352 research outputs found
PEMAKNAAN DARI SIMBOL-SIMBOL ALAM DALAMHAIKU KARYA MATSUO BASHO DAN SHI KARYA KANAI CHOKU (SEBUAH KAJIAN SEMIOTIKA) KANAI CHOKUが書いたとMATSUO BASHOが書いた俳句における自然のシンボルの意味化
ABSTRACT
Permatasari, Suci Dyah, 2015. “The Meaning of Natural Symbols In Haiku By Matsuo Basho And Shi By Kanai Choku”, Thesis, Japanese Literature, Diponegoro University, Semarang. The first advisor NurHastuti, S.S, M. Hum. The second advisor Fajria Noviana, S.S, M. Hum.
Poetry is a literary work that has existed since long time ago. There are many types of poetry in Japanese Literature, namely, tanka, haiku, shi, kashi, and another. In this thesis, the type of Japanese poem, haiku and shi have similarity. Both of them have similarity in using natural symbols, but they have different meanings. The purpose of this thesis are to determine the meaning of haiku and shi, and alsothe meaning of the natural symbols in those poems.
The methods that are used to analyze the meaning of the natural symbols in the poem are structural method and semiotic method. Structural method is used to analyze the structure of the physical poem and inner structure poem. Analysis of the physical structure consists of diction, imagery, concrete word, and the figure of speech. Analysis of the inner structure consists of theme, tone, atmosphere, feel, and message. This structural method is used to determine the meaning of the whole poem. Semiotic method is used to determine the meaning of the natural symbols in poem. Natural symbols consist of phenomenon of plant, animal phenomenon, phenomenon of water, air phenomenon, phenomenon of soil and other natural symbols.
Results of this thesis explain that haiku describes the implicit meaning of the circumstances at the time of the Edo period. Shi explains the feelings of the author. In addition, there are twenty natural symbols that contain in haiku and shi. There are six symbols of the plant phenomena, five animal phenomena, three water phenomena, an air phenomenon, two soil phenomena, and three another natural phenomena. All symbols have different meanings.
Keywords: natural symbol, physical structure, inner structure, haiku, sh
RIAS KARAKTER TOKOH SRIKANDI DALAM CERITA BHARATAYUDA PADA PAGELARAN TATA RIAS THE GLORY OF BHARATAYUDHA
RIAS KARAKTER TOKOH SRIKANDI DALAM CERITA
BHARATAYUDA PADA PAGELARAN TATA RIAS
THE GLORY OF BHARATAYUDA
Oleh:
Dyah Ayu Permatasari
10519131036
ABSTRAK
Tujuan pembuatan Proyek Akhir, yaitu: (1) mampu merancang dan menata
kostum tokoh Srikandi dengan sebagian bahan recycle bungkus mie instan pada
pagelaran The Glory Of Bharatayuda, (2) mampu merancang dan
mengaplikasikan tata rias karakter tokoh Srikandi dalam pagelaran The Glory Of
Bharatayuda, (3) mampu merancang dan mengaplikasikan penataan rambut tokoh
Srikandi dalam pagelaran The Glory Of Bharatayuda, (4) mampu menampilkan
tokoh Srikandi dalam pagelaran The Glory Of Bharatayuda.
Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan, yaitu: (1) mengetahui alur
cerita Bharatayuda, mengkaji karakteristik tokoh Srikandi, mencari sumber ide,
pengembangan sumber ide, serta penerapan unsur dan prinsip desain untuk
diterapkan pada desain kostum (2) menentukan warna riasan dan memilih alat,
bahan dan kosmetik yang akan digunakan dan melakukan test make up, (3)
mengkaji karakter Srikandi untuk diterapkan pada penataan rambut dan aksesoris
rambut serta melakukan tes penataan rambut, (4) menampilkan pergelaran dengan
cara menentukan tema, menentukan panitia, pemilihan tempat pagelaran, menjalin
kerja sama atau kontrak kerja, pemilihan pemain, latihan, gladi kotor, gladi bersih
dan penyelenggaraan pagelaran.
