202 research outputs found
The Meaning of Tulembang and Tupakbiring Mantras in the Life of Makassar Ethnic
Mantra
was the oldest form of literature in Indonesia as an aspect of old culture
which still survives and was used by traditional communities until now.
Makassar traditional societies use mantra according to their needs. Mantra for
planting rice or mantra for cultivation is called Tulembang, while
mantra for fishing was called Tupakbiring. The mantra was in the form of
expressions or words and could bring magic power. The power aims to provide
strength for human in performing various activities. The forms could be praises
to something to be considered as sacred such as gods, spirits, animals, or God
usually uttered by sanro (shaman) and pinati (diviner).The
meaning of mantra text contains recognition, hope, sanctity of self and heart,
serenity, and inner satisfaction. The inheritance strategies were vertical and
horizonta
ANAJEMEN PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN BERBASIS DIGITAL DI IAIN SYEKH NURJATI CIREBON
Muhammad Syafri Nur hadiansyah : MANAJEMEN
1908109049 PENGEMBANGAN
PERPUSTAKAAN BERBASIS
DIGITAL DI IAIN SYEKH
NURJATI CIREBON
Pengembangan perpustakaan digital di IAIN Syekh Nurjati Cirebon didasarkan
pada kebutuhan akan akses informasi yang mudah dan cepat bagi para mahasiswa,
dosen, dan karyawan. Perpustakaan tradisional saat ini masih mengalami kendala
dalam hal ketersediaan buku, aksesibilitas, dan keamanan. Oleh sebab itu,
pengembangan perpustakaan digital di IAIN Syekh Nurjati Cirebon diharapkan bisa
melewati masalah tersebut dengan mempersiapkan akses informasi yang lebih luas
dan cepat, dan meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan perpustakaan.
Selain itu, perpustakaan digital juga diupayakan bisa meningkatkan minat. Selain
itu, pengembangan perpustakaan digital juga diharapkan dapat meningkatkan daya
saing perpustakaan digital IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam persaingan global.
Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana pengembangan, peran
pengelola dalam pengembangan, serta faktor pendukung dan penghambat dalam
pengembangan perpustakaan berbasis digital di IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi
kasus yang melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data
yang digunakan meliputi pengumpulan data, penyajian data, reduksi data, dan
penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen
pengembangan perpustakaan digital di IAIN Syekh Nurjati Cirebon meliputi
beberapa aspek, diantaranya adalah perencanaan strategis, pengorganisasian
sumber daya, pengembangan konten dan layanan, manajemen teknologi, serta
promosi dan penyebaran informasi.
Kata Kunci : Manajemen, Pengembangan Perpustakaan, Digitalisas
ANALISIS NAIKNYA TEMPERATUR UDARA BILAS PADA MESIN INDUK DI MT. PIS POLARIS
INTISARI
Samsudin, Muhammad Syafri, 531611206060 T, 2021, “Analisis Naiknya Temperatur Udara Bilas Pada Mesin Induk Di MT. Pis Polaris”, Program Studi Diploma IV, Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I Drs. Edy Warsopurnomo, M.M., M.Mar.E dan Pembimbing II Capt. Eko Murdiyanto, M.Pd, M.Mar.
Proses pembakaran pada mesin diesel dapat terjadi dengan adanya unsur bahan bakar, panas, dan udara. Dalam proses pembakaran dan proses udara bilas, udara bertekanan diperoleh dari turbocharger yang kemudian di dinginkan oleh intercooler lalu ditampung didalam ruang scaving air. Siklus pembakaran bergantung dari temperatur udara yang dimasukan ke dalam silinder.
Penelitian ini menggunakan rumusan masalah yaitu apa faktor penyebab, apa dampak dari faktor penyebab, dan bagaimana upaya untuk menangani dampak dari faktor penyebab, dengan metode atau pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam menganalisis permasalahan yaitu menggunkan teknik observasi (pengamatan), wawancara, dan studi pustaka.
