71 research outputs found

    Pesantren sebagai Benteng Kebaikan Umat: Studi Pemikiran KH. Mahsun Masyhudi

    No full text
    Abstrak: Artikel ini membahas mengenai salah satu tokoh agama yang berasal dari Gresik Utara yakni KH. Mahsun Masyhudi. Adapun pembahasan yang diangkat dari penelitian ini adalah bagaimana pemikiran dari KH Mahsun Masyhudi mengenai pendidikan keagamaan?. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan tehnik pengumpulan data berupa wawancara dengan istri dan anak dari KH Mahsun Masyhudi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pemikiran progresif dari KH Mahsun Masyhudi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemikiran dari KH. Mahsun Masyhudi mengenai keberadaan pondok pesantren disetiap desa atau kampung. Adanya pondok, masyarakat bisa mempunyai benteng kebaikan. Pendirian pondok pesantren di setiap desa, masyarakat dapat lebih mudah mengakses pendidikan agama, terutama bagi mereka yang kurang mampu. Banyaknya pondok pesantren yang berdiri, semakin terbuka peluang bagi masyarakat unuk menimba ilmu agama serta mempermudah masyarakat untuk menciptakan lebih banyak alternatif-alternatif tempat kebaikan yang bisa mendidik generasi muda. Filosofi sapu lidi yang menggambarkan pentingnya persatuan pesantren dalam memperkuat nilai-nilai kebaikan dalam masyarakat. &nbsp

    KESALAHAN KALIMAT BAHASA JAWA DALAM KITAB TARIKH NABI MUHAMMAD SAW.

    No full text
    Giyanto, Anis. 2010. Kesalahan Kalimat Bahasa Jawa dalam Kitab Tarikh Nabi Muhammad SAW. Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa: Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I: Dra. Endang Kurniati, M.Pd. Pembimbing II: Ermi Dyah Kurnia, S.S, M.Hum. Kata kunci: kesalahan kalimat. Penulisan karya tulis seperti buku (kitab) harus menggunakan kalimat yang baik dan benar agar isi tulisan tersebut mudah dipahami oleh pembaca. Kalimat yang baik dan benar dapat mewakili gagasan atau perasaan penulis. Penggunan kalimat yang baik dan benar bertujuan agar tidak terjadi kesalahan persepsi dalam memahami isi tulisan (buku). Namun kenyataannya, para penulis buku sering melakukan kesalahan dalam menulis kalimat. Kesalahan penulisan kalimat ditemukan dalam kitab Tarikh Nabi Muhammad SAW. karangan Kyai Toha Mahsun. Kitab tersebut bertuliskan huruf Arab berbahasa Jawa yang isinya menceritakan sejarah Nabi Muhammad SAW. Kesalahan penulisan kalimat dalam kitab tersebut menjadikan kalimatnya sulit untuk dipahami. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada kesalahan penulisan kalimat bahasa Jawa dalam kitab Tarikh Nabi Muhammad SAW. karangan Kyai Toha Mahsun yang diterbitkan oleh Salam Nabhan Surabaya. Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah bentuk-bentuk kesalahan kalimat bahasa Jawa dalam kitab Tarikh Nabi Muhammad SAW. karangan Kyai Toha Mahsun. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsi bentuk-bentuk kesalahan kalimat bahasa Jawa dalam kitab Tarikh Nabi Muhammad SAW. karangan Kyai Toha Mahsun yang diterbitkan oleh Salam Nabhan Surabaya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan teoretis dan metodologis. Pendekatan teoretis yang digunakan adalah pendekatan analisis kesalahan berbahasa, sedangkan pendekatan metodologis yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan pendekatan deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah kitab Tarikh Nabi Muhammad SAW. karangan Kyai Toha Mahsun yang diterbitkan oleh Salam Nabhan Surabaya. Adapun data penelitian ini berupa kalimat atau penggalan wacana yang diduga mengandung kesalahan yang terdapat dalam kitab Tarikh Nabi Muhammad SAW. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan metode catat. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode padan. Jenis metode padan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode padan ortografis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk-bentuk kesalahan penulisan kalimat bahasa Jawa dalam kitab Tarikh Nabi Muhammad SAW. meliputi: (1) pelesapan unsur wajib dalam kalimat, (2) subjek yang tidak jelas, (3) subjek berkata ix depan, (4) objek berkata depan, (5) kesalahan urutan, (6) penghubung kalimat majemuk, (7) penghilangan kata penghubung, (8) kalimat majemuk yang rancu, (9) pemakaian kata depan yang tidak tepat, (10) penghilangan kata depan, (11) penghilangan afiks, (12) afiks yang mubazir, (13) pemakaian bentuk yang mubazir, dan (14) pemilihan kata. Saran yang dapat disampaikan dari hasil penelitian ini yaitu diharapkan ada penelitian selanjutnya mengenai kesalahan penulisan kalimat berbahasa Jawa pada karya tulis lain. Selain itu, para penulis buku (kitab) diharapkan bisa menyusun kalimat yang baik dan benar agar pesan yang disampaikan oleh penulis dapat dipahami pembaca dengan baik