Hasil Proyek Akhir, yaitu: (1) terciptanya rancangan kostum yang terlihat
gagah laksana kesatria wanita yang lincah dengan tampilan bustier, celana dengan
panjang selutut dan rok yang pendek agar tidak menggangu gerak penari yang
sebagian bahan kostum terbuat dari bungkus mie instan, (2) terciptanya rancangan
rias karakter wanita tokoh Srikandi yang pemberani dengan warna merah pada
lipstik dan eyeshadow dengan garis tegas namun tetap terlihat cantik dengan
swarosky didahi dan pemilihan kosmetik yang waterproof, (3) terwujudnya
penataan rambut belakang dan memiliki jambul besar karena pada bahasa
sansekerta Srikandi berati yang memiliki jambul, (4) terselenggaranya pergelaran
Proyek Akhir Tata Rias Kecantikan angkatan 2010 tanggal 13 Maret 2013 pada
pukul 13.00 WIB dan bertempat di Auditorium, dengan menampilkan tokoh
Srikandi pada cerita Bharatayuda pada pagelaran The Glory Of Bharatayuda dan
telah memecahkan rekor MURI gunungan wayang dari mie instan setinggi
13meter di halaman Rektorat Universitas Negeri Yogyakarta pukul 11.00 WIB.
Kata Kunci: Rias Karakter, Tokoh Srikandi, The Glory Of Bharatayuda
ASPEK SOSIAL NOVEL DUA CINTA NEGERI SAKURA KARYA IRENE DYAH
AbstractNovel Dua Cinta Negeri Sakura is one of the novels by Irene Dyah. This novel by Irene Dyah does not only tell about romance but an interesting social point of view. What are the values of the social aspects contained in the novel Dua Cinta Negeri Sakura and how do the readers influence society from the social aspects in the novel Dua Cinta Negeri Sakura. The aim is to describe the influence of the social aspects of the novel on the reader. In this study, researchers used descriptive qualitative methods. Then, the technique used by the author is literature study technique. Any data that has been recorded in the form of a page number sentence and the paragraph number listed. The data resulting from this study are in the form of a big picture of several sentences that contain social aspects. Then, describe the influence of the social aspects of the sentence on the reader. The results of this study, the aspects contained in the novel Dua Cinta Negeri Sakura by Irene Dyah, namely the values of religion, culture, morals, education, economy, social environment. Then, the effect obtained on these values can influence it not only in theory, but the reader will apply it in real life or to the surrounding community
HERBAL FACEMASK BERBAHAN BERAS PUTIH DAN BENGKOANG DENGAN BAHAN TAMBAHAN GREEN TEA (Camelia sinensis) AROMA ANGGUR
HERBAL FACEMASK BERBAHAN BERAS PUTIH DAN BENGKOANG DENGAN BAHAN TAMBAHAN GREEN TEA (Camelia sinensis) AROMA ANGGUR Wulandari Dyah Permatasari1 H3513047 R.R. Aulia Qonita, S.P., M.P1 dan Dr. Ir. Eddy Tri Haryanto, M.P2 ABSTRAK Masker merupakan salah satu bentuk sediaan kosmetika berbentuk cairan atau pasta digunakan pada daerah kulit wajah, dengan tujuan untuk mencerahkan kulit wajah dan melindungi kulit terhadap radikal bebas. Masker Herbal Berbahan Beras Putih dan Bengkoang dengan Bahan Tambahan Green Tea (Camellia sinensis) Aroma Anggur merupakan masker yang terbuat dari tepung beras putih, bengkoang dan green tea yang bermanfaat untuk membersihkan, mencerahkan dan menghambat pertumbuhan jerawat pada wajah. Beras putih (Oryza sativa L.) dan bengkuang (Pachyrhizus erosus) memiliki kandungan yang dapat membersihkan dan mencerahkan wajah. Green tea (Camellia sinensis L.) dalam masker sebagai antibakteri Staphylococcus aureus yang menghambat pertumbuhan jerawat. Pembuatan Masker Herbal Berbahan Beras Putih dan Bengkoang dengan Bahan Tambahan Green Tea Aroma Anggur diawali dengan persiapan peralatan dan bahan baku produksi, penimbangan dan pencampuran bahan baku, pengemasan hingga pemasaran. Pemasaran masker tersebut menggunakan strategi yang disebut dengan bauran pemasaran atau marketing mix. Memiliki variabel-variabel pemasaran yaitu produk (product), harga (price), tempat pemasaran (place) dan promosi (promotion). Usaha pembuatan masker tersebut memiliki R/C ratio sebesar 1,21 dan memiliki B/C ratio sebesar 0,21 yang berarti produk Masker Herbal Berbahan Beras Putih dan Bengkoang dengan Bahan Tambahan Green Tea (Camellia sinensis) Aroma Anggur ini dikatakan layak dan menguntungkan untuk dijadikan usaha. Kata Kunci : Masker Herbal, Green Tea (Camellia sinensis L.), Bengkoang (Pachyrhizus erosus), Beras putih (Oryza sativa L.). Keterangan : 1. Mahasiswa Program Studi D-III Agribisnis Minat Agrofarmaka Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta dengan nama Wulandari Dyah Permatasari NIM. H3513047 2. Dosen Pembimbing 3. Dosenn Penguji