Berdasarkan penelitian ada beberapa faktor yang menyebabkan naiknya temperatur udara bilas pada mesin induk di MT. Pis Polaris yaitu intercooler yang kotor dan tersumbat, kotornya kisi-kisi udara, turbocharger yang kotor, tekanan air laut yang kurang, faktor manusia yaitu kelalaian masinis dikapal dalam menjalankan perawatan mesin, faktor metode pengoperasian dan perawatan yaitu prosedur tidak sesuai dengan instruction manual book, serta faktor lingkungan yaitu pelayaran kapal yang melewati perairan dangkal dan kotor. Upaya yang dilakukan adalah pembersihan pipa air laut intercooler, pembersihan kisi-kisi udara dan penggantian filter turbocharger yang kotor, menimbulkan kesadaran masinis untuk melaksanakan PMS (Plan Maintenance System), melakukan tool box meeting (rapat sebelum bekerja)
Effects of lime in combination with water level toward soil chemical properties and paddy growth performance grown on acidic soil / Muhammad Syafri Famin Ahmad Azli
A glasshouse study was conducted to determine the effect of lime application rate in combination with water level on soil pH, aluminium (Al) concentration and nutrient availability. The second aim of the study is to determine the optimum combination of lime rate application and water level on paddy growth. Two factors were used for the study which are three lime application rate (no lime application, 1 t/ha CaCO3 and 2 t/ha CaCO3) and two water level (3-5 cm above soil surface and 8-10 cm above soil surface).The preliminary results of the research showed that soil available Al and soil available Ca were significantly different among the treatment. The lowest soil available Al mean was 65.14 mg/kg for treatment L3W2 (2 t/ha CaCO3 and 8-10 cm water level). Meanwhile, the highest mean for soil available Ca was 1061 mg/kg for treatment L3W2. Furthermore, the soil pH result show no significant but the highest mean soil pH was 5.43 for treatment L3W2.The optimum combination of lime application rate and water level was treatment L3W2 with highest soil pH value, highest available Ca and lowest available Al as compared to other treatments
PEMBERHENTIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL TIDAK DENGAN HORMAT (STUDI KASUS PEMBERHENTIAN SYAFRI M., S.PT. BERDASARKAN SURAT KEPUTUSAN BUPATI TANAH DATAR NOMOR 862/151/BKPSDM-2018)
ABSTRAK
Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil tidak dengan hormat secara normatif diatur dalam Pasal 87 ayat (4) Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara Juncto Pasal 250 dan Pasal 252 Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS. Fokus penelitian ini studi terhadap kasus pemberhentian Syafri M., Spt. sebagai PNS oleh Bupati Kabupaten Tanah Datar sebagaimana yang tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Tanah Datar Nomor : 862/151/BKPSDM-2018 tentang Pemberhentian Tidak dengan Hormat sebagai PNS terhadap Syafri dari jabatan terakhirnya sebagai Fungsional Umum pada Inspektorat Kabupaten Tanah Datar yang diterbitkan tanggal 18 Mei 2018 yang berlaku surut sejak tanggal 30 Juni 2015. Namun karena kurang cermatnya Bupati Kabupaten Tanah Datar dalam menerbitkan keputusan, maka keputusan tersebut akhirnya dibatalkan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara Padang lewat Putusan PTUN Nomor 28/G/2018/PTUN.PDG pada tanggal 17 Desember 2018 dalam sidang terbuka untuk umum. Penelitian ini mengkaji pemberhentian PNS tersebut dengan mengacu pada 3 (tiga) aspek hukum utama dalam penyusunan keputusan yaitu dari segi aspek kewenangan, prosedur dan substansi yang mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan dan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik, dengan rumusan masalah: Pertama, Bagaimana Pemberhentian PNS Tidak dengan Hormat. Kedua, Bagaimana konsekuensi hukum dari Pemberhentian PNS Tidak dengan Hormat. Untuk menjawab perihal tersebut penulis akan menggunakan metode yuridis normatif dengan 2 (dua) pendekatan yaitu: statute approach (pendekatan undang-undang) dan case approach (pendekatan kasus). Setelah melakukan penelitian mendalam, Surat Keputusan Pemberhentian PNS terhadap Syafri oleh Bupati Kabupaten Tanah Datar diterbitkan tanpa memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan dan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik. Oleh karena itu, penulis berpendapat diperlukan bagi pejabat yang berwenang untuk cermat dan hati-hati dalam menerbitkan keputusan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik.
