471 research outputs found

    ANALISIS CAMPUR KODE DALAM NOVEL “MY PSYCHOPATH BOYFRIEND” KARYA BAYU PERMANA

    No full text
    Penelitian ini bertujan untuk mengetahui arah campur kode yang terdapat dalam novel My Psychopath Boyfriend karya Bayu Permana. Penelitian ni menggunakan metode kualitatif deskriptif yang berfokus pada wujud campur kode yang terdapat dalam novel My Psychopath Boyfriend karya Bayu Permana. Langkah -langkah yang digunakan peneliti dalam penelitian ini yaitu 1) membaca novel secara keseluruhan dan itensif, 2) mengidentifikasi dan mencatat kutipan-kutipan berupa deskripsi pengarang dan kalimat percakapan yang mengandung campur kode dalam novel My Psychopath Boyfriend, 3) mengklafisikasikan data berdasarkan arah campur kode yang ditemukan. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan pada novel My Psychopath Boyfriend karya Bayu Permana terdapat dialog dan dalam bentuk deskripsi pengarang yang berupa kata maupun frasa yang mengandung campur kode. Pada novel My Psychopath Boyfriend karya Bayu Permana tersebut menunjukan adanya arah campur kode Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Inggris, dan arah campur kode Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Korea

    Pengembangan Electronic Book Permainan Bolavoli Pantai Sebagai Media Pembelajaran Mahasiswa Fakultas Ilmu KeolahragaanABSTRAK Bayu Permana, Anggita. 2013. Pengembangan Electronic Book Permainan Bolavoli Pantai Sebagai Media Pembelajaran Mahasiswa Fakultas

    No full text
    ABSTRAK Bayu Permana, Anggita. 2013. Pengembangan Electronic Book Permainan Bolavoli Pantai Sebagai Media Pembelajaran Mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan. Skripsi, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Wasis Djoko Dwiyogo, M.Pd., (II) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd, M.Pd   Kata Kunci: Pengembangan, Materi permainan bolavoli pantai, Media pembelajaran Electronic Book, Mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan. Permainan bolavoli pantai adalah suatu keterampilan yang tidak bisa dipelajari dalam waktu singkat, sedangkan pada perkuliahan matakuliah bolavoli pantai pada jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan hanya memiliki waktu yang sedikit didalam kelas, sehingga materi yang diterima oleh peserta didik sangatlah kurang. Hal ini mengakibatkan peserta didik mengalami kesulitan dalam menyerap materi yang disampaikan oleh dosen. Maka dari itu dibutuhkan suatu media pembelajaran yang dapat membantu mahasiswa matakuliah bolavoli pantai secara efektif. Media yang paling cocok dan disukai oleh kebanyakan mahasiswa adalah media yang berbasis komputer, selain  berisi penjelasan teknik dasar yang dilengkapi dengan video, media berbasis komputer ini juga menyajikan tentang informasi-informasi yang lain, yang dibutuhkan oleh peserta didik, di sisi lain para mahasiswa peserta matakuliah bolavoli pantai ini kebanyakan memiliki komputer sehingga sangat mendukung sekali terhadap media pembelajaran berbasis komputer ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran menggunakan Electronic Book  bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Spesifikasi yang digunakan untuk produk yang peneliti buat adalah berupa pengembangan Electronic Book permainan bolavoli pantai sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan. Electronic Book ini menggunakan aplikasi Power Point 2010 yang berisi tentang sejarah bolavoli pantai, sarana dan prasarana, teknik dasar, taktik bermain, peraturan permaianan, perwasitan, latihan fisik, latihan mental, dan kuis. Electronic Book ini dilengkapi dengan video, gambar, musik, serta suara. Metode penelitian ini menggunakan metode pengembangan kemudian untuk rancangan penelitian peneliti mengacu pada model pengembangan (research and development) Borg and Gall. Dari sepuluh langkah yang ada beberapa dimodifikasi oleh peneliti sesuai kebutuhan. Langkah-langkah yang diambil (1) Analisis kebutuhan dan observasi lapangan, (2) pembuatan produk awal, (3) evaluasi ahli, (4) uji coba kelompok kecil dengan menggunakan 12 subjek, (5) revisi produk awal, (6) uji coba kelompok besar dengan menggunakan 30 subjek, (7) revisi produk akhir dan hasil akhir pengembangan dengan total keseluruhan sampel yang digunakan oleh peneliti dari uji ahli, uji kelompok kecil dan uji kelompok besar yaitu 45 orang. Dari penelitian dan pengembangan serta prosedur yang dilakukan di atas, dihasilkan produk yaitu pengembangan Electroic Book Permainan Bolavoli Pantai Sebagai Media Pembelajaran Mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan: (1) sejarah permainan bolavoli pantai, (2) sarana dan prasarana, (3) teknik dasar, (4) taktik bermaian, (5) peraturan permaianan, (6) perwasitan, (7) latihan fisik, (8) latihan mental, (9) kuis. Berdasarkan hasil uji ahli, uji coba kelompok kecil, dan uji coba kelompok besar disimpulkan pengembangan Electroic Book Permainan Bolavoli Pantai Sebagai Media Pembelajaran Mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan ini bermanfaat, menarik dan menyenangkan. Sebagai upaya penyebarluasan produk yang telah dikembangkan ke sasaran yang lebih luas sebaiknya produk yang telah dikembangkan ini dievaluasi kembali kemudian disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada

    ANDROGENITAS TOKOH UTAMA DALAM NOVEL UTARA KARYA BAYU PERMANA: KAJIAN ANDROGINI SANDRA L. BEM

    No full text
    Penelitian ini membahas perilaku androgini dari tokoh utama novel Utara karya Bayu Permana menggunakan teori androgini Sandra L. Bem. Novel tersebut mengisahkan seorang laki-laki bernama Uttam dan seorang perempuan bernama Amanda yang mengalami masalah dengan adanya stereotip peran gender di lingkungan sekolahnya. Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan karakter androgini tokoh utama yang mengandung adjektiva maskulin dan feminim tanpa terbatas pada identitas gender sesuai dengan teori androgini Sandra L. Bem. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu novel Utara karya Bayu Permana. Data dalam penelitian ini disajikan dalam bentuk kutipan teks berupa kegiatan, perbuatan, dan juga dialog antar tokoh yang menunjukkan karakteristik kepribadian Androgini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 23 perilaku androgini yang ditunjukkan tokoh utama laki-laki dan 15 perilaku androgini yang ditunjukkan tokoh utama perempuan. Perilaku tersebut terbagi ke dalam lima unsur utama. Pada tokoh Uttam, ditemukan sebanyak 7 data dalam unsur sikap, 3 data dalam unsur emosi, 6 data dalam unsur kepercayaan, 4 data dalam unsur kebiasaan dan kehendak, serta 3 data dalam unsur konsepsi diri. Kemudian pada tokoh Amanda, ditemukan sebanyak 2 data dalam unsur sikap, 3 data dalam unsur emosi, 5 data dalam unsur kepercayaan, 1 data dalam unsur kebiasaan dan kehendak, serta 4 data dalam unsur konsepsi diri. Hasil analisis menunjukkan adanya karakteristik androgini dari kedua tokoh berupa penolakan pembatasan stereotip gender untuk mengekspresikan diri mereka secara bebas dan autentik. Kata Kunci: karya sastra, novel, stereotip gender, androgini. &nbsp

    Analisis Id, Ego, dan Superego pada Tokoh Agatha dalam Novel Artha Karya Bayu Permana

    No full text
    Penelitian berjudul “Analisis Id, Ego, dan Superego pada Tokoh Agatha dalam Novel Artha Karya Bayu Permana” mengkaji kepribadian Agatha menggunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Novel ini menarik diteliti karena menjadi best seller dan bertahan di rak TOP 10 Gramedia, dan meski bertema drama percintaan, novel ini juga mengangkat isu serius yang relevan bagi perkembangan psikologis remaja. Metode yang digunakan deskripsi kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra untuk mendeskripsikan tokoh Agatha, alur, latar serta aspek id, ego, dan superego Agatha. Hasil analisis menunjukkan Agatha adalah siswi kelas dua belas yang hidup dalam keluarga disfungsional. Alur menggambarkan konflik yang dialami Agatha secara kronologis dari awal hingga penyelesaian. Dominasi aspek superego pada Agatha lebih kuat dibanding id dan ego, yang tercermin dari kecenderungannya menekan dorongan pribadi demi menaati nilai moral, terutama dalam menghadapi konflik keluarga. Superego di sini berperan sebagai kontrol moral yang berasal dari nilai-nilai sosial dan ajaran orang tua, sehingga Agatha lebih mengutamakan kepatuhan dan norma daripada keinginan naluriahnya (id) atau pertimbangan realistis ego. Dengan demikian, novel ini tidak hanya menyajikan kisah remaja biasa, tetapi juga menggambarkan dinamika psikologis yang kompleks melalui tokoh Agatha, khususnya bagaimana ketidakseimbangan antara id, ego, dan superego mempengaruhi perilaku dan perkembangan dirinya dalam konteks keluarga yang tidak harmonis

    An Analysis of Techniques and Quality of the Translation of Euphemism in the Subtitle of American Pie 1-8.

