35,013 research outputs found
Pikiran Talcot Parsons Terhadap Fenomena Pasca Bencana Alam
AbstractThe article that discusses Talcot Parsons' thoughts and their implementation in post-earthquake natural disasters, has its own uniqueness and becomes a serious problem. Starting from that, the problems that need to be answered in this study are 1). What changes will occur after the disaster? 2). Is Talcot Parsons' way of thinking still relevant in seeing changes in society in post-disaster social life? The findings obtained conclude that the phenomenon of natural disasters in Indonesia brings changes in social, cultural behavior, economy, infrastructure for disaster victims. The concept of social system change developed by Talcot Parsons is still relevant to be developed in Indonesia because disaster victims can make social changes through adaptation mechanisms, achieve goals, can integrate, can maintain elements of togetherness in building disaster victims and have a high civilization. In managing disaster victims, the government is responsible for building new communities through the construction of new houses for disaster victims as well as through repairing damaged houses and building infrastructure to launch the economy of the victims. The government also always improves maximum service to disaster victims by increasing disaster anticipation training and comparative studies for disaster victims who have succeeded in building new villages for disaster victims. Key person: Disasters and Safety, Goal, Adaptasi, Integrasi,Laten.AbstraksiArtikel yang membahas pikiran Talcot Parsons dan implementasinya terhadap bencana alam pascagempa, memiliki keunikan tersendiri dan menjadi permasalahan yang serius. Bertolak dari hal itu, maka masalah yang perlu dijawab dalam penelitian ini adalah 1). Perubahan apa yang akan terjadi setelah bencana? 2). Apakah cara berpikir Talcot Parsons masih relevan dalam melihat perubahan masyarakat dalam kehidupan sosial pascabencana terjadi? Temuan yang diperoleh menyimpulkan fenomena bencana alam di Indonesia membawa perubahan sosial, perilaku budaya, ekonomi, infrastruktur bagi masyarakat korban bencana. Konsep perubahan sistem sosial yang dikembangkan Talcot Parsons masih relevan untuk dikembangkan di Indonesia karena korban bencana dapat melakukan perubahan sosial melalui mekanisme adaptasi, pencapaian tujuan, dapat melakukan integrasi, dapat memelihara unsur kebersamaan dalam membangun masyarakat korban bencana dan memiliki peradaban yang tinggi. Dalam mengelola warga masyarakat korban bencana, pemerintah ikut bertanggung jawab dalam membangun komunitas baru melalui pembangunan rumah baru bagi warga korban bencana maupun melalui perbaikan rumah warga yang rusak serta membangun infrastruktur untuk melancarkan roda perekonomian warga korban. Pemerintah juga selalu meningkatkan pelayanan yang maksimal kepada warga korban bencana melalui peningkatan pelatihan antisipasi bencana dan studi banding kepada warga korban bencana yang sudah sukses membangun perkampungan baru bagi korban bencana.Kata Kunci: Bencana, Keamanan, Adaptasi, Integrasi, Laten
Talcott parsons dan pemikirannya: sebuah pengantar
Sebelum terbitnya buku ini, belum pernah ada buku yang padat dan memadai memuat karya-karya pilihan Talcott Parsons, seorang sosiolog terkemuka dan penulis yang produktif. Karya-karya yang tersaji di sini, masing-masing merupakan esei yang berdiri sendiri, mencerminkan fase-fase perkembangannya yang utama, yang disajikan sedemikian rupa sehingga sangat membantu secara pedagogis dalam memahami hakikat masalah-masalah yang dibahas Parsons. Buku ini memuat juga karya-karya yang sebelumnya hanya sedikit diketahui. Inilah buku yang menyajikan Parsons "baru". Yaitu Parsons yang prihatin terhadap masalah-masalah perubahan sosial, serta Parsons yang karyanya tidak begitu sulit dibaca seperti dituduhkan selama ini. Peter Hamilton, editor buku ini, adalah Dosen Sosiologi di Universitas Terbuka Milton Keynes sejak 1973. Dia adalah Peneliti Tamu di Station d'Economie et Sociologie Rurales di Paris antara 1981 sampai 1982. Dia adalah penulis sejumlah besar buku-buku terkenal dan sejumlah artikcl mcngenai sosiologi pengetahuan, pengantar sosiologi, sosiologi pedesaan dan masyarakat Perancis. Dia adalah editor tiga buku seri terbitan Ellis Horwoodffavistock, Key Sociologists, Key Ideas, dan Key Texts. Termasuk di dalamnya sebuah naskah, Talcott Parsons, diterbitkan 1983 oleh Ellis Horwood/Tavistoc
CINTA KASIH DAN ETIKA DALAM PERSPEKTIF TINDAKAN SOSIAL TALCOTT PARSONS DALAM NOVEL GURU AINI KARYA ANDREA HIRATA (LOVE AND ETHICS IN THE PERSPECTIVE OF TALCOTT PARSONS' SOCIAL ACTION IN ANDREA HIRATA'S NOVEL GURU AINI)
