anak, mulai dari kepatuhan yang didorong oleh rasa takut hingga munculnya ikatan positif ketika komunikasi hangat diterapkan. Selain itu, ditemukan adanya kesenjangan antara standar komunikasi yang tercantum dalam pedoman Taska dengan praktik pengasuhan di lapangan, terutama dalam penanganan konflik, pemberian instruksi, dan validasi emosi anak. Penelitian ini mengimplikasikan perlunya penguatan kapasitas pengasuh melalui pelatihan komunikasi positif dan dukungan institusional agar praktik komunikasi yang sesuai dengan prinsip pengasuhan anak usia dini dapat diterapkan secara konsisten.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran gaya komunikasi pengasuh dalam mendukung proses pengasuhan anak usia dini, khususnya dalam membentuk perilaku, emosi, dan kualitas interaksi anak di lingkungan pendidikan nonformal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya komunikasi pengasuh dalam pengasuhan siswa di Taska Al-Fikh Orchard Perda serta faktor-faktor yang memengaruhi konsistensi penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi selama proses pengasuhan berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya komunikasi pengasuh cenderung bersifat fluktuatif, dipengaruhi oleh kondisi emosional, beban kerja, dan tingkat pengalaman pengasuh. Pola komunikasi yang digunakan meliputi penggunaan suara tinggi, instruksi langsung, serta pendekatan komunikasi yang lebih lembut dan responsif. Ketidakkonsistenan gaya komunikasi tersebut berdampak pada respon anak, mulai dari kepatuhan yang didorong oleh rasa takut hingga munculnya ikatan positif ketika komunikasi hangat diterapkan. Selain itu, ditemukan adanya kesenjangan antara standar komunikasi yang tercantum dalam pedoman Taska dengan praktik pengasuhan di lapangan, terutama dalam penanganan konflik, pemberian instruksi, dan validasi emosi anak. Penelitian ini mengimplikasikan perlunya penguatan kapasitas pengasuh melalui pelatihan komunikasi positif dan dukungan institusional agar praktik komunikasi yang sesuai dengan prinsip pengasuhan anak usia dini dapat diterapkan secara konsisten
Pengaruh Intensitas Bermain Game Online terhadap Moralitas Siswa Kelas XI di SMK Negeri 7 Bandar Lampung: Studi Kuantitatif Asosiatif
Perkembangan teknologi digital telah meningkatkan intensitas penggunaan game online di kalangan pelajar dan berpotensi memengaruhi pembentukan moralitas siswa. Fenomena ini menjadi perhatian khusus pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang berada pada fase perkembangan remaja dan persiapan memasuki dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas bermain game online terhadap moralitas siswa kelas XI di SMK Negeri 7 Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif. Populasi penelitian berjumlah 226 siswa, dengan sampel sebanyak 40 siswa yang ditentukan melalui teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket intensitas bermain game online dan angket moralitas siswa yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana yang didahului uji prasyarat statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas bermain game online berpengaruh signifikan dan bersifat negatif terhadap moralitas siswa, dengan nilai signifikansi 0,001 dan kontribusi pengaruh R2 sebesar 25,4%. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas bermain game online maka semakin menurun moralitas siswa yang tercermin pada kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, dan empati.Perkembangan teknologi digital telah meningkatkan intensitas penggunaan game online di kalangan pelajar dan berpotensi memengaruhi pembentukan moralitas siswa. Fenomena ini menjadi perhatian khusus pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang berada pada fase perkembangan remaja dan persiapan memasuki dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas bermain game online terhadap moralitas siswa kelas XI di SMK Negeri 7 Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif. Populasi penelitian berjumlah 226 siswa, dengan sampel sebanyak 40 siswa yang ditentukan melalui teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket intensitas bermain game online dan angket moralitas siswa yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana yang didahului uji prasyarat statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas bermain game online berpengaruh signifikan dan bersifat negatif terhadap moralitas siswa, dengan nilai signifikansi 0,001 dan kontribusi pengaruh R2 sebesar 25,4%. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas bermain game online maka semakin menurun moralitas siswa yang tercermin pada kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, dan empati
PROSEDUR PENERIMAAN NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB BLITAR
Penelitian ini mengkaji mekanisme penerimaan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Blitar sebagai bagian strategis dalam penyelenggaraan sistem pemasyarakatan di Indonesia untuk memastikan pemenuhan hak asasi manusia, keamanan, dan rehabilitasi narapidana. Latar belakang kajian didasarkan pada regulasi seperti Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan dan Keputusan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-170.PK.01.01.02 Tahun 2015, yang menekankan registrasi, klasifikasi, dan penempatan awal narapidana secara berperikemanusiaan. Fokus utama adalah mendeskripsikan prosedur penerimaan narapidana secara operasional dan mengidentifikasi kendala di Lapas Kelas IIB Blitar, yang menghadapi tantangan seperti kelebihan kapasitas dan integrasi dengan database pemasyarakatan. Metode pengumpulan data menggunakan pendekatan observasi partisipatif, wawancara dengan pegawai bagian penerimaan narapidana, serta dokumentasi yang berkaitan dengan prosedur seperti Buku Register B dan D, di Sub Bagian Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan.