    No full text
    ABSTRACT Bayu Galih Permana. C0312014. An Analysis of Techniques and Quality of the Translation of Euphemism in the Subtitle of American Pie 1-8. Thesis. English Department. Faculty of Cultural Sciences. Sebelas Maret University. This research focuses on analyzing translation techniques applied in translating euphemism in the subtitle of American Pie 1-8 and their impact on translation quality in terms of accuracy, acceptability, and readability. The objectives of this research are: 1) To describe the ways the translator translates the euphemism into Indonesian language; and 2) To describe the impact of translation technique on the translation quality in American Pie 1-8 in terms of accuracy, acceptability, and readability. This research applied descriptive qualitative research. The data were euphemism in the forms of word, phrase, clause, and sentence. There were 114 data of euphemism in the forms of word, phrase, clause, and sentence found in the data source. The other data were translation quality assessments done by the informants. The data source of this research is the subtitle of American Pie 1-8, its translation in Indonesian and also informants. All of the informants were chosen by purposive sampling technique. The translation techniques analysis shows that there are 12 translation techniques applied by the translator, which are: 1.) established equivalent, 2.) amplification, 3.) modulation, 4.) generalization, 5.) reduction, 6.) variation, 7.) discursive creation, 8.) literal translation, 9.) borrowing, 10.) particularization, 11.) transposition, 12.) adaptation. The translation quality analysis shows that 105 data (92.10%) are accurate, 3 data (2.63%) are less accurate and 6 data (5.26%) are inaccurate. In terms of acceptability, 107 data (93.86%) are acceptable, 7 data (6.14%) are less acceptable and 0 data (0%) is unacceptable. In terms of readability, 107 data (93.86%) are readable, 7 data (6.14%) are less readable and 0 data (0%) is unreadable. Techniques which produce translations with high level of accuracy, acceptability, and readability are established equivalent and amplification. Techniques which produce translations with low level of accuracy, acceptability, and readability are discursive creation and literal translation. Keywords: Euphemism, translation techniques, translation quality, accuracy, acceptability, readability

    Comments on “Stacking ensemble based deep neural networks modeling for effective epileptic seizure detection”

    No full text
    © 2021 Elsevier LtdThis short communication provides a discourse emerged after reading “Stacking ensemble based deep neural networks modeling for effective epileptic seizure detection, Expert Systems with Applications, 148, 113239, 2020.” The discussed paper proposes a novel application of stacking-based ensemble for seizure detection, where several deep neural networks were used as base classifiers. The ensemble design and experimental results presented by the author show some weaknesses, which is indicated by, one of which, an inability of the proposed model to outperform previous studies. In this note, controversy of the discussed paper is explained and an improved version of stacking-based deep neural network is also further introduced and detailed to prevent it in the future.11Nsciescopu

    IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 13 TAHUN 2006 TERKAIT PROSES PENCALONAN DAN PENETAPAN ANGGOTABADAN PERMUSYAWARATAN DESA DI DESA PLUMBON KECAMATAN PLUMBON KABUPATEN CIREBON

