181 research outputs found

    PERAN LEMBAGA SOSIAL DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT : STUDI KASUS OMAH KREATIF LOEDJI 16 KELURAHAN GUNUNG KETUR, YOGYAKARTA

    Get PDF
    Muhammad Nur Kholis (19102030054). Thesis with the title "The Role of Social Institutions in Community Empowerment: Case Study of Omah Kreatif Loedji 16 Gunungketur Village, Yogyakarta". Islamic Community Development Study Program, Faculty of Da'wah and Communication, Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta. The background of this research is the improvement of the economy during the Covid19 pandemic in Gunungketur Village. This research aims to find out about Omah Kreatif Loedji 16 to improve the economy during the Covid19 pandemic in Gunungketur Village, Pakulaman, Yogyakarta. This research uses qualitative descriptive research methods. Data collection techniques using interviews, observation, and documentation. Data analysis in this study is by collecting data, reducing data, presenting data and drawing conclusions then data validity is carried out using triangulation. The result of this research is the role of social institutions in community empowerment: Case Study of Omah Kreatif Loedji 16 Gunungketur Village, Yogyakarta with several processes, these processes include planning, namely by targeting groups in need in Gunungketur Village, group needs in Gunungketur Village, designing programs and ways of implementation for members, determining funding for MSME results, inviting parties involved such as related communities, implementing programs from each Omah Kreatif Loedji 16 activity, and monitoring and evaluation of each activity. There are challenges in community empowerment in the Omah Kreatif Loedji 16 Educational Shop program from internal and external to the Omah Kreatif Loedji 16 organization

    Pemikiran Muhammad Rasyid Ridho Tentang Kritik Matan Hadis Nabi Muhammad

    No full text
    Tulisan ini membahas tentang pemikiran Muhammad Rasyid Rida tentang kritik matan Hadis Nabi Saw. Dia lebih dikenal sebagai tokoh tafsir dan pemikiran Islam dibandingkan tokoh hadis dan ilmu hadis. Tetapi pemikirannya tentang kritik matan hadis yang terdokumentasi, khususnya, dalam Majalah al-Manar dan Tafsir al-Manar sangat menarik. Pemikirannya tentang kritik matan hadis beberapa ada yang sama tetapi juga ada yang berbeda dengan tokoh-tokoh hadis, khususnya tentang kreteria otentisitas matan hadis. sekalipun tidak secara sistematis, berdasarkan kajian penulis, Muhammad Rasyid Rida memberikan kreteria otentisitas sebuah matan bisa dinyatakan sahih atau tidak, yaitu; pertama, hadis tersebut tidak bertentangan dengan al-Qur'an. Kedua, hadis tersebut dipastikan merupakan hadis yang mutawatir. Dia tidak serta merta menerima hadis jika hadis tersebut adalah hadis ahad, karena dalam pandangannya tentang hadis ahad, bahkan hadis ahad yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim sekalipun akan beliau komentari jika bertentangan dengan akal rasio. Ketiga, suatu hadis dapat dihukumi sahih jika tidak bertentangan akal rasio. Keempat, hadis tersebut tidak bertentangan dengan fakta-fakta sejarah. Sedangkan pendekatan yang digunakan dalam memahami hadis adalah kontekstual-historis-logis

    Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Media Interaktif pada Mata Pelajaran Fisika Materi Relativitas Khusus di SMA Negeri 2 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Majid, Nur Kholis. 2012. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Media Interaktif pada Mata Pelajaran Fisika Materi Relativitas Khusus di SMA Negeri 2 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dyah Lestari, S.T., M.Eng., (II) Muhammad Jauharul Fuady, S.T., M.T.   Kata Kunci: bahan ajar, media interaktif, fisika, relativitas khusus   Teknologi Informasi di Indonesia telah mencapai perkembangan yang sangat mengagumkan sehingga guru dituntut untuk menciptakan bahan ajar yang semakin menarik, interaktif, dan komprehensif. Sebagian besar guru yang menguasai materi pelajaran tidak mampu menghadirkan bentuk pembelajaran dalam komputer. Sedangkan ahli komputer yang mampu merealisasikan segala hal dalam komputer biasanya tidak menguasai materi pelajaran. Untuk mengatasi hal tersebut, tentu membutuhkan suatu kerja sama yang baik, yaitu ahli komputer membuat suatu perangkat lunak yang memudahkan pengajar merealisasikan ide-idenya sesuai dengan materi pembelajaran. Fisika tergolong pelajaran yang sulit di SMAN 2 Malang karena sifatnya yang abstraksi, empiris, dan matematis. Banyak materi pelajaran fisika yang diajarkan di SMAN 2 Malang dan masih banyak juga bahan ajar fisika yang belum memanfaatkan komputer dalam penyampaian materinya. Salah satunya yaitu pada materi relativitas khusus. Melihat hal tersebut, komputer banyak berperan dalam fisika khususnya untuk materi relativitas khusus. Komputer dapat membuat konsep-konsep yang abstrak menjadi konkret dengan visualisasi statis maupun dengan visualisasi dinamis (animasi). Selain itu, komputer dapat membuat suatu konsep lebih menarik sehingga menambah motivasi untuk mempelajari dan memahaminya. Melihat kenyataan di atas, peneliti mengembangkan sebuah bahan ajar berbasis media interaktif. Bahan ajar berbasis media interaktif dikembangkan menggunakan Metode Penelitian dan Pengembangan menurut Sugiyono. Uji coba dilakukan dengan menggunakan evaluasi formatif berdasarkan Sadiman, dkk, dimana terdapat 3 tahap, yaitu uji perorangan (validasi ahli materi, ahli media, 5 orang siswa), uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan. Penelitian dan pengembangan ini menghasilkan perangkat lunak bahan ajar berbasis media interaktif. Terdapat 3 fitur utama dalam perangkat lunak bahan ajar interaktif yaitu materi, latihan soal, dan evaluasi. Fitur materi berisi materi pembelajaran dan simulasi gejala fisis. Sedangkan fitur latihan soal berisi latihan soal fisika. Evaluasi berisi 10 soal yang digunakan untuk mengevaluasi siswa. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, didapat persentase hasil validasi oleh ahli media sebesar 97%, hasil validasi oleh ahli materi sebesar 98%, hasil uji coba perorangan ke siswa sebesar 95%, hasil uji coba kelompok kecil sebesar 87% dan hasil uji coba lapangan sebesar 88%. Dari hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar interaktif secara keseluruhan dinyatakan layak/valid dengan pencapaian rata-rata sebesar 93%. Bahan ajar berbasis media interaktif dapat digunakan sebagai suplemen pembelajaran dan media belajar mandiri siswa.

    Pesan dakwah dalam materi khotbah Jumat di Masjid An-Nur Perbalan Semarang

    Get PDF
    Sebagai seorang muslim, kita diwajibkan untuk berdakwah. Allah menyuruh hambanya untuk berbuat kebaikan dan mencegah keburukan. Salah satu cara yang efektif dalam berdakwah ialah dengan berkhutbah. Umat muslim setiap hari jumat diwajibkan mengikuti sholat Jumat. Dimana salah satu rukunya adalah mendengarkan khutbah jumat. Dengan begitu kita bisa berdakwah untuk menyampaikan kebaikan-kebaikan dalam Al Quran. Dalam sebuah khotbah, pastilah mengandung sebuah pesan dalam berdakwah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pesan dakwah dalam materi khutbah Jumat di masjid An-Nur Perbalan Semarang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan analisis deskriftif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Sedangkan sumber data yang digunakan ialah data primer dan sekunder. Hasil penelitian ini, menunjukan pesan aqidah pada seluruh khotbah jumat diatas adalah, ikhtikafnya pengikut nabi, untuk meyakinkan apa yang akan dia buat. Konsisten ibadah juga disebutu dengan istiqomah. Orang yang selalu beristiqomah selalu kokoh dalam aqidah dan tidak goyah dalam keimanannya sehari-hari. Sekalipun dalam keadaan sulit maupun mudah, orang yang beristiqomah selalu meminta ridho-Nya. Lisan yang bisa mewujudkan dzikir, tahlil, baca Al-Quran, ucapan ma’ruf dan munkar, dan mengajak mereka kepada kebaikan. Syirik adalah perbuatan yang dilarang Allah, karena sudah tertuliskan bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah. Tujuan hidup manusia adalah untuk beribadah kepada Allah SWT dan mengharap ridho-Nya. Ketakwaa dan ketaatan kepada Allah adalah hal wajib yang kita lakukan, daripada berbuat syirik yang dibenci Allah. Shalat merupakan rukun iman yang harus dilakukan oleh umat manusia untuk mendapatkan ridho-Nya. Menghindari khamr yang bisa merusak tubuh manusia dan menambah kemaksiatan pada umat manusia. Pesan syariat yang dapat kita ambil dalam khotbah jumat diatas adalah manfaat seseorang yang bisa menjadi bermanfaat bagi orang lain, misal guru yang mengajarkan kebaikan pada muridnya, dan dokter yang membantu pasiennya yang sedah sakit untuk mendapat kesembuhan yang diinginkan. Kita harus bisa menjaga lisan kita dari pembicaran yang tidak pantas atau berbuat ghibah. Syirik adalah perbuatan yang dapat menyebabkan kerusakan dalam diri sendiri maupun masyarakat. Jangan terlena dengan keindahan duniawi, karena duniawi adalah fase fatamorgana. Maksut dari tauhid adalah fondasi hidup dan amal manusia yang berada dijalan-Nya. Menampilkan rukun Islam tentang shalat. Larangan minuman keras yang membuat kondisi tubu menjadi buruk dan merusak kecerdasan manusia. Pesan akhlak pada khotbah jumat diatas adalah kita bisa bertuturkata yang baik kepada sesama manusia dalam memotivasi, menyenangkan, dan mengajak kepada sesama manusia dalam hal kebaikan. Dianjurkan kepada semua manusia untuk berbicara baik dan benar dalam apa yang telah kita lihat. Manusia dilarang malas-malasan karena rizki Allah SWT didapat dengan kreatifitas manusia dan etos kerja manusia yang berkembang. Penyampaian ketika berbicara harus dilandasi dengan kejelasan kemaslahatannya dan tanpa adanya keraguan dalam penyampaian berbicara. Jauhkan syirik dari diri sendiri, keluarga, ataupun masyarakat yang ingin berada dijalan Allah SWT. Manusia haru mempunyai tanggung jawab dalam kehidupannya untuk berporos pada jalan Allah SWT. Hindarilah minuman keras, karena Allah SWT telah melarang untuk meminumnya