    KONSEP ISLAMIC LEADERSHIP SULTAN MUHAMMAD AL-FATIH

    No full text
    AbstractThis article aims to provide a clear picture of the concept of Islamic Leadership of Sultan Muhammad al-Fatih. With the descriptive analysis method, it is known that he practices spirituality as an Islamic Based Development actor which is a picture of a leader who can influence others to do something useful to the organization and oneself. This research describes the leadership of an Islamic figure who upholds Islamic principles. This research is also expected to add scientific insight around Islamic leadership as an optional to be applied today and in the future.AbstrakArtikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas tentang konsep Islamic Leadership Sultan Muhammad al-Fatih. Dengan metode analisis deskriptif diketahui bahwa beliau mempraktik spiritualitas sebagai aktor Islamic Based Development yang merupakan gambaran pemimpin yang dapat mempengaruhi kepada orang lain untuk melakukan sesuatu bermanfaat terhadap organisasi dan diri sendiri. Pelitian ini mendiskripsikan gambaran kepeminpinan dari seorang tokoh Islam yang menjunjung tinggi prinsip-prinsip Islam. Penelitian ini juga diharap menambah wawasan keilmuan seputar leadership Islam sebagai opsional untuk diaplikasikan masa ini dan di masa mendatang

    The Lack of Government Capacity and Rising Community Networks in Building Resilience During the Covid-19 Pandemic: An Insight from Pekalongan City, Indonesia

    No full text
    The Covid-19 pandemic has had a wide impact on various sectors of people’s lives, including socio-economic disruption. In Indonesia, at both local and national government levels, the social protection programs have become a key tool for policymakers to overcome the negative impacts of the Covid-19 pandemic crisis. This study aims to examine how the local authorities and community networks called P2SE (Pekalongan Peduli Sosial Ekonomi or Pekalongan Cares Socio-Economy) in Pekalongan city respond to the socio-economic crisis during the Covid-19 pandemic in order to increase the resilience of urban poor and vulnerable group as well as reducing social inequalities. One way of doing this is through integrated social protection provision involving various communities from local authority, academicians, civil society, businessman and micro small and medium enterprises. This article argues that the community networks-based integrated social protection provision model is an alternative strategy to help state authority in addressing poverty and socio-economic inequality in inclusive and participatory ways. In this way, some issues of inequality and political interests in the process of resource distribution related to the provision of social protection can be minimized. Therefore, this model of providing social protection based on integrated community networks can be used as an alternative strategy to reduce inequality and build the resilience of urban poor and other vulnerable groups when facing crisis due to unpredictable disasters such as the Covid-19.  Pandemi Covid-19 berdampak besar terhadap beragam segi kehidupan manusia, termasuk dirupsi di bidang sosial-ekonomi. Program perlindungan sosial di Indonesia, baik di tingkat nasional maupun lokal, menjadi instrumen kunci bagi para pembuat kebijakan untuk mengatasi dampak negatif dari krisis akibat Covid-19. Studi ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana otoritas pemerintah daerah dan jaringan komunitas P2SE (Pekalongan Peduli Sosial Ekonomi) di Kota Pekalongan merespon krisis sosial-ekonomi selama pandemi Covid-19 untuk meningkatkan ketahanan hidup warga miskin dan kelompok rentan serta mengurangi ketidakadilan sosial di kota. Salah satu cara yang dilakukan adalah membuat program perlindungan sosial terintegrasi yang melibatkan beragam stakeholder, mulai dari pemerintah lokal, akademisi kampus, masyarakat sipil, pengusaha, dan kelompok UMKM. Studi ini berargumen bahwa program perlindungan sosial berbasis jaringan komunitas terintegrasi adalah strategi alternatif yang dapat membantu negara, khususnya otoritas lokal yang mengalami kelemahan kapasitas ekonomi, untuk mengatasi kemiskinan dan ketidakstaraan sosial-ekonomi melalui mekanisme yang inklusif dan partisipatif. Dengan begitu, mekanisme ini dapat meminimalisir kemungkinan-kemungkinan hadirnya ketidaksetaraan dan kepentingan politik dalam proses distribusi sumberdaya ekonomi berkaitan dengan penyediaan perlindungan sosial untuk warga kota. Untuk itu, model program perlindungan sosial berbasis jaringan komunitas terintegrasi ini dapat digunakan sebagai strategi alternatif untuk mengurangi ketidakadilan dan membangun ketahanan masyarakat miskin dan kelompok rentan kota ketika menghadapi krisis ekonomi dan sosial akibat bencana yang tidak dapat diprediksi seperti Covid-19