AbstractLove and Ethics in the Perspective of Talcott Parsons' Social Action in Andrea Hirata's Novel Guru Aini. This study aims to describe the representation of love and ethics in the social action perspective of Talcott Parsons and the representation of love and ethics in reconstructing the world of education in Andrea Hirata's Novel Guru Aini. The method used in this research is the sociology of literature. In this study, literature is treated as a social document. The data source in this study was the text of Andrea Hirata's Novel Guru Aini. Data were collected using literature study techniques. The study's results showed 77 social actions in the aspects of love and ethics based on the social action perspective of Talcott Parsons. The representation of love includes love for parents, fellow human beings, and work. The picture of love in Talcott Parsons' social action perspective shows four social actions: the cultural system, the social system, the personality system, and the organism system. Ethical representation includes ethics toward parents, fellow human beings, and society. The picture of ethics in Talcott Parsons' social action perspective shows four social actions: the cultural system, the social system, the personality system, and the organism system. The representation of love and ethics shows that Indonesia’s education world still experiences many shortcomings and problems.Keywords: love, ethics, social action, Talcott Parsons, Guru Aini's novelAbstrak Cinta Kasih dan Etika dalam Perspektif Tindakan Sosial Talcott Parsons dalam Novel Guru Aini Karya Andrea Hirata. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi cinta kasih dan etika dalam perspektif tindakan sosial Talcott Parsons; serta mendeskripsikan representasi cinta kasih dan etika dalam merekonstruksi dunia pendidikan dalam novel Guru Aini karya Andrea Hirata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah sosiologi sastra. Sumber data dalam penelitian ini adalah teks novel Guru Aini karya Andrea Hirata. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi pustaka. Hasil penelitian menemukan 77 tindakan sosial dalam aspek cinta kasih dan etika berdasarkan perspektif tindakan sosial Talcott Parsons. Representasi cinta kasih meliputi cinta kasih kepada orang tua, sesama manusia, dan pekerjaan. Representasi cinta kasih dalam perspektif tindakan sosial Talcott Parsons menunjukkan ada empat tindakan sosial, yaitu sistem kultural, sistem sosial, sistem kepribadian, dan sistem organisme. Representasi etika meliputi etika kepada orang tua, sesama manusia, dan di masyarakat. Representasi etika dalam perspektif tindakan sosial Talcott Parsons menunjukkan ada empat tindakan sosial, yaitu sistem kultural, sistem sosial, sistem kepribadian, dan sistem organisme. Representasi cinta kasih dan etika memperlihatkan bahwa dunia pendidikan di Indonesia masih mengalami banyak kekurangan dan permasalahan.Kata-kata kunci: cinta kasih, etika, tindakan sosial, Talcott Parsons, novel Guru Ain
SANGGAR SASTRA JAWA YOGYAKARTA DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI TALCOTT PARSONS
Sanggar Sastra Jawa Yogyakarta is a literary group that focus on Javanese literature in D.I.Yogyakarta. The purpose of this research is to discover and explain the establishment and Sanggar Sastra Jawa Yogyakarta system that is able to survive for a long time. It was given a lot of group Javanese literature in East Java, Central Java, and Yogyakarta that appear but can not last long. The analysis used is the social system theory developed by Talcott Parsons. The theory explains the four functional requirements, that is latent pattern-maintenance, integration, goal attainment, adaptation as a requirement for the system to survive in a long time. Further descriptive method is used, with data collection through participant observation and in-depth interviews, and the data is written. Informants consisted of administrators and members of the group. The results of the study found that the Operasi Tertib Remaja in 1966 and the elimination of regional language lessons by the education minister of the 1970s was able to immobilize the joints of Javanese literature. Furthermore, emerging awareness group of people to maintain their identity by setting up Sanggar Sastra Jawa Yogyakarta. The group was able to survive by maintaining system adaptation by uniting themselves with government agencies, have short and long term goals, integrity harmonization that is able to be maintained, and renegeration pattern with internalization value and norm.