Kata Kunci: (Pemberhentian PNS, Tidak dengan Hormat
Pengaruh Motivasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara
Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantias yang dicapai oleh
seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai tanggung jawab yang
diberikan kepadanya. Dalam menciptakan kinerja yang baik faktor yang
dianggap penting adalah faktor motivasi dan disiplin kerja.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ntuk mengetahui dan
menganalisis pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai. Untuk mengetahui
dan menganlisis pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai dan Untuk
mengetahui dan menganalisis pengaruh motivasi dan disiplin kerja secara
bersama-sama terhadap kinerja pegawai pada Dinas Perkebunan Provinsi
Sumatera Utara.
Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai pada Dinas
Perkebunan Provinsi Sumatera Utara dengan jumlah populasi sebanyak 156
pegawai. Sedangkan sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan
menggunakan rumus slovin dengan teknik probability sampling sebanyak 61
pegawai. Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda, uji asumsi
klasik, uji t, uji f dan koefisien determinasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengaruh Motivasi terhadap Kinerja
Pegawai berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai uji thitung sebesar 5,241>
2,001. Pengaruh Disiplin kerja terhadap Kinerja Pegawai berpengaruh positif dan
signifikan dengan nilai uji thitung sebesar 2,687 > 2,001. sedangkan berdasarkan
hasil uji secara simultan pengaruh motivasi dan disiplin kerja terhadap kinerja
pegawai memiliki pengaruh signifikan dengan nilai uji fhitung sebesar 32.099 >
3,156, dengan nilai determinasi rsquare 52.50%. hal ini berarti Motivasi dan
Disiplin Kerja secara bersama-sama hanya berpengaruh sebesar 52,5%
sedangkan sisanya 47,5% Kinerja Pegawai dipengaruhi oleh variabel-variabel
lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini
Perbedaan Tingkat Kecemasan pada Ibu Pekerja dan Ibu Rumah Tangga pada Usia Premenopause dalam Menghadapi Menopause di Dharma Wanita Persatuan Universitas Sumatera Utara Tahun 2019
Background. Menopause refers to one year after a woman has no longer menstruates, while pre
menopause is a period before menopause that happens at the age of 40-50 years. Various changes
happened both physically and psychologically in women at that time. Based on WHO data, the
number of women around the world entering menopause is estimated to reach 1.2 billion by 2030
and according to the Indonesian Ministry of Health, there are around 14 million Indonesian
menopausal women in 2016, this number is estimated to increase dramatically to 60 million in 2025.
The initial symptoms that occur are; an increase in body temperature, sweating, sleep disturbance,
mental disorders, and menstrual disorders. Long-term disorders that can occur which are;
osteoporosis, myocardial infarction, increased blood cholesterol levels, increased body weight, and
disorders of carbohydrate metabolism. Several factors such as age, work, and education can affect
women's anxiety in facing menopause. Objective. Knowing the correlation between difference of
anxiety levels in working mothers and housewives at premenopausal age in facing of menopause at
the University of North Sumatra’s Dharma Wanita Persatuan in 2019. Methods. This study uses
analytical research methods with cross sectional design. Data collection methods is by using a
questionnaire given to respondents who have met the inclusion and exclusion criteria. The sampling
method uses Purposive Sampling technique. Data were then analyzed using the SPSS computer
program. Results. Based on the data found using the chi square method, the p value is 0.000 (p
<0.05). Conclusion. Based on the results, the H0 was rejected, so there is a correlation between
difference of anxiety levels in working mothers and housewives at premenopausal age in facing of
menopause at the University of North Sumatra’s Dharma Wanita Persatuan in 2019.Latar Belakang. Menopause merujuk kepada waktu setelah satu tahun seorang perempuan
mengalami berhenti menstruasi sepenuhnya, sementara premenopause adalah suatu masa
menjelang menopause yang terjadi rata-rata pada umur 40-50 tahun. Terjadi berbagai perubahan
baik secara fisik maupun psikologis pada perempuan yang berada pada masa tersebut. Berdasarkan
data WHO, jumlah perempuan di seluruh dunia yang memasuki masa menopause diperkirakan
mencapai 1,2 miliar orang pada tahun 2030. Dan berdasarkan DepKes RI Terdapat sekitar 14 juta
perempuan menopause di Indonesia pada tahun 2016, sementara diperkirakan angka ini akan
meningkat drastis hingga 60 juta pada tahun 2025. Gejala-gejala awal yang terjadi yaitu,
peningkatan suhu tubuh, berkeringat, gangguan tidur, gangguan mental, dan gangguan menstruasi.