    Konsep Pendidikan dalam Kitab Ta’limul Muta’allim Karya Syekh Al-Zarnuji dan Kitab Washoya Al-Aba’ Lil-Abna’ Karya Syekh Muhammad Syakir

    No full text
    Education is very influential on students in adapting themselves and being socially sustainable to their environment. Education have concepts that must be neatly organized in carrying out educational principles with quality results and making education truly able to shape students into a smart and religious generation. The concept of education is found in the book Ta\u27limul Muta’allim written by Syekh Burhanuddin al-Zarnuji and the book Washoya al-aba \u27lil Abna\u27 written by sheikh Muhammad Syakir which is widely used as a guide for students at Islamic boarding schools. The two books are considered important to be compared as a reference in knowing the concept of education in the book Ta\u27limul Mut\u27allim by Sheikh Burhanuddin al-Zarnuji and the concept of education according to the book Washoya al-Aba’ lil Abna\u27 by Syekh Muhammad Syakir. This study uses library research using documentation data collection techniques while data analysis uses descriptive qualitative techniques. Researchers found the book Ta\u27lim Muta\u27allim explained that the concept of education in this book is more likely to describe a person\u27s moral/adab when carrying out learning and teaching activities. Meanwhile, the concept of education in the book Washoya al-Aba \u27lil Abna\u27 does not only focus on the provisions of teaching and learning, but also describes the need for a child to serve Allah and His Prophet, including describing the morals of daily life

    Interferensi Bahasa Bima Dalam Bahasa Indonesia Pada Tuturan Siswa SMKN 1 Kempo Kabupaten Dompu