    معالجة أزمة المياه من منظور السنة النبوية

    No full text
    Water issues are an essential concern in human life. Water is the basis of life. Scientists emphasize that sustainability will only occur on this earth with water in all human activities. The Nabawiah Sunnah, one of the primary sources of law in the Islamic religion and the rules of social life for all humans pays very much attention to protecting water from being polluted. Departing from the hadith's concern for protecting water, the author uses a descriptive-analysis method as a step for library research. This research aims to explain and draw conclusions regarding the hadith text, which explains the importance of preserving water. Researchers divide this research into three elements: introduction, leading discussion, and conclusion. The research concludes that strengthening protects water from contamination based on the research results. The role of the hadith in protecting water has provided a solution to the water crisis caused by pollution through the instructions of the Prophet Muhammad SAW, such as excessive water use. The following prohibits throwing human waste in stagnant water or rivers, and the Prophet Muhammad SAW. commanded to close a container filled with water. Then, this research analyzes the water crisis from the perspective of the Nabawiah sunnah and the dangers if the solution is not implemented correctly

    PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM MUHAMMAD ABDUL MANNAN

    No full text
    Apa yang membedakan sistem ekonomi Islam dengan sistem ekonomi kontemporer lainnya, kata M. Mannan, adalah bahwa kesuksesan material berfungsi sebagai sarana untuk mencapai cita-cita moral dan spiritual yang lebih tinggi dalam kerangka kerja Islam. Oleh karena itu, ia menyarankan adanya pergeseran orientasi nilai, struktur kelembagaan baru, dan tujuan yang direvisi dengan mengerjakan ulang teori ekonomi Neoklasik tradisional dan metode-metodenya. Jika dibandingkan dengan ide-ide pembangunan kontemporer, Muhammad A. Mannan berpendapat bahwa pembangunan Islam memiliki lebih banyak manfaat. Dalam konteks rencana jangka panjang untuk pertumbuhan ekonomi, "desain kebijakan fiskal" adalah strategi resmi untuk mengelola uang negara yang masuk dan keluar dari pemerintah. Dalam pandangan Mannan, kebijakan fiskal dalam kerangka ekonomi Islam berusaha untuk membangun sebuah komunitas yang mendistribusikan uang secara adil, dengan nilai-nilai material dan spiritual yang dipegang teguh