Abstrak
Sanggar Sastra Jawa Yogyakarta merupakan sanggar sastra yang fokus pada sastra Jawa di D.I.Yogyakarta. Tujuan penelitian ini adalah menemukan dan menjelaskan pendirian dan sistem Sanggar Sastra Jawa Yogyakarta yang mampu bertahan dalam kurun waktu lama. Hal itu mengingat banyak sanggar sastra Jawa di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta yang muncul namun tidak dapat bertahan lama. Analisis yang digunakan adalah teori sistem sosial yang dikembangkan Talcott Parsons. Teori tersebut menjelaskan empat kebutuhan fungsional, yaitu latent pattern-maintenance, integration, goal attainment, adaptation sebagai syarat sebuah sistem untuk mampu bertahan hidup dalam kurun waktu yang lama. Selanjutnya digunakan metode deskriptif, dengan pengambilan data melalui observasi terlibat dan wawancara mendalam, serta data-data tertulis. Informan terdiri atas pengurus dan anggota sanggar. Hasil dari penelitian diketahui bahwa Operasi Tertib Remaja tahun 1966 dan penghapusan pelajaran bahasa daerah oleh menteri pendidikan era 1970an mampu melumpuhkan sendi-sendi sastra Jawa. Selanjutnya, timbul kesadaran sekelompok orang untuk mempertahankan identitasnya dengan mendirikan Sanggar Sastra Jawa Yogyakarta. Sanggar tersebut mampu bertahan dengan memelihara sistem adaptasi dengan menyatukan diri dengan lembaga pemerintahan, memiliki tujuan jangka pendek dan panjang, harmonisasi integritas yang mampu dijaga, serta pola renegerasi dengan internalisasi nilai dan norma
SCHOOL ANALYSIS IS SYSTEM SOCIAL PERSPECTIVE BY TALCOTT PARSONS :
Penelitian ini adalah berbasis keputakaan. Tema penelitian ini adalah analisis sekolah sebagai sistem sosial perspektif Talcott Parsons. Dalam artikel ini ada 3 pertanyaan penting. Pertama, bagaimana Struktural fungsional talcott parsons. Kedua, bagaimana Konsep dasar sistem sosial. Ketiga, bagaiamana Sekolah sebagai sistem sosial perspektif Talcott Parsons. Pendekatan konten analisis untuk membaca konsep struktural fungsional dan pandangan Talcott Parsons mengenai sekolah adalah sebuah sistem sosial. Hasil penelitian ini adalah pertama mengetahui tentang konsep struktural fungsional Talcott Parsons, kedua konsep dasar sistem sosial, dan ketiga mengetahui sekolah sebagai sistem sosial perspektif Talcott Parsons
New perspectives on computer concepts, 2010, comprehensive / Parsons, Oja.
Accompanying BookOnCD contains the entire contents of the textbook with figures that come to life as videos, software tours, and animations. Includes also labs and computer-scored practice tests.Includes indexxxiii, 749 pages. :Get Synched! Learning happens when students and instructors effectively connect and communicate. NEW PERSPECTIVES ON COMPUTER CONCEPTS 2011 makes it possible. Creating a fully integrated and interactive teaching and learning environment, NEW PERSPECTIVES ON COMPUTER CONCEPTS 2011 consists of a printed book, companion Web site, media rich BookOnCD, and WebTrack assessment. Students and Instructors work in sync to explore, understand, and apply computer technology in everyday life
Upaya Pengenalan Salat Tarawih Anak Usia Dini dalam Struktural Fungsional Talcatt Parsons di Desa Kadipolo Berbah Yogyakarta
Pengenalan salat tarawih dikenalkan kepada anak melalui pembiasaan mengajak anak shalat berjama’ah di tempat ibadah. Anak akan terbiasa melihat dan mendengarkan orang salat sehingga anak akan mudah menghafalnya. Perbedaan antar masyarakat dalam pelaksanaan shalat tarawih antara NU dan Muhamadiyyah di teliti melalui teori Talcatt Parsons dalam struktural fungsional. Penelitian dilakukan di desa Kadipolo Berbah Yogyakarta dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif melalui observasi dan literatur. Penelitian ini bertujuan untuk pengenalan salat tarawih anak usia dini dalam struktural fungsional melalui teori Talcatt Parsons melalui konsep AGIL