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk interferensi fonologis, leksikal, dan gramatikal bahasa Bima ke dalam bahasa Indonesia pada tuturan siswa SMKN 1 Kempo. Penelitian ini penting untuk dilakukan supaya memberikan pemahaman tentang bentuk interferensi bahasa sehingga para siswa dapat munggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.  Penelitian ini, termasuk penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif yang dipaparkan secara deskriptif. Data penelitian ini berupa tuturan siswa, sedangkan sumber data dalam penelitian ini, yaitu siswa SMKN 1 Kempo, Kabupaten Dompu. Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dengan teknik lanjutan berupa simak bebas libat cakap, rekam, dan catat. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan metode padan intralingual dengan teknik hubung banding sama (HBS). Metode padan intralingual adalah metode analisis dengan cara menghubung-bandingkan unsur-unsur yang bersifat lingual, baik yang terdapat dalam satu bahasa maupun dalam beberapa bahasa yang berbeda (Mahsun, 2007:118). Analisis data dalam penelitian ini penulis melakukan tahapan langkah berikut: mengumpulkan hasil tuturan  siswa, menganalisis kata atau kalimat yang mengalami interferensi oleh bahasa daerah, mengelompokkan hasil analisis interferensi tersebut ke dalam beberapa jenis, dan kemudian menyimpulkan. Hasil analisis data pada penelitian ini menunjukkan ada tiga jenis interferensi yaitu interferensi, leksikal, dan gramatikal. Interferensi fonologis bahasa Bima ke dalam bahasa Indonesia pada tuturan siswa SMKN 1 Kempo, meliputi intereferensi penghilangan fonem konsonan akhir, interferensi penambahan fonem vokal, dan inteferensi pergantian vokal, sedangkan intereferensi leksikal berbentuk disisipkanya leksikal bahasa Bima ketika menggunakan bahasa Indonesia. Semantara itu, interferensi gramatikal hanya terjadi pada tataran sintaksis dengan bentuk kesalahan struktur kalimat. Tidak ditemukan interferensi morfologi. This research aims to find out the phonological, lexical, and grammatical interference forms of Bima language into Indonesian language in the speech of SMKN 1 Kempo students. This research is important to do in order to provide an understanding of the form of language interference so that students can use Indonesian properly and correctly.  This research, including field research with a qualitative approach that is presented descriptively. The data of this research is in the form of students' utterances, while the data sources in this research are students of SMKN 1 Kempo, Dompu Regency. The data collection methods and techniques used were the listening method with advanced techniques of free listening, recording, and note-taking. The collected data were analysed using the intralingual pairing method with the same comparative relationship technique (HBS). The intralingual parallels method is an analysis method by comparing lingual elements, both those found in one language and in several different languages (Mahsun, 2007: 118). The data analysis in this research is conducted by the author in the following steps: collecting the results of students' speech, analyzing words or sentences that experience interference by local languages, grouping the results of the interference analysis into several types, and then concluding. The results of data analysis in this study show that there are three types of interference, namely interference, grammatical, and lexical. Phonological interference of Bima language into Indonesian language in the speech of students of SMKN 1 Kempo, includes interference of final consonant phoneme omission, interference of vowel phoneme addition, and interference of vowel alternation, while lexical interference is in the form of coda mix. Meanwhile, grammatical interference only occurs at the syntactic level with sentence structure errors. No morphological interference is found

    PENDEKATAN TERPADU HUKUM ISLAM DAN SOSIAL (Sebuah Tawaran Pembaruan Metode Penemuan Hukum Islam)

    No full text
    Pembaruan metode penemuan hukum Islam dengan pendekatan terpadu analisis inferensi historis dan tekstual, merupakan satu capaian intelektual yang cukup maju. Dalam hal ini sifat sui-generis metode penemuan hukum Islam yang merupakan trade mark yang harus ada, coba diimbangi dengan apresiasi proporsional terhadap realitas sosial yang dibawa masuk dalam analisis penyimpulan hukumnya. Dengan membawa realitas empirik masuk ke dalam analisis penemuan hukum, terasa ada jaminan hukum Islam dapat tampil lebih kreatif dan hidup di tengah-tengah proses regulasi sosial modern.Tawaran pendekatan ini sengaja diarahkan pada upaya merekonstruksi pemahaman dalam wilayah baru yang belum ada teks hukumnya dengan menghargai tradisi secara proporsional sekaligus mengurangi kesan arogansi intelektual. Upaya ini dilakukan melalui penggabungan teori sistem dan teori aksi di dalam perangkat analisisnya. Inilah yang secara substansial membedakannya dari tawaran pembaruan pemikiran hukum Islam yang diajukan oleh Fazlur Rahman, Muhammad Sahrur dan lainnya yang lebih mengkonsentrasikan pada interpretasi makna baru terhadap teks yang ada dan kurang memberikan mekanisme yang jelas tentang bagaimana bersikap secara metodologis terhadap suatu fenomena yang tidak ada teksnya.Â