    No full text
    BAYU INDRA PERMANA. E0009073. 2013. IMPLEMENTATION OF REGIONAL DISTRICT REGULATION NUMBER 13 OF 2006 CIREBON NOMINATION PROCESS RELATED MEMBERS AND DETERMINATION OF THE BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DESA PLUMBON KECAMATAN PLUMBON KABUPATEN CIREBON This research aims to determine the implementation of Cirebon Regency Regulation Number 13 of 2006 related to the nomination and confirmation process members of the Badan Permusyaratan Desa (BPD) in Desa Plumbon Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon and constraints. This research is a descriptive study and when seen from this type of research including empirical legal research. Types of data used are primary and secondary. Data collection techniques were used, namely through interviews with parties related to the election of members of the Badan Permusyaratan Desa (BPD) inPlumbon, and study the document in the form of journals, books, legislation, literature and research results in the field of constitutional law, papers and results of the scientific work of scholars in the field of constitutional law, legal dictionaries, and related records or documents. Data analysis techniques are interactive data analysis. Based on this research obtained two conclusions. First, that the implementation of Cirebon Regency Regulation Number 13 of 2006 concerning the selection of members of BPD in the Desa Plumbon running well enough, because when it is based on the theory Bambang Sunggono the effectiveness of the law, then two of the four elements of effective implementation of the law have been met and that the enforcement authorities and law enforcement facilities. Two other components, namely the quality of regulations and supporting individuals unmet. Second, the constraints faced by members of BPD in the relevant election, Desa Plumbon consists of juridical constraints and technical constraints. The legal constraints that occur on legislative drafting errors contained in the Regulations as a rule derived from the village of regional regulation. While the technical problems that occur are making rules about BPD village adjacent to the election of members of BPD deliberation time, the local governments who do not pay attention to financial issues related to the selection of members of BPD, some Rukun Warga(RW) do not submit candidates for the election of members chosen in consultation BPD, as well as lack of knowledge of BPD members elected on the duties and functions of the BPD. Keywords : Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Local regulation, Desa Bayu Indra Permana.E0009073. 2013.IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 13 TAHUN 2006 TERKAIT PROSES PENCALONAN DAN PENETAPAN ANGGOTA BADAN PERMUSYAWARATAN DESA PLUMBON KECAMATAN PLUMBON KABUPATEN CIREBON. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiimplementasi Peraturan Daerah Kabupaten Cirebon Nomor 13 Tahun 2006 terkait proses pencalonan dan penetapan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Plumbon Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon serta kendala-kendalanya. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dan apabila dilihat dari jenis penelitian termasuk penelitian hukum empiris. Jenis data yang digunakan adalah primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan yaitu melalui wawancara terhadap pihak-pihak yang terkait dengan pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa Plumbon, dan studi dokumen baik berupa jurnal, buku, peraturan perundang-undangan, literatur dan hasil penelitian dibidang hukum tata negara, makalah-makalah dan hasil-hasil karya ilmiah para sarjana dibidang hukum tata negara, kamus hukum, dan arsip atau dokumen yang terkait. Teknik analisis data adalah teknik analisis data interaktif. Berdasarkan penelitian ini diperoleh dua kesimpulan. Pertama, bahwa implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Cirebon Nomor 13 Tahun 2006 terkait pemilihan anggota BPD di Desa Plumbon sudah cukup berjalan dengan baik, karena bila didasarkan pada teori Bambang Sunggono mengenai efektifitas hukum, maka dua dari empat unsur efektifitas pelaksanaan hukum telah terpenuhi yaitu mengenai aparat penegak hukum dan fasilitas penegakan hukum. Dua komponen lainnya yaitu mengenai kualitas peraturan dan individu-individu pendukung belum terpenuhi. Kedua, kendala-kendala yang dihadapi terkait pemilihan anggota BPD di Desa Plumbon terdiri atas kendala yuridis dan kendala teknis. Kendala yuridis yang terjadi yaitu mengenai kesalahan legislatif drafting yang terdapat pada Peraturan Desa sebagai aturan turunan dari Peraturan Daerah. Sedangkan kendala teknis yang terjadi yaitu pembuatan Peraturan Desa tentang BPD yang berdekatan dengan waktu musyawarah pemilihan anggota BPD, Pemerintah Daerah yang tidak memperhatikan masalah keuangan terkait pemilihan anggota BPD, beberapa Rukun Warga (RW) tidak mengirimkan calonnya untuk dipilih dalam musyawarah pemilihan anggota BPD, serta kurangnya pengetahuan anggota BPD terpilih mengenai tugas dan fungsi dari BPD. Kata Kunci : Badan Permusyawaratan Desa, Peraturan Daerah, Des

    Implementation of Corporate Social Responsibility at Grand Hotel Bayu Hill in The Review of The Grant Agreement

    No full text
    This article aims to analyze the practice or implementation of Corporate Social Responsibility at the Grand Bayu Hill Hotel in Bebesen District, Central Aceh Regency. To obtain data, the author used a qualitative method, where the main source was obtained from interviews and observations between the author and the company (stakeholders). Meanwhile, secondary data was obtained from reading sources such as books, journals and other sources related to this research topic. The research results show that; first, regarding the forms of distribution of funds for the Implementation of Corporate Social Responsibility at the Grand Hotel Bayu Hill. Second, regarding supervision of the implementation of Corporate Social Responsibility at the Grand Hotel Bayu Hill, it has not been fully maximized, in fact there is no supervision from the central or regional government regarding CSR, whereas social and environmental responsibility (TJSL) has been regulated based on article 74 paragraph (4) of Law 40 /2007 is imperative, that is, it is only regulated by Government Regulation, in other words, CSR is under the auspices of the government. Third, in reviewing the grant contract, according to Islamic law and the opinion of the Ulama, CSR implementation practices at the Grand Hotel Bayu Hill are still not optimal when viewed from the terms and conditions of the grant. The defect lies in the gift giver and the shigat (promise of qabul) when giving goods/money to be gifted to the recipient of the gift