Kesimpulan menunjukkan bahwa prosedur penerimaan narapidana di Lapas Kelas IIB Blitar terdiri dari sepuluh tahapan, mulai dari verifikasi dokumen hingga perhitungan ekspirasi masa pidana, yang selaras dengan teori manajemen POAC untuk efisiensi administratif. Kendala utama meliputi penumpukan berkas, keterbatasan SDM, koordinasi dengan instansi eksternal, dan fasilitas medis terbatas, dengan solusi seperti penambahan pegawai dan digitalisasi. Kajian ini memberikan manfaat teoritis dan praktis untuk perbaikan sistem pemasyarakatan nasional, mendukung visi Lapas Kelas IIB Blitar dalam menciptakan penegakan hukum yang adil dan manusiawi
Analisis Kemampuan Penalaran Matematis melalui Model Pembelajaran MASTER Ulil Albab pada Materi Himpunan
Penelitian ini menganalisis pengembangan kemampuan bernalar matematis peserta didik melalui model pembelajaran MASTER Ulil Albab pada materi himpunan. Model ini memadukan sintaks Motivating, Acquiring, Searching, Triggering, Exhibiting, dan Reflecting dengan nilai spiritual, teoritis, serta aplikatif untuk menguatkan berpikir logis, reflektif, dan berlandaskan nilai keislaman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 6 peserta didik kelas VIII MTs Ahmad Yani Jabung yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes dan wawancara, kemudian diuji keabsahannya menggunakan triangulasi teknik. Analisis data mengacu pada Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian, dan penarikan simpulan. Hasil menunjukkan peserta didik berkategori tinggi mampu merepresentasikan konsep, memanipulasi simbol, dan memberi justifikasi logis terkait nilai Islam. Kategori sedang cukup memahami konsep dan menyimpulkan, namun lemah pada alasan matematis dan pembuktian. Kategori rendah mengalami hambatan memahami konsep abstrak dan mengaitkannya dengan aspek spiritual. Secara umum, model MASTER meningkatkan penalaran matematis dan karakter Islami.Penelitian ini menganalisis pengembangan kemampuan bernalar matematis peserta didik melalui model pembelajaran MASTER Ulil Albab pada materi himpunan. Model ini memadukan sintaks Motivating, Acquiring, Searching, Triggering, Exhibiting, dan Reflecting dengan nilai spiritual, teoritis, serta aplikatif untuk menguatkan berpikir logis, reflektif, dan berlandaskan nilai keislaman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 6 peserta didik kelas VIII MTs Ahmad Yani Jabung yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes dan wawancara, kemudian diuji keabsahannya menggunakan triangulasi teknik. Analisis data mengacu pada Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian, dan penarikan simpulan. Hasil menunjukkan peserta didik berkategori tinggi mampu merepresentasikan konsep, memanipulasi simbol, dan memberi justifikasi logis terkait nilai Islam. Kategori sedang cukup memahami konsep dan menyimpulkan, namun lemah pada alasan matematis dan pembuktian. Kategori rendah mengalami hambatan memahami konsep abstrak dan mengaitkannya dengan aspek spiritual. Secara umum, model MASTER meningkatkan penalaran matematis dan karakter Islami
Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe MURDER Terhadap Kemampuan Representasi Matematis Peserta Didik Sekolah Dasar
Latar belakang masalah penelitian ini adalah rendahnya kemampuan representasi matematis peserta didik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe MURDER terhadap kemampuan representasi matematis peserta didik sekolah dasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan quasy eksperimen. Desain penelitian yang digunakan yaitu non-equivalent control group design. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 2 Rajabasa. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 102 peserta didik yang terdiri dari 4 kelas. Sampel penelitian pada kelas eksperimen adalah IV A berjumlah 26, sedangkan kelas kontrol adalah IV B berjumlah 26. Pada uji Independent Sampel T Test untuk hasil pretest diperoleh sig (2-tailed) 0,381 > 0,05 sehingga tidak ada perbedaan kemampuan representasi matematis peserta didik. Selanjutnya, pada hasil posttest diperoleh sig (2-tailed) 0,000 < 0,05 sehingga ada perbedaan kemampuan representasi matematis peserta didik. Hasil N-Gain skor pada kelas kontrol sebesar 0,5284 termasuk dalam kriteria sedang dan N-Gain persen 52,84% dengan tafsiran kurang efektif. Sedangkan, N-Gain skor pada kelas eksperimen sebesar 0,7907 termasuk dalam kriteria tinggi dan persen N-Gain 79,07% dengan tafsiran efektif. Dengan demikian, dapat disimpulkan model pembelajaran kooperatif tipe MURDER efektif terhadap kemampuan representasi matematis peserta didik sekolah dasar.Latar belakang masalah penelitian ini adalah rendahnya kemampuan representasi matematis peserta didik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe MURDER terhadap kemampuan representasi matematis peserta didik sekolah dasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan quasy eksperimen. Desain penelitian yang digunakan yaitu non-equivalent control group design. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 2 Rajabasa. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 102 peserta didik yang terdiri dari 4 kelas. Sampel penelitian pada kelas eksperimen adalah IV A berjumlah 26, sedangkan kelas kontrol adalah IV B berjumlah 26. Pada uji Independent Sampel T Test untuk hasil pretest diperoleh sig (2-tailed) 0,381 > 0,05 sehingga tidak ada perbedaan kemampuan representasi matematis peserta didik. Selanjutnya, pada hasil posttest diperoleh sig (2-tailed) 0,000 < 0,05 sehingga ada perbedaan kemampuan representasi matematis peserta didik. Hasil N-Gain skor pada kelas kontrol sebesar 0,5284 termasuk dalam kriteria sedang dan N-Gain persen 52,84% dengan tafsiran kurang efektif. Sedangkan, N-Gain skor pada kelas eksperimen sebesar 0,7907 termasuk dalam kriteria tinggi dan persen N-Gain 79,07% dengan tafsiran efektif. Dengan demikian, dapat disimpulkan model pembelajaran kooperatif tipe MURDER efektif terhadap kemampuan representasi matematis peserta didik sekolah dasar
Strategi Retorika Digital Bagian Protokol Dan Komunikasi Pimpinan Pemerintah Kabupaten Blitar Pada Media Sosial Instagram
Strategi retorika digital yang diterapkan oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Sekretariat Daerah Kabupaten Blitar melalui akun Instagram @prokopim.blitar sebagai sarana komunikasi publik pemerintah daerah. Media sosial dimanfaatkan untuk membangun citra, menyampaikan informasi, serta meningkatkan kedekatan dan kepercayaan masyarakat.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, Prokopim telah menerapkan unsur retorika Aristoteles, yaitu ethos, pathos, dan logos, dalam setiap konten. Ethos tercermin dari pencitraan pemerintah yang kredibel melalui kehadiran pimpinan dalam kegiatan resmi dan penyampaian informasi berbasis fakta. Pathos terlihat melalui konten human interest seperti interaksi pimpinan dengan masyarakat, bantuan sosial, dan peringatan hari besar. Logos diwujudkan melalui penyajian data, tujuan program, serta informasi teknis yang logis dan mudah dipahami.
Strategi komunikasi digital meliputi judul eye catching, konten soft news, visual emosional, dan kolaborasi lintas perangkat daerah. Meski demikian, masih terdapat kendala berupa keterlambatan publikasi dan belum optimalnya pengelolaan komentar masyarakat. Secara keseluruhan, retorika digital Instagram efektif mendukung komunikasi pemerintah yang persuasif dan terpercaya
Analisis Strategi Pembelajaran PAI Inovatif di Sekolah Umum: Studi Kepustakaan
Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah umum menghadapi tantangan yang kompleks, termasuk keterbatasan waktu pembelajaran, keberagaman latar belakang peserta didik, serta kebutuhan untuk memperkuat pendidikan karakter dan nilai-nilai spiritual secara kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pendekatan dan strategi pembelajaran PAI yang inovatif di sekolah umum melalui studi kepustakaan. Penelitian ini menggunakan desain library research dengan sumber data berupa buku, artikel jurnal, dan publikasi ilmiah yang relevan. Penelusuran literatur dilakukan secara sistematis dan dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola, konsep, serta implikasi yang berkaitan dengan strategi pembelajaran PAI. Validitas data dijamin melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran PAI yang efektif bersifat integratif dan multidimensional, mencakup pendekatan kontekstual, inkuiri, kooperatif, serta PAIKEM, serta integrasi nilai-nilai keimanan dengan konten akademik. Strategi-strategi tersebut mampu meningkatkan motivasi belajar, pemahaman, partisipasi aktif peserta didik, serta internalisasi nilai-nilai akhlak Islami. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran PAI multi-strategi yang adaptif dan inklusif sesuai dengan karakteristik sekolah umum serta berkontribusi terhadap pembentukan karakter dan perkembangan spiritual peserta didik.Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah umum menghadapi tantangan yang kompleks, termasuk keterbatasan waktu pembelajaran, keberagaman latar belakang peserta didik, serta kebutuhan untuk memperkuat pendidikan karakter dan nilai-nilai spiritual secara kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pendekatan dan strategi pembelajaran PAI yang inovatif di sekolah umum melalui studi kepustakaan. Penelitian ini menggunakan desain library research dengan sumber data berupa buku, artikel jurnal, dan publikasi ilmiah yang relevan. Penelusuran literatur dilakukan secara sistematis dan dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola, konsep, serta implikasi yang berkaitan dengan strategi pembelajaran PAI. Validitas data dijamin melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran PAI yang efektif bersifat integratif dan multidimensional, mencakup pendekatan kontekstual, inkuiri, kooperatif, serta PAIKEM, serta integrasi nilai-nilai keimanan dengan konten akademik. Strategi-strategi tersebut mampu meningkatkan motivasi belajar, pemahaman, partisipasi aktif peserta didik, serta internalisasi nilai-nilai akhlak Islami. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran PAI multi-strategi yang adaptif dan inklusif sesuai dengan karakteristik sekolah umum serta berkontribusi terhadap pembentukan karakter dan perkembangan spiritual peserta didik
Analisis Strategi Bauran Pemasaran Dalam Meningkatkan Volume Penjualan Keripik Bawang NS Ampel
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi bauran pemasaran (marketing mix 4P: produk, harga, tempat, dan promosi) dalam meningkatkan volume penjualan pada usaha keripik bawang NS Ampel. Latar belakang penelitian ini didasari oleh meningkatnya persaingan dalam industri makanan ringan serta perlunya strategi pemasaran yang efektif agar pelaku usaha mampu bertahan dan berkembang di tengah dinamika pasar. NS Ampel sebagai salah satu pelaku usaha mikro di bidang makanan ringan menghadapi berbagai tantangan, antara lain ketidakstabilan pasokan bahan baku dan keterbatasan dalam strategi promosi yang masih terfokus pada media sosial. Oleh karena itu, penelitian ini mencoba mengkaji sejauh mana penerapan strategi bauran pemasaran dapat memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan penjualan dan daya saing produk. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pemilik usaha, observasi kegiatan pemasaran melalui media sosial, serta studi kepustakaan untuk memperkuat dasar teori. Teknik triangulasi digunakan guna memastikan keabsahan data yang diperoleh dari berbagai sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi bauran pemasaran 4P berdampak signifikan terhadap peningkatan volume penjualan keripik bawang NS. Dalam aspek produk, NS telah menciptakan identitas merek melalui inovasi kemasan dan label informatif. Dari sisi harga, penetapan harga kompetitif yang disesuaikan dengan demografi konsumen mampu menarik minat pasar. Pada aspek tempat, penggunaan media sosial memberikan efektivitas promosi yang cukup baik, meskipun perlu diperluas ke platform e-commerce. Sementara itu, strategi promosi yang melibatkan kegiatan pameran dan testimoni konsumen terbukti meningkatkan kesadaran merek. Secara keseluruhan, penerapan bauran pemasaran 4P memberikan dampak positif terhadap peningkatan penjualan dan citra merek NS Ampel. Namun demikian, penelitian ini juga merekomendasikan perlunya diversifikasi saluran distribusi dan penguatan identitas merek agar pertumbuhan usaha dapat berkelanjutan dalam jangka panjang
PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN TRANSPORTASI TERBUKA DI INDONESIA SEBELUM, SELAMA, DAN SETELAH PANDEMI COVID-19
Kendala dan hambatan aktivitas ekonomi yang disebabkan oleh pandemi COVID-19 memberikan tekanan besar pada sektor transportasi, yang sangat bergantung pada mobilitas dan operasi logistik. Kondisi ini tercermin dalam tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan mengkarakterisasi hasil keuangan perusahaan transportasi yang terdaftar di bursa saham Indonesia selama periode krisis dan pemulihan. Hasil keuangan perusahaan transportasi tersebut terjadi sebelum, selama, dan setelah pandemi COVID-19. Pendekatan deskriptif-komparatif kuantitatif digunakan dengan data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari laporan keuangan tahunan 2018–2023 dari perusahaan transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Likuiditas dan profitabilitas digunakan untuk menilai kinerja keuangan, solvabilitas, dan rasio aktivitas, termasuk Margin Laba Bersih sebagai indikator efisiensi operasional. Temuan menunjukkan penurunan signifikan dalam profitabilitas dan pemanfaatan aset selama pandemi, diikuti oleh pemulihan bertahap dan adaptif pada periode pasca-pandemi, meskipun kinerja keuangan belum sepenuhnya kembali ke tingkat pra-pandemi