Sistem Upload Eprints
Logout
De
Praktikum maya untuk mendukung pembelajaran jarak jauh di SMA
Situasi pandemi menyebabkan pembelajaran tidak dapat dilakukan dengan cara biasa, maka harus dilakukan inovasi terhadap layanan pendidikan. Buku ini dimaksudkan untuk memberikan petunjuk dan arahan kepada Guru mata pelajaran Biologi, Fisika, dan Kimia dalam melakukan pembelajaran jarak jauh, khususnya untuk melakukan praktikum di laboratorium. Dengan pembelajaran jarak jauh maka praktikum dilakukan secara maya dengan bantuan pemodelan dan simulasi komputer. Pemetaan konten digital berdasarkan silabus diharapkan dapat
membantu para guru untuk mendapatkan materi praktikum maya yang dibutuhkan dengan mudah guna mendukung pembelajaran
Fungsi Peristiwa pada Gastronomi Sastra dalam Dongeng Putri Lyla yang Sombong Karya Dyah Umi Purnama
Fairy tales are a means of assistance so messages can be conveyed to children. Indonesia is highlighting stunting. Stunting can be prevented if children and their parents are aware of the importance of nutritious food. Apart from being a basic need for human life, food is also a cultural construction and philosophy of life. Food should have a story about insight or background and goals, one of which is nutrition. The function of events in literary gastronomy in fairy tales is to provide information regarding the actions and events of a story. The presence of an event perspective in literary gastronomy provides an alternative understanding of stories. This study uses a literary gastronomic function research methodology. The source of the data in this study is the fairy tale Princess Lyla the Arrogant by Dyah Umi Purnama which was published in 2019. The data collection technique in this study used the read-note technique. Data analysis techniques are in the form of organizing and sorting data into patterns, categories, and basic descriptive units. Based on these events, it is found that the PLS story has an advanced plot. The main event in the tale is Princess Ghidzai who shows that eating tempeh does not make one stupid. While the supporting events are in the form of opposition from Princess Lyla to tempeh to the queens who provide expensive food. The function of this fairy tale event is to explain the concept of the events and actions of the characters in the fairy tale so that it can motivate readers (children and/or children's guardians) to be more respectful of food, find out food nutrition, and be creative with foo
DINASTI GIRINDRAWARDHANA DYAH RANAWIJAYA DALAM KAJIAN PRASASTI PETAK TAHUN 1486 M.
The aims of this study are: 1) to analyze the Girindrawardhana Dyah Ranawijaya dynasty from several inscriptions from the late Majapahit period; 2) How is the relationship between the Girindrawardhana Dyah Ranawijaya dynasty and the previous kings of Majapahit. The main sources used are inscriptions such as the Petak Inscription, the Trailokyapuri (Jiyu) I Inscription, the Trailokyapuri (Jiyu) II Inscription, and the Trailokyapuri (Jiyu) III Inscription. The primary source obtained by the author is observational data in the field, namely Dusun Hamlet, Petak Village, Pacet District, Mojokerto Regency. The results of the study reject the notion that the figure of Girindrawardhana Dyah Ranawijaya is the new ruler of the Majapahit kingdom from the new dynasty - the Girindrawardhana Dynasty - in the late Majapahit period. But the later kings of Majapahit used the title name Girindrawardhana which means "Successor of Girindra". They are still descendants of the previous Majapahit kings. Thus, in the Majapahit Kingdom there was only one ruling dynasty, namely the Girindra Dynasty (Girindrawansa) or the Rajasa Dynasty (Rajawansa) which was founded by Sri Rangah Rajasa Bhattara San Amurwwabhumi alias Ken Arok. Later Majapahit kings adopted a name with a title Girindrawarddhana which means "successor of Girindra".