Gangguan jangka panjang yang dapat terjadi pada lain osteoporosis, infark miokard, peningkatan
kadar kolesterol darah, peningkatan berat badan, dan gangguan metabolisme karbohidrat.
Beberapa faktor seperti umur, pekerjaan, dan pendidikan dapat mempengaruhi kecemasan wanita
dalam menghadapi menopause. Tujuan Mengetahui perbedaan tingkat kecemasan pada ibu pekerja
dan ibu rumah tangga premenopause dalam menghadapi menopause di Dharma Wanita Persatuan
Universitas Sumatera Utara tahun 2019. Metode Penelitian ini menggunakan metode penelitian
analitik dengan desain cross sectional. Metode pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner
yang diberikan kepada responden yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Metode
pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling. Data kemudian dianalisis dengan
menggunakan program komputer SPSS. Hasil Berdasarkan data yang didapati Menggunakan
metode chi square, lalu didapati hasil nilai p=0,001 (p<0,05). Kesimpulan Berdasarkan hasil
tersebut, maka H0 ditolak, yaitu terdapat hubungan perbedaan tingkat kecemasan pada ibu pekerja
dan ibu rumah tangga pada usia premenopause dalam menghadapi menopause di Dharma Wanita
Persatuan Universitas Sumatera Utara tahun 2019.68 HalamanSkripsi Sarjan
ANALISIS FINANSIAL TANAMAN KELAPA SAWIT KONVERSI MENJADI TANAMAN KARET PADA KEBUN KARANG INONG KERJASAMA OPERASI PTPN-I DAN PTPN-III KECAMATAN RANTO PEUREULAK, KABUPATEN ACEH TIMUR
ANALISIS FINANSIAL TANAMAN KELAPA SAWIT KONVERSI MENJADI TANAMAN KARET PADA KEBUN KARANG INONG KERJASAMA OPERASI PTPN-I DAN PTPN-III KECAMATAN RANTO PEUREULAK, KABUPATEN ACEH TIMURMuhammad Syafri Al Hayat/Agribisnis/Universitas Syiah KualaABSTRAKPembangunan pertanian subsektor perkebunan memiliki arti penting terutama di Negara berkembang yang selalu berupaya untuk memanfaatkan kekayaan sumber daya alam secara lestari dan berkelanjutan. Kerjasama operasi (KSO) PTPN-I dan PTPN-III melakukan konversi tanaman kelapa sawit menjadi karet pada kebun karang inong. Penelitian ini dilakukan pada kebun karang inong yang terletak di Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konversi tanaman kelapa sawit menjadi karet memberikan kenuntungan terhadap kerjasama operasi PTPN-I dan PTPN-III secara finansial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus (case study) dengan pengamatan langsung kelapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan data primer dan data sekunder. Metode analisis pada penelitian ini menggunakan criteria investasi, yaitu Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Internal Rate of Return (IRR), Break Event Point (BEP) dan Pay Back Period (PBP). Hasil analisis kriteria investasi menunjukkan bahwa konversi tanaman kelapa sawit menjadi karet memberikan keuntungan bagi perusahaan. Hal ini dapat dilihat dari nilai NPV > 0, yaitu sebesar Rp 5,562,976,634 pada kelapa sawit dan karet sebesar Rp 6,488,239,491. Net B/C > 1 yaitu 3,4 pada kelapa sawit dan 9,8 pada karet, IRR lebih besar dari suku bunga yang berlaku, dan BEP kelapa sawit diperoleh pada tahun ke 10 bulan ke 8 dan BEP karet diperoleh pada tahun ke 10 bulan ke 5. PBP kelapa sawit diperoleh pada tahun ke 10 bulan ke 5 dan PBP karet diperoleh tahun ke 10 bulan ke 2. Kata kunci: Analisis Finansial, Konversi Tanaman Kelapa Sawit dan Karet, Kerjasama Operas
Pengaruh Pengembangan Karir dan Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan PT.Angkasa Pura II (Persero) Cabang Kualanamu
Tujuan peneltian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Pengembangan
Karir dan Kompensasi terhadap Kinerja Karyawan PT. Angkasa Pura II (Persero).
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh unit di dinas pengamanan
berupa Avsec dan Public Security yang berjulmlah 201 orang. Sampel yang
diambil berjurnlah 41 orang. Teknik pengumpulan data adalah studi dokumentasi,
wawancara dan Questioner (Angket). Data menggunakan metode Uji Asumsi
Klasik, Regresi Linier Berganda, Uji t (uji parsial), Uji f (uji simultan), dan
Koefesien Determinasi dengan bantuan software IBM Statisctic SPSS 16.00.