FORMULASI TEORI FUNGSIONALISME STRUKTURAL TALCOTT PARSONS
Artikel ini merupakan eksplorasi teoretik terhadap teori Fungsionalisme Struktural yang digagas oleh Talcott Parsons. Fungsionalisme Struktural memandang masyarakat sebagai suatu sistem yang terintegrasi secara fungsional ke dalam suatu bentuk ekuilibrium. Pendekatan fungsionalisme struktural ini timbul lewat cara pandang yang menyamakan masyarakat dengan organisme biologis. Pandangan ini merupakan pengaruh dari pandangan Herbert Spencer dan Auguste Comte yang menjelaskan bahwa adanya saling ketergantungan dan keterkaitan antara satu organ tubuh dengan organ tubuh kita yang lain, dan ini dianggap sama dengan kondisi masyarakat. Parsons dan pengikutnya telah berhasil membawa pendekatan fungsionalisme struktural ke tingkat perkembangannya yang sangat berpengaruh di dalam pertumbuhan teori-teori sosiologi hingga saat ini, namun pendekatan ini juga ternyata telah mengundang banyak perdebatan.Kata kunci: Talcott Parsons, Fungsionalisme Struktural, Sosiologi Sastr
Alaskan Author and Historian Dan O'Neill
Dan O'Neill has become a living legend in Alaska. He is the author of The Firecracker Boys: H-Bombs, Inupiat Eskimos, and the Roots of the Environmental Movement; A Land Gone Lonesome: An Inland Voyage Along the Yukon River; The Last Giant of Beringia: The Mystery of the Bering Land Bridge, and recently Stubborn Gal: The True Story of an Undefeated Sled Dog Racer, a children's book published by the University of Alaska Press. Dan came to Alaska in 1975 and has done a variety of things including dog mushing, trapping, hunting, working in construction, and on the pipeline. As research associate at the UAF Oral History program, he produced radio and television documentaries for public broadcasting, and for several years he wrote a column of political opinion for the Fairbanks Daily News-Miner
Madrasah Sebagai Sistem Sosial Perspektif Talcott Parsons
Seperti yang dikemukakan dari Parsons, bahwa teorinya mengedepankan analisis fungsi dan sistem menjabarkan secara detail berbagai kondisi-kondisi yang mendukung perkembangan dan kontinuitas kultur didalam sistem sosial masyarakat, walaupun jika suatu kultur tidak lagi sebagai sistem politik atau lembaga formal. Jika hal ini disangkut pautkan dengan pendidikan ataupun sekolah pasti mempunyai beberapa fungsi yakni: 1) Lembaga pendidikan sebagai sarana bersosialisasi. 2) Lembaga pendidikan sebagai ajang seleksi dan alokasi yang bisa memacu semangat dan motivasi. 3) Lembaga pendidikan sebagai peluang yang sama kepada siswanya. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa madrasah sebagai sistem sosial dari sudut pandang Talcott Parsons. Dalam pendekatan kajian menggunakan kualitatif deskriptif dan jenis kajiannya yakni kepustakaan. Teknik pengumpulan data yakni studi literatur (didapat dari berbagai sumber, buku, jurnal, pustaka, dokumentasi dan internet). Teknik analisis data menggunakan deskriptif analitik (menggambarkan pandangan Talcott Parsons secara sistematis mengenai madrasah sebagai sistem sosial). Hasil kajian menjelaskan sistem sosial itu sendiri merupakan sub sistem yang saling ketergantungan dan memiliki hubungan timbal balik. Didalam sistem itu sendiri memiliki fungsi dan perannya masing-masing. Madrasah sebagai sistem sosial, madrasah ialah sebuah lembaga pendidikan yang bernaungan dibawah naungan depertemen Agama. Yang didalamnya terdapat lapisan dan struktur masyarakat, walaupun dalam ruang lingkup yang kecil. Setiap lapisan yang ada di madrasah mempunyai peran dan fungsinya masing-masing, dari lapisan yang tertinggi sampai yang terendah. Seperti Kepala Madrasah yang berfungsi sebagai pengendali dan pemimpin madrasah dan petugas kebersihan sekolah yang berfungsi sebagai penanggung jawab terhadap kebersihan madrasah.
- …