    EVALUASI KINERJA PERUSAHAAN DALAM PENANGANAN PENGAJUAN DAN PEMBAYARAN KLAIM ASURANSI JAMINAN KECELAKAAN KERJA PADA BPJS KETENAGAKERJAAN KANTOR CABANG MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Nur Kholis, Muhammad. 2015. Evaluasi kinerja perusahaan dalam Penanganan Pengajuan dan Pembayaran Klaim Asuransi Jaminan Kecelakaan Kerja pada BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Malang. Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Diana Tien Irafahmi, S.Pd., M.Ed.   Kata Kunci: klaim asuransi, jaminan kecelakaan kerja BPJS ketenagakerjaan adalah badan hukum publik yang  bertanggung jawab kepada presiden dan berfungsi menyelenggarakan program jaminan hari tua, jaminan pensiun, jaminan kematian dan jaminan kecelakaan kerja bagi seluruh pekerja Indonesia. Berkaitan dengan hal tersebut diperlukan adanya suatu evaluasi kinerja pada BPJS Ketenagakerjaan. Salah satu evaluasi kinerja yang dibutuhkan yaitu mengenai prosedur penanganan pengajuan dan pembayaran klaim jaminan kecelakaan kerja. Penulisan Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengetahui prosedur penanganan pengajuan dan pembayaran klaim jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan juga tingkat kepuasan pelanggan pada BPJS ketenagakerjaan Kantor Cabang Malang. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, metode interview dan angket. Sedangkan metode pemecahan masalah menggunakan metode perbandingan dengan UU No.3 Tahun 1992 tentang Jaminan sosial tenaga kerja dan memberikan angket kepada beberapa peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dari hasil pengamatan Tugas Akhir ini, diperoleh kesimpulan bahwa secara garis besar prosedur penanganan dan pembayaran klaim JKK yang dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Malang sudah baik. Namun masih ada yang perlu diperbaiki yaitu pada aspek sosialisasi dan manfaat tambahan. Berdasarkan hasil pengamatan ini disarankan kepada BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Malang untuk melakukan sosialisasi  (datang langsung ke perusahaan, membuat iklan pada televisi, membuat spanduk yang ditempatkan pada perusahaan dan tepi jalan) yang dilaksanakan secara rutin dan bertahap. Selanjutnya melakukan pembagian tugas secukupnya kepada karyawan yang menangani klaim jaminan kecelakaan kerja, serta membuka kantor cabang pembantu di beberapa wilayah area Kota Malang

    Suling Dewa dalam upacara Ngaponin Suku Sasak

    Get PDF
    Suling Dewa adalah kesenian yang sangat khas dan menjadi identitas Suku Sasak Lombok. Kesenian ini menyimpan beragam keunikan yang tidak dijumpai di daerah lain , salah satunya adalah interval nadanya dan liriknya yang begitu kontras. Kesenian ini hanya terdiri dari dua orang pemain yaitu vocalis dan peniup seruling. Dalam setiap unsur – unsur yang ada di dalam Suling Dewa Suku Sasak Kuto – kute terdapat makna yang begitu mendalam sebagai cerminan jati diri Suku Sasak.Kesenian khas ini dalam keberadaannya di masyarakat banyak digunakan dalam berbagai macam ritual dan upacara sakral. Salah satu fungsi Suling Dewa adalah digunakan dalam upacara Ngaponin atau upacara pensucian pusaka setiap empat tahun sekali.Dalam rangkaian upacara Ngaponin terdapat salah satu prosesi wajib yang disebut sebagai Mendewa. Prosesi Mendewa adalah kegiatan memanggil mahluk metafisik dengan menggunakan Suling Dewa dan mantranya. Mendewa dalam upacara Ngaponin memiliki fungsi yaitu menghadirkan dinding metafisik untuk melindungi pusaka yang disucikan agar terhindar dari energi – energi negatif. Islam Metu Telu adalah aliran kepercayaan masyarakat Lombok. kepercayaan ini sebagian besar berada di tanah Bayan dan sebagian lainnya tersebar di seluruh Pulau Lombok. Sebuah pola kombinasi yang indah terkandung dalam ajaran Islam Metu Telu atau yang juga dikenal dengan sebutan Wetu Telu dan Waktu Telu. Kombinasi yang dimaksud adalah pola sinkretisme antara agama dan budaya yang begitu harmoni yang begitu dijaga oleh masyarakat. Penyajian Suling Dewa dalam upacara Ngaponin terdiri dari dari dua aspek yaitu tekstual dan kontekstual. Aspek tekstual terdiri dari kejadian musikal seperti gending, seruling, lirik mantra vokal, organologi instrumen serta aspek kontekstual meliputi kejadian non musikal yang terdiri dari waktu, tempat dan prosesi – prosesi upacara lainnya. Suling Dewa hingga saat ini merupakan kebutuhan primer dalam upacara atau ritual tertentu yang menggunakan Suling Dewa. Setiap upacara dan ritual yang menggunakan Suling Dewa tidak akan dapat dilakukan tanpa adanya kehadiran seniman Suling Dewa itu sendiri. Hal ini membuktikan bahwa Suling Dewa memiliki kedudukan yang penting dalam kehidupan masyarakat adat Sasak Kuto – kute