Hasil regresi linier berganda dengan model persamaan Y = 2,763 + 0,247 X
+ 0,683 X + . Dari hasil uji normalitas melalui uji P-Plot disimpulkan bahwa
model regresi telah memenuhi asumsi normalitas. Hasil uji multikolineritas
variabel independen yakni Pengembangan Karir dan Kompensasi yaitu Variance
Inflation Factor (VIF), nilai tolerance yang telah ditentukan atau 0,144 dan 0,144
> 0,1 dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) 6,948 dan 6,948 < 10, sehingga
tidak terjadi gejala Multikolineritas. Berdasarkan uji heteroskedastisitas dari
grafik Scatterplot mengindikasikan tidak terjadi heterokedastisitas.
Nilai t-hitung sebesar 2,181 > t-tabel 2,022 dan mempunyai nilai
signifikan sebesar 0,035 < 0,05 dapat disimpulkan bahwa pengembangan karir
berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.
Berdasarkan hasil uji t diperoleh nilai t-hitung 6,271 > t-tabel 2,022 dan
rnempunyai nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05 dapat disimpulkan kompensasi
berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.
Berdasarkan hasil uji sirnultan f-hitung 241,024 < f-tabel 3,25 dan
mempunyai nilai signifikan 0,000 < 0,05 dapat disirnpulkan secara simultan
Pengembangan Karir dan Kompensasi berpengaruh signifikan terhadap Kinerja
Karyawan PT. Angkasa Pura II (Persero) Cabang Kualanamu.
Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan nilai R sebesar 0,963
menunjukkan bahwa korelasi Kinerja Karyawan dengan Pengembangan Karir dan
Kompensasi mempunyai tingkat sebesar 96,3%, sedangkan selebihnya sebesar
3,7% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti. Dari hasil uji koefisien
determinasi dapat disimpulkan bahwa bahwa Pengembangan Karir dan
Kompensasi mempunyai hubungan yang berpengaruh cukup besar terhadap
Kinerja Karyawan PT. Angkasa Pura II (Persero) Cabang Kualanamu
SPIRIT LITERASI PERSPEKTIF AL-MUQADDAM: Analisis Model Berliterasi Muhammad ibn Ismâ’îl Al-Muqaddam
Artikel ini bertujuan untuk mengetahui perspektif dan model berliterasi Muhammad ibn Ismâ’îl Al-Muqaddam tentang spirit literasinya, yang meliputi cita literasi, literasi mencari ilmu (thalab al-’ilm), literasi dakwah, literasi e-dakwah (digital), dan karya literasinya. Al-Muqaddam termasuk ulama kontemporer yang dahulunya adalah ilmuwan ilmu umum yang kemudian mengintegrasikannya dengan ilmu-ilmu keagamaan. Cita literasi Al-Muqaddam dilandasi oleh niat dan motivasi sebagai langkah pertama berliterasi (awwal al-’ilm al-niyyah), yaitu dengan niat yang kuat dan semangat yang membara (al-himmah al-’âliyah atau ’uluww al-himmah) serta dengan beradab sebelum berliterasi (al-adab qabl al-thalab). Langkah Al-Muqaddam selanjutnya adalah berliterasi dalam mencari ilmu (thalab al-’ilm) dengan banyak berguru dan dengan mengkaji pelbagai literatur keilmuan. Al-Muqaddam juga aktif melakukan literasi dakwah dengan aktif berdakwah di berbagai forum keagamaan dan aktif pula berliterasi e-dakwah melalui situs resmi (mauqi’) sebagai media daring pribadinya, yaitu almukaddem.com/home: situs Al-Syaikh Muhammad ibn Ismâ’îl Al-Muqaddam. Di samping itu, Al-Muqaddam pun produktif berliterasi dalam wujud penulisan karya ilmiah, buku, artikel, dan karya tulis lainnya. Spirit Al-Muqaddam dalam berliterasi tersebut pada akhirnya telah menjadi karakter dan habit pribadinya (huwiyyah) yang berhasil mempopulerkan namanya sebagai intelektual yang mampu mengintegrasikan ilmu umum dengan ilmu agama sekaligus
- …