Keywords: End of Majapahit Period, Girindrawardhana, Petak Inscription
Strategi Koperasi Wanita Kartini Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Perempuan (Studi Deskriptif Pada Koperasi Wanita Di Kelurahan Ditotrunan Kabupaten Lumajang)
Perempuan di Jawa Timur kesulitan dalam memenuhi kebutuhannya hal ini dilihat dari jumlah perempuan lebih tinggi, namun gaji lebih rendah, selain itu budaya patriarki masih melekat serta penghasilan suami yang tidak mencukupi membuat para perempuan akhirnya melalukan pinjaman kepada rentenir. Permasalahan perempuan yang terjadi tersebut kemudian ditinjak lanjuti oleh Peraturan Gubernur Jawa Timur 518/9961/103.2/2009 yang berisikan kebijakan pembuatan Koperasi Wanita di Jawa Timur. Salah satu Koperasi yang telah berhasil dalam meningkatkan kesejahteraan perempuan adalah Koperasi Wanita Kartini, Koperasi Wanita Kartini memiliki strategi yang mampu mensejahterahkan anggotanya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana strategi yang dilakukan Koperasi Wanita Kartini dalam meningkatkan kesejahteraan perempuan Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatakan kualitatif. Lokasi penelitian di Koperasi Wanita Kartini Kelurahan Ditotrunan Lumajang. Teknik penentuan informan menggunakan purposive. Teknik pengumpulan data dengan observasi non participant, wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Teknik analisis data berdasarkan pendapat Miles dan Hubberman Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukan adanya tiga bentuk strategi. (1) Strategi dengan memaksimalkan sumberdaya manusia, (2) Strategi dengan mamaksimalkan sumberdaya finansial dan yang terakhir yaitu (3) Strategi dengan memaksimalkan sumberdaya modal sosial
Analysis Of Abbreviations In “Omegle” Online Chatting(A Study Of Morphology)
Permatasari, Anggraeni. 2017. Analisis Abreviasi pada chatting online “Omegle” (Sebuah Kajian Morfologi) Skripsi. Pembimbing 1: R. Pujo Handoyo, S.S., M.Hum. Pembimbing 2: Asrofin Nur Kholifah, S.S., M.Hum. Penguji: Dyah Raina Purwaningsih, S.S., M.Hum. Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, Program Studi Sastra Inggris, Purwokerto. Penelitian yang berjudul “Analisis abreviasi pada chatting online “Omegle (Sebuah Kajian Morfologi)” bertujuan untuk menganalisis tipe-tipe abreviasi yang ditemukan di chatting online “Omegle” dan menjelaskan proses formasi abreviasi.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis data. Penelitian ini menggunakan teori dari Haspelmath dan Sims (2010) tentang tipe abreviasi dan teori dari Kridalaksana (2009) tentang tipe abreviasi dan teori proses formasi abreviasi.
Hasil penelitian ini meliputi 2 poin utama. Pertama, terdapat 6 tipe abreviasi dari 84 data yang ditemukan di 20 percakapan pada chatting online “Omegle” selama bulan Oktober, 2016; Alphabetisms (39 data), Contractions (22 data), Clippings (12 data), Letter Symbol (5 data), Blends (4 data) and Acronyms (2 data). Alphabetisms adalah jenis abreviasi yang paling banyak muncul di chatting online “Omegle”. Kedua, Perpetuation of Letter adalah proses formasi abreviasi paling dominan yang digunakan di chatting online “Omegle”. Sementara itu, ada 3 variasi formasi abreviasi yang memiliki lebih dari satu tipe abreviasi beberapa tipe abreviasi yang masuk ke dalam variasi formasi abreviasi yang sama; Perpetuation of the first letters of all syllables, Perpetuation of the first letter of each component, and Perpetuation of random letters. Untuk penelitian selanjutnya bisa di fokuskan pada analisis abreviasi yang membahas fenomena lain seperti, iklan komersial, majalah dan media sosial lain dengan menggunakan teori abreviasi lainnya. Keywords: morfologi, abbreviasi, chatting online, Omegl
Konstruktivisme Sosial Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (Studi Multisitus di SLTA Kota Palu)
- …