    PENERAPAN MEDIA PENYIMPANAN HASIL EVALUASI PEMBELAJARAN DENGAN APLIKASI ABSENSI SISWA (STUDI KASUS SD NEGERI 2 SYAMTALIRA BAYU, KABUPATEN ACEH UTARA)

    No full text
    The application of digital literacy in schools at this time has penetrated in all fields. Not only computers, but now smartphones have also been used as a medium for smooth education. The transformation of various platforms resulting from creativity and information technology innovation helps the educational community in all activities, one of which is the student attendance application which can be used as a storage medium for the results of student learning evaluations, thereby reducing teacher performance in recapitulating student attendance scores and attendance. This thesis is a study related to the application of digital literacy to teacher performance in recapitulating student grades and attendance using smartphone-based information technology, which aims to: first, find out how to evaluate learning through smartphone online applications. Second, describe how to implement digital literacy based on student attendance applications. Third, knowing how the development of digital literacy at SD Negeri 2 Syamtalira Bayu. This research is oriented towards qualitative research with descriptive methods, in this study the author intends to describe or describe the use and application of smartphone-based digital literacy innovations in learning evaluation activities using Absensi Siswa applications and the level of digital literacy development at SD Negeri 2 Syamtalira Bayu. The type of data obtained is from the direct observation of researchers in the research field through observation, interviews and documentation. While secondary data is obtained from existing data and has a relationship with research problems obtained through library research. The results of this study indicate that first, the Absensi Siswa application is effective to be used as a medium for storing learning evaluation results at SD Negeri 2 Syamtalira Bayu. Second, SD Negeri 2 Syamtalira Bayu has understood and met the standards for implementing digital literacy in order to be able to run the Absensi Siswa application smoothly and without any problems. This can also be proven from the stage of digital literacy development at SD Negeri 2 Symatalira Bayu which has entered level II, meaning that SD Negeri 2 Syamtalira Bayu has been able to apply digital literacy related to certain concepts

    Pengaruh kepuasan kerja dan budaya organisasi terhadap komitmen organisasi afektif pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja dan budaya organisasi dalam mempengaruhi komitmen afektif pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang. Peneliti menguji variabel kepuasan kerja yang terdiri dari pay, promo, supervision, benefits, contingent rewards, operating procedures, coworkers, nature of work, dan communication, serta budaya organisasi yang terdiri dari dimensi inovasi, orientasi hasil, menghormati individu, orientasi tim, stabilitas, agresivitas, dan perhatian terhadap detail terhadap komitmen afektif pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 132 responden pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan skala komitmen organisasi yang dibuat berdasarkan definisi teori Allen dan Mayer, skala kepuasaan kerja yang dibuat berdasarkan aspek kepuasan kerja Spector, dan skala budaya organisasi yang dibuat berdasarkan pada teori O�Really. Validitas skala penelitian ini menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA) dengan menggunakan software Lisrel 8.70. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi berganda dengan menggunakan software SPSS versi 19. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh kepuasan kerja (pay, promo, supervision, benefits, contingent rewards, operating procedures, coworkers, nature of work, communication) dan budaya organisasi (inovasi, orientasi hasil, menghormati individu, orientasi tim, stabilitas, agresivitas, dan perhatian terhadap detail) terhadap komitmen afektif organisasi pada Dinas Kesehatan Kota Sumedang dengan nilai signifikansi 0,000 dengan R square sebesar 0,399. Hal ini berarti 39,9% variabel komitmen afektif pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang dapat dijelaskan oleh variasi dari ke 9 variabel kepuasan kerja yaitu pay, promo, supervision, benefits, contingent rewards, operating procedures, coworkers, nature of work, dan communication, serta ke 7 variabel budaya organisasi dengan dimensi inovasi, orientasi hasil, menghormati individu, orientasi tim, stabilitas, agresivitas, dan perhatian terhadap detail dengan indeks signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05)
    corecore