    Upaya Pemerintah Desa Dalam Mencegah Pernikahan di Bawah Umur Perspektif Hukum Islam: Studi Kasus di Desa Slemanan Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar

    Get PDF
    Fenomena pernikahan usia di bawah umur pada saat ini, dari tahun ke tahun angkanya naik turun, hal itu bisa dilihat dari permohonan dispensasi nikah, seperti yang terjadi di Pengadilan Agama Kabupaten Blitar dalam websitenya yang mengalami pasang surut. Fenomena demikian sudah menjadi trend di kalangan remaja dengan banyak motifnya. Perkawinan pada usia muda biasanya belum ada kesiapan mental maupum fisik pada diri mempelai, sehingga dapat menimbulkan masalah di belakang hari bahkan tidak sedikit yang berujung pada perceraian. Dari uraian tersebut peneliti ingin mendeskripsikan bagaimana upaya yang dilakukan pemerintah desa slemanan dalam mencegah pernikahan di bawah umur dan bagaimana tinjauan hukum islam terhadap upaya pemerintah desa slemanan dalam mencegah pernikahan di bawah umur. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Hasil penelitian yaitu mengadakan sosialisasi kepada masyarakat Desa Slemanan, melarang atau mempersulit perizinan nikah di bawah umur, melarang masyarakatnya untuk melaksanakan pernikahan di bawah umur karna menghambat terciptanya SDM yang berkualitas. Syari’at Islam pada dasarnya tidak membatasi usia untuk menikah, akan tetapi dapat diukur dengan masa baligh sesorang, syari’at islam menghendaki orang yang hendak menikah adalah orang yang benar-benar siap mental, fisik, psikis, dewasa dan paham arti sebuah pernikahan yang merupakan bagian dari ibadah. Substansi hukum islam adalah menciptakan kemaslahatan sosial bagi manusia masa kini dan masa depan, hukum islam bersifat humanis dan selalu membawa rahmat bagi semesta alam

    Peran Suling Dewa Dalam Ritus Islam Wetu Telu Sebagai Identitas Simbolik Masyarakat Karang Bajo di Bayan Beleq Lombok Utara

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi peran Suling Dewa dalam ritus sub etnis Islam Wetu Telu sebagai Identitas Simbolik Masyarakat Karang Bajo Bayan Beleq Lombok Utara. Kelompok-kelompok yang hidup di Wet Bayan memiliki perbedaan latar belakang, seperti masyarakat Karang Bajo yang secara konseptual identik dengan dunia ruh (spiritualis). Fenomena ini menjadi menarik ketika di antara empat kelompok masyarakat di Wet Bayan, hanya masyarakat Karang Bajo yang menghadirkan nilai yang berbeda atas eksistensi Suling Dewa. Konsep dan hubungan antar kelompok masyarakat yang berada di Wet Bayan mendorong setiap kelompok masyarakat untuk bergerak memunculkan identitasnya salah satunya melalui simbol-simbol dengan menggunakan media seni musik. Ini merupakan gambaran berdasarkan realitas pola pikir masyarakat Karang Bajo yang kemudian memunculkan pertanyaan mendasar tentang bagaimana sebuah identitas simbolik mampu tercipta melalui Suling Dewa sebagai seni musik ritual. Teori ini yang yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Burke dan Jan E. Stets yang mengatakan bahwa identitas dibentuk melalui simbol-simbol dan makna simbol sebagai sebuah persepsi. Untuk melihat bagaimana refleksi ideologi komunitas masyarakat Karang Bajo terkorelasi dalam identitas, penulis juga mengacu kepada pendapat Thomson tentang ideologi tentang penggunaan bentuk-bentuk simbol dan ketertarikan antara interpretasi, refleksi-diri, dan kritik identitas. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan etnografi. Hasil dari penerapan teori di atas terhadap data lapangan yang di analisis melalui tafsir peneliti mengidentifikasikan bahwa predikat latar belakang sebagai kaum spiritualis pada kelompok masyarakat Karang Bajo menjadi substansi fundamental yang melahirkan identitas simbolik pada Suling Dewa. Predikat ini menggiring argumen Suling Dewa sebagai sebuah jembatan yang menghubungkan alam manusia dan alam ghaib. Kelahiran predikat spiritualis bagi kelompok masyarakat Karang Bajo inipun didorong oleh konvensi masyarakat Wet Bayan yang mengacu pada eksistensi sub etnis Islam Wetu Telu beserta sistem dualisme maki nini yang berkorelasi menciptakan sebuah pola pembagian dan keseimbangan
    corecore