    ZAWÃJ AL-MISYÃR: PERSPEKTIF MAQÃSHID AL-SYARÎ`AH PERNIKAHAN

    No full text
    Tulisan ini membahas hukum dan fenomena zawaj al-misyar atau nikah wisata dari kacamata maqashid al-Syariah. Zawãj al-misyãr adalah akad nikah yang sah sesuai dengan yang disyari`atkan oleh Hukum Islam, akan tetapi ada beberapa hak perempuan yang terkurangi di sini di antaranya hak nafkah dan hak tempat tinggal. Pernikahan ini ada yang menggolongkan ke dalam nikah poligami (ta`addud al-zaujãt) yakni istri yang kedua atau ketiga. Namun ulama lain ada yang berpendapat berbeda, yang mana nikah ini termasuk kategori nikah muaqqat atau nikah sementara. Atas dasar ini, maka para ulama berbeda pendapat; ada yang membolehkan tetapi ada yang mengharamakan. Terlepas dari itu, jika dicermati lebih jeli  dari sudut pandang maqãshid al-syarî`ah, zawaj al-misyar atau nikah wisata sangat bertolak belakang dengan prinsip Hukum Islam baik pada tataran dharûr, hajjî, dan tahsinî. Dari aspek dharûrî, nikah ini menyimpang dari lima aspek yang menjadi fondasi dasar Hukum Islam yakni menjaga agama, jiwa, keturunan, akal, dan harta. Perkawinan dalam Islam memiliki tujuan agung untuk memelihara Sunnah Nabi Muhammad SAW dicederai oleh akibat nikah bentuk ini. perkawinan yang bertujuan mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah musnah oleh nikah wisata ini, pasalnya pada faktanya selesai wisata selesai juga perkawinan, banyak yang dirugikan dalam masalah ini. Menjaga keturunan yang merupakan sendi utama syariah juga ternodai oleh nikah ini, sebagai akibat nikah yang sementara ini, tentu saja banyak anak-anak keturunan yang tidak memperoleh hak-haknya. Â

    Kemampuan Menulis Teks Eksposisi Melalui Pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah di SMP Negeri 2 Gunungsari

    No full text
    This study aims to describe the ability to write expository texts through a problem-based learning approach at SMP Negeri 2 Gunungsari. This type of research is descriptive research by describing existing learning activities especially related to the problem-based learning process in students' ability to write exposition texts. In this descriptive analysis, it is described about analyzing and designing problem-based learning, implementing the learning process along with learning outcomes in the form of students' ability to write exposition texts. From the results of research and analysis of data on writing exposition texts, it was found that the aspect of writing content in writing exposition texts was still at a moderate level, which was quite evident from 13 students having scores between 17-21, aspects of student organization assessed with CK (good enough), vocabulary aspects with scores between 14-17 was obtained by 10 students with CK scores or good enough, aspects of students' use of language on fairly good abilities (CB) and mechanical aspects had a range of values from 2-5. As many as 15 students scored a very good perfect mechanical aspect (SBS) from the writing they had made. The assessment of the ability to write expository texts is based on five aspects assessment guidelines that have been prepared. Each consists of a range of values with the designation of very good perfect (SBS), pretty good (CB), moderate enough (SC), and very poor (SK). This mention certainly has several indicators that must be achieved

    Demokrasi Patronase dan Praktik Politik Uang: Pengalaman Pemilu Legislatif 2014 di Kota Pelembang, Sumatera Selatan

    No full text
    This study reveals the practices of money politics which took place in Indonesia’s electoral democracy and political network that helps the working of its parctices. The analysis unit of this study is based on practices of money politics conducted by the candidates in Palembang constituences for the South Sumatera provincial parliament in 2014 legislative election. Using qualitative method and political patronage theory, the important findings of this study reveals that money politics in 2014 legislative election becomes the dominan instrument used by candidates (incumbent and new comers) to mobilize electoral support, rather than ideology and programatic politics of the party and candidates. The practice of money politics is working in networks of political clientelism among candidates, brokers and voters are built through bonds of kinship, frienship and figure
    